Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Banda Aceh, 29 April 2006 SETAHUN REKONSTRUKSI ACEH & NIAS Kemajuan, Tantangan, dan Agenda ke.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Banda Aceh, 29 April 2006 SETAHUN REKONSTRUKSI ACEH & NIAS Kemajuan, Tantangan, dan Agenda ke."— Transcript presentasi:

1 1 Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Banda Aceh, 29 April 2006 SETAHUN REKONSTRUKSI ACEH & NIAS Kemajuan, Tantangan, dan Agenda ke Depan

2 2 Tantangan Rehabilitasi & Rekonstruksi

3 3 Sebaran Wilayah Kerja 23 Kabupaten 400 Kecamatan Desa

4 4 Tantangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bekerja di wilayah tidak normal berdasarkan peraturan dan mekanisme kerja normal Keterbatasan sumber daya Beratnya Medan (Jalan terputus, jembatan rusak, pelabuhan hancur, pemerintahan lumpuh) Tata nilai masyarakat yang berpuluh tahun dilanda konflik dan dalam tekanan Kompleksitas politik lokal

5 5 Informasi Umum

6 6 Mandat & Tugas BRR NAD-Nias Mandat Perpu Nomor 2 tahun 2005, Pasal 16 d. Melaksanakan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan dokumen pelaksanaan anggaran g. Mengorganisasikan dan mengkoordinasikan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan pihak lain yg terkait Rp 60 Trilyun Kebutuhan Dana Kebutuhan pendanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang perlu disediakan dan dikelola sebesar Rp 60 T. Sudah diperoleh Rp 21 T dari APBN utk 4 tahun dan 24T dari NGO/Donor 392 Project Management 101 SATKER yang mengerjakan proyek-proyek dari dana APBN 291 NGO dan Donor Proyek Rehab & Rekon 945 Proyek pemerintah 828 Proyek Donor dan NGO

7 7 Perkembangan Pendanaan 100% 23% 100% 75% 100% 15% Mandat BRR Komitmen Pendanaan Realisasi Keuangan 4 Tahun 11 bulan Rp 60 T Rp 45 T Rp 60 T Rp 9 T BRR telah menggunakan waktu 11 bulan dari mandat BRR selama 4 tahun, atau sekitar 23 % dari total waktu yang tersedia Dalam kurun waktu tersebut, komitmen pendanaan yang sudah diperoleh adalah Rp 45 triliun dari estimasi awal sebesar Rp 60 triliun (75% dari total kebutuhan) Realisasi keuangan sebesar 15%, lebih rendah dari jumlah waktu yang tersedia karena proses perencanaan

8 8 Organisasi BRR NAD-Nias

9 9 Kemajuan Rehabilitasi & Rekonstruksi

10 10 Perkiraan Kebutuhan Oktober 2005April 2006 Rumah Baru unit unit Unit (Selesai) Guru (meninggal) orang2.430 orang Sekolah unit132 unit524 unit Fasilitas Ibadah unit141 unit489 unit Fasilitas Kesehatan 127 unit38 unit113 unit health post Kapal (boat) Nelayan buah buah Tambak ha ha (clean up) ha (rehabilitation) Sawah dan Kebun ha ha ha Jalan km-490 km Jembatan Kredit Mikro ukm3.640 ukm ukm Pelabuhan Laut 14 pelabuhan5 pelabuhan dlm proses 2 pelabuhan selesai dan diresmikan Pelabuhan Udara 11 bandara/airstrip2 bandara5 bandara/air strip (selesai) Perkembangan Rekonstruksi Dalam Angka

11 11 Menjaga Komitmen dan Kepercayaan Publik dan Internasional Rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh-Nias memerlukan dana sekitar Rp 60 trliyun Lebih dari 60 % dana disediakan oleh donor internasional (bilateral, multilateral, dan masyarakat) APBN adalah dana negara (uang rakyat) yang harus dikelola secara bertanggung jawab Masyarakat penyumbang perlu mendapat informasi yang faktual tentang perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi

12 12 Mengapa Integritas Harus Dijaga Kepercayaan dunia internasional harus dijaga, agar komitmen dana untuk membangun kembali Aceh dan Nias dapat ditunaikan sesuai rencana Kepercayaan masyarakat (rakyat) Indonesia sebagai penyumbang dan pemilik dana APBN harus dijaga Optimisme dan harapan masyarakat korban harus ditumbuhkan Kredibilitas dan integritas organisasi pengelola kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi (BRR) menjadi faktor penentu JANGAN SAMPAI MASYARAKAT ACEH DAN NIAS MENJADI KORBAN UNTUK KEDUA KALINYA, AKIBAT PERNYATAAN-PERNYATAAN DAN PERSEPSI YANG TIDAK DIDASARI FAKTA-FAKTA

13 13 Berbagai Kebijakan BRR untuk menjaga Integritas dan Kredibilitas Organisasi Transparansi di setiap tahapan kegiatan: –Penyusunan Anggaran –Perekrutan Staff –Pelaksanaan pendaftaran calon kontraktor dan proses prakualifikasi Pelaksanaan lelang Berbagai laporan: Laporan Keuangan, Laporan Kinerja Selutuh staf BRR wajib menandatangani PAKTA INTEGRITAS Memberikan SINGLE INCOME: tidak ada penghasilan selain gaji Menerapkan sistem kontrol dan audit berlapis-lapis: –Satuan Pengawasan Internal –Satuan Anti Korupsi –Dewan Pengawas –Auditor Independen (BPKP, BEPEKA) –Pengawasan oleh Masyarakat (Partisipasi) –Pengawasan oleh Media Massa

14 14 Satuan Anti Korupsi SAK Bertugas mencegah kemungkinan terjadinya penyelewengan dalam proses penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias Diperkuat oleh 50 personil, termasuk perbantuan dari tenaga khusus dari BPKP Sampai saat ini telah menerima sebanyak 528. Dari jumlah itu, sebanyak 465 (88%) sudah diselesaikan, sedangkan sisanya masih dalam proses Laporan Berdasarkan Jenis Masalah dan Tindakan Jenis MasalahTotalPersen Proses Lelang Bermasalah Potensi Kecurangan / Korupsi Masalah Terkait Projek Keluhan atas Kinerja dan Perilaku Saran / Pertanyaan509.5 Keluhan atas Sistem & Prosedur417.8 Tuntutan Masyarakat/ Hak Korban Bencana Permintaan Nasehat atas Etika183.4 Permintaan Nasehat atas Prosedur91.7 Penyalahgunaan Wewenang71.3 Penyalahgunaan Fasilitas BRR40.8

15 15 Pelajaran Penting untuk Ke Depan Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan sumber daya yang masif dan koordinasi antar lembaga yang sangat tinggi. Hal ini hanya mungkin terjadi bila memperoleh dukungan penuh dari pimpinan nasional. Peraturan-perundangan umumnya disusun dengan asumsi-asumsi yang ada pada kondisi normal. Sementara kondisi yang dihadapi dilapangan jauh dari kondisi normal. Batasan-batasan dan prosedur yang diatur dalam peraturan akan menjadi hambatan bagi kecepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Diperlukan Undang-undang dan peraturan yang memberikan kewenangan dan fleksibilitas bagi badan pengelola rehabilitasi dan rekonstruksi Hampir seluruh dana rehabilitasi dan rekonstruksi merupakan bantuan dunia. Termasuk dana APBN yang merupakan hasil moratorium hutang RI. Untuk itu, kepercayaan Internasional harus selalu dijaga dengan transparansi, akuntabilitas dan kredibilitas yang tinggi Medan yang dihadapi sangat berat, fasilitas yang minim, sumber daya terbatas, dan jalur distribusi rusak. Tugas rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan personil pada setiap jenjang manajerial yang memiliki jiwa leadership dan daya tahan yang tinggi. Tujuan utama rehabilitasi dan rekonstruksi adalah memulihkan kembali kehidupan masyarakat korban bencana. Pelaksana rehabilitasi dan rekonstruksi bertugas memastikan tujuan tersebut tercapai.Masyarkat korban bencana adalah benficiary utama dan menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan. Seluruh personil pelaksana rehabilitasi dan rekonstruksi tidak boleh memiliki kepentingan atau agenda selain itu. Perlunya aturan-aturan hukum terobosan Kepercayaan dunia internasional Leadership dan daya tahan yang kuat Dukungan pimpinan nasional Jangan Jadi lembaga politik

16 16 Praktik Tata Kelola Yang Baik (Good Governance) Kepemimpinan yang bersih Transparansi Akuntabilitas Kesetaraan Pertanggungjawaban Tidak ada agenda tersembunyi, tidak ada kepentingan pribadi atau golongan. Setiap keputusan yang krusial harus dilakukan secara kolektif. Pelibatan pastisipasi masyarakat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi Membuka saluran-saluran komunikasi bagi seluruh stakeholder rehabiltasi dan rekonstruksi Transparansi dalam proses pengadaan Pembentukan Satuan Anti Korupsi Sistem remunerasi dan manajemen kinerja (single income, orang dinilai karena prestasi, bukan umur atau lamanya bekerja) Pemenuhan kewajiban pelaporan keuangan, laporan kinerja dan laporan lainnya Pengawasan, audit dan pemeriksaan yang berlapis oleh BEPEKA, KPK, Dewan Pengawas, Internal Audit, dan pengawasan masyarakat Pelayanan kepada masyarakat korban bencana secara sesuai dengan tahapan dan prioritas yang paling mendesak Kesempatan yang sama bagi semua pihak untuk berpartisipasi Kesempatan yang sama bagi seluruh personil untuk berprestasi sesuai bidang dan kompetensi Pertanggungjawaban atas mandat yang diberikan dalam undang-undang melalui laporan secara tertib dan berkala Semua personil wajib menandatangani pakta integritas Penerapan manajemen kinerja dilingkunan pada setiap jenjang manajerial

17 17 Agenda Ke Depan

18 18 Skenario Kegiatan Rehabilitasi/Rekonstruksi Referensi utama untuk seluruh proses rekonstruksi Sebagai dokumen yang dinamis, penyesuaian dilakukan sesuai kebutuhan Pembangunan berbasis komunitas sebagai pendekatan utama RencanaInduk

19 19 Beberapa Target unit rumah baru lengkap dengan air bersih dan sanitasi Rehabilitasi 72 daerah irigasi untuk hektar sawah Perbaikan 26,9 km tanggul pengaman pantai Pembangunan jalan lintas barat dan lintas timur sepanjang 450 km dan jembatan 435 m Pembangunan 182 unit gedung sekolah baru dan 200 fasilitas pendidikan Pembangunan 145 fasilitas kesehatan (puskesmas, polindes dan pustu) Pembangunan 97 kantor desa, 25 kantor camat, 36 kantor kabupaten dan 12 gedung pemerintahan provinsi Bantuan kredit mikro untuk orang dan Usaha Kecil Menengah Pembangunan 32 pasar tradisional dan 7 pasar induk/grosir Pemulihan lahan sawah dampak tsunami seluas ha, optimalisasi lahan tegalan untuk palawija ha, penghijauan melalui tanaman buah di rumah Bantuan sarana dan prasarana unit pengelolaan ikan pada 17 kabupaten, pembangunan TPI pada 5 kabupaten

20 20 Kebijakan Ke Depan Menyusun Strategi Pelaksanaan Rencana Induk Memperkuat koordinasi dengan NGO dan Donor Sinergi dengan Pemda Tk II, Pemda Tk I, dan Departemen Teknis dalam penyusunan perencanaan dan anggaran tahunan Membuka dan memperkuat kantor-kantor wilayah di seluruh NAD dan Nias Penunjukan dan pengelolaan Satuan Kerja Proyek-Proyek langsung di bawah kendali BRR

21 21 Terima Kasih


Download ppt "1 Badan Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias Banda Aceh, 29 April 2006 SETAHUN REKONSTRUKSI ACEH & NIAS Kemajuan, Tantangan, dan Agenda ke."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google