Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Topik : Individu dalam Ekosistem Whika Febria Dewatisari, S. Si, M. Si EKOLOGI (BIOL 4215)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Topik : Individu dalam Ekosistem Whika Febria Dewatisari, S. Si, M. Si EKOLOGI (BIOL 4215)"— Transcript presentasi:

1 Topik : Individu dalam Ekosistem Whika Febria Dewatisari, S. Si, M. Si EKOLOGI (BIOL 4215)

2 EKOLOGI (BIOL 4215) : INDIVIDU DALAM EKOSISTEM  Pendahuluan  Habitat dan Relung 1. Habitat 2. Relung  Allopatrik dan Simpatrik 1. Allopatrik 2. Simpatrik  Jam Biologi  Domestikasi 1. Seleksi Alam 2. Seleksi Buatan

3 PENDAHULUAN Salam jumpa Saudara mahasiswa Universitas Terbuka khususnya mahasiswa FMIPA,pada web suplemen mata kuliah Ekologi ini kita akan membahas tentang Individu dalam Ekosistem. Setelah mempelajari materi ini Anda diharapkan dapat : Membedakan pengertian habitat dan relung Membedakan allopatrik dan sympatrik Menjelaskan pengertian jam biologi Menjelaskan tentang domestikasi Untuk menguasai pokok bahasan ini, seluruh uraian materi perlu dipahami dan soal-soal latihan yang tersedia di web ini dikerjakan. Kami menyarankan saudara untuk mencari sumber-sumber lain melalui buku ataupun internet yang berkenaan dengan materi ini untuk memperluas wawasan saudara. Selamat belajar!

4 PENGANTAR Ekosistem merupakan suatu satuan fungsional dasar yang menyangkut proses interaksi antar organisme hidup lingkungannya. Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup.

5 HABITAT DAN RELUNG HABITAT Habitat merupakan tempat tinggal,hidup, dan berkembangbiaknya suatu organisme. Dapat berarti juga sebagai tempat tinggal atau tempat menghuni seluruh populasi atau komunitas makhluk hidup dalam ekosistem. Berbagai jenis tumbuhan dan hewan memiliki habitat yang berbeda-beda, serupa atau sama sesuai dengan preferensi ekologinya.

6 HABITAT DAN RELUNG HABITAT Berdasarkan kondisi habitatnya dikenal dua tipe habitat, yaitu habitat mikro dan habitat makro. Habitat makro merupakan habitat bersifat global dengan kondisi lingkungan yang bersifat umum dan luas, contohnya gurun pasir, pantai berbatu karang, hutan hujan tropika, dan sebagainya. Habitat mikro merupakan habitat lokal dengan kondisi lingkungan yang bersifat setempat yang tidak terlalu luas, contohnya, kolam, rawa payau berlumpur lembek dan dangkal, danau, dan sebagainya.

7 Contohnya, habitat pohon bakau adalah daerah pasang surut habitat manggis adalah hutan dataran rendah dan hutan rawa, pohon-pohon anggota famili Dipterocarpaceae (pepohonan penghasil kayu/meranti) pada umumnya hidup di daerah dataran rendah, pohon aren habitatnya di tanah darat iInfaran rendah hingga daerah pegunungan, dan pohon durian luibitatnya di tartan darat dataran rendah. HABITAT DAN RELUNG HABITAT

8 habitat paus dan ikan hiu adalah air laut, habitat ikan mujair adalah air tawar, habitat buaya muara adalah perairan payau, habitat monyet dan harimau adalah hutan, habitat pohon bakau adalah daerah pasang surut, habitat cemara gunung adalah hutan Dataran tinggi, PICTURES.COM/TWO-MARINE- WHALES-2678-PICTURES.HTM HABITAT DAN RELUNG HABITAT

9 Habitat organisme bisa lebih dari satu tempat. Misalnya burung pipit mempunyai habitat di sawah untuk aktivitas mencari makan, juga mempunyai habitat di atas pepohonan untuk bertelur. HABITAT DAN RELUNG HABITAT

10 Habitat ikan salem ketika dewasa adalah di laut, waktu akan bertelur pindah habitatnya di sungai, bahkan sampai ke hulu sungai. Ikan salem bertelur di hulu sungai dan anak yang telah ditetaskan akan tinggal bertahun- tahun di sungai, kemudian ketika memasuki fase dewasa ikan salem itu pindah habitat lagi ke laut. FISH.HTML HABITAT DAN RELUNG HABITAT

11 Contoh lainnya adalah ikan arwana mempunyai habitat di air tawar dan ada pula yang di air payau. Habitat katak ketika dewasa adalah di darat, sedangkan ketika fase telur dan berudu berada di air tawar. Pohon ramin ( Gonystylus bancanus ) mempunyai habitat di hutan gambut juga di hutan- hutan daratan dengan tanah berpasir, ketinggian tempat m dari permukaan laut. Pohon Matoa ( Pometia pinnata ) mempunyai habitat di pinggir sungai, juga di daerah yang bertanah liat, tanah pasir atau lempung di hutan daratan dataran rendah hingga di hutan pegunungan (ketinggian tempat kurang dari m dpl.). Pohon kempas ( Koompassia malaccensis ) mempunyai habitat di hutan rawa, juga di hutan daratan dengan tanah liat atau pasir yang ketinggian tempatnya adalah m dpl PINNATA-KASAI.HTML HABITAT DAN RELUNG HABITAT

12 HABITAT DAN RELUNG RELUNG Bisa dikatakan bahwa alamat suatu organisme adalah habitat, dan pekerjaan organism tersebut disebut relung/nische Relung ekologi (ecological niche) merupakan peranan dan bagaimana keberadaan suatu organisme dalam suatu habitat atau dapat disebut juga suatu profesi/status suatu organisme dalam suatu komunitas dan ekosistem tertentu, sebagai akibat adaptasi struktural, tanggal fisiologis serta perilaku spesifik organisme itu (Riberu, 2002). Jadi relung ekologi merupakan semua faktor atau unsur yang terdapat dalam habitatnya yang mencakup jenis-jenis organisme yang berperanan, lingkungan, dan tempat tinggal yang sesuai dan spesialisasi populasi organisme yang terdapat dalam komunitas. Setiap jenis organisme akan mempunyai relung ekologi yang menentukan struktur komunitas dan menunjukkan pola adaptasi di habitatnya.

13 HABITAT DAN RELUNG RELUNG Relung suatu organisme ditentukan oleh tempat hidupnya ( habitat ) dan oleh berbagai fungsi yang dikerjakannya, sehingga dikatakan sebagai profesi organisme dalam habitatnya. Profesi organisme menunjukkan fungsi organisme dalam habitatnya. Berbagai organisme dapat hidup bersama dalam satu habitat. Akan tetapi, jika dua atau lebih organisme mempunyai relung yang sama dalam satu habitat, maka akan terjadi persaingan. Makin besar kesamaan relung dari organisme- organisme yang hidup bersama dalam satu habitat, maka makin intensif persaingannya.

14 Contoh relung suatu populasi kadal pohon tropis, terdiri dari banyak variabel, antara lain kisaran suhu yang dapat ia tolerir, ukuran pohon dimana ia bertengger, waktu siang hari ketika ia aktif, serta ukuran dan jenis serangga yang ia makan. (Odum, 1971) HABITAT DAN RELUN G RELUNG ent

15 HABITAT DAN RELUNG RELUNG Relung ekologi suatu organisme harus tersedia di dalam habitatnya. Suatu relung tidak hanya sekedar tempat tinggal organisme, tetapi faktor lain juga ikut terlibat contohnya kisaran suhu, kelembaban, salinitas dan sebagainya, yang dapat diterima oleh setiap dua spesies dalam suatu habitat untuk ikut menentukan relung ekologinya. Kedudukan yang ditempati oleh suatu spesies di dalam jaring-jaring makanan merupakan faktor utama dalam menentukan relung ekologinya.

16 HABITAT DAN RELUNG RELUNG Sebagai ilustrasi : dengan mengetahui alamat (habitat) seseorang, maka kita tahu kemana kita cari orang tersebut, tetapi jika kita mengetahui pekerjaan, hobi, dan cara-cara bagaimana orang itu bergaul dengan orang lain dalam masyarakat, kita akan mengetahui lebih banyak lagi mengenai orang tersebut. Demikian pula dengan relung ekologi suatu organism baik itu hewan maupun tumbuhan meliputi semua aspek dari kedudukan yang ditempati oleh hewan tersebut di dalam ekosistem tempat ia hidup (http://anugrahjuni.wordpress.com/biologi-in/ekologi/relung- ekologi /http://anugrahjuni.wordpress.com/biologi-in/ekologi/relung- ekologi /

17 ALLOPATRIK DAN SIMPATRIK Keanekaragaman organisme di muka bumi ini merupakan hasil dari salah satu proses yaitu spesiasi, selain proses kepunahan. Spesiasi merupakan pembentukan spesies baru dan berbeda dari spesies sebelumnya dalam kerangka evolusi. Bisa juga dikatakan bahwa spesiasi adalah pemisahan satu set populasi yang melakukan interbreeding, berlanjut menjadi beberapa set populasi yang masing-masing proses reproduksinya tertutup (isolir) karena terbatasnya aliran gen antar populasi. Spesiasi terjadi dalam 2 cara berbeda yaitu alopatrik dan simpatrik.

18 ALLOPATRIK DAN SIMPATRIK ALLOPATRIK Spesiasi allopatrik terjadi karena adanya penghalang fisik seperti sungai, gunung, letak geografis dan sebagainya. Penghalang ini memisahkan sebuah populasi dari populasi induknya, yang berarti memotong aliran gen antar kedua pupulasi tersebut. Setiap populasi akan merespon faktor-faktor lingkungan dengan skala lokal saja, yang akan menghasilkan perbedaan gen antar populasi yang terpisah. Setelah terisolasi mereka membentuk sejumlah perbedaan genetik, termasuk penghalang reproduksi yang membedakannya dari populasi induknya.

19 Contoh dari spesiasi alopatrik ini adalah hasil evolusi dari populasi burung kutilang (finches) di Kepulauan Galapagos yang terpisah dari populasi induknya di Benua Amerika bagian selatan. Spesiasi parapatrik terjadi pada populasi-populasi yang letaknya berdekatan. ALLOPATRIK DAN SIMPATRIK ALLOPATRIK

20 Kelompok gen mereka menjadi terpisah oleh adanya variasi lingkungan.Sebagai contoh adalah rumput yang tumbuh di lingkungan toksik akan mengembangkan toleransi terhadap logam berat, yang tidak dipunyai oleh rumput di sebelahnya yang tidak terpolusi. Karena perbedaan kepekaan terhadap logam berat tersebut, dua populasi rumput ini akan mengembangkan mekanisme yang berbedadalam masa pembungaannya sehingga menghasilkan isolasi reproduksi ALLOPATRIK DAN SIMPATRIK ALLOPATRIK Illustration from BSCS, Biological Science: Molecules to Man, Sumber: faktailmiah.com

21 Sedangkan spesiasi simpatrik Terjadi tanpa harus ada pemisahan populasi secara geografis. Dan berubahnya gen dan tingkah laku (behaviour) akibat dari pembatasan secara spatial dan karena terhentinya aliran gen. di spesiasi simpatrik ini terbentuk sub grup- sub grup dalam populasi ALLOPATRIK DAN SIMPATRIK ALLOPATRIK

22 Spesiasi simpatrik adalah terbentuknya spesies baru dalam satu wilayah tanpa adanya penghalang (barrier). spesiasi ini dapat terjadi karena adanya isolasi reproduksi yang mencegah aliran gen di antara kelompok dalam populasi. spesiasi alopatrik adalah terbentuknya spesies baru dalam satu wilayah karena adanya penghalang sehingga mencegah aliran gen di antara kelompok dalam populasi. Salah satu contoh kejadian spesiasi ini adalah ketika tanaman Arabidopsis thaliana dan Arabidopsis arenosa berkawin silang, menghasilkan spesies baru Arabidopsis suecica Arabidopsis thaliana ALLOPATRIK DAN SIMPATRIK SIMPATRIK Arabidopsis thaliana

23 Arabidopsis thalianaArabidopsis arinosaArabidopsis suesica ALLOPATRIK DAN SIMPATRIK SIMPATRIK

24 Kasus yang menarik dari spesiasi simpatrik terjadi pada tumbuhan sebagai hasil dari poliploidi. Poliploidi adalah pertumbuhan jumlah set/pasangan kromosom dalam setiap sel tubuh tanaman tersebut.Pemunculan tertraploid (4N) dari induk yang diploid (2N) tidak biasa terjadi. Sekali terbentuk, maka tumbuhan tetraploid tidak akan melakukan persilangan dengan anggota populasi yang diploid karena ketidak-cocokan jumlah kromosom. Akibatnya tumbuhan tetraploid hanya dapat menyerbuki anggota populasi yang tetraploid juga, atau melakukan penyerbukan sendiri atau dengan reproduksi aseksual, yang kemudian keturunanannya saling bersilang.Inilah yang nantinya juga akan menjadi awal spesiasi

25 Poliploid menjadi sangat penting dalam evolusi dan spesiasi tumbuhan.Lebih dari 40% spesies tumbuhan berbunga yang hidup sekarang ini adalah diploid. Dengan terjadinya spesiasi, maka akan dijumpai adanya keanekaragaman organisme.Untuk mempelajari dan mengenal organisme yang beranekaragam ini, manusia melakukan klasifikasi ALLOPATRIK DAN SIMPATRIK SIMPATRIK Metaphase chromosomes of A. thaliana (At) ecotype No-0 and A. arenosa (Aa) hybridized with 5S gene and species-specific NOR probes. ( A and B ) A. thaliana No-0 (2 n _2 x _10) hybridized with an A. thaliana -specific NOR probe (red) and a 5S gene probe (green). Chromosomes were counterstained with DAPI (blue). ( C and D ) A. arenosa strain 3651 (2 n _ 4 x _ 32) hybridized with an A. arenosa -specific NOR probe (red) and 5S gene probe (green). NO, ecotype Nossen, No-0. (Scale bars, 5 _m.)

26 JAM BIOLOGI Setiap makhluk hidup mempunyai cara untuk mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Cara ini disebut adaptasi. Makhluk hidup mampu beradaptasi terhadap lingkungannya untuk mampu : - memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan). - mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas. - mempertahankan hidup dari musuh alaminya. bereproduksi. - merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya. Makhluk hidup yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis

27 JAM BIOLOGI Jenis Adaptasi 1) Adaptasi morfologi adaptasi yang berkaitan dengan bentuk tubuh. Adaptasi Morfologi dapat dilihat dengan jelas. Sebagai contoh: paruh dan kaki burung berbeda sesuai makanannya. 2) Adaptasi Fisiologi adalah adaptasi yang meliputi fungsi alat-alat tubuh. Adaptasi ini bisa berupa enzim yang dihasilkan suatu organisme. Contoh: dihasilkannya enzim selulase oleh hewan memamah biak. 3) Adaptasi Tingkah Laku adalah adaptasi berupa perubahan tingkah laku. Misalnya: ikan paus yang sesekali menyembul ke permukaan untuk mengambil udara. Kita juga mengenal suatu adaptasi perilaku yang terkait erat dengan faktor pembatas fisik hayati dikenal dengan Jam Biologi (Biological Clock )

28 JAM BIOLOGI Setiap orang memiliki jam biologi atau mekanisme pengaturan waktu internal dalam tubuh yang bekerja secara otomatis. Ada orang yang selalu bangun pagi. Pukul enam pagi mereka sudah tidak betah lagi berada di tempat tidur, dan begitu bangun mereka mampu bekerja dengan penuh konsentrasi. Namun, ada juga orang yang selalu begadang, mereka secara naluri tidak dapat tidur sebelum larut malam. Kalau bangun terlalu pagi, mereka menjadi cepat marah dan tidak bisa berkonsentrasi saat bekerja

29 JAM BIOLOGI Apa yang menyebabkan perbedaan tersebut? Pasalnya adalah setiap orang memiliki jam biologis atau mekanisme pengaturan waktu internal dalam tubuh yang bekerja secara otomatis. Jam ini sudah terprogram secara genetis dan menentukan kapan waktunya kita bangun dan kapan kita tidur. Selain pola makan dan tidur, jam biologis juga mengatur suhu badan, aktivitas gelombang otak, produksi hormon,regenerasi sel dan aktivitas-aktivitas biologi lainnya di dalam tubuh sampai pada penambahan berat badan.

30 Tumbuhan juga memiliki sistem jam biologi. seperti manusia, circadian clock pada tumbuhan mengaturpola aktivitas- aktivitas harian seperti pengaturan hormon,photoperiodism dan regulasi zat nutrisi. Circadian rhythm pada tanaman berhubungan dengan pengaruh dari hormon auxin JAM BIOLOGI Jam biologi pada manusia

31 JAM BIOLOGI Dengan kata lain, pada saat-saat tertentu tanaman menjadi lebih responsif terhadap auxin yang berpengaruh pada pertumbuhan batang ke atas menjauh daritanah dan menuju cahaya.Pengaruh circadian clock ini terlihat pada hampir semua tahap dalam proses signalling auxin, mulai daripembentukan hormon sampai dengan pertumbuhan batang. Photoperiodism dan jam biologis berhubungan sangat erat dalam perannya menentukan/memperkirakan panjang hari

32 JAM BIOLOGI Dua teori mengenai mekanisme jam biologi 1. Hipotesis waktu endogen :jam atau waktu harian yang telah terprogram oleh tubuh organisme dan dapat mengukur tanpa adanya petunjuk lingkungan. Contoh : orang bekerja dalam ruangan dengan sistem ‘shift’ dari waktu ke waktu tertentu, lama-kelamaan orang tersebut akan dapat mengukur kemampuan fisiologisnya yaitu waktu harian dalam tubuh organisme yang bekerjanya 2. Hipotesis waktu eksternal : jam atau waktu harian dalam tubuh organisme yang bekerjanya diatur oleh tanda-tanda dari lingkungan. Contoh : kelelawar (Chiroptera) akan terbang mencari mangsa pada saat hari menjelang gelap

33 Seleksi alam Adanya kompetisi, baik interspesies dapat dilihat sebagai upaya alam untuk melakukan seleksi yang umum dikenal sebagai seleksi alam. Atau disebut juga keberhasilan yang berbeda dalam reproduksi (kemampuan individu yang tidak sama untuk bertahan hidup dan bereproduksi) yang terjadi melalui suatu interaksi antara lingkungan dan keanekaragaman yang melekat diantara individu organism yang menyusun suatu populasi DOMESTIKASI SELEKSI ALAM

34 Produk seleksi alam adalah adaptasi populasi organisme dengan lingkungannya. Produksi individu yang lebih banyak dibandingkan dengan yang didukung oleh lingkungan akan mengakibatkan adanya persaingan untuk mempertahankan keberadaan individu dalam populasi tersebut, sehingga hanya sebahagian keturunan yang dapat bertahan hidup pada setiap generasi.

35 DOMESTIKASI SELEKSI ALAM Kelangsungan hidup dalam perjuangan untuk mempertahankan hidup tidak terjadi secara acak, tetapi bergantung sebagian pada susunan sifat yang terwarisi dari individu yang berthan hidup. Individu yang mewarisi sifat-sifat baik yang membuat individu-individu tersebut cocok dengan lingkungannya, besar kemungkinan akan menghasikan lebih banyak keturunan dibandingkan dengan individu yang kurang cocok sifat terhadap lingkungannya. Kemampuan individu untuk bertahan hidup dan bereproduksi yang tidak sama ini akan mengakibatkan suatu perubahan secara bertahap dalam suatu populasi, dan sifat-sifat menguntungkan akan berakumulasi sepanjang generasi

36 Contoh produk seleksi alam (adaptasi evolusioner yang dibentuk oleh seleksi alam). Penyamaran (kamuflase)Spesies belalang yang masih berkerabat memiliki beragam bentuk dan warna yang berkembang dalam lingkungan yang berbeda seperti: seekor belalang bunga di Malaysia dengan belalang Amerika Tengah yang mirip dengan daun hijau DOMESTIKASI SELEKSI ALAM

37 DOMESTIKASI SELEKSI BUATAN Seleksi buatan Seleksi yang dilakukan oleh manusia dengan tujuan adaptasi baik pada hewan maupun tanaman untuk kepentingan manusia itu sendiri. Adanya kepentingan manusia dapat didasari oleh organisme tersebut, antara lain berasal dari : 1) tingkat produktivitas yang tinggi; 2) ketahanan/ daya hidup; 3) keindahan dsb.

38 Contoh peristiwa seleksi oleh manusia yang tidak disadari adalah sebagai berikut : Sekitar tahun 1850 yaitu masa sebelum berkembangnya revolusi industri di Inggris, tepatnya di Manchester, kupu Biston betularia berwarna cerah lebih banyak daripada yang berwarna gelap., warna kulit batang pohon di sekitar kota Manchester sangatlah terang. Karenanya, kupu-kupu berwarna gelap yang hinggap pada pohon-pohon tersebut mudah terlihat sehingga mudah menjadi mangsa bagi burung- burung dan predator lainnya, akibatnya, jumlahnya menjadi berkurang DOMESTIKASI SELEKSI BUATAN

39 Tetapi setelah berlangsungnya revolusi industri, ternyata kupu yang berwarna gelap lebih banyak daripada yang berwarna cerah. Sebagian besar kulit batang pohon menjadi gelap akibat polusi asap pabrik yang dapat membunuh Lichenes sp (jamur yang memberi warna putih pada pohon) yang disebabkan oleh revolusi industri, kupu berwarna terang menjadi yang paling diburu oleh predator dan jumlah populasi ngengat berwarna gelap meningkat. DOMESTIKASI SELEKSI BUATAN Gambar kiri sebelum Revolusi industri, kupu bersayap gelap lebih gampang terlihat. Gambar kanan setelah Revolusi Industri, kupu bersayap terang yang lebih gampang terlihat. Ini mempengaruhi pergeseran peluang predasi.

40 DOMESTIKASI SELEKSI BUATAN

41 DOMESTIKASI Keadaaan dimana kemampuan dari organisme tertentu terhadap beberapa faktor pembatas yang diketahui, mempunyai kelebihan-kelebihan dan bersifat menguntungkan bagi manusia, dapat mendorong manusia melakukan upaya mendatangkan suatu organisme tersebut pada suatu tempat atau wilayah yang diinginkan disebut domestikasi Domestikasi sebagai proses perkembangan organisme yang dikontrol manusia. Oleh Evans (1996) dinyatakan mencakup perubahan genetik (tumbuhan) yang berlangsung sinambung semenjak dibudidayakan.

42 DOMESTIKASI Dengan demikian, domestikasi berkaitan dengan seleksi dan manajemen oleh manusia, dan tidak hanya sekedar pemeliharaan saja. Spesies eksotik – organisme yang dipindahkan dari habitat aslinya ke wadah budidaya, karakteristik genetiknya terubah dengan maksud tertentu, atau sebaliknya, melalui sembarang pikatan pemeliharaan, seleksi dan manajemen genetik (Pullin, 1994). Dalam hal ini, mendomestikasi adalah menaturalisasikan biota ke kondisi manusia dengan segala kebutuhan dan kapasitasnya.

43 Tingkatan kesempurnaan domestikasi hewan umumnya, sangat ditentukan oleh pemahaman tentang keseluruhan aspek biologi dan ekologi hewan tersebut. Perilaku satwa liar di habitat alaminya, daur hidup dan dinamika pertumbuhannya merupakan aspek biologi yang antara lain menunjang keberhasilan domestikasi. DOMESTIKASI ature01019_F1.html

44 DOMESTIKASI Dalam domestikasi tanaman, Evans (1996) mengungkapkan secara luas berbagai perubahan yang terjadi pada penampilan tumbuhan, mulai dari yang menyangkut retensi benih hingga ke isi DNA. Demikian hal nya perubahan bentuk dan ukuran pada sejumlah tanaman, serta laju perkembangan dan pertumbuhannya. Lebih dari pada itu, sejumlah tumbuhan yang didomestikasi ternyata kehilangan substansi racun sebagai unsur proteksi alaminya terhadap hama dan penyakit. perubahan-perubahan ini terpaut dengan penimbulan (mengefisiensi) dan penenggelaman (mendefesiensi) satu atau lebih unsur genetik seturut dengan faktor lingkungan budidaya yang dikenakan. Hal yang kemudian membuka peluang ke modifikasi genetik ini, antara lain ditandai ketika tanaman tebu ( Saccharum officinarum) disilangkan dengan Saccharum spontaneum yang memiliki gen yang tahan atas penyakit sereh yang mewabah pada 1880.

45 Seperti halnya hewan, perpindahan lokasi dari tumbuhan yang didomestikasi berlangsung secara luar biasa, menyebar luas dan jauh dari asalnya, bahkan terkadang melimpah di kawasan yang didatanginya. Dicontohkan oleh Wallack (2001), gandum ( Triticum spp.)yang berasal dari Timur Tengah, kini diproduksi besar-besaran di Cina, India, dan Amerika. Jagung yang asalnya Meksiko, tapi Brasilia menumbuhkannya tiga kali lebih banyak, China sebanyak enam kali lebih banyak, dan Amerika sebanyak 10 kali. Kentang yang mulainya di Andes, kini produktor utamanya adalah Cina, Rusia dan Polandia. Selain dengan jelas menunjukkan difusi dan adopsi teknologi berkenaan dengan hasil domestikasi, tapi hal ini menunjukkan juga kemampuan hasil domestikasi dalam mengkolonisasi daerah baru. DOMESTIKASI Gandum.pdf

46 Pada peristiwa domestikasi pada hewan maupun tumbuhan bukan sekedar melibatkan domestikasi genetik dari suatu spesies tapi juga karena adanya ada adaptasi timbal balik antara spesies yang didomestikasi dengan pemelihara (domestikator) Domestikasi ternak diperkirakan dilakukan dalam kaitan dengan kepastian penyediaan sumber pangan, sandang (kulit dan rambutnya dijadikan bahan pakaian), serta di kemudian hari sebagai komoditi perdagangan.Tumbuhan dikatakan telah terdomestikasi apabila sejumlah penampilannya mengalami perubahandan tergantung pada campur tangan manusia dalam pertumbuhan dan perbanyakan keturunannya. DOMESTIKASI

47 LATIHAN Apa yang saudara ketahui tentang habitat dan nische? Bagaimana proses terjadinya allopatrik dan simpatrik? Jelaskan bagaimana peristiwa domestikasi terjadi? adaptasi apa saja yang terjadi pada organisme pada peristiwa jam biologi?

48 DAFTAR PUSTAKA Evans, L.T Crops Evolution, Adaptation, and Yield. CombridgeUniv. Press. Heddy, Suwasono. (1996), Prinsip-prinsip dasar ekologi : Suatu bahasan tentang Kaidah Ekologi dan Penerapannya, Raja Grafindo Persada, Jakarta. Odum, E. P, (1993), Fundamentals of Ecology, 3 rd edition, Gadjah Mada University Press, Jogjakarta. Pullin, R.S.V Exotic Species and Genetically Modified Organisms in Aquaculture and Enchanced Fisheries : ICLARM’s Position. NAGA, the ICLARM Quarterly. 17(4): 19 – 24

49 DAFTAR PUSTAKA Resosudarmo, R. S; K. Kartawinata; A. Soegiarto Pengantar ekologi. Penerbit Remaja Rosdakarya. Bandung. Setiadi, D. dan P. D. Tjondronegoro. (1989). Dasar-dasar ekologi. PAU Hayati. IPB. Bogor. Soemarwoto, O. (1991). Ekologi lingkungan hidup dan pembangunan. Penerbit Jambatan Tinbergen, N., (1979), Perilaku binatang, Pustaka Time-Life, Jakarta. Wallack, B The Great Mirror : An Introduction to HumanGeography.

50 DAFTAR PUSTAKA Winatasasmita D, dan Sukarno, (1995), Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Umum, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Yatim, W. (1987). Biologi modern :pengantar biologi. Penerbit Tarsito Bandung Yatim, W. (1987). Biologi modern : pengantar biologi. Penerbit tarsito Bandung. Yayasan Studi Kurikulum Biologi, (1981), Biologi umum 1, Gramedia, Jakarta


Download ppt "Topik : Individu dalam Ekosistem Whika Febria Dewatisari, S. Si, M. Si EKOLOGI (BIOL 4215)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google