Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RIWAYAT HIDUP NAMA : PROF. DR.H.M SIDIK PRIADANA. ALAMAT : JL RAJAMANTRI KULON 11, BANDUNG TEIEPHONE : 0 8 1 6 4 86 4211 E MAIL : yahoo.com.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RIWAYAT HIDUP NAMA : PROF. DR.H.M SIDIK PRIADANA. ALAMAT : JL RAJAMANTRI KULON 11, BANDUNG TEIEPHONE : 0 8 1 6 4 86 4211 E MAIL : yahoo.com."— Transcript presentasi:

1

2

3 RIWAYAT HIDUP NAMA : PROF. DR.H.M SIDIK PRIADANA. ALAMAT : JL RAJAMANTRI KULON 11, BANDUNG TEIEPHONE : E MAIL : yahoo.com WEB SITE : PEKERJAAN : 1. Tenaga Pengajar Program S1; S2; S3 Bidang Ekonomi dan manajemen. 2. Peneliti dan Pembicara dalam Rubrik Ekonomi pada Media Siaran, Media Cetak dan Seminar- seminar. 3. Ketua Harian Forum Rektor Simpul Jawa Barat dan Banten s/d Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengkajian Ekonomi (LP3E) KADIN JABAR sd Staff Ahli di beberapa Instansi Pemerintah dan Perusahaan Swasta. 6. Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. 7. Direktur Pascasarjana Program MM STIE Pasundan 2003 s/d Sekarang. 8. Direktur pascasarjana program Doktor Manajemen UNPAS 2006 s/d sekarang.

4 BAGIAN PERTAMA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN PROGRAM MM DAN SDM

5 Sasaran Pendidikan Lintas JenjangS1MMS2S3 1). Acquiring & understanding understanding basic basic knowledge knowledge 2). Developing interpersonal skills ( communicati on & negotiation skill) 3). Developing basic abilities (e.g. creativity) 1.Under- standing & standing & applying applying knowledge knowledge 2.Developing managerial managerial wisdom wisdom (judgments) (judgments) and skills and skills 3. acquiring more more specialized specialized skills skills 4. developing decision decision making and making and problem problem solving skills solving skills 1. Mastering knowledge knowledge 2. Developing research research skills skills 3. Developing teaching teaching capabilities capabilities 1. Developing knowledge knowledge 2. Enhanching research research competencies competencies

6 KOMPETENSI PROSES PEMBELAJARANKompetensi Proses Pembelajaran Knowledge & understanding (40%-60%) Intellectual skills (20%-40%) Managerial Skills(10%-40% Practical Skills (soft skills) (10%-40%) Meringkas, menjelaskan, menyebutkan, memberi contoh Membahas kasus dan diskusi kelompok Mengerjakan proyek dalam kelompok, studi lapangan Mengerjakan proyek dalam kelompok, Melakukan Kunjungan lapangan, Menggunakan teknologi (terbaru) dalam mengerjakan tugas akademik, pembuatan dan presentasi makalah, praktikum.

7 LATAR BELAKANG (1) Pergururan Tinggi merupakan tempat berlangsungnya Proses Belajar Mengajar dan Penyelenggaraan Fungsi dan Misi perguruan tinggi Visi dan Misi Perguruan Tinggi adalah menghasilkan Pendidikan Fungsional, serta menghasilkan Pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks) Untuk melaksanakan fungsi dan misi perguruan tinggi diperlukan kondisi yang mendukung, a.l : nyaman, tertib, bersih, serta etika kehidupan yang mengutamakan kebenaran dan kejujuran

8 LATAR BELAKANG (2) 1. Ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi ( Iptekin )merupakan unsur kemajuan Peradaban Manusia yang sangat penting. 2. Kemajuan Iptekin juga mendorong terjadinya globalisasi kehidupan manusia, karena manusia semakin mampu mengatasi dimensi tempat, jarak dan waktu dalam kehidupannya 3. Melalui kemajuan iptek, manusia dapat mendayagunakan kekayaan dan lingkungan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa untuk menunjang kesejahteraan dan meningkatkan kualitas kehidupannya

9 ALUR PIKIR : AKTUALISASI LINGKUNGAN KONTEKSTUAL PERGURUAN TINGGI KONDISI PERGURUAN TINGGI SAAT INI AKTUALISASI LINGKUNGAN KONTEKSTUAL PERGURUAN TINGGI KONDISI PERGURUAN TINGGI YANG DIHARAPKAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL TERCAPAI PANCASILA UUD 1945 WASANTARA RENSTRA PERATURAN PER-UU-AN LANDASAN YURIDIS GLOBAL, REGIONAL, NASIONAL LINGKUNGAN STRATEGIS: PELUANG dan KENDALA Umpan balik DAYA SAING DAN KEADILAN

10 PARADIGMA BARU PENDIDIKAN 1.Pendidikan ditujukan untuk membentuk masyarakat Indonesia baru yang demokratis; 2.Masyarakat demokratis memerlukan pendidikan yang dapat menumbuhkan individu dan masyarakat yang demokratis; 3.Pendidikan diarahkan untuk mengembangkan tingkah laku yang menjawab tantangan internal dan global; 4.Pendidikan harus mampu mengarahkan lahirnya suatu bangsa Indonesia yang bersatu serta demokratis; 5.Dalam menghadapi kehidupan global yang kompetitif dan inovatif, pendidikan harus mampu mengembangkan kemampuan berkompetisi di dalam rangka kerjasama; 6.Pendidikan harus mampu mengembangkan kebhinekaan menuju kepada terciptanya suatu masyarakat Indonesia yang bersatu di atas kekayaan kebhinekaan masyarakat, dan 7.Pendidikan harus mampu meng-Indonesiakan masyarakat Indonesia sehingga setiap insan Indonesia merasa bangga menjadi warga negara Indonesia.

11 Relevansi Suasana akad Pengelolaan inst Keberlanjutan Efisiensi Kepemimpinan Daya tampung Pemerataan

12 lima Pencapaian Utama Bidang Pendidikan 1. Pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional Indonesia sebagai modal utama pembangunan. 2. Pembangunan pendidikan berlandaskan pada nilai – nilai agama dan nilai-nilai luhur sosial dan budaya bangsa serta kompetensi keahlian. 3. Pelaksanaan Pembangunan Pendidikan Menjadi Tugas Utama dari Pemerintah serta Melibatkan Peranan Dunia Usaha dan Masyarakat secara optimal. 4. Keluaran Pembangunan Pendidikan dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia sebagai asset pembangunan dan Human Capital Invesment yang berdaya saing 5. Sumber Daya Manusia yang Bertanggung jawab,Kreatif dan Inovatif serta mampu melaksanakan percepatan pembangunan di segala bidang.

13 BAGIAN KEDUA PERMASALAHAN YANG DIHADAPI EKONOMI INDONESIA

14 INDONESIA KAYA DENGAN SEBUTAN,SEBAGAI : NEGERI KAYA RAYA ZAMRUD KATULISTIWA KOLAM SUSU TONGKAT DAN BATU JADI TANAMAN NENEK MOYANG SEORANG PELAUT INDONESIA NEGARA KAYA RAYA, SEBAGAI : 1. TERMASUK 10 BESAR NEGARA PENGHASIL SDA DI DUNIA 2. MEMILIKI JENIS FAUNA DAN FLORA 3. DAERAH STRATEGIS DI ANTARA 4 BENUA DAN 2 SAMUDERA 4. PASAR NOMOR 4 TERBESAR DUNIA (220 JUTA) 5. PANTAI TERPANJANG NOMOR 2 DI DUNIA 6. POTENSI PARIWISATA ALAM DAN BUDAYA TERKAYA DI DUNIA

15 Country USA Singapore Hong Kong Switzerland Australia China Taiwan Malaysia India Korea Thailand Philippines Venezuela Indonesia Source: International Institute for Management Development, World Competitiveness Yearbook, Daya saing Indonesia merosot dari tahun ke tahun

16

17 KATEGORI NEGARA DI DUNIA 1. NEGARA KAYA, MASYARAKATNYA KAYA USA,AUSTRALIA,CANADA, DLL. 2. NEGARA MISKIN, MASYARAKATNYA MISKIN UGANDA,ETOPIA,BANGLADES,DLL 3. NEGARA MISKIN, MASYARAKATNYA KAYA JEPANG,KOREA,SWISS,SINGAPURA,DLL. 4. NEGARA KAYA, MASYARAKATNYA MISKIN INDONESIA.NIGERIA, VENEZUELA 16

18 Infrastruktur Ketepatan waktu Biaya pengapalan Bom/ terorisme Memproses perijinan Kapasitas bisnis Pemasaran Upah minimum regional Stabilitas dan hankam Langkanya modal Kelangkaan bahan baku Kenaikan tarif BBM, listrik, dll Peraturan daerah Perijinan oleh pemerintah pusat Pungli % Pajak/ retribusi HAMBATAN YG DIRASAKAN PARA PELAKU BISNIS DI INDONESIA (% ) Sumber: Mudrajad Kuncoro, et al/ 2004

19 Kemudahan Keamanan Upeti Lain2 Pejabat Dishub Polisi Lalu Lintas Pejabat Pabean Pejabat Pemda Lain2 Takut Menjawab Pabrik Jalan Pelabuhan Laut Bandara Gudang Lain2 GREASE MONEY KEAMANAN,PUNGLI, UPETI, BIAYA EKSTRA Sumber: Survei Lapangan/ 2004

20 KEBERMASALAHAN PERDA BERDASARKAN KATEGORI

21 BAGIAN KETIGA PERMASALAHAN YANG MENGHAMBAT PENGEMBANGAN KUALITAS MANUSIA DAN DAYA SAING EKONOMI PADA ERA GLOBALISASI

22 Tantangan Globalisasi Globalisasi menimbulkan terjadinya Hyper Copetation, sehingga Globalisasi telah memunculkan dan mensyaratkan pasar baru, produk baru, mindset baru, kompetensi baru dan cara pikir bisnis baru yang berbasiskan pada strategic’s Lingkungan kompetitif global Perubahan terjadi sangat cepat Difusi kapabilitas secara meluas dan cepat Keseimbangan sumberdaya Para pesaing global baru (world class players) Peningkatan interdependensi di antara pasar lokal, nasional dan global Menghilangnya batas-batas pasar nasional” Kemunculan pasar non-tradisional Regionalisasi perdagangan Homogenisasi segmen pelanggan Lingkungan kompetitif global Perubahan terjadi sangat cepat Difusi kapabilitas secara meluas dan cepat Keseimbangan sumberdaya Para pesaing global baru (world class players) Peningkatan interdependensi di antara pasar lokal, nasional dan global Menghilangnya batas-batas pasar nasional” Kemunculan pasar non-tradisional Regionalisasi perdagangan Homogenisasi segmen pelanggan Pergeseran basis keunggulan kompetitif Dari : Pasar yang diproteksi dan diregulasi Monopoli dan oligopoli Economies of scale Akses ke sumber finansial Teknologi produk dan proses Kepada : Knowledge-based assets (intellectual capital), seperti : kreativitas, inovasi, pembelajaran organisasional, dan kapabilitas strategik Aturan main baru kompetisi global yang bersifat Hyper Competation Agenda: Pengembangan Human Capital Invesment dengan mind set, kompetensi, dan cara pikir global.

23 (Jumlah Negara yang disurvei tahun 2008 : 181 Negara) Peringkat Kemudahan Berbisnis World Bank Survey/IFC - Doing Business 2009

24 FDI INFLOW 2007 ( FDI INFLOW 2007 (World Investment Report 2008) Catatan: 1.Data berdasarkan Balance of Payment (BoP). 2.Menurut angka sementara Bank Indonesia tahun 2007 FDI Inflow untuk Indonesia sebesar US$ juta dan perkiraan tahun 2008 sebesar US$ juta. Developing Countries 29.03% Developed Countries 65.67% Others 5.30% Africa 9.38% Latin America 22.09% South, East, Southeast Asia 52.64% Others 15.89% TOTAL ALIRAN DANA DUNIA US $ MILYAR (2007) Others 9.90% Thailand 4.89% Malaysia 3.04% Indonesia 2.78% Singapura 12.13% Korea 2.48% India 8.46% Hongkong 21.50% China 34.82%

25 Persentase Jumlah Usaha (Total: 22,7 juta) Perbandingan Daya Serap Tenaga Kerja/Unit Usaha dan Persentase Jumlah Usaha 0,2 0,7 15,8 83, Besar Menengah Kecil Mikro Tenaga Kerja/ Unit Usaha (Total: 49,7 juta orang) 9,6% 5,9% 21,9% 62,5% Sumber: Diolah dari BPS, Sensus Ekonomi 2006 Dualisme Industri Indonesia Terus Berlanjut Usaha mikro dan kecil mendominasi dari sisi unit usaha (99,1%) dan penyerapan tenaga kerja (84,4%), dengan perbandingan 2 tenaga kerja per unit usaha untuk usaha mikro dan 3 tenaga kerja per unit usaha untuk usaha kecil. Sebaliknya industri besar dan menengah, yang jumlah unit usahanya hanya 0,9%, menyerap 15,5% tenaga kerja dengan perbandingan 19 tenaga kerja per unit usaha untuk usaha menengah, dan 108 tenaga kerja per unit usaha untuk usaha besar. Dualisme Industri Indonesia Terus Berlanjut Usaha mikro dan kecil mendominasi dari sisi unit usaha (99,1%) dan penyerapan tenaga kerja (84,4%), dengan perbandingan 2 tenaga kerja per unit usaha untuk usaha mikro dan 3 tenaga kerja per unit usaha untuk usaha kecil. Sebaliknya industri besar dan menengah, yang jumlah unit usahanya hanya 0,9%, menyerap 15,5% tenaga kerja dengan perbandingan 19 tenaga kerja per unit usaha untuk usaha menengah, dan 108 tenaga kerja per unit usaha untuk usaha besar.

26 LINGKUNGAN STRATEGIS EKSTERNAL KRISIS BERBAGAI BIDANG LINGKUNGAN STRATEGIS INTERNAL AGENDA POKOK PUSAT DAN DAERAH : VISI DAN MISI KEBIJAKSANAAN CORE BUSINESS KEPEMIMPINAN INEFISIENSI MORAL DAN KKN LINGKUNGAN EKONOMI SOSIAL BUDAYA POLITIK MENTAL BLOCK REFORMASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KOORDINASI DAN SINERGISITAS PEMBERDAYAAN STAKEHOLDERS KULTUR: KEPERCAYAAN (BELIEFS) HARAPAN (EXPECTATIONS) NILAI (VALUES) SILI ASIH, SILI ASAH, SILI ASUH SUMBERDAYA: SUMBERDAYA MANUSIA PERALATAN PENDANAAN SISTEM ORGANISASI KEARIFAN BUDAYA LOKAL TEKNOLOGI TEPAT GUNA GOOD GOVERNANCE CLEAN GOVERNMENT: AKUNTABILITAS PARTISIPASI MASYARAKAT PREDIKTIBILITAS KETERBUKAAN DESENTRALISASI INDEPENDENSI BIROKRASI PROFESIONALISME APARATUR: MORAL KOMPETENSI SKILL/ PENGALAMAN KNOWLEDGE PELAYANAN PENGELOLAAN PEMERINTAHAN: SISTEM KERJA TATA KERJA PROSEDUR KERJA PROGRAM KERJA BOTTOM UP-TOP DOWN PENDELEGASIAN/ REGENERASI KONSISTENSI GLOBALISASI DAN REGIONALISASI EKONOMI STRATEGI DALAM MENGATASI KRISIS

27 TERDAPAT 10 FAKTOR KUNCI YANG MENETUKAN TINGKAT DAYA SAING EKONOMI YANG RENDAH 1.Kebijakan ekonomi protektif yang menyebakan kurang inovatif dan harga mahal 2.Peran dan prestasi lembaga-lembaga ekonomi nasional yang di bawah standar 3.Perkembangan dan difusi teknologi yang berjalan lamban 4.Lemahnya penegakan hukum sehingga mudah terjadi KKN 5.Terbatasnya,rendahnya kualitas,dan mahalnya infrastruktur 6.Sifat dan struktur pasar kerja yang tidak fleksibel dan tidak dinamis serta resistensinya serikat pekerja. 7.Kompetensi SDM rendah terutama dalam teknologi informasi dan komunikasi 8.Rasio modal per tenaga kerja relatif rendah 9.Tingkat dan pertumbuhan produktivitas rendah (makro, mikro, partial dan total) 10.Otomi daerah yang mengakibatkan biaya mahal ( hight cost )

28 OPTIMALISASI DAYA SAING INDONESIA PEMERINTAH PUSAT  Insentif Regulasi (Revisi UU/ PP)  Disentralisasi,Kemudahan perijinan  Promosi,citra,keamanan  Infrastruktur,sarana pendukung  Pelayanan,kepastian hukum PEMERINTAH DAERAH  Tata kelola Prov/Kota/Kab.  Sinergisitas antar Pemda  Kemudahan dan insentif usaha  Promosi event dan kepastian  Prasarana dan fasilitas publik  Kualitas kelembagaan dan SDM DUNIA USAHA  Tata kelola perusahaan  Penyusunan Proyek bersama  Kualitas sarana prasarana usaha dan SDM  Promosi dan dukungan dana  Kerjasama Bisnis DN dan LN LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI MEDIA DAN MASYARAKAT  Kerjasama Riset & Pengembangan  Kondusivitas dan sinergisitas  Distribusi informasi dan teknologi  Dukungan promosi  Mencintai produksi dalam negeri SINERGISITAS OPTIMALISASI PEREKONOMIAN PUSAT DAN DAERAH RPJP VISI DAN MISI SINERGISITAS

29 ‘Kufur nikmat’ ‘Metamorphosis’ KEBANGKITAN DAN PERCEPATAN ‘Superteam’ ‘Kesadaran baru’ ‘Holistic’ ‘Egosentris’ ‘McWorld’ DAYA SAING BANGSA DAN DAYA SAING SDM DALAM ERA GLOBALISASI KNOWLADGE & SKILL, GOOD CORPORATE, NET WORKING, HCI, STRATEGICAL APPROACH, MAERKET ORIENTED

30 SEMOGA BERMANFAAT


Download ppt "RIWAYAT HIDUP NAMA : PROF. DR.H.M SIDIK PRIADANA. ALAMAT : JL RAJAMANTRI KULON 11, BANDUNG TEIEPHONE : 0 8 1 6 4 86 4211 E MAIL : yahoo.com."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google