Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR EVAPORATOR EFEK TUNGGAL MEMERLUKAN SEKITAR 1 KG STEAM UNTUK MENGUAPKAN 1 KG AIR. KINERJA SISTIM EVAPORATOR INI DAPAT DITINGKATKAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR EVAPORATOR EFEK TUNGGAL MEMERLUKAN SEKITAR 1 KG STEAM UNTUK MENGUAPKAN 1 KG AIR. KINERJA SISTIM EVAPORATOR INI DAPAT DITINGKATKAN."— Transcript presentasi:

1 MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR EVAPORATOR EFEK TUNGGAL MEMERLUKAN SEKITAR 1 KG STEAM UNTUK MENGUAPKAN 1 KG AIR. KINERJA SISTIM EVAPORATOR INI DAPAT DITINGKATKAN DENGAN OPERASI EFEK GANDA SISTIM VAPOR RECOMPRESSION SIKLUS HEAT PUMP SISTIM EFEK GANDA DIPERKENALKAN PERTAMA KALI OLEH RILLIEUX PADA TH PADA SISTIM INI, UAP AIR DARI EFEK PERTAMA DIMANFAATKAN SEBAGAI PEMANAS PADA EVAPORATOR EFEK KEDUA DENGAN TITIK DIDIH YANG LEBIH RENDAH. HAL INI DIMUNGKINKAN DENGAN MENGOPERASIKAN EVAPORATOR EFEK KEDUA PADA TEKANAN YANG LEBIH RENDAH DARI PADA EFEK PERTAMA, DEMIKIAN SETERUSNYA. PADA SISTIM EFEK GANDA INI, EFEK TERAKHIR DIOPERASIKAN PADA TEKANAN VAKUM. DENGAN SISTIM EVAPORATOR EFEK GANDA KEBUTUHAN STEAM DIPERKECIL. SISTIM EVAPORATOR N EFEK KIRA-KIRA MEMERLUKAN 1/N KG STEAM UNTUK MENGUAPKAN 1 KG AIR, ATAU STEAM ECONOMY NYA, YAITU KG AIR YANG DIUAPKAN PER KG STEAM YANG DIGUNAKAN, ADALAH SEKITAR N

2 ADA BEBERAPA SISTIM EVAPORATOR EFEK GANDA YAITU: FEED FORWARD DAN FEED BACKWARD FEED FORWARD FEED BACKWARD Feed Forward digunakan bila larutan pekat sangat peka terhadap panas Feed Backward digunakan bila larutan pekat sangat viskus MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

3 LANGKAH-LANGKAH PERHITUNGAN 1.Tentukan titik didih larutan pada efek terakhir, T 3, dari konsentrasi larutan produk dan tekanan pada efek terakhir, T 3 =T 3 0 +BPR 3 dimana T 3 0 =T SAT (P 3 ). Tentukan beda suhu total: ∑  T=T S -T Tentukan jumlah total uap dari neraca bahan overall. Buat trial awal untuk jumlah uap tiap efek dengan menganggap jumlah uap tiap efek sama. Buat neraca bahan tiap efek untuk mendapatkan L 1, L 2, dan L 3.. Kemidian hitung konsentrasi solid dalam tiap efek dengan solid balance, Hitung ∑  Teff dimana ∑  Teff=∑  T-∑BPR 3.Hitung  T 1,  T 2,  T 3 : Kemudian hitung titik didih tiap-tiap efek: T 1 =T S -  T 1, dan T 1 0 =T 1 -BPR 1, P 1 =P 1 SAT (T 1 0 ), T 2 =T  T 2, T 2 0 =T 2 -BPR 2, P 2 =P 2 SAT (T 2 0 ), T 3 =T BPR 3 1.Dari neraca bahan dan neraca energy tiap efek hitung kembali jumlah uap dan liquid keluar tiap efek. Bandingkan dengan yang diasumsi pada langkah 2. Bila mendekati, lanjut ke step 5, bila berbeda jauh, ulangi step 2 2.Dari Capacity equation tiap efek hitung luas perpindahan panas tiap efek. Bila tidak sama, maka adakan koreksi terhadap beda suhu tiap efek. Ulangi perhitungan dari step 3

4 S F,X F L 1, X 1 L 2, X 2 L 3, X 3 V1V1 V2V2 V3V3 MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR MATERIAL BALANCE: SISTIM TOTAL: F = L 3 + (V 1 +V 2 +V 3 ) F X F = L 3 X 3 EFEK 1: F = L 1 +V 1 (OVERALL) ; F X F = L 1 X 1 (SOLID) EFEK 2: L 1 = L 2 + V 2 (OVERALL); L 1 X 1 = L 2 X 2 (SOLID) EFEK 3: L 2 = L 3 + V 3 (OVERALL); L 2 X 2 = L 3 X 3 (SOLID)

5 MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR ENERGY BALANCE: SUHU REFERENCE O 0 C EFFECT 1: F Cp (T F -0) + S S1 = L 1 Cp (T 1 – 0) + V 1 H V1 EFFECT 2: L 1 Cp (T 1 – 0) + V 1 S2 = L 2 Cp (T 2 – 0) + V 2 H V2 EFFECT 3: L 2 Cp (T 2 – 0) + V 2 S3 = L 3 Cp (T 3 – 0) + V 3 H V3 BILA KENAIKAN TITIK DIDIH DIABAIKAN EFEK 1: F Cp (T F -T 1 ) + S λ S1 = V 1 λ S2 ( SUHU REFERENCE=T 1 ) EFEK 2: L 1 Cp (T 1 -T 2 ) + V 1 λ S2 = V 2 λ S3 ( SUHU REFERENCE=T 2 ) EFEK 3: L 2 Cp(T 2 – T 3 )+ V 2 λ S3 = V 3 λ S4 ( SUHU REFERENCE=T 3 )

6 CONTOH SOAL-1 Suatu evaporator tiga efek digunakan untuk menguapkan larutan gula yang mengandung 10% berat solid ke konsentrasi 50% berat solid. Kenaikan titik didih bisa diestimasi dari persamaan BPR 0 C=1.78 X X 2 dimana x adalkah fraksi berat gula dalam larutan.Digunakan steam jenuh pada tekanan kPa ( C).Tekanan pada efek ketiga adalah 13.4 kPa. Laju alir umpan adalah kg/jam pada suhu C. Kapasitas panas larutan dinyatakan dengan Cp= x kJ/kg K. Panas pelarutan diabaikan. Koefisien perpindahan panas overall tiap efek sudah diestimasi yaitu: U 1 =3123, U 2 =1987, U 3 =1136 W/M2k. Bila tiap efek mempunyai luas perpindahan panas yang sama, maka hitung luas perpindahan panas, jumlah steam yang dibutuhkan dan steam economy. MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

7 PENYELESAIAN Step 1: Pada P 3 =13.4 kPa, suhu jenuh air adalah C dari steam table. Untuk x 3 =0.5, didapat BPR 3 = C, T 3 =T 3 0 +BPR 3 = = C. Step 2: Hitung L 3 : Solid balance Fx F = L 3 x 3 + 0→ 22680(0.1)=L 3 (0.5) → L 3 =4536 kg/jam Hitung Total penguapan: F = L 3 + (V 1 +V 2 +V 3 ) → V 1 +V 2 +V 3 =F-L 3 = =18144 Asumsi V 1 =V 2 =V 3 =18144/3=6048 kg/jam Neraca bahan efek 1: F=V 1 +L 1 →22680=6048+L 1 → L 1 =16632 kg/j Neraca bahan efek 2: L 1 =V 2 +L 2 → 16632=6048+L 2 → L 2 =10584 kg/j Neraca bahan efek 3: L 2 =V 3 + L 3 → 10584=6048+L 3 → L 3 =4536 kg/j Solid balance efek 1: Fx F = L 1 x 1 → 22680(0.1)=16632 x 1 → x 1 = Solid balance efek 2: L 1 x 1 = L 2 x 2 → 16632(0.136)=10584 x 2 → x 2 = Solid balance efek 3: L 2 x 2 = L 3 x 3 → 10584(0.214)=4536 x 3 → x 3 =0.5 MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

8 STEP 3: Hitung BPR: BPR 1 =1.78 x x 1 2 =1.78(0.136)+6.22(0.136) 2 = C BPR 2 =1.78 x x 2 2 =1.78(0.214)+6.22(0.214) 2 =0.65C BPR 3 =1.78 x x 3 2 =1.78(0.5)+6.22(0.5) 2 = C Hitung ∑  T available : ∑  T available =∑  T-∑BPR=T S1 -T 3 0 -(BPR 1 +BPR 2 +BPR 3 ) = ( )= C Hitung  T i :  T 1 =∑  T (1/U 1 )/(1/U 1 +1/U 2 +1/U 3 )= = 65.97(1/3123)/(1/3123+1/1987+1/1136)= C Dengan cara sama didapat  T 2 = C,  T 3 = C Hitung suhu masing-masing efek: T 1 =T S1 -  T 1 = = C T S2 =T 1 -BPR 1 = = C, T 2 =T S2 -  T 2 = = C MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

9 STEP 4 Kapasitas panas liquid: F : Cp= (0.1) =3.955 kJ/kg.K L 1 : Cp= (0.136)=3.869 L 2 : Cp= (0.214)=3.684 L 3 : Cp= (0.5) =3.015 Enthalpy uap dan panas laten pengembunan: Efek 1: H V1 =H S2 +Cpv( BPR 1 )= (0.36) =2685 kJ/kg λ S1 = H S1 -h S1 = = 2200 kJ/kg Efek 2: H V2 = H S3 + Cpv (BPR 2 ) = (0.65) = 2655 kJ/kg λ S2 = H V1 -h S2 = 2685 – 441 = 2244 kJ/kg Efek 3: H V3 = H S4 + Cpv (BPR 3 )= (2.45)= 2600 kJ/kg λ S3 = H V2 – h S3 = 2655 – 361 = 2294 kJ/kg MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

10 NERACA BAHAN DAN ENERGY EFEK 1: F=V 1 + L 1 → V 1 = – L 1 F Cp (T F – 0) + S λ S1 = L 1 Cp (T 1 – 0) + V 1 H V (3.955)(26.7)+S(2200)=L 1 (3.869)(105.54)+(22680-L 1 )(2685) EFEK 2: L 1 = V 2 + L 2 → V 2 = L 1 – L 2 L 1 Cp (T 1 -0)+V 1 λ S2 =L 2 Cp(T 2 -0)+V 2 H V2 L 1 (3.869)(105.54)+(22680-L 1 )(2244)=L 2 (3.684)(86.84)+(L 1 -L 2 )(2655) EFEK 3: L 2 = V 3 + L 3 → V 3 = L 2 – L 3 L 2 Cp(T 2 -0)+V 2 λ S3 =L 3 Cp(T 3 -0)+V 3 H V3 L 2 (3.684)(86.84)+(L 1 -L 2 )(2294)=4536(3.015)(54.12)+(L )(2600) DIDAPAT: L 1 =17078, L 2 = 11068, L 3 =4536 kg/j S=8936, V 1 =5602, V 2 = 6010, V 3 = 6532 kg/j HARGA V 1, V 2, V 3 YANG DIHITUNG INI CUKUP DEKAT DENGAN HARGA YANG DIASUMSI MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

11 STEP 5 HITUNG LUAS PERPINDAHAN PANAS MASING-MASING EFEK Q 1 =Sλ S1 =U 1 A 1  T 1 → (89360/3600)(2200 x 1000)=(3123)A 1 (15.56)→A 1 =112.4 m 2 Q 2 =V 1 λ S2 =U 2 A 2  T 2 →(5602/3600)(2244x1000)=(1987)A 2 (18.34)→A 2 =95.8 m 2 Q 3 =V 2 λ S3 =U 3 A 3 ∆T 3 →(6010/3600)(2294x1000)=(1136)A 3 (32.07)→A 3 =105.1 m 2 LUAS RATA-RATA, A m =104.4 m 2. PERBEDAAN LUAS MASING-MASING EFEK DENGAN HARGA RATA-RATA KURANG DARI 10%. SEBENARNYA TAK DIPERLUKAN TRIAL KEDUA. TAPI UNTUK MENJELASKAN METODA PERHITUNGAN NYA, DISINI DILAKUKAN TRIAL KEDUA DENGAN MENGULANG MULAI STEP KEDUA MENGGUNAKAN HARGA L 1 DAN L 2 YANG BARU YANG DIHITUNG PADA STEP 4. STEP 2 ULANGAN (0.1)= x 1 → x 1 = (0.133)=11068 x 2 → x 2 = (0.205)= 4536 x 3 → x 3 = 0.5 MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

12 STEP 3 ULANGAN BPR 1 =1.78 x x 1 2 = 1.78 (0.133) (0.133) 2 = 0.35 BPR 2 =1.78 x x 2 2 = 1.78 (0.205) (0.205) 2 = 0.63 BPR 3 =1.78 x x 3 2 = 1.78 (0.5) (0.5) 2 = 2.45 ∑∆T available = –( )=66 0 C HARGA BARU BEDA SUHU: ∆T 1 ’ =A 1 ∆T 1 /A m =15.56 (112.4)/104.4 = ∆T 2 ’ =A 2 ∆T 2 /A m = (95.8)/104.4 = ∆T 3 ’=A 3 ∆T 3 /A m = (105.1)/104.4 = SUHU MASING-MASING EFEK: T 1 =T S1 - ∆T 1 ’= – = C, T S1 = C T S2 =T 1 -BPR 1 =104.33–0.35=103.98, T 2 =T S2 -∆T 2 ’= = C T S3 =T 2 -BPR 2 = = C, T 3 =T S3 -∆T 3 ’= = C MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

13 STEP 4 ULANGAN KAPASITAS PANAS LIQUID: Cp= x ALIRAN F L 1 L 2 L 3 x Cp, kJ/kg K HARGA ENTHALPY DAN PANAS LATEN PENGEMBUNAN H V1 =H S BPR 1 = (0.35)=2683 kJ/kg λ S1 =H S1 -h s1 = 2708 – 508 = 2200 kJ/kg H V2 =H S BPR 2 = (0.63)=2655 kJ/kg λ S2 =H V1 –h S2 = 2683 – 440 = 2243 kJ/kg H V3 =H S BPR 3 = (2.45)=2600 kJ/kg λ S3 =H V2 –h S3 = 2655 – 362 = 2293 kJ/kg MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

14 STEP 4 ULANGAN ENERGY BALANCE: 22680(3.955)(26.7-0)+S(2200)=L 1 (3.877)( )+(22680-L 1 )(2683) L 1 (3.877)( )+(22680-L 1 )(2243)=L 2 (3.708)( )+(L 1 -L 2 )(2655) L 2 (3.708)( )+(L 1 -L 2 )(2293)=4536(3.015)( )+(L )(2600) DIDAPAT: L 1 =17005, L 2 =10952, L 3 =4536, S=8960 kg/j V 1 =5675, V 2 =053, V 3 =6416 kg/j STEP 5 ULANGAN: CAPACITY EQUATION: Q 1 =Sλ S1 =U 1 A 1 ∆T 1 ’→(8960/3600)(2200x1000)=3123 A 1 (16.77)→A 1 =104.6 m 2 Q 2 =V 1 λ S2 =U 2 A 2 ∆T 2 ’→(5675/3600)(2243x1000)=1987 A 2 (16.87)→A 2 =105.6 m 2 Q 3 =V 2 λ S3 =U 3 A 3 ∆T 3 ’→(6053/3600)(2293x1000)=1136 A 3 (32.36)→A 3 =104.9 m 2 LUAS RATA-RATA, A m =105 m 2. STEAM ECONOMY = ( )/8960 = MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

15 CONTOH SOAL-2 4 kg/s suatu cairan yang mengandung 10% solid dialirkan pada 294 K ke efek pertama dari unit evaporator tiga efek. Cairan dengan kandungan 50% solid akan dikeluarkan dari efek ketiga yang beroperasi pada tekanan 13 kN/m 2 (0.13 bar). Cairan mmpunyai panas jenis 4.18 kJ/kg K dan kenaikan titik didih diabaikan. Steam jenuh kering pada 205 kN/m 2 dialirkan ke ruang pemanas efek pertama, dan kondensat dikeluarkan pada suhu steam didalam masing-masing efek. Ketiga efek mempunyai luas perpindahan panas yang sama. Harga koefisien perpindahan panas pada efek pertama, kedua, dan ketiga berturut-turut adalah 3.1, 2.0, dan 1.1 kW/m 2. A)Tentukan luas perpindahan panas dan laju steam yang dibutuhkan. B)Seperti A) tapi sistim evaporator yang digunakan adalah feed backward ( feed masuk pada efek ketiga dan produk cairan pekat dikeluarkan pada efek pertama). Pda sistim harga koefisien perpindahan panas untuk efek pertama, kedua dan ketiga beturut-turut adalah 2.5, 2.0, dan 1.6 kW/m 2 K MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

16 PEYELESAIAN Sistim Feed Forward: Step 1: Suhu steam jenuh kering pada 205 kN/m 2 adalah 394 K, dan pada tekanan 13 kN/m 2 suhu didih air adalah 325 K. Sehingga beda suhu total ∑∆T= =69 K. Step 2: Neraca bahan solid keseluruhan efek: F x F = L 3 x 3 → 4(0.1)=L 3 (0.5)→ L 3 =0.8 kg/s Neraca bahan total kesluruhan efek: F = L 3 + (V 1 +V 2 +V 3 )→ 4 = (V 1 + V 2 +V 3 ) V 1 + V 2 + V 3 = = 3.2 kg/s Neraca bahan total efek 1: F = V 1 +L 1 → L 1 =4 – V 1 Neraca bahan total efek 2: L 1 = V 2 + L 2 → L 2 = L 1 – V 2 Karena tak ada kenaikan titik didih maka tak perlu trial V 1, V 2 dan V 3 dalam rangka menentukan konsentrasi solid didalam tiap efek. MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

17 Step 3: Trial beda suhu tiap efek: ∆T 1 = ∑∆T (1/U 1 )/(1/U 1 + 1/U 2 + 1/U 3 )=69 (1/3.1)/(1/ / /1.1)=13 K ∆T 2 = ∑∆T (1/U 2 )/(1/U1 + 1/U2 + 1/U3)=69 (1/2.)/(1/ / /1.1)= 20 K ∆T 3 = ∑∆T (1/U 3 )/(1/U1 + 1/U2 + 1/U3)=69 (1/1.1)/(1/ / /1.1)= 36 K Karena suhu umpan dingin maka ∆T 1 ditrial lebih besar sedikit dari yang dihitung diatas. Maka dipilih harga berikut: ∆T 1 =18 K, ∆T 2 = 17 K, ∆T 3 = 34 K. Suhu tiap efek: ∆T 1 =T S1 – T 1 → 18 = 394 – T 1 → T 1 = 376 K, T S2 = T 1 = 376 K ∆T 2 = T S2 – T 2 → 17 = 376 – T 2 → T 2 = 359 K, T S3 = T 2 = 359 K ∆T 3 = T S3 – T 3 → 34 = 359 – T 3 → T 3 = 325 K, T S4 = T 3 = 325 K Step 4: Panas Laten pengembunan uap air: T S1 = 394 K → λ S1 = 2200 kJ/kg T S2 = 376 K → λ S2 =2249 kJ/kg T S3 = 359 K → λ S3 = 2293 kJ/kg T S4 = 325 K → Λs 4 = 2377 kJ/kg MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

18 Neraca panas tiap efek: Efek 1: S λ S1 = FCp(T 1 - T F )+V 1 λ S2 →2200 S = 4 (4.18)( )+2249 V 1 (1) Efek 2: V 1 λ S2 +(F-V 1 )Cp(T 1 -T 2 )=V 2 λ S3 →2249 V 1 +(4-V 1 )4.18( )=2293 V 2 (2) Efek 3: V 2 λ S3 +(F-V 1 -V 2 )Cp(T 2 -T 3 )=V 3 λ S4 → 2293 V 2 +(4-V 1 -V 2 )4.18( )=2377 V 3 (3) Sedangkan total penguapan V 1 + V 2 + V 3 = 3.2 (4) Dari ke empat persamaan ini diperoleh: V 1 =0.991, V 2 =1.065, V 3 =1.144, dan S=1.635 kg/s Neraca bahan efek 1: Total: L 1 =4-V 1 = =3.009 Solid: Fx F =L 1 x 1 → x 1 = 4(0.1)/(3.009)=0.133 Neraca bahan efek 2: Total: L 2 =L 1 – V 2 = – = kg/s Solid: L 1 x 1 = L 2 x 2 → x 2 = 3.009(0.133)/2.034=0.205 MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

19 Step 5: Perhitungan luas perpindahan panas dari capacity equation 64.5 m m m 2 Ketiga luas perpindahan panas ini hampir sama, sehingga beda suhu untuk masing-masing efek yang diasumsi semula sudah benar. Luas perpindahan panas rata-rata: A m =( )/3=65.13 m 2 Kebutuhan steam= kg/s Steam economy= 3.2/1.635 = 2.0 MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

20 PENYELESAIAN Sistim Feed Backward: Step 1: Suhu steam jenuh kering pada 205 kN/m 2 adalah 394 K, dan pada tekanan 13 kN/m 2 suhu didih air adalah 325 K. Sehingga beda suhu total ∑∆T= =69 K. Step 2: Neraca bahan solid keseluruhan efek: F x F = L 1 x 1 → 4(0.1)=L 1 (0.5)→ L 1 =0.8 kg/s Neraca bahan total kesluruhan efek: F = L 1 + (V 1 +V 2 +V 3 )→ 4 = (V 1 + V 2 +V 3 ) V 1 + V 2 + V 3 = = 3.2 kg/s Neraca bahan total efek 3: F = V 3 +L 3 → L 3 =4 – V 3 Neraca bahan total efek 2: L 3 = V 2 + L 2 → L 2 = L 3 – V 2 =4 – V 3 – V 2 Karena tak ada kenaikan titik didih maka tak perlu trial V 1, V 2 dan V 3 dalam rangka menentukan konsentrasi solid didalam tiap efek. MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

21 Step 3: Trial beda suhu tiap efek: ∆T 1 = ∑∆T (1/U 1 )/(1/U 1 + 1/U 2 + 1/U 3 )=69 (1/2.5)/(1/ / /1.6)=18 K ∆T 2 = ∑∆T (1/U 2 )/(1/U1 + 1/U2 + 1/U3)=69 (1/2.)/(1/ / /1.6)= 23 K ∆T 3 = ∑∆T (1/U 3 )/(1/U1 + 1/U2 + 1/U3)=69 (1/1.6)/(1/ / /1.6)= 28 K Dipilih harga berikut: ∆T 1 =20 K, ∆T 2 = 24 K, ∆T 3 = 25 K. Suhu tiap efek: ∆T 1 =T S1 – T 1 → 20 = 394 – T 1 → T 1 = 374 K, T S2 = T 1 = 374 K ∆T 2 = T S2 – T 2 → 24 = 374 – T 2 → T 2 = 350 K, T S3 = T 2 = 350 K ∆T 3 = T S3 – T 3 → 25 = 350 – T 3 → T 3 = 325 K, T S4 = T 3 = 325 K Step 4: Panas Laten pengembunan uap air: T S1 = 394 K → λ S1 = 2200 kJ/kg T S2 = 374 K → λ S2 =2254 kJ/kg T S3 = 350 K → λ S3 = 2314 kJ/kg T S4 = 325 K → λ S4 = 2377 kJ/kg MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

22 Neraca panas tiap efek: Efek 3: V 2 λ S3 = FCp(T 3 - T F )+V 3 λ S4 →2314 V 2 = 4 (4.18)( )+2377 V 3 (1) Efek 2: V 1 λ S2 =(F-V 3 )Cp(T 2 –T 3 )+V 2 λ S3 →2254 V 1 = (4-V 3 )4.18( )+2314 V 2 (2) Efek 1: S λ S1 = (F-V 2 –V 3 )Cp(T 1 –T 2 ) + V 1 λ S2 → 2200 S= (4-V 2 –V 3 )4.18( ) V 1 (3) Sedangkan total penguapan V 1 + V 2 + V 3 = 3.2 (4) Dari ke empat persamaan ini diperoleh: V 1 =1.261, V 2 =1.086, V 3 =0.853, dan S=1.387 kg/s Neraca bahan efek 3: Total: L 3 =4-V 3 = =3.147 Solid: Fx F =L 3 x 3 → x 3 = 4(0.1)/(3.147)=0.127 Neraca bahan efek 2: Total: L 2 =L 3 – V 2 = – = kg/s Solid: L 2 x 2 = L 3 x 3 → x 2 = 3.147(0.127)/2.061=0.194 MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

23 Step 5: Perhitungan luas perpindahan panas dari capacity equation 61.0 m m m 2 Ketiga luas perpindahan panas ini hampir sama, sehingga beda suhu untuk masing-masing efek yang diasumsi semula sudah benar. Luas perpindahan panas rata-rata: A m =( )/3=61 m 2 Kebutuhan steam= kg/s Steam economy= 3.2/1.387 = 2.3 MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


Download ppt "MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR EVAPORATOR EFEK TUNGGAL MEMERLUKAN SEKITAR 1 KG STEAM UNTUK MENGUAPKAN 1 KG AIR. KINERJA SISTIM EVAPORATOR INI DAPAT DITINGKATKAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google