Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

“BK POLA 17 PLUS” A. KETERPADUAN MANTAP TENTANG

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "“BK POLA 17 PLUS” A. KETERPADUAN MANTAP TENTANG"— Transcript presentasi:

1 “BK POLA 17 PLUS” A. KETERPADUAN MANTAP TENTANG
1. VISI BIMBINGAN DAN KONSELING 2. MISI BIMBINGAN DAN KONSELING 3 PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING 4 TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING 5. FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING 6. PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING 7. ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING 8. LANDASAN BIMBINGAN DAN KONSELING B. BIDANG PELAYANAN BK, MELIPUTI 1. BID. PENGEMBANGAN PRIBADI 2. BID. PENGEMBANGAN HUBUNGAN SOSIAL 3. BID. PENGEMBANGAN KEGIATAN BELAJAR 4. BID. PENGEMBANGAN KARIR 5. BID. PENGEMBANGAN KEHIDUPAN BERKELUARGA 6. BID. PENGEMBANGAN KEHIDUPAN BERAGAMA

2 C. JENIS LAYANAN BK, MELIPUTI
1. LAYANAN ORIENTASI 2. LAYANAN INFORMASI 3. LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN 4. LAYANAN PENGUASAAN KONTEN 5. LAYANAN KONSELING PERORANGAN 6. LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK 7. LAYANAN KONSELING KELOMPOK 8. LAYANAN KONSULTASI 9. LAYANAN MEDIASI D. KEGIATAN PENDUKUNG BK, MELIPUTI 1. APLIKASI INTRUMENTASI 2. HIMPUNAN DATA 3. KONFERENSI KASUS 4. KUNJUNGAN RUMAH 5. TAMPILAN KEPUSTAKAAN 6. ALIH TANGAN KASUS

3 F. FORMAT PENILAIAN LAYANAN BK 1. PENILAIAN SEGERA (LAISEG)
E. FORMAT PELAYANAN 1. FORMAT INDIVIDUAL 2. FORMAT KELOMPOK 3. FORMAT KLASIKAL 4. FORMAT LAPANGAN 5. FORMAT “POLITIK” (KHUSUS) F. FORMAT PENILAIAN LAYANAN BK 1. PENILAIAN SEGERA (LAISEG) 2. PENILAIAN JANGKA PENDEK (LAIJAPEN) 3. PENILAIAN JANGKA PANJANG (LAIJAPANG)

4 TEORI-TEORI KONSELING
1. KONSELING PSIKO-ANALISIS (FREUD) KETIDAK SADARAN YANG MENYEBABKAN TINGKAH LAKU SALAH SUAI MENJADI KE KESADARAN 2. KONSELING EGO (ADLER. JUNG. FROMN) MEMPERKUAT FUNGSI EGO 3. KONSELING PSIKOLOGI INDIVIDUAL (ADLER) MENGATASI INFERIORITAS MENUJU SUPERIORITAS 4. KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL (BERNE) MENGEMBANGKAN TRANSAKSI YANG SEJAJAR, POSITIF DAN PRODUKTIF 5. KONSELING SELF (ROGERS) MEMPERKUAT DAN MENGEMBANGKAN DIRI PRIBADI 6. KONSELING REALITAS (GLASSER) MENGEMBANGKAN TINGKAH LAKU YANG BENAR, BERTANGGUNG JAWAB DAN SESUAI DENGAN KENYATAAN 7. KONSELING BEHAVIORAL (SKINNER) MENGUBAH TINGKAH LAKU SALAH SUAI 8. KONSELING GESTALT (PERLS) MEMBANGUN INTEGRASI KEPRIBADIAN 9. KONSELING RASIONAL EMOTIF (ELLIS) MENGGANTIKAN BELIEF IRRATIONAL MENJADI BELIEF RATIONAL

5 PENDEKATAN DALAM KONSELING
KONSELING DIREKTIF DALAM PROSES KONSELING KLIEN BERSIFAT PASIF, YANG AKTIF KONSELORNYA, KLIEN HANYA MENERIMA PERLAKUAN DAN PUTUSAN YANG DIBUAT OLEH KONSELOR. TOKOH PENDEKATAN INI : - EG. WILLIAMSON - YG. DARLEY PROSES SEMACAM INI DISEBUT BERALIRAN BEHAVIORISTIK, YAITU LAYANAN KONSELING YANG BERORIENTASI PENGUBAHAN TINGKAH LAKU KLIEN SECARA LANGSUNG. TOKOH ALIRAN INI : - HANSEN, DKK - BRAMMER S. STONE

6 2. KONSELING NON DIREKTIF (CLIENT CENTERED THERAPY)
DALAM PROSES KONSELING BERPUSAT PADA KLIEN. KLIEN DIBERI KESEMPATAN MENGEMUKAKAN PERSOALAN, PERASAAN DAN PIKIRAN-PIKIRAN SECARA BEBAS. PROSES SEMACAM INI DISEBUT BERALIRAN HUMANISTIK, YAITU MEMENTINGKAN PENGEMBANGAN POTENSI DAN KEMAMPUAN KLIEN SECARA HAKIKI PADA SETIAP INDIVIDU. TOKOH ALIRAN INI : - HANSEN, DKK - BRAMMER S. STONE

7 DALAM PROSES KONSELING DIKEMBANGKAN
3. KONSELING EKLEKTIF DALAM PROSES KONSELING DIKEMBANGKAN BERBAGAI MODIVIKASI ATAU PENGAWINAN ANTARA DIREKTIF DAN NON DIREKTIF, KARENA PERMASALAHAN KLIEN TIDAK HANYA DAPAT DIENTASKAN DENGAN SALAH SATU PENDEKATAN SAJA. TOKOH PENDEKATAN INI : - TOLBERT - HANSEN - BRAMMER S. STONE

8 BENTUK : BIMBINGAN KELOMPOK TOPIK BAHASAN P J A I H B G C F D E
- KELOMPOK TUGAS - KELOMPOK BEBAS TOPIK BAHASAN : PERSOALAN-PERSOALAN UMUM YANG DAPAT DILIHAT, DENGAR, DIBACA, DARI BERBAGAI MEDIA MASA - BERKAITAN DENGAN BIDANG PENGEMBANGAN PRIBADI, SOSIAL, BELAJAR, BERKELUARGA, KEBERAGAMAAN TOPIK BAHASAN P J A I H B G C F D E

9 KONSELING KELOMPOK P I A H B G C F D E BENTUK : - KELOMPOK BEBAS
MASALAH YANG DIBAHAS : - MASALAH PRIBADI YANG MENGANGGANG PIKIRAN, PERASAAN, KEMAUAN, BAHKAN MENGANGGU AKTIVITAS SEHARI- HARI - BERKAITAN DENGAN BIDANG PENGEMBANGAN PRIBADI, SOSIAL, BELAJAR, KARIER, BERKELUARGA, KEBERAGAMAAN P I A H B G C F D E

10 KONSELING KELOMPOK DASAR PEMIKIRAN :………………….. PENGERTIAN :…………………..
TUJUAN :…………………. FUNGSI :………………….. ASAS-ASAS :………………….. MEDIA :………………….. METODE :………………….. MATERI :………………….. SASARAN :………………….. PEMBENTUKAN/ ANGGOTA KELOMPOK :………………….. PELAKSANAAN :…………………… EVALUASI :……………………

11 KONSELING KELOMPOK 1. DASAR PEMIKIRAN ERA - INFORMASI - URBANISASI
- REFORMASI - GLOBALISASI - PERTAMBAHAN PENDUDUK YANG SANGAT CEPAT - TEKNOLOGI AKIBAT – BANYAK ORANG BERMASALAH - BAHKAN STRESS - TERMASUK REMAJA – SISWA BUTUH LAYANAN – EFEKTIF - EFESIEN ANTARA LAIN KONSELING KELOMPOK (LAYANAN PRIMADONA)

12 - PENGEMBANGAN POTENSI DIRI/KEPRIBADIAN ANTARA LAIN
2. PENGERTIAN KENSELING KELOMPOK MERUPAKAN SALAH SATU JENIS LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING YANG DIBERITAHUKAN KEPADA SESEORANG ATAU BEBERAPA ORANG DENGAN MEMANFAATKAN DINAMIKA KELOMPOK UNTUK PENGENTASAN MASALAH PRIBADI MASING-MASING ANGGOTA KELOMPOK. 3. TUJUAN - PENGEMBANGAN POTENSI DIRI/KEPRIBADIAN ANTARA LAIN BERANI BERBICARA DI MUKA UMUM, BERANI MENGELAUAR- KAN PENDAPAT, BERANI MENANGGAPI PENDAPAT ORANG LAIN MAMPU BERTENTANGGANG RASA, DAN DAPAT MENGEMBANGKAN BAKAT DAN MINAT. - UNTUK PENGENTASAN MASALAH PRIBADI 4. FUNGSI - PENGENTASAN MASALAH - PENGEMBANGAN POTENSI

13 5. ASAS 6. MEDIA 7. METODA 8. SASARAN KERAHASIAAN KESUKARELAAN
KETERBUKAAN KEGIATAN KENORMATIFAN 6. MEDIA DINAMIKA 7. METODA DISKUSI DAN TANYA JAWAB ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH 8. SASARAN SISWA ASUH 150 ORANG DI SEKOLAH/KONS. WARGA SEKOLAH LAINNYA WARGA MASYARAKAT PADA UMUMNYA

14 10. PEMBENTUKAN ANGGOTA KELOMPOK
9. MATERI MASALAH PRIBADI YANG MENGGANGGU PIKIRAN, PERASAAN, KEMAUAN, BAHKAN MENGGANGGU AKTIVITAS SEHARI- HARI YANG BERKAITAN DENGAN BIDANG PENGEMBANGAN PRIBADI, SOSIAL, BELAJAR, KARIR, KELUARGA, DAN BERAGAMA. 10. PEMBENTUKAN ANGGOTA KELOMPOK - JUMLAH ANGGOTA KELOMPOK MAKSIMAL 10 ORANG - PEMBENTUKANNYA : 1. SECARA SEDERHANA 2. DENGAN PERSYARATAN (LEBIH RASIONAL) 11. PELAKSANAAN MELALUI 4 TAHAP – PEMBENTUKAN - PERALIHAN - KEGIATAN - PENGAKHIRAN

15 12. EVALUASI - WAKTU PENILAIAN – LAISEG (PENILAIAN SEGERA)
- LAIJAPEN (PENILAIAN JANGKA PENDEK) - LAIJAPANG (PENILAIAN JANGKA PANJN.) - UNSUR YANG DINILAI - PEMAHAMAN - BERKURANGNYA MASALAH - SELF CONCEPT - PENGENTASAN MASALAH - HASIL YANG DIPEROLEH KLIEN - U = UNDURSTANDING - P - C = COMPORT P - A = AKTION PK

16 LANGKAH-LANGKA PELAKSANAAN KONSELING KELOMPOK
I. TAHAP PEMBENTUKAN 1. MENERIMA SECARA TERBUKA DAN MENGUCAPKAN TERIMA KASIH 2. BERDOA 3. MENJELASKAN PENGERTIAN KONSELING KELOMPOK 4. MENJELASKAN TUJUAN KONSELING KELOMPOK 5. MENJELASKAN CARA PELAKSANAAN KONSELING KELOMPOK 6. MENJELASKAN ASAS-ASAS KONSELING KELOMPOK 7. MELAKSANAKAN PERKENALAN DILANJUTKAN RANGKAIAN NAMA II. TAHAP PERALIHAN 8. MENJELASKAN KEMBALI KEGIATAN KONSELING KELOMPOK 9. TANYA JAWAB TENTANG KESIAPAN ANGGOTA UNTUK KEGIATAN LEBIH LANJUT 10. MENGENALI SUASANA APA BILA ANGGOTA SECARA KESELURUHAN/SEBAGIAN BELUM SIAP UNTUK MEMASUKI TAHAP BERIKUTNYA, DAN MENGATASI SUASANA TERSEBUT 11. MEMBERI CONTOH MASALAH PRIBADI YANG DAPAT DIKEMUKAKAN DAN DIBAHAS DALAM KELOMPOK

17 III. TAHAP KEGIATAN 12. MENJELASKAN MASALAH PRIBADI YANG HENDAKNYA DIKEMUKAKAN OLEH ANGGOTA KELOMPOK 13. MEMPERSILAHKAN ANGGOTA UNTUK MENGEMUKAKAN MASALAH PRIBADI MASING-MASING SECARA BERGANTIAN 14. MEMILIH/MENETAPKAN MASALAH YANG AKAN DIBAHAS 15. MEMBAHAS MASALAH TERPILIH SECARA TUNTAS 16. SELINGAN 17. MENEGASKAN KOMITMEN ANGGOTA YANG MASALAHNYA TELAH DIBAHAS (APA YANG AKAN DILAKUKAN BERKENAAN ADANYA PEMBAHASAN DEMI TERENTASKAN MASALAHNYA)

18 IV. TAHAP PENGAKHIRAN 18. MENJELASKAN BAHWA KEGIATAN KONSELING KELOMPOK AKAN DIAKHIRI 19. ANGGOTA MEMBERIKAN KESAN DAN MENILAI KEMAJUAN YANG DICAPAI MASING-MASING 20. PEMBAHASAN KEGIATAN LANJUTAN 21. PESAN SERTA TANGGAPAN ANGGOTA 22. UCAPAN TERIMA KASIH 23. BERDOA 24. PERPISAHAN

19 KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK
KEMAMPUAN BERSOSIALISASI 1. PEMAHAMAN TENTANG KEBERAGAMAAN ORANG LAIN 2. KESADARAN DAN SIKAP TERHADAP ORANG LAIN 3. KEMAMPUAN MENGHARGAI ORANG LAIN 4. KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DAN BERINTERAKSI DENGAN ORANG LAIN 5. KETERBUKAAN, KEAKRABAN, DAN KERJA SAMA 6. MOTIVASI MENCARI INFORMASI DARI ORANG LAIN 7. PERASAAN ALTRUISTIK 8. KETERLIBATAN, KESENANGAN, DAN KEBANGGAAN TERHADAP KELOMPOK

20 B. KEMAMPUAN PENGEMBANGAN DIRI
BERFIKIR UNIVERSAL BERTAMBAHNYA PENGETAHUAN KESUKAAN MENERIMA INFORMASI KESUKAAN MEMBERI DAN MENERIMA BANTUAN TERJADINYA KATARSIS PEMECAHAN MASALAH TERJADINYA PERUBAHAN TINGKAH LAKU

21 TEKNIK UMUM DALAM PROSES KONSELING
PENERIMAAN TERHADAP KLIEN SIKAP DAN JARAK DUDUK KONTAK MATA TIGA Merupakan (MENDENGAR, MEMAHAMI, MERESPON) KONTAK PSIKOLOGIS PENSTRUKTURAN AJAKAN UNTUK BERBICARA DORONGAN MINIMAL (VERBAL, NON VERBAL) PERTANYAAN TERBUKA REFLEKSI (ISI, PERASAAN) PENAFSIRAN MENYIMPULKAN KONFRONTASI KERUNTUTAN PENEGUHAN HASRAT SUASANA DIAM PERUMUSAN TUJUAN INTERPRETASI PENGALAMAN MASA LAMPAU

22 TEKNIK KHUSUS DALAM PROSES KONSELING
PEMBERIAN INFORMASI PEMBERIAN CONTOH PEMBERIAN CONTOH PRIBADI PEMBERIAN NASIHAT AJAKAN MEMIKIRKAN SESUATU YANG LAIN STRATEGI “TIDAK MEMAAFKAN” KLIEN “PENFRUSTRASIAN” KLIEN LATIHAN PENENANGAN (SEDERHANA, PENUH) KURSI KOSONG DESENSITISASI LATIHAN KELUGUAN LATIHAN SEKSUAL ANALISIS GAYA HIDUP ANALISIS TRANSAKSIONAL KONTRAK ALIH TANGAN KASUS RUANG GERAK “POLITIK”


Download ppt "“BK POLA 17 PLUS” A. KETERPADUAN MANTAP TENTANG"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google