Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

William Stallings Data and Computer Communications BAB 2 Protokol dan Arsitektur 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "William Stallings Data and Computer Communications BAB 2 Protokol dan Arsitektur 1."— Transcript presentasi:

1 William Stallings Data and Computer Communications BAB 2 Protokol dan Arsitektur 1

2 Karakteristik zLangsung atau tidak langsung zMonolitik atau terstruktur zSimetris atau asimetris zStandar atau tidak standar 2

3 Langsung atau Tidak Langsung zLangsung ySistem yang berbagi sebuah sambungan titik ke titik atau ySistem yang berbagi sebuah sambungan dengan banyak titik yData dapat lewat tanpa intervensi oleh “agent” yang aktif zTidak Langsung ySwitched network atau yInternetwork atau internet yTransfer data tergantung pada entitas lain 3

4 Monolitik atau Terstruktur zKomunikasi adalah pekerjaan yang kompleks zTerlalu kompleks untuk sebuah unit zDesain yang tersruktur memecahkan masalah menjadi unit yang lebih kecil zStruktur yang berlapis 4

5 Simetris atau Asimetris zSimetris yKomunikasi antar entitas pasangan zAsimetris yClient/server 5

6 Standar atau Tidak Standar zProtokol non standar dibuat untuk komputer dan pekerjaan tertentu zK sumber dan L penerima menjadikan K*L protokol dan 2*K*L implementasi zJika yang dipakai adalah protokol yang umum, yang dibutuhkan adalah K + L implementasi 6

7 Pemakaian Protokol Standar 7

8 Fungsi-Fungsi zEncapsulation zSegmentation and reassembly zConnection control (Pengendalian hubungan) zOrdered delivery (Pengiriman sesuai order) zFlow control (Pengendalian aliran) zError control (Pengendalian kesalahan) zAddressing (Pengalamatan) zMultiplexing zTransmission services (Layanan transmisi) 8

9 Enkapsulasi zPenambahan informasi kontrol terhadap data yInformasi alamat yKode pendeteksi kesalahan / deteksi error yKontrol protokol 9

10 Segmentasi/Fragmentasi zBlok data dalam ukuran yang terbatas zPesan-pesan lapisan aplikasi mungkin berukuran besar zPaket jaringan bisa jadi lebih kecil zMembagi blok yang lebih besar menjadi lebih kecil disebut “segmentation” (atau “Fragmentation” dalam TCP/IP) yATM blocks (cells) panjangnya 53 octet yEthernet blocks (frames) panjangnya sampai 1526 octets zCheckpoint dan restart/recovery 10

11 Kenapa ada Fragment? zKelebihan yPengendalian kesalahan lebih efisien yAkses ke fasilitas jaringan yang lebih seimbang yWaktu jeda yang lebih pendek yBuffer yang diperlukan lebih kecil zKekurangan yOverheads yPeningkatan interupsi pada penerima yWaktu proses lebih lama 11

12 Kontrol Koneksi zHubungan terbentuk zTransfer data zPemutusan hubungan / koneksi zDapat menginterupsi hubungan dan memperbaiki zNomor urut digunakan untuk yPengiriman terurut / ordered dilevery ypengendalian / kontrol aliran ypengendalian / kontrol kesalahan 12

13 Transfer Data berorientasi Hubungan 13

14 Pengiriman terurut zPDU dapat memilih jalur lain melalui jaringan zPDU bisa keluar dari urutan zNomor Urut PDU digunakan untuk pengurutan 14

15 Pengendalian aliran zDilakukan oleh entitas yang menerima zJumlah batas atau rata-rata dari data / rate of data zBerhenti atau tunggu zSistem kredit ySliding window zdigunakan pada aplikasi seperti lapisan jaringan 15

16 Pengendalian kesalahan zMencegah kehilangan atau kerusakan zPendeteksian kesalahan yPengirim menambahkan bit pendeteksi kesalahan yPenerima menguji bit tsb yJika OK, acknowledge yJika salah, membuang paket / dikembalikan zRetransmission (Mengirim Ulang) yJika tidak ada aknowledge pada waktu yang ditentukan, kirim ulang zDibentuk pada berbagai lapisan 16

17 Pengalamatan zAddressing level (Tingkat pengalamatan) zAddressing scope (Cakupan pengalamatan) zConnection identifiers (Identifikasi hubungan) zAddressing mode (Mode pengalamatan) 17

18 Addressing level (Tingkat Pengalamatan) zTingkat didalam arsitektur dimana entitas diberi nama zAlamat unik untuk setiap End-System (komputer) atau router zAlamat tingkat jaringan yIP atau alamat internet (TCP/IP) yNetwork service access point atau NSAP (OSI) zProses didalam sistem yNomer Port (TCP/IP) yService access point atau SAP (OSI) 18

19 Konsep Pengalamatan 19

20 Addressing Scope / Jangkauan Pengalamatan zGlobal nonambiguity yAlamat global yang mengidentifikasi sistem yang unik yHanya ada satu sistem dengan alamat X zGlobal applicability yMemungkinkan disetiap sistem (setiap alamat) untuk mengidentifikasi sistem (alamat) lain dengan alamat global sistem lain yAlamat X mengidentifikasi bahwa sistem bisa dari mana saja pada jaringan zContoh, Alamat MAC pada jaringan IEEE

21 Penanda hubungan zTransfer data berorientasi hubungan (rangkaian virtual) zMengalokasi sebuah nama hubungan selama fase transfer yOverhead diturunkan ketika penanda hubungan lebih pendek daripada alamat global yRouting bisa dibetulkan dan diidentifikasi oleh nama hubungan yEntitas dapat memiliki banyak hubungan - multiplexing yInformasi status dipertahankan 21

22 Addressing Mode (Mode Pengalamatan) zBiasanya sebuah alamat mewakili sebuah sistem tunggal yalamat “unicast” yMengirim ke satu mesin atau orang zBisa mengalamati semua entitas didalam suatu domain yBroadcast yMengirim ke semua mesin atau pemakai zBisa mengalamati sebagian entitas didalam suatu domain yMulticast ymengirim ke sebagian mesin atau grup dari pemakai 22

23 Multiplexing zMendukung banyak hubungan pada satu mesin zMemetakan banyak hubungan pada satu tingkat dari satu hubungan ke yang lain yMembawa sejumlah hubungan pada satu kabel serat optik yMenggabungkan jalur ISDN untuk memperoleh bandwidth 23

24 Layanan Transmisi zPrioritas yContoh, pengendalian pesan zKualitas layanan yMinimum acceptable throughput / laju penyelesaian minimum yMaximum acceptable delay / batas penundaan maksimum zPengamanan yPembatasan akses 24

25 Model OSI zSuatu model lapisan zSetiap lapisan membentuk subset dari fungsi komunikasi yang diperlukan zSetiap lapisan masih diperlukan untuk lapisan dibawahnya untuk membentuk fungsi yang lebih “primitif” zSetiap lapisan menyediakan layanan untuk lapisan diatasnya zPerubahan pada satu lapisan tidak boleh mengakibatkan perubahan pada lapisan yang lain 25

26 Lingkungan OSI 26

27 OSI as Framework for Standardization 27

28 Layer Specific Standards 28

29 Elemen Standarisasi zSpesifikasi Protokol yMengoperasikan antar lapisan yang sama pada dua sistem yBisa melibatkan sistem operasi yang berbeda ySpesifikasi protokol harus tepat xFormat of data units (Format unit data) xSemantics of all fields (Semantik dari semua field) xallowable sequence of PCUs (Urutan PCU yang diperkenankan) zDefinisi layanan yPenjelasan Fungsional tentang untuk apa disediakan zPengalamatan yDireferensikan oleh SAP 29

30 Lapisan OSI (1) zPhysical (Fisik) yAntarmuka fisik antar peralatan xMechanical xElectrical xFunctional xProcedural zData Link (Hubungan data) yBerupa pengaktifan, pemeliharaan dan pemutusan hubungan yang berjalan baik yPendeteksian dan pengendalian kesalahan yLapisan yang lebih tinggi dapat diasumsikan sebagai transmisi tanpa kesalahan 30

31 Lapisan OSI (2) zNetwork (Jaringan) yMengalirkan informasi yLapisan yang lebih tinggi tidak perlu tahu tentang teknologi yang digunakan yTidak diperlukan pada Hubungan Langsung zTransport yMenukarkan data antar End-System yTanpa kesalahan yDalam urutan / secara bertahap yTanpa kehilangan yTanpa duplikat yKualitas layanan 31

32 Lapisan OSI (3) zSession yMengendalikan dialog antar aplikasi yAturan dialog yPengelompokan yRecovery (Perbaikan / backup) zPresentation yPembentukan dan pengkodean data yKompresi data yEnkripsi zApplication yBerupa aplikasi yang mengakses lingkungan OSI 32

33 Penggunaan Relay 33

34 TCP/IP Protocol Suite zArsitektur protokol komersial yang paling dominan zDitentukan dan digunakan secara spesifik sebelum OSI zDibangun oleh riset yang didanai oleh Departemen Pertahanan Amerika zDigunakan oleh Internet 34

35 Arsitektur Protokol TCP/IP (1) zApplication Layer (Lapisan Aplikasi) yKomunikasi antar proses atau aplikasi zEnd to End atau Lapisan Transport (TCP/UDP/…) yTransfer data End to End yBisa melibatkan mekanisme yang handal (TCP) yMenyembunyikan detil jaringan yang digunakan z(IP) Lapisan Internet yPengaturan rute data 35

36 Arsitektur Protokol TCP/IP (2) zNetwork Layer (Lapisan Jaringan) yAntarmuka logik antara End System dengan jaringan zPhysical Layer (Lapisan Fisik) yMedia Transmisi yKecepatan pensinyalan dan pengkodean data 36

37 PDU didalam TCP/IP 37

38 Beberapa Protokol didalam TCP/IP 38

39 Perlu membaca zStallings chapter 2 (Stallings bab 2) zComer,D. Internetworking with TCP/IP volume I zComer,D. and Stevens,D. Internetworking with TCP/IP volume II and volume III, Prentice Hall zHalsall, F> Data Communications, Computer Networks and Open Systems, Addison Wesley zRFCs (Request For Comments) 39


Download ppt "William Stallings Data and Computer Communications BAB 2 Protokol dan Arsitektur 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google