Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KULIAH VI PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN. Tidak ada yang “benar” dan “salah” dalam pendekatan dan pola pikir tertentu dalam perencanaan  ukuran kebenaran.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KULIAH VI PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN. Tidak ada yang “benar” dan “salah” dalam pendekatan dan pola pikir tertentu dalam perencanaan  ukuran kebenaran."— Transcript presentasi:

1 KULIAH VI PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN

2 Tidak ada yang “benar” dan “salah” dalam pendekatan dan pola pikir tertentu dalam perencanaan  ukuran kebenaran akan kabur Perencanaan yang didasarkan pola pikir tertentu tidak bisa dibandingkan secara ideologis kebenarannya, yang bisa dibandingkan adalah hasil (outcome) dari pendekatan tertentu Pendekatan perencanaan tidak selamanya bisa diterapkan di satu tempat

3 Pendekatan berbasis Rasionalitas Rasionalitas berkaitan dengan penggunaan pikiran dalam memahami sesuatu Daya pikir dipengaruhi oleh panca indera dalam menentukan sesuatu itu bisa diterima nalar atau tidak Rasionalisme  pendekatan ilmiah (scientific methods). Rasional selalu ada kaitan dengan hal2 yang bisa diamati (kondisi empirik)

4 Pendekatan Perencanaan Berbasis Rasionalitas Lebih mudah mengemukakan justifikasi kepada khalayak luas jika apa yang diinginkan dalam perencanaan masuk akal atau setidaknya sejalan dengan pengalaman sehari2 Dalam pola pikir rasional juga sangat efisien karena proses yang dilakukan bisa singkat dengan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan. Ini terjadi karena perencanaan melibatkan banyak aspek shg efisiensi diambil sbg jalan untuk memecahkan kelemahan dalam proses perencanaan

5 Pendekatan Perencanaan Berbasis Rasionalitas : Pendekatan Perencanaan Rasional Menyeluruh (Rational Comprehensive Approach) Pendekatan Perencanaan Terpilah(Disjointed Incremental Planning Approach) Pendekatan Perencanaan Terpilah Berdasarkan Pertimbangan Menyeluruh (Mix Scanning Planning Approach – Third Approach)

6 A.Pendekatan Perencanaan Rasional Menyeluruh Rational Comprehensive Approach Pendekatan yang secara konseptual dan analitis mencakup pertimbangan perencanaan yang luas Di dalam pertimbangan tsb tercakup berbagai unsur/subsistem yang membentuk suatu sistem secara menyeluruh Pertimbangan ini termasuk pula hal yang berkaitan dengan rangkaian tindakan pelaksanaan serta berbagai pengaruhnya thd usaha pengembangan Jangka panjang (20 tahunan) substansinya meliputi semua aspek  mempunyai tujuan banyak

7 Lanjutan… Produk perencanaan rasional mencakup seluruh aspek pembangunan, jadi permasalahan yang ditinjau tidak dilihat secara terpisah tetapi dalam suatu kesatuan, baik internal maupun eksternal Walaupun tidak akan merealisasikan semua unsur/ subsistem, tapi lingkup perencanaannya sudah merinci seluruh aspek dalam suatu kaitan yang terpadu.

8 Ciri utama Pendekatan Perencanaan Rasional Menyeluruh Dilandasi oleh suatu kebijakan umum yang merumuskan tujuan yang ingin dicapai sebagai suatu kesatuan yang utuh Didasari oleh seperangkat spesifikasi tujuan yang lengkap, menyeluruh, dan terpadu Peramalan yang tepat serta ditunjang oleh sistem informasi yang lengkap, andal, dan rinci Peramalannya ditujukan untuk tujuan jangka panjang

9 Produk Pendekatan Perencanaan Rasional Menyeluruh Rencana Induk Masterplan Rencana Umum - General Plan Rencana Pembangunan – Development Plan Rencana lain yang berskala kecil tapi dilandasi oleh pertimbangan menyeluruh (ex: jaringan listrik masuk desa)

10 Kekurangan : Produk perencanaan menyeluruh dirasakan kurang memberikan informasi dan arahan yang relevan bagi para pembuat keputusan mengenai permasalahan yang harus segera diselesaikan dari sekian pemasalahan jangka panjang yang dirumuskan  lebih banyak perhatian pada proses penyiapan ketimbang pelaksanaan Mencakup semua hal, tidak fokus kepada isu tertentu Proyeksi yang kadang kurang realistik Usaha penyelesaian masalah yang melibatkan banyak unsur secara menyeluruh dinilai sbg hal yang sangat sulit direalisasikan – ambisius Memerlukan dana dan waktu yang cukup besar karena perlu ditunjang oleh sistem informasi dan memiliki resiko tidak sesuai dengan harapan Salah satu syarat tercapainya pelaksanaan pembangunan berdasarkan pendekatan ini adalah adanya sistem kelembagaan yang mapan >> persoalan yang terbesar

11 B.Pendekatan Perencanaan Terpilah Disjointed Incremental Planning Approach Muncul karena adanya ke kurang efektifan produk perencanaan Rasional Menyeluruh. Permasalahan dipandang dalam perspektif yang pragmatis. Perencana harus bertindak cepat dan efektif dalam meyelesaikan suatu masalah (lindbolm dalam levy, 1997) Mengutamakan unsur tertentu yang harus diprioritaskan tanpa melihat wawasan yang lebih luas Dianggap memungkinkan untuk menerapkan strategi pengambilan keputusan dgn kapasitas yang lebih terbatas dan lebih rasional Tidak perlu ditunjang oleh sistem informasi yang menyeluruh, cukup data yang terperinci tentang unsur yang diprioritaskan tsb (hemat dana dan waktu) Sasaran dan tujuan bersifat langsungpada pengembangan suatu unsur/ subsistem tertentu saja

12 Ciri utama Pendekatan Perencanaan Terpilah Tidak perlu ditunjang oleh penelaahan serta evaluasi alternatif rencana secara menyeluruh Hanya mempertimbangkan bagian-bagian dari kebijaksanaan umum (kalau sudah ada) yang berkaitan langsung dengan unsur yang diprioritaskan Dengan terbatasnya lingkup perencanaan, maka ada anggapan bahwa pelaksanaannya lebih mudah dan realistik

13 PRODUK Rencana Khusus Rancangan bangunan dan sekitarnya yang terbatas Rencana struktur khusus

14 Perbandingan Pendekatan Komprehensif dan Pendekatan Terpilah

15 Kekurangan : Karena kurang berwawasan menyeluruh serta kurang berwawasan sistem maka sering terjadi dampak atau masalah ikutan yang tidak terduga sebelumnya Hanya merupakan upaya penyelesaian jangka pendek yang kurang mengkaitkan dengan tujuan jangka panjang Suatu produk perencanaan terpilah hanya merupakan upaya perencanaan untuk menyelesaikan masalah perencanaan secara `tambal-sulam` yang sifatnya hanya sementara sehingga harus dilaksanakan terus-menerus >> tidak efisien

16 C. Pendekatan Perencanaan Terpilah Berdasar Pertimbangan Menyeluruh Mix Scanning Planning Approach – Third Approach Muncul karena melihat adanya potensi dari dua pendekatan sebelumnya. Dikemukakan oleh sosiolog AS Amitai Etzioni (1970an) Mengkombinasikan pendekatan Rasional Menyeluruh dengan Pendekatan Terpilah masing-masing dalam kadar lingkup tertentu Konsepnya : menyederhanakan tinjauan menyeluruh dalam lingkup `wawasan sekilas/ mengamati dan mempelajari (Scan) dan memperdalam tinjauan atas unsur/ subsistem yang strategis dalam kedudukan sistem thd permasalahan menyeluruh Tahap scanning beringkat dari yang paling luas sampai fokus analisis mendalam. Setelah menemukan fokus, tahap berikutnya dengan komprehensif

17 Contoh yang dikemukakan Etzioni Orang diberi Tugas melakukan perkiraan cuaca di seluruh bumi Komprehensif: orang tsb memerlukan kamera super akurat, memantau permukaan atmosfer sesering mungkin untuk mendapatdata sedetil mungkin  mahal, lama dan sulit Terpilah: menggunakan kecenderunga prakiraan cuaca yang sudah ada untuk menentukan titik mana yang sering ada gangguan dan kemudian melakukan analisis detil, tanpa memperhatikan kemungkinan munculnya gejala cuacaburuk di lokasi lain yg sebelumnya tidak ada contohnya Mixed scaning : menggunakan 2 macam kamera, yg pertama untuk melihat keseluruhan atmosfer dengan tidak terlalu detil. Kamera lain digunakan untuk mendetilkan temuan gejala aneh dari hasil pemindaian kamera pertama, dan memperdalam analisisnya

18 Ciri utama Pendekatan Perencanaan Terpilah Mengacu pada garis kebijaksanaan umum yang ditentukan pada tingkat tinggi Perencanaan dilatar-belakangi oleh suatu wawasan menyeluruh serta memfokuskan kedalaman penelaahan pada unsur/subsistem yang diutamakan Ramalan mendalam tentang unsur2/subsistem yang diprioritaskan dilandasi oleh ramalan sekilas tentang lingkup menyeluruh serta didasarkan pada wawasan sistem Perumusan rencana dengan pendekatan ini dinilai sbg penghematan waktu dan dana karena adanya penyederhanaan dalam analisis makronya Untuk menunjang hasil ramalan dan analisis sekilas maka proses pemantauan, pengumpulan pendapat, komunikasi serta konsultasi dengan pengelola dan masyarakat yang berkepentingan dilakukan secara menerus

19 PRODUK Rencana Struktural Kota (Structure Plan) yang dikembangkan di Inggris sejak 1968) Action Plan Development Plan, yaitu rencana lingkup makro yang dilandasi oleh pendekatan strategis

20 Kelemahan : Kemungkinan semakin melebarnya deviasi antara tujuan umum dengan fokus perencanaan Karena perencanaan dilakukan dengan fokus yang berbeda-beda, semakin banyak fokus semakin kecil kemungkinan untuk “bisa kembali” pada jalur yang sudah ditetapkan untuk mencapai tujuan

21 Ketiga pendekatan tersebut tidak ada yang bisa dianggap sebagai lebih berhasil dari yang lainnya Dibahas dalam kerangka kontekstual : perencanaan dengan pendekatan tertentu bisa tepat, tapi juga bisa sebaliknya bila konteksnya berbeda Masing-masing dapat dikembangkan sesuai dengan lingkup kebutuhannya baik secara substantif maupun teritorial. Masing-masing memiliki keistimewaan dan kekurangan sesuai dengan lingkup penggunaan dan keperluannya Misal : regional Planning sangat kuat pertimbangan kekomprehensifannya. Tapi suatu rencana detail mungkin pertimbangan incrementalnya sangat kuat

22 Perencanaan Advokasi Konsep advokasi/pembelaan muncul dari praktek hukum yang berimplikasi pada sanggahan/perlawanan yang muncul dari masing-masing pihak yang memiliki dua pandangan yang saling bersaing. Umumnya perencanaan advokasi dilaksanakan bukan oleh perencana (formal), melainkan oleh pekerja sosial dan organisator kemasyarakatan terlatih dan mahasiswa. Perencanaan advokasi muncul karena pada umumnya ada suatu kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan perencana pada saat proses pembangunan berlangsung, yang pada umumnya berada dalam kelompok berpenghasilan rendah.

23 Perencanaan Komunikatif Berangkat dari pengamatan pada prilaku perencana dan karakteristik proses perencanaan rasional. Pada umumnya perencana mengenali dan menjelaskan segala hal (persoalan pembangunan) dalam wilayah publik berdasarkan kekuatan dan kekuasaan ekonomi dan birokrasi. Padahal, manusia bukan subyek yang berdiri sendiri secara kompetitif berusaha untuk mengejar keinginan individual, tapi manusia adalah makluk yang mamiliki kesadaran akan diri sendiri dan akan keinginan yang muncul melalui hubungan antar sesama, melalui komunikasi dan kerjasama kolektif yang diakibatkannya. Dalam perencanaan komunikatif, perencanaan dilakukan secara dialogis, sehingga praktek-praktek komunikatif, seperti mendengar, belajar dan memahami satu sama lain menjadi diperlukan.

24 Perencanaan Partisipatif Perencanaan yang menjadikan masyarakat sebagai salah satu sumber daya terbesar yang dianggap sangat memahami potensi dan masalah yang ada, lebih dari pemerintah sekalipun. Dalam perencanaan partisipatif masyarakat diberi kesempatan untuk menyertakan masalah yang dihadapi dan gagasan-gagasan sebagai masukan untuk berlangsungnya proses perencanaan berdasarkan kemampuan masyarakat itu sendiri.

25 Diskusi Kelompok: Untuk mengatasi permasalahan transportasi Kota Jakarta, Pemda DKI Jakarta melakukan beberapa upaya penyelesaian: – menerapkan peraturan pembatasan penumpang kendaraan pada kawasan2 tertentu dan jam jam puncak (three in one) –Membangun jalan tol lingkar luar (JORR-Jakarta Outer Ring Road) yang menghubungkan bagian timur & barat wilayah jakarta sehingga terbentuk jalan melingkar di pinggiran kota –Melaksanakan kebijakan pembangunan busway, yakni jalur khusus untuk angkutan umum masal dengan bis kota Manakah yang dapat digolongkan kedalam pendekatan komprehensif, terpilah, atau mixed scanning, jelaskan argumentasi anda


Download ppt "KULIAH VI PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN. Tidak ada yang “benar” dan “salah” dalam pendekatan dan pola pikir tertentu dalam perencanaan  ukuran kebenaran."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google