Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MK. PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL PITRI YANDRI

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MK. PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL PITRI YANDRI"— Transcript presentasi:

1 MK. PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL PITRI YANDRI

2 Silabus 8 kali pertemuan 1.Teori Dasar Pengambilan Keputusan & Ruang Lingkup Manajerial 2.Model-Model dan Teknik Pengambilan Keputusan 3.Penerapan Teori Permintaan & Penawaran 4.Penerapan Teori Produksi dan Analisis Biaya 5.Penerapan Teori Perilaku Konsumen 6.Analisis Finansial & Ekonomi 7.Pengambilan Keputusan Kebijakan Publik 8.Evaluasi Keputusan & Kebijakan

3 BAB I Teori Dasar Pengambilan Keputusan & Ruang Lingkup Manajerial

4 Keputusan: Suatu pilihan dari strategi tindakan. Suatu pilihan tentang suatu bagian tindakan (course of action). Suatu pilihan yang mengarah pada tujuan yang diinginkan.

5 Pengambilan Keputusan “Aktivitas manajemen berupa pemilihan tindakan dari sekumpulan alternatif yang telah dirumuskan sebelumnya untuk memecahkan suatu masalah atau suatu konflik dalam manajemen”.

6 Hakikat Masalah 1.Apa yg telah terjadi. 2.Hal apa yg meresahkan seseorg dgn kejadian tsb. 3.Mengapa kejadian itu meresahkan seseorg. 4.Apa yg seyogyanya dilakukan dalam menghadapi peristiwa itu. 5.Apa yg telah diputuskan untuk dilakukan. 6.Apakah keputusan itu telah dilaksanakan. HARAPANKENYATAAN GAB/JURANG/KETIDAKSELARA SAN

7 Konflik  Perbedaan yang dipertentangkan  Situasi yang terjadi ketika ada perbedaan pendapat atau perbedaan cara pandang diantara beberapa orang, kelompok atau organisasi.  Sikap saling mempertahankan diri sekurang- kurangnya diantara dua kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda, dalam upaya mencapai satu tujuan sehingga mereka berada dalam posisi oposisi, bukan kerjasama.

8 Pengambilan keputusan sulit krn berkait dgn: Ketidakpastian masa depan (Uncertainty) Conflict of Interest

9 Tipologi keputusan Keputusan berdasarkan tingkat kepentingan. Keputusan berdasarkan tingkat regularitas. Keputusan berdasarkan tipe persoalan.

10 Keputusan berdasarkan tingkat kepentingan (Ansoff, dalam Daihani: 2001) Keputusan Strategis Keputusan Administratif Keputusan Operasional

11 Keputusan berdasarkan tingkat regularitas (Simon, dalam Daihani: 2001) Keputusan Terprogram Keputusan yang berkaitan dengan persoalan yang telah diketahui sebelumnya. Keputusan Tidak Terprogram Keputusan yang berkaitan dengan persoalan- persoalan yang baru.

12 Tingkat Strategis Keputusan berdasarkan tingkat regularitas Keputusan Tak terprogram Keputusan Terprogram Tingkat Operasional

13 Keputusan berdasarkan tipe persoalan Keputusan internal jangka pendek  menyangkut masalah rutin/operasional (bahan baku, penentuan jadwal, dll). Keputusan internal Jangka panjang  menyangkut masalah organisasional (struktur, perubahan bidang/divisi, dll). Keputusan eksternal jangka pendek  menyangkut persoalan yang berdampak atau berhubungan dgn lingkungan dlm jangka waktu yg pendek (permintaan khusus, dll). Keputusan eksternal Jangka panjang  menyangkut persoalan yang berdampak atau berhubungan dgn lingkungan dlm jangka waktu yg panjang (usaha merger, pembelian saham jangka panjang, dll)

14 Keputusan berdasarkan tipe persoalan TIPE PERSOALAN WaktuInternalEksternal Jangka PendekKeputusan OperasionalKeputusan Taktis Jangka PanjangKeputusan OrganisasionalKeputusan Strategis

15 Proses Pengambilan Keputusan (1)  Tahap penelusuran  pendefisinisian masalah dan identifikasi informasi.  Perancangan  mencari dan merumuskan alternatif-alternatif pemecahan masalah.  Pemilihan  menentukan alternatif solusi yang paling sesuai.  Implementasi  pelaksanaan keputusan yang telah diambil.

16 Proses Pengambilan Keputusan (2) (Simon, Kinrad & Jerry) Formulasi tujuan Evaluasi situasi keputusan Pengembangan alternatif Pemilihan alternatif Implementasi Evaluasi dan tindak lanjut

17 Formulasi Tujuan Evaluasi Situasi Keputusan Pengembangan Alternatif Evaluasi dan Tindak Lanjut IMPLEMENTASIPemilihan Alternatif

18 Pola dasar berpikir dlm konteks organisasi: 1.Penilaian situasi (Situational Approach) untuk menghadapi pertanyaan “apa yg terjadi?” 2.Analisis persoalan (Problem Analysis) dari pola pikir sebab-akibat 3.Analisis keputusan (Decision Analysis) didasarkan pada pola berpikir mengambil pilihan 4.Analisis persoalan potensial (Potential Problem Analysis) didasarkan pada perhatian kita mengenai peristiwa masa depan, mengenai peristiwa yg mungkin terjadi & yg dapat terjadi Teori Pengambilan Keputusan

19 Inti pengambilan keputusan:  berarti memilih alternatif, yg jelas harus alternatif yg terbaik (the best alternative)  terletak dlm perumusan berbagai alternatif tindakan sesuai dg yg sedang dlm perhatian & dlm pemilihan alternatif yg tepat, setelah suatu evaluasi/penilaian mengenai efektifitasnya dlm mencapai tujuan yg dikehendaki pengambil keputusan

20 Lingkungan situasi keputusan: 1.Lingkungan Eksternal: - sosial - budaya - ekonomi - politik - alam - pembatasan-pembatasan suatu negara berupa “quota” 2.Lingkungan Internal; - mutu barang rendah - kurangnya promosi - pelayanan konsumen tdk memuaskan - sales/agen tdk bergairah

21 Decision Analysis Model yang membantu para manajer memperoleh pengertian dan pemahaman yang mendalam, tetapi mereka tidak dapat membuat keputusan.

22 Tujuan analisis keputusan (Decision Analysis): Mengidentifikasi apa yg harus dikerjakan, mengembangkan kriteria khusus untuk mencapai tujuan, mengevaluasi alternatif yg tersedia yg berhubungan dg kriteria & mengidentifikasi risiko yg melekat pd keputusan tsb.

23 Ruang Lingkup Manajerial Keterkaitan dengan Teori Ekonomi. Keterkaitan dengan Ilmu Keputusan. Keterkaitan dengan berbagai area fungsional dari administrasi bisnis.

24 Ruang Lingkup Manajerian dlm kuliah ini 1.Penerapan Teori Permintaan & Penawaran 2.Penerapan Teori Produksi dan Analisis Biaya 3.Penerapan Teori Perilaku Konsumen 4.Analisis Finansial & Ekonomi

25 BAB II Model-Model dan Teknik Pengambilan Keputusan

26 Keputusan selalu dihadapkan pada:  Certainty: Jika semua informasi yg diperlukan untuk membuat keputusan diketahui secara sempurna & tdk berubah  Risk: Jika informasi sempurna tidak tersedia, tetapi seluruh peristiwa yg akan terjadi besarta probabilitasnya diketahui  Uncertainty: Jika seluruh informasi yg mungkin terjadi diketahui, tetapi tanpa mengetahui probabilitasnya masing-masing Certainty Risk Uncertainty

27 Mengapa keputusan dianggap baik pd satu sisi dan dianggap buruk pd sisi yag lain?: Dua cara untuk melakukan penilaian: Pendekatan pragmatis  Melihat hasil yg dicapai, apakah sesuai dengan harapan dan keinginan. Jika keputusan tidak menguntungkan bagi pengambil keputusan (individual dan organisasi), maka keputusan itu dianggap kurang baik. Pendekatan prosedural  proses atau tata cara yang digunakan dalam mengambil keputusan.

28 Indikator tambahan untuk menilai: Mutu keputusan  kombinasi antara rasionalitas dan kreatifitas. Pertimbangan berbagai alternatif. Penggunaan informasi yang relevan, mutakhir, akurat dan valid. Pemanfaatan ekonomi dr segenap sumber daya (dana, tenaga, waktu, dll). Akseptabilitas keputusan  apakah bisa dijalankan atau tidak.

29 Beberapa model pengambilan keputusan: Model optimisasi  mempertimbangkan keterbatasan (kendala/constraint) yg ada tp diperoleh hasil yang terbaik. Model satisficing  boleh cukup puas dan bangga jika keputusan yg diambil membuahkan hasil yg memadai (realistis). Model mixed scanning  kombinasi pendekatan rasionalitas dan inkremental (pragmatis). Model heuristic  model rasionalitas.

30 Model optimisasi Mempertimbangkan keterbatasan yang ada untuk memperoleh hasil yang terbaik.  Maximin  Maximax  Melewatkan kesempatan tertentu  Probabilitas  Nilai materi yang diharapkan  manfaat

31 Model satisficing Para pengambil keputusan boleh cukup puas dan bangga apabila keputusan yang diambil membuahkan hasil yang memadai, asal persyaratan minimal tetap terpenuhi. Variasi dari model ini:  Ketentuan keputusan tunggal  “lakukan apa yg pernah dilakukan”.  Variasi eliminasi segi-segi tertentu  usaha pengkerucutan alternatif-alternatif.  Variasi inkrementalisme  membatasi diri pd pelaksanaan berbagai kegiatan yang mungkin dilaksanakan berdasarkan kemampuan yang ada.

32 Model mixed scanning Model ini untuk menghindari rasionalitas yang tinggi yang dituntut oleh model optimisasi atau pendekatan inkremental. Scanning  usaha mencari, mengumpulkan, memproses, menilai dan menimbang-nimbang informasi dalam kaitannya dengan menjatuhkan pilihan tertentu.

33 Model heuristic  model rasional Faktor-faktor internal yang terdapat dalam diri seorang pengambil keputusan lebih berpengaruh daripada faktor-faktor eksternal. Lebih didasarkan atas konsep- konsep yang dimilikinya.

34 Teknik-teknik pengambilan keputusan: Brainstorming  curah gagasan Synetics  pengembangan dr “curah gagasan” tp peserta diskusi mengemukakan gagasan-gagasan yg irasional bahkan emosional Consensus thinking  sepakat tentang hakikat, batasan dan dampak dr suatu situasi problematik. Delphi  pelibatan sekelompok ahli. Fish bowling  ide dasarnya adlh “tempat ikan hias yg biasanya terbuat dr kaca dan bentuknya lonjong. “hanya seseorg yg boleh berbicara tentang suatu gagasan (pembicara kunci). Didactic interaction  org-org yang terlibat dlm diskusi hanya menjawab “ya” dan “tidak”  pergantian posisi. Collective bargaining  “tawar-menawar gagasan”

35 Ringkasan Beberapa Teknik dalam pengambilan keputusan Situasi keputusanPemecahanTeknik Ada kepastian (Certainty) Deterministik- Linear Programming - Model Transportasi - Model Penugasan - Model Inventori - Model Antrian - Model “network” Ada risiko (Risk)Probabilistik- Model keputusan probabilistik - Model Inventori probabilistik - Model Antrian probabilistik Tdk ada kepastian (Uncertainty) Tak diketahuiAnalisis keputusan dlm keadaan ketidakpastian Ada konflik (Conflict) Tergantung tindakan lawanTeori permainan (game theory)

36 PENERAPAN TEORI PERMINTAAN & PENAWARAN Permintaan (demand/Q dx )  kuantitas barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen selama periode waktu tertentu berdasarkan kondisi-kondisi tertentu.

37 Determinant factor: Harga (P x ) Pendapatan konsumen (I) Harga barang-barang yang berkaitan (P r ) Ekspektasi konsumen (P e ) Selera konsumen (T) Konsumen potensial (N) Pengeluaran iklan (A) Atribut/feature dr produk (F) Faktor-faktor spesifik lain (X=0)

38 Q Dx = f (P x, I, P r, P e, T, N, A, F, 0)

39 Pengaruh perubahan dr setiap variabel thd permintaan barang atau jasa X:

40 Penawaran (supply)  kuantitas produk (barang dan/atau jasa) yang ditawarkan untuk dijual di pasar, yang secara umum sangat tergantung pada sejumlah besar variabel.

41 Determinant factor: Harga (P x ) Harga input (P i ) Harga produk lain (P r ) Teknologi (T) Ekspektasi produsen terkait dengan harga yg ditawarkan di masa datang (P e ) Jumlah perusahaan yang memproduksi produk sejenis (N f ) Faktor-faktor spesifik lain (O)

42 Q Sx = f (P x, P i, P r, P, P e, N f, O)


Download ppt "MK. PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL PITRI YANDRI"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google