Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DETERMINANT OF CORPORATE BORROWING Oleh : STEWART C. MYERS Presentasi Manajemen Keuangan Oleh : Tri Marhaeni W. Nim : 107030101111022.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DETERMINANT OF CORPORATE BORROWING Oleh : STEWART C. MYERS Presentasi Manajemen Keuangan Oleh : Tri Marhaeni W. Nim : 107030101111022."— Transcript presentasi:

1 DETERMINANT OF CORPORATE BORROWING Oleh : STEWART C. MYERS Presentasi Manajemen Keuangan Oleh : Tri Marhaeni W. Nim :

2 RINGKASAN ASET KORPORAT KHUSUSNYA PELUANG PERTUMBUHAN DAPAT DIANGGAP CALL OPTION (OPSI CALL) NILAI REAL OPTION DITENTUKAN OLEH DISCRETIONARY/KEBIJAKAN INVESTASI MASA DEPAN MENERBITKAN HUTANG BERISIKO DAPAT MENGURANGI/MENURUNKAN PRESENT MARKET VALUE DARI PERUSAHAAN PEMEGANG CALL OPTION

3 LANJUTAN RINGKASAN KARENA HAL INI MENYEBABKAN STRATEGI INVESTASI SUBOPTIMAL ATAU MEMAKSA PERUSAHAAN & KREDITURNYA MENANGGUNG BIAYA UNTUK MENGHINDARI STATEGI SUBOPTIMAL PAPER INI MEMPREDIKSI BAHWA PINJAMAN CORPORATE BERHUBUNGAN TERBALIK DENGAN PROPORSI NILAI PASAR YG DITENTUKAN OLEH REAL OPTION, INI MERASIONALISASIKAN ASPEK LAIN DARI PERILAKU PINJAMAN KORPORATE CONTOHNYA : MENYESUAIKAN BATAS WAKTU/JATUH TEMPO KEWAJIBAN/KLAIM ATAS ASET DAN HUTANG

4 1.PENDAHULUAN ISU KEBIJAKAN HUTANG KORPORAT ADALAH GAP DALAM TEORI KEUANGAN MODERN, TEORI INI MAMPU MENJELASKAN MENGAPA PENGHEMATAN PAJAK YG DIHASILKAN OLEH HUTANG TIDAK MENYEBABKAN PERUSAHAAN MEMINJAM LAGI SEBANYAK MUNGKIN, DAN INI MENJELASKAN YG DIMAKSUD “ UNGKAPAN SEBANYAK MUNGKIN”, JUGA MENJELASKAN MENGAPA PERUSAHAAN MEMINJAM LEBIH BANYAK DIBANDING PERUSAHAAN LAIN, MENGAPA MEMINJAM DENGAN INSTRUMEN MATURITAS PENDEK & MENGAPA PERUSAHAAN LAIN MENGGUNAKAN MATURITAS PANJANG

5 BERBAGAI IDE UNTUK MENGISI GAP TEORI MM (1963) YG MENYATAKAN BAHWA PERUSAHAAN BERUSAHA MENJAGA RESERVE BORROWING CAPACITY MESKI KEBUTUHAN AKAN FLEKSIBILITAS TIDAK JELAS TERLIHAT DALAM MM FRICTIONLESS CAPITAL MARKETS, DAN KEUNTUNGAN PAJAK INKREMENTAL DARI PINJAMAN BISA TURUN KETIKA SEMAKIN BANYAK HUTANG YG DITERBITKAN DAN KETIKA INTEREST TAX MENJADI TIDAK PASTI

6 LANJUTAN BERBAGAI IDE MM JUGA MENEMUKAN BAHWA PAJAK PERSONAL KHUSUSNYA SELISIH ANTARA NILAI PAJAK ATAS KEUNTUNGAN MODAL & NILAI PENGHASILAN REGULER JUGA MENGURANGI KEUNTUNGAN PINJAMAN KORPORAT MILLER (1977) MENGEMUKAKAN MODEL YG MENGHAPUS KEUNTUNGAN TSB. ARGUMEN INI MENUNJUKKAN KERAGUAN PERUSAHAAN DALAM MEMINJAM SEBANYAK MUNGKIN, PENELITI LAIN YG MENGISI GAP TEORI WARNER(1977) TENTANG BIAYA BANGKRUT; ROBICHECK & MYERS (1966) TENTANG BIAYA STRESS FINANSIAL. PAPER INI MENGEMUKAKAN PENDEKATAN BARU YG TIDAK MENGGUNAKAN IDE TSB TETAPI MENJELASKAN MENGAPA DIKATAKAN RASIONAL BAGI PERUSAHAAN UNTUK MEMBATASI PINJAMANNYA, BAHKAN KETIKA ADA KEUNTUNGAN PAJAK KE PINJAMAN KORPORAT, DAN PASAR MODAL DIKATAKAN SEMPURNA,EFISIEN DAN LENGKAP, DIMANA JUGA DITUNJUKKAN BAHWA PENDISTRIBUSIAN MODAL YG DIBERIKAN LENDER BISA PADA KONDISI TSBT. HAL INI MENGGAMBARKAN KARAKTERISTIK ASET YG MENDORONG TERJADINYA PINJAMAN LEBIH BESAR, TETAPI KARAKTERISTIK INI BUKAN BERESIKO RENDAH. AKHIRNYA PAPER INI MENJELASKAN FENOMENA YANG MENJADI TEKA-TEKI/ MEMBUNGUNGKAN SEBELUMNYA.

7 LANJUTAN DISATU SISI PAPER INI MENGANALISIS BIAYA AGENSI & STRUKTUR MODAL OPTIMAL DARI JENSEN & MECKLING (1976), KEBIJAKAN INVESTASI SUBOPTIMAL ADALAH BIAYA AGENSI YG DIPICU OLEH HUTANG BERESIKO. DISISI LAIN PAPER INI MENUNJUKKAN ANALISIS DIDASARKAN PADA BIAYA YG DIANGGAP KETIDAK SEMPURNAAN PASAR, KHUSUSNYA BIAYA NEGOSIASI, PENGAWASAN & PENEGAKAN KONTRAK.

8 2. IDE DASAR PAPER 2.1 STATEMENT UNTUK PROBLEM  BAHWA JUMLAH HUTANG YANG DIDUKUNG OLEH PELUANG PERTUMBUHAN BISA JADI LEBIH RENDAH DARIPADA YG DIDUKUNG OLEH ASET  DIASUMSIKAN TIDAK ADA PAJAK KORPORAT,TIDAK ADA BIAYA BANGKRUT, MANAJER PERUSAHAAN BERTINDAK MENURUT KEINGINAN SHAREHOLDER, PASAR MODAL ADALAH SEMPURNA DAN LENGKAP, SEHINGGA INVESTOR BISA MEMBUAT PORTOFOLIO DENGAN POLA RETURN TERTENTU DI BERBAGAI KONDISI DI MASA DEPAN

9 LANJUTAN 2.2 HUBUNGAN ANTARA PINJAM/HUTANG & NILAI PASAR DARI DIPERUSAHAAN TUJUAN SHAREHOLDER ADALAH MEMAKSIMALKAN NILAI PASAR EQUILIBRIUM SEKARANG DIPERUSAHAAN (V) MAKA NILAI PASAR PERUSAHAAN ATAU KEBIJAKAN OPTIMAL ADALAH TIDAK MENERBITKAN HUTANG SAMA SEKALI, JANJI BAYAR BISA MENGABAIKAN PROYEK DENGAN NPV POSITIF DIBEBERAPA KONDISI MASA DEPAN, KARENA ITU V ADALAH FUNGSI MONOTONIK DARI P (HUTANG BERESIKO DENGAN JANJI PEMBAYARAAN)DAN BISA MAKSIMUM JIKA P DAN VD (NILAI PASAR EQUILIBRIUM SEKARANG DARI HUTANG) ADALAH SAMA DENGAN NOL

10 KOMENTAR BAHWA PERUSAHAAN DENGAN PELUANG PERTUMBUHAN BESAR TIDAK AKAN PERNAH MENERBITKAN HUTANG BERESIKO, TAPI SEPERTI DIKATAKAN JENSEN & MECKLING (1976) ADA MASALAH INSENTIF – BIAYA AGENSI – YG BERHUBUNGAN DENGAN PENERBITAN EQUITAS ATAU HUTANG

11 3. PEMBAHASAN 3.1. ASET SEBAGAI CALL OPTION Harga penggunaan opsi adalah investasi masa depan yg dibutuhkan untuk mendapatkan aset, keputusan untuk menggunakan opsi atau tidak bukanlah hal sepele dan otomatis karena opsi tertulis di sekuritas, dan ditentukan oleh kadar janji bayar ke bondholder. Perbedaan paling mendasar bukan antara peluang pertumbuhan dan aset di tangan tetapi antara aset yg bisa dikatakan sebagai call option dalam arti nilainya ditentukan setidaknya dan sebagian oleh investasi diskresioner perusahaan dan aset yg nilainya tidak ditentukan oleh investasi diskresioner.

12 LANJUTAN PEMBAHASAN BIAYA PENGHINDARAN MASALAH BIAYA YG DIMAKSUD ADALAH BIAYA PENGAWASAN & PENEGAKAN KONTRAK, BIAYA INI DIHINDARI DENGAN CARA MENAMBAHKAN KLAUSA KE KONTRAK HUTANG, TEPATNYA KONTRAK BISA BERISI SYARAT TERTENTU YG MENGATUR PERUSAHAAN DI SETIAP PROYEK INVESTASI DISEMUA KONDISI DIMANA NPVNYA POSITIF

13 LANJUTAN PEMBAHASAN PEMBAHARUAN KONTRAK HUTANG KONTRAK YG BISA DITEGAKKAN ADALAH SEBUAH JANJI PERUSAHAAN YG DIDUKUNG PRESENT VALUE DARI INVESTASI DI ESCROW (WASIAT DIPIHAK KETIGA), DAN MENGAMBIL PELUANG INVESTASI KETIKA ITU TERJADI, DAN NILAI PERUSAHAAN TERMASUK ESCROW, KONTRAK HUTANG BISA MEMAKSA PERUSAHAAN MENERIMA PROYEK DENGAN NPV NEGATIF DALAM KONDISI TIDAK MENYENANGKAN

14 LANJUTAN PEMBAHASAN MENEGOSIASIKAN ULANG KONTRAK HUTANG RENEGOSIASI INI MENGHASILKAN SEBUAH TATANAN DIMANA KREDITUR MENERIMA LEBIH RENDAH DARI JUMLAH/NILAI MUKA SEKURITAS YG DITUKAR DENGAN KOMITMENT PEMILIK UNTUK MENINGKATKAN DANA INVESTASINYA LEBIH JAUH, DIMANA TATANAN INI MEMUNCULKAN CALL BAGI PIHAK TERTENTU UNTUK MEMBELI PIHAK LAINNYA, ATAU PIHAK KETIGA MEMBELI DUA PIHAK TERSEBUT

15 LANJUTAN PEMBAHASAN MEMPERPENDEK MATURITAS HUTANG HUTANG YG MATURE SEBELUM OPSI INVESTASI DIGUNAKAN TIDAK AKAN MENGHASILKAN KEPUTUSAN INVESTASI SUB OPTIMAL, MODAL HUTANG PERMANEN BISA DIPEROLEH DENGAN KEBIJAKAN ROLL-OVER KLAIM HUTANG MATURITAS PENDEK MELAKUKAN RENEGOSIASI YG KONTINYU & GRADUAL, DIMANA PERUSAHAAN BISA PINDAH KAPANPUN KE PENDANAAN ALL – EQUITY ATAU SUMBER LAIN DARI MODAL HUTANG, HAL INI SOLUSI YG BAIK TAPI PERLU BIAYA UNTUK MENJAGA HUBUNGAN KONTINYU DAN FLEKSIBEL

16 LANJUTAN PEMBAHASAN MEDIASI KREDITUR BISA MENGGUNAKAN HAKNYA UNTUK MELIBATKAN FACT – FINDER YG INDEPENDENT & MEDIATOR EX POST JIKA ADA GEJALA STRESS FINANSIAL & CURIGA KEBIJAKAN SUBOPTIMAL TELAH DIBUAT; KREDITUR & DEBITUR LEBIH DIUNTUNGKAN JIKA MENGGUNAKAN PIHAK KE 3 YG ADIL DIBANDING SAAT MELAKUKAN NEGOSIASI BILATERAL ; KELEMAHAN CARA INI ADALAH SULITNYA MENDEFINISIKAN KAPAN MEDIATOR DIPANGGIL, KARENA PERUSAHAAN TIDAK AKAN MEMBERIKAN OPSI TERBUKA KE KREDITUR UNTUK MENJALANKAN ARBITRASI & TIDAK ADA CARA OBYEKTIF UNTUK MENDEFINISIKAN STRESS FINANSIAL ATAU KEBIJAKAN INVESTASI SUB OPTIMAL YG MEMBENARKAN PEMANGGILAN MEDIATOR KEUNTUNGAN KREDITUR DAPAT MENGURANGI PENGAWASAN RUTINYA JIKA OPSI MEDIASI TERSEDIA, HAL INI MENGHEMAT UANG & PERUSAHAAN LEBIH BERHARGA DIBANDING SEBALIKNYA, PENGAWASAN KREDITUR TIDAK BISA DIHAPUS

17 LANJUTAN PEMBAHASAN BATASAN DIVIDEN MENURUT JEFFREY HALIS BAHWA PEMBATASAN PEMBAYARAN DIVIDEN BISA MELINDUNGI PIHAK TERKAIT DARI KEPUTUSAN INVESTASI SUB OPTIMAL YG DIAKIBATKAN HUTANG BERRESIKO, JIKA DIVIDEN DIBATASI MAKA PERUSAHAAN HARUS BERINVESTASI KE SESUATU, DAN BILA DANA DITEMPATKAN DI KAS ATAU TAWARAN ASET RIIL MAKA V(s) > I, MAKA ASET RIIL DIPILIH & NILAI PERUSAHAAN DI MAKSIMALKAN INI MERUPAKAN SOLUSI PARSIAL BAGI INSENTIF INVESTASI YG DICIPTAKAN OLEH HUTANG BERESIKO DIKATAKAN SOLUSI PARSIAL ALASANNYA : Masih ada biaya pengawasan Insentif Investasi tidak selalu benar Memaksa perusahaan menahan kas yg harus diserahkan ke pemilik perusahaan Batasan dividen berguna jika kas sudah tersedia untuk payout

18 LANJUTAN PEMBAHASAN KEJUJURAN DALAH KEBIJAKAN TERBAIK SEBUAH KEBIJAKAN UNTUK MENGAMBIL SEMUA PELUANG INVESTASI MASA DEPAN DENGAN NPV POSITIF ADALAH KEBIJAKAN TERBAIK JIKA DIYAKINI OLEH KREDITUR DAN PASAR MODAL REPUTASI UNTUK KEJUJURAN DIDAPAT DARI KINERJA, HAL INI SERING DIJALANKAN OLEH PERUSAHAAN YG BERHARAP TETAP BISNIS DALAM WAKTU YG LAMA, AKAN LEBIH MUDAH MENGAKUISISI PERUSAHAAN YG TIDAK MEMINJAM BESAR DIBANDING NILAI PELUANG PERTUMBUHAN

19 LANJUTAN PEMBHASAN PERJANJIAN MONITORING & PROTEKTIF  KETIKA HUTANG DITERBITKAN, PRESENT VALUE DARI BIAYA TERCEMIN DALAM NILAI PASAR DARI PERUSAHAAN & DITANGGUNG STOCKHOLDER YG MEMILIKI KLAIM RESIDUAL PADA NILAI PERUSAHAAN, TINGGAL SHAREHOLDER YG MEMUTUSKAN APAKAH MENERIMA BIAYA INI ATAU TIDAK.  ALASAN PERUSAHAAN MENERIMA KONDISI JAMINAN YG MENGKOMPENSASI LENDER ATAS PENGAWASAN DAN RENEGOSIASI ADALAH BAHWA BIAYA YG DITANGGUNG BISA DIIMBANGI OLEH PENINGKATAN NILAI PERUSAHAAN INSIDENSI/ BERPENGARUH RENDAH UNTUK KEPUTUSAN INVESTASI SUBOPTIMAL ATAU BIAYA AGENSI LAIN  LENDER DAPAT MEMINTA PERJANJIAN SEBELUM MEMBERI PINJAMAN DENGAN SUKU BUNGA TERTENTU TETAPI PILIHAN PERJANJIAN PADA DASARNYA BERADA DITANGAN SHAREHOLDER

20 LANJUTAN PEMBAHASAN PASAR SEKUNDER UNTUK ASET RIIL  EKSISTENSI PASAR SEKUNDER UNTUK SEBUAH ASET, SECARA UMUM BISA MENINGKATKAN PRESENT MARKET VALUE DARI PERUSAHAAN, BILA ADA PERJANJIAN BATASAN YG TEPAT, TEPATNYA OPSI UNTUK MENGABAIKAN DIPERTIMBANGKAN. KEBERADAAN PASAR SEKUNDER BISA MEMBERIKAN PAYOFF LEBIH TINGGI ( I > V (s)) UNTUK KONDISI s s a ADALAH SAMA, TAPI JIKA PERJANJIAN BATASAN YG TEPAT TIDAK BISA DITEGAKKAN MAKA EKSISTENSI PASAR SEKUNDER BISA MENGURANGI NILAI PERUSAHAAN DAN JUMLAH HUTANG YG BISA DIBUAT BERDASARKAN JANJI BAYAR P

21 4. GENERALISASI 4.1. PENGULANGAN MASALAH : KETIDAK SEMPURNAAN DALAM PASAR ASET RIIL  PERUSAHAAN SEBAGAI SUATU GOING – CONCERN MELIPUTI 2 TIPE ASET YG BERBEDA YAITU ASET RIIL (YG MEMILIKI NILAI PASAR YG TIDAK TERKAIT DENGAN STRATEGI INVESATASI PERUSAHAAN) DAN REAL OPTION (YG MENJADI PELUANG UNTUK MEMBELI ASET RIIL PADA KONDISI YG DISENANGI).  EKSISTENSI REAL OPTION MENIMBULKAN BIAYA PENYESUAIAN,POWER PASAR,ATAU KETIDAK SEMPURNAAN LAIN DALAM SEKTOR RIIL  NILAI REAL OPTION BISA MENCERMINKAN KEMUNGKINAN RENT ATAU KUASI RENT

22 LANJUTAN GENERALISASI NILAI SEBUAH OPSI PERTUMBUHAN BISA HILANG ATAU TURUN JIKA TIDAK DIGUNAKAN OLEH PERUSAHAAN ASUMSI INI BENARKAN DENGAN CARA BERIKUT : o REAL OPTION BISA SPESIFIK – PERUSAHAAN TANPA MEMBERIKAN NILAI KE PERUSAHAAN LAIN, HAL INI TERJADI : JIKA REAL OPTION DITANAM DALAM ASET RIIL SEHINGGA OPSI BISA DIBELI TERPISAH, ATAU JIKA DIHASILKAN OLEH KURVA PENGALAMAN, LEARNING BY DOING o REAL OPTION TIDAK SPESIFIK-PERUSAHAAN, HAL INI TIDAK DIPERDAGANGKAN DIDALAM PASAR SEKUNDER YG KECIL & TIDAK SEMPURNA, MAKA NILAI LIKUIDASI REAL OPTION BISA LEBIH RENDAH DARI NILAINYA SEBAGAI BAGIAN GOING CONCERN.

23 LANJUTAN GENERALISASI REAL OPTION BISA DIANGGAP SEBAGAI TERPISAH, BISA DIIDENTIFIKASI SECARA OBYEKTIF DAN PENTING UNTUK PASAR SEKUNDER CONTOH HAK PATEN,TRADEMARK, FRANCHISE DAN LISENSI, OPSI INI DAPAT MENDUKUNG HUTANG SAMPAI KADAR TERTENTU SEHINGGA SAMA SEPERTI ASET RIIL PAPER INI MELIHAT REALL OPTION SEBAGAIMANA ADANYA, TIDAK DITANYAKAN APAKAH DIDAPAT LEWAT PEMBELIAN ASET RIIL, LEWAT LEARNING BY DOING ATAU ONGKOS LANGSUNG DI PENELITIAN, ADVERTISING, PELATIHAN ATAU AKTIVITAS LAINNYA. PENGEMBANGAN TEORI PERUSAHAAN YG MENGGUNAKAN REAL OPTION SEBAGAI ENDOGENUS ADALAH SUBYEK MENANTANG DIPENELITIAN MASA DEPAN

24 LANJUTAN GENERALISASI 4.2. PINJAMAN JANGKA PANJANG KEBIJAKAN INVESTASI YG MEMAKSIMALKAN NILAI PERUSAHAAN ADALAH MELANJUTKAN INVESTASI SELAMA MUNGKIN, HAL INI BERARTI MENGGUNAKAN SEMUA OPSI YG : MEMILIKI NPV POSITIF DAN WAKTUNYA ADALAH WAKTU OPTIMAL UNTUK MENGGUNAKAN OPSI ASUMSI TENTANG HUTANG ADALAH BAHWA ADA BEBERAPA RESIKO DEFAULT PADA t atau SETELAHNYA, SEHINGGA PERUBAHAN DINILAI PASAR HUTANG BERESIKO BERHUBUNGAN POSITIF DENGAN PERUBAHAN NILAI PASAR DI SEMUA ASET PERUSAHAAN

25 LANJUTAN GENERALISASI RASIO HUTANG TARGET PINJAMAN TAMBAHAN BERHUBUNGAN ERAT DENGAN INVESTASI INKREMENTAL, SEPERTI YG DITUJUKAN PADA PERJANJIAN YG MEMBATASI PINJAMAN TOTAL SAMPAI PROPORSI TERTENTU DARI NILAI ASET BATASAN RASIO HUTANG SECARA SIMPLE JARANG MENGHAPUS MASALAH INSENTIF, TETAPI MALAH MEMUNCULKANNYA

26 LANJUTAN GENERALISASI EFEK SPILLOVER JIKA EKSISTENSI HUTANG BERESIKO DI t BISA MENYEBABKAN STRATEGI TIDAK TEPAT BAIK SEBELUM ATAU SESUDAH t, HAL INI MENGUATKAN HUBUNGAN NEGATIF ANTARA EKSISTENSI HUTANG BERESIKO DAN PRESENT MARKET VALUE DARI PERUSAHAAN

27 LANJUTAN GENERALISASI PERPINDAHAN RESIKO ASET DAMPAK HUTANG BERESIKO KE NILAI PASAR PERUSAHAAN ADALAH LEBIH RENDAH BAGI PERUSAHAAN YG MEMEGANG OPSI INVESTASI ATAS ASET YG RELATIF BERESIKO DIBANDING ASET SEKARANG DI PERUSAHAAN, MAKA DAPAT DIKATAKAN BAHWA PERUSAHAAN BERESIKO MEMINJAM LEBIH BANYAK DARIPADA PERUSAHAAN YG MENCARI AMAN

28 5.KESIMPULAN ANALISIS YG DIBERIKAN MENGHASILKAN TEORI PARSIAL KEPUTUSAN PINJAMAN KORPORAT, TEORI INI TIDAK MENGGUNAKAN PASAR FINANSIAL TIDAK SEMPURNA ATAU TIDAK LENGKAP. BERDASARKAN TEORI JUMLAH HUTANG YG DITERBITKAN PERUSAHAAN HARUS DISET SAMA SEPERTI V D (NILAI PASAR EKUILIBRIUM SEKARANG DARI HUTANG) YG JUMLAHNYA MEMAKSIMALKAN NILAI PASAR DARI PERUSAHAAN TEORI INI MEMPREDIKSI BAHWA V D BISA BERHUBUNGAN TERBALIK DENGAN RASIO V G ( BAGIAN NILAI V YG DIHITUNG BERDASARKAN PELUANG PERTUMBUHAN) TERHADAP V YG KONTINGEN/MENYATU/ BERGANTUNG DENGAN NILAI DISKRESIONER

29 LANJUTAN KESIMPULAN INTERPRETASI SECARA LUAS PENGELUARAN DISKRISIONER MELIPUTI SEMUA BIAYA INVESTASI MASA DEPAN DAN BIAYA VARIABEL YG JIKA DIGUNAKAN BISA MENINGKATKAN NILAI AKHIR PERIODE PERUSAHAAN PROPOSISI SPESIFIK BISA DIGUNAKAN JIKA TEORINYA BENAR :  ASET DITANGAN HARUS DIDANAI DENGAN LEBIH BANYAK HUTANG DARIPADA PELUANG PERTUMBUHAN. INVESTASI ASET DITANGAN ADALAH SUNK COST DAN MENURUT DEFINISI BUKAN DISKRISIONER DIASUMSIKAN BAHWA PASAR SEKUNDER UNTUK ASET DITANGAN TIDAK ADA ATAU BAHWA PENJUALAN DIPASAR SEKUNDER BISA DIREGULASI OLEH KONTRAK HUTANG

30 LANJUTAN KESIMPULAN  UNTUK ASET DITANGAN FAKTOR BERIKUT DIHUBUNGKAN DENGAN PENDANAAN YG BESAR YAITU : a) INTENSITAS MODAL & LEVERAGE OPERASIONAL YG TINGGI. b) PROFITABILITAS YG IDEALNYA DIUKUR BERDASARKAN NILAI MASA DEPAN DARI ASET PERUSAHAAN  PAPER INI MENJELASKAN MENGAPA PERUSAHAAN BERUSAHA MENYESUAIKAN MATURITAS ANTARA ASET & LIABILITAS DAPAT DINTERPRETASIKAN PENYESUAIAN MATURITAS SEBAGAI USAHA MENJADWAL PELUNASAN HUTANG UNTUK MENGANTISIPASI PENURUNAN NILAI ASET SEKARANG DI MASA DEPAN.

31 5.1 AREA PENELITIAN HASIL PAPER BERASAL DARI IDE YG MENGANGGAP REAL OPTION SEBAGAI OPSI YG NILAINYA DITENTUKAN OLEH INVESTASI DISKRESIONER MASA DEPAN OLEH PERUSAHAAN. TERAPAN PALING PENTING DARI IDE INI BISA BERUBAH MENJADI VALUASI ASET RIIL. INI DISIMPULKAN DENGAN MENGGUNAKAN SATU TEORIMA PENTING MENURUT MM, KITA BISA MENGANGGAP NILAI PASAR DARI PERUSAHAAN MEMPRESENTASIKAN DUA KOMPONEN, YAITU PRESENT VALUE (EARNING YG DIHASILKAN) DARI ASET DITANGAN, DAN PRESENT VALUE DARI PELUANG PERTUMBUHAN.

32 LANJUTAN AREA PENELITIAN DALAM MODEL MM PELUANG PERTUMBUHAN BISA MEMILIKI NILAI JIKA INVESTOR BERHARAP NILAI RETURN YG DIDAPATNYA DI INVESTASI MASA DEPAN BISA LEBIH DARI BIAYA MODAL PERUSAHAAN, TIDAK ADA PERBEDAAN ANTARA BIAYA MODAL UNTUK ASET DITANGAN VERSUS INVESTASI MASA DEPAN MODEL INI MENJADI INTERPRETASI MENARIK UNTUK TEORI OPSI DIBERBAGAI POINT WAKTU, PERUSAHAAN ADALAH KUMPULAN ASET TANGIBEL DAN INTANGIBEL. DIASUMSIKAN BAHWA ASET TANGIBEL ADALAH UNIT AKUMULASI KAPASITAS PRODUKTIF-YAITU ASET RIIL- YG SEMUANYA BERASAL DARI KELAS RESIKO SAMA

33 LANJUTAN AREA PENELITIAN ASET INTANGIBEL ADALAH OPSI UNTUK MEMBELI UNIT TAMBAHAN DIPERIODE MENDATANG. JUMLAH NILAI OPSI ADALAH DISEBUT MM SEBAGAI PRESENT VALUE DARI PERTUMBUHAN. INTERPRETASINYA SAMA JUGA BERLAKU BAGI NILAI GOING-CONCERN REAL OPTION KEMUNGKINAN DIPEROLEH HANYA DARI PEMBELIAN ASET RIIL- YAITU MENGGUNAKAN OPSI SEKARANG BISA MENCIPTAKAN LEBIH BANYAK OPSI UNTUK DIGUNAKAN DIESOK HARI. PAPER INI BISA MEMPERTIMBANGKAN BAGAIMANA KEPUTUSAN INVESTASI KORPORAT DIMODELKAN

34 LANJUTAN MENURUT MM BAHWA OPSI SAHAM LEBIH BERESIKO DIBANDING SAHAM YG DITERBITKAN, DIMANA INI TERJADI PADA OPSI RIIL, AKIBATNYA RESIKO SAHAM BIASA (BETANYA) BISA MENJADI LEBIH POSITIF DARI PROPORSI NILAI SAHAM YG DIHITUNG LEWAT PERTUMBUHAN OLEH MM. ADA 2 IMPLIKASI YAITU : MODEL VALUASI NEOKLASIK, SEPERTI MM YG MENGGUNAKAN BIAYA MODAL SAMA UNTUK MENGEVALUASI EARNING DARI INVESTASI SEKARANG ATAU MASA DEPAN MENJADI MISS SPESIFIKASI / SALAH DALAM SPESIFIKASI ORANG TIDAK BISA MENGUKUR NILAI KAPITALISASI EKUILIBRIUM UNTUK SAHAM PERUSAHAAN DAN KEMUDIAN SEBAGAI TINGKATAN HURDLE/ HALANGAN UNTUK CAPITAL BUDGETING, HAL INI BISA MENJADI OVERESTIMASI RATA-RATA KOREKSI BAGI PERUSAHAAN YG MEMILIKI PELUANG PERTUMBUHAN BERHARGA


Download ppt "DETERMINANT OF CORPORATE BORROWING Oleh : STEWART C. MYERS Presentasi Manajemen Keuangan Oleh : Tri Marhaeni W. Nim : 107030101111022."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google