Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SHORT VITAE Lahir di Cirebon, Jawa Barat Lahir di Cirebon, Jawa Barat Lulus Dokter dari UNIVERSITAS INDONESIA Lulus Dokter dari UNIVERSITAS INDONESIA Lulus.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SHORT VITAE Lahir di Cirebon, Jawa Barat Lahir di Cirebon, Jawa Barat Lulus Dokter dari UNIVERSITAS INDONESIA Lulus Dokter dari UNIVERSITAS INDONESIA Lulus."— Transcript presentasi:

1 SHORT VITAE Lahir di Cirebon, Jawa Barat Lahir di Cirebon, Jawa Barat Lulus Dokter dari UNIVERSITAS INDONESIA Lulus Dokter dari UNIVERSITAS INDONESIA Lulus Master of Public Health: HARVARD-USA Lulus Master of Public Health: HARVARD-USA Lulus Doctor of Science: JOHNS HOPKINS-USA Lulus Doctor of Science: JOHNS HOPKINS-USA Mengikuti Post Doc: UNIV of MICHIGAN-USA Mengikuti Post Doc: UNIV of MICHIGAN-USA Kesibukan sekarang: Kesibukan sekarang: Indonesian Public Health Assoc, President Indonesian Public Health Assoc, President Dept of Health Policy & Administration, Univ of Indonesia, Chairman Dept of Health Policy & Administration, Univ of Indonesia, Chairman Ctr for Health Administration & Policy Studies, Univ of Indonesia, Director Ctr for Health Administration & Policy Studies, Univ of Indonesia, Director Global Fund Round-8 TB di FKMUI, Director Global Fund Round-8 TB di FKMUI, Director Tim Roadmap Kesehatan Depkes, anggota Tim Roadmap Kesehatan Depkes, anggota

2

3 UU KES NO36/2009 UU RS NO44/2009 PP NO38/2007 : Pembagian Kewenangan Pusat-Daerah PP 19/2010: Peran Propinsi INPRES NO1/2010: Akselerasi Pembangunan GOOD- GOVERNANCE UNTUK PERCEPATAN PENCAPAIAN VISI-MISI KESEHATAN INPRES NO2/2010: Akselerasi MDG RENSTRA SEKTOR KES REFORMASI KESEHATAN ROADMAP KESEHATAN SISTEM KES NASIONAL

4 UU KES NO36/2009 UU RS NO44/2009 PP NO38/2007 : Pembagian Kewenangan Pusat-Daerah PP 19/2010: Peran Propinsi INPRES NO1/2010: Akselerasi Pembangunan GOOD- GOVERNANCE UNTUK PERCEPATAN PENCAPAIAN VISI-MISI KESEHATAN INPRES NO2/2010: Akselerasi MDG RENSTRA SEKTOR KES REFORMASI KESEHATAN ROADMAP KESEHATAN SISTEM KES NASIONAL M ILLENNIUM DEVELOPMENT GOAL-2015

5 5

6

7 7

8 GOAL 1 : MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN Target 1a : Proporsi penduduk dengan pendapatan di bawah 1 dollar per hari Status : tercapai ( Achieved ) Target 1c : Menurunkan prevalensi kekurangan gizi pada balita Status : tercapai ( Achieved ) GOAL 2 : MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA Target 2a : Menjamin pada 2015 semua anak perempuan, laki-laki maupun perempuan dapat menyelesaikan pendidikan dasar Status : akan tercapai ( on track ) GOAL 3 : MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Target 3a: menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan tahun 2005, dan di semua jenjang sebelum 2015 Status : akan tercapai ( on track )

9 GOAL 4 : MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK Target 4a : Mengurangi 2/3 angka kematian balita dalam kurun waktu 1990 dan 2015 Status : akan tercapai ( on track ) GOAL 5 : MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 5a : Mengurangi ¾ angka kematian ibu (AKI) dalam kurun waktu 1990 dan 2015 Status : terjadi penurunan AKI yang signifikan tetapi perlu upaya keras untuk mencapai target Target 5b : akses terhadap kesehatan reproduksi Status : akan tercapai ( achieved ) 9

10 GOAL 6 : MENGENDALIKAN HIV DAN AIDS, MALARIA DAN PENYAKIT MENULAR LAINNYA (TB) Target 6a : Mengendalikan penyebaran HIV dan AIDS dan mulai menurun kasus baru pada tahun 2015 Status : diperkirakan tidak tercapai dan diperlukan upaya keras untuk menurunkan status HIV pada tahun Target 6c : Mengendalikan penyakit malaria dan mulai menurunnya kasus malaria dan penyakit menular lainnya (TB) tahun 2015 Status 1 : pengendalian malaria akan tercapai ( on track ) Status 2 : penemuan dan penyembuhan TB tercapai ( achieved ) GOAL 7 : MENJAMIN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP Target 7a : Menurunkan hingga separuhnya proporsi rumah tangga tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015 Status 1 : sanitasi layak akan tercapai ( on track ) Status 2 : air minum layak akan tercapai ( on track ) 10

11 IndikatorTargetPencapaianKeterangan Target 1c: Mengurangi ½ dari proporsi penduduk yang menderita kelaparan dalam kurun waktu Prevalensi kekurangan gizi pada balita 18,5% 18,4% (Riskesdas, 2007)‏ Baseline : 31,0% (1989) Tercapai (achieved)‏ 11

12 Prevalensi Balita Kekurangan Gizi Per Provinsi (2007)‏ 12 Sumber : Riskesdas, 2007

13 13 IndikatorTargetPencapaianKeterangan Target 4a: Mengurangi 2/3 angka kematian balita dalam kurun waktu 1990 dan 2015 Angka Kematian Bayi (AKB) per kelahiran hidup 2334 (SDKI, 2007)‏ Akan tercapai (on track)‏ Angka Kematian Balita (AKBA) per kelahiran hidup 3244 (SKDI, 2007) Akan tercapai (on track)‏ Angka kematian neonatal (per kelahiran hidup)‏ Menurun19 (SDKI, 2007)‏ Akan tercapai (on track)‏ Proporsi anak-anak berusia 1 tahun diimunisasi campak Meningkat67,0% (SDKI, 2007)‏ Akan tercapai (on track)‏ Proporsi anak usia bulan yang telah diimunisasi campak Meningkat76.4% (SDKI, 2007)‏ Akan tercapai (on track)‏ GOAL 4 : MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK 13

14 Angka Kematian Bayi dan Balita per Provinsi Tahun 2007 Nasional AKB : 34 AKBA : 44 AKB : Sumatera : Jawa-Bali : Nusa Tenggara: Kalimantan : Sulawesi : Maluku : Papua : AKBA : Sumatera : Jawa-Bali : Nusa Tenggara: Kalimantan : Sulawesi : Maluku : Papua : ANGKA KEMATIAN BAYI ANGKA KEMATIAN BALITA

15 IndikatorTargetPencapaianKeterangan Target 5a : Mengurangi ¾ AKI dalam kurun waktu 1990 dan 2015 AKI per kelahiran hidup (SDKI, 2007)‏ Baseline : 390 (SDKI,1991)‏ Terjadi penurunan AKI yang signifikan (dari 307 pada tahun 2002 menjadi 228 per KH pada tahun 2007), tetapi perlu upaya keras untuk mencapai target Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih (%)‏ Meningkat (Target RPJMN 2014 sebesar 90%) 74,87 % (Susenas, 2008)‏ Baseline : 38,5% (Susenas, 1992)‏ Meningkat namun memerlukan perhatian khusus (need special attention) melalui penyediaan tenaga kesehatan strategis GOAL 5 : MENINGKATKAN KESEHATAN IBU

16 Sumber : SDKI

17 Sumber : Susenas 2008 Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Per Provinsi Tahun 2008

18 IndikatorTargetPencapaia n Keterangan Target 5b: Meningkatkan akses terhadap kesehatan reproduksi Tingkat pemakaian kontrasepsi/ contraceptive prevalence rate (CPR) cara modern Meningkat (Target RPJMN 2014 sebesar 65%)‏ 57,4% (2007)‏ Baseline : 47,1% (SDKI, 1991)‏ Akan tercapai (on track)‏ Tingkat kelahiran pada remaja (per 1000 perempuan usia tahun )‏ Menurun (Target RPJMN 2014 sebesar 30/1000 perempuan)‏ 35 (2007)‏ Baseline : 67% (SDKI, 2007)‏ Akan tercapai (on track)‏ Unmet need KB Menurun (Target RPJMN 2014 sebesar 5%)‏ 9,1% (2007)‏ Baseline : 12,7% (SDKI, 1991)‏ Memerlukan perhatian khusus (need special attention) melalui peningkatan advokasi, KIE dan kualitas pelayanan KB serta perkuatan kelembagaan daerah GOAL 5 : MENINGKATKAN KESEHATAN IBU

19 Sumber : SDKI, 2007

20 20 Sumber : SDKI, 2007

21 IndikatorTargetPencapaianKeterangan Target 6a: Mengendalikan penyebaran HIV dan AIDS dan mulai menurunkan kasus baru pada tahun Prevalensi HIV dan AIDSMengendalikan penyebaran HIV dan AIDS 0,2% (2009)‏ Diperkirakan tidak tercapai dan diperlukan upaya keras untuk menurunkan status HIV pada tahun Memerlukan perhatian khusus ( need special attention ) melalui peningkatan advokasi, KIE dan kualitas pelayanan kesehatan Penggunaan kondom pada hubungan seks berisiko tinggi Meningkat P = 10,3% L = 18,4% Persentase remaja usia tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif mengenai HIV dan AIDS Meningkat Perempuan (9,5%)‏ Laki-laki (14,7%)‏ (SDKI, 2007)‏

22 Sumber: Laporan Program Kemenkes, 2009 Prevalensi Jumlah Kasus

23 Jumlah Kasus HIV per Provinsi Tahun 2008 Sumber : Kemenkes, 2008

24 Kasus AIDS Tahun 1987 s.d Des 2009 Sumber : Kemenkes, 2009

25 Jumlah Kasus AIDS per Provinsi Tahun 2009 Sumber : Kemenkes, 2009

26 IndikatorTargetPencapaianKeterangan Target 6c: Mengendalikan penyakit malaria dan mulai menurunnya kasus malaria dan penyakit lainnya (TB) tahun Prevalensi Malaria (per penduduk). Mengendalikan penyebaran malaria 2,83% (2008)‏ Akan tercapai (on track) melalui upaya khusus pada penguatan surveilans, pengendalian faktor risiko, dan tatalaksana kasus Prevalensi malaria di Jawa dan Bali (per penduduk). Mengendalikan penyebaran malaria 0,17 (2008)‏ Prevalensi Malaria di luar Jawa-Bali (per penduduk). Mengendalikan penyebaran malaria 18,6 (2008)‏

27 Prevalensi Annual Parasite Index (API) Malaria Per Provinsi Tahun 2008 Sumber : Laporan Program Kemenkes, 2008

28 IndikatorTargetPencapaianKeterangan Target 6c: Mengendalikan penyakit malaria dan mulai menurunnya kasus malaria dan penyakit lainnya (TB) tahun Prevalensi Tuberculosis (per penduduk). Mengendalikan penyebaran kasus TB 253 (2008)‏ Akan tercapai (on track)‏ Proporsi kasus TB yang ditemukan melalui DOTS. 70%73% (2008)‏ Tercapai Proporsi kasus TB yang disembuhkan melalui DOTS. 85%91% (2008)‏ Tercapai

29 Angka Penemuan Kasus Baru TB Paru BTA Positif, Angka Kesembuhan Kasus Baru TB Paru BTA, Sumber : Profil TB Kemenkes, 2009

30 30 Sumber : Profil TB Kemenkes, 2009 Keterangan: Dibawah target (< 70) Diatas target (> 70)

31 31 Sumber : Profil TB Kemenkes, 2009 Keterangan: Diatas target (> 85) Dibawah target (< 85)

32 IndikatorTargetPencapaianKeterangan Target 7a: Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program nasional serta mengurangi sumber-sumber kerusakan lingkungan Rasio luas kawasan tertutup pepohonan berdasarkan luas kawasan hutan Meningkat52.43% (2008)Akan tercapai (on track)‏ Emisi Karbondioksida (CO2) Menurun minimal 26% pada tahun 2020 Akan tercapai (on track)‏

33 Grafik laju deforestasi di Indonesia kurun waktu Sumber : Kementerian Kehutanan, 2007

34 Skenario Reduksi Emisi CO2 sebesar 26% dari Business as usual (BAU) Tahun

35 IndikatorTargetPencapaianKeterangan Target 7c: Menurunkan hingga separuhnya proporsi rumah tangga tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada Proporsi penduduk dengan air minum layak Kota : 57,5 % Desa : 61,6% Total : 60,3% 49,79% 45,65% 47,63% (BPS, 2009) Akan tercapai (on track)‏ Proporsi penduduk dengan akses sanitasi dasar 62,4%51,02% (BPS, 2009) Akan tercapai (on track)‏

36 Tren Akses Terhadap Air Minum Layak, Sumber: Susenas berbagai tahun

37 Akses Terhadap Air Minum Layak Berdasarkan Provinsi, 2009 Sumber: Susenas KOR 2009

38 Tren Akses Terhadap Sanitasi Layak, Sumber: Susenas berbagai tahun Keterangan: *) sendiri/bersama dan tangki septik tanpa klasifikasi jenis kloset/jamban **) data tidak mendukung

39 Akses Terhadap Sanitasi Layak Berdasarkan Provinsi, 2009 Sumber: Susenas KOR 2009

40 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PERCEPATAN PENCAPAIAN TARGET MDGs DALAM RPJMN

41 Strategi Percepatan Pencapaian Target MDGs Goal 1: Penurunan Prevalensi Kekurangan Gizi Pada Balita (1)‏ 1.Asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) dan zat gizi mikro (kapsul Vitamin A, zat besi (Fe), garam beryodium, dan zat gizi mikro lainnya) untuk memenuhi angka kecukupan gizi; 2.Survailans pangan dan gizi; 3.Pengetahuan masyarakat tentang pola hidup sehat dan penerapan gizi seimbang; 4.Pemberian ASI eksklusif sampai enam bulan; 5.Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai dari bayi usia 6−24 bulan dan makanan bagi ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK); 6.Pemantauan pertumbuhan bayi dengan prioritas usia dua tahun pertama;

42 Strategi Percepatan Pencapaian Target MDGs Goal 1: Penurunan Prevalensi Kekurangan Gizi Pada Balita (2)‏ 7. Kegiatan gizi berbasis masyarakat melalui posyandu dan keluarga sadar gizi; 8. Fortifikasi; 9. Pemberian makanan pemulihan balita gizi- kurang; 10. Penanggulangan gizi darurat; 11. Tatalaksana penanganan gizi buruk anak balita (0−59 bulan); dan 12. Peningkatan jumlah, kualitas, dan penyebaran tenaga gizi.

43 Strategi Percepatan Pencapaian Target MDGs Strategi Percepatan Pencapaian Target MDGs Goal 4-AKB & Goal 5-AKI (1)‏ 1.Peningkatan pelayanan continuum care kesehatan ibu dan anak; 2.Penyediaan sarana kesehatan yang mampu melaksanakan Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi Dasar (PONED)dan Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK); 3.Peningkatan pertolongan persalinan oleh tenaga terlatih; 4.Peningkatan cakupan kunjungan ibu hamil (K1 dan K4); 5.Peningkatan cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani; 6.Peningkatan cakupan penanganan komplikasi kebidanan pelayanan nifas; 7.Peningkatan cakupan peserta KB aktif yang dilayani sektor pemerintah; 8.Pemberian makanan pemulihan pada ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK).

44 Strategi Percepatan Pencapaian Target MDGs Strategi Percepatan Pencapaian Target MDGs Goal 4-AKB & Goal 5-AKI (2)‏ 9.Peningkatan cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani; 10.Peningkatan cakupan kunjungan bayi; 11.Peningkatan cakupan imunisasi tepat waktu pada bayi dan balita; 12.Perbaikan kesehatan dan gizi ibu hamil; 13.Pemberian ASI eksklusif sampai enam bulan; 14.Peningkatan peran posyandu dalam rangka peningkatan kesehatan anak; 15.Penyediaan tenaga pelayanan kesehatan bayi dan balita (dokter, bidan dan kader); dan 16.Perbaikan kualitas lingkungan dalam rangka penurunan faktor risiko kesehatan bagi bayi dan balita.

45 1.Kemampuan pencegahan dan penanggulangan faktor risiko, termasuk imunisasi; 2.Peningkatan survailans epidemiologi dalam rangka mengembangkan sistem kewaspadaan dini dengan didukung oleh peningkatan jumlah dan kualitas tenaga survailans; 3.Komunikasi, informasi dan edukasi (KIE); 4.Penguatan penemuan penderita dan tata laksana kasus; 5.Penguatan sistem pengendalian zoonosis secara terpadu; 6.Promosi dan pemberdayaan masyarakat. Strategi Percepatan Pencapaian Target MDGs Strategi Percepatan Pencapaian Target MDGs Goal 6: Penyakit Menular

46 Kesehatan Lingkungan 1.Komunikasi, informasi dan edukasi (KIE); 2.Peningkatan akses terhadap air minum dan sanitasi dasar serta perubahan perilaku hygiene dan sanitasi melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan pendekatan kabupaten/kota/kawasan sehat; 3.Promosi dan pemberdayaan masyarakat; Strategi Percepatan Pencapaian Target MDGs Strategi Percepatan Pencapaian Target MDGs Goal 7: Kelestarian Lingkungan Hidup 46

47 SEBAGAI PRIORITAS PERTAMA (Inpres no.1/2010)

48 World Bank, 2007

49

50

51

52

53

54 âPersoalan bangsa tidak berhasil dituntaskan secara substansial bahkan bertendensi hanya memindahkan persoalan âMelemahkan sendi-sendi berbangsa âAkan tenggelam dalam krisis dimensi lebih luas, kompleks dan dalam âSalah satu penyebabnya adalah: âPara pemimpinnya telah mati rasa.. ãTidak konsisten antara ucapan dan perilaku ãKalahnya keluhuran budi ãKerdilnya semangat kebangsaan ãInteraksi transaksional yang paling rakus Ahmad Syafii Ma’arif, 2010

55 Aliansi strategis, tmsk barisan moral Keputusan yg AKUNTABEL Pengemb KAPASITAS & KAPABILITAS Tupoksi yang mendukung Nilai2/Budaya Bangsa yang mendukung Orientasi Pengabdian (pd kien dst)

56 âClient care âResponsif – Akomodatif – Persuasif âPrinsip totalitas dalam mencapai tujuan âTotal commitment within unit âSeamless sinergy among units (Garuda as unity) âPerformance based incentives âMelaporkan kesalahan mendapat bonus âIntensive HR trainings contoh

57 Pendidikan Penanggulangan Kemiskinan Pengendalian Ekologi Kesetaraan Gender PROGRAM KESEHATAN Rencana Aksi Berbasis MDG = BUSINESS AS USUAL

58

59 4-Kapasitasi Mengelola Pengetahuan 1-Kapasitasi Kebijakan&Pemograman Kes 3-Kapasitasi Partisipasi Kesehatan 2-Kapasitasi Aliansi

60 Prop sbg wakil Pusat (PP19/2010) Pusat: NSPK (PP38/2007) Peluang Kerjasama Global Governance Stewardship Financial Capacity building Benchmarking Standardization Stewardship Governance Financial Capacity building Benchmarking Standards UPT KES PredisposingReinforcing Enabling Kapasitas Desentralisasi Kapasitas kebijakan Kes Kapasitas Mgmt Kes Kapasitas Mgmt SDMKes Kapasitas Pembiayaan HIS & Knowl mgmt Kemitraan & Pemberdayaan Knowl management & network International funding Hlth & Devt Policy & communication Capacities devt Bachtiar “Sinergi Kebijakan & Pemograman yang efektif”

61 1- Aliansi Pemerintah & Masy Sipil 2- Prioritas & Strategi Pemb Kesehatan 3- Target & Program 4- Rencana Aksi Bersama 5- Implementasi terkendali melibatkan masy-sipil 6- Memetik yg terbaik (Best Practices) Outcome Kesehatan Membaik

62 Perkiraan Efek Tdk Menguntungkan Perkiraan Efek Menguntungkan Tingkat Kemauan Pertisipasi Artikulasi Masalah Kesehatan Merencanakan Pemberdayaan Tingkat Kepercayaan Tindak Kemandirian modifikasi Paton, McIver, Johnston, 2007 PERAN PEMR & Masy Sipil

63 Global-regional, Kearifan lokal 4-MENGELOLA PENGETAHUAN ORGANISASI PROFESI-PT-PAKAR IPTEK Learning-Knowledge–Innovation Peran OP (bersama PT) adalah mencipta pengetahuan dan ketrampilan (KNOWLDEGE CREATION & PRESERVATION) sehingga bermanfaat bagi SEMUA Suplai Masy ORGANISASI PELAKSANA (PEM & MASY) PELKES Tacit&embedded knowl Peluang & Ancaman Ancaman Peluang & Ancaman Ancaman OUTCOME KES

64

65

66 KINERJA KESEHATAN BUKAN BUSINESS AS-USUAL PASCA RAKERKESNAS DG URAIAN RENCANA AKSI & IMPLEMENTASI GOOD- GOVERNANCE RAKERKESNAS SEBAGAI AJANG RENCANA AKSI PROSES PERSIAPAN PUSAT-DAERAH Pengisian Matriks Oleh Unit Pusat Dan Daerah Seri workshop Oleh Kesra, Bappenas & Kemkes sediri Persiapan menuju Inpres no1 & no2/ 2010 Rencana Aksi Pusat: -Renstra -Reformasi -Roadmap Inputting sosialisasi Interaksi stakeholders dlm diskusi Formulasi Rencana Aksi oleh Peserta Raker Fasilitasi (oleh Pusat) Penyusunan Rencana Aksi Prop Pendampingan Implementasi Good-Governance Instrumentasi Bimdal bertingkat Audit Pencapaian & Anggaran

67

68 Pengelolaan Bapelkes Berbasis BLU Mgmt SDM Yang Profesional Penyediaan sar-pras Sec efisien SISFO yang memberdayakan Sistem Insentif Berbasis Kinerja Sistem Pemasaran Diklat Berorientasi need-demand Penilaian Kinerja sec obyektif Diversifikasi un-related Yg efektif-efisien Ekstensifikasi Kediklatan Komprehensif e-Traning & Pendampingan Knowledge Mgmt Mendorong kreatifitas Leadership & Mgmt berbasis TQM Cost-control Program Quality Mgmt Program Diklat yg Efektif-efisien Kemitraan saling menguntungkan Penyediaan tenaga Yg fleksibel Client Satisfaction& Loyalty Indeks Persaingan Nilai tambah Corporate Kesejahteraan Staf Budget support PEMBELAJARAN PR-INTERNAL FINANSIAL PELANGGAN


Download ppt "SHORT VITAE Lahir di Cirebon, Jawa Barat Lahir di Cirebon, Jawa Barat Lulus Dokter dari UNIVERSITAS INDONESIA Lulus Dokter dari UNIVERSITAS INDONESIA Lulus."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google