Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

WAWASAN NU DAN PERAN KADER NU DI ERA GLOBAL Disampaikan pada Mapaba PMII Komesarian ITB, Gedung Dakwah NU jln Terusan Galunggung no. 9 Bandung, Tanggal.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "WAWASAN NU DAN PERAN KADER NU DI ERA GLOBAL Disampaikan pada Mapaba PMII Komesarian ITB, Gedung Dakwah NU jln Terusan Galunggung no. 9 Bandung, Tanggal."— Transcript presentasi:

1 WAWASAN NU DAN PERAN KADER NU DI ERA GLOBAL Disampaikan pada Mapaba PMII Komesarian ITB, Gedung Dakwah NU jln Terusan Galunggung no. 9 Bandung, Tanggal 23 Februri 2012 (Oleh : H. Mochamad Surjani Ichsan ) MATERI BAHASAN : 1.Pendahuluan 2.Misi NU 3.Wawasan NU 4.Kader NU Profesional 5.Penutup

2 1 PENDAHULUAN I slam dan tantangan Globalisasi ? Kearifan Rasulullah & para sahabat Kearifan dakwah Walisongo

3 Tantangan Abad Globalisasi Tantangan Abad Globalisasi Sepuluh tantangan akibat pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi : Kecepatan (speed) Kecepatan (speed) Kenyamanan (convinience) Kenyamanan (convinience) Gelombang generasi (age wave) Gelombang generasi (age wave) Pilihan (choice) Pilihan (choice) Ragam gaya hidup (life style) Ragam gaya hidup (life style) Kompetisi harga (discounting) Kompetisi harga (discounting) Pertambahan nilai (value added) Pertambahan nilai (value added) Pelayanan Kastamer (customer service) Pelayanan Kastamer (customer service) Teknologi sebagai andalan (techno age) Teknologi sebagai andalan (techno age) Jaminan kualitas ( Quality Assurance) Jaminan kualitas ( Quality Assurance)

4 Tantangan global ? Tantang Eksternal: Tantang Eksternal:  Persaingan,  Liberalisme,  Investasi modal,  Arus informasi,  Tenaga kerja dan  Budaya & nilai-nilai baru Tantangan Internal Tantangan Internal (a) Masyarakat yang semakin cerdas (a) Masyarakat yang semakin cerdas (b) Masyarakat yang semakin banyak tuntutan-nya (b) Masyarakat yang semakin banyak tuntutan-nya

5 5 Malapetaka spiritual umat manusia dibawah Liberalisasi budaya ( Barat)? Rusaknya rasa keagamaan Rusaknya rasa keagamaan Hilangnya semangat keagamaan Hilangnya semangat keagamaan materialisme Semangat materialisme Dekadensi moral dan sosial Dekadensi moral dan sosial Mementingkan hedonisme Mementingkan hedonisme

6 6 AD-DIEN AL ISLAM & ASWAJA AL-DIEN AL-ISLAM AL-DIEN AL-ISLAM Ichsan Rukun Islam SYAHAD AT SHALAT ZAKAT SHIYAM HAJJI ALLAH MALAIKAT KITAB RASUL KIAMAT TAQDIR ALLAH MELIHATMU SELALU ALLAH DIDEPANMU IBADAH & MUAMMALAH TASAWUF AQIDAH Rukun Iman

7 JEBAKAN KADER (PIMPINAN)DAKWAH YANG SUKSES ISLAM Tazkiyah Leader Islami Leader Islami Ta’lim Al-Qur’an Hikmah Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, Yang membacakan ayat- ayat–Nya,Menyucikan (jiwa) mereka,Dan mengajarkan kepada mereka Kitab,dan mengajarkan kepada mereka Hikmah, meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata -(QS.62 : 2)

8 DAKWAH LEADER STAF VALUES ISLAM Tabligh Sifat Leader Da’wah Islami Sifat Leader Da’wah Islami Sidiq Amanah Fathanah Sidiq : ( Integrity ) - tegaknya kebenaran - tegaknya kejujuran Tabligh : (Transparancy ) - efektif komunikasi - terbuka Amanah (Accountability) - punya tanggung jawab tinggi - “trust “(dapat dipercaya) - tepat janji  Fathonah ( competency ) - Mempunyai knowledge - Mempunyai Skill - Mempunyai personel Quality Sajaah

9 Empat Pilar Pemicu Kebangkitan Ulama 9 1. Nahdlah At Tujjar (Peduli Ekonomi Rakyat) Nahdlatul ‘Ulama 4. Komite Hijaz (Antisipasi Gerakan Transnasional) 2.Tasywir Al Afkar (Peduli trasfromasi dan budaya ilmu) 3. Nahdlatul Wathan (Peduli nasib bangsa Indonesia & NKRI)

10 Kebangkitan NU di Era Global 10 NU : Organisasi Sosial Keagamaan NU Kembali ke Khittah Tantangan NU Era Global NU Era Reformasi NU : Organisasi Politik Ideologi demokrasi politik, ekonomi sekuler dan sosial budaya barat (Neolib) Demokrasi dan ekonomi Sosial (new left) Islam Radikal Transnasional Penguatan Jama’ah & Jam’iyyah Ijtihad kembali pada semangat : - Nahdlatut Tujar : (Ekonomi Umat) -Tasywirul Afkar : Keunggulan pendidikan/ponpes NU - Nahdlatul wathan : Memelihara persatuan & kesatuan bangsa mengawal 4 pilar bangsa ( NKRI, UUD-45,Panca- Sila & Bhineka Tunggal Ika ) -Komite Hijaz: Imbangi pemikiran progresif dg Islam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah - NU kedepan : Konsisten dalam membangun pergaulan internasional ( perdamaian dunia) bagi Izzul Islam wal muslimun

11 11 (1) Sikap Tawasuth dan I’tidal -Sikap tengah dalam berlaku adil dan lurus ditengah kehidupan bersama -Menjadi panutan dalam bersikap dan bertindak lurus dan bersifat membangun serta menghindari tatharruf (ekstrim) (2) Sikap Tasamuh - Sikap toleran thd perbedaan pandangan baik dalam masalah keagamaan (furu’/khilafiyah), masalah kemasyarakatan dan kebudayaan (3) Sikap Tawazun - sikap seimbang dalam berkhidmah kpd Allah SWT, - kepada sesama manusia dan lingkungan hidupnya (4) Amar ma’ruf, nahi mungkar Sikap Kemasyarakatan NU

12 12 Perilaku berdasar keagamaan dan sikap kemasyarakatan NU (8) Menjunjung tinggi nilai amal, kerja dan prestasi sebagai bagian dari ibadah kpd Allah SWT (3) Menjunjung tinggi sifat ikhlas dalam berkhidmad dan berjuang (1) Menjunjung tinggi nilai-nilai & norma ajaran Islam (4) Menjunjung tinggi sifat keikhlasn dan berkhidmah dan berjuang (5) Menjunjung tinggi persaudaraan (al-ukhu- wah, persatuan (ittihad) serta kasih mengasihi (6) Meluhurkan kemuliaan moral (akhlaqul karimah), menjunjung tinggi keluhuran (as-shidqu) dalam berfikir, bersikap dan bertindak (7) Menjunjung tinggi kesetiaan (loyalitas) kepada agama, bangsa dan negara (12) Menjunjung tinggi kebersamaan ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara (10) Selalu siap menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang membawa manfaat bagi kemaslahatan manusia (9) Menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan ahlinya (2) Mendahulukan kepentingan bersama daripada pribadi (11) Menjunjung tinggi kepeloporan dalam usaha mendorong, memacu dan mempercepat perkembangan masyarakatnya

13 13 NU dalam Kehidupan Berbangsa (7) Sebagai warga negara, Ormas NU mempunyai hak –hak politik dan menggunakannya dengan tanggung jawab / demokratis/ konstitusional, taat hukum dan mengembangkan mekanisme musyawarah (2) Sebagai warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Eka (1) Dengan sadar mengambil posisi aktif, menyatukan diri didalam perjuangan nasional bangsa Indonesia (3) Memegang tinggi ukhuwah dan tasamuh (5) Menjunjung tinggi ilmu dan ahli ilmu (4 ) Mendidik untuk menjadi warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya (6) Tidak terikat organisasi politik & organisasi massa manapun

14 Sunan Gresik (Syech Maulana Malik Ibrahim-w.1419) Pelopor pendiri pesantren di Indonesia Kearifan Dakwah Wali Songo Sunan Ampel (R.Rachmat w.1481) Ketua Dewan wali songo Moh limo (mohngombe,mohmain, mohmaling,mohmadat, mohmadon) Sunan Giri (R.Paku-w.1506) Perintis berdirinya kerajaan Islam (tak mau kompromi dengan adat) Sunan Gunung Jati (w.1568) Sang Wali yang memimpin pemerintahan Sunan Bonang (w.1556) Ahli dagang Syair : Tombo Ati Tembang-tembang lainnya Sunan Muria Penengah segala konflik Sunan Kalijogo (R.Mas Said) Perancang Baju Takwa Sunan Kudus (w.15..) mantan penglima perang Sunan Drajat (w.15xx) Berdakwah dengan konsep dakwah bil hak

15 2 MISI Nahdlatul Ulama

16 16 “MISI Utama Perjuangan NU” 1. Bidang Agama Terlaksananya ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam masyarakat dengan melaksanakan Dakwah Islamiyah dan amar ma’ruf nahi munkar 2. Bidang Pendidikan, dan Kebudayaan Terwujudnya penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran serta pengembangan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam untuk membina umat agar menjadi muslim yang taqwa, berbudi luhur,berpengetahuan luas & terampil, serta berguna bagi agama, bangsa dan negara 3. Bidang Sosial Terwujudnya kesejahteraan lahir dan batin bagi rakyat Indonesia 4. Bidang Ekonomi Terwujudnya pembangunan ekonomi untuk : - pemerataan kesempatan berusaha dan - menikmati hasil-hasil pembangunan,dengan - mengutamakan tumbuh dan berkembangnya “ekonomi kerakyatan” 5.Bidang Usaha peningkatan daya saing SDM Mengembangkan usaha-usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat banyak guna terwujudnya khaira ummah (keunggulan daya saing ummat)

17 Akomodatif : menampung semua aspirasi dan masukan serta berani melihat realitas yang ada serta menjauhkan menggu-nakan kehendak sendiri Akseptatif : kesediaan menerima keberadaan dan kehadiran kelompok muslim dan pemikiran lain Apresiatif : menghargai madzhab dan dan paham yang di-anut kelompok lain Selektif : selalu mengadakan seleksi dan penyaringan atas segala sesuatu dan hanya mengambil yang bermanfaat dan maslahat bagi Jam’iyyah, Jama’ah serta kebaikan umat Ko-eksistensi :Kesediaan untuk hidup berdampingan secara damai dengan kelompok muslim manapun Integratif ; selalu menyatu dengan kepentingan nasional, negara, masyarakat dan bangsa KEBIJAKAN NU JABAR

18 SISTEM NILAI NU JABAR Tiga modal dasar : sebagai landasan sistim nilai Nahdlatul ‘Ulama untuk mabadi khaira ummah (keunggulan daya saing ummat) yaitu : (1) Doktrin Islam Ahlussunnah wal Jamaah, (2) Qanun Asasi NU (3) Khittah NU

19 (1) Mengemban tugas khalifatullah fil-ardh dengan prinsip menyebarkan rahmat kepada seluruh alam semesta ( rahmatan lil-’alamin) serta memandang realitas kehidupan secara inklusif (jama’ah) dan substantif. (2) Melaksanakan Dakwah berdasarkan manhaj al-fikr : Islam Ahlussunnah wal-jama’ah (3) Mengaktualisasikan diri dalam pengembangan peradaban, kebudayaan dan tradisi yang konstruktif (al-amr bil-ma’ruf) serta mencegah perubahan yang destruktif (an-nahy ‘an al-munkar) atas dasar prinsip moralitas keagamaan dan kemanusiaan Enam Nilai yang diyakini ( core believes) NU

20 (4)Tegaknya moralitas keagamaan dan harkat kemanusiaan ( makarim al-akhlaq) serta tegaknya hak-hak asasi manusia yang lima (al-mabadi al-khamsah: hifzh ad-din, hifzh an-nafs, hifz al-aql, hifzh an-nasl, hifzh al- mal) demi terwujudnya kemaslahatan dimuka bumi. (5)Kesinambungan memelihara nilai-nilai yang sudah ada dan mengambil nilai–nilai yang baru (al-Muhafadlah ‘alal- qadim as- shalih, wal akhdzu bil jadid al-ashlah)

21 (6) Tradisi keagamaan yang spesifik ala NU ( Islam ahlussunnah wal jamaah) sebagai metoda dan strategi dakwah dan sekaligus sarana (wasilah) untuk meraih berkah (tabarruk) seperti : (a) Khatmil qur’an, Tadarusan/qiraatil Qur’an,Tahfidzil Qur’an dan Tafhimul Qur’an, (a) Khatmil qur’an, Tadarusan/qiraatil Qur’an,Tahfidzil Qur’an dan Tafhimul Qur’an, (b) Talqin, Tahlil, Haul, Hadiahan/ hadharah, (b) Talqin, Tahlil, Haul, Hadiahan/ hadharah, (c) Marhabanan/membaca Al-barjanji pada aqiqah, Jama’ah Shalawatan, Majlis Dzikir dan Istighatsah-an, Wirid Tariqah dan Manakiban (c) Marhabanan/membaca Al-barjanji pada aqiqah, Jama’ah Shalawatan, Majlis Dzikir dan Istighatsah-an, Wirid Tariqah dan Manakiban (d) Bahtsul Matsail, Lailatul Ijtima’, Halaqah dan majlis-majlis ta’lim (d) Bahtsul Matsail, Lailatul Ijtima’, Halaqah dan majlis-majlis ta’lim

22 (e) Serta dalam kehidupan keseharian : 1) 1) Menjalankan kesederhanaan dan kesahajaan dalam bertindak tanduk didunia berupaya mengikuti tauladan Rasulullah saw, 2) 2) Memperbanyak berdoa, 3) 3) Memperbanyak silaturrahim, 4) 4) Memperbanyak ilmu, ikhtiar dan amal shalih, 5) 5) Berziarah kubur, 6) 6) Aktif memakmurkan masjid, 7) 7) Aktif menjalankan berbagai ibadah sunah sesudah yang wajib, 8) 8) Bertawadhu (hormat) kepada para Ulama dan para guru 9) 9) sami’na wa ata’na terhadap Ijma’-Ulama ( dimana Ulama sebagai sosok manusia yang “taat dan dekat kepada Allah” dan sebagai pemegang tongkat pewaris Nabi – Waratsatul Anbiya’), Kesemuanya dalam kerangka ibadah pendekatan diri dan penghambaan kepada Allah dan amal kebajikan yang ikhlas.

23 Sembilan Nilai Inti ( Core Values) NU Sembilan Nilai Inti ( Core Values) NU 1. As-Shidiq (Integrity ; memiliki integritas pada tegaknya kebenaran yang tinggi dan kejujuran) 2. Tabligh ( transparancy : membangun transparansi- keterbukaan dan komunikasi efektif) 3. Al-Amanah (Accountability -memiliki tanggung-jawab yang tinggi,dan Trust - dapat dipercaya, setia dan tepat janji) 4. Fathanah (competency : mempunyai kompetensi keilmuan Islam yang mendalam dan berkualitas, mempunyai ketrampilan dan ke ikhlasan dalam membimbing umat dan bangsa di dunia ) 5. Ukhuwah (Prinsip persaudaraan : Ukhuwah-Nahdliyah, Ukhuwah- Islamiyah, Ukhuwah-Wathaniyah dan Ukhuwah -Basyariyah) 6. Ta’awun ( tolong menolong, setiakawan dalam kebajikan serta kebenaran dan kebersamaan dalam ketaqwaan ) 7. Tasamuh ( toleransi kebersamaan dan hidup berdampingan dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa) 8. Tawasuth (moderasi, tidak ekstrim dan tidak liberal) 9. Tawazun ( menjaga keseimbangan dalam berkidmad kepada Allah, sesama manusia dan lingkungan hidupnya)

24 Rencana Program Kerja PWNU Jawa Barat Tujuan NU Tujuan NU 2011 Menjalankan roda organisasi NU mencapai keunggulan dalam pengelolaan pendidikan dan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat dan pemberdayaan wirausaha sosial kemasyarakatan Menjalankan roda organisasi NU mencapai keunggulan dalam pengelolaan pendidikan dan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat dan pemberdayaan wirausaha sosial kemasyarakatan 2. Strategi : Profesionalisme pengelolaan kinerja prima Jam’iyyah UN Profesionalisme pengelolaan kinerja prima Jam’iyyah UN 3. Kebijakan Seluruh Unit Organisasi (Jam’iyah) NU, banom, lajnah maupun lembaga melakukan pembenahan dan reposisi Seluruh Unit Organisasi (Jam’iyah) NU, banom, lajnah maupun lembaga melakukan pembenahan dan reposisi 4. Sasaran Utama tahun 2010 a. Setiap PCNU sudah mampu mengimplementasikan, membuat aplikasi pelaksanaan pengelolaan kinerja prima Jam’iyah NU b. Setiap kota/kabupaten mempunyai satu sekolah dan satu pesantren berkualitas ( unggulan) di daerahnya c. Setiap kota/kabupaten mempunyai contoh proyek unggulan dalam Pemberdayaan komunitas dan lingkungan masyarakat d. Setiap kota/kabupaten mampu menyelenggarakan Pendidikan Kader pimpinan bagi pengurus eselon dibawahnya e. Setiap kota /kabupaten mempunyai Lembaga Syirkah Muawwanah guna memberdayaan perekonomian rakyat skala mikro -kecil &menengah f. Setiap kota/kabupaten telah mempunyai dan menjalankan Lembaga ZISNU sebagai lembaga amil zakat, infak, sadaqah dan wakaf g. Setiap kota/kabupaten telah mempunyai klinik kesehatan (Puskesmas) NU

25 3 WAWASAN NAHDLATUL ULAMA

26 4 Wawasan NU WAWASAN NU 1 Wawasan tentang ke-NU-an sendiri 2 Wawasan tentang keislaman 4 Wawasan tentang kesemestaan (universalitas=internasionalita s=seluruh kemanusiaan) 3 Wawasan tentang keindonesiaan (termasuk ke-jawa barat-an)

27 Wawasan NU tentang Ke- Nu-an Pengantar) 1 NU didirikan atas dasar kesadaran dan kebutuhan hidup bermasyarakat 4. NU berhaluan salah satu madzhab empat,tidak berhaluan bebas madzhab 2 NU didirisebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah (utk menyatu dg masyarakat dan membawa misi keagamaan) 3 NU beasaskan Pancasila, beraqidah Islam Ahlusunnah wal Jama’ah 5. NU bersikap kemasyarakatan: -Tawasuth & I’tidal - Tasamuh - Tawazun - Amar ma’ruf nahi munkar 6. NU telah memilih bidang-bidang tertentu yang strategis bagi misinya: (a) dakwah, (b) ma’arif, (c) mabarrat dan (d) muammalah dan (e) semacamnya 7. NU didirikan oleh para ulama ahlussunnah wal Jamaah,pengasuh pondok pesantren, sehingga ulama dan pesantren mendapat kedudukan khusus dalam NU 8. NU selalu konsisten mengawal 4 pilar bangsa : NKRI, UUD-45, Pancasila dan Bhineka tunggal Ika

28 Wawasan NU tentang Keislaman 1 Islam adalah agama Allah, agama wahyu, tidak boleh disederajatkan dengan suatu ideologi atau gagasan hasil pemikiran manusia 2 Islam adalah agama fitri yang menyempurnakan segala nilai positif yang sudah ada pada manusia atau komunitas mansusia (suku-bangsa) dan tidak menghapusnya 3. Islam adalah agama universal, cocok untuk segala bangsa karena sifatnya yang sesuai dengan sifat-sifat kemanusiaan pada umumnya dan toleransinya yang tinggi terhadap berbagai kebudayaan bangsa atau suku-sukubangsa 7. Kemurnian ajaran Islam harus dipelihara dengan metode pemahaman yang sudah terbukti menjamin pewarisan persepsi yang benar dan utuh,yaitu sistem bermadzhab,tanpa menolak pemekaran pemikiran yang dapat dipertanggung jawabkan

29 Wawasan NU tentang Ke- Indonesiaan 1 Ke-Indonesia-an, sederajat dengan ke-Arab-an, Ke-Persia- an, ke-Pakistan-an dll, dari kacamata keIslamanan 3. Semua bangsa dapat menerima Islam seutuhnya tanpa meninggalkan identitas kebangsaannya, justru karena Islam itu disediakan untuk semua bangsa 2 Tidak pernah ada yang dipertentangkan antara ke-Islam-an dan Ke-Indonesia-an 4. Kaum Muslimin Indonesia bagian mutlak, tak terpisahkan (tidak boleh dipisahkan dan tidak boleh memisahkan diri) dari kesatuan bangsa Indonesia dari kehidupan nasional bangsa Indonesia 5. Kaum muslimin Indonesia sebagai mayoritas bangsa harus menyadari kemayoritasan, bersikap sebagai mayoritas, bersikap dewasa, tanpa merendahkan diri 6. NKRI adalah negara yang sah menurut hukum Islam, menjadi wadah berkiprah melaksanakan dakwah yang akomodatif dan selektif secara bertaqwa sesempurna mungkin,tidak usah mencari/membuat negara baru

30 Wawasan tentang kesemestaan (universalitas,internasionalitas) 1. Sebagai pemeluk Islam, kaum muslimin Indonesia adalah juga bagian dari kaum muslimin sedunia, bahkan Negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia 3 Sebagai makhluk Allah, merupakan bagian dari kemanusiaan seluruhnya, yang harus saling membantu, guna mewujudkanRahmatan lil ‘Alamin 2. Sebagai bangsa Indonesia, merupakan bagian dari bangsa-bangsa sedunia, bahkan sudah terbukti merupakan bagian yang tidak dapat diabaikan oleh bangsa lain

31 4 KADER PROFESIONAL

32 4 Dimensi Kepemimpinan Ulama Kader Profesional 1 Dimensi Intelektual ( al-bu’du al-’ilmy) 2 Dimensi Spiritual (al-bu’du al-khuluqy) 4 Dimensi Administratif (al-bu’du al-idary) 3 Dimensi Sosial (al-bu’du al-ijtima’y)

33 Efektivitas Kepemimpinan Ulama Kader Profesional 1 Mengerti kondisi dan kebutuhan Jama’ah/masyarakat-nya 2 Mampu mempengaruhi pandangan & sikap Jama’ah/masyarakat-nya 4 Mampu merobah kondisi Jama’ah/ masyarakat-nya menjadi lebih baik 3 Mampu memecahkan problem yang dihadapi oleh Jama’ah/masyarakat-nya

34 Dinamika Sosial 1 Kemajuan tingkat pendidikan masyarakat 3 Perubahan kebijakan politik dan kekuasaan 5 Pengaruh informasi global melalui multimedia 4 Perubahan kehidupan sosial & budaya 2 Kemajuan tingkat kesejahteraan dan ekonomi

35 3 pengaruh terhadap Kepemimpinan Ulama Kemunduran Pengaruh Kepemimpinan 1 Karena menurunnya kepercayaan Jama’ah/masyarakat kepada pribadi si pemimpin 2 Karena ada kesenjangan paradigmatik antara pemimpin dan masyarakatnya, akibat terjadinya dinamika sosial- budaya 3 Karena si pemimpin tidak menyadari atau tidak mampu merubah type kepemimpinan-nya di tengah-tengah masyarakat yang berubah

36 Membangun kembali kredibilitas kepemimpinan Kepemimpinan yang produktif 1 Peningkatkan wawasan dan kemampuan para pemimpin 2 Memahami lebih cermat perubahan yang terjadi dalam masyarakat/jama’ah-nya 4 Menghindari hal-hal yang mengurangi atau merusak kredibilitasnya 3 Mengubah gaya dan type kepemimpinannya sesuai dengan dinamika dan kebutuhan masyarakatnya

37 37 Fungsi Kader NU era kekinian Peka akan perannya, tidak mudah terseret arus situasi kondisi semrawutnya ketakpastian yang sedang melanda bangsa saat ini Sekarang banyak orang pandai bicara kebaikan tapi tidak mampu melaksanakan kepaikan, kader harus mampu bicara be nar dan berbuat

38 38 Kader adalah penyangga umat harus tampil sebagai pembimbing dan panutan umat Sebagai kader tidak begitu mengharap sesuatu penghargaan apapun kecuali dari rahmat dan ridha Allah

39 39 Semua Kader adalah Pemimpin Diri dan umat Kader Perintis Kader Perintis Paham dan mengerti kebutuhan NU baik sebagai Jama’ah maupun segabai Jam’iyyah Mampu mengelola jama’ah Kader Penyelaras Mampu mengelola jama’ahdan mensinergikan untuk kemajuan jam’iyyah mensinergikan untuk kemajuan jam’iyyah

40 40 Kader Pemberdayaan Selalu komitmen, berdedikasi untuk memberikan terbaik bagi umat (rahmatan lil alamin) Kader Panutan sebagai teladan di keluarga maupun masyarakat lingkungannya, selaras ucapan dan amalnya, bertanggung jawab atas tutur kata, sikap, perilaku dari keputusan yang diambilnya

41 3 Pantangan dan 3 Anjuran 1 Merasa sudah puas dengan prestasi yang sudah dicapai 2 Merasa hanya pantas memberikan nasihat, dan tidak betahy mendengarkan nasihat orang lain 1 Selalu berusaha mengoreksi kekurangan diri 3 Selalu rajin bersilaturrahim, berdialog, berdiskusi,dan bermusyawarah untuk meluaskan wawasan 3 Meremehkan dan selalu menentang saran apalagi kritik 2 Selalu berusaha menambah ilmu, terus belajar dan berusaha meningkatkan prestasi

42 5 PENUTUP

43 43 Kerinduan pada Kerinduan pada NU Jumlah besar dan peran besar untuk masyarakat, bangsa dan Negara Jumlah besar dan peran besar untuk masyarakat, bangsa dan Negara NU dulu disegani masyarakat bahkan berbagai kalangan, karena masyarakat merasa memiliki NU sebab NU banyak berbuat untuk masyarakat Tantangan NU bidang ekonomi, sosial, budaya, politik harus menjadi cambuk agar NU dapat membimbing dunia dengan ikhlas Tantangan NU bidang ekonomi, sosial, budaya, politik harus menjadi cambuk agar NU dapat membimbing dunia dengan ikhlas

44 44 Pesan Kyai NU sederhana dari Kampung Jangan cari jabatan di NU untuk tujuan hidup, tapi jadikan sarana pengabdian beribadah kepada Allah dan berguna bagi kemaslahatan ummat. Jangan cari jabatan di NU untuk tujuan hidup, tapi jadikan sarana pengabdian beribadah kepada Allah dan berguna bagi kemaslahatan ummat. Teladanilah tokoh-tokoh NU (KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syamsuri dll), mereka arif, dan bijak dalam keadaan apapun Teladanilah tokoh-tokoh NU (KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syamsuri dll), mereka arif, dan bijak dalam keadaan apapun Mereka memunculkan diri dengan akhlaq terpuji Mereka memunculkan diri dengan akhlaq terpuji Mereka bersikap tawadhu’ Mereka bersikap tawadhu’ Mereka mementingkan kepentingan NU daripada kepentingan sendiri

45 45 Pesan seorang Waliyullah Ibrahim al Khawwas Bukanlah dikatakan seorang alim Bukanlah dikatakan seorang alim karena banyaknya riwayat, orang alim adalah pengikut pengetahuan dan mengamalkan pengetahuan itu, selain mengikuti jejak sunnah-sunnah Rasul, karena banyaknya riwayat, orang alim adalah pengikut pengetahuan dan mengamalkan pengetahuan itu, selain mengikuti jejak sunnah-sunnah Rasul, walaupun ilmunya sedikit walaupun ilmunya sedikit


Download ppt "WAWASAN NU DAN PERAN KADER NU DI ERA GLOBAL Disampaikan pada Mapaba PMII Komesarian ITB, Gedung Dakwah NU jln Terusan Galunggung no. 9 Bandung, Tanggal."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google