Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KALKULASI EKSPOR Tujuan menghitung HP ( Harga Pokok)  sebagai dasar untuk hitung harga jual dan anggaran biaya produksi Komponen biaya dlm kalkulasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KALKULASI EKSPOR Tujuan menghitung HP ( Harga Pokok)  sebagai dasar untuk hitung harga jual dan anggaran biaya produksi Komponen biaya dlm kalkulasi."— Transcript presentasi:

1

2 KALKULASI EKSPOR Tujuan menghitung HP ( Harga Pokok)  sebagai dasar untuk hitung harga jual dan anggaran biaya produksi Komponen biaya dlm kalkulasi / perhitungan ekspor: 1.Biaya promosi / pameran 2.Biaya pembuatan / pembelian dan atau pengadaan 3.Biaya pengelolaan ( handling charges) 4.Pungutan negara / pajak / cukai 5.Jasa-2 pihak ketiga

3 KOMPONEN BIAYA PENGADAAN ( PROCUREMENT COSTS) 1.Biaya produksi (Production costs) 2.Nilai beli barang (buying in cost)

4 Komponen Biaya Handling 1.Biaya pengepakan - Bahan pengepak - upah mengepak - ongkos printing / marking / trade marks 2.Upah angkut dari dalam gudang ke pintu gudang 3.Upah muat barang dari pintu gudang ke atas alat angkut atau ke dalam peti kemas 4.Ongkos angkut dari gudang penimbunan sampai ke: - Sisi kapal ( Along side Ship) - Terminal peti kemas (container yard ( FCL) - Dermaga peti kemas (container freight station)

5 5.Ongkos bongkar dari atas alat angkut ke : - Sisi kapal ( Along side Ship) - Terminal peti kemas (container yard ( FCL) - Dermaga peti kemas (container freight station) 6.Ongkos muat barang dari dermaga ke atas kapal 7.Sewa gudang – sewa peti kemas – shipping charges – OPP (ongkos pelabuhan pemuatan / ongkos pelabuhan tujuan), dan lain-lain

6 PUNGUTAN-2 NEGARA 1.Pajak Ekspor ( PE) 2.Pajak Ekspor Tambahan (PET). 3.Bea Statistik 4.Bea barang 5.Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

7 Komponen biaya / Jasa-2 Pihak Ke-3 1.Biaya jasa transportasi ( EMKL / EMKU/PPJK ) 2.Provisi dan atau bunga bank 3.Premi asuransi (insurance premium) 4.Biaya surveyor (inspection certificate) 5.Biaya sertifikat mutu ( quality certificate) 6.Biaya SKA Negara / COO 7.Biaya sertifikasi (veterinary / helt sertificate) 8.Biaya karantina tanaman (phitosanitary) 9.Biaya sertifikat lainnya

8 KALKULASI EKSPOR TARIF BARANG EKSPOR: Eksportir dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pembelian Barang Kena Pajak ( BKP). Barang yg diekspor dikenakan tarif 0 % (nol persen), dg tujuan agar dpt meminta kembali PPN yg melekat pd Barang Kena Pajak ( BKP) yg diekspor KALKULASI HARGA POKOK BARANG EKSPOR : Dihitung dari harga beli barang di dlm negeri & semua beban sampai barang tsb siap untuk dikirim kpd importir luar negeri.

9 PERHITUNGAN FOB Contoh : 1.Total FOB dalam rupiah = Rp , 2.Kurs konversi (kurs beli), US $ 1 = Rp Total Kuantum = unit. Berapa harga FOB dalam valuta ( US $) ? Dan Berapa harga satuan (FOB) ?

10 Harga FOB dalam valuta ( US $) TOTAL FOB DLM RUPIAH X US $ 1 KURS KONVERSI Atau Rp x US $ 1 = US $ 1,

11 Harga Satuan (unit) FOB TOTAL FOB DLM VALAS X US $ 1 TOTAL KUANTUM Atau US $ 1, x US $ 1 = US $ Dibulatkan ke atas = 0.15

12 BAGAN PERHITUNGAN EKSPOR 1.Nama barang (commodity) = …. 2.C & F Price = US $ …. 3.Freight = US $ … / Metrix Ton 4.Discount … % : US $ … ( - )  Jika ada 5.Bunker Surcharge … % : US $ …( + )  (BS) TOTAL (3+4+5) = : US $ …. ( + ) = US $ …(-) 7. FOB Price (Sales) …………………….. = US $ ….. 8.Devisa umum = 100% x FOB Price (Sales) x Kurs Buy = Rp …. 9.Pajak ekspor … % x FOB Price (Sales) x Kurs Selling = (Rp …) 10.Pajak ekspor tambahan (bila ada) …% x FOB Price (Sales) = (Rp …) 11.Provisi bank … % x FOB Price (Sales) x Kurs Selling= (Rp …) 12. Hasil Wesel Ekspor (HWE) = Rp …. Others charges / costs : 13.Buying costs : Rp …. X Quantities = Rp ….. 14.Transportation costs: Rp … x Quantities = Rp ….. 15.…. dst

13 Pembelian dan biaya lain-lain: 15.Gunny Bag Price: Rp … x Quantities = Rp …. 14.Forwarder Fee : … % x US $ …= Rp …. 15.Bank interest : … % x … Bulan x US $ ….= Rp …. 16.EMKL Fee : …… x Quantities …= Rp …. 17.Unplanning Cost : … % x US $ …= Rp …. 18.Others costs : …..= Rp ….. (+) 19. Total Costs / Harga pokok FOB …( 13. s.d. 18. ) = Rp … ( - ) 20. Laba ( Rugi) … ( selisih poin 12. – 19 ) … = Rp % Laba (Rugi) : Laba (Rugi) (20.) x 100 % = … % Harga Pokok FOB (19)

14 HAL LAIN YG PERLU DIHITUNG DALAM KALKULASI EKSPOR: FOB (Total ) dalam US $ dihitung dari : Total Commodity (Metrix Ton) x FOB Price (Sales)  FREIGHT TOTAL dalam US $: dihitung dari: Total Commodity (Metrix Ton) x (Freight + BS – Discount )  PAJAK EKSPOR (PE) TOTAL (dalam rupiah) Total Commodity (Metrix Ton) x PAJAK EKSPOR

15 Pola Hitungan Harga Ekspor 1.Pola Umum : dihitung dari sejak pengadaan/pembelian, HPP di gudang, HPP Penjualan, hitung faktur penjualan, harga jual dalam rupiah 2.Pola Progresif : hitung harga FOB Pelabuhan muat-eksportir, hitung premi asuransi & hitung harga CIF pelabuhan bongkar (pembeli- importir). 3.Pola Reaktif : menghitung hasil konversi (valas-rupiah), HPP FOB (pelabuhan muat- eksportir) dan keuntungan / R/L

16 CONTOH SOAL – Pola Umum PT ABC di Pontianak mengekspor rotan ke AS sebanyak ton. Rotan tersebut dibeli dari PT PQR perusahaan penadah hasil hutan di Kalimantan Barat. Harga rotan basah di penggir hutan tempat penampungan seharga Rp 500 per kg. Biaya muat ke truk Rp per ton. Biaya angkut dan penurunan sampai di gudang PT ABC Rp per ton. Upah pengeringan Rp per ton. Upah menyortir Rp per ton. Setelah kering susut dan rusak 20%. Rotan diekspor setelah kering dgn kondisi FOB Tanjung Priok dg harga US $ 4 per kg. Premi asuransi 1% dari total harga barang. Biaya tambang kapal US $ 150 per ton sampai di Pelabuhan New York – AS ( syarat penyerahan barang CIF-Pelabuhan New York). Kurs beli Rp / US $ & kurs Jual Rp / US $.

17 Dari data tsb : Saudara diminta untuk menghitung: 1)Berapa ton kah yg hrs dibeli oleh PT ABC utk dpt memenuhi ekspor ton rotan kering ? 2)Berapa harga pokok per kg rotan kering sampai di gudang PT ABC ! 3)Hitunglah harga pokok penjualan per kg rotan kering bagi PT ABC ! 4)Susunlah faktur penjualan rotan tersebut ! 5)Berapa harga jual rotan dlm rupiah tsb ?

18 JAWAB 1)Pesanan rotan kering ton : Susut 20 % Misal, rotan belum kering= 100 X Susut 20% x 100 X= 20 X - Rotan kering = 80 X = ton Jadi Rotan yg hrs dibeli (dalam keadaan basah) : x ton= ton 80

19 2) Harga ton Rp 500= Rp Biaya memuat ke truk: Rp 5000 = Rp Ongkos angkut & bongkar ke gudang : Rp = Rp = Rp Harga pokok rotan sampai di gudang= Rp Jadi harga pokok rotan per kg = x Rp 1, = Rp

20 3) Harga pokok penjualan per kg Rotan yg dikeringkan= ton Susut 20%= ton - Rotan keringnya = ton Harga rotan basah = Rp Upah mengeringkan = Upah sortir = = Rp Harga pokok ton rotan kering = Rp Maka harga pokok per kg rotan kering = x Rp 1, = Rp 647,50  dibulatkan Rp 650,

21 4) Faktur penjualan : FOB Tanjung Priok : ton atau $ 4 = US $ 40,000, Premi asuransi 1% x = US $ 400, = US $ 40,400, Biaya tambang kapal US $ 150 = US $ 1,500, Jadi harga jual di New York-Port ( CIF ) = US $ 41,900, ) Harga jual rotan dalam rupiah : US $ 41,900,000 x Rp = Rp

22 Hal-hal yg harus diperhatikan dlm kalkulasi Ekspor 1.Sales Price ( FAS; C&F/CNF; FOB-SP/FOB-D;CIF) atau lainya yg disepakati oleh eksportir dg importir 2.Ongkos angkut (Freight)  dr pelabuhan (muat) eksportir ke pelabuhan (bongkar) importir (menambah) 3.Diskon … % (mengurangi)  dr sales price / kesepakatan 4.Bunkers Surcharge (BS)  dr sales price / kesepakatan (menambah) 5.(FOB) price (Sales)  penjumlahan (no 1 + s.d.+ 4) 6.Devisa umum = 100% x buying rates x (FOB) price (sales) 7.Provisi bank …% x seling rates x (FOB) price (sales)  mengurangi

23 8.Export tax … % x nilai ekspor  mengurangi 9.Additional export tax … % x nilai ekspor  mengurangi 10.Export Draft Result  penjumlahan (devisa umum + beban-beban / biaya) 11.Persyaratan harga, pembayaran dan jenis L/C 12.Benefit (Profit) yang diharapkan 13.Harga Pokok Ekspor (HPE)biasanya harus dihitung per satuan, misal Kilogram, Liter, unit, dll

24 Contoh Soal - Pola Progresif PT Dunia Garment di Jakarta akan melakukan ekspor pakaian jadi kepada Van Denfeed Ltd di Rotterdam Belanda, dengan data sbb: 1.Nama Barang : Boy’s Blouse HS No. … 2.Quantity : lusin dimuat dalam satu peti kemas kapasitas 20 kaki (twenty-foot equivalent units (TEU) 3.Harga pokok produksi Rp / potong 4.Biaya pengurusan ekspor sampai barang dimuat di atas kapal di Tanjung Priok Rp / lusin 5.Bunga bank : 2% per bulan selama 2 bulan 6.Keuntungan (profit) 10% dari total biaya 7.Freight dari Tanjung Priok- Rotterdam : US $ 1,500 / container – 20 Feet FCL (Full Container Load).

25 8.Asuransi : a.Nilai pertanggungan : 100% x Nilai CIF Rotterdam b.Syarat pertanggungan : All Risk c.Premi asuransi : 2,5% x Nilai Pertanggungan 9.Kurs konversi : Kurs beli US $ 1 = Rp Kurs Jual US $ 1 = Rp Pertanyaan : 1)Hitung Harga FOB Tanjung Priok dalam US $ ! 2)Hitung premi asuransi dalam US $ ! 3)Hitung harga pemasaran CIF Rotterdam US $ !

26 Jawab : 1.Harga Pokok : a.Harga pokok produksi : x 12 x Rp = Rp b.Biaya pengelolaan: x Rp = Rp Total Biaya = Rp c.Bunga bank : 2 x 2% x Rp = Rp Total Biaya + Bunga bank = Rp d.Keuntungan : 10% x Rp = Rp Nilai FOB Tanjung Priok = Rp  Harga FOB Tj Priok dlm US $ = : = US $ 209, Premi asuransi : a.Nilai FOB Tanjung Priok = US $ 209, b.Freight ke Rotterdam = US $ 1,  Nilai C & F = US $ 211,166.67

27 Total CIF Rotterdam = 100,00 X Premi asuransi 2,5% CIF = 2,50 X – = 97,50 X  US $ 211, = 97,50 X X = 211, : 97,50 X = US $ 2,  Jadi Premi 2,5 X = 2,5 x X 2, = US $ Harga Penawaran CIF Rotterdam adalah: Harga FOB Tanjung Priok = US $ 209, Insurance = US $ 5, Freight Tanjung Priok – Rotterdam = US $ 1,  Jadi Harga CIF Rotterdam = US $ 216,581.20

28 Contoh Soal - Pola REAKTIF Perusahaan Van Den Saar Ltd di Amsterdam Belanda, bersedia membeli Lada Putih dari Geraldus HN – Eksportir Indonesia dengan harga CIF Amsterdam US $ 1,20 / lbs. ( Note : 1 kg = lbs ( libra ). Hitunglah berapa laba yang akan diperoleh eksportir tersebut bila data lainnya sbb: 1.Nama Barang : Lada Putih HS No Quantity : Non Asta / FAQ 3.Per bag 60 kilogram (karung goni baru) per container 20 kaki (twenty-foot equivalent units (TEU) memuat kilogram 4.Freight dari Tanjung Priok- Amsterdam : US $ 1,940 / container – 20 Feet (TEU). 5.Harga pokok pembelian Rp / kg FOB Tanjung Priok 6.Kuantum / Quantity : kg atau lbs 7.Harga patokan : US $ 1,15 / lb 8.Pungutan Ekspor 10% 9.Premi asuransi : 2% x harga CIF Amsterdam 10.Nilai konversi : US $ 1,00 = Rp 9.000

29 Jawab : 1.Nilai Sale’s Contract - CIF Amsterdam kgs : lbs US$ 1,20 = US $ 42, Insurance Premium : 2% x CIF Amsterdam : 2% x US$ 42,240.00= US $  Nilai Cost & Fright ( C&F) = US $ 41, Freight ke Amsterdam : ……= US $ 1, –  Nilai FOB Tanjung Priok = US $ 39, Pungutan Ekspor – 10% x Harga patokan : 10% x ( lbs x US $ 1,15) = US $ 4, Nilai FOB bersih = US $ 35, Hasil (konversi) Rp : US$ 35, x = Rp Harga pokok FOB Tanjung Priok : kgs x Rp = Rp Keuntungan Eksportir - Geraldus := Rp

30 Pekerjaan Rumah SOAL - PRAKTEK KALKULASI EKSPOR – Pola umum Seorang eksportir mengekspor green tea sebagai devisa umum sebanyak 500 metrix ton dipak ke dalam 40 gunny, HS , C & F Price USD 1,000. Freight US$ 200, Bunker Surchage (BS) 20%, buying rate Rp dari C&F Price, & selling rate Rp 8.500, Pajak Ekspor 10%, Provisi Bank 0,5%, Buying price Rp 3.000, Gunny bag price Rp /gunny, biaya transpor Rp 200 dari C&F Price, Forwarder’s fee 12% dari total buying price, bunga bank untuk 4 bulan besarnya 24% per tahun, unplanning cost 12%.

31 Pertanyaan : Hitunglah : 1.Hasil Wesel Ekspor (HWE) ! 2.Harga pokok FOB ! 3.Laba atau rugi dari transaksi tersebut ! 4.% Laba / rugi ! 5.FOB totalnya ! 6.Freight totalnya ! 7.Pajak Ekspor totalnya !

32 PELAKSANAAN PEMBAYARAN PAJAK EKSPOR  Untuk barang-barang tertentu dikenakan pajak ekspornya, dalam hal ini bertujuan untuk mengatur, melindungi serta menjaga stabilitas harga. a.Pajak ekspor Mulai Terutang  Saat PEB diajukan ke Bank Devisa  Atau saat PEB diajukan pendaftaran ke Kantor Pabean b.Cara Pengenaan pajak: 1)advalorum ( dalam prosentase) 2)adnaturam ( dikenakan secara fisik) 3)Secara khusus untuk liquid cargo c.Pelunasan Pajak Ekspor 1)Tanpa L/C, 30 hari atas Wesel D/P ( Documents againts Payment ), 90 hari Wesel D/A ( Documents Againts Acceptance ), Konsiyasi 90 hari 2) Usance L/C : 90 hari 3) Sight L/C : paling lambat saat wesel ekspor dinegoisasi 4)Tunai : saat dokumen selesai diurus atau saat pelaksanaan pembayaran

33 PETUNJUK PENGISIAN PEB IPENGERTIAN Adalah Formulir isian tentang Pemberitahuan Ekspor Barang yang wajib diisi secara obyektif, lengkap dan jelas oleh seorang eksportir dan pihak-pihak terkait yang terdiri dari 33 items (sebagaimana uraian berikut) 1.Pengadaan formulir PEB dpt dilakukan oleh umum. 2.Bentuk & isi PEB berukuran A4 (210 x 297 mm) dg format & besarnya kolom yg sama. 3.PEB dibuat dlm rangkap 3 (tiga) dg ketentuan sbb : a) lembar I untuk Kantor Pabean; lembar II untuk BPS Jakarta; b) lembar III untuk Bank Indonesia bagian Pengolahan Data & Informasi Ekonomi & Moneter.

34 II. PEDOMAN PENGISIAN PEB 1)Setiap PEB hanya diperuntukkan bagi 1 pengirim & 1 penerima; 2)Setiap PEB dpt berisi lebih dari 1 jenis barang ekspor; 3)Dlm hal PEB hanya berisi 1 jenis barang ekspor atau hanya terdiri dari 1 pos tarif, maka eksportir hanya mengisi PEB lembar I. 4)Dlm hal PEB berisi lebih dari 1 jenis barang ekspor atau lebih dari 1 pos tarif, maka eksportir wajib meng-isi Lembar Lanjutan di samping mengisi lembar I. 5)Tatacara pengisian data uang dg angka adalah sbb: untuk memisahkan angka ribuan diberi tanda titik; & angka desimal diberi tanda koma & 2 (dua) digit di belakang koma. Contoh : US $ 25,000.00

35 III. Pengisian kolom-kolom PEB adalah sebagai berikut : A. JENIS PEB : Ada dua jenis PEB yaitu PEB biasa & PEB berkala. Isilah angka 1 pada kotak yg tersedia untuk PEB biasa atau angka 2 pada kotak yg tersedia untuk PEB berkala. Contoh : - Dlm hal PEB biasa Jenis PEB : 11. Biasa 2. Berkala - Dlm hal PEB berkala Jenis PEB : 21. Biasa 2. Berkala

36 PETUNJUK PENGISIAN PEB B. JENIS BARANG EKSPOR : Barang ekspor dibagi menjadi 4 jenis yaitu : Barang ekspor umum, barang ekspor terkena pajak ekspor, barang ekspor yg mendapat fasilitas ekspor/Bapeksta Keuangan & barang ekspor lainnya. Isilah pada kolom yg tersedia,: angka 1 untuk barang ekspor umum, angka 2 untuk barang ekspor terkena pajak ekspor, angka 3 untuk barang ekspor yg mendapat fasilitas ekspor/Bapeksta Keuangan angka 4 untuk barang ekspor lainnya.

37 PETUNJUK PENGISIAN PEB Jika barang ekspornya termasuk jenis barang ekspor lainnya, maka di samping mengisi angka 4 pada kolom yg tersedia, juga harus diisi kotak di sampingnya dg huruf : a. untuk barang kiriman, b. untuk barang pindahan, c. untuk barang diplomatik, d. untuk barang keperluan misi keagamaan, kemanusiaan, olah raga, kesenian, kebudayaan & pendidikan, e. untuk barang asal impor untuk diekspor kembali, f. untuk barang yg dikirim ke luar negeri yg akan dimasukkan kembali ke Daerah Pabean, g. untuk barang cendera mata, h. untuk barang contoh, i. untuk barang keperluan penelitian & j. untuk barang Badan Internasional beserta pejabat-pejabatnya.

38 PETUNJUK PENGISIAN PEB Jika barang ekspornya termasuk jenis barang ekspor yg mendapat fasilitas ekspor/Bapeksta Keuangan & juga terkena pajak ekspor, maka jenis barangnya dianggap sebagai jenis barang ekspor yg mendapat fasilitas ekspor/Bapeksta Keuangan, sehingga angka 3 yg diisi pd kotak yg tersedia. Contoh : - untuk jenis barang ekspor umum Jenis barang ekspor : 1 - untuk jenis barang ekspor yg terkena pajak ekspor Jenis barang ekspor : 2 - untuk jenis barang ekspor yg mendapat fasilitas ekspor/Bapeksta Keuangan Jenis barang ekspor : 3 - untuk jenis barang ekspor lainnya yaitu barang pindahan Jenis barang ekspor : > b - untuk jenis barang ekspor yg mendapat fasilitas ekspor/Bapeksta Keuangan dan juga terkena pajak ekspor Jenis barang ekspor : 3

39 PETUNJUK PENGISIAN PEB C. CARA PERDAGANGAN : Cara perdagangan dibedakan menjadi cara perdagangan biasa & cara perdagangan imbal dagang. Isilah pd kotak yg tersedia, angka 1 untuk cara perdagangan biasa atau angka 2 untuk cara perdagangan imbal dagang, Contoh : D. CARA PEMBAYARAN : Isilah pada kotak yang tersedia, angka 1 jika pembayaran dilakukan di muka, angka 2 jika pembayaran dg Sight Letter of Credit, angka 3 jika pembayaran dilakukan dg Wesel Inkaso, angka 4 jika pembayaran dilakukan dg Perhitungan Kemudian, angka 5 jika pembayaran dilakukan dg Konsinyasi, angka 6 jika pembayaran dilakukan dg Usance Letter of Credit, angka 7 jika pembayaran dilakukan dg Lainnya. Contoh : Untuk cara perdagangan biasaUntuk cara perdagangan imbal dagang 1 1. Biasa 2. Imbal Dagang2 1. Biasa 2. Imbal Dagang Untuk pembayaran dg konsinyasiUntuk pembayaran dg Usance L/C cara pembayaran : Konsinyasi 5cara pembayaran : Usance L/C 6

40 PETUNJUK PENGISIAN PEB E. DATA PEMBERITAHUAN : Pengisian kolom-kolom pd data pemberitahuan sangat tergantung kpd jenis barang ekspornya. Jadi tdk semua kolom wajib diisi. Tabel di bawah ini menunjukkan kolom-kolom yg harus diisi, yg diisi apabila ada atau yg tdk perlu diisi. No Jenis Barang Ekspor Kolom Yg Harus Diisi Kolom Yg Diisi Apabila Ada Kolom Yg Tidak Perlu Diisi Keterangan 1Umum1 s.d. 4 5 s.d (5 s.d.7) apabila menggunakan PPJK 9 s.d ; 18 ; 21 ; 22 ; (13) apabila ada transit 14 ; 16 ; 17 ; 19 ; (28) jika lebih dari satu TP 23 s.d ; 29 ; 31 ; 32

41 PETUNJUK PENGISIAN PEB No Jenis Barang Ekspor Kolom Yg Harus Diisi Kolom Yg Diisi Apabila Ada Kolom Yang Tidak Perlu Diisi Keterangan 1Terkena PE1 s.d. 4 5 s.d. 7 (5 s.d.7) apabila menggunakan PPJK 8 s.d. 1213; 15 (13) apabila ada transit 14 ; 16 ; 1718 (28) jika lebih dari satu TP 19 s.d. 23

42 PETUNJUK PENGISIAN PEB No Jenis Barang Ekspor Kolom Yg Harus Diisi Kolom Yg Diisi Apabila Ada Kolom Yg Tidak Perlu Diisi Keterangan 3 Fasilitas Bapeksta 1 s.d. 4 5 s.d. 7 (5 s.d.7) apabila menggunakan PPJK 8 s.d (13) apabila ada transit 14 s.d (28) jika lebih dari satu TP 19 s.d. 3233

43 PETUNJUK PENGISIAN PEB No Jenis Barang Ekspor Kolom Yg Harus Diisi Kolom Yg Diisi Apabila Ada Kolom Yg Tidak Perlu Diisi Keterangan 4Lainnya1; 2; 4315 (5 s.d.7) apabila menggunakan PPJK 9 s.d. 125 s.d. 830 (13) apabila ada transit 16; 17; 24; (28) jika lebih dari satu TP 27; 29; s.d ; 28; 31

44 PETUNJUK PENGISIAN PEB Cara pengisian kolom-kolom PEB : Angka 1. Identitas Eksportir : NPWP/Paspor/KTP/Lainnya - Diberi tanda “X” (coret) bagi identitas yg tdk dipergunakan. - Diisi nomor identitas Eksportir. Contoh : NPWP/Paspor/KTP/Lainnya Angka 2. Nama, Alamat Eksportir : Diisi nama & alamat lengkap Eksportir. Angka 3. No. & Tgl. SIUP : Diisi nomor & tgl Surat Izin Usaha Perdagangan ( SIUP ) atau Surat Izin yg dikeluarkan oleh Departemen Teknis /Lembaga Pemerintah Non Departemen dan tgl pengeluaran. Angka 4. Nama, Alamat Penerima / Pembeli : Diisi : - nama & alamat lengkap Penerima / Pembeli Barang di luar negeri. - kode negaranya pd kotak yg disediakan sesuai tabel kode Negara. contoh : untuk Jepang JP

45 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 5. Identitas PPJK : NPWP - Diisi nomor NPWP Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK). Angka 6. Nama, Alamat PPJK : Diisi nama & alamat lengkap Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Angka 7. No. & Tgl. Surat Izin PPJK : Diisi kode kantor yg mengeluarkan Surat Izin Usaha Pengurusan Jasa Kepabeanan, nomor izin, & tgl pengeluaran izin pd kotak yg disediakan. Contoh : Untuk mengisikan Surat Izin PPJK dg No.1001/KW.04/KI.03/1998 tgl 1 September 1998 yg dikeluarkan oleh KPBC Tanjung Priok III pd KWBC IV adalah sbb : /09/1998

46 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 8. Cara pengangkutan : 1. Laut; 2. Kereta Api; 3. Jalan Raya; 4. Udara; ; 9. Lainnya. Isilah pd kotak yg tersedia, angka 1 jika pengangkutan menggunakan Sarana Pengangkutan Laut, angka 2 jika pengangkutan menggunakan Sarana Pengangkutan Kereta Api, angka 3 jika pengangkutan menggunakan Sarana Pengangkutan Jalan Raya, angka 4 jika pengangkutan menggunakan Sarana Pengangkutan Udara, angka 5 jika pengangkutan menggunakan Pos, angka 6 jika pengangkutan menggunakan Multimoda transportasi, angka 7 jika pengangkutan menggunakan Instalasi / Pipa, angka 8 jika pengangkutan menggunakan Angkutan Sungai, Danau, & Penyeberangan atau Angka 9 jika pengangkutan menggunakan Sarana Pengangkutan Lainnya (Lain dari 1 s.d. 8)

47 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 9. Perkiraan Tgl. Ekspor : Diisi tanggal/bulan/tahun keberangkatan sarana pengangkut. Contoh : 01/06/1998

48 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 10. Nama Sarana Pengangkut / No. Voy/ Flight : Diisi : - nama sarana pengangkut. - nomor Voy (Voyage) untuk angkutan laut, atau - nomor Flight untuk angkutan udara. Angka 11. Pelabuhan Muat : Diisi : - nama pelabuhan dan negara muat, - kode lokasi/Pelabuhan muat pd kotak yang disediakan sesuai Tabel kode lokasi/Pelabuhan. Contoh : JUANDA IDSUB Angka 12. Pelabuhan Bongkar : Diisi : - nama pelabuhan bongkar, - kode lokasi/Pelabuhan bongkar sesuai Tabel kode lokasi/Pelabuhan pd kotak yg disediakan. Contoh : Narita, Jepang JPNRT

49 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 13. Pelabuhan Transit DN : Diisi : - nama pelabuhan transit di Dalam Negeri, - kode lokasi/Pelabuhan transit pada kotak yg disediakan sesuai Tabel kode lokasi/Pelabuhan. Contoh : TANJUNG EMAS IDSRG Angka 14. No. Invoice : Tgl. : Diisi nomor & tgl Invoice. Contoh : 229/ /05/1998 Angka 15. No. LPSE : Tgl. : Diisi nomor & tgl LPSE. Contoh : 200/ /05/1998 Angka 16. Propinsi Asal Barang : Diisi nama propinsi & kode propinsi asal barang sesuai tabel kode propinsi pd kotak yg disediakan. Contoh : Jawa Barat 3200

50 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 17. Negara Tujuan : Diisi nama & kode negara tujuan pd kotak yg disediakan sesuai tabel negara. contoh : Jepang JP Angka 18. Izin Khusus : Tgl. : SIE : KARANTINA : SM/SPM : Lain-lain : Diisi nomor dan tanggal Surat izin Ekspor; Surat izin yg dikeluarkan KARANTINA; SM/SPM untuk Sertifikat Mutu/Sertifikat Pengujian Mutu; atau lainnya, misalnya ekspor barang kena cukai (BKC) diisi izin ekspor BKC (CK-8). Keterangan : Dlm hal barang ekspor lebih dari satu jenis & lebih dari satu pos tarif, maka angka 18 lembar pertama diisi kata-kata “Lihat Lembar Lanjutan” kemudian pd angka 29 Lembar Lanjutan diisi masing- masing izin khusus ybs.

51 PETUNJUK PENGISIAN PEB Ex WorkEXW Free CarrierFCA Free Along ShipFAS Free On BoardFOB Cost and FreightCFR Cost, Insurance and FreightCIF Carrier Paid ToCPT Carrier and Insurance Paid ToCIP Delivered At FrontierDAF Delivered Ex ShipDES Delivered Ex Quay (Duty Paid)DEQ Delivered Duty UnpaidDDU Delivered Duty PaidDDP Angka 19. Cara Penyerahan Barang : Diisi cara penyerahan barang sebagaimana tercantum dlm kontrak penjualan, dg menggunakan istilah INCOTERM (sebanyak 3 digit) dlm kotak yg disediakan. Contoh : Cara pembayaran Free On Board Free On Board FOB

52 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 20. Valuta : Diisi jenis valuta yg dipergunakan dlm nilai FOB dlm kotak yg disediakan. Contoh : Valuta United States Dollar United States Dollar USD Angka 21. Freight : Diisi freight yg diperlukan untuk mengekspor barang ybs dlm valuta asing sebagaimana tercantum dlm angka 20. Angka 22. Asuransi : Diisi biaya asuransi yg diperlukan untuk mengekspor barang ybs dlm valuta asing sebagaimana tercantum dlm angka 20.

53 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 23. FOB : Diisi nilai total FOB dlm valas sebagaimana tercantum pd angka 20. Contoh : untuk US $ ,- ——> US $ ,00 Keterangan : Dlm hal jenis barang ekspor lebih dari satu jenis & lebih dari satu pos tarif/pembebanan PE, maka total FOB atau rekapitulasi diisi di angka 23 lembar pertama sedang perinciannya diisi di angka 32 Lembar Lanjutan per jenis barang/pos tarif. Angka 24. Merek dan Nomor Kemasan/No. Peti Kemas : Diisi merek & nomor kemasan/no. peti kemas yg tercantum pd koli/pengemas ybs. Dlm hal barang diangkut dg peti kemas, butir ini diisi merek yg tercantum pd koli atau pengemas barang atau merek yg tercantum pd peti kemas, serta Nomor Peti Kemas.

54 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 25. Jumlah dan Jenis Pengemas : Diisi dg jumlah & jenis kemasan atau jumlah & jenis pengemas barang ekspor. Apabila jenis kemasannya lebih dari satu, agar dicantumkan semua jenis kemasan ybs, misal: drum, bag, peti, case. Contoh : Case CS Angka 26. Berat kotor (kg) : Diisi berat kotor (bruto) dlm kilogram (kg) keseluruhan barang ekspor ybs.

55 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 27. Berat bersih (kg): Diisi berat bersih (netto) dlm kilogram (kg) atas keseluruhan barang ekspor ybs. Keterangan : Dlm hal jenis barang ekspor lebih dari satu jenis & lebih dari satu pos tarif/pembebanan PE, maka total berat bersih atau rekapitulasinya diisi di angka 27 lembar pertama sedang berat bersih tiap jenis barang atau pos tarif/pembebanan PE dirinci di angka 29 Lembar Lanjutan. Angka 28. No. : Diisi sesuai dg nomor urut. Keterangan : Dlm hal jenis barang ekspor lebih dari satu jenis & lebih dari satu pos tarif, maka nomor urutnya dirinci di angka 28 Lembar Lanjutan.

56 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka Pos Tarif /HS: Diisi kode pos tarif (HS) barang ekspor sesuai dg klasifikasi barang ybs. - Uraian Jenis barang secara lengkap : Diisi secara lengkap uraian barang ekspor menurut keadaan sebenarnya sehingga memudahkan bagi Instansi yg berkepentingan dlm mengklasifikasikannya ke dlm buku tarif guna keperluan pendataan. Keterangan : Dlm hal barang ekspor lebih dari satu pos tarif dan/atau lebih dari satu uraian jenis barang, maka angka 29 lembar pertama diisi kata- kata “Lihat Lembar Lanjutan” kemudian pd angka 29 Lembar Lanjutan diisi masing-masing pos tarif dan/atau masing-masing uraian jenis barang.

57 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka HPE barang pd tgl penerimaan : Diisi Harga Patokan Ekspor per satuan barang ekspor berdasarkan Harga Patokan Ekspor yg secara berkala ditetapkan oleh Departeman Perindustrian & Perdagangan yg berlaku pd saat tgl penerimaan dokumen PEB di Bank Devisa & Kantor. Apabila tidak ada Harga Patokannya, agar diisikan tanda “—”. Keterangan : Dlm hal Harga Patokan barang Ekspor berbeda untuk beberapa jenis barang ekspor, lembar pertama tdk diisi tetapi dirinci pd Lembar Lanjutan. - PE ( % atau lainnya ) : Diisi besarnya % ( prosentase ) atau US $, dg memperhatikan tarif Pajak Ekspor ( PE ) yg ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan pd saat PEB diajukan ke Bank Devisa atau Kantor Pabean. Keterangan : Apabila tarif PE berbeda untuk beberapa jenis barang ekspor, lembar pertama tidak diisi tetapi dirinci pd Lembar Lanjutan. Jika barang ekspor tsb tdk terkena PE, kotak ybs agar diisi dg tanda “__”.

58 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 31. Jumlah dan Jenis satuan : Diisi dg jumlah & jenis barang menurut satuan barang. Diisi dg uraian & kode satuan barang ekspor ybs dg berpedoman kpd dasar harga transaksi ekspor, sebagai misal per piece (pce), per ton, per drum. Kode satuan barang terdapat pd Tabel satuan, yg wajib diisikan pd kotak yg telah disediakan. Keterangan : Dlm hal lebih dari satu jenis satuan barang, maka diisi dilembar pertama rekapitulasi jumlah & jenis satuan barang ybs, sedangkan perinciannya diisi pd angka 31 Lembar Lanjutan. Contoh : 2500 Pasang

59 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 32. Nilai FOB : Diisi Nilai FOB barang ekspor ybs sesuai dg faktur. - Per Satuan: diisi nilai harga satuan barang ybs dg mempergunakan jenis satuan yg telah dicantumkan. Contoh : US $ 10,- US $ 10,00 - Jumlah Nilai : diisi jumlah nilai FOB untuk jenis barang sebagaimana tercantum pd angka 29 dg cara mengalikan : jumlah satuan (angka 31) x nilai persatuan (angka 32). Contoh : 2500 x US $ 10,- = US $ ,- US $ ,00 Keterangan : Apabila harga total FOB barang ekspor ybs menyangkut beberapa jenis barang atau pos tarif/pembebanan PE, maka total FOB atau rekapitulasi diisi di lembar pertama sedangkan harga FOB tiap jenis barang atau pos tarif/pembebanan PE dirinci di Lembar Lanjutan.

60 PETUNJUK PENGISIAN PEB Angka 33. Nilai PE dalam Rupiah : Diisi jumlah Rupiah keseluruhan hasil perhitungan Pajak Ekspor ( PE ) ke dlm kotak. Contoh : Jumlah PE = Rp ,- Keterangan : Dlm hal terdiri dari beberapa jenis barang yg terkena/dibayar PE jumlah Rupiah hasil perhitungan PE, agar diisi pd halaman rekapitulasi (Lembar pertama). Jika barang ekspor tersebut tdk terkena PE, kotak ybs agar diisi dg tanda “—”. F. : Diisi tempat, tgl, tandatangan serta nama jelas Pemberitahu dg huruf cetak berikut Cap perusahaan setelah pengisian dokumen ini dilakukan secara lengkap & benar.

61 PETUNJUK PENGISIAN PEB G. : No. & Tgl Pendaftaran : (diisi oleh Bea dan Cukai ) Diisi nomor & tgl pendaftaran pd kotak yg telah disediakan sebanyak 6 (enam) digit. Contoh : Nomor pendaftaran tgl 1 Juni 1998 ditulis : /06/1998 Nama Kantor : Diisi nama Kantor tempat diajukannya Pemberitahuan & diisikan kode kantor sebanyak 6 digit (sesuai tabel kode kantor DJBC) pd kotak yg telah disediakan. Contoh : Tanjung Emas

62 PETUNJUK PENGISIAN PEB H. UNTUK PEJABAT BC : Diisi oleh pejabat BC I. UNTUK Bea Cukai/Bank: diberi tanda “X” (coret) bagi yg tdk dipergunakan. diisi nomor penerimaan yg diberikan oleh penerima pembayaran. diisi nomor tanda bukti pembayaran. diisi tanggal dilakukannya pembayaran pd kolom yg disediakan. Tanda tangan & nama jelas pejabat penerima yg berwenang. Diisi nama & cap instansi penerima pembayaran

63 PUNGUTAN EKSPOR 1.Dlm hal tarif Pungutan Ekspor ditetapkan secara advalorum (persentase harga barang), penentuan jumlah Pungutan Ekspor dihitung berdasarkan rumus: Tarif Pungutan Ekspor x Jumlah Satuan barang x Harga Patokan Ekspor (HPE) x Nilai Kurs Contoh: Ekspor komoditi X bulan Februari 2003 sejumlah MT dg tarif Pungutan Ekspor sebesar 3%, HPE sebesar US $ 160,00/MT & kurs 1 US$ : Rp = 3% x MT x US $ 160,00 x Rp = Rp Dlm hal tarif Pungutan Ekspor ditetapkan secara spesifik/adnaturam (satuan barang), penentuan jumlah Pungutan Ekspor dihitung berdasarkan rumus: Tarif Pungutan Ekspor dlm satuan mata uang tertentu x Jumlah Satuan barang x Nilai Kurs Contoh: Ekspor komoditi Y bulan Mei 2003 sejumlah M3 dg tarif Pungutan Ekspor sebesar US$ 5,00/M3, & kurs 1 US$ = Rp PE = US$ 5,00 x M3 x Rp = Rp

64 PUNGUTAN EKSPOR 3.Tarif advalorem dlm HPE belum ditetapkan oleh Memperindag, maka Pungutan Ekspor menggunakan rumus: Tarif Pungutan Ekspor x Jumlah Nilai FOB yg tertera pada Invoice x Nilai Kurs 4.Pembayaran / penyetoran Pungutan Ekspor dpt dilakukan di 2 tempat, yaitu: a) Bank Devisa, atau b) Kantor Pelayanan Bea & Cukai Dg cara tunai, eksportir / kuasanya mendapatkan Surat Tanda Bukti Setor (STBS)

65 PUNGUTAN EKSPOR Hal – hal yg perlu diperhatikan dlm menghitung Pungutan Ekspor: 1.Tarif PE yg digunakan untuk perhitugnan PE adalah tarif PE yg berlaku pd saat PEB didaftarkan pd KPBC 2.Harga Patokan Ekspor (HPE) yg digunakan untuk perhitungan PE adalah HPE yg berlaku pd saat PEB didaftarkan pd KPBC 3.Nilai Kurs yg digunakan untuk menghitung PE adalah nilai kurs yg berlaku pd saat dilakukan pembayaran PE 4.Dlm hal tdk ada HPE penentuan jumlah PE dihitung berdasarkan harga FOB yg tercantum dlm PEB dg rumus : Tarif PE x Jumlah satuan barang x harga FOB x kurs Contoh : Ekspor komoditi Z bulan Februari 2003 sejumlah MT dg tarif pungutan ekspor 3%, harga FOB sebesar US$200,00/MT & kurs 1 US$ = Rp maka PE terutang : 3% x MT x US$200,00 x Rp 8.800,00 = Rp

66

67

68 Sesi ini dibahas : Sumber : Hamdani dkk, OTN (2008) Bab VII: 1)Jenis-2 pasar 2)Segmentasi pasar 3)Fungsi, tujuan dan macam-macam bursa 4)Lelang terbuka dan tertutup Sumber : Hamdani dkk, OTN (2007) Bab VIII: 5)Pengertian, jenis & macam lembaga perbankan 6)Lalulintas pembayaran lewat lembaga perbankan 7)Ketentuan cek dan bilyet giro

69 PENGERTIAN PASAR PASAR: - Adalah tempat pertemuan antara penjual dg pembeli, artinya suatu tempat / daerah yg di dalamnya terdapat kekuatan-2 permintaan dan penawaran yg saling bertemu untuk menentukan suatu harga. - Adalah jumlah seluruh permintaan barang dan jasa oleh pembeli-2 potensial. - Adalah orang-2 yg memiliki keinginan untuk puas, uang untuk belanja & kemauan untuk membelanjakannya.

70 Jenis-jenis pasar 1.Pasar konsmen 2.Pasar produsen / pasar industri 3.Pasar penjual / pasar pedagang 4.Pasar pemerintah 5.Pasar internasional

71 1. Pasar konsumen Adalah sekelompok pembeli yg membeli barang-2 untuk dikonsumsi, bukan dijual / diproses lebih lanjut. Termasuk dalam pasar konsumen adalah: -pembeli-2 individual dan pembeli rumah tangga (non-bisnis). Dlm pasar akan dijawab: 1)Apa yg dibeli ?  Barang & Jasa konsumsi 2)Mengapa membeli ?  ingin terpenuhi kebutuhannya 3)Siapa yg membeli ?  orang-2 dlm pasar konsumen 4)Bagaimana membelinya ?  kebiasaan & cara membeli yang ada

72 Bagaimana membelinya ? Salah satu kebiasaan membeli disebut impulse buying ?  Pembelian dilakukan tanpa direncanakan. Dibedakan menjadi: 1.Reminder buying  pembelian tanpa direncanakan yg didasarkan pd ingatan 2.Suggestion buying  pembelian tanpa direncanakan yg didasarkan pd saran dari orang lain.

73 2. Pasar Produsen / pasar industri / pasar bisnis Adalah pasar yg terdiri dari individu dan lembaga / organisasi yg membeli barang-2 utk diproses menjadi produk akhir, kemudian dijual Beberapa contoh pasar bisnis / industri adalah pasar produk-2 : -Pertanian, kehutanan & perikanan -Perbankan, keuangan & asuransi -Komunikasi, konstruksi, -Pengolahan, pertambangan, dll

74 Pasar produsen 1.Apa yg dibeli ?  yg dibeli adalah barang & jasa industri 2.Mengapa dibeli ?  Utk diproses lagi / memperlancar usahanya dg tujuan memperoleh laba dari penjualan hasil produksi 3.Siapa yg membeli ?  golongan-2 yg berperan melakukan pembelian 4.Bagaimana membelinya ?  Proses pembelian secara keseluruhan & berusaha mempertemukan keinginan pembeli dg penjual.

75 3. Pasar penjual / pedagang / perusahaan-2 dagang Adalah suatu pasar yg terdiri atas individu-2 & organisasi yg memperoleh / membeli barang dg maksud utk dijual lagi atau disewakan agar memperoleh laba. 1.Apa yg dibeli ?  Barang-2 utk dijual & barang & jasa utk melakukan operasinya. 2.Mengapa membeli ?  mendapatkan laba 3.Siapakah yg membeli ?  perusahaan perdagangan besar, distributor kecil 4.Bagaimana membelinya ?  Memilih produsen / penyedia terbaik.

76 4. Pasar pemerintah Adalah pasar dimana lembaga-2 pemerintahan, seperti departemen-2, direktorat, kantor dinas, instansi lain / lembaga pemerintah non departemen. 1.Apa yg dibeli ?  membeli barang & jasa utk kepentingan pemerintahan 2.Mengapa membeli ?  utk tujuan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat (pegawai negeri & umum). Juga utk membina & memajukan pengusaha 3.Siapakah yg membeli ?  organisasi lembaga pemerintahan (pusat & atau daerah) 4.Bagaimana membelinya ?  penawaran terbuka dg memilih penyedia yg berkualitas & kontrak perjanjian dg memilih kontraktor yg bersedia memberi konsesi paling menguntungkan.

77 5. Pasar Internasional Adalah pasar semua negara di dunia. Matarantai / rangkaian perdagangan menyangkut pasar / pembeli internasional ( dalam & luar negeri). 1.Apa yang dibeli ?  barang & jasa konsumsi maupun barang & jasa industri. 2.Mengapa membeli ?  memenuhi kebutuhan hidup seseorang utk memenuhi kepentingan & kesejahteraan masyarakat 3.Siapakah yg membeli ?  Pembeli individual & rumah tangga, pembeli industri, departemen / lembaga pemerintahan & pedagang. 4.Bagaimanakah membelinya ?  Karena penjualnya pihak negara lain, maka pembelian yg dilakukan oleh pembeli / pasar (negara tertentu) harus melalui prosedur perdagangan internasional yg mencakup ekspor-impor.

78 Mengapa hrs ada perdagangan internasional Tanpa mengimpor dari negara lain kebutuhan pokok rakyat suatu negara tdk akan dpt terpenuhi. Produsen tdk dpt beroperasi secara efektif tanpa mengimpor bahan-2 terutama yg tdk dimiliki oleh dlm negeri Masyarakat negara terbelakang tdk mungkin dpt memenuhi kebutuhan primer, sekunder dan tersiernya, seperti mobil, pesawat udara, satelit dll Negara majupun tdk mungkin mandiri terutama pemenuhan bahan-2 baku yg tdk dimilikinya untuk memproduksi barang ekspornya

79 SEGMENTASI PASAR Adalah kegiatan membagi-bagi pasar yg bersifat heterogen dari suatu produk ke dlm satuan-2 pasar (segment pasar) yg bersifat homogin. Segmentasi pasar merupakan suatu falsafah yg berorientasi pd konsumen. Dlm prakteknya, banyak produk yg bersifat heterogen bagi seluruh pasar  artinya produk tertentu hanya diperlukan oleh kelompok pasar tertentu saja. Misal, pakaian wanita (tdk diperlukan oleh pasar golongan pria). Jadi pasar golongan wanita tsb bersifat homogen utk pakaian wanita (berbagai kelompok usia). Jadi perusahaan yg berorientasis pd konsumen akan membagi pasarnya ke dlm segmen-2 pasar tertentu di mana masing-2 segmen bersifat homogen.

80 Homogenitas segmen pasar Homogenitas masing-2 disebabkan adanya perbedaan-2 dlm : 1.Kebiasaan membeli 2.Cara penggunaan barang 3.Kebutuhan pemakai 4.Motif pembelian 5.Tujuan pembelian 6.Dsb.

81 Segmentasi Pasar : konsep single undifferentiated Sebuah perusahaan produksi / industri  bisanya menganggap pasarnya secara keseluruhan homogen (single undifferentiated) Menurut konsep ini disebut keseluruhan pasar – artinya manajemen akan mengembangkan satu produk & satu program pemasaran yg direncanakan utk konsumen sebanyak mungkin. Keseluruhan pasar memberi kesempatan produsen utk melakukan : 1)Memaksimumkan skala produksi, 2)Memaksimumkan distribusi fisik, 3)Melakukan promosi yg ekonomis.

82 4)Perusahaan yg memasarkan satu jenis produk dpt melakukannya selama jangka waktu yg panjang dg ongkos per unit yg lebih rendah. 5)Ongkos produksi dpt ditekan kerena tdk menyediakan berbagai jenis, corak & ukuran 6)Usaha penyimpanan & transportasi lebih efisien. 7)Biaya iklan per unitnya lebih rendah utk satu macam drpd banyak macam produk

83 Segmentasi Pasar : konsep product differentiation Saat persaingan ketat, majemen harus menurunkan harga yg berakibat keuntungan menurun,  maka perusahaan harus membedakan produknya dari produk-2 pesaing. Konsep ini disebut product differentiation, dg konsep ini maka perusahaan memperkenalkan produk dg ciri-2 baru, dg berbagai keunggulan berupa : 1)Kemasan baru (metega kaleng diganti tube dll) 2)Ukuran baru (dr biasa dibuat jumbo, dll) 3)Membuat rasa baru (Good Day : Coffee freeze  rasa choc-orange, orange, dll) 4)Membuat warna baru (Warna coklat diganti dg coklat susu, dll)

84 Manfaat segmentasi pasar Segmentasi pasar dpt membantu manajemen dlm : 1)Menyalurkan dana & usaha ke pasar potensial yg paling menguntungkan 2)Merencanakan produk yg dpt memenuhi permintaan pasar 3)Menentukan cara-2 promosi yg paling efektif bagi perusahaan 4)Memilih media iklan yg lebih baik & menentukan bagaimana mengalokasikan anggaran secara lebih baik ke berbagai media 5)Mengatur waktu yg sebaik-2nya dlm promosi.

85 BURSA Adalah tempat bertransaksi yg terorganisir bagi para anggotanya dg ketentuan yg mengikat. Bursa dinamakan pasar yg terorganisir secara baik dan terjamin, karena transaksi dilakukan antar anggota bursa & melalui anggota bursa.

86 FUNGSI BURSA 1.Sarana untuk melaksanakan transaksi bisnis yg sehat  sarana utk mengatasi / menghindarkan permainan bisnis yg tdk sehat 2.Sarana utk memperoleh modal yg sehat bagi pengusaha yg membutuhkan tambahan modal utk meluaskan aktivitas usaha 3.Sarana bagi pemerintah utk mengendalikan penggunaan devisa.

87 TUJUAN BURSA 1.Mempertemukan orang-2 yg membutuhkan sesuatu (bursa tenaga kerja, bursa polis, dll) dg orang-2 lain yg dpt menyediakan kebutuhan tsb 2.Menstabilkan harga-2, menghilangkan spekulasi & mengkoordinir transaksi perdagangan antar sesama anggota bursa. 3.Menghindarkan persaingan permintaan yg tdk wajar antara sesama pembeli, & menghindarkan persaingan penawaran antara sesama penjual bursa 4.Secara tdk langsung membantu Pemerintah dlm pengendalian perdagangan komoditi (harga, kuantitas, kualitas dll)

88 Macam-2 Bursa Sesuai dg bidang & jenis kegiatannya, bursa dikelompokkan dlm : -Bursa sekuriti (surat berharga) / bursa efek -Bursa valuta -Bursa modal & uang -Bursa komoditi -Bursa polis & -Bursa tenaga kerja

89 Bursa sekuriti (Security exchange) Suatu tempat (gedung) pertemuan para anggota bursa utk memperdagangkan surat berharga Suatu organisasi / lembaga yg menyediakan gedung bagi para anggota bursa utk memperdagangkan surat berharga atas beban sendiri / beban pelanggannya. Sekuriti  instrumen keu yg dpt dibayarkan kpd pemegang / yg terdaftar sbg pemilik sekuriti, yg biasanya diperdagangkan  saham & obligasi.

90 Syarat-2 agar boleh didaftarkan di bursa Penyelenggara bursa menetapkan syarat-2 agar boleh didaftarkan pd bursa: 1)Banyaknya saham & / obligasi yg dikeluarkan 2)Banyaknya pemilik saham / obligasi 3)Jumlah modal sero perusahaan secara keseluruhan

91 SAHAM/SERO & BURSA SAHAM (STOCK & STOCK EXCHANGE) Sero (stock) Adalah bukti kepemilikan sebagian dari suatu perseroan atau Modal yg ditanam dlm suatu perseroan yg dimiliki oleh individu dlm bentuk sertifikat (saham) yg dikeluarkan oleh perseroan ybs. - Bursa saham (Stock exchange)  suatu gedung tempat pertemuan anggota bursa utk memperdagangkan saham terdaftar yg diterbitkan oleh para perseroan

92 Bursa valuta Yg diperdagangkan  devisa / valas, shg sering disebut dg bursa valuta asing, yaitu suatu tempat (gedung) pertemuan para anggota bursa atau suatu lembaga / organisasi yg menyediakan gedung bagi para anggota bursa untuk jual beli valas atas beban sendiri / para pelanggannya

93 Bursa modal & uang Adalah transaksi jual beli sekuriti untuk tujuan investasi jangka pendek, seperti jual beli wesel, promes & atau uang kertas

94 Bursa Komoditi (Commodity exchange) Adalah tempat (gedung) pertemuan para anggota bursa utk melakukan transaksi jual- beli komoditi tertentu Gabungan (asosiasi) para pedagang yg menyediakan tempat (gedung) pemasaran komoditi tertentu, misal gandum, kopi, gula, kartun, hasil bumi dll. Yg ditawarkan di pasar ini bukan fisik produknya, tetapi dokumen otentiknya

95 Bursa polis Polis asuransi yg dpt diperoleh (dibeli) di bursa polis disebut polis bursa, yg dikeluarkan oleh gabungan (asosiasi) para penanggung, seperti: 1.Polis Lloyd,s yg dikeluarkan oleh Lloyd’s Corporation di London, Inggris 2.Polis Bursa Amsterdam (Amsterdamche Beurspolis) yg dikeluarkan oleh Perkumpulan Penanggung (asuransi) di Amsterdam, Belanda 3.Polis Bursa Rotterdam (Rotterdam, Belanda) utk pertanggungan komoditi.

96 Bursa Tenaga Kerja Jual beli tenaga kerja antara penjual tenaga kerja (orang yg membutuhkan pekerjaan) dg pembeli tenaga kerja (badan / orang yg membutuhkan tenaga kerja) Yg menyediakan (penyelenggara bursa)  suatu badan / biro tenaga kerja / suatu instansi pemerintah (Depnaker).

97 Lelang Terbuka Adalah lelang / penjualan kpd umum di muka pegawai yg diwajibkan untuk itu (notaris dan atau juru sita). Jual beli lelang adalah perniagaan loco : artinya barang itu tersedia (ataupun monsternya) yg sudah ada persetujuan kemudian diserahkan. Jika harga tawaran pembeli tdk sesuai dg harga taksiran & atau harga limit (yg serendah-2-nya) yg ditentukan penjual, mk lelang barang tsb di-stop.

98 Contoh lelang yg sering ditransaksikan : -lelang ikan -Lelang kayu jati -Lelang tanah / rumah yg disita (dibeslah) dsb. Lelang dilakukan dg : Lelang bertingkat menurun (dari harga tinggi) kemudhian secara bertahap diturunkan sampai ada orang yg cocok & berani / mau utk harga tsb

99 Lelang Tertutup Tawaran penjualan dg cara rahasia atau dg surat tertutup. Misal importir menyerahkan (daftar merk barang & taksiran harganya) kpd makelar tangan pertama utk dilelang kpd calon pembeli.

100 BANK DLM LALULINTAS PERDAGANGAN (Sumber Hamdani dkk, bab VIII) 1.Pengertian, jenis & macam lembaga perbankan 2.Lalulintas pembayaran lewat lembaga perbankan 3.Ketentuan cek dan bilyet giro

101 Definisi bank Adalah sejenis lembaga keuangan yg melaksanakan macam-2 jasa, seperti: -Memberikan pinjaman -Mengedarkan mata uang, -pengawasan terahdap mata uang -Bertindak sbg tempat penyimpanan benda-2 berharga & -Membiayai usaha perusahaan-2 dll

102 Definisi bank menurut UU No. 14/1967 Adalah lembaga keuangan yg usaha pokoknya memberikan kredit & jasa-2 dlm lalulintas pembayaran & peredaran uang.

103 Jenis & macam bank 1.Dilihat dari segi fungsinya :  Bank sentral, bank umum, bank tabungan, bank pembangunan, bank desa 2.Dilihat dari segi pemiliknya :  Bank milik negara : BI & Bank BUMN (BNI, Mandiri, BRI & BTN) 3.Bank milik pemerintah  Bank-2 milik Pemda Tk I

104 Jenis & macam bank 4.Bank milik swasta  Bank swasta nasional, bank milik swasta asing, kerjasama bank swasta nasional dg swasta asing 5.Bank koperasi  Bank umum koperasi, bank tabungan koperasi & bank pembangunan kop 6.Dilihat segi penciptaan uang giral  bank primer & sekunder

105 LALULINTAS PEMBAYARAN LEWAT LEMBAGA PERBANKAN Bank memiliki peran penting dlm menyalurkan lalulintas pembayaran modern Sebagian besar transaksi perdagangan dunia disalurkan melalui bank. Jasa-2 yg ditawarkan oleh lembaga perbankan dlm lalulintas pembayaran, adalah: Cheque, wesel, bilyet giro (hanya di Indonesia & Belanda), travellers cheque, transfer, inkaso & letter of credit (L/C)

106 Pengertian Giro Adalah suatu sistem pembayaran yg diselenggarakan kantor pos / sekelompok bank yg memungkinkan pembayaran-2 yg terjadi antara para nasabahnya tdk dilakukan dg tunai, melainkan dg pemindahbukuan Formulirnya diserahkan pd kantor pos / bank ybs. Atas dasar tsb maka bank / pos mendebet rekening nasabah & mengkredit rekening nasabah penerima.

107 Giro juga berarti bentuk simpanan bank yg se-waktu-2 bisa ditarik / dipindahbukukan. GIRAL  (Bhs Belanda adalah kata sifat dari giro. Jadi, giral  adalah alat pembayaran yg berkaitan dg giro. Dlm praktek, alat pembayaran / uang giral adalah: -bilyet giro -Check, -Wesel bank (utk transfer) & -Surat bukti penerimaan transfer.

108 PENGERTIAN CHEQUE, WESEL, & BILYET GIRO Adalah “perintah untuk membayar atau perintah tanpa syarat utk membayarkan sejumlah uang tertentu kpd si penerima pd hari bayar tertentu”

109 PERSAMAAN & PERBEDAAN WESEL, CHEQUE & BILYET GIRO KRITERIAWESELCHEQUE BILYET GIRO Cara pembayaran-Tunai -Pemindahbukuan -Tunai -Pemindahbukuan Hari bayar- Saat ditunjukkan - Sesudah ditunjukkan - Sesudah Tgl tertentu -Tgl tertentu di kemudian hari - Saat ditunjukkan- Tgl tertentu di kemudian hari Penarik-Nasabah bank -Bukan nasabah bank - Nasabah bank-Bank Tertarik-Bank -Bukan bank - Bank- Tidak bisa Endeemen- Bisa - Tidak bisa Meterai- Ya - Tidak Diatur dengan- KUHD -Peraturan BI

110 Travellers Cheque (TC) Adalah pengganti uang tunai untuk dibawa dlm perjalanan Adalah cheque yg ditarik / diterbitkan oleh sebuah bank bertaraf internasional atas salah satu bank korespondennya. TC, untuk : -Tugas belajar -Perjalanan dinas -Wisata luar negeri -Perjalanan haji / umroh Tdk perlu bawa uang tunai  demi keamanan

111 Pelaku-pelaku TC Dalam lalulintas pembayaran dg TC terdapat pelaku-2 sbb: 1.Penerbit  bank-2 bertaraf internasional 2.Agen-2 penjualan  bank devisa & pedagang valas 3.Pembeli  perorangan / pengusaha 4.Merchat  Hotel, restoran, biro perjalanan 5.Pengumpul  pedagang valas, bank-2 devisa 6.Collecting Bank  bank devisa utk menagih pembayarannya kpd bank penerbit

112 Transfer Adalah pengiriman uang lewat bank (bank transfer) / remittance  terjadi karena transaksi pembayaran antara sipembayar & penerima tdk saling ketemu langsung Timbul krn berbagai macam transaksi pembayaran dimana kedua belah bertempat di daerah / negara yg berbeda.

113 Para Pelaku Transaksi Transfer 1.Si pengirim (remitter)  nasabah yg kirim uang 2.Bank pengirim (remitting bank)  bank yg mengirim uang 3.Bank pembayar (paying bank)  bank yg membayarkan transfer 4.Si penerima (beneficiary)  Nasabah yg menerima tansfer 5.Bank pemberi ganti (reimbursing bank)  bank yg atas nama permintaan bank menyediakan dana bagi paying bank bisa melaksanakan transfer tsb

114 Jenis-jenis transfer 1.Mail transfer 2.Wesel / cek bank 3.Telegraphic / Telex transfer 4.Electronics transfer

115 Inkaso (collection) Adalah sistem pembayaran dlm perdagangan internasional melalui suatu bank sebagai sarana reimbursement (pembayaran kembali). Dlm sistem ini, dokumen pendukung suatu komoditi /barang yg dikirim (pelayaran / penerbangan) oleh eksportir akan diserahkan langsung kpd bank utk ditagihkan pembayarannya Dokumen pendukung yg diserahkan kpd bank : 1)Draft (wesel) 2)Invoice & / packing list 3)B/L – Bill of Lading 4)Beneficiary statement 5)Lain-lain sesuai yg dijanjikan

116 letter of credit (L/C) Jaminan pembayaran bersyarat, artinya surat yg diterbitkan oleh suatu bank (bank devisa) / issuing bank yg ditujukan kpd suatu bank di negara tujuan / advising / negotiating bank untuk kepentingan suatu pihak (beneficiary), atas permintaan suatu pihak (applicant) agar sejumlah dana disiapkan utk dibayarkan bila syarat-2 di dlm L/C terpenuhi. Syarat-2 L/C seperti: tgl pengapalan, daluarsa L/C, uraian barang, dokumen-2 yg diminta dll.

117


Download ppt "KALKULASI EKSPOR Tujuan menghitung HP ( Harga Pokok)  sebagai dasar untuk hitung harga jual dan anggaran biaya produksi Komponen biaya dlm kalkulasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google