Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROSES PENGOLAHAN GULA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROSES PENGOLAHAN GULA"— Transcript presentasi:

1 PROSES PENGOLAHAN GULA
SURABAYA, 12 Maret 2012

2

3 DIAGRAM ALIR NIRA DI STASIUN PEMURNIAN
NM dari St. Gilingan Contact Tank Flokulant Ca(OH)2 Sulfitir Nira Mentah pH 7,2 Flash Tank Snow Balling Defecator. I (  - Laval ) PP. I ( 75 – 80 )oC Defecator. II ( pH 8,6 - 8,9 ) (  - Laval ) PP. II ( 105 – 110 )oC SO2(gas) Ke St. Penguapan Dorr Clarifier Timbangan Nira Mentah “Boulogne” DSM Screen Clear Juice Tank Blotong Peti Nira Kotor RVF ( Rotary Vacuum Filter ) Peti Nira Tapis

4 SOP STASIUN PEMURNIAN PEMANAS PENDAHULUAN : - SUHU PP I : 75 OC
- SUHU PP II : 110 OC DEFEKATOR : - pH DEFEKATOR I : 7,4 - pH DEFEKATOR II : 8,8 – 9,0 SULFITIR : - pH SULFITIR NM : 7,4 - pH SULFITIR NK : 5,5

5 SOP STASIUN PEMURNIAN TOBONG BELERANG :
- SUHU PENDINGIN TOBEL = 70ºC – 80ºC - NYALA PEMBAKARAN MERATA DAN BERWARNA BIRU SUSU KAPUR : - KONSENTRASI SUSU KAPUR = 6ºBe - SUSU KAPUR DIBUAT 12 – 24 JAM SEBELUM DIPAKAI

6 SOP STASIUN PEMURNIAN ASAM PHOSPAT - KONSENTRASI ASAM PHOSPAT 10 %
- PEMBERIAN SECARA KONTINYU LARUTAN FLOCULANT - PEMBUATAN LARUTAN INDUK KONSENTRASI 1 % - PEMBUATAN LARUTAN SIAP PAKAI KONSENTRASI 0,1 % - WAKTU TINGGAL KONSTAN MINIMAL 4 JAM - LARUTAN HOMOGEN/TIDAK MENGGUMPAL

7 SOP STASIUN PEMURNIAN DORR CLARIfIER : - TURBIDITY NE < 50 ppm
- KADAR KAPUR NE < 800 ppm - KADAR PHOSPAT NE 20 ppm ppm - VISUAL NE KINCLONG VACUUM FILTER : - HIGH VACUUM = 40 CmHg – 45 CmHg - LOW VACUUM = 15 CmHg – 25 CmHg - KETEBALAN BLOTONG = 0,5 Cm – 0,7 Cm - % POL BLOTONG < 2 % - BLOTONG KERING - ZAT KERING BLOTONG = 35 %

8 FFPE BP. 1 BP. 2 BP. 3 BP. 4 CJT Ke Tangki Imbibisi Air Pengisi Ketel
UNI ( Uap Nira ) ke Juice Heater ( PP 1 ) UNI ( Uap Nira ) untuk Bleeding VP & Juice Heater FFPE Ke Kondensor SULFITIR NIRA KENTAL Ke ST. Masakan UAP BEKAS BP. 1 BP. 2 BP. 3 BP. 4 Air Pengisi Ketel Ke Tangki Imbibisi SO2 STRAINNER DARI DORR CLARIFIER POMPA TRANSFER POMPA NIRA KENTAL POMPA NIRA KENTAL SULFITIR CJT POMPA SIRKULASI POMPA NIRA JERNIH

9 SOP STASIUN PENGUAPAN Falling Film Plate Evaporator ( FFPE )
Tekanan Uap Bekas 1,0 – 1,1 Kg/cm2 Level nira di dalam FFPE 60 – 75 % Flow Sirkulasi nira 500 – 550 Setting Water Emergency pada Flow Sirkulasi Nira 225 Temperatur Water Emergency 80oC, dengan level tangki penuh. Hindari sirkulasi nira terus menerus dalam waktu yang lama di dalam FFPE. Kondisikan pada Automatis untuk Water Emergency sewaktu operasional

10 SOP STASIUN PENGUAPAN Be NIRA KENTAL ≥ 30º
DISTRIBUSI TEKANAN UAP TERPENUHI LEVEL NIRA 30 % - 40 % UNTUK BADAN I SIRKULASI NORMAL DAN MERATA PENGELUARAN KONDENSAT LANCAR KONDENSAT BEBAS GULA SUHU AIR JATUHAN < 45 OC DAN BEBAS GULA VACUUM DI POMPA > 70 CmHg VACUUM DI BP AKHIR > 65 CmHg

11 DIAGRAM ALIR NIRA DI STASIUN MASAKAN & PUTERAN
Nira Kental Leburan Peti NK Peti Klr. SHS Peti Stroop A Peti Stroop C Peti Klr. D Msk. A Msk. C Msk. D Fondan Cuite A Cuite C Cuite D Put. A Put. C Put. D1 Tetes Stroop A Gula D1 Gula A Gula C Put. SHS Put. D2 Klare. D Gula C Klr. SHS Babonan C Stroop C SHS. I Babonan D Gula D2

12 SOP STASIUN MASAKAN pH NIRA KENTAL 5,4 – 5,5
SKEMA MASAKAN SESUAI KUALITAS BAHAN WAKTU MASAK PENDEK KUALITAS MASAKAN TURUN BAIK DAN MUDAH DIPUTAR BRIX / HK MASAKAN A = 95/ > 80 C = 97/ 70 – 74 D = 99/ 56 – 59 BJB MASAKAN A = 0,9 mm – 1,1 mm C = 0,4 mm – 0,5 mm D = 0,3 mm

13 SOP STASIUN MASAKAN VACUUM PAN MASAKAN > 65 CMHg
HK BIBITAN A = DAN PASIR RATA WAKTU PENDINGINAN MASAKAN A = 1 JAM C = 1 – 2 JAM D = 20 – 24 JAM

14 SOP STASIUN PUTERAN & PENYELESAIAN
HK GULA A > 98,0 % BRIX STROOP A = 84,0 – 87,0 STROOP BEBAS PASIR GULA A BERWARNA PUTIH TIDAK ADA TETESAN STROOP GKP BERWARNA PUTIH MENGKILAT TIDAK ADA TETESAN KLARE GULA TIDAK MENGGUMPAL / KEPYAR SARINGAN GULA KRIKILAN 7 X 7 mesh SARINGAN GULA HALUS 23 X 23 mesh BERAT BERSIH ( NETTO ) 50 kg / zak

15 SOP STASIUN PUTERAN & PENYELESAIAN
DIKEMAS DALAM ZAK PLASTIK + INNERBAG JAHITAN RAPAT / TIDAK BOCOR SUHU GULA MASUK ZAK MAKSIMUM 40 OC MELAKUKAN TIMBANG ULANG 10 zak / regu ( SESUAI KEBUTUHAN ) SUHU PUTAR GULA D ± 55 ºC HK GULA D I > 85,0 % BRIX TETES > 88,0 HK TETES < 30,00 TETES TIDAK MENGANDUNG KRISTAL HK GULA D II = 92,0 – 95,0

16 SOP STASIUN PUTERAN & PENYELESAIAN
% BRIX KLARE D ± 85,0 HK GULA C > 93,0 % BRIX STROOP C ± 85,0 SEMUA PRODUKSI TETES DITIMBANG TETES TERTIMBANG MASUK TANGKI PENYIMPANAN SUHU TETES MASUK TANGKI ± 50ºC TANGKI TIDAK BOCOR

17 SOP LIMBAH DEBIT LIMBAH CAIR TIDAK MELEBIHI IJIN
PENUNJUKAN ANGKA FLOWMETER AJEG MENGURANGI MASUKNYA AMPAS KE DALAM KOLAM IPAL AIR LIMBAH TIDAK TERCEMAR LARUTAN MINYAK SUHU AIR LIMBAH KELUAR 29ºC – 30ºC pH AIR LIMBAH KELUAR 6,0 – 9,0 SUSPENDID SOLID AIR LIMBAH < 125 ppm

18 SOP LIMBAH AIR LIMBAH TIDAK BANYAK MENGANDUNG KOTORAN
BOD & COD AIR LIMBAH KELUAR TIDAK MELEBIHI BAKU MUTU BLOTONG & ABU TIDAK TERCECER SELAMA PENGANGKUTAN ABU SUDAH BENAR – BENAR PADAM LOKASI PEMBUANGAN JAUH DARI PEMUKIMAN ( KE HGU JENGKOL ) DIMANFAATKAN UNTUK BAHAN DASAR PEMBUATAN KOMPOS

19 SOP LIMBAH UDARA BERSIH DARI PARTIKEL AMPAS HALUS DAN ABU KETEL
EMISI DAN EMBIENT SESUAI BAKU MUTU ASAP CEROBONG KETEL BERWARNA PUTIH TIDAK BERBAU GAS BELERANG

20 “GEMPOLKREP BANGKIT” TO THE BEST
TERIMA KASIH “GEMPOLKREP BANGKIT” TO THE BEST


Download ppt "PROSES PENGOLAHAN GULA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google