Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH OLEH GIJANTO. Deskripsi singkat  Mata Diklat ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada khususnya perserta Diklat bagaimana.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH OLEH GIJANTO. Deskripsi singkat  Mata Diklat ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada khususnya perserta Diklat bagaimana."— Transcript presentasi:

1 TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH OLEH GIJANTO

2 Deskripsi singkat  Mata Diklat ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada khususnya perserta Diklat bagaimana cara membuat dan menyusun karya ilmiah, laporan, makalah dan sejenisnya yang sesuai dengan kaidah-kaidah penyusunan karya ilmiah, mulai dari penetapan/pemilihan topik, dasar teori, pemecahan masalah atau pembahasan sampai dengan penyelesaiannya.

3 Tujuan pembelajaran umum (TPU) Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu memahami tentang teknik-teknik penulisan karya ilmiah dengan berbagai aspeknya, mulai dari menentukan topik, kajian teori, metode, pembahasan, teknik penulisan, sampai dengan penggunaan bahasanya.

4 Tujuan pembelajaran khusus (TPK)  Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan dapat:  Menjelaskan pengertian Teknik penulisan karya ilmiah.  Menjelaskan langkah-langkah penulisan karya ilmiah.  Menjelaskan pengembangan karya ilmiah.  Menjelaskan format dan tata tulis karya ilmiah.  Menjelaskan bahasa karya ilmiah

5 MENGAPA TIDAK MENULIS  Belum dikuasainya kemampuan memilih masalah yang layak untuk ditulis.  Belum dikuasainya kemampuan membatasi masalah yang akan ditulis.  Belum dikuasainya kemampuan mengembangkan masalah secara terurai.  Kesulitan menemukan bacaan atau referensi yang relevan dengan masalah yang akan ditulis.  Belum dimilikinya kebiasaan mengungkapkan gagasan secara sistematis mempergunakan bahasa tulis.

6 APA KARYA ILMIAH ITU ? Karya ilmiah adalah suatu karya tulis yang memuat dan mengkaji masalah tertentu dengan menggunakan kaidah- kaidah keilmuan (Prayitno, dkk, 2000:12)

7 Kaidah-kaidah keilmuan: Pembahasannya menggunakan metode ilmiah Menggunakan bahasa baku Menggunakan tata tulis ilmiah Menggunakan prinsip-prinsip keilmuan (obyektif, logis, empiris, sistematik, lugas, jelas, kebenarannya dpt diuji, dan konsisten)

8 Dasar pertimbangan menulis : Ada nilai kegunaan Ada nilai kebaruan (belum pernah dibahas) Ada daya tarik untuk diteliti Bahan bacaan/referensi terpenuhi

9 BAGAImanA TULISAN SUPAYA ILMIAH Suatu tulisan supaya ilmiah di samping harus mempunyai acuan juga harus bersifat obyektif (berdasarkan logika bukan perasaan, berdasarkan kenyataan / realitas bukan rekaan). Widarso (1992: 37)

10 Menulis merupakan suatu proses. Oleh karena itu merupakan satu proses, maka harus mengalami:  Tahap prakarsa (perencanaan, pengumpulan bahan, penentuan opik),  Tahap pelanjutan (penelitian, konsultasi, penulisan)  Tahap revisi (koreksi dan perbaikan)  Tahap pengakhiran (kesimpulan)

11 JENIS KARYA TULIS ILMIAH : LAPORAN LENGKAP / MONOGRAF: karya tulis yang berupa hasil penelitian ilmiah, pengembangan atau evaluasi yang disajikan dengan menggunakan kerangka isi, aturan dan format tertentu. (hasil penelitian, skripsi, tesis, desertasi) LAPORAN LENGKAP / MONOGRAF: karya tulis yang berupa hasil penelitian ilmiah, pengembangan atau evaluasi yang disajikan dengan menggunakan kerangka isi, aturan dan format tertentu. (hasil penelitian, skripsi, tesis, desertasi) LAPORAN LENGKAP / MONOGRAF: karya tulis yang berupa hasil penelitian ilmiah, pengembangan atau evaluasi yang disajikan dengan menggunakan kerangka isi, aturan dan format tertentu. (hasil penelitian, skripsi, tesis, desertasi) LAPORAN LENGKAP / MONOGRAF: karya tulis yang berupa hasil penelitian ilmiah, pengembangan atau evaluasi yang disajikan dengan menggunakan kerangka isi, aturan dan format tertentu. (hasil penelitian, skripsi, tesis, desertasi) LAPORAN RINGKAS (SUMMARY REPORT): penulisan kembali artikel yang sudah pernah diterbitkan dengan menggunakan bahasa yang lebih mudah difahami dan tidak terlalu teknis. LAPORAN RINGKAS (SUMMARY REPORT): penulisan kembali artikel yang sudah pernah diterbitkan dengan menggunakan bahasa yang lebih mudah difahami dan tidak terlalu teknis.

12 Laporan untuk adminisrator dan pengambilan keputusan: Tulisan yang berisi penjelasan dan diagnosa thd masalah- masalah yang diperlukan, dalam laporan ini berisi a.l.: - akivitas penelitian - keterangan ttg hasil kegiatan - akurasi hasil kajian dibandingkan dengan keperluan - efisiensi kegiatan hubungannya dengan tenaga, biaya, dan waktu - kelemahan-kelamahan dan carapenanggulangannya - pengaruh program thd kondisi, sikap, dan perilaku masyarakat. Laporan untuk adminisrator dan pengambilan keputusan: Tulisan yang berisi penjelasan dan diagnosa thd masalah- masalah yang diperlukan, dalam laporan ini berisi a.l.: - akivitas penelitian - keterangan ttg hasil kegiatan - akurasi hasil kajian dibandingkan dengan keperluan - efisiensi kegiatan hubungannya dengan tenaga, biaya, dan waktu - kelemahan-kelamahan dan carapenanggulangannya - pengaruh program thd kondisi, sikap, dan perilaku masyarakat.

13 TULISAN ILMIAH adalah merupakan ringkasan dari pada laporan lengkap atau monograf yang dipadatkan. TULISAN ILMIAH adalah merupakan ringkasan dari pada laporan lengkap atau monograf yang dipadatkan. BUKU ILMIAH buku pelajaran modul diktat karya terjemahan / saduran BUKU ILMIAH buku pelajaran modul diktat karya terjemahan / saduran

14 Makalah Format makalah -h-h-h-halaman sampul -D-D-D-Daftar isi -D-D-D-Daftar tabel (jika ada) -P-P-P-Pendahuluan: - latar belakang masalah - masalah - tujuan penulisan -I-I-I-Isi makalah - ….. - ….. - ….. -P-P-P-Penutup: - kesimpulan - saran - Daftar pustaka

15 PENGARUH MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM TERHADAP SIKAP SISWA (studi kasus siswa SDN I Yogyakarta) Disusun oleh Ida NIP Disampaikan pada seminar peningkatan guru SD/MI se DIY di Yogyakarta Tanggal : 5 Desember 2006 DEPARTEMEN AGAMA KOTA MADYA YOGYAKARTA 2006

16 16 Judul (Ruang Lingkup) Topik Sub Topik Topik Sub Topik

17 17 Menulis KTI Sesuai Topik- Sub topik Judul Perlu Dirubah/Tidak Kerangka Karya atau Ragangan (Outline)

18 Judul Dapat ditulis terlebih dahulu untuk membatasi pembahasan Dapat ditulis setelah pembahasan, agar relevan dengan yang dibahas Bisa besar luas ( big is the best ) Bisa rinci justru lebih luas ( small is beautiful) Singkat, jelas, tepat, ada daya pikat, dan sesuai dengan isi Berkisar 5-15 kata

19 19 CONTOH JUDUL Kuantitatif : Pengaruh Mata Pelajaran PPKn Terhadap Sikap Siswa (studi kasus siswa SDN I Yogyakarta) HALAMAN SAMPUL HALAMAN JUDUL ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Identifikasi Masalah C. Rumusan Masalah D. Tujuan Penelitian E. Hipotesa Penelitian (Jika Ada) F. Kegunaan Penelitian G. Asumsi H. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian I. Definisi Istilah atau Definisi OperasionalH. BAB II KERANGKA TEORITIS A. Kajian Teori B. Kerangka Berpikir C. Hipotesis

20 20 Bab III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian B. Populasi Dan Sampel C. Instrumen Penelitian D. Pengumpulan Data E. Teknik Analisis Data Bab IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data B. Pengujian Hipotesis Bab V PEMBAHASAN A. …………………. B. …………………. C. …………………. Bab VI KESIMPULAN, SARAN, DAN IMPLIKASI A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN BIODATA PENULIS

21 21 Kaidah Umum Dan Kaidah Khusus Kaidah Umum = Penulisan KTI mengandung normatif penulisan KTI pada umumnya. Kaidah Khusus= Normatif dan Administratif yang ditentukan oleh instansi tertentu, utk keperluan instansi tsbt. 1.Bagian Awal: Halaman Judul, Lembar Pengesahan, Abstak, Prakata, Daftar Isi, Daftar Tabel, dan Daftar gambar/grafik. 2. Bagian Batang Tubuh: a.Bagian Pendahuluan =

22 22 1)Latar Belakang: a) Mengemukakan hal yg melatar belakangi penelitian, seperti: Masalah (kesenjangan) antara rencana (yg diinginkan) dgn keadaan yg ada (realistis) atau kesenjangan antara harapan dengan kenyataan. d) Kespesifikan topik yg diteliti: Apakah teorinya saja ttg sesuatu, simpulan seminar, hasil diskusi, pengamatan/ pengalaman pribadi yg akan diteliti. c)Tingkat kebaruan topik yg akan diangkat/ diteliti: Belum pernah diteliti org atau melanjutkan penelitian seseorang. b) Motif yg mendorong penelitian/ pengkajian/ Masalah yg mendoronng diadakan penelitia/pengkajian. CONTOH JUDUL: PENGARUH MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN AGAMA KABUPATEN CILACAP

23 23 2) Identifikasi Masalah : a) Merupakan kegiatan mencari sebanyak-banyaknya masalah yg jawabannya dpt diperoleh dari penelitian itu. b) Masalah-masalah yg ditentukan itu bertumpu pada masalah pokok yg dikemukakan dlm latar belakang. c) Masalah- masalah yg ditemukan itu dituliskan dlm bentuk kalimat tanya. (Masalah yg dpt diidentifikasi adalah sebagai berikut: - Apakah setiap WI memiliki program kerja? - Apakah setiap WI bekerja sesuai dgn program kerja itu?, dst). d) Masalah yg di identifikasi: (1) Berhubungan dgn variabel-variabel penelitian/ kajian. (2) Berkaitan dgn pola hubungan antar variabel. (3) Berkaitan dgn asumsi peneliti ttg masalah tersebut.

24 3) Perumusan Masalah : a) Masalah yg dirumuskan harus Konsisten dgn masalah yg dikemukakan dgn uraian pada latar belakang dan identifikasi masalah; b) Rumusan masalah itu merupakan pertanyaan- pertanyaan yg lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup permasalahan yg akan dicari jawabannya dlm penelitian. c) Rumusan masalah itu memperlihatkan variabel-variabel yg diteliti, hubungan antar variabel, dan subjek penelitian. (Konsep teori atau variabel yg dibahas dan mencakup kontelasi permasalahan).

25 Merumuskan masalah : Cara sederhana yang dapat dilakukan untuk merumuskan masalah adalah dengan mengubah rumusan kalimat dalam topik khusus menjadi kalimat tanya baik dengan menggunakan kata tanya ataupun cukup dengan menggunakan partikel kah. Contoh : Bagaimanakah aktivitas siswa dalam mengikuti mata pelajaran Agama Islam

26 catatan Apabila memang hanya mengandung satu pokok persoalan yang harus dipecahkan, penulis segera dapat melangkah ke langkah berikutnya, yaitu menyusun kerangka karangan. Sebaliknya, apabila di dalam rumusan masalah itu ternyata mengandung lebih dari satu persoalan yang harus dipecahkan, sebaiknya dirumuskan sub-masalahnya, agar dalam penulusuran teori maupun pembahasan masalah tidak ada gagasan yang terlupakan atau tumpang-tindih.

27 27 5) Tujuan Penelitian/Penulisan KTI 4) Kegunaan Penelitian a)Menuliskan Kegunaan Penelitian atau pentingnya penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan. b)Dibedakan antara kegunaan penelitian bersifat teoritis dan yang bersifat praktis. c)Tergantung tujuan penelitia, bisa kegunaannya untuk guru, siswa, masyarakat atau lingkungan. Merumuskan tujuan yg ingin dicapai melalui penelitian/penulisan KTI, baik bagi pengembangan ilmu maupun penerapannya, berdasarkan: a) Isi dan rumusan tujuan penelitian/penulisan mengacu kepada isi dan rumusan masalah b) Tujuan dituliskan dlm bentuk kalimat pernyataan. c) Mengungkapkan sasaran yg hendak dicapai dalam penelitan.

28 6) Definisi Istilah atau Definisi Operasional a) Memberikan penegasan terhadap Istilah-Istilah yg berhubungan dgn konsep- konsep pokok yg terdapat atau definisi operasionl Variabel dlm KTI. b) Definisi operasionl Variabel dlm KTI, adalah pemahaman tentang variabel-variabel yang tercantum dlm KTI.

29 catatan Apabila memang hanya mengandung satu pokok persoalan yang harus dipecahkan, penulis segera dapat melangkah ke langkah berikutnya, yaitu menyusun kerangka karangan. Sebaliknya, apabila di dalam rumusan masalah itu ternyata mengandung lebih dari satu persoalan yang harus dipecahkan, sebaiknya dirumuskan sub-masalahnya, agar dalam penulusuran teori maupun pembahasan masalah tidak ada gagasan yang terlupakan atau tumpang-tindih.

30 Contoh: Topik khusus DAMPAK MATA PELAJARAN PPKN TERHADAP SIKAP SISWA (studi kasus siswa SDN I Yogyakarta) Makna pembelajaran Agama Islam Aktivitas siswa Faktor pendukung dan faktor penghambat Perubahan perilaku siswa Penilaian para guru

31 PENGEMBANGAN PENDAHULUAN YG HRS DIPERHATIKAN DLM PENDAHULUAN : Pendahuluan harus meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan penulisan. Semua unsur pendahuluan tidak perlu disusun dalam bentuk sub- judul sendiri-sendiri, tetapi cukup diawali dengan paragraf baru. Harapan-harapan yang ditulis dalam pendahuluan hendaknya bertolak pada konsep-konsep teori yang kebenarannya telah diuji dan diterima masyarakat. Oleh karena itu sumber-sumber referensinya harus ditunjuk secara jelas. Kenyataan-kenyataan yang ditulis dalam pendahuluan harus bertolak dari fakta-fakta yang diperoleh dari pengamatan atau bukti-bukti hasil penelitian para ahli. Fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan harus disertai dengan argumentasi sebagai dasar rasionalisasi bahwa fakta tersebut memang benar-benar ada. Fakta berdasarkan hasil penelitian harus dikemukakan secara konkret dan disertai sumber referensinya secara jelas pula.

32 DAMPAK MATA PELAJARAN PPKN TERHADAP SIKAP SISWA ( Studi Kasus siswa SDN I Yogyakarta ) Pendahuluan : Latar belakang masalah - Alasan apa perlunya melihat dampak dari pemebalajaran PPKN - Konsep harapan apa yang diperlukan dalam pendidikan (hrs. merujuk referensi) - Kenyataan yang ada pada saat sebelum mengikuti mata pelajaran PPKN Rumusan masalah - Bagaimanakah proses pembelajan PPKN di SDN I Yogyakarta - apakah faktor pendukung dan penghambah proses pembelajaran mata pelajaran PPKN di SDN I Yogyakarta - Adakah perubahan sikap siswa setelah mengikuti mata pelajaran PPKN di SDN I Yogyakarta Tujuan - Mengetahui proses pembelajan PPKN di SDN I Yogyakarta - Mengetahui faktor pendukung dan penghambah proses pembelajaran mata pelajaran PPKN di SDN I Yogyakarta - Mengetahui perubahan sikap siswa setelah mengikuti matapelajaran PPKN di SDN I Yogyakarta

33 DAMPAK MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM TERHADAP SIKAP SISWA ( Studi Kasus siswa SDN I Yogyakarta ) Pendahuluan DAMPAK MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM TERHADAP SIKAP SISWA ( Studi Kasus siswa SDN I Yogyakarta ) Pendahuluan Kebutuhan akan pendidikan bagi anak adalah merupakan sesuatu yang sangat diperlukan untuk mengembangkan dirinya dimasa-masa yang akan datang, sebab dalam proses pendidikan akan terjadi suatu bimbingan untuk mengembangkan potensi dirinya. Menurut Ibnu Sina yang dikutip oleh Ardi Widodo (2003), dinyatakan bahwa pada dasarnya pendidikan menekankan pada peningkatan kecerdasan, karakteristik, dan bakat-bakat yang dimiliki anak, serta memeliharanya dalam rangka menentukan pilihan yang disenangi untuk masa yang akan datang. Bertitik tolak pada pemikiran Ibnu Sina tersebut, pendidikan yang diperlukan anak didik adalah hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan, keterampilan, watak, dan pengembangan bakat. Pembentukan watak siswa tidak dapat dilakukan hanya dengan mengikuti atau mempelajari teori ilmu watak atau ilmu sikap melalui buku, tetapi harus ada proses bimbingan yang begitu baik dan benar, sebab watak/sikap menyangkut pribadi seseorang. Seperti halnya yang terjadi di SDN I Yogyakarta, yang letak lokasi sekolahnya berada di tengah- tengah kota yang penduduknya sangat heterogen, sedikit banyak akan mempengaruhi sikap dan perilaku kehidupan siswa MIN tersebut. Sebagian dari siswa terutama yang berasal dari daerah perkotaan menunjukan gejala-gejala kenakalan yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari para guru. Mata pelajaran Agama Islam, disamping mata pelajaran Agama diharapkan dapat ikut andil dalam membentuk pribadi siswa menjadi lebih baik. Kenyataan seperti itulah yang sangat menarik untuk diteliti, terutama dari segi dampak sikap siswa setelah mengikuti proses pembelajaran Agama Islam, disamping faktor pendukung dan faktor penghambatnya.

34 Isi tulisan (biasanya terdiri Bab) Contoh : I. Makna pembelajaran Agama Islam II. Aktivitas siswa III. Faktor pendukung dan faktor penghambat IV. Perubahan perilaku siswa V. Penilaian para guru

35 PENGEMBANGAN STUDI KEPUSTAKAAN  Studi kepustakaan merupakan jalan yang akan dilewati oleh penulis untuk membangun kerangka berpikir (dasar teori).  Kerangka berpikir akan dimanfaatkan oleh penulis karya ilmiah sebagai pisau analisis masalah

36 CONTOH STUDI KEPUSTAKAAN Membaca pemahaman pada dasarnya adalah proses rekonstruksi pesan yang terdapat dalam teks (Smith, 1973). Proses rekonstruksi pesan merupakan proses interaktif, berlapis-lapis dan proses pengujian hipotesis. Ahli lain mengatakan bahwa membaca pemahaman adalah pemahaman arti dalam suatu bahasa melalui tulisan atau bacaan (Lado, 1964… dst). Membaca pemahaman pada dasarnya adalah proses rekonstruksi pesan yang terdapat dalam teks (Smith, 1973). Proses rekonstruksi pesan merupakan proses interaktif, berlapis-lapis dan proses pengujian hipotesis. Ahli lain mengatakan bahwa membaca pemahaman adalah pemahaman arti dalam suatu bahasa melalui tulisan atau bacaan (Lado, 1964… dst). Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa membaca pemahaman merupakan kegiatan memahami isi bacaan baik isi secara tersurat maupun tersirat dengan cara mengolah informasi dan merekonstruksi isi atau pesan yang terkandung dalam bacaan dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan secara umum (Pranowo, 1990). Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa membaca pemahaman merupakan kegiatan memahami isi bacaan baik isi secara tersurat maupun tersirat dengan cara mengolah informasi dan merekonstruksi isi atau pesan yang terkandung dalam bacaan dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan secara umum (Pranowo, 1990).

37 Berdasarkan kajian kepustakaan di atas kemudian disusun kerangka berpikir sebagai berikut : Membaca pemahaman merupakan kegiatan memahami isi bacaan baik isi secara tersurat maupun tersirat dengan cara mengolah informasi dan merekonstruksi isi atau pesan yang terkandung dalam bacaan dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan secara umum. Aspek-aspek membaca pemahaman yang dapat diajarkan kepada siswa ditaksonomikan menjadi (a) pemahaman arti kata dan ungkapan, (b) kemampuan menyimpulkan gagasan dan menangkap pikiran utama paragraf, serta kemampuan menangkap isi tersurat dan tersirat, (c) kemampuan menduga pesan bacaan, dan (d) kemampuan menilai bacaan. Pengajaran membaca pemahaman perlu memperhatikan aspek pendekatan, metode, dan teknik pengajaran.

38 PENGEMBANGAN PEMBAHASAN MASALAH  Pengembangan pembahasan masalah lebih banyak unsur kreativitas penulisnya. Oleh karena itu kekayaan pengetahuan, kekayaan kosakata, idiom, kemahiran merangkai kalimat merupakan hal penting dalam mengembangkan bagian ini.  Pengembangan kerangka pembahasan menjadi bab pembahasan dalam suatu karya ilmiah, tidak boleh terlepas dari kerangka berpikir yang telah disusun dengan maksud agar tidak ada masalah yang terbahas dua kali dan atau lupa tidak dibahas.  Suatu penulisan harus selalu dikendalikan oleh kerangka karangan, untuk menghindari pembelokan pembahasan.

39 PENGEMBANGAN PENUTUP DIISI : KESIMPULAN Kesimpulan pada dasarnya mengemukakan pokok-pokok pikiran hasil pembahasan yang berkaitan dengan butir-butir rumusan masalah. Satu prinsip yang harus diikuti oleh seorang penulis dalam menulis kesimpulan yaitu bahwa isi kesimpulan harus dapat ditemukan dalam bagian sebelumnya, tidak boleh ada pikiran baru. Kesimpulan pada dasarnya mengemukakan pokok-pokok pikiran hasil pembahasan yang berkaitan dengan butir-butir rumusan masalah. Satu prinsip yang harus diikuti oleh seorang penulis dalam menulis kesimpulan yaitu bahwa isi kesimpulan harus dapat ditemukan dalam bagian sebelumnya, tidak boleh ada pikiran baru.

40 DALAM MEMBUAT RANGKUMIN HRS MEMPERHATIKAN : Jangan membiarkan gagasan dan pikiran Saudara mewarnai rangkuman. Jangan menambah contoh dari pihak Saudara. Jangan mendiskusikan gagasan yang terdapat dalam kutipan itu. Jangan memberikan informasi tambahan. Jangan mengubah keseimbangan dan penekanan dalam argumentasi yang disajikan.

41 FORMAT –Sistem Angka Romawi-Arab. I. I.…………………………………………………………… 1). ……………………………………………………. 2). …………………………………………………….. 2. ……………………………………………………………. 1). …………………………………………………….. 2). ……………………………………………………. 3. …………………………………………………………….. 1). ……………………………………………………. 2). …………………………………………………….. dst..

42 Sistem angka dan huruf I……………………………………………………………….. A…………………………………………………………… 1. ……………………………………………………. 2. …………………………………………………….. B. …………………………………………………………. 1. …………………………………………………….. 2. ………………………………………………….. II……………………………………………………………… A…………………………………………………………… 1. ……………………………………………………. 2. …………………………………………………….. B. …………………………………………………………. 1. …………………………………………………DST

43 Sistem angka-angka 1.………………………………………………………………… 1.1…………………………………………………………… ………………………………………………… …………………………………………………. 1.2…………………………………………………………… ………………………………………………… …………………………………………………. 2.………………………………………………………………… 2.1…………………………………………………………… ………………………………………………… …………………………………………………. 2.2…………………………………………………………… ………………………………………………… …………………………………………………. 3.0……………………………………………………………dst……

44 Cara menulis kutipan Kutipan langsung adalah: Kutipan pendapat orang lain dalam suatu karya ilmiah. Diambil persis seperti aslinya. Bertujuan untuk mempertahankan keaslian informasi. Biasanya yang dikutip seperti rumus-rumus, bunyi peraturan pemerintah, pasal-pasal dalam undang- undang, anggaran dasar, peribahasa, sanjak dll. Kutipan langsung pendek, misal : Gijanto (2002: 88) menyimpulkan “ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan prestasi kerja PNS di PTN Yogyakarta”

45 Kutipan langsung panjang: lebih dari tiga baris atau lebih dari 40 kata. lebih dari tiga baris atau lebih dari 40 kata. ditulis dalam alinea tersendiri. ditulis dalam alinea tersendiri. terpisah dari tubuh karangan yang mendahului. terpisah dari tubuh karangan yang mendahului. diketik dengan jarak 1 spasi / spasi tunggal. diketik dengan jarak 1 spasi / spasi tunggal. diketik dengan permulaan paragraf baru. diketik dengan permulaan paragraf baru.

46 Contoh Kutipan langsung panjang: Tujuan pendidikan agama Islam yang dikemukakan para ahli pendidikan Islam diantaranya adalah: a) Abdurrahman Shaleh Tujuan pendidikan agama Islam ialah memberikan bantuan kepada manusia yang belum dewasa. Supaya cakap menyelesaikan tugas hidupnya yang diridhoi Allah. Sehingga terjalinlah suatu kebahagiaan dunia dan akhirat atas kuasanya sendiri.(Abdurrahman Shaleh, 2000: 22) Abdurrahman Shaleh, 2000: 22Abdurrahman Shaleh, 2000: 22

47 KUTIPAN TIDAK LANGSUNG Kutipan tidak langsung ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam tubuh karangan. Nama pengarang bahan kutipan dapat disebut terpadu dalam tubuh karangan, sedangkan nomor halaman tidak harus disebutkan, misalnya: Kutipan tidak langsung ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam tubuh karangan. Nama pengarang bahan kutipan dapat disebut terpadu dalam tubuh karangan, sedangkan nomor halaman tidak harus disebutkan, misalnya: Armi (1992: 14) tidak menduga bahwa mahasiswa eksata lebih baik daripada mahasiswa bahasa dalam hal kemampuan menulis karya ilmiah. Armi (1992: 14) tidak menduga bahwa mahasiswa eksata lebih baik daripada mahasiswa bahasa dalam hal kemampuan menulis karya ilmiah.

48 MENGUTIP SANJAK Sanjak dikutip sebagaimana cara mengutip kutipan biasa. Sanjak dikutip sebagaimana cara mengutip kutipan biasa. Sanjak yang tidak lebih dari tiga baris ditulis dalam kalimat dengan diberi tanda petik “………” Sanjak yang tidak lebih dari tiga baris ditulis dalam kalimat dengan diberi tanda petik “………” Apabila lebih dari satu baris, tiap-tiap barisnya dipisahkan dengan tanda garis miring (/) Apabila lebih dari satu baris, tiap-tiap barisnya dipisahkan dengan tanda garis miring (/) Sanjak yang lebih dari tiga baris, dikutip seperti kutipan langsung panjang, ditempatkan di tengah- tengah halaman, simetri kiri-kanan tanpa diberi tanda kutip. Sanjak yang lebih dari tiga baris, dikutip seperti kutipan langsung panjang, ditempatkan di tengah- tengah halaman, simetri kiri-kanan tanpa diberi tanda kutip.

49 CONTOH MENGUTIP UCAPAN Mengutip ucapan secara langsung Prof. Dr. Soeparno menyatakan dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Madya, bahwa ”… hendaknya para pejabat atau birokrat dapat dijadikan teladan dalam pemakaian bahasa Indonesia termasuk dalam hal penggunaan istilah-istilah asing”…. Mengutip ucapan secara tidak langsung Dalam masyarakat yang paternalistik seperti masyarakat kita para pejabat sangat diharapkan untuk ikut berperan dalam pembicaraan bahasa Indonesia seperti dikatakan oleh Soeparno bahwa ”… hendaknya para pejabat atau birokrat dapat dijadikan teladan dalam pemakaian bahasa Indonesia” (Soeparno, 1995). …

50 DAFTAR PUSTAKA Contoh : Al-Gazali (1982), Ihya Ulumuddin. Ibnu Batutah (pen.). Semarang: Menara Kudus. Hasan, MZ (1990). karakteristik penelitian kualitatif, dalam Aminuddin (ed.). Pengembangan penelitian kualitatif dalam bidang bahasa dan sastra (h ). Malang: IKIP. Sartono, Edy (1999). 13 Nopember. Menyiasati program MPMBS 1999 di MIN Yogyakarta. Bernas, h. 5 Sudijono, Anas (1994). Metodologi reseach. Jakarta :Gramedia. Sunarto, (1999). Pelayanan Perpustakaan Perguruan Tinggi. Makalah disajikan dalam seminar Perpustakaan. IPI Yogyakarta. Yogyakarta, 1-2 September Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (1990). Jakarta: Rinekacipta.

51 Catatan dlm menulis daftar pustaka Nama penulis disusun secara alphabetis. Nama penulis disusun secara alphabetis. Huruf pertama dan baris pertama masing-masing sumber kepustakaan diketik tepat pada garis tepi kiri, dan untuk baris-baris berikutnya digunakan indensi lima sampai delapan ketuka huruf. Huruf pertama dan baris pertama masing-masing sumber kepustakaan diketik tepat pada garis tepi kiri, dan untuk baris-baris berikutnya digunakan indensi lima sampai delapan ketuka huruf. Tiap-tiap sumber kepustakaan ditulis dengan jarak baris satu spasi. Tiap-tiap sumber kepustakaan ditulis dengan jarak baris satu spasi. Jarak antara tiap-tiap sumber kepustakaan adalah dua spasi. Jarak antara tiap-tiap sumber kepustakaan adalah dua spasi. Jika penulis menulis lebih dari satu judul/karya, nama penulis untuk karya yang kedua dan seterusnya diganti dengan garis tak terputus sebanyak tujuh ketukan tepat dari sebelah kiri. Jika penulis menulis lebih dari satu judul/karya, nama penulis untuk karya yang kedua dan seterusnya diganti dengan garis tak terputus sebanyak tujuh ketukan tepat dari sebelah kiri. Daftar pustaka tidak perlu diberi nomor urut. Daftar pustaka tidak perlu diberi nomor urut.

52 Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan bahasa karangan ilmiah: Hindari pernyataan yang absolud, contoh: masalah ini belum pernah dibahas para ahli. Seharusnya: pembahasan masalah ini dapat menjadi sumbangan pemikiran karena masih jarang dibahas para ahli. Hindari pernyataan yang bersifat ragu-ragu, contoh : besar kecilnya minat baca nampaknya banyak ditentukan oleh lingkungan. Seharusnya: besar kecilnya minat baca ditentukan oleh lingkungan

53 Hindari istilah asing yg telah ada padanannya dlm bhs Indonesia. contoh : - gulma lebih singkat d.p. tumbuhan pengganggu - urine lebih baik konotasinya d.p. air seni - pengekspor lebih pas d.p. eksportir, dsb. Gunakan kalimat yg pendek, efektif dan jelas difahami. Contoh : shalat fardlu itu akan sesuai dengan ketentuan hukum Islam apabila dikerjakan tepat pada waktunya, dan akan lebih besar pahalanya jika dilakukan secara berjamaah. Kalimat tersebut akan lebih mudah difahami jika dipecah menjadi: - menurut hukum Islam, shalat fardlu yang benar jika dikerjakan tepat pada waktunya. - shalat fardlu jika dikerjakan secara berjamaah akan mendapatkan pahala yang lebih besar.

54 Hindari kalimat yg tdk efektif, contoh : dalam permainan bahasa bertujuan memperoleh kegembiraan dan keterampilan tertentu seharusnya: permainan bahasa bertujuan memperoleh kegembiraan dan keterampilan tertentu Perhatikan penulisan kata secara benar : salahbenar tekhnikteknik hakekathakikat nasehatnasihat, dsb

55 Format Modul Format Modul halaman sampul halaman sampul halaman judul halaman judul halaman pengesahan halaman pengesahan Kata pengantar Kata pengantar Daftar isi Daftar isi Daftar tabel Daftar tabel BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah B. Deskripsi singkat C. Relevansi manfaat D. TPU dan TPK E. Petunjuk penggunaan BAB II MATERI 1 BAB II MATERI 1 A. Kompetensi B. Uraian materi C. RangkuMIN D. Latihan-latihan E. Tes formatif BAB III MATERI 2 BAB III MATERI 2 A – E –sda- BAB IV MATERI …dan selanjunya… BAB IV MATERI …dan selanjunya… A – E –sda- BAB … PENUTUP BAB … PENUTUP A. Kalimat penutup B. Kunci jawaban tes formatif DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN LAMPIRAN

56 PENYEBAB DITOLAKNYA KARYA TULIS KITA : 1.Tidak asli 2.Tidak ada pengesahan 3.Tidak konsisten; tgl, tempat, atau isi 4.Kadaluwarsa 5.Sistematika tidak sesuai dng pedoman 6.Permasalahan diluar kompetensinya 7.Tidak jelas KTI nya (ttg apa?) 8.Tidak mengikuti alur berpikir ilmiah 9.Masalah tidak terkait dengan kegiatan penulis 10.Kajian teori pustaka tidak sesuai 11.Metodologi tidak ssuai dengan kaidah penelitian 12.Analisis data tidak tepat 13.Instrumen tidak sesuai dengan variabel 14.Penyajian data tidak lengkap 15.Isi tiap2 bab tidak konsisten dan seimbang 16.Simpulan tidak sesuai alur bab lain


Download ppt "TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH OLEH GIJANTO. Deskripsi singkat  Mata Diklat ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada khususnya perserta Diklat bagaimana."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google