Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TRANSFORMASI ASEAN DAN KEPEMIMPINAN INDONESIA ASEAN : ONE VISION, ONE IDENTITY, ONE COMMUNITY Duta Besar Pitono Purnomo Kementerian Luar Negeri RI Medan,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TRANSFORMASI ASEAN DAN KEPEMIMPINAN INDONESIA ASEAN : ONE VISION, ONE IDENTITY, ONE COMMUNITY Duta Besar Pitono Purnomo Kementerian Luar Negeri RI Medan,"— Transcript presentasi:

1 TRANSFORMASI ASEAN DAN KEPEMIMPINAN INDONESIA ASEAN : ONE VISION, ONE IDENTITY, ONE COMMUNITY Duta Besar Pitono Purnomo Kementerian Luar Negeri RI Medan, 30 September 2011

2 1967  Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina 1984  Brunei Darussalam 1995  Viet Nam 1997  Laos dan Myanmar 1999  Kamboja INDONESIA THAILAND MALAYSIA SINGAPORE PHILIPINNES BRUNEI DARUSSALAM VIET NAM LAO PDR CAMBODIA MYANMAR Negara-negara Anggota ASEAN (Dibentuk 8 Agustus 1967) 2

3 3 TRANSFORMASI ASEAN ASEAN COMMUNITY 2015 Vientianne Action Programme 2004 Bali Concord II The Signing of the ASEAN Charter 2007 ASEAN Political-Security Community (APSC) ASEAN Economic Community (AEC) ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) Entry into force of ASEAN Charter 15 December 2008 Cha-am Hua Hin Declaration on the Road Map for the ASEAN Community 2009 Deklarasi Bangkok Bali Concord I Hanoi Plan of Action ASEAN Vision 2020 KTT Cebu 2007 Akselerasi Pencapaian Komunitas ASEAN KTT ASEAN Indonesia ASEAN Community in a Global Community of Nations

4 4  ASEAN Charter ditandatangani oleh 10 Kepala Negara/ Pemerintahan ASEAN tanggal 20 November 2007 pada KTT ke–13 di Singapura dan mulai diberlakukan efektif tanggal 15 Desember 2008  Piagam ASEAN merupakan dokumen historis yang mengubah ASEAN dari suatu asosiasi yang longgar menjadi organisasi yang berdasarkan hukum (rules- based) dan berorientasi pada kepentingan rakyat (people- centered)  legal personality  Implementasi Piagam ASEAN sangat penting dalam membawa ASEAN lebih dekat kepada masyarakat  Piagam ASEAN terdiri dari 13 Bab dan 55 Pasal, dengan berisikan utamanya bagi pembentukan 3 pilar ASEAN Community PIAGAM ASEAN Piagam ASEAN

5 5 Maksud Pembentukan ASEAN  Adanya hasrat dan keinginan bersama untuk hidup di kawasan yang memiliki perdamaian abadi, keamanan dan stabilitas, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kesejahteraan bersama dan kemajuan sosial serta untuk memajukan kepentingan, cita-cita dan aspirasi bersama yang utama.  Hal ini juga terefleksikan dalam ASEAN Vision 2020 : ASEAN as a concert of Southeast Asian Nations, outward looking, living in peace, stability, and prosperity, bonded together in partnership in a just, democratic, and harmonious environment, dynamic development, and evercloser economic integration and in community of caring societies, conscious of its ties of history, aware of its shared culture heritage and bound by a common regional identity.  Tujuan ASEAN termaktub dalam Pasal 1 Piagam ASEAN.

6 KTT ke-16 ASEAN, Hanoi, April 2010: para Pemimpin ASEAN menyetujui Indonesia bertukar masa jabatan dengan Brunei Darussalam KTT ke-16 ASEAN, Hanoi, April 2010: para Pemimpin ASEAN menyetujui Indonesia bertukar masa jabatan dengan Brunei Darussalam KTT ke-17 ASEAN, Hanoi, 30 Oktober 2010: Keketuaan Indonesia untuk ASEAN tahun 2011 diumumkan secara resmi KTT ke-17 ASEAN, Hanoi, 30 Oktober 2010: Keketuaan Indonesia untuk ASEAN tahun 2011 diumumkan secara resmi 6 Penetapan Indonesia sebagai Ketua ASEAN Tahun 2011

7 7

8 a.secara aktif memajukan dan meningkatkan kepentingan-kepentingan dan kemaslahatan ASEAN, termasuk upaya-upaya membangun suatu Komunitas ASEAN melalui inisiatif-inisiatif kebijakan, koordinasi, konsensus, dan kerja sama; b.menjamin sentralitas ASEAN; c.memastikan suatu tanggapan yang efektif dan tepat waktu terhadap isu-isu mendesak atau situasi-situasi krisis yang memengaruhi ASEAN, termasuk menyediakan jasa-jasa baik dan pengaturan- pengaturanlainnya guna menyelesaikan masalah-masalah dimaksud dengan segera; d.mewakili ASEAN dalam memperkuat dan memajukan hubungan yang lebih erat dengan mitra eksternal; dan e.melaksanakan tugas-tugas dan fungsi-fungsi lainnya sebagaimana dimandatkan. 8 Peran Ketua ASEAN (Pasal 32 Piagam ASEAN)

9 Hasil-hasil yang ingin dicapai selama Indonesia menjadi Ketua ASEAN tahun 2011 : 1.Memastikan bahwa tahun 2011 akan ditandai oleh kemajuan yang signifikan dalam pencapaian Komunitas ASEAN 2.Memastikan terpeliharanya tatanan dan situasi di kawasan yang stabil, aman dan damai serta kondusif bagi upaya pencapaian pembangunan 3.Menggulirkan pembahasan mengenai perlunya visi ‘ ASEAN pasca- 2015’ yaitu peran masyarakat ASEAN dalam masyarakat dunia ( ASEAN Community in a Global Community of Nations) 9 Prioritas Indonesia sebagai Ketua ASEAN Tahun 2011

10 10 PIAGAM ASEAN Berlandaskan Hukum dan Berorientasi Kepada Rakyat KOMUNITAS ASEAN 2015 KOMUNITAS POLITIK DAN KEAMANAN ASEAN KOMUNITAS EKONOMI ASEAN KOMUNITAS SOSIAL BUDAYA ASEAN KOMUNITAS ASEAN 2015 CETAK BIRU

11 Pembangunan Politik Mendukung lingkungan yang adil, demokratis, dan harmonis Hak Asasi Manusia, people-to-people contact (e.g. ASEAN Inter Parliamentary Assembly/ AIPA) Pembentukan Norma Memperkuat rezim TAC (Treaty of Amity and Cooperation), pembentukan ASEAN Charter Penandatanganan Protocol to the SEANWFZ Treaty ASEAN treaty on Mutual Legal Assistance, ASEAN Extradition Treaty Penerapan DOC (Declaration on the Conduct of Parties) ASEAN Convention on Counter Terrorism Pencegahan Konflik Memperkuat CBM (Confidence Building Measures), preventive measures, ARF Measures, kerjasama untuk mengatasi ancaman dan tantangan separatisme Meningkatkan kerjasama dalam penanganan isu-isu keamanan non-tradisional Memperkuat usaha untuk mempertahankan keutuhan wilayah dan kedaulatan Resolusi Konflik Memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa Kerjasama dalam mempertahankan perdamaian dan stabilitas serta mendukung inisiatif ke arah penciptaannya. Perdamaian Pasca-Konflik Memperkuat ASEAN Humanitarian Assistance Kerjasama dalam rekonstruksi dan rehabilitasi pasca-konflik berikut mekanismenya. Komunitas Polkam ASEAN 11

12 12 ASC SOM ASEAN Summit AMM SOMDP ADSOM Excecutive Committee ASLOM DGICMASOD SOMTC Committee of Permanent Representatives ASEAN National Secreta- riats APSC Council ADMM ALAWMM SEANWFZ Commission AMMTC ARF Coordination Reporting ARF SOM Struktur Organisasi Pilar Komunitas Polkam ASEAN 12

13 Pasar tunggal dan basis produksi Menuju kawasan yang berdaya saing tinggi Menuju kawasan dengan pembangunan ekonomi setara Integrasi ke dalam ekonomi global Komunitas Ekonomi ASEAN 13

14 14

15 15 AFTA Council HLTF-EI SEOM ASEAN Summit AEM AIA Council AFDM Customs DG SOM-AMAF ASOF SOMEASOMMCOSTTELSOM ATRC STOMNTOsAMBDC SC HLFC Committee of Permanent Representatives ASEAN National Secreta- riats AEC Council AFMMAMAFAMEMAMMSTAMMinTELMINATMM-ATMAMBDC Struktur ASEAN Economic Community Coordination Reporting 15

16 16 Potensi Ekonomi ASEAN* Jumlah penduduk 591 juta jiwa GDP US$ 1,496 triliun GDP per kapita US$ Nilai total perdagangan US$ 1,536 triliun Arus masuk investasi US$ 36,1 milyar * Sumber : Statistik ASEAN

17 17 Neraca perdagangan Neraca perdagangan Indonesia dengan Negara-negara ASEAN* Dalam USD Milyar Sumber :Kementerian Perdagangan RI 2010 sampai dengan Agustus Ekspor27,17024,62321,769 Impor40,96727,72225,204 Neraca-13,796-3,098-3,434

18 18 Arus masuk investasi asing Sumber : Statistik ASEAN Dalam USD Milyar % 2009 Brunei Darussalam239,2176,80,4 Kamboja815,2530,21,3 Indonesia ,812,3 Laos ,60,8 Malaysia ,03,5 Myanmar ,5 Filipina1.544, ,9 Singapura10.912, ,0 Thailand7.618, ,0 Vietnam6.874, ,2

19 19 Arus masuk wisatawan asing *Sumber Statistik ASEAN * Dalam ribu orang Brunei Darussalam178,5225,8157,5 Kamboja2,015,12,125,52,161,6 Indonesia5,505,86,429,06,452,0 Laos1,623,92,004,82,008,4 Malaysia20,236,022,052,523,646,2 Myanmar732,1660,8762,5 Filipina3,092,03,139,42,705,0 Singapura10,287,610,116,59,681,3 Thailand14,464,214,597,514,091,0 Vietnam4,149,54,253,73,772,3 Total62,284,865,605,565,437,6

20 Global Competitiveness Index 2011 NegaraScorePeringkat Global Peringkat ASEAN Singapura Malaysia Brunei Darussalam Thailand Indonesia India Vietnam Sri Lanka Filipina Kamboja

21 21 Pengembangan SDM NegaraPeringkat Brunei Darussalam37 Kamboja124 Indonesia108 Laos122 Malaysia57 Myanmar132 Filipina97 Singapura27 Thailand92 Vietnam113 Human Development Index (HDI) Negara-negara ASEAN 2010 (Total 169 negara)

22 22 Pengembangan kewirausahaan Kontribusi Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) 2010 : 55.6% dari total PDB Indonesia Nilai investasi Rp Triliun (52.9% dari total investasi) Kontribusi devisa Rp Triliun (20.2% dari total devisa) Jumlah pelaku UMKMK 51.3 juta unit usaha (99.91% dari total jumlah pelaku usaha) Jumlah tenaga kerja 90.9 juta (97.1% dari total jumlah pekerja)

23 23 Pengembangan kewirausahaan Salah satu program ASEAN dalam menjembatani kesenjangan pembangunan ASEAN Policy Blueprint for SMEs Development : melalui peningkatan budaya wirausaha, inovasi dan networking di kalangan UKM, akses informasi pasar, akses kredit, dan akses terhadap teknologi Lima bidang kerja sama strategis : pembangunan SDM, dukungan dalam bidang pemasaran, bantuan keuangan, pengembangan teknologi, serta penerapan kebijakan yang kondusif bagi pengembangan UMKMK

24 24 Perbaikan Iklim Usaha NegaraPeringkat Brunei DarussalamN/A Kamboja147 Indonesia121 Laos171 Malaysia21 MyanmarN/A Filipina148 Singapura1 Thailand19 Vietnam78 Ease of Doing Business Index 2010 (Total 183 negara)

25 A caring and sharing community Human development Social welfare and protection Social justice and rights Ensuring environmental sustainability Building the ASEAN identity Narrowing the development gap 25 Komunitas Sosial Budaya ASEAN

26 26 SOMRI ASEAN Summit AMRI SOMCASOM-EDACDMASOENSOMHD ACI- PPRMW SLOM SOMRDPESOMSWD ACB SOMY Committee of Permanent Representatives ASEAN National Secreta- riats ASCC Council AMCAASEDAMMDMAHMMAMMEALMMAMRDPEAMMSWDAMMY ASEAN Socio-Cultural Community Institutional Structure Note: Coordination Reporting ACCSM COP AATHP COP AATHP AHA CENTRE AHA CENTRE ASMC AEIC AUN 26

27 DEWAN KOORDINASI ASEAN (para Menteri Luar Negeri) KTT ASEAN DEWAN KOMUNITAS POLITIK-KEAMANAN ASEAN (Menko Polhukam, Menlu) DEWAN KOMUNITAS EKONOMI ASEAN (Menko Perekonomian, Mendag) DEWAN KOMUNITAS SOSIAL-BUDAYA ASEAN (Menko Kesra, Menteri terkait) BADAN KEMENTERIAN SEKTORAL ASEAN Sekretariat Nasional ASEAN Pertemuan Pejabat Tinggi sektoral Garis Pelaporan Garis Koordinasi YAYASAN ASEAN PARA MENTERI LUAR NEGERI ASEAN AICHR Komite Wakil Tetap ASEAN Pertemuan Pejabat Tinggi sektoral Sekretaris Jenderal ASEAN / Sekretariat ASEAN Struktur Organisasi ASEAN 27

28 Capaian Prioritas I Selama Tahun 2011 Dalam Pembangunan Komunitas ASEAN 2015 a.l.: I.Pilar Politik Keamanan a.Pembangunan Politik - Implementasi program prioritas AICHR dan Guidelines Operations of AICHR. b. Pembentukan Norma -Berhasil dilakukannya direct consultation antara ASEAN dengan P-5 Nuclear Weapon States setelah terhenti selama kurang lebih 8 tahun. -Rencana Aksesi Brazil terhadap TAC pada KTT ke-19 ASEAN dan KTT terkait lainnya, November Aksesi Kanada terhadap third Protocol TAC pada bulan Juli Disepakatinya guidelines on the implementation of the DOC dan rencana pembahasan COC. c 28

29 c. Pencegahan Konflik -Peran Indonesia, sebagai Ketua ASEAN, dalam penyelesaian konflik perbatasan Kamboja-Thailand. -Pelatihan ARF Disaster Immediate Respond Exercise. d. Resolusi Konflik - Dikeluarkannya ASEAN Leaders’ Joint Statement on the Establishment of the ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (IPR) dalam KTT ke-18 ASEAN, Mei Para Menteri ASEAN akan menyampaikan rekomendasi pendirian IPR pada KTT ke-19 ASEAN, November e. Perdamaian Pasca Konflik - Kesepakatan untuk membentuk network diantara peacekeeping centres negara anggota ASEAN untuk melakukan joint planning, training, and sharing experiences. 29 Capaian Prioritas I

30 II. Pilar Ekonomi a.Peningkatan komitmen di bidang perdagangan jasa dalam kerangka AFAS (ASEAN Framework Agreement on Services). b.Kesepakatan untuk meningkatkan kerjasama dalam ketahanan pangan dan energi salah satunya melalui penandatanganan APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve) pada bulan Oktober c.Ditandatanganinya Master Plan on ASEAN Connectivity pada bulan Januari d.Diadopsinya ASEAN Strategic Transport Plan e.Progress terkait ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) yang akan mempromosikan kawasan ASEAN sebagai single tourist destination. f.Implementasi ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA) pada tahun g.Pembentukan SME Advisory Board dan pengesahan SME Plan of Action pada bulan Juni Capaian Prioritas I

31 III. Pilar Sosial Budaya a.Penandatanganan AHA (ASEAN Humanitarian Assistance) Center Agreement pada KTT ke-19 ASEAN, November b.Keterlibatan masyarakat/publik dalam kerja sama ASEAN,antara lain melalui penyelenggaraan ASEAN Plus Culinary Festival, ASEAN Rock Festival, ASEAN Fair dsb. c.Kontribusi ASEAN dalam penanganan bencana tsunami di Jepang melalui Special ASEAN-Japan Ministerial Meeting di Jakarta, April d.Official Launch ASEAN Dengue Day di Jakarta pada Juni e.Penandatanganan Declaration for Person with Disabilities pada tahun f.Terselenggaranya the 1 st Meeting of the ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women and Children di Jakarta. 31 Capaian Prioritas I

32 Pada masa Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2011, Indonesia akan mendorong EAS untuk berkontribusi pada isu-isu yang memiliki dampak besar pada perkembangan kawasan, antara lain maritime security, isu perubahan iklim dan promosi common values in civil society. KTT Asia Timur/EAS bulan November 2011 akan menghasilkan Declaration of the EAS on the Principles for Mutually Beneficial Relations yang memuat prinsip2 hubungan yang saling menguntungkan a.l : -Enhancement of mutual respect for independence, sovereignty, equality, territorial integrity and identity. -Enhancement of mutual understanding, mutual trust and friendship. -Promotion of good neighborliness, partnership and community building. -Respect for human rights. -Enhancement of mutually benefecial cooperation. Untuk pertama kalinya pada bulan Juli 2011 di Bali telah dilaksanakan Pertemuan Menteri Pendidikan EAS. Capaian Prioritas ke-2

33 Disepakatinya peluncuran ASEAN-UN Comprehensive Partnership pada KTT ASEAN-UN ke-4, November KTT ke-19 ASEAN dan KTT terkait lainnya akan menghasilkan Bali Declaration on the ASEAN Community in a global community of nations yang memuat common platform ASEAN dalam isu-isu global dan visi ASEAN pasca Komunitas ASEAN Capaian Prioritas ke-3

34 34 PERTEMUAN-PERTEMUAN POKOK SELAMA KEKETUAAN INDONESIA DI ASEAN TAHUN 2011

35 35 Penetapan ASEAN Connectivity Coordinating Committee  Penyiapan Agenda dan Modalitas KTT ASEAN  Pembentukan ASEAN Community  Penyiapan Agenda dan Modalitas KTT ASEAN  Pembentukan ASEAN Community ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) Retreat Lombok, Januari 2011

36 36 Informal ASEAN Foreign Ministers’ Meeting Jakarta, 22 Februari 2011  Mengupayakan penyelesaian konflik perbatasan Kamboja- Thailand  Sepakat pengiriman Tim Observasi Indonesia ke perbatasan kedua negara, untuk menjaga gencatan senjata  Pending Kerangka Acuan dan Modalitas

37 37  Penguatan kerja sama ASEAN-Jepang ke depan dalam penanggulangan bencana serta pencegahan atau pengurangan resiko kerusakan akibat bencana (Recovery and Reconstruction).  Transparansi dan kerjasama Jepang dengan dunia internasional dalam mengatasi kebocoran reaktor nuklirnya patut memperoleh apresiasi. ASEAN-Japan Special Ministerial Meeting Jakarta, 9 April 2011

38 38 Special Informal ASEAN Foreign Ministers’ Meeting On EAS Bangkok, 13 April 2011  Pertemuan membahas arah kerjasama EAS di masa mendatang. Pembahasan meliputi upaya memastikan agar EAS dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam penciptaan dan penjagaan perdamaian dan stabilitas di kawasan, diantaranya melalui penekanan kembali norma-norma dan prinsip-prinsip bersama. Selain itu, para Menteri Luar Negeri menyadari pentingnya konsolidasi kerjasama yang lebih erat pada kelima area prioritas EAS.  Terdapat kesepahaman bersama mengenai perlunya peningkatan efektifitas mekanisme EAS melalui penguatan pertemuan Menteri Luar Negeri EAS dan Sekretariat ASEAN.  Pertemuan juga membahas inisiatif-inisiatif yang berorientasi publik, termasuk upaya pencalonan ASEAN sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA di tahun 2030, pengusulan visa tunggal ASEAN dan beasiswa ASEAN.

39 39 Food and Energy Security People-centered Activities (ASEAN Fair) Conflict Resolution KTT Ke-18 ASEAN Jakarta, 7-8 Mei 2011

40 40  Pernyataan Bersama tentang Komunitas ASEAN dalam Komunitas Global Bangsa-bangsa Disepakati pada tahun 2022, ASEAN akan memiliki suatu posisi bersama (common platform) dalam menghadapi isu-isu global yang menjadi kepentingan bersama, dengan ciri: lebih terkoordinasi, kohesif, dan koheren; menguntungkan bagi rakyat negara-negara anggota ASEAN; menjunjung tinggi prinsip-prinsip dasar, nilai-nilai, dan norma-norma ASEAN; penguatan kapasitas Sekretariat ASEAN  Pernyataan Bersama tentang Pembentukan Lembaga ASEAN untuk Perdamaian dan Rekonsiliasi Melakukan kajian atas penyelesaian konflik, menjalin jejaring regional dengan lembaga-lembaga lainnya, serta dapat memberikan pandangan dan masukannya kepada pemerintah negara-negara anggota ASEAN  Pernyataan Bersama untuk Meningkatkan Kerjasama dalam Menghadapi Perdagangan Manusia di Asia Tenggara Menguatkan komitmen dalam memberantas perdagangan manusia Hasil-Hasil KTT Ke-18 ASEAN

41 41  Pernyataan Ketua ASEAN yang memuat a.l. 10 prioritas langkah-langkah kedepan yaitu: 1.ASEAN Connectivity 2.Ketahanan Pangan dan Energi 3.Manajemen Konflik di Kawasan 4.Memperkuat Arsitektur Regional 5.ASEAN yang lebih Memasyarakat 6.Penanganan Bencana Alam 7.Mempererat Kerja Sama Sub Kawasan 8.East Asia Summit Keanggotaan Timor Leste di ASEAN 10.Pertukaran Chairmanship ASEAN antara Lao PDR dan Myanmar Hasil-Hasil KTT Ke-18 ASEAN

42 42 Disela-sela rangkaian pertemuan KTT, dilaksanakan pula the 1 st ASEAN – EU Business Summit pada tanggal 5 Mei Pertemuan menyepakati penguatan kerja sama di bidang agri- food, otomotif, infrastruktur, jasa, dan layanan kesehatan antara ASEAN dan EU. ASEAN-EU BUSINESS SUMMIT JAKARTA, 6 MEI 2011

43 43 Dalam upaya untuk mencapai ASEAN yang people driven, people oriented dan people centered, pada KTT ke-18 ASEAN telah pula dilaksanakan pertemuan2 dengan melibatkan kalangan masyarakat antara lain : ASEAN Leaders’ Meeting with ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Representatives – Membahas upaya meningkatkan koordinasi dan kemitraan untuk meningkatkan pembangunan kelembagaan ASEAN ASEAN Leaders’ Meeting with Youth Representative – Bertukar pikiran mengenai peningkatan kualitas hidup melalui pendidikan dan pemanfaatan pendidikan untuk meningkatkan rasa kebersamaan di ASEAN ASEAN Leaders’ Meeting with Civil Society Organizations (CSOs) Representatives – Bertukar pandangan mengenai upaya pningkatan kondisi kesehatan, pelayanan kesehatan serta akses terhadap pelayanan kesehatan PERTEMUAN LEADERS DAN PEMANGKU KEPENTINGAN JAKARTA, 6 MEI 2011

44 44 44 TH AMM/PMC/18 TH ARF Bali, July 2011

45 45 Hasil 44th AMM/PMC/ 18th ARF Bali, Juli 2011 Pertemuan 44th AMM/PMC/18th ARF yang diselenggarakan di Bali, 22 Juli 2011 telah menghasilkan beberapa outcome documents, antara lain: 1.Joint Communique of the 44 th ASEAN Foreign Ministers Meeting (ASEAN member states reaffirmed their commitment to achieve the targeted establishment of the ASEAN Community by 2015 by ensuring the implementation of the ASEAN Charter and the Roadmap for an ASEAN Community , as well as by addressing other emerging issues which would solidify ASEAN integration and resilience, with endeavours to create a common approach to peace, security, stability, and prosperity. While pursuing these commitments, we underscored the importance of the engagement and participation of the peoples of ASEAN, including all stakeholders within ASEAN.) 2. ASEAN Chairman’s Statement on the ASEAN Post Ministerial Conferences (PMC) + 1 Sessions (The Meeting reiterated the importance of the ARF as a primary forum to discuss political and security issues in the region. It underlined the role of ASEAN as the main driving force within the ARF to uphold its significant role in the evolving regional architecture. The Meeting also underscored the need to pursue actively the implementation of the Hanoi Plan of Action to Implement the ARF Vision Statement 2020 in a consistent and comprehensive manner.)

46 3. Chairman’s Statement of the 12 th ASEAN Plus Three (Japan,Republic of Korea, and China) Foreign Ministers’ Meeting (The ASEAN Plus Three decided to intensify political and security cooperation as provided for in the East Asia Cooperation and the ASEAN Plus Three Cooperation Work Plan ( ) with a view to ensuring peace, security, and stability in the region. The ASEAN Plus Three welcomed the endorsement of the Operational Guidelines for Enhancing Effectiveness of the Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) by the Finance Ministers, which will contribute to swift and smooth activation of CMIM Agreement and welcomed the establishment of the ASEAN Plus Three Macroeconomic Research Office (AMRO) in April 2011, which will contribute to early detection of risks, swift implementation of remedial actions, and effective decision-making of CMIM. The ASEAN Plus Three reaffirmed their commitment to ensure energy security in the region by promoting energy diversification through information exchanges and researches on alternative, new, and renewable energy development, as well as energy conservation, energy efficiency, and the use of clean and environmentally-friendly technologies. ) 46

47 4. Chairman‘s Statement of the East Asia Summit Foreign Ministers’ Consultation (The Ministers discussed the progress of cooperation in the framework of EAS especially in the five priority areas, namely finance, energy, education, avian flu prevention, and disaster management. The Ministers also discussed the future direction of the EAS, as well as regional and international issues, and the preparation for the upcoming sixth East Asia Summit in Bali on November 2011.) 5. Chair’s Statement, 18 th ASEAN Regional Forum (ARF) (The Ministers welcomed the progress of the ARF in achieving and entering the phase of preventive diplomacy while continuing to strengthen confidence-building measures process. The Ministers reaffirmed that the ARF should serve as a platform for countries in the region to deal with challenges in the security environment while continuing to uphold the principles of the peaceful settlement of disputes. The Ministers noted that multilateralism has flourished in East Asia and Asia-Pacific in recent years. In this context, the Ministers welcomed the establishment of the ADMM-Plus and the expansion of the East Asia Summit to include the Russian Federation and the United States of America.) 47

48 48 KTT ke-19 ASEAN dan KTT Terkait Lainnya Bali, November 2011 KTT ke-19 ASEAN yang akan diselenggarakan di Bali dari tanggal November 2011 mendatang akan terdiri dari beberapa pertemuan, yakni: KTT ke-19 ASEAN Sesi Retreat dan Sesi Pleno. KTT ke-14 ASEAN-China. Pada KTT ini juga akan diadakan official inauguration of the Headquarter of the ASEAN-China Centre oleh Leaders. KTT ke-14 ASEAN-Japan. KTT ke-14 ASEAN-Republic of Korea. KTT ke-14 ASEAN+3.

49 49 KTT ke-19 ASEAN dan KTT Terkait Lainnya Bali, November 2011 (lanjutan) KTT ke-4 ASEAN-PBB. KTT ke-9 ASEAN-India. KTT ke-3 ASEAN-Amerika Serikat. East Asia Summit ke-6. Selain itu, direncanakan pula beberapa side events yakni: Penyelenggaraan ASEAN Fair. Pertemuan ASEAN Leaders Meeting with ASEAN Business Advisory Council (ABAC). Pertemuan ASEAN Plus Three (APT) Leaders Meeting with East Asia Business Council (EABC). Pertemuan ini diusulkan oleh Malaysia pada saat ASEAN SOM di Medan, September 2011 Pertemuan 3 rd Mekong-Japan Summit ASEAN Supreme Audit Institution Meeting ASEAN Investment Forum Seminar pemberdayaan usaha-usaha kecil dan mikro perempuan ASEAN

50 50 Dalam KTT ke-19 ASEAN mendatang, beberapa dokumen yang rencananya akan ditandatangani antara lain: 1.Bali Declaration on the ASEAN Community in a global community of nations. 2.ASEAN-Japan Joint Declaration for Enhancing ASEAN-Japan Partnership & Plan of Action ( ). 3.ASEAN-China Joint Statement in Commemorating the 20 th Anniversary of the Establishment of ASEAN-China Relations. 4.ASEAN-UN Joint Declaration on Comprehensive Partnership. 5.EAS Declaration on the Principles for Mutually Beneficial Relations (BALI PRINCIPLES). KTT ke-19 ASEAN dan KTT Terkait Lainnya Bali, November 2011 (lanjutan)

51 51 Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas TERIMA KASIH


Download ppt "TRANSFORMASI ASEAN DAN KEPEMIMPINAN INDONESIA ASEAN : ONE VISION, ONE IDENTITY, ONE COMMUNITY Duta Besar Pitono Purnomo Kementerian Luar Negeri RI Medan,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google