Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pola Pikir Penyusunan TOR Master Plan E-Commerce Pola Pikir Penyusunan TOR Master Plan E-Commerce NUSANTARA-21 E-COMMERCE TRADITIONAL COMMERCE - Promosi,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pola Pikir Penyusunan TOR Master Plan E-Commerce Pola Pikir Penyusunan TOR Master Plan E-Commerce NUSANTARA-21 E-COMMERCE TRADITIONAL COMMERCE - Promosi,"— Transcript presentasi:

1

2

3 Pola Pikir Penyusunan TOR Master Plan E-Commerce Pola Pikir Penyusunan TOR Master Plan E-Commerce NUSANTARA-21 E-COMMERCE TRADITIONAL COMMERCE - Promosi, akses pasar - Menyulitkan perusahaan kecil - Paperwork - Manual - Biaya tinggi, lamban, birokratik - Kurang kompetitif - Rantai suplai tidak terintegrasi SUBYEK SUBYEK Pelaku ekonomi utama : Pelaku ekonomi utama : - BUMN - BUMN - Swasta - Swasta Pelaku ekonomi lainnya : Pelaku ekonomi lainnya : - Koperasi - Koperasi - Lembaga lain - Lembaga lain OBYEK OBYEK Pelaku ekonomi Pelaku ekonomi - BUMN - BUMN - Swasta - Swasta - Koperasi - Koperasi Industri Industri - Retail - Retail - Keuangan - Keuangan - Manufaktur - Manufaktur Infrastruktur Infrastruktur SDM SDM METODA METODA Analisa kebutuhan Analisa kebutuhan Analisa dampak /resiko: Analisa dampak /resiko: - Bisnis/usaha : proses, biaya - Bisnis/usaha : proses, biaya - Hukum/ pengaturan - Hukum/ pengaturan - Teknis - Teknis Analisa manfaat Analisa manfaat Perumusan strategi Perumusan strategi Perumusan program dan tahapan Perumusan program dan tahapan implementasi implementasi LINGKUNGAN LINGKUNGAN Teknologi : Teknologi : - Hardware - Hardware - Software - Software - Network - Network - Standard teknologi - Standard teknologi Bisnis/pasar : Bisnis/pasar : - Produk aplikasi/content : finansial - Produk aplikasi/content : finansial - Standarisasi : proses dan prosedur - Standarisasi : proses dan prosedur - Industri - Industri Hukum/pengaturan : Hukum/pengaturan : - Kode etik - Kode etik - Keamanan/privasi - Keamanan/privasi - Hak cipta - Hak cipta Peluang dan kendala Peluang dan kendala SASARAN Arsitektur E-Commerce Kebutuhan bisnis Kebutuhan bisnis Kebutuhan informasi Kebutuhan informasi Rancangan arsitektur Rancangan arsitektur aplikasi/content aplikasi/content Rancangan arsitektur teknologi Rancangan arsitektur teknologi Rancangan manajemen Rancangan manajemen dan organisasi dan organisasi VISI Akses aplikasi E-Commerce Akses aplikasi E-Commerce di setiap ibukota kabupaten di setiap ibukota kabupaten

4 Daftar Isi

5 JARINGAN DAN APLIKASI PERDAGANGAN SECARA ELEKTRONIS (E-COMMERCE) Maksud dan Tujuan : -Mengembangkan konsep jaringan dan aplikasi perdagangan secara elektronis dengan memanfaatkan jaringan Nusantara-21. -Membentuk kebijaksanaan danstrategi pembangunan jaringan aplikasi perdagangan elektronis di Indonesia. Ruang Lingkup : -Penyusunan konsep perencanaan dan disain arsitektur jaringan perdagangan elektronis dan strategi /programpengembangannya -Identifikasi kendala dan pemanfaatan peluang yang ada. Metoda Pendekatan : Metoda deduktif dan analisa deskriptif.

6 Kondisi Proses dan Mekanisme Usaha Perdagangan di Indonesia.  Mata rantai pemasok dan produsen  Mata rantai produsen dan konsumen  Mata rantai kegiatan ekspor-impor (perdagangan internasional)  Sistem dan prosedur

7 Peranan sektor perdagangan melibatkan sektor keuangan, transportasi dan telekomunikasi.

8 Permasalahan Strategis di Sektor Perdagangan Permasalahan Strategis :  Persaingan perdagangan antar negara  Percepatan teknologi  Prosedur dan birokrasi yang rumit  Waktu proses penyelesaian relatif lama  Biaya yang tinggi  Kualitas pelayanan  Promosi dan akses pasar masih terbatas Tiga Sumber Unggulan :  Harga bersaing  Mutu tinggi  Ketepatan waktu sampai ke pasar

9 Perkembangan Lingkungan Global E-Commerce “Third Wave” Transformasi bisnis akibat dampak perkembangan Teknologi

10 Tiga Fase Inovasi E-Commerce Adaptation : Penghematan biaya semata Expansion : Penghematan biaya yang besar dan peningkatan performansi Transformation : mempunyai nilai tambah baru

11 Bidang Aplikasi E-Commerce

12 Perkembangan Lingkungan bisnis/pasar (World-wide)

13 Perkembangan Jumlah Pengguna PC dan Internet (World Wide)

14 Pasar Potensial Melalui Telepon di Asia Pasifik

15 Segmen Geografis

16 Segmen Industri

17 Orientasi Penjualan-pelanggan Pasar Business to Consumer.

18 Orientasi Penjualan-pelanggan Pasar Business to Business.  EDI (Electronic Data Interchange) / E-Commerce  Manfaat :  Pengembalian investasi  Sumber-sumber pendapatan baru  Integrasi proses Continue

19 Lingkungan Pasar di Asia Pasifik Faktor Penunjang :  Hilangnya kendala jangkauan  Jumlah komputer dalam jaringan  Peningkatan kemampuan komputasi dan komunikasi  Meningkatnya investasi Tantangan :  Akses  Tingkat kemakmuran  Budaya/kebiasaan kerja

20 Kesiapan Teknologi dilingkungan Asia Pasifik Potensi negara terhadap perdagangan elektronis melalui telepon tergantung kepada : -tingkat penetrasi telepon yang tinggi -menggunakan teknologi digital.

21 Pasar Potensial Melalui PC dan TV di Asia Pasifik

22 Kesiapan Ekonomi di Asia Pasifik

23 Potensi Bisnis Terhadap Standar Produk Domestik Bruto (GDP) di Asia Pasifik

24 Jenis Informasi di Internet yang diminati

25 Perkembangan Internet di kawasan Asia

26 Perkembangan Teknologi & Infrastruktur  Inisiatif Infrastruktur Informasi Nasional  Tiga lapisan fungsional infrastruktur informasi:  Aplikasi  Jasa  Infrastruktur fisik  Empat aspek teknologi pemberdaya :  Bandwidth  Peralatan elektronika  Manipulasi reformasi  Sistem pembayaran On-Line

27 Teknologi Telekomunikasi Pendukung

28 Teknologi Baru dalam akses Internet

29 Peralatan akses Internet dimasa depan

30 Jenis Perangkat Pembayaran “On Line” yang aman

31 Inisiatif Pengembangan Infrastruktur Informasi Regional  Singapura: Intelligent Island  Taiwan: HiNet  Jepang: NII  Korea: Jaringan Infrastruktur Informasi Korea  Australia: Broadband Connectivity  Indonesia: Nusantara-21  Malaysia: MSC  Filipina: Smart Philippines  Thailand: IT2000  Cina: NII Projects  India: Program Reformasi Telekomunikasi & Multimedia  Selandia Baru: Pembentukan lingkungan yang mendukung investasi dan inovasi

32 Lingkungan Regulasi & Pengamanan  Kendala proteksi  Pemikiran ulang kerangka regulasi baru :  Keabsahan dokumen transaksi elektronis  Intellectual property (copyright)  Pengamanan (cryptography)  Dampak konvergensi C-C-C

33 Peluang dan Kendala Pemanfaaatan E-Commerce Empat (4) elemen visi E-Commerce : Pasar baru (new markets) Produk & pelayanan baru Proses-proses bisnis baru Extended enterprise

34 Perencanaan Proses Transformasi Perusahaan Kendala Pemanfaatan : -Bandwidth-Kendala Politik -Konfigurasi Jaringan-Kendala Hukum -Kendala-kendala dan Konsistensi-Kurangnya sensor -Keamanan-Kurangnya Minat/Persepsi Kegunaan -Harga Jasa dan Alat Akses Internet-Demografi -Aksesibilitas

35 Flow Informasi Perdagangan Elektronis ARSITEKTUR JARINGAN APLIKASI PERDAGANGAN ELEKTRONIS Bag. manufaktur Bag. Pengiriman Bag. Penjualan Bag. Keuangan PEDAGANG Komputer Bag. Penerimaan Pengadaan & penyimpanan Bag. Pembelian Bag. Keuangan Permintaan pengadaan PEMBELI Komputer Jaringan Aplikasi Perdagangan Elektronis

36 Sasaran: 1. Efisiensi Biaya 2. Efisiensi Siklus 3. Percepatan Respon ke pelanggan 4. Peningkatan Kualitas Pelayanan 1. Efisiensi Biaya 2. Efisiensi Siklus 3. Percepatan Respon ke pelanggan 4. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kategori: 1. Transaksi Perusahaan - Pelanggan 2. Transaksi Perusahaan - Perusahaan 3. Transaksi Pengumpulan Data 4. Transaksi Penyebaran Informasi 1. Transaksi Perusahaan - Pelanggan 2. Transaksi Perusahaan - Perusahaan 3. Transaksi Pengumpulan Data 4. Transaksi Penyebaran Informasi

37 Kerangka Kerja Aplikasi Aplikasi Perdagangan Elektronis Infrastruktur proses transaksi perdagangan umum Infrastruktur distribusi informasi- Pusat Akses Masyarakat Multimedia Nusantara Infrastruktur pembentukan isi/pengumpulan data multimedia - Kota Multimedia Infratruktur Jalan Raya Informasi - Adi Marga Kepulauan Aspek Hukum & Pengamanan Aspek standar teknologi

38 Pasar Tradisionil vs Elektronis  Kesulitan promosi dan akses pasar  Ketimpangan persaingan dagang  Paperwork  Ekonomi biaya tinggi dan birokratis  Prosedur manual  Pasar kurang kompetitif  Rantai Suplai tidak terintegrasi Pasar TradisionilPasar Elektronis  Akses pasar mudah  Penilaian independen  Negosiasi & penawaran standar  Kemudahan permintaan produk baru  Alur informasi yg transparan  Pelayanan pelanggan interaktif

39 Perdagangan elektronis dari visi pembeli : Penentuan sebelumpembelian Pembelanjaan Interaksi sesudah pembelian Perbandinga n dan pemilihan produk Proses negosiasi Penempatan pesanan Otorisasi pembayaran Penerimaan barang Pelayanan dan dukungan pelanggan Perencanaan & Penyiapan pesanan Perdagangan elektronis dari visi penjual : Interaksi sebelum penjualan Pembuatan produk/jasa Interaksi sesudah penjualan Perencanaa n & penyiapan pesanan Prakiraan biaya dan penetapan harga Penerimaa n pesanan Pemilihan pesanan dan prioritas Penjadw alan pesanan Pemenu han & pengiri man Penagihan & manajemen pembayaran Pelayanan & dukungan pelanggan

40 Kepabeanan Aplikasi EDI untuk pelabuhan Mempersingkat prosedur birokratis Keuangan Aplikasi transfer dana antar bank Otorisasi kartu kredit Masalah utama: pengamanan data Perdagangan retail EDI untuk quick-response-retailing Penurunan waktu siklus distribusi Manufaktur Just-in-time manufacturing Penurunan waktu penyimpanan Manajemen rantai suplai Integrasi mitra bisnis internal dan eksternal Pembentukan rantai suplai yang tidak terputus Jenis sub-sektor perdagangan dalam perdagangan elektronis :

41 Analisa Manfaat : Dari sisi pengguna Peningkatan pelayanan pelanggan Penurunan biaya penyimpanan Penurunan biaya pengadaan Dari sisi penyelenggara Pengembalian investasi Pengembangan perusahaan Dari sisi pembangunan nasional Peningkatan pendapatan nasional & daerah Pemerataan pendapatan & kemakmuran Peningkatan intelektual

42 Analisa Dampak : Biaya - biaya SDM Pelatihan Perangkat lunak aplikasi Biaya intangible Analisa Resiko : Resiko transformasi fungsi dari perdagangan tradisionil ke elektronis Business process Pola pikir pengguna jasa Standar baru Kode etik/Hak cipta

43 Infrastruktur : Pusat Akses Multimedia Nusantara Kota Multimedia Adi Marga Kepulauan Pusat perdagangan : P.Jawa: Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Semarang P.Sumatera: Palembang, Jambi, Padang, Pekanbaru, Bengkulu, Medan, Aceh, Lampung P.Kalimantan: Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya P.Sulawesi: Palu, Manado, Ujung Pandang, Kendari P. Bali, TimTim, Nusa Tenggara: Mataram, Denpasar, Dili, Kupang Kep. maluku dan Irian Jaya: Ambon, Jayapura Nusantara-21 Aplikasi perdagangan umum Penyebaran Informasi Publikasi & pembentukan isi Jalan Raya Informasi E-Commerce Ring-of-rings

44 Karakteristik Konsumen : Pedesaan/Pertanian : Penjualan hasil pertanian/laut atau hasil utama daerah Pembelian sembilan bahan pokok Perkotaan : Heterogen Mencakup hampir semua jenis barang Industri : Jalur distribusi hasil industri Suplai bahan mentah Perdagangan : Menyerupai pola daerah perkotaan Distribusi menyebar

45 Aksesabilitas Pelayanan : Pola dan karakteristik konsumsi Tingkat kontribusi daerah Pola penyebaran penduduk Tingkat kepadatan penduduk Sarana perdagangan elektronis Warung E-Commerce Akses satelit

46 Arsitektur jaringan Aplikasi berdasarkan kategori Infrastruktur proses transaksi perdagangan umum  Transaksi perusahaan - pelanggan : Aplikasi: home shopping, home banking Antarmuka: penyandian, otorisasi, browser Konfigurasi jaringan: Internet, VRS

47 Infrastruktur proses transaksi perdagangan umum Transaksi perusahaan - perusahaan : Aplikasi: purchase order, confirmation notice, shipping receipt, inter-opr billing Antarmuka: EDI translator, EDI generator, data transfer platform Konfigurasi jaringan: VAN, EDI over Internet Standar: UN-EDIFACT, ANSI X-12

48 Infrastruktur proses transaksi perdagangan umum Transaksi perusahaan - perusahaan : Infrastruktur jaringan

49 Infrastruktur distribusi informasi Aplikasi: Iklan interaktif, TV order, direct marketing via Antarmuka: , web-page, newsgroup, bulettin board Konfigurasi jaringan:

50 Infrastruktur pembentukan isi/pengumpulan data : kota-kota multimedia Aplikasi: riset pasar, point of sales, supply record, yellow pages, white pages Antarmuka: barcode scanner, interactive catalog, workflow, product customization Konfigurasi jaringan: LAN, WAN, internet, PSTN

51 Arsitektur Jaringan Aplikasi berdasarkan sub-sektor industri : Sub-sektor perdagangan/retail Sub-sektor industri/manufaktur Sub-sektor keuangan/pembayaran

52 Arsitektur Jaringan Aplikasi berdasarkan fungsi/proses :

53 Arsitektur Jaringan Aplikasi berdasarkan sarana transformasi info dan sarana akses 1. Melalui jaringan publik (PSTN) 2. Melalui jaringan penyiaran informasi 3. Melalui jaringan nilai tambah 4. Melalui jaringan LAN Internal

54 Rancangan Teknologi Jaringan : a.Akses Jaringan: Cable TV set-top-box Computer based telephony Digital switch, router, hub b.Akses Lokal: Telecom-based Cable TV based Wireless Commercial on-line (VAN) c.Distribusi Informasi Global: Kabel laut Satelit

55 Jaringan Nilai Tambah EDI

56 a.Akses Jaringan: Cable TV set-top-box Computer based telephony Digital switch, router, hub b.Akses Lokal: Telecom-based Cable TV based Wireless Commercial on-line (VAN) c.Distribusi Informasi Global: Kabel laut Satelit Rancangan Teknologi Jaringan:

57 Pertimbangan-pertimbangan: Kecenderungan masa depan: berbasiskan televisi Interaksi sosial masyarakat Harga terjangkau Kemudahan penggunaan Aspek pengemasan dan distribusi produk Riset pasar a.Aplikasi Komersial untuk Internal Perusahaan: Utilisasi teknologi untuk: Peningkatan kualitas koordinasi Pemecahan masalah Peningkatan kualitas pelayanan Peningkatan kualitas interaksi dengan rekanan Faktor lainnya: Desakan pemegang saham Kompetisi Penurunan biaya Prioritas proyek Perkembangan teknologi Rancangan Teknologi Sistem & Aplikasi:

58 b.Perdagangan elektronis dalam industri retail: Keinginan pelanggan: Harga beli lebih murah Kualitas produk lebih tinggi Alternatif pilihan produk Kebijakan perusahaan retail: Pengurangan profit margin Percepatan siklus produksi Pengurangan biaya administrasi Selektif dalam pembelian bahan Memaksimalkan penggunaan teknologi Pengurangan biaya gudang Rancangan Teknologi Sistem & Aplikasi:

59 c. Manajemen rantai suplai: Supplier Management Inventory Management Distribution Management Channel Management Payment Management Financial Management Sales Force Management Rancangan Teknologi Sistem & Aplikasi:

60 Platform Sistem Operasi Sisi penyedia jasa: UNIX Windows NT Sisi pengguna jasa: DOS, Windows’95, Windows 3.11, Mac OS Platform Aplikasi untuk mengakses jaringan perdagangan elektronis EDI translator/generator Web browser Fasilitas transfer data: UUCP, FTP, dll. Rancangan Teknologi Sistem & Aplikasi:

61 Teknologi pengamanan data Teknologi penyandian data/encryption Teknologi pengamanan dan privasi data: public key, private key Fungsi Pengamanan Anti Virus Kontrol akses Administrasi Otentifikasi Otorisasi Privasi Integritas informasi Sertifikasi Rancangan Standarisasi Teknologi:

62 Rancangan Infrastruktur Teknologi: Jaringan EDI TRANS/GEN TRANSFER DATA WIRELINE BROADCAST WIRELESS VANSINTERNET D O S WINDOWS M A C WEB BROWSEREDI TRANSLATOR UNIX WIN NT Propie- tary System Aplikasi Physical Virtual (Logical) Aplikasi System Server Client UNIX/NT UNEDIFA CT ANSI ASYNCH/ TCP/IP INTERNET/ VANS BEBAS Propie- tary System STANDARISASI

63 Pelaku Utama Kunci Sukses Fokus pada bisnis Kemampuan beradaptasi Keterpaduan organisasi Budaya enterpreneur Komitmen terhadap integritas Keterlibatan pemimpin puncak Rancangan Manajemen dan Organisasi:

64 Peranan Utama Idea Generating: Perusahaan swasta perdagangan nasional, BUMN, KADIN Enterpreneuring & Championing: Perusahaan swasta bidang telematika, perdagangan dan industri, Depperindag Project Leading: Tenaga ahli dari negara maju, konsultan Gate Keeping: Institusi pendidikan, KADIN, Konsultan manajemen dan teknologi informasi Sponsoring / Coaching: Depperindag, Depparpostel, Tim Koordinasi Telematika Rancangan Manajemen dan Organisasi:

65 Kompetensi SDM Tenaga Ahli Keuangan Tenaga Ahli Komunikasi Data Tenaga Ahli Telekomunikasi Tenaga Ahli Bisnis Tenaga Ahli Hukum Rancangan Manajemen dan Organisasi:

66 Tahun Aplikasi EDI pelabuhan/bea-cukai/ekspor-impor Aplikasi EDI perdagangan retail Tahun Penggunaan Web-site untuk informasi produk Penggunaan homepage interaktif untuk pemesanan barang/jasa Perluasan aplikasi komunikasi data perbankan Perluasan fungsi aplikasi penyebaran informasi dan pengumpulan data Tahun Peningkatan jumlah pengguna dan penyedia jasa Peningkatan jumlah dan perluasan lokasi titik-titik layanan umum Perluasan cakupan Sosialiasi: transaksi biasa dilakukan dari rumah Visi Implementasi:

67 Visi Implementasi a. EDI pelayanan umum/transportasi b. EDI perdagangan eceran dan industri/ manufaktur a.Iklan web-site b.Homepage interaktif c.Aplikasi pembayaran d.Voice riched community a. Jumlah pengguna / penyedia jasa b. Jumlah titik layanan umum c. Pemerataan layanan Ring of Rings JAKARTA SURABAYA YOGYAKARTA BANDUNG SEMARANG PALEMBANG JAMBI PADANG PEKANBARU BENGKULU MEDAN ACEH LAMPUNG SAMARINDA BANJARMASIN PONTIANAK PALANGKARAYA PALU MANADO UJUNG PANDANG KENDARI AMBON JAYAPURA MATARAM DENPASAR DILI KUPANG Legenda = NODE

68 Kebijaksanaan Pembangunan Jaringan Aplikasi  Pembangunan jaringan harus dilakukan secara terencana dan bertahap.  Pembangunan jaringan harus senantiasa dilaksanakan berdasarkan konsep kesisteman jaringan. Kaidah-kaidah yang diperlukan. Aspek bisnis/pasar : akseptabilitas, adaptibilitas, usahabilitas, aksesabilitas. Aspek pengaturan/hukum : Simplisitas, fleksibilitas, standarisasi Aspek teknologi : skalabilitas, mudah, aplikatif komersial

69 Rencana Strategis Jangka Pendek, Menengah dan Panjang. Jangka Pendek : Aspek Pasar :.transaksi antar perusahaan.“killer application”.konsentrasi pada sentra perdagangan.penempatan kios-kios akses didaerah perdagangan.“market driver apllication” yang didorong oleh regulasi Aspek Teknologi:.penggunaan EDI dan mengarah ke teknologi Internet.teknologi Cryptography untuk pengamanan transaksi Aspek Regulasi :.memerlukan perjanjian (trading partner agreement) dan standar yang baku

70 Rencana Strategis Jangka Pendek, Menengah dan Panjang. Jangka Menengah : Aspek Pasar :.“business to consumer transaction”.skala perusahaan menengah kebawah.areal sentra-sentra perdagangan dan daerah baru.kios-kios akses dengan aplikasi generik “small medium”.kebutuhan teknologi dari pasar Aspek Teknologi:.teknologi penyediaan content Internet (wireless).teknologi sekuriti menggunakan crytography Aspek Regulasi :.standarisasi mekanisme dan format serta privacy

71 Rencana Strategis Jangka Pendek, Menengah dan Panjang. Jangka Panjang : Aspek Pasar :.lingkup perusahaan & perusahaan, perusahaan & konsumen.cakupan layanan lebih luas dan media yang beragam.berdasarkan kebutuhan spesifik transaksi.areal sentra-sentra perdagangan dan daerah baru.akses hingga ke daerah-daerah terpencil Aspek Teknologi:.sejalan dengan konvergensi teknologi multimedia.wireless Internet Aspek Regulasi :.standar-standar baru untuk penggunaan teknologi multimedia

72 Program Pembangunan dan Pentahapan Implementasi Tahap Pertama. Pemenuhan kebutuhan transaksi/simpul akses jaringan Faktor Kritis :  Kebutuhan SDM yang kompeten dibidang telematika  Sosialisasi teknologi tepat guna  Peningkatan produktivitas  Jangkauan infrastruktur yang masih terbatas  Perubahan proses bisnis ‘streamlining’ Program pembangunan : Intensifikasi pendidikan bidang telematika Pengerahan dana untuk pengembangan proyek dari swasta Orientasi aplikasi pada pelayanan umum dan transportasi Penetapan pilot project disalah satu kota multimedia Intensifikasi pengembangan jaringan infrastruktur dan keamanan

73 Program Pembangunan dan Pentahapan Implementasi Tahap Kedua Penekanan pada keseimbangan antara pemenuhan densitas transaksi dan aksesabilitas jaringan Faktor Kritis :  Kebutuhan SDM bidang manajerial dalam industri perdagangan  Upaya rekayasa proses bisnis  Taraf pemahaman potensi pengguna didaerah baru Program Pembangunan : Orientasi penmbangunan SDM dan pertukaran para ahli Pengerahan dana dengan partisipasi swasta Orientasi aplikasi industri manufaktur dan keuangan Pembentukan laboratorium bisnis untuk kota Multimedia Intensifikasi jaringan infrastruktur Internet dan alternatifnya

74 Program Pembangunan dan Pentahapan Implementasi Tahap Ketiga Orientasi pembangunan diutamakan untuk pemenuhan aksesabilitas kedalam infrastruktur jaringan. Faktor Kritis :  Keahlian SDM ditingkat operasional dan pelayanan  Penciptaan peluang bisnis baru  Ekstensifikasi sosialisasi penggunaan jaringan di Indonesia Program Pembangunan : Orientasi pembangunan SDM dan pertukaran para ahli Pengerahan dana dengan partisipasi swasta Orientasi aplikasi industri manufaktur dan keuangan Pembentukan laboratorium bisnis untuk kota Multimedia Intensifikasi jaringan infrastruktur Internet dan alternatifnya

75 Rencana Implementasi

76 Tolok Ukur Keberhasilan Implementasi 1. Dari sisi pandang pengguna:  Peningkatan kualitas pelayanan  Penghematan biaya  Peningkatan hasil 2. Dari sisi pandang penyedia/pengelola jaringan:  Peningkatan jumlah pengguna dan efek sebar aplikasi  Utilisasi pemanfaatan jaringan

77 Proyek Percontohan National Trade Point Trade Point : Penyediaan layanan perdagangan satu atap Fasilitas-fasilitas layananyang dibuthkan : a. Pusat fasilitas perdagangan b. Sistem Informasi perdagangan c. Sentral gerbang jaringan global Tahap Pertama : National Trade Point untuk wilayah Jakarta (Jakarta Trade Point)

78 Kesimpulan

79 Kesimpulan..

80


Download ppt "Pola Pikir Penyusunan TOR Master Plan E-Commerce Pola Pikir Penyusunan TOR Master Plan E-Commerce NUSANTARA-21 E-COMMERCE TRADITIONAL COMMERCE - Promosi,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google