Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

OPTIMALISASI PERAN DAN FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "OPTIMALISASI PERAN DAN FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM 2013."— Transcript presentasi:

1 OPTIMALISASI PERAN DAN FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM 2013

2 KONSELING sebagai profesi bantuan adalah konsep yang melandasi peran dan fungsi KONSELOR di masyarakat dewasa ini.

3  KONSELING adalah profesi bantuan yang anggotanya : dilatih khusus memiliki lisensi atau sertifikat untuk melakukan layanan UNIK yang dibutuhkan masyarakat

4 KONSELING sebagai profesi bantuan merupakan: pekerjaan atau karir bersifat pelayanan bantuan keahlian dengan tingkat ketepatan tinggi untuk kebahagiaan pengguna berdasarkan norma-norma yang berlaku.

5 KONSELING adalah pelayanan keahlian PELAYANAN adalah TINDAKAN yang sifat dan arahnya menuju kepada kondisi: lebih baik, dan membahagiakan bagi pihak yang dilayani.

6 Melalui KONSELING,dapat dikembangkan perilaku: pengarahkan diri, pengaturan diri,dan pembaharuan diri Kesadaran diri. sehingga harapan dan keinginan dapat tersalurkan secara wajar, tantangan yang dihadapi secara tepat, persaingan,benturan,keterasingan dan frustasi dapat diatasi,

7 PEMERINTAH bersama ABKIN berusaha untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi konselor melalui PPK agar dalam menjalankan tugasnya, KONSELOR : –di sekolah mantap; –di luar sekolah sigap; –di mana-mana siap.

8 Profesi KONSELOR atau GURU BK harus BERMARTABAT : pelayanan yang bermanfaat, pelaksana bermandat,dan pengakuan yang sehat dari PEMERINTAH dan MASYARAKAT.

9 KINERJA PROFESIONAL DAN BERMARTABAT merupakan tuntutan bagi Guru BK /Konselor apabila ingin disebut sebagai: tenaga profesional bermartabat.

10 KEMARTABATAN PROFESI tergantung pada KONSELOR atau GURU BK KONSELOR atau GURU BK BERMARTABAT harus menguasai TRILOGI PROFESI: dasar keilmuan, substansi profesi, dan praktik profesi.

11 Spektrum Suatu Profesi tergambar dalam Bentuk TRILOGi Praktik Profesi Dasar Keilmuan Substansi Profesi Trilogi Profesi Praktek Profesi

12 TRILOGI PROFESI merupakan satu kesatuan tak terpisahkan,dan dipelajari dalam program pendidikan Sarjana BK dan PPK untuk mewujudkan public trust profesi konseling bermartabat.

13 KONSELOR BERMARTABAT HARUS MELAKUKAN KINERJA PROFESIONAL SECARA OPTIMAL SESUAI DENGAN PERAN DAN FUNGSI YANG DISANDANGNYA

14 KINERJA atau UNJUK KERJA, atau PERFORMANCE Guru BK atau konselor adalah: sesuatu yang dicapai; prestasi yang diperlihatkan; kemampuan kerja dalam melaksanakan kegiatan pelayanan BK yang menjadi tugas utamanya

15 KINERJA profesional ibarat sebuah puncak gunung es dari seluruh pengertian kemampuan tenaga profesional, sebagian besar unsur pembentuk tingkah laku yang dapat diamati itu penguasaan: pengetahuan, teori,asas kerja keputusan,nilai, karakteristik kepribadian, dsb yang ada di bawah permukaan.

16 PERTANYAAN APA KURIKULUM 2013 ?

17 PERTANYAAN KURIKULUM 2013 dirancang untuk mempersiapkan insan Indonesia memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang produktif, kreatif,inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat,berbangsa,berneg ara dan peradaban dunia

18 PERTANYAAN KURIKULUM adalah metode untuk dapat membawa insan Indonesia memiliki kompetensi sikap,pengetahuan,dan keterampilan sehingga dapat menjadi pribadi dan warga negara yang produktif,kreatif,inovatif, dan afektif

19 PERTANYAAN KURIKULUM memegang kedudukan penting dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualitas lulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

20 Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektif melalui penguatan Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan yang terintegrasi Tema Kurikulum 2013 Produktif Kreatif Inovatif Afektif 20

21 PERTANYAAN MATA PELAJARAN dalam struktur Kurikulum 2013 terdiri atas mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan,dan mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan pilihan mereka.

22 PERTANYAAN KELOMPOK MATA PELAJARAN wajib dan pilihan terdapat dalam struktur kurikulum SMA/MA,SMK/MAK, Mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7-15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD/MI dan SMP/MTs.

23 PERTANYAAN MATA PELAJARAN PILIHAN terdiri atas pilihan akademik (SMA/MA) dan pilihan kejuruan (SMK/MAK). Mata pelajaran pilihan ini memberi corak kepada : fungsi satuan pendidikan dan di dalamnya terdapai pilihan sesuai dengan minat peserta didik

24 PERTANYAAN KURIKULUM 2013 memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan minat. Mata pelajaran dalam struktur kurikulum terdiri atas : mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan pilihan mereka.

25 BAGAIMANA PERAN DAN FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM 2013 ?

26 IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 akan dapat MENIMBULKAN MASALAH bagi peserta didik SMA/MA dan SMK yang tidak mampu di dalam menentukan pilihan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran secara tepat, DAMPAKNYA kesulitan belajar dan kecenderungan gagal dalam belajar dapat terjadi

27 PENENTUAN ARAH PEMINATAN SISWA hendaknya sesuai dengan : kemampuan dasar, bakat, minat dan kecenderungan pilihan peserta didik agar proses belajar berjalan dengan baik dan berhasil dalam belajar.

28 OLEH KARENA ITU PELAYANAN BK MEMPUNYAI PERANAN PENTING dalam membantu siswa: memilih dan menentukan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran agar dapat menentukan pilihan sesuai kemampuan potensi dirinya dan berhasil dalam belajar

29 PELAYANAN BK ARAH PEMINATAN sebagai upaya advokasi dan fasilitasi perkembangan peserta didik agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara sehingga mencapai perkembangan optimum

30 PERKEMBANGAN OPTIMUM SISWA bukan sebatas tercapainya prestasi sesuai dengan kapasitas intelektual dan minat yang dimilikinya, melainkan sebagai sebuah kondisi perkembangan yang memungkinkan siswa mampu mengambil pilihan dan keputusan secara sehat dan bertanggung jawab serta memiliki daya adaptasi tinggi terhadap dinamika kehidupan yang dihadapinya.

31 . PELAYANAN BK DALAM KURIKULUM 2013 mempunyai tugas khusus di SD/MI,dan SMP/MTs, membantu siswa meminati mata pelajaran yang harus dipelajari dan diikuti selama pendidikan dan menyiapkan pilihan studi lanjutan.

32 .. Di SMA/MA danSMK), membantu siswa memilih dan menentukan : arah peminatanan kelompok mata pelajaran, arah pengembangan karir, dan menyiapkan diri serta memilih pendidikan lanjutan ke PT sesuai dengan kemampuan dasar umum, bakat, minat dan kecenderungan pilihan masing- masing siswa.

33 MEMILIH DAN MENENTUKAN ARAH PEMINATAN KELOMPOK MAPEL adalah sebuah proses yang akan melibatkan serangkaian pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang ada di lingkungannya.

34 PERMASALAHAN AKAN TERJADI jika peserta didik tidak mampu untuk menetukan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran, sehingga akan menghambat dalam proses pembelajaran

35 PELAYANAN BK DIPERLUKAN membantu mencegah terjadinya masalah pada diri peserta didik membantu memandirikan peserta didik melalui pengambilan keputusan terkait memilih, menentukan, meraih serta mempertahankan karier untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan sejahtera, serta menjadi warga masyarakat yang peduli kemaslahatan umum

36 TUJUAN membantu siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK menetapkan arah minat pilihan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran serta pendalaman mata pelajaran yang diikuti pada satuan pendidikan yang sedang ditempuh, karir dan/atau studi lanjutan sampai ke PT.

37 PELAYANAN ARAH PEMINATAN KELOMPOK MAPEL DAN MAPEL PADA SISWA –merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan terintegrasi –dalam PROGRAM PELAYANAN BK pada satuan pendidikan pada khususnya dan –PROGRAM PENDIDIKAN di sekolah.

38 PELAYANAN ARAH PEMINATAN KELOMPOK MAPEL DAN MAPEL PADA SISWA merupakan kegiatan BK amat penting dan menentukan kesuksesan –dalam belajar, –perkembangan dan – masa depan masing-masing siswa

39 Untuk itu maka perlu adanya penguatan dan pemberdayaan GURU didalam melakukan proses pembelajaran GURU BK atau KONSELOR dalam melakukan pelayanan BK arah peminatan Kepala Sekolah dalam melakukan manajemen pendidikan sekolah

40 GURU BK ATAU KONSELOR Harus menjalankan peran dan fungsi secara optimal dalam membantu siswa memilih dan menentukan arah peminatan sesuai dengan potensi dirinya. Harus bekerja secara profesional agar amanat kurikulum 2013 yang memberikan tugas khusus BK arah peminatan dapat dilaksanakan secara bermartabat.

41 Pelayanan BK arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran penting dalam implementasi kurikulum 2013 karena adanya pilihan peminatan ke SMA/MA, SMK pilihan peminatan kelompok mata pelajaran di SMA/MA dan pilihan peminatan kelompok program keahlian di SMK.

42 PELAYANAN BK ARAH PEMINATAN merupakan upaya untuk membantu siswa dalam memilih dan mendalami mata pelajaran yang diikuti pada satuan pendidikan SMA/MA,SMK, memahami dan memilih arah pengembangan karir, dan menyiapkan diri serta memilih pendidikan lanjutan sampai ke PT sesuai dengan kemampuan dasar umum, bakat, minat dan kecenderungan pilihan masing-masing siswa.

43 PEMINATAN adalah proses yang berkesinambungan untuk menfasilitasi peserta didik mencapai tujuan pendidikan nasional, oleh karena itu peminatan harus berpijak pada kaidah- kaidah dasar yang secara eksplisit dan implisit, terkandung dalam kurikulum.

44 PEMINATAN DAN PENDALAMAN MAPEL adalah sebuah proses yang melibatkan serangkaian pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang ada di lingkungannya.

45 PENDALAMAN MAPEL merupakan aktivitas tambahan dalam belajar yang dilakukan oleh peserta didik yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa. Tujuan pendalaman untuk meluaskan dan memperdalam materi mata pelajaran tertentu sesuai dengan arah minatnya.

46 PENDALAMAN MAPEL merujuk pada tujuan isi dan tujuan proses. Isi merujuk pada apa yang ada dalam materi yang diperkaya dan lebih sulit. Proses merujuk pada prosedur mental pemecahan masalah, pemikiran kreatif, pemikiran ilmiah, pemikiran kritis, perencanaan, analisis, dan banyak keterampilan pemikiran lainnya.

47 Mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi 1 Pendalaman mata pelajaran merangsang minat siswa berbakat dan cerdas untuk : Memenuhi kebutuhan pendidikan, sosial,dan psikologis,termasuk mem-bantu siswa berbakat untuk me-ngembangkan konsep diri yang baik 2 Menginspirasi motivasi akademis tinggi, termasuk ambisi karier dan pendidikan yang tinggi 3

48 Memaksimalkan pembelajaran dan pengembangan siswa serta meminimalkan rasa bosan dan frustrasi 4 5 Mengembangkan akuntabilitas, keingintahuan, ketekunan, sikap pengambilan risiko, rasa haus akan pengetahuan,partisipasi aktif,dan refleksi.

49 Pelayanan Arah Peminatan Siswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan terintegrasi dalam program pelayanan BK pada satuan pendidikan. Artinya, program BK yang lengkap dan penuh harus memuat kegiatan pelayanan arah peminatan dan pendalaman mata pelajaran pada siswa

50 Upaya ini mengacu kepada program pelaksanaan kurikulum, khususnya terkait dengan peminatan akademik, kejuruan, pendalaman mata pelajaran dan lintas mata pelajaran, dan studi lanjutan. Program BK pelayanan arah peminatan siswa di bawah tanggung jawab Guru BK di setiap satuan pendidikan

51 GURU BK /KONSELOR membantu siswa dalam memenuhi arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran sesuai dengan kecerdasan, bakat, minat dan kecenderungan pilihan masing-masing siswa.

52 PELAYANAN BK untuk arah peminatan siswa: memberikan kesempatan yang cukup luas bagi siswa untuk menempatkan diri pada jalur yang lebih tepat dalam rangka penyelesaian studi secara terarah, sukses, dan jelas dalam arah pendidikan selanjutnya

53 WILAYAH ARAH PEMINATAN SISWA dalam keseluruhan program pendidikan merupakan bidang pelayanan BK yang menjadi wilayah tugas pokok Guru BK dalam kerangka keseluruhan program pelayanan BK Pelayanan pendalaman mapel menjadi wilayah kerja Guru Mapel

54 PELAYANAN BK ARAH PEMINATAN SISWA merupakan peluang dan tantangan bagi GURU BK atau KONSELOR, untuk menjalankan tugas,fungsi, tanggungjawab,dan peran yang diamanatkan dalam kurikulum 2013.

55 Untuk itu GURU BK ATAU KONSELOR perlu mencermati secara mendalam makna peminatan dalam kurikulum 2013 dan melaksanakan tugas, tanggungjawab, peran,dan fungsi profesi secara kompeten serta optimal untuk kemartabatan dan public trust suatu profesi BK

56 GURU BK melalui Pelayanan BK memenuhi lima FUNGSI : –PEMAHAMAN, yaitu membantu siswa memahami diri dan lingkungannya. –PEMELIHARAAN DAN PENGEMBANGAN yaitu membantu siswa memelihara dan menumbuh- kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya sesuai dengan tuntutan karakter yang terpuji.

57 –PENCEGAHAN, yaitu membantu siswa mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya. PENGENTASAN, yaitu membantu siswa mengatasi masalah yang dialaminya. ADVOKASI, yaitu membantu siswa memperoleh pembelaan atas hak dan/atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.

58 GURU BK atau KONSELOR harus mampu mengelola kegiatan BK meliputi:  membuat perencanaan kegiatan;  mengorganisasikan berbagai unsur dan sarana di dalam BK;  melaksanakan kegiatan BK; dan  mengontrol pelaksanaan kegiatan BK.

59 KONSELOR HARUS MENUNJUKKAN KINERJANYA SECARA PROFESIONAL : menampilkan diri sebagai konselor dengan program kerja yang jelas dan siap untuk melaksanakan. mempertahankan sikap profesional

60 tanggung jawab untuk memahami peranannya sebagai konselor profesional dan menterjemahkan peranannya ke dalam kegiatan nyata. bekerja dengan efektif dan memahami tanggungjawabnya. memahami dan mengembangkan kompetensinya.

61 PERWUJUDAN KINERJA PROFESIONAL KONSELOR ditunjang jiwa profesionalisme: Sikap mental yang mendorong dirinya untuk menjadi konselor profesional. Motivasi instrinsik pada diri konselor untuk mengembangkan diri kearah perwujudan profesional

62 KONSELOR HARUS MENUNJUKKAN KEMARTABATAN PROFESI DALAM KINERJANYA:  Keinginan menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal;  Meningkatkan dan memelihara citra profesi;  Keinginan mengejar kesempatan pengembangan profesional;  Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi; dan  Memiliki kebanggaan terhadap profesi.

63 OPTIMALISASI PERAN KONSELOR HARUS DITUNJUKAN ADANYA: kemampuan, kemauan, dan kesiapan belajar yang dilandasi oleh sikap, nilai, etik dan moral untuk membantu peserta didik dalam arah peminatan yang diamanatkan dalam kurikulum 2013.

64 KONSELOR mendesain KONSELING untuk membantu peserta didik : –memahami dan menjelaskan pandangan mereka terhadap kehidupan,dan –membantu mencapai tujuan penentuan diri mereka melalui: pilihan yang telah diinformasikan dengan baik serta bermakna bagi mereka, dan kecerdasan,bakat,minat dan karakteristik kepribadiannya yang menunjang dalam pengambilan keputusan yang tepat.

65 KONSELOR mendesain KONSELING untuk membantu peserta didik : memahami dan menjelaskan pandangan mereka terhadap kehidupan,dan mencapai tujuan penentuan diri mereka melalui: pilihan yang telah diinformasikan dengan baik serta bermakna dan kecerdasan,bakat,minat dan karakteristik kepribadiannya yang menunjang dalam pengambilan keputusan yang tepat.

66 PROFESI BK dibutuhkan dalam Implementasi kurikulum 2013 terkait dengan arah peminatan siswa. diperlukan GURU BK atau Konselor yang kompeten, profesional, bermartabat sehingga mampu menjalankan peran dan fungsinya profesi BK secara optimal

67 KONSELOR harus memiliki KOMPETENSI : memahami secara mendalam peserta didik yang hendak dilayani; menguasai landasan teoretik keilmuan pendidikan dan BK; menyelenggarakan pelayanan BK; mengembangkan pribadi dan profesionalitas diri secara berkelanjutan.

68 GURU BK ATAU KONSELOR harus PROFESIONALISME: menunjuk kepada komitmen Guru BK/Konselor sebagai anggota profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya.

69 Wujud dari profesionalisme GURU BK melakukan PROFESIONALISASI diri untuk dapat melaksanakan kinerja yang bermutu sesuai dengan sifat,tugas dan kegiatannya.

70 PROFESIONALISASI menunjuk kepada proses peningkatan kualifikasi dan kompetensi GURU BK sebagai anggota profesi dalam mencapai kriteria standar dalam kinerjanya menjalankan tugas utama profesi.

71 PROFESIONALISASI merupakan proses yang berlangsung: sepanjang hayat, dan tanpa henti. PROFESIONALISASI pada dasarnya merupakan serangkaian proses PKB-Guru BK, baik dilakukan melalui : pendidikan prajabatan ; maupun pendidikan dalam jabatan

72 PROFESIONALISASI merupakan keharusan bagi setiap orang yang menjalankan profesi, agar dapat memenuhi tuntutan STANDAR PROFESI. Oleh karena itu Guru BK harus mempunyai komitmen yang tinggi dalam upaya untuk meningkatkan kualifikasi dan kemampuan profesionalnya untuk mencapai standar profesi yang ditetapkan

73 PROFESIONALISASI akan membentuk GURU BK Profesional dan Bermartabat. GURU BK PROFESIONAL harus dapat melakukan kinerja profesional dan Bermartabat. Kinerja Profesional terkait Kurikulum 2013 yaitu : membantu arah peminatan siswa secara tepat dan optimal

74 SEKIAN TERIMA KASIH


Download ppt "OPTIMALISASI PERAN DAN FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google