Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Jakarta Cetak Biru Disampaikan pada A to z Sharia Banking Training.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Jakarta Cetak Biru Disampaikan pada A to z Sharia Banking Training."— Transcript presentasi:

1 Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Jakarta Cetak Biru Disampaikan pada A to z Sharia Banking Training Bank KALBAR Pontianak, 6 – 8 Juli 2004

2 Perbankan syariah nasional sejak awal 1992 dan terutama setelah UU No.10/1998 mengalami pertumbuhan pesat. Dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan dan menjawab tantangans serta konsistensi arah dan tujuan pengembangan diperlukan adanya panduan pengembangan dalam bentuk cetak biru. Kenapa diperlukan cetak biru? DPbS dan Satker terkait Bank Indonesia Institusi yang akan mengambil alih fungsi otoritas perbankan Pelaku industri keuangan syariah (termasuk calon pelaku) Pihak-pihak di luar BI yang memiliki peran dalam pengembangan perbankan syariah (baik institusi pemerintah maupun non-pemerintah) Siapa pengguna cetak biru ? Apa cakupan isi cetak biru? Identifikasi permasalahan utama dalam pengembangan perbankan syariah Rumusan Visi-Misi dan Sasaran Pengembangan Inisiatif yang perlu dilakukan untuk mencapai sasaran, termasuk prioritas dan pentahapan implementasinya PENGANTAR

3 Kata Pengantar Ringkasan Eksekutif I.Latar Belakang Sejarah singkat dan kondisi terkini Tantangan pengembangan perbankan syariah Tujuan cetak biru II.Permasalahan Utama III.Misi, Visi dan Sasaran Visi dan Misi Sasaran IV.Inisiatif Untuk Mencapai Sasaran 1.Paradigma kebijakan 2.Tahapan implementasi 3.Tahap 1: Meletakan landasan pertumbuhan ( ) 4.Tahap 2: Memperkuat struktur industri( ) 5.Tahap 3: Memenuhi standar keuangan dan kualitas pelayanan internasional ( ) Lampiran

4 Kata Pengantar Ringkasan Eksekutif I.Latar Belakang Sejarah singkat dan kondisi terkini Tantangan pengembangan perbankan syariah Tujuan cetak biru II.Permasalahan Utama III.Misi, Visi dan Sasaran Visi dan Misi Sasaran IV.Inisiatif Untuk Mencapai Sasaran 1.Paradigma kebijakan 2.Tahapan implementasi 3.Tahap 1: Meletakan landasan pertumbuhan ( ) 4.Tahap 2: Memperkuat struktur industri( ) 5.Tahap 3: Memenuhi standar keuangan dan kualitas pelayanan internasional ( ) Lampiran

5 Prinsip Pokok Ekonomi Syariah yg Menjadi Nilai Dasar Pengembangan Perbankan Syariah PERTUMBUHAN EKONOMI YG BERKELANJUTAN DAN BERKEADILAN (Rahmatan lil ‘alamin) Larangan produk- jasa yg merugikan & berbahaya Larangan proses yang berbahaya Tidak m’gunakan sumberdaya illegal & secara tidak adil Produktif, Tidak spekulatif Efektif, efisien, berkelanjutan dlm penggunaan sumber daya (SD) Akses yg sebesar2nya bagi masyarakat untuk memperoleh SD. Transparan dan jujur Trasanksi yang fair, tdk boleh ada pemerasan Persaingan yang sehat Kontrak yang adil ADIL MENGHINDARI KEGIATAN YG MERUSAK KEMASLAHATAN A Q I D A H

6 ‘MILESTONE’ PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH INDONESIA SEJAK 1990 Lokakarya MUI Kesepakatan untuk mendirikan bank syariah 1992 UU No.7/1992 ttg Perbankan : Bank bagi hasil Bank Muamalat sebagai bank syariah pertama Dual system bank 1998 UU No.10/1998 ttg Perbankan: Kebijakan Moneter Syariah 1999 Bank Syariah Bank konvensional dapat membuka KCS Instrumen Moneter & Pasar Uang Syariah 2000 GWM Kliring PUAS SWBI Jaringan Kantor 2001 Ketentuan Lanjutan 2003 PBI No. 5/3/2003 ttg FPJPS PBI No. 5/6/2003 ttg KAP & PBI No. 5/9/2003 ttg PPAP Direktorat Perbankan Syariah - BI Arah Pengembangan 2002 Dual banking system UU No.23/1999 ttg Bank Indonesia : BI menerapkan kebijakan moneter Syariah Tim Syariah-DPNP BI Komite Ahli Perbankan Syariah BSM sbg Bank Umum Syariah kedua UUS pertama : Bank IFI PBI No. 4/1/2002 Membuka KCS Konversi KCK menjadi KCS Biro Perbankan Syariah – BI Blue Print Perbankan Syariah Konversi BUK menjadi BUS Membuka window syariah di KCK Konversi KCP/KK menjadi KCS 1990

7 Tantangan dan Peluang Pengembangan Perbankan Syariah Saat ini Faktor makro ekonomi Industri perbankan syariah Periode pemulihan ekonomi dg pertumbuhan ekonomi yg relatif lambat NPL Perbankan yg tinggi krn sektor riil yg stagnan Keterbatasan jaringan kerja Belum efisien Pelayanan yg belum optimal Kurang memasuki pasar korporat Menyediakan alternatif instrumen keuangan/perbankan berdasarkan sistem bagi hasil (bukan bunga) Peluang pasar yg relatif besar bagi produk/jasa perbankan syariah. Strategi diversifikasi pangsa pasar retail dan korporat Tantangan Peluang Infrastruktur saat ini Kurang berperannya beberapa institusi oDepkeu oDPS oSekuritas dan sistem penjaminan pembiayaan Masyarakat dan institusi akan memilik peran yg lebih signifikan untuk perkembangan industri perbankan syariah jika mereka lebih bersikap pro-aktif

8 Bank Syariah Bermanfaat Bagi Perekonomian baik Secara Makro maupun Mikro: MAKRO – e.g. Kondisi Perbankan Nasional Pada Masa Krisis Menghadapi bbg Tantangan dan Kesulitan dalam Penyaluran Kredit …. Kredit yadib dan kapasitas kredit bank (Rp Trilyun) Pertumbuhan PDB (%) Aset bank (Rp Trilyun) Dana Pihak III (Rp Trilyun) Fungsi intermediasi tidak berfungsi dg baik: Suku bunga tinggi untuk menarik penabung/deposan Namun bank enggan melakukan ekspansi kredit karena NPL tinggi dan restrukturisasi sektor usaha (korporasi) yg lambat

9 …. Industri Perbankan Syariah Menunjukan Kondisi yang Relatif Resisten dalam Periode Krisis LDR bank konvensional masih tetap di bawah 50% dan bank syariah telah kembali di atas 100% NPL Bank Syariah lebih rendah dan cepat melakukan recovery dibandingkan bank konvensional dalam pasca krisis ekonomi

10 LAJU PERTUMBUHAN PERBANKAN SYARIAH INDONESIA RELATIF CEPAT KHUSUSNYA SEJAK TAHUN 1999 Total DPK, Pembiayaan dan Aset Bank Syariah (dlm Rp. Milyar) Persentase DPK, Pembiayaan dan Aset B. Syariah terhadap Total Perbankan Nasional Asset CAGR ‘92-’99 = 38% Asset CAGR ‘99-’01 = 54% Asset Penetration = 0.03% Asset Penetration = 0.06% Asset Penetration = 0.26% BSM + UUS Bank IFI BerdiriBMI berdiri

11 LAJU PERTUMBUHAN JARINGAN KANTOR Jumlah Bank dan KC Bank Syariah Bank Syariah Pelaku Industri Bank Syariah Nasional (Des 2001) BPR Syariah Bank Umum Syariah (full) Jumlah Kantor Cabang Jumlah Bank Total Jumlah % thdp Total Bank Nasional (tersebar di 18 Provinsi) Unit Usaha Syariah Bank Konvensional -

12 Kata Pengantar Ringkasan Eksekutif I.Latar Belakang Sejarah singkat dan kondisi terkini Tantangan pengembangan perbankan syariah Tujuan cetak biru II.Permasalahan Utama III.Misi, Visi dan Sasaran Visi dan Misi Sasaran IV.Inisiatif Untuk Mencapai Sasaran 1.Paradigma kebijakan 2.Tahapan implementasi 3.Tahap 1: Meletakan landasan pertumbuhan ( ) 4.Tahap 2: Memperkuat struktur industri( ) 5.Tahap 3: Memenuhi standar keuangan dan kualitas pelayanan internasional ( ) Lampiran

13 Permasalahan #1: Kerangka pengaturan perbankan syariah belum lengkap dan sesuai dengan keunikan karakteristik perbankan syariah EXISTING REGULATION AND POLICY UU Perbankan No.10 th UU Bank Indonesia No. 23 th Ketentuan pengaturan kelembagaan dan jaringan kantor bank syariah Ketentuan pengaturan penyelenggaraan kliring lokal, Giro Wajib Minimum (GWM), Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI), dan infrastruktur Pasar Uang Antar-bank berdasarakan prinsip Syariah (PUAS) Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek bagi Bank Umum Syariah (FPJPS) Kualitas Aktiva Produktif (KAP) dan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) NEEDED REGULATION AND POLICY Ketentuan mengenai Risk Management Capital Adequacy Ratio (CAR) Legal Lending Limit (LLL) Posisi Devisa Netto Tingkat Kesehatan Bank Transparansi Kondisi Keuangan Bank Laporan Bulanan Bank-Bank Fasilitas Likuiditas Intrahari (FLI)

14 Permasalahan #2: Jaringan kantor masih terbatas yang membatasi akses perbankan syariah terhadap nasabah potensial CONTOH GAMBARAN PELUANG PENGEMBANGAN KANTOR BANK SYARIAH: KASUS HASIL PENELITIAN DI JAWA BARAT (1/2) Nasabah bank konvensional yang memiliki preferensi untuk memilih bank syariah* Total DPK pada KC Bank Konvensional** 42% Ekspektasi peng- alihan/ diversifikasi menggunakan bank syariah, jika ada KCS yg terjangkau Rp. 74 Trilyun5% Potensi pengalihan Rp 1.55 Trilyun*** * Hasil survey in W. Java 2001 by IPB and Bank Indonesia, KBI West Java ** Penghimpunan dana di Wilayah KBI Bandung (April,.2003) *** 42% x Rp. 74 Trilyun x 5% = Rp Trilyun

15 Permasalahan #2 (lanjutan): Jaringan kantor masih terbatas yang membatasi akses perbankan syariah terhadap nasabah potensial CONTOH GAMBARAN PELUANG PENGEMBANGAN KANTOR BANK SYARIAH: KASUS HASIL PENELITIAN DI JAWA BARAT (1/2) Potensi Pengalihan Rata2 DPK per KC di Jabar Rp. 30 MilyarRp Trilyun Estimasi # KCS yg diperlukan untuk melayani potensi DPK +/-50 Syarat Perlu : Tabungan KC Bank syariah dapat memberikan keuntungan yg lebih baik (risk-return) Sosialisasi dan promosi untuk meningkatkan awareness penggunaan jasa bank syariah Jumlah KC Syariah yang ada saat ini 5 (BMI, BSM, BNI, Jabar & BRI Source:Result of customer survey in W. Java 2001 by IPB and Bank Indonesia, KBI West Java

16 Permasalahan #3: Potensi pasar relatif besar namun pengetahuan dan pemahaman masyarakat secara umum tentang produk, jasa dan keuntungan perbankan syariah relatif rendah Propinsi Jumlah responden Bunga haram Setuju dg sistem bagi hasil Mengakui keberadaan bank syariah Memahami produk dan manfaat bank syariah Jawa Barat Jateng & Yogyakarta rata2*= 40% Jawa Timur Sumatera Barat Jambi Total rata2*= 68% rata2*= 78% rata2*= 11% Percent N.A. **

17 Notes: *DPS: Dewan Pengawas Syariah **PUAS : Pasar Uang Antar-bank Berdasarkan Prinsip Syariah ***IMA: Investasi Mudharabah Antar Bank PUAS** BANK INDONESIA SWBI Dewan Syariah Nasional-MUI DPS DPS* LKBB Syariah Supervisory Transaksi DPS Sertifikat IMA*** BPR Syariah Badan Arbitrase Syariah Supervisory, Regulatory and Licensing DPS Ikatan Akuntan Indonesian Penyelesaian permasalahan hukum Standardisasii BUK UUS BUS Permasalahan #4: Institusi pendukung belum lengkap dan efektif

18 Kinerja Keuangan ROE Bank Syariah (%) ROE Bank Syariah, Bank Konvensional dan Jakarta Islamic Index selama th.2001 Permasalahan #5: Perlunya peningkatan kinerja keuangan dan kualitas pelayanan secara berkesinambungan agar dapat berdaya saing, memperbesar pangsa pasar, menarik SDM profesional dan permodalan

19 MASIH BANYAK NASABAH YANG BELUM PUAS DENGAN PELAYANAN JASA DAN PRODUK PERBANKAN SYARIAH Sumber :hasil Penelitian Customer survey in W. Java, C. Java and Yogyakarta, dilaksanakan oleh BI – 2000/2001 Hasil survey konsumen di Jawa Barat menunjukkan bahwa 53.7% responden yang memiliki rekening di bank konvensional dan bank syariah berpendapat bahwa kualitas pelayanan bank syariah relatif lebih rendah dari bank konvensional karena: Kurangnya informasi mengenai produk dan jasa bank syariah Pemahaman yang kurang memadai dari pegawai bank syariah mengenai sistem operasional bank syariahSharia Fasilitas yang tidak memadai Ketidakjelasan perhitungan bagi hasil Hasil survey di Sumatra Barat 73% responden berpendapat bahwa pelayanan bank syariah lebih baik 56% berpendapat bahwa kelemahan bank syariah terletak pada kurang tersedianya informasi mengenai produk dan jasa perbankan syariah Bank syariah perlu secara konsisten menerapkan prinsip syariah, meningkatkan kualitas pelayanan dan melayani lebih banyak segmen masyarakat

20 MudharabahOtherMurabahah Komposisi produk bank syariah (%) PORTOFOLIO BANK SYARIAH SAAT INI LEBIH BANYAK PADA ‘DEBT FINANCING’ DARI PADA ‘QUASI-EQUITY FINANCING’ Istishna’ Bagaimana agar porsi dari quasi-equity financing (profit sharing) diperbesar untuk semakin meningkatkan peran bank syariah dalam menggerakkan sektor riil? Munculnya kebutuhan lembaga penjamin pembiayaan? Musharakah Debt financing products: Murabahah, Istishna, Ijarah, Salam Equity financing products: Mudharabah and Musharakah Permasalahan #6: Portofolio pembiayaan belum mencerminkan hakekat bank syariah – dominasi yang besar pembiayaaan non bagi hasil

21 Opportunities for global business for sharia banks and units Foreign direct investment from other moslem countries Remittance business from Indonesian workers in moslem countries Idle fund placement Foreign exchange transaction L/C and trade finance for export-import Challenges in capturing global business Entrance into IIFM Accepted by global community by adopting IFSB standard IFSB, Islamic Financial Service Board Establish international standard in regulation and risk management for Islamic Financial Institutions that can be adopted by IFSB’s member countries IIFM, International Islamic Financial Market Providing alternative placement for sharia banks’ fund in order to minimize their idle funds. Indonesian sharia banks need to comply with these standards to enhance their capability to conduct business globally Indonesian sharia banks need to demonstrate high performance in order to gain access into IIFM Permasalahan #7: Agar dapat berkompetisi dalam era globalisasi penting kemampuan untuk mengadopsi best practices dan standar keuangan internasional

22 Kata Pengantar Ringkasan Eksekutif I.Latar Belakang Sejarah singkat dan kondisi terkini Tantangan pengembangan perbankan syariah Tujuan cetak biru II.Permasalahan Utama III.Misi, Visi dan Sasaran Visi dan Misi Sasaran IV.Inisiatif Untuk Mencapai Sasaran 1.Paradigma kebijakan 2.Tahapan implementasi 3.Tahap 1: Meletakan landasan pertumbuhan ( ) 4.Tahap 2: Memperkuat struktur industri( ) 5.Tahap 3: Memenuhi standar keuangan dan kualitas pelayanan internasional ( ) Lampiran

23 KERANGKA BERFIKIR DALAM PENETAPAN MISI, VISI, DAN SASARAN PENGEMBANGAN BANK SYARIAH NASIONAL Misi dan Visi Paradigma Kebijakan Sasaran Initiatif2 untuk Mencapai Sasaran Kondisi Aktual Nilai-Nilai Dasar Manfaat bagi Makro dan Mikro Berdayasaing dan effisien Istiqomah dlm Memenuhi prinsip syariah Prinsip Kehati-hatian dan and good corporate governance Inisiatif Strategis Tahapan Implementasi Perspektif Mikro Perspektif Makro Faktor Berpengaruh dan Tren Perkembangan Permasalahan Utama

24 VISI & MISI PENGEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH NASIONAL (10 Tahun Kedepan) MISI Mewujudkan iklim yang kondusif untuk pengembangan perbankan syariah yg sehat dan konsisten menjalankan prinsip syariah dan mampu berperan dalam sektor riil, yang meliputi: Melakukan penelitian/kajian mengenai kondisi, peluang dan kebutuhan bank syariah; Menyiapkan ketentuan dan infrastruktur lainnya yang memungkinkan bank syariah dapat beroperasi sesuai dengan karakteristiknya. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap bank syariah Perizinan bank syariah Terwujudnya sistem perbankan syariah yang kompetitif, efisien, dan memenuhi prinsip kehati-hatian yang mampu mendukung sektor riil secara nyata melalui kegiatan pembiayaan berbasis ekuitas dalam kerangka tolong menolong dan menuju kebaikan guna mencapai kemaslahatan masyarakat. VISI

25 5 FAKTOR PENDORONG & MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH Masih terbatasnya finacial market SAK syariah dalam pengembangan Keterbatasan dana sosialisasi Dukungan BI dengan membentuk BPS Dukungan internasional IDB, AOIFI Terbatasnya dukungan Pemerintah (Depkeu) dan lembaga lainnya Perbankan konvensional Kesulitan menarik tenaga profesional berkualitas karena keterbatasan insentif Pasar terbesar UKM Minat meningkat ttp pemahaman minim Pasar / infrastruktur Regulator, Institusi Pemerintah dan badan lainnya Kompetitor / Subtitusi Nasabah/Masyarakat Pertumbuhan industri Perbankan Syariah yg sejalan dengan kebutuhan pasar Pelaku Industri Pemain terbatas Akan masuknya pemain lokal/internasional Jaringan terbatas tapi akan berkembang dengan diterapkannya satu bank dual system

26 SASARAN PENGEMBANGAN (10 Tahun Kedepan) Bank Syariah yang mampu memberikan manfaaat optimal bagi masyarakat luas melalui: Melayani seluruh segmen pasar Aktif mendukung sektor riil terutama UKM 5% market share dari total banking system 40% pembiayaan berupa financing of P&L financing Bank Syariah yang kokoh, berdayasaing dan efisien melalui: Menyediakan produk/jasa sesuai kebutuhan masyarakat SDM berkualitas Didukung infrastruktur yg lengkap dan efisien Bank Syariah yang istiqomah menjalankan prinsip syariah melalui: Kerjasama erat dg dan mendorong peningkatan peran dan fungsi DSN Mendukung mengembangan lembaga peradilan dan aspek hukum yg sesuai syariah Bank Syariah yang melaksanakan prinsip kehati-hatian melalui: Peraturan kehati-hatian yang diterapkan secara efektif dan pengelolaan risiko-risiko Mempromosikan transparansi dan akuntabilitas melalui accounting dan auditing system serta good corporate governance Sistem pengawasan dan pemeriksaan yang handal, efektif dan efisien

27 Kata Pengantar Ringkasan Eksekutif I.Latar Belakang Sejarah singkat dan kondisi terkini Tantangan pengembangan perbankan syariah Tujuan cetak biru II.Permasalahan Utama III.Misi, Visi dan Sasaran Visi dan Misi Sasaran IV.Inisiatif Untuk Mencapai Sasaran 1.Paradigma kebijakan 2.Tahapan implementasi 3.Tahap 1: Meletakan landasan pertumbuhan ( ) 4.Tahap 2: Memperkuat struktur industri( ) 5.Tahap 3: Memenuhi standar keuangan dan kualitas pelayanan internasional ( ) Lampiran

28 PARADIGMA YANG DIADOPSI DALAM PENYUSUNAN INISIATIF PENGEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH NASIONAL Mekanisme Pasar (Market driven) Perlakuan yang Adil (Fair treatment) Bertahap dan berkesinambungan (Gradual and sustainable approach) Memenuhi prinsip syariah (Comply to sharia principles)

29 Mememenuhi standar keuangan dan mutu pelayanan Internasional Memperkuat Struktur Industri PENTAHAPAN PENCAPAIAN SASARAN PENGEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH NASIONAL ( ) Meletakan Fondasi Pertumbuhan Phase 1 (2002 – 2004) Phase 2 (2004 – 2008) Phase 3 (2008 – 2011) Melengkapi dan menyempurnakan peraturan yg sesuai dg karakteristik BS Meningkatkan pemahaman masyarakat ttg perbankan syariah Mendorong pertumbuhan kantor keseluruh wilayah yang potensial dan penetrasi pasar Melengkapi dan memperkuat infrastruktur pendukung Meningkatkan kompetensi, skill dan profesional lembaga dan pelaku perbankan syariah Meningkatkan fungsi intermediasi, efisiensi dan daya saing industri perbankan syariah Meningkatkan kinerja BS agar minimal setara dengan Bkonv dan Bank syariah Internasional Meningkatkan service excelent dan ketaatan thdp prinsip syraiah Mendorong peningkatan pembiayaan PLS dg performa baik

30 Blue Print Initiatives Tujuan Manfaat pada level makro dan mikro PROGRAM JANGKA PENDEK : MEMBANGUN FONDASI UNTUK PERTUMBUHAN Memdorong masuknya pemain baru Pengembangan jaringan Inisiatif membentuk communication board Meningkatkan efisiensi dan dayasaing BS Meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM Kerjasama antar LK syariah dan lembaga lain Mendukung DSN untuk mengembangan training bagi anggota DPS dan DSN. Memfasilitasi pengembangan unit pengaduan masyarakat (DSN) atas pelanggaran pelaksanaan prinsip syariah oleh Pengkajian terhadap perbankan konvensional selama periode krisis untuk meningkatkan mutu kebiiakan dan pengaturan. Blue Print Initiatives Kepatuhan thd prinsip syariah Prudent dan good corporate governance

31 Objectives Mengembangkan standar penilaian kinerja bank syaraiah Mengembangkan kerangka peningkatan kualitas SDM Mendorong aliansi strategis di bidang TI PROGRAM JANGKA MENENGAH : MEMPERKUAT STRUKTUR INDUSTRI Menyiapkan lembaga penjamin pembiayaan Mendorong PLS financing Studi mengenai potensial efek bila diterapkan pembatasan pembiayaan Murabahah Blue Print Initiatives Mengembangkan dan memelihara corporate governance standard bagi perbankan syariah Mengembangkan risk management standard bagi perbankan syariah Melanjutkan upaya peningkatan kualitas DPS Memfasilitasi pendirian peradilan syariah untuk komersial Blue Print Initiatives Manfaat pada level makro dan mikro Kepatuhan thd prinsip syariah Prudent dan good corporate governance Meningkatkan efisiensi dan dayasaing BS

32 Tujuan Mendorong pembiayaan PLS dengan mengadopsi incentive scheme atau enforcing policy yang didasarkan pada riset pada periode jangka menengah PROGRAM JANGKA PANJANG : MENJADIKAN INDUSTRI PERBANKAN SYARIAH DENGAN MUTU DAN KINERJA YANG SEPADAN DG COUNTERPART INTERNASIONAL Blue Print Initiatives Kepatuhan thd sharia principles Pruden dan good corporate governance Melanjutkan langkah yg ditempuh jk pendek dan menengah yg mengarah kepada efek pertumbuhan yg maksimum dan berkesinambungan Manfaat pada level makro dan mikro Meningkatkan efisiensi dan dayasaing BS

33 Akhir Presentasi Terima Kasih Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Telp.: – Fax


Download ppt "Pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Jakarta Cetak Biru Disampaikan pada A to z Sharia Banking Training."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google