Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGANTAR STATISTIKA PPKn By. Raharjo

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGANTAR STATISTIKA PPKn By. Raharjo"— Transcript presentasi:

1

2 PENGANTAR STATISTIKA PPKn By. Raharjo

3 POKOK BAHASAN 1. Pengertian Statistika, statistik, dan statistika sosial 2. Peranan Statistik 3. Penggolongan Statistik 4. Data Statistik 5. Pengumpulan Data Statistik Kependidikan

4 PENGERTIAN Ditinjau dari segi terminologi, istilah statistik mengandung berbagai pengertian, yaitu sebagai: 1. “Data Statistik” yaitu kumpulan bahan keterangan yang berupa angka atau bilangan atau deretan atau kumpulan angka yang menunjukkan keterangan mengenai cabang kegiatan hidup tertentu. 2. “Kegiatan Statistik” atau “Kegiatan perstatistikan” atau Kegiatan Penstatistikan, yaitu kegiatan pengumpulan data, penyajian data, dan penganalisisan data. 3. “Metode Statistik”, yaitu cara-cara tertentu yang ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun atau mengatur, menyajikan, menganalisis, dan memberikan interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka, sehingga dapat memberikan pengertian dan makna tertentu. 4. “Ilmu Statistik”, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengembangkan secara ilmiah tahap- tahap yang ada dalam kegiatan statistik.

5 Statistika adalah ilmu mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan keputusan yang efektif Statistik adalah suatu kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu angka Statistika Pendidikan adalah ilmu yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang harus ditempuh dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bidang Pendidikan, dan penarikan kesimpulan, pembuatan perkiraan secara ilmiah atas dasar kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka tersebut.

6 PERANAN STATISTIK 1. Memperoleh gambaran tentang suatu gejala, keadaan atau peristiwa 2. Mengikuti perkembangan mengenai suatu gejala, keadaaan atau peristiwa dari waktu ke waktu 3. Alat untuk analisis data seperti menguji hipotesis penelitian yang diajukan apakah gejala yang satu berbeda dengan gejala yang lainnya, atau apakah gejala yang satu ada hubungannya dengan gejala lainnya 4. Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen 5. Untuk menyajikan data atau laporan, sehingga data lebih komunikatif 6. Menarik kesimpulan secara logis, mengambik keputusan secara tepat dan mantap, serta dapat memperkirakan atau meramalkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang

7 PONGGOLONGAN STATISTIK STATISTIK DESKRIPTIF INFERENSIAL PARAMETRIS NON PARAMETRIS

8 PONGGOLONGAN STATISTIK 1. Statistik Deskriptif (statistik deduktif/statistik sederhana) Statistis yang tingkat pekerjaannya mencakup cara-cara menghimpun, menyusun atau mengatur, mengolah, menyajikan, dan menganalisis data angka, agar dapat memberikan gambaran yang teratur, ringkas, dan jelas mengenai suatu gejala, peristiwa atau keadaan. (Anas Sudijono, 2008) Digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu statistik hasil penelitian, tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas (generalisasi/inferensi) (Sugiyono, 2007) Bidang statistik yang berhubungan dengan metode pengelompokan, peringkasan, dan penyajian data dalam cara yang lebih informatif. (Purbayu Budi Santosa, 2005)

9 2. Statistik Inferensial (Statistik induktif, statistik lanjut, statistik mendalam ) Yaitu statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum, dari kesimpulan data yang disusun dan diolah. Sifatnya lebih mendalam dan merupakan tindak lanjut dari statistik deskriptif. (Anas Sudijono, 2008) Digunakan untuk menganalisis data sampel, dan hasilnya akan digeneralisasikan (diinferensikan) untuk populasi dimana sampel diambil. (Sugiyono, 2007) Teknik statistik yang berhubungan dengan analisis data untuk penarikan kesimpulan atas data (Purbayu Budi Santosa, 2005) Terdapat dua macam statistik inferensial, yaitu: 1) Statistik parametris, yaitu digunakan untuk menganalisis data interval atau rasio, yang diambil dari populasi yang berdistribusi normal. 2) Statistik non parametris, yaitu digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal dari populasi yang bebas distribusi atau tidak harus normal.

10 DATA STATISTIK “Data Statistik” yaitu kumpulan bahan keterangan yang berupa angka atau bilangan atau deretan atau kumpulan angka yang menunjukkan keterangan mengenai cabang kegiatan hidup tertentu. Angka tersebut harus menunjukkan suatu ciri dari penelitian yang bersifat agregatif, artinya: Bahwa penelitian itu boleh hanya mengenai satu individu saja, akan tetapi pencatatannya harus dilakukan lebih dari satu kali. Bahwa penelitian atau pencatatan hanya dilakukan satu kali saja, tetapi individu yang diteliti harus lebih dari satu.

11 PENGGOLONGAN DATA STATISTIK Data Statistik Sifatnya Cara Menyusun Angkanya Bentuk Angkanya Sumbernya Waktu Pengumpulannya Data Kontinyu Data Diskrit Data Nominal Data Ordinal Data Interval Data Tunggal Data Kelompok/bergolong Data Primer Data Sekunder Data Seketika Data Urutan Waktu Data Rasio

12 PENGGOLONGAN DATA STATISTIK 1. Sifatnya 1) Data Diskrit  Data yang diperoleh dari hasil menghitung atau membilang (bukan mengukur)  Data statistik yang tidak mungkin berbentuk pecahan 2) Data Kontinum  Data yang diperoleh dari hasil pengukuran  Data statistik yang angka-angkanya merupakan deretan angka yang sambung-menyambung

13 2. Cara Menyusun Angkanya 1) Data Nominal/skala nominal  Data statistik yang cara menyusun angkanya didasarkan atas penggolongan atau klasifikasi tertentu  Posisi data setara tidak bisa dilakukan operasi matematika  Pemberian skala digunakan hanya untuk membedakan suatu ukuran dari ukuran yang lain tanpa memberi atribut lebih besar atau lebih kecil.  Contoh: klasifikasi jenis pekerjaan, agama 2) Data Ordinal/skala ordinal  Data yang diperoleh dengan cara kategorisasi/klasifikasi, tetapi diantara data tersebut terdapat hubungan  Posisi data tidak setara, tidak bisa dilaksanakan operasi matematika  Data statistik yang cara menyusun angkanya didasarkan atas urutan kedudukan (rangking).  Data dapat dibedakan urutan dan tinggi rendahnya skala atau data  Contoh: sikap pelanggan (puas, cukup puas, tidak puas)

14 3) Data Interval/skala interval  Data statistik yang diperoleh dengan cara pengukuran, dimana jarak dua titik pada skala sudah diketahui  Data statistik dimana terdapat jarak yang sama diantara hal- hal yang sedang diselidiki atau dipersoalkan.  Skala yang memiliki ciri-ciri skala ordinal tetapi jarak dari masing-masing data bisa diukur  Tidak ada kategorisasi /pemberian kode seperti data kualitatif (nomial & ordinal), bisa dilakukan operasi matematika  Tidak ada titik 0 (nol) mutlak  Contoh: temperatur ruangan, sistem kalender 4) Data Rasio/skala rasio  Data diperoleh dengan cara pengukuran, dimana jarak dua titik pada skala tsb sudah diketahui.  Mempunyai titik 0 (nol) yang absolut  Skala rasio merupakan jenis skala yang tertinggi dimana skala ini memiliki ciri-ciri skala interval ditambah dengan ciri memiliki nilai nol sebagai nilai yang mutlak.  Contoh: jumlah buku 50 buah atau 0 (tidak ada)

15 3. Bentuk Angkanya 1. Data Tunggal ( ungrouped data)  Data statistik yang masing-masing angkanya merupakan satu unit (satu kesatuan)  Data statistik yang angka-angkanya tidak dikelompok- kelompokkan 2. Data kelompokkan atau data bergolong (grouped data)  Data statistik yang tiap-tiap unitnya terdiri dari sekelompok angka. 4. Sumbernya 1. Data primer  Data statistik yang diperoleh atau bersumber dari tangan pertama ( first hand data). 2. Data sekunder  Data statistik yang diperoleh atau bersumber dari tangan kedua ( second hand data)

16 5. Waktu Pengumpulannya 1) Data Seketika ( cross section data)  Data statistik yang mencerminkan keadaan pada satu waktu saja ( at a point of time). 2) Data Urutan Waktu (time serie data)  Data statistik yang mencerminkan keadaan atau perkembangan mengenai sesuatu hal, dari satu waktu ke waktu yang lain secara berurutan. Data urutan waktu ini dikenal dengan istilah historical data

17 Pengumpulan Data Statistik Kependidikan Cara mengumpulkan data statistik 1. Sensus  Cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti seluruh elemen yang menjadi objek penelitian  Pencatatan data secara menyeluruh ( complete enumeration) terhadap elemen yang menjadi objek penelitian, tanpa perkecualian.  Kumpulan dari seluruh elemen lazim disebut populasi atau universe 2. Sampling  Cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti sebagian kecil saja dari seluruh elemen yang menjadi objek penelitian  Cara mengumpulkan data dengan mencatat atau meneliti sampelnya saja.  Hasil yang diperoleh adalah karakteristik perkiraan ( estimate value) saja, yang atas dasar data tersebut dapat diperkirakan nilai sesunggunya dari populasi yang sedang diteliti.

18 Bentuk pelaksanaan kegiatan pengumpulan datanya, dapat berbentuk : 1. Pengamatan mendalam ( systematic observation) 2. Wawancara Mendalam ( systematic interview) 3. Angket 4. Pemeriksaan Dokumentasi 5. Tes Alat pengumpulan datanya, antara lain : 1. Daftar atau Daftar Cek ( check list) 2. Skala Bertingkat (Rating Scale) 3. Pedoman Wawancara (Interview Guide) 4. Kuesioner ( questionnaire)

19 Contoh Data Statistik Dalam Dunia Pendidikan 1. Data statistik yang berkaitan dengan prestasi belajar anak didik atau siswa, seperti: 1. Nilai hasil ulangan, UAN, raport 2. Skor hasil tes IQ, kepribadian, penjurusan, dll. 2. Data statistik yang berkaitan dengan keadaan anak didik atau siswa, seperti: 1. Jumlah anak didik dilihat dari segi tingkat pendidikan ortunya 2. Jumlah anak didik dilihat dari segi status pekerjaan ortunya 3. Data statistik yang berkaitan dengan staf pengajar atau guru 4. Data Statistik yang berkaitan dengan bidang perpustakaan 5. Data statistik yang berkaitan dengan bidang perlengkapan 6. Dll.

20 TERIMA KASIH

21

22 Komitmen & Integritas Komitmen & Integritas

23 Bagi orang yang memiliki komitmen dan integritas tinggi, mereka tidak pernah merasa takut, ragu, atau bimbang dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepada mereka.

24 Komitmen, layaknya sebuah janji yang harus ditepati kepada diri sendiri. Integritas, seperti nyala obor yang menyala-nyala menerangi hati dan pikiran kita untuk terus mengarah kepada tujuan. Komitmen, layaknya sebuah janji yang harus ditepati kepada diri sendiri. Integritas, seperti nyala obor yang menyala-nyala menerangi hati dan pikiran kita untuk terus mengarah kepada tujuan.

25 Karena itu, dengan memelihara komitmen dan integritas penuh dalam setiap tugas yang diemban, kita akan menjadi manusia- manusia pemenang sejati dalam perjuangan kehidupan kita. Karena itu, dengan memelihara komitmen dan integritas penuh dalam setiap tugas yang diemban, kita akan menjadi manusia- manusia pemenang sejati dalam perjuangan kehidupan kita.


Download ppt "PENGANTAR STATISTIKA PPKn By. Raharjo"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google