Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Sebuah konsep dimana masyarakat secara swadaya bersama-sama membangun infrastruktur jaringan kecil, yang kemudian digunakan untuk bisa mendapatkan akses.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Sebuah konsep dimana masyarakat secara swadaya bersama-sama membangun infrastruktur jaringan kecil, yang kemudian digunakan untuk bisa mendapatkan akses."— Transcript presentasi:

1

2  Sebuah konsep dimana masyarakat secara swadaya bersama-sama membangun infrastruktur jaringan kecil, yang kemudian digunakan untuk bisa mendapatkan akses internet secara bersama-sama pula.

3  Non-Profit Mendapatkan akses internet tidak terbatas (unlimited) dengan biaya terjangkau.  Profit Usaha yang menghasilkan keuntungan bila dikelola dengan baik dan benar.

4  Tujuan Non-Profit, tidak perlu legalitas, cukup dengan dukungan dari ISP.  Tujuan mendapatkan profit (keuntungan), butuh Surat Ijin Gangguan (HO). Bila jangkauan meluas, lebih baik dilengkapi dengan Akta Usaha, Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), NPWP, dan Surat Perjanjian Kerjasama dari ISP.

5  Menentukan teknologi untuk akses ke internet yang ingin digunakan Sesuai judul seminar ini, maka kita akan mengangkat penggunaan teknologi nirkabel (wireless).  Pengadaan perangkat (1/2) Pengadaan perangkat bisa diusahakan sendiri maupun diserahkan ke pihak ISP.

6  Pengadaan perangkat (2/2) Agar hubungan (link) antara lokasi anda dengan ISP bisa terjamin bagus, saran saya lebih baik menyerahkan pengadaan perangkat ke pihak ISP, jadi mereka bertanggungjawab untuk membuat link yang sebaik mungkin dengan perangkat pilihan mereka sendiri.

7  Pengelolaan dan perawatan jaringan › Anggota sendiri › Dari ISP › Merekrut orang luar  Teknologi yang akan digunakan dalam jaringan RT/RW Net › Dengan kabel › Tanpa Kabel › Kombinasi dengan kabel dan tanpa kabel

8  Jumlah anggota jaringan Hal ini berhubungan dengan perhitungan pembagian biaya awal pembangunan jaringan dan/atau besarnya bandwidth yang akan diambil dari ISP.

9 Pertimbangan yang harus dipikirkan:  Sistem koneksi antara lokasi kita dengan ISP, apakah menggunakan Point-To- Point (PTP) atau Point-To-Multi-Point (PTMP), yang berhubungan dengan besarnya link total (throughput) yang harus disediakan, sehubungan dengan perencanaan pengembangan jaringan ke depannya.

10  Skema Point-To-Multi-Point

11

12

13 Jika kita belum memerlukan bandwidth besar, ada baiknya kita menggunakan koneksi PTMP, karena biasanya kita harus menyiapkan dua set perangkat bila ingin membuat koneksi PTP dengan ISP. Dengan PTMP, kita bisa terkoneksi dengan ISP melalui antena yang sudah ada di sisi mereka.

14  Pilihlah perangkat yang tepat agar tidak menimbulkan masalah dibelakang hari, atau akan lebih mudah bila menyerahkan pengadaan perangkat pada ISP anda. Pemilihan perangkat yang keliru, akan menyebabkan kurang/tidak sempurnanya koneksi wireless kita ke ISP, dan bisa mengakibatkan berkurangnya stabilitas koneksi.

15  Pengelolaan dan perawatan jaringan merupakan salah satu komponen penting dari kelangsungan jaringan RT/RW Net. Bisa dengan memanfaatkan kemampuan salah satu anggota kelompok jaringan, atau menyewa tenaga luar untuk menjadi administrator jaringan kita.

16 Sebagai gambaran, di Jogja biaya yang harus kita keluarkan untuk seorang administrator jaringan paruh waktu (part- time) berkisar antara Rp – per bulan, tergantung dari kemampuan dan pengalaman, atau kadang ada yang bersedia dengan biaya Rp sekali datang.

17  Jaringan Dengan Kabel (1/3) Seluruh jaringan dihubungkan dengan kabel UTP atau STP, dibantu dengan switch setiap 100 meter panjang kabel. Keuntungan dari penggunaan kabel UTP dalam jaringan adalah hubungan/link antar titik bisa lebih stabil, bila instalasinya baik dan benar.

18  Jaringan Dengan Kabel (2/3) Salah satu contoh pembangunan jaringan dengan kabel bisa anda lihat di tulisan bapak Michael Sunggiardi di Bila anda memerlukan sedikit pengetahuan dasar mengenai pengkabelan jaringan komputer dengan UTP Cat-5,

19  Jaringan Dengan Kabel (3/3) anda bisa lihat di gkabelan-lan-dan-urutan-nomor-pin- pada-konektor-rj-45.html Karena keterbatasan jangkauan panjang kabel, maka daerah lingkupannya relatif kecil. gkabelan-lan-dan-urutan-nomor-pin- pada-konektor-rj-45.html

20  Jaringan Nirkabel / Wireless (1/8) Frekuensi yang bebas digunakan saat ini untuk komunikasi data adalah frekuensi yang digunakan dalam dunia Industri, Ilmu Pengetahuan, dan Pengobatan (ISM/Industrial Science Medicine), yaitu 2,4 GigaHertz (GHz).

21  Jaringan Nirkabel / Wireless (2/8) Komunikasi data nirkabel ini diatur oleh Institute of Electric and Electronics Engineers (IEEE) kelompok kerja 11, dalam standarisasi nomor , dikenal dengan nama wireless, atau WiFi. Lebih jauh mengenai IEEE dapat anda lihat di

22  Jaringan Nirkabel / Wireless (3/8) Frekuensi 2,4 GHz bekerja dengan menggunakan protokol komunikasi nirkabel yang diatur dalam standarisasi yang dilakukan oleh IEEE (Institute of Electrical And Electronics Engineers) nomor b dan g.

23  Jaringan Nirkabel / Wireless (4/8) kecepatan maksimal pada b adalah 11 mbps, sedangkan kecepatan maksimal normal pada g adalah 54 mbps. Perangkat-perangkat yang bekerja di bawah standar g memiliki versi turbo yang kecepatan maksimalnya bisa mencapai 108 mbps.

24  Jaringan Nirkabel / Wireless (5/8) Ini merupakan peningkatan yang besar di dunia nirkabel, dimana kecepatan transfer data bisa melebihi kemampuan kabel UTP Cat-5 yang kecepatan maksimalnya 100 mbps.

25  Jaringan Nirkabel / Wireless (6/8) Selain b dan g, ada juga perangkat-perangkat ISM yang bekerja dalam standar a, pada frekuensi 5GHz dengan kecepatan maksimal sampai 54 mbps. Sampai Juli 2007 ini, Indonesia belum memiliki aturan yang jelas mengenai penggunaan a ini.

26  Jaringan Nirkabel / Wireless (7/8) Perangkat wireless yang umum dipakai di Indonesia adalah b dan g, yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz, dan sudah menjadi frekuensi bebas untuk digunakan oleh umum. Di Indonesia ada wadah komunitas wireless yang bernama IndoWLI -

27  Jaringan Nirkabel / Wireless (8/8) Infrastruktur jaringan dengan menggunakan media nirkabel ini biasa digunakan pada lingkungan yang luas, atau menyebrangi jalan, dimana untuk membangun jaringan menyeberangi jalan tersebut harus memiliki ijin dari tata kota atau DPU.

28  Jaringan Kombinasi Dengan Kabel dan Nirkabel (1/2) Dalam sistem jaringan seperti ini hubungan antar sebagian titik dalam jaringan menggunakan kabel, sebagian lagi menggunakan perangkat nirkabel. Sistem seperti ini biasa digunakan di lingkungan perumahan berukuran

29  Jaringan Kombinasi Dengan Kabel dan Nirkabel (2/2) sedang sampai besar, juga bila dua atau lebih lingkungan perumahan digabungkan menjadi satu jaringan terpadu.

30 Bila jaringan yang dibuat tidak untuk tujuan bisnis, maka jumlah anggota jaringan menentukan besarnya bandwidth yang harus kita sediakan, besarnya biaya awal yang harus disediakan masing-masing anggota saat akan membuat jaringan, dan besarnya biaya setiap bulan yang harus ditanggung masing-masing anggota.

31 Namun bila jaringan dibuat untuk tujuan bisnis mencari keuntungan (profit), maka jumlah anggota menentukan besarnya keuntungan yang bisa kita dapatkan.

32 Bila dikelola dengan baik, maka RT-RW Net bisa menjadi usaha dengan keuntungan yang cukup bagus. Tapi seperti usaha lainnya, jika salah kelola maka kerugian yang cukup besar sudah pasti akan dialami, hal ini terutama karena investasi awal agar memiliki infrastruktur yang baik, cukup besar!

33  Alasan RT-RW Net Bisa Dijadikan Bisnis (1/2) › Mudah dikembangkan sendiri. › Kebutuhan akses internet yang makin lama semakin banyak/bertambah. › Merupakan pilihan tepat untuk mendapatkan akses internet yang relatif murah. › Pengembangan jangkauan jaringan yang tidak terbatas.

34  Alasan RT-RW Net Bisa Dijadikan Bisnis (2/2) › Kemungkinan pengembangan yang tidak terbatas hanya menyediakan akses ke internet, tapi bisa menyediakan layanan komunikasi telepon lewat protokol internet (VOIP), game online yang bisa diakses anggota jaringan, dan lain-lain.

35  Beberapa Kunci Sukses Bisnis RT-RW Net (1/4) Beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar bisnis RT-RW Net bisa berkembang dan sukses antara lain: › Pemahaman yang cukup terutama mengenai jaringan fisik komputer, supaya kalau ada masalah di jaringan fisik, kita tetap bisa menangani/mengatasi.

36  Beberapa Kunci Sukses Bisnis RT-RW Net (2/4) › Cukup memiliki pemahaman mengenai perangkat lunak yang akan digunakan untuk mengelola jaringan. › Mengetahui cara membangun infrastruktur jaringan semurah mungkin, karena teknologi nirkabel terus berkembang, akan memaksa kita mengganti perangkat untuk meningkatkan teknologi jaringan kita.

37  Beberapa Kunci Sukses Bisnis RT-RW Net (3/4) › Memiliki relasi yang luas dan kemampuan meyakinkan orang lain merupakan salah satu kunci penting bagi perkembangan bahkan kesuksesan bisnis RT-RW Net ini. › Walaupun bukan atau belum merupakan sebuah usaha yang besar, akan tetapi pelayanan terhadap pelanggan serta respon yang cepat terhadap suatu masalah juga merupakan kunci suksesnya usaha ini.

38  Beberapa Kunci Sukses Bisnis RT-RW Net (4/4) › Penting juga untuk menentukan harga yang akan kita kenakan pada para pelanggan, kemampuan rata-rata masyarakat perlu dijadikan dasar penentuan harga.

39 Apabila kita memiliki mitra usaha yang bisa mengelola dan merawat jaringan, mengelola dan merawat piranti lunak, memiliki kemampuan marketing dan layanan pelanggan, maka sebagian kesulitan kita sudah teratasi.

40 Dana yang cukup bisa kita gunakan untuk mempekerjakan orang-orang yang memiliki keahlian yang kita perlukan, tapi bila kita bisa mendapatkan mitra kerja yang memiliki kemampuan yang kita perlukan, maka mungkin kita tidak perlu mempekerjakan orang-orang lain.

41 Membangun infrastruktur yang baik namun dengan biaya seminim mungkin, adalah sebuah tantangan yang menarik dalam dunia usaha RT-RW Net ini. Perkembangan teknologi nirkabel yang sangat pesat menjadi alasan yang tepat mengapa kita perlu membangun jaringan sebaik mungkin dengan biaya serendah mungkin.

42  Perangkat untuk Pusat Kegiatan Jaringan (Network Operation Center/NOC) (1/11) › Dua set perangkat nirkabel yang terdiri dari:  Satu set radio dan antena dengan spesifikasi yang sesuai dengan radio pemancar (Access Point/AP) dari ISP yang kita pilih. Sebaiknya kita konsultasi lebih dahulu dengan pihak ISP yang kita pilih sebelum membeli perangkat. Perangkat nirkabel yang kita butuhkan tergantung dari sistem dan topologi jaringan yang digunakan oleh ISP yang kita pilih.

43  Perangkat untuk Pusat Kegiatan Jaringan (Network Operation Center/NOC) (2/11)  Satu set radio dan antena omnidirectional yang akan kita gunakan sebagai pemancar di lokasi. Perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk menyediakan kedua set perangkat di NOC ini adalah sekitar Rp

44  Perangkat untuk Pusat Kegiatan Jaringan (Network Operation Center/NOC) (3/11) › Minimal satu buah PC Router, yang berfungsi sebagai pembagi dan pengatur bandwidth. PC Router ini bisa dibuat dengan menggunakan berbagai sistem operasi, seperti UNIX, Linux, atau Windows. Disarankan untuk menggunakan sistem operasi open source yang tidak memerlukan lisensi seperti UNIX dan sebagian besar distro Linux.

45  Perangkat untuk Pusat Kegiatan Jaringan (Network Operation Center/NOC) (4/11) › Fungsi router, pengelolaan bandwidth dan firewall bisa dijadikan satu sebagai kebutuhan dasar pengelolaan jaringan RT- RW Net. Selama penggunaannya belum terlalu banyak, dnsserver, webserver dan mailserver juga bisa dijadikan satu dalam komputer yang sama.

46  Perangkat untuk Pusat Kegiatan Jaringan (Network Operation Center/NOC) (5/11) Satu buah PC dengan spesifikasi P4-3.0GHz, DDR 512MB, harddisk 40GB, 2 buah PCI LAN, dan fitur lain onboard, dengan satu monitor sekitar Rp

47  Perangkat untuk Pusat Kegiatan Jaringan (Network Operation Center/NOC) (6/11) › Sebagai awal, jangan lupa menyediakan dua buah switch 8 port atau satu buah switch 16 port, untuk membuat jaringan dengan kabel ke rumah-rumah yang dekat dengan lokasi NOC. Untuk switch ini membutuhkan biaya sekitar Rp

48  Perangkat untuk Pusat Kegiatan Jaringan (Network Operation Center/NOC) (7/11) › Satu rol/kotak kabel UTP Cat-5, seharga sekitar Rp › Satu kotak konektor RJ-45, seharga Rp › Tang Crimping RJ-45: Rp

49  Perangkat untuk Pusat Kegiatan Jaringan (Network Operation Center/NOC) (8/11) › Menara Segitiga berukuran 22 cm termasuk biaya pemasangan dan anti petir: Rp / bagian * satu bagian menara segitiga = 4 meter. Bila kebutuhan tinggi menara segitiga kita adalah 24 meter (6 bagian), maka biaya yang kita perlukan untuk mendirikan menara segitiga adalah Rp

50  Perangkat untuk Pusat Kegiatan Jaringan (Network Operation Center/NOC) (9/11) Bila biaya awal mendirikan menara segitiga dianggap terlalu mahal, kita dapat menggantikan menara segitiga dengan pipa besi. Tetapi biasanya penggunaan pipa besi hanya terbatas sampai 4 potong pipa, dimana panjang satu potong pipa adalah 6 meter. Pada tiap sambungan, pipa yang yang atas masuk sepanjang 1 meter ke dalam pipa di bawahnya.

51  Perangkat untuk Pusat Kegiatan Jaringan (Network Operation Center/NOC) (10/11) Jadi tiga potong pipa besi akan menjadi setinggi 16 meter, sedangkan empat potong pipa akan menjadi 21 meter. Sehingga kalau ketinggian antena di tempat kita butuh lebih dari 21 meter, maka tidak mungkin menggunakan pipa sebagai pengganti menara segitiga. Orang yang bisa memanjat pipa besi sangat jarang, sehingga perawatan perangkat juga lebih sulit.

52  Perangkat untuk Pusat Kegiatan Jaringan (Network Operation Center/NOC) (11/11) Biaya untuk mendirikan tiga potong pipa besi (16 meter) adalah sekitar Rp – , sedangkan untuk mendirikan empat potong pipa besi (21 meter) adalah sekitar Rp – Bandingkan dengan 5 bagian menara segitiga yang membutuhkan biaya Rp –

53  Perkiraan biaya pembuatan Pusat Kegiatan Jaringan (NOC): Dua set radio wireless: Rp Satu PC Router: Rp Switch: Rp Satu kotak kabel UTP Cat-5: Rp Satu kotak konektor RJ-45: Rp Tang Crimping RJ-45: Rp o TOTAL: Rp

54

55 Perkiraan biaya tersebut belum termasuk biaya pembangunan menara segitiga atau pipa besi sebagai penggantinya, karena biaya pembangunan menara sangat bervariatif tergantung dari kondisi lokasi pemasangan, dan harus dicapai kondisi LOS (Line Of Sight).

56  Biaya bulanan langganan akses internet pada ISP dengan bandwidth dedicated: › 64 kbps: Rp / bulan › 128 kbps: Rp / bulan › 192 kbps: Rp / bulan › 256 kbps: Rp / bulan › 320 kbps: Rp / bulan › 384 kbps: Rp / bulan

57 Idealnya setiap 64 kbps bisa digunakan bersama-sama maksimal untuk 8 pengguna, dengan pengelolaan bandwidth yang baik bisa mencapai 10 pengguna, akan tetapi sudah tentu akan ada penurunan kecepatan akses (akses melambat).

58 Dengan asumsi bahwa kita tidak memiliki kemampuan untuk mengelola sendiri jaringan kita, maupun memiliki mitra yang bisa mengelola jaringan kita, maka kita harus mempekerjakan satu atau dua orang yang bisa mengelola dan merawat jaringan kita. Perkiraan biaya untuk mempekerjakan orang dengan kemampuan yang kita butuhkan sekitar Rp / bulan.

59 NoDeskripsiBiaya 1Biaya Langganan Bandwidth 64 kbpsRp Biaya upah karyawanRp Biaya Listrik bulananRp TOTAL BIAYA PER BULANRp

60  Perkiraan total biaya pembangunan infrastruktur: › Pembangunan NOC: Rp › 6 bagian menara segitiga: Rp Total : Rp  Perkiraan biaya bulanan: Rp  Asumsi perhitungan dengan jumlah pengguna minimal 10 orang, dan besar bandwidth dedicated 64 kbps.

61 Dengan asumsi infrastruktur yang kita bangun terdepresiasi sampai habis dalam 5 tahun, maka biaya pembangunan infrastruktur yang kita bebankan ke tiap bulannya adalah: Rp /(5*12) =Rp > Rp

62  Total biaya yang kita keluarkan dalam satu bulan adalah: Rp  Bila kita ingin mendapatkan keuntungan sebesar 10%, maka harga jual total kita harus sebesar Rp Dengan pengguna/pelanggan sebanyak 10 orang, maka harga jual kita per pengguna minimal sebesar Rp (dibulatkan menjadi Rp /bulan).

63  Berdasarkan daftar harga bandwidth di atas, dengan besarnya keuntungan yang tetap 10% dan jumlah pelanggan sesuai dengan asumsi 10 pelanggan/64 kbps, maka semakin besar bandwidth yang kita ambil akan menjadikan harga jual kita bisa semakin rendah.

64  Apabila harga bandwidth sesuai dengan tabel harga di atas, jumlah pelanggan sesuai asumsi 10 pelanggan/64 kbps dan harga jual tetap Rp /bulan, maka semakin besar bandwidth yang kita ambil dari ISP, keuntungan yang kita dapat dari tiap pelanggan akan semakin bertambah besar.

65 Harap dicatat, semua biaya yang tertulis disini adalah biaya rata-rata secara umum di Yogyakarta pada bulan Juli 2007, biaya tersebut bisa lebih maupun kurang dari yang kita gunakan sebagai contoh, harga jual kita juga variatif, dan tentu menjadikan keuntungan yang kita dapat juga variatif.

66  Profit yang tinggi dicapai dengan mencari pelanggan sebanyak mungkin, bukan dengan menjual dengan harga tinggi.  Kelola penggunaan bandwidth dengan baik, agar komplain dari pelanggan karena alasan akses internet terlalu lambat, bisa diminimalisir.  Atasi masalah yang timbul secepat mungkin agar pelanggan tidak merasa rugi berlangganan dengan kita.

67  Selalu cari cara untuk memberikan layanan melebihi dari apa yang diharapkan oleh kebanyakan pelanggan, seperti server data untuk download, mailserver, webserver, layanan VOIP, dan lain-lain. Hal ini juga bisa membedakan kita dari usaha serupa lainnya.

68 Buatlah rancang bangun jaringan RT RW NET untuk lokasi rumah anda, mulai dari:  Topology  Teknologi  Anggaran biaya  Proses kerja jaringan  Teknis penagihan  Perkiraan jumlah pelanggan  Bandwidth yang disediakan Tugas dibuat dalam bentuk proposal yang ditulis tangan menggunakan kertas dobel folio.


Download ppt " Sebuah konsep dimana masyarakat secara swadaya bersama-sama membangun infrastruktur jaringan kecil, yang kemudian digunakan untuk bisa mendapatkan akses."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google