Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DIABETES MELITUS DAN PUASA RAMADHAN dr. H.N. SOEBIJANTO SpPD, MM INTERNIST.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DIABETES MELITUS DAN PUASA RAMADHAN dr. H.N. SOEBIJANTO SpPD, MM INTERNIST."— Transcript presentasi:

1 DIABETES MELITUS DAN PUASA RAMADHAN dr. H.N. SOEBIJANTO SpPD, MM INTERNIST

2 “ Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa“ ( Qs. Al Baqarah [2] : 183 )

3 PENDAHULUAN  Puasa Ramadhan : Menahan makan – minum +/- 14 jam sehari selama 30 hari.  Perubahan pola makan/minum dan pemberian obat.  DM adalah gangguan metabolik seumur hidup. Perlu penatalaksanaan cermat agar komplikasi dapat dicegah / dihambat.

4 APA GUNA GULA DARAH ?? -GULA DARAH DIPERLUKAN TUBUH SEBAGAI SUMBER ENERGI TERUTAMA BAGI ORGAN – ORGAN PENTING SEPERTI OTAK, SYARAF, SEL DARAH, OTOT dll. -GULA DARAH SELALU DIPERTAHANKAN ANTARA 60 – 150 MG%

5 SUMBER GULA DARAH ADALAH : 1.MAKANAN & MINUMAN YANG KITA MAKAN 2.CADANGAN / SIMPANAN GULA DARI HATI, LEMAK & OTOT

6 APA YANG TERJADI BILA KITA BERPUASA ?? PADA ORANG NORMAL DAN DIABETISI YANG GULA DARAHNYA TIDAK TERLALU TINGGI : SELAMA BERPUASA, SUMBER ENERGI DIPEROLEH DARI CADANGAN GULA DARI HATI, CUKUP UNTUK PUASA 12 – 16 JAM, KEMUDIAN BILA PUASA LEBIH LAMA, BARU DIGUNAKAN CADANGAN GULA DARI LEMAK DAN OTOT.

7 APA YANG TERJADI BILA KITA BERPUASA ?? PADA DIABETISI YANG GULA DARAHNYA MASIH TINGGI ( >250 MG% ) : SUMBER ENERGI DARI HATI TIDAK MENCUKUPI, SEHINGGA LEBIH CEPAT DIPERGUNAKAN CADANGAN ENERGI DARI LEMAK DAN OTOT.

8 APA AKIBATNYA ? PENGGUNAAN ENERGI DARI LEMAK MENGHASILKAN KETON, YANG DALAM JUMLAH BESAR MERUPAKAN RACUN BAGI TUBUH.

9 APAKAH DIABETISI BOLEH BERPUASA?  DM TERKONTROL :Berpuasa +/- 14 jam sehari tidak mengganggu kesehatan  DM TAK TERKONTROL : Bila berpuasa : - Dapat timbul komplikasi yangberat ( ketoasidosis ). - Dehidrasi.

10 Diabetisi aman berpuasa apabila : 1.Kadar gula darah terkontrol (gula darah puasa mg/dl, 2 jam setelah makan mg/dl). 2. Tidak menggunakan suntikan insulin lebih 2 X sehari. 3. Faal hati / liver baik. 4. Faal Ginjal baik. 5. Tak ada gangguan pembuluh darah otak yang berat. 6.Tak ada kelainan pembuluh darah jantung. 7. Cadangan lemak tubuh cukup. 8. Tak ada kelainan hormonal lain. 9. Tidak demam tinggi.

11 Diabetisi yang sebaiknya tidak berpuasa :  Diabetisi tipe 1 yang sulit terkendali  Diabetisi yang menggunakan suntikan insulin > 2 kali perhari  Diabetisi tipe 1 atau 2 yang gula darahnya tidak terkendali

12 Diabetisi yang sebaiknya tidak berpuasa  Diabetisi yang pernah mengalami koma ketoasidosis  Diabetisi yang sedang hamil  Diabetisi usia lanjut yang diperkirakan sulit memahami komplikasi – komplikasi yang mungkin timbul

13 Diabetisi yang sebaiknya tidak berpuasa :  Diabetisi yang pernah mengalami  2 kali episode hipoglikemia / hiperglikemia selama Ramadhan  Diabetisi dengan penyakit lain yang berat ( jantung, ginjal, lever, darah tinggi )

14 Bila gula darah masih tinggi tidak disarankan berpuasa

15 BILA GULA DARAH KITA MASIH TINGGI  PENGGUNAAN CADANGAN ENERGI DARI LEMAK LEBIH AWAL DAN MENYISAKAN BENDA KETON YANG DAPAT MERACUNI OTAK  TUBUH KEKURANGAN CAIRAN KARENA BANYAK DIKELUARKAN MELALUI AIR SENI ( SERING KENCING) & TIDAK ADA ASUPAN MINUM SELAMA PUASA

16 KERACUNAN BENDA KETON DITAMBAH DENGAN KEKURANGAN CAIRAN DAPAT MENGAKIBATKAN KOMA / PINGSAN

17 Berpuasalah dengan aman  Tetaplah aktif secara fisik dengan tetap memperhatikan kegiatan olahraga yang disarankan  Hindari aktifitas fisik / olahraga berlebihan selama puasa karena dapat memicu gula darah terlalu rendah  Hindari olahraga 1 – 2 jam sebelum buka puasa, karena dapat menimbulkan gula darah terlalu rendah  Olahraga dapat dilakukan setelah makan utama buka puasa. Kegiatan tarawih memberikan manfaat karena mempertahankan keaktifan fisik

18 PENGATURAN MAKAN  Jumlah energi ( kalori) dari makanan yang dibutuhkan pada waktu puasa sama seperti bila tidak puasa.  Perlu pengaturan dan distribusi makanan serta obat- obatan  Pengaturan makanan 1. Buka Puasa : 50% kebutuhan energi sehari a. Sebelum shalat Maghrib : Makanan Ringan (10%) b. Sesudah shalat Maghrib : Makanan Utama (40%) 2. Sesudah Shalat Tarawih : Makanan Ringan (10%) 3. Sahur : Makanan Utama (40%)

19 BERPUASALAH DENGAN AMAN Jangan lupa kemungkinan perubahan jadwal dan jumlah obat yang harus diminum atau jumlah insulin maupun saat penyuntikan insulin

20 PERUBAHAN JADWAL & DOSIS OBAT TABLET DIABETES

21 Bila anda biasa minum tablet sulfonilurea ( glibenclamide, daonil, euglucon, glucodex, glurenorm, amaryl, metrix, gluvas dll ). 1x sehari, sebelum sarapan : - Obat diminum 1x sehari pada saat berbuka puasa - Dosis obat mungkin dikurangi sesuai pertimbangan dokter

22 Bila anda biasa minum tablet sulfonilurea ( glibenclamide, daonil, euglucon, glucodex, glurenorm, dll ). 2x sehari, sebelum sarapan & makan petang : - o bat pertama yg biasa diminum pagi hari, dipindahkan diminum saat berbuka puasa - Obat kedua yang biasa diminum petang dialihkan ke saat makan sahur dengan dosis yang dikurangi

23 Bila anda biasa minum tablet sulfonilurea ( glurenorm, gliquidon dll ). 3x sehari, sebelum makan : - obat pertama yg biasa diminum pagi hari, dipindahkan diminum saat berbuka puasa - Obat kedua yang biasa diminum petang dialihkan ke saat makan sahur - Obat ketiga yang biasa diminum malam hari tidak diminum

24 Bila anda biasa minum tablet Metformin, ( glucophage, diabex, gludepatic,glumin, glucofor dll ). 3 x 500 mg sehari : 1 tablet diminum sesudah sahur, 2 tablet diminum sesudah buka puasa

25 Bila anda biasa minum tablet Metformin, ( glucophage, diabex, glumin, gludepatic, glucofor dll ). 2 x 500 mg / 850 mg sehari : 1 tablet diminum sesudah sahur, 1 tablet diminum sesudah buka puasa

26 BILA ANDA MENGGUNAKAN INSULIN

27 Diabetisi tidak dianjurkan berpuasa bila : - Dosis insulin yang digunakan cukup besar - Menyuntik insulin 3 – 4 kali perhari

28 Diabetisi dengan suntikan insulin 1x sehari, pagi hari ( Lantus, Levemir, Insulatard, Humulin N ) - Insulin disuntikkan sore hari menjelang berbuka puasa - Dosis insulin anda mungkin akan disesuaikan oleh dokter

29 Diabetisi dengan suntikan insulin 1x sehari, malam hari ( Lantus, Levemir, Insulatard, Humulin N ) - Insulin tetap disuntikkan malam hari seperti biasa - Dosis insulin anda mungkin akan disesuaikan oleh dokter

30 Diabetisi dengan suntikan insulin 2x sehari, sebelum sarapan & sebelum makan malam ( Mixtard 30/70, Humulin 30/70, Novomix, Humalog Mix 25 ) - Insulin pagi disuntikkan sore hari menjelang berbuka puasa, dosis mungkin dikurangi 1/3 nya - Insulin sore disuntikkan sebelum sahur, dosis mungkin dikurangi hingga ½ nya

31 Diabetisi dengan suntikan insulin 2x sehari, sebelum sarapan & sebelum makan malam (mixtard30/70, Humulin 30/70, Novomix, Humalog Mix 25) - Besarnya pengurangan dosis sesuai dengan pertimbangan dokter yang berbeda pada tiap- tiap diabetisi

32 JADWAL  +/- jam 18.00: Buka Puasa - Makanan ringan atau buah - buahan (10% kebutuhan energi sehari ) - Obat anti diabetes dosis pagi hari, atau suntikan insulin dan obat lainnya Shalat Maghrib - Makanan Utama (40%)  +/- jam : Shalat Isya dilanjutkan Tarawih  +/- jam – 22.00: - Makanan ringan (10%)  +/- jam 03.30: Makan Sahur (40%) - Obat sesuai aturan pakai ( sesudah atau sebelum makan )

33 - Diperlukan pemantauan gula darah yang lebih ketat - Diperlukan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap kemungkinan terjadinya hipoglikemia, keracunan keton, kekurangan cairan dll

34 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1.DM usia lanjut cenderung dehidrasi  minum banyak 2.Waspada terhadap hipoglikemia - Makan sahur mendekati imsak - Kurangi aktifitas fisik yang berat pada siang hari - Kenali tanda-tanda hipoglikemia

35 TANDA – TANDA HIPOGLIKEMIA  berkeringat, gelisah  gemetar, berdebar  lidah, bibir kesemutan  penglihatan ganda  bingung, pembicaraan tidak jelas  Bila berlanjut : Kejang, pingsan  Pemeriksaan Gula darah kurang 60 mg/dl Bila Hipoglikemia : Segera minum Air Gula

36 Cara mengatasi gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) - Segeralah berbuka - Minum manis / gula pasir sampai gejala- gejala hilang, dilanjutkan dengan makan - Berhenti minum obat diabetes - Konsultasi dokter / team diabetes anda pada kesempatan pertama

37 Keracunan Keton ( Ketoasidosis ) - Lemas - Sakit perut - Mual dan muntah – muntah - Pusing - Gelisah - Kram otot - Nafas berbau aseton - Kesadaran menurun

38 PENTING …………………………… - Persiapkanlah diri anda sebelum berpuasa - Yakinkan anda sudah mengikuti saran team diabetes anda (dokter, ahli gizi, perawat, edukator diabetes) - Tetaplah berkonsultasi dengan team diabetes anda

39 SELAMAT BERPUASA


Download ppt "DIABETES MELITUS DAN PUASA RAMADHAN dr. H.N. SOEBIJANTO SpPD, MM INTERNIST."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google