Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

UKURAN PERKAWINAN & PERCERAIAN Nurul Fitriyah, SKM, MPH Dept. Biostatistika & Kependudukan FKM Unair copyright 2012, TAK by

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "UKURAN PERKAWINAN & PERCERAIAN Nurul Fitriyah, SKM, MPH Dept. Biostatistika & Kependudukan FKM Unair copyright 2012, TAK by"— Transcript presentasi:

1 UKURAN PERKAWINAN & PERCERAIAN Nurul Fitriyah, SKM, MPH Dept. Biostatistika & Kependudukan FKM Unair copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

2 Perkawinan (1) Satu variabel yang mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat fertilitas, & secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan penduduk Mengenai perkawinan dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan, seperti penyediaan perumahan bagi keluarga, fasilitas yankes, yan dasar lainnya copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

3 (2) 5 kategori status perkawinan (WHO): - belum kawin - kawin - cerai - janda -berpisah (Indonesia hanya mengenal 4 status, kec. berpisah) copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

4 (3) Menurut demografi, perkawinan merupakan perubahan status perkawinan yang lain menjadi status “Kawin” Misal : “Belum Kawin” menjadi “Kawin” (nikah) copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

5 (4) “Kawin” merupakan status bagi mereka yang terikat dalam perkawinan pd saat pencacahan, baik yang tinggal bersama (satu rumah) ataupun terpisah copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

6 (5) BPS, 2000 menyebutkan:  “Kawin” tidak hanya ditujukan bagi mereka yang kawin sah secara hukum (adat, agama, negara, dsb)  Mereka yang hidup bersama, dan oleh masyarakat sekitar dianggap sah sebagai suami istri copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

7 (6) Kriteria “KAWIN” - legalitas hukum -anggapan masyarakat (BPS, 2000) copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

8 Definisi Perkawinan ikatan lahir batin seorang pria & wanita sbg suami istri dgn tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yg bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (UU Perkawinan No. 1 th 1974 ) copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

9 Tujuan Perkawinan 1. Biologis mendapat keturunan (procreation) 2. Psikologis mendapat kesenangan (recreation) copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

10 Usia tepat bahagia Usia tidak tepat masalah copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

11 Perceraian o Pembubaran dari suatu perkawinan o Berakhirnya suatu perkawinan copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

12 Bagan Hubungan antara perkawinan, perceraian dan kawin kembali dengan fertilitas Dewasa Kawin pertama Cerai/ Janda Konsepsi Lahir mati Kawin lagi AborsiLahir hidup Menopause fitri1975@yahoo.com

13 Angka Perkawinan Kasar Menunjukkan persentase penduduk berstatus kawin terhadap jumlah penduduk keseluruhan pada pertengahan tahun untuk suatu tahun tertentu copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

14 Cara Menghitung Angka Perkawinan Kasar Jumlah penduduk berstatus kawin dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun tertentu dikalikan dengan 1000 copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

15 Rumus Angka Perkawinan Kasar M= M x 1000 P Ket: M= Angka Perkawinan Kasar M= Jumlah Perkawinan dalam 1 tahun P= Jumlah penduduk pertengahan tahun copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

16 Contoh Soal 1 Data BPS th 2000 menunjukkan bila jumlah penduduk Indonesia di tahun 2000 sebesar 210.241.999 orang. Jika penduduk yang berstatus kawin berjumlah 91.274.893. Hitung Angka Perkawinan Kasar ! copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

17 Jawaban Soal 1 M = 19274839 x 1000 210241999 = 434,14 Interpretasi : Angka perkawinan Kasar Indonesia di tahun 2000 adalah 434 per 1000 penduduk Indonesia copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

18 Dari 1000 penduduk Indonesia 434 orang berstatus kawin. Angka ini menunjukkan rasio penduduk status kawin tanpa mempedulikan : -urutan perkawinan dan -umur pelaku perkawinan tersebut (usianya sudah pantas kawin atau belum) copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

19 Angka Perkawinan Umum o Menunjukkan proporsi penduduk berstatus kawin terhadap penduduk berusia 15 th keatas pada pertengahan tahun pada tahun tertentu. o Gunanya untuk menghitung proporsi penduduk kawin dengan pembagi penduduk usia 15 th dimana penduduk bersangkutan lebih beresiko untuk kawin copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

20  Penduduk umur kurang 15 th tidak diikutsertakan sebagai pembagi karena umumnya mereka tidak beresiko untuk kawin  Angka Perkawinan Umum menunjukkan informasi yang lebih realistis copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

21 Cara Menghitung Angka Perkawinan Umum Jumlah penduduk berstatus kawin dibagi dengan jumlah penduduk usia 15 th keatas pada pertengahan tahun tertentu, dikalikan dengan 1000 copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

22 Rumus Angka Perkawinan Umum Mu=M x 1000 P15 Ket: Mu= Angka Perkawinan Umum M= Jumlah Perkawinan dalam 1 tahun P15= Jumlah penduduk umur 15 tahun keatas copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

23 Contoh Soal 2 Jumlah penduduk Indonesia usia 15 th keatas pada tahun 2000 adalah 139.991.880. Jika penduduk status kawin berjumlah 91.274.893, hitung : Angka Perkawinan Umum copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

24 Jawaban Soal 2 Mu = 91274893 x 1000 139991800 = 652 Interpretasi : Angka Perkawinan Umum Indonesia tahun 2000 adalah 652 per 1000 penduduk Indonesia copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

25 Dari 1000 penduduk Indonesia usia 15 tahun keatas, sebanyak 652 orang berstatus kawin. Angka ini menunjukkan rasio penduduk usia 15 th status kawin tanpa mempedulikan : - urutan perkawinan dan -banyaknya perkawinan umur 15 th keatas yang terjadi di tahun 2000 copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

26 Angka Perkawinan Kasar & Angka Perkawinan Umum tidak mempertimbangkan umur & jenis kelamin copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

27 Angka Perkawinan Spesifik Umur  Disebut juga Angka Perkawinan Menurut Kelompok Umur  Yaitu melihat penduduk berstatus kawin menurut kelompok umur dan jenis kelamin copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

28 Angka Perkawinan Spesifik (Angka Perkawinan Menurut Umur )ini memberikan gambaran tentang persentase penduduk kawin menurut umur dan jenis kelamin, sehingga dapat dibandingkan perbedaannya copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

29 Angka Perkawinan Spesifik ini dapat memberikan inspirasi dlm pengembangan program-program yang ditujukan pada remaja, seperti penundaan usia kawin,/ bila sudah kawin diharapkan bersedia menunda kehamilan sampai mencapai usia yg cukup copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

30 Cara Menghitung Angka Perkawinan Spesifik Jumlah penduduk status kawin pada kelompok umur “i” dengan jenis kelamin “s” dibagi dengan jumlah penduduk pada kelompok umur “i” dengan jenis kelamin “s” dikalikan 1000 copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

31 Rumus Angka Perkawinan Spesifik msi =Msi x 1000 Psi Ket: msi=Angka Perkawinan Menurut umur i & jenis kelamin s Msi=Jumlah penduduk Kawin menurut umur i & jenis kel s Psi=Jumlah penduduk menurut umur i & jenis kelamin s copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

32 Contoh Soal 3 Jumlah penduduk laki-laki di Indonesia usia 15 s/d 19 tahun pada 2000 adalah 10.649.348. Jika penduduk status kawin pada kelompok usia yang sama sebesar 247.152, hitung Angka Perkawinan Spesifik (penduduk laki-laki usia 15- 19 th) copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

33 Jawaban Soal 3 M laki-laki= 247152 x 1000 10649348 = 23,21 Interpretasi: Dari 1000 penduduk laki-laki Indonesia usia 15-19 tahun 23 berstatus kawin copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

34 Misal untuk kategori soal serupa, ditemukan Angka Perkawinan Spesifik (penduduk perempuan usia 15-19 th) adalah 127. Maka interpretasinya: Dari 1000 penduduk perempuan Indonesia usia 15-19 tahun terdapat 127 berstatus kawin copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

35 Soal no. 3 menunjukkan bila: Angka Perkawinan Laki-Laki usia 15-19 adalah 23 Angka Perkawinan Perempuan usia 15- 19 adalah 127 Hasil ini menunjukkan bila : Pada kelompok umur yang sama lebih banyak perempuan yang sudah kawin, dibandingkan laki-laki copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

36 Fakta tersebut membuktikan bahwa: perempuan pada kelompok ini lebih banyak yang keluar sekolah daripada laki-laki, laki-laki menikah pada usia yang lebih tua copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

37 Menunjukkan persentase penduduk yang berstatus cerai terhadap jumlah penduduk keseluruhan pada pertengahan tahun untuk suatu tahun tertentu copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com Angka Perceraian Kasar

38 Dampak demografis perceraian Menurunkan fertilitas Dampak sosiologis perceraian Status cerai pada perempuan & terhadap anak2nya copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

39 Cara Menghitung Angka Perceraian Kasar Dengan membagi kasus perceraian yang terjadi dalam kurun waktu tertentu dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun di suatu wilayah tertentu copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

40 Rumus Angka Perceraian Kasar d= D x 1000 P Ket: d= Angka Perceraian Kasar D= Jumlah perceraian selama 1 tahun P= Jumlah penduduk pertengahan tahun copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

41 Angka Perceraian Umum Proporsi penduduk yang berstatus cerai terhadap jumlah penduduk usia 15 th keatas pada pertengahan tahun untuk suatu tahun tertentu copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

42 Angka Perceraian Umum o Menunjukkan proporsi penduduk berstatus cerai. o Menggunakan pembagi penduduk usia 15 th dimana penduduk bersangkutan lebih beresiko untuk cerai o Sehingga memberikan informasi yang lebih baik copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

43 Rumus Angka Perceraian Umum D = D x 1000 P15 Ket: d= Angka Perceraian Umum D= Jumlah Perceraian dalam 1 tahun P= Jumlah penduduk pertengahan tahun copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com

44 Thank’s copyright 2012, TAK by fitri1975@yahoo.com


Download ppt "UKURAN PERKAWINAN & PERCERAIAN Nurul Fitriyah, SKM, MPH Dept. Biostatistika & Kependudukan FKM Unair copyright 2012, TAK by"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google