Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Fakultas Kedokteran Hewan UNIVERSITAS AIRLANGGA Prepared by : Drh. Erni R. Sabar Iman, MS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Fakultas Kedokteran Hewan UNIVERSITAS AIRLANGGA Prepared by : Drh. Erni R. Sabar Iman, MS."— Transcript presentasi:

1 Fakultas Kedokteran Hewan UNIVERSITAS AIRLANGGA Prepared by : Drh. Erni R. Sabar Iman, MS

2 BAKTERI BERBENTUK BATANG GRAM POSITIF BERSPORA BAKTERI BERBENTUK BATANG GRAM POSITIF BERSPORAfamily BACILLACEAE 2 GENUS BACILLUSCLOSTRIDIUM SIFAT-SIFAT UMUM - BERBENTUK BATANG - GRAM POSITIF - BERSPORA PERBEDAAN AEROB NON MOTILE AN AEROB UMUMNYA MOTILE SPESIES PATHOGEN NON PATHOGEN NON PATHOGEN B. ANTHRACIS B. PSEUDOANTHRAX INVASI TOKSIGENISITAS INVASI TOKSIGENISITAS - Cl. CHAUVOEI - Cl. SEPTICUM - Cl. NOVYI - Cl. WELCHII - Cl. HEMOLYTICUM - Cl. TETANI - Cl. BOTULINUM yang dibahas MORFOLOGI, SIFAT-SIFAT BIAKAN, REAKSI BIOKIMIA, DAYA TAHAN, STRUKTUR ANTIGEN & TOKSIN, PATOGENISITAS Mekanisme proses penyakit

3 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS BACILLU S ANTHRACISANTHRAXISPENYEBAB morfologitersebar BATANG UJUNG SIKU-SIKU  BATANG UJUNG SIKU-SIKU  DI JARINGAN   PADA BIAKAN  RANTAI PANJANG  SPORA   TIDAK BERGERAK  GRAM POSITIF  DIAMETER 1 – 1,2 , PANJANG   DI SELURUH DUNIA tumbuh baik  TANAH ALKALIS  KAYA KALSIUM - RANTAI PENDEK - BERKAPSUL 1.BENTUK OVAL 2.LETAKNYA SENTRAL 3.BESARNYA SAMA DENGAN LEBAR BADAN KUMAN BADAN KUMAN TERBENTUK BILA CUKUP OKSIGEN

4 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS SIFAT-SIFAT BIAKAN SIFAT-SIFAT BIAKAN PADA MEDIA UMUM PADA MEDIA UMUM TUMBUH BAIK AEROB, 37 o C, pH 7.5 – 7.8 MEDIA AGAR KOLONI PUTIH KEABU-ABUAN SEPERTI KOLONI PUTIH KEABU-ABUAN SEPERTI SERPIHAN KACA / “GROUND GLASS” 210 X TEPI KOLONI - TIDAK RATA - MERUPAKAN UNTAIAN RAMBUT BERGELOMBANG BERGELOMBANG “MEDUSA-HEAD” PADA SERUM AGAR DENGAN 5% CO 2 PADA SERUM AGAR DENGAN 5% CO 2 HALUS HALUS, KOLONI MUKOID  KUMAN BERKAPSUL

5 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS PADA AGAR DARAH  TIDAK MEMBENTUK ZONA HEMOLISIS PADA AGAR DARAH  TIDAK MEMBENTUK ZONA HEMOLISIS PADA MEDIA CAIR PADA MEDIA CAIR MEMBENTUK KEKERUHAN PADA PERMUKAAN  MEMBENTUK KEKERUHAN PADA PERMUKAAN TENGGELAM DALAM WAKTU 24 JAM TENGGELAM DALAM WAKTU 24 JAM PADA GELATIN PADA GELATIN PERTUMBUHAN SEPANJANG TEMPAT TUSUKAN MEMBERIKAN GAMBARAN POHON CEMARA TERBALIK stab culture

6 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS REAKSI BIOKIMIA REAKSI BIOKIMIA  MEMBENTUK ASAM TANPA GAS  TIDAK MEMBENTUK INDOL & H 2 S  MR POSITIVE  VP VARIABEL  MEMBENTUK NH 3  MEREDUKSI NITRAT MENJADI NITRIT  MEREDUKSI METHYLEN BLUE  KATALASE POSITIF  MENGKOAGULASI LITMUS MILK  MENCAIRKAN GELATIN PADA FERMENTASI GLUCOSE, SUCROSE, MALTOSE, FRUCTOSE, TREHALOSE, DEXTRIN

7 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS DAYA TAHAN DAYA TAHAN BENTUK VEGETATIF SPORA SANGAT RESISTEN CEPAT TERBUNUH DENGAN ZAT KIMIA/ PHYSIS DALAM BANGKAI HEWAN  TAHAN HIDUP SELAMA 12 TAHUN  DALAM BANGKAI HEWAN  TAHAN HIDUP SELAMA 12 TAHUN  TAHAN PEMANASAN/ AIR MENDIDIH (100 o C) SELAMA 5 MENIT tetapi terbunuh - DENGAN AUTOCLAVE PADA SUHU 120 o C SELAMA 20 MENIT - DENGAN KRESOL 5% SELAMA 7 JAM - DENGAN Hg Cl 2 1% SELAMA 20 MENIT - DENGAN FORMALIN 40% SELAMA 5 MENIT

8 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS STRUKTUR ANTIGEN & TOKSIN STRUKTUR ANTIGEN & TOKSINdipengaruhi VIRULENSI B.ANTHRACIS  ADANYA KAPSUL  EKSOTOKSIN KOMPLEKS - MERUPAKAN POLIPEPTIDA TERDIRI DARI ASAM D-GLUTAMAT - MENGHAMBAT/ MELINDUNGI KUMAN DARI FAGOSITOSIS terdiri dari 3 KOMPONEN ANTIGENIK efek lokal JARINGAN BENGKAK DAN JARINGAN BENGKAK DAN HITAM, KARENA TERJADI HITAM, KARENA TERJADI OEDEMA DAN NECROSIS septicaemia MENIMBULKAN SHOCK DAN KEMATIAN PROTECTIVE ANTIGEN ( PA )  PROTECTIVE ANTIGEN ( PA ) OEDEMA FACTOR ( EF )  OEDEMA FACTOR ( EF )  LETHAL FACTOR ( LF ) PA + LF  MENGHASILKAN AKTIFITAS LETHAL EF + PA  MENGHASILKAN EDEMA EF + LF  INAKTIF PA + LF + FF menghasilkan - EDEMA - NECROSIS - LETHAL

9 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS PATOGENISITAS  TERUTAMA MENYERANG HERBIVORA ( SAPI, DOMBA, KUDA, KELEDAI, KAMBING )  MANUSIA  KONTAK DENGAN HEWAN ATAU HASIL-HASIL DARI HEWAN  BIASANYA MENYEBABKAN KEMATIAN YANG DIIKUTI PERDARAHAN  BERWARNA HITAM SEPERTI TER TIDAK MEMBEKU DARI LUBANG- LUBANG ALAMI  BENTUK PERNAFASAN  DISEBUT WOOL SORTER’S DISEASE  BENTUK KULIT  DISEBUT MALIGNANT PUSTULE  BENTUK INTESTINAL  ENTERITIS HEBAT DISERTAI DIARE BERDARAH siklus secara lengkap

10 Clostridium

11 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS GENUS CLOSTRIDIUM morfologi - BENTUK BATANG - GRAM POSITIF - MOTILE, kecuali Cl. Perfringens - TIDAK BERKAPSUL, kecuali Cl.perfringens - ANAEROB beberapa teknik MENGGUNAKAN TABUNG KHUSUS  MENGGUNAKAN TABUNG KHUSUS  OKSIGEN DIPOMPA KELUAR OKSIGEN DIPOMPA KELUAR MENGGUNAKAN MEDIUM CAIR THIOGLYCOLAT MENGGUNAKAN MEDIUM CAIR THIOGLYCOLAT  BERSIFAT MENGIKAT OKSIGEN  BERSIFAT MENGIKAT OKSIGEN secara alami  DI TANAH  DI DALAM SALURAN USUS HEWAN DAN MANUSIA DAN MANUSIA TIDAK / SEDIKIT KEMAMPUAN UNTUK MENYERANG DAN BERKEMBANG BIAK DI JARINGAN MEMPUNYAI DAYA SERANG DAN BERKEMBANG BIAK DALAM JARINGAN HIDUP tetapi TOKSIN SANGAT POTENT tetapi TOKSIN KURANG POTENT - CLOSTRIDIUM TETANI - CLOSTRIDIUM BOTULINUM neurotoksik - CLOSTRIDIUM CHAUVOEI - CLOSTRIDIUM SEPTICUM - CLOSTRIDIUM NOVYI - CLOSTRIDIUM HEMOLYTICUM - CLOSTRIDIUM PERFRINGENS histotoksik enterotoksik

12 CLOSTRIDIUM CHAUVOEI = BACILLUS CHAUVOEI = B.GANGRAENA EMPHYSEMA- TOSAE = TOSAE = CLOSTRIDIUM FESERI CLOSTRIDIUM SEPTICUM = VIBRIO SEPTICUM = CLOSTRIDIUM OEDEMATUS CLOSTRIDIUM NOVYI = BACILLUS OEDEMATIS MALIGNI II MALIGNI II BATANG KEDUA UJUNG BULAT  0.6  LEBAR, DAN 3 sp 8  PANJANGNYA 3 sp 8  PANJANGNYA BATANG KEDUA UJUNG BULAT  0.5  LEBAR, DAN  0.5  LEBAR, DAN 2 sp 6  PANJANGNYA 2 sp 6  PANJANGNYA BATANG TERBESAR DARI GENUS CLOSTRIDIUM  0.8 sp 1.5  LEBAR, DAN 5 sp 10  PANJANGNYA 5 sp 10  PANJANGNYA TERSUSUN SENDIRI-SENDIRI ATAU RANTAI PENDEK (PADA PERMUKAAN HATI MARMUT) MEMBENTUK RANTAI PANJANG (PADA PERMUKAAN HATI MARMUT) SERINGKALI SENDIRI-SENDIRI ATAU RANTAI PENDEK, TETAPI DARI EKSUDAT HEWAN  RANTAI PANJANG SPORA OVAL SUBTERMINAL & LEBIH BESAR DARI SEL KUMAN  BENTUK SEPERTI LEMON ATAU BUAH PEER ATAU BUAH PEER SPORA OVAL SUBTERMINAL & LEBIH BESAR DARI SEL KUMAN SPORA OVAL SUBTERMINAL MOTILEMOTILEMOTILE GRAM POSITIF morphology prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS

13  PADA MEDIA SEDERHANA/ AGAR  MEMBENTUK KOLONI KECIL KEBU-ABUAN, TIDAK TERATUR DAN TEPI TIDAK RATA TIDAK TERATUR DAN TEPI TIDAK RATA  PADA AGAR DARAH  SEDIKIT MEMBENTUK  HEMOLYSIS ( ALPHA HEMOLISIS  BEBERAPA HARI MENJADI BETA )  SEDIKIT MEMBENTUK  HEMOLYSIS ( ALPHA HEMOLISIS  BEBERAPA HARI MENJADI BETA )  PADA GLUKOSA - GELATIN  KOLONI PADA TEMPAT TUSUKAN DAN MEMBENYUK GAS DI DASAR  KOLONI PADA TEMPAT TUSUKAN DAN MEMBENYUK GAS DI DASAR  PADA MEDIA DAGING PINKISH tidak dicerna CLOSTRIDIUM CHAUVOEI CLOSTRIDIUM SEPTICUM CLOSTRIDIUM NOVYI Sifat-sifat biakan dan biokimia  anaerob condition 37 o C PEMBESARAN 50 xPEMBESARAN 100 xPEMBESARAN 80 x

14  ASAM DAN GAS PADA glukosa, maltosa, laktosa, glukosa, maltosa, laktosa, sucrosa, tidak salisin sucrosa, tidak salisin  ASAM DAN GAS PADA glukosa, maltosa,laktosa, glukosa, maltosa,laktosa, salisin, tidak sukrosa salisin, tidak sukrosa  ASAM DAN GAS PADA glukosa,maltosa, tidak glukosa,maltosa, tidak laktosa dan salisin laktosa dan salisin  H 2 S positif  INDOL negatif  INDOL negatiF  NITRAT negatif  NITRAT positif  NITRAT negatif  MENGASAMKAN SUSU  MENGASAMKAN SUSU SUSU  MENGASAMKAN SUSU SUSU prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS pemechanpemecahan pemecahan CLOSTRIDIUM CHAUVOEI CLOSTRIDIUM SEPTICUM CLOSTRIDIUM NOVYI

15 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS daya tahan daya tahan BENTUK VEGETATIF  TIDAK TAHAN TERHADAP PANAS DAN BAHAN KIMIA  TIDAK TAHAN TERHADAP PANAS DAN BAHAN KIMIA BENTUK SPORA  TAHAN PEMANASAN  TAHAN PEMANASAN TIDAK TERBUNUH PADA PEMANASAN 120 o C SELAMA 10’ TIDAK TERBUNUH PADA PEMANASAN 120 o C SELAMA 10’ DAPAT HIDUP DI TANAH SELAMA BERTAHUN-TAHUN DAPAT HIDUP DI TANAH SELAMA BERTAHUN-TAHUN HgCl 2 1 : 500, MEMBUNUH SPORA DALAM WAKTU 10’ HgCl 2 1 : 500, MEMBUNUH SPORA DALAM WAKTU 10’ FORMALIN 3%, MEMBUNUH SPORA DALAM WAKTU 15’ FORMALIN 3%, MEMBUNUH SPORA DALAM WAKTU 15’

16 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS MEMPUNYAI SOMATIK (O) Ag, FLAGELLA (H) Ag dan SPORA (S) Ag MEMPUNYAI SOMATIK (O) Ag, FLAGELLA (H) Ag dan SPORA (S) Ag MEMBENTUK TOKSIN MEMBENTUK TOKSIN  ALPHA TOKSIN  BETA TOKSIN ( DEOXYRIBONUCLEASE )  GAMA TOKSIN ( HYALURONIDASE )  DELTA TOKSIN ( OXYGEN-LABIL HAEMOLYSIN)  lethal, haemolytic and necrotizing activity  ALPHA TOKSIN  BETA TOKSIN  necrotizing, lethal  necrotizing, haemolytic, lethal, haemolytic, lethal, lecithinase lecithinase CLOSTRIDIUM CHAUVOEI CLOSTRIDIUM SEPTICUM CLOSTRIDIUM NOVYI struktur antigen dan toksin struktur antigen dan toksin

17 CLOSTRIDIUM CHAUVOEI CLOSTRIDIUM SEPTICUM CLOSTRIDIUM NOVYI pathogenicity Umur 3 bulan Sampai 2 tahun Semua umur SAPI dan DOMBA ENDOGENOUS EXOGENOUS melalui INGESTI LUKA INGESTI LUKA  - CASTRASI  - CASTRASI - CUKUR BULU - CUKUR BULU black leg  GANGRENOUS CELLULITIS  MYOSITIS manifestasi PINCANG, BENGKAK, CREPITASI KARENA PENIMBUNAN GAS SAPI, DOMBA, KUDA, BABI dan MANUSIA SAPI, DOMBA, KUDA, BABI dan MANUSIA infeksi luka MALIGNANT OEDEMA manifestasi CELLULITIES GANGRENE & PEMBENTUKAN GAS DOMBA DOMBA BRAXY ACUTE HAEMORRHAGIC ABOMASITIS TYPE A ( toxin alpha ) TYPE A ( toxin alpha ) domba jantan BIG HEAD KEBENGKAAN OEDEMATUS PADA JARINGAN SUBCUTAN DIDAERAH KEPALA DAN LEHER TYPE B ( toxin  &  ) TYPE B ( toxin  &  ) DOMBA DAN KADANG- KADANG SAPI BLACK DISEASE  PERUBAHAN KULIT MENJADI HITAM  CONGESTI VENA SUBCUTAN kemungkinan PERPINDAHAN CACING HATI  MEMBAWA BAKTERI ATAU SPORA KE HATI TYPE C TYPE C PADA KERBAU OSTEO MYELITIS TYPE D TYPE D PADA SAPI & DOMBA RED WATER DISEASE CL. HAEMOLYTICUM = HAEMOLYTIC & LECHITINASE toxin

18 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS CLOSTRIDIUM PERFRINGENS CLOSTRIDIUM PERFRINGENS CLOSTRIDIUM WELCHII CLOSTRIDIUM WELCHIImorphology tersebar luas ALAMI DITEMUKAN DITANAH DITEMUKAN DITANAH DIDALAM SALURAN USUS DIDALAM SALURAN USUS HEWAN BERDARAH PANAS HEWAN BERDARAH PANAS BATANG GEMUK UJUNG TUMPUL BATANG GEMUK UJUNG TUMPUL  1.5  LEBAR, DAN  PANJANGNYA  1.5  LEBAR, DAN  PANJANGNYA SUSUNAN SENDIRI ATAU BERPASANGAN, JARANG SUSUNAN SENDIRI ATAU BERPASANGAN, JARANG MEMBENTUK RANTAI MEMBENTUK RANTAI SPORA OVAL BESAR, TERLETAK SUB TERMINAL SPORA OVAL BESAR, TERLETAK SUB TERMINAL DAN KADANG-KADANG CENTRAL DAN KADANG-KADANG CENTRAL NON MOTILE NON MOTILE DI JARINGAN MEMBENTUK KAPSUL DI JARINGAN MEMBENTUK KAPSUL GRAM POSITIF GRAM POSITIF X 2000

19 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS sifat-sifat biakan dan biokimia ANAEROB, t 37 o C PADA MEDIA NUTRIENT AGAR PADA MEDIA NUTRIENT AGAR PADA AGAR DARAH PADA AGAR DARAH PADA PERBENIHAN DAGING REBUS PADA PERBENIHAN DAGING REBUS PADA KUNING TELUR AGAR PADA KUNING TELUR AGAR GELATIN  DICAIRKAN GELATIN  DICAIRKAN PADA MEDIA LITMUS SUSU  THE “ STORMY” FERMENTATION PADA MEDIA LITMUS SUSU  THE “ STORMY” FERMENTATION  GUMPALAN BADAI  SUSU TERPECAH  GUMPALAN BADAI  SUSU TERPECAH PECAH AKIBAT PEMBENTUKAN GAS PECAH AKIBAT PEMBENTUKAN GAS YANG BANYAK YANG BANYAK  KOLONI BULAT HALUS KEABU-ABUAN DENGAN TEPI RATA  MEMBENTUK ZONA BETA HEMOLISIS YANG LEBAR tidak dicerna DADU KEKERUHAN ( REAKSI NAGLER) karena produksi & aktivitas lesitinase (  toxin ) Continued on next slide

20 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS PRODUKSI ASAM & GAS PRODUKSI ASAM & GAS H 2 S positif H 2 S positif INDOL negatif INDOL negatif NITRAT positif NITRAT positif MENGASAMKAN SUSU MENGASAMKAN SUSU dari GLUKOSA, MALTOSA, LAKTOSA daya tahan SAMA DENGAN KUMAN CLOSTRIDIUM LAINNYA

21 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS struktur antigen dan toksin 4 TOKSIN UTAMA meliputi Lima tipe : A, B, C, D, E  TOKSIN ALFA /LESITINASE  TOKSIN BETA  TOKSIN EPSILON  TOKSIN IOTA - LETHAL - DERMONEKROTIK - HEMOLITIK - ULCERASI DAN PERDARAHAN PADA USUS HALUS - NEKROSIS PADA MUKOSA - NEKROSIS - EDEMA - PERDARAHAN

22 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS patogenisitas Tabel 4 INFEKSI CLOSTRIDIUM PERFRINGENS PADA HEWAN DAN TOKSINNYA TipePenyakit Major lethal toxins Hewan yang dipengaruhi alphabetaepsiloniota A Wound infections - Gas gangrene Food poisoning Ruminansia & manusia Manusia B Lamb dysentery Anak domba, anak sapi & anak kuda C Struck : enteritis Food poisoning Domba, babi & anak sapi Manusia D Enterotoxaemia Pulpy kidney Domba E Doubtful pathogen+--+ Anak sapi

23 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS CLOSTRIDIUM TETANI = CLOSTRIDIUM TETANI = BACILLUS TETANI = BACILLUS TETANI = PLECTRIDIUM TETANI PLECTRIDIUM TETANI tersebar luas ALAMI DI TANAH DI TANAH DAPAT DIISOLASI DARI FESES DAPAT DIISOLASI DARI FESES MANUSIA DAN HERBIVORA, MANUSIA DAN HERBIVORA, KHUSUSNYA KUDA KHUSUSNYA KUDA morfologi  PANJANG LANGSING UJUNG MEMBULAT  SUSUNAN SENDIRI-SENDIRI ATAU RANTAI PENDEK  SPORA OVAL TERLETAK TERMINAL DENGAN DIAMETER 2-3 KALI LEBIH BESAR DARI TUBUH KUMAN 2-3 KALI LEBIH BESAR DARI TUBUH KUMAN  M O T I L E  GRAM POSITIF 0.5  LEBAR dan  PANJANGNYA SEPERTI BATANG KOREK API / TANGKAI DRAM (DRUM STICK) penyebab TETANUS

24 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS sifat-sifat biakan dan biokimiawi anaerob, t 37 o C PADA AGAR NUTRIENT PADA AGAR NUTRIENT PADA AGAR DARAH PADA AGAR DARAH PERBENIHAN PADA DAGING REBUS PERBENIHAN PADA DAGING REBUS GELATIN TIDAK DICAIRKAN GELATIN TIDAK DICAIRKAN LITMUS MILK  TIDAK DIUBAH LITMUS MILK  TIDAK DIUBAH TIDAK MENFERMENTASI KARBOHIDRAT TIDAK MENFERMENTASI KARBOHIDRAT H 2 S POSITIF H 2 S POSITIF INDOL POSITIF INDOL POSITIF NITRAT TIDAK DIREDUKSI NITRAT TIDAK DIREDUKSI  KOLONI BULAT TAK TERATUR, JERNIH, KUNING KELABU DENGAN PERMUKAAN BERBUTIR DAN TEPI YANG TIDAK RATA  ALFA HEMOLISIS HEMOLISIS SEMPURNA setelah 2-3 hari diikuti tidak dicerna MENJADI HITAM SETELAH BEBERAPA HARI

25 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS resistensi BENTUK VEGETATIF BENTUK VEGETATIF SPORA SPORA - PEKA TERHADAP PANAS - TIDAK DAPAT HIDUP DENGAN ADANYA OKSIGEN OKSIGEN SANGAT RESISTEN  DALAM AIR MENDIDIH TAHAN DIATAS 1 JAM  TERBUNUH PADA SUHU 105 o C SELAMA MENIT  TERBUNUH DENGAN AUTOCLAVE  MENIT  PHENOL 5% AKAN MEMBUNUH  JAM  WAKTU MEMBUNUH BERKURANG 2 JAM DENGAN PEMBERIAN ASAM HIDROKLORIT 0,5% PEMBERIAN ASAM HIDROKLORIT 0,5%

26 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS Struktur antigen dan toksin FLAGELLA ( H ) FLAGELLA ( H ) SOMATIk ( O ) SOMATIk ( O ) ANTIGEN EKSOTOKSIN TETANOSPASMINTETANOLISIN NEUROTOKSIN menimbulkan HEMOLISIS afinitas JARINGAN SYARAF

27 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS patogenisitas TETANUS menyerang SEMUA HEWAN DOMESTIK SEMUA HEWAN DOMESTIK KECUALI KUCING KECUALI KUCING MANUSIA MANUSIA KUDA, SAPI, DOMBA, BABI & ANJING paling peka MELALUI LUKA akan MEMBENTUK NEUROTOKSIN disebarkan MELALUI ALIRAN DARAH DAN SISTIM LYMPHATIC sampai SUSUNAN SYARAF PUSAT KEKAKUAN OTOT

28 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS alami  DI TANAH  TRACTUS DIGESTIVUS HERBIVORA HERBIVORA morfologi BATANG BESAR UJUNG MEMBULAT BATANG BESAR UJUNG MEMBULAT SENDIRI ATAU BERPASANGAN, KADANG-KADANG SENDIRI ATAU BERPASANGAN, KADANG-KADANG DALAM BENTUK RANTAI PENDEK DALAM BENTUK RANTAI PENDEK SPORA OVAL  DIAMETER LEBIH BESAR DARI SPORA OVAL  DIAMETER LEBIH BESAR DARI KUMAN, TERLETAK TERMINAL KUMAN, TERLETAK TERMINAL M O T I L E M O T I L E GRAM POSITIF GRAM POSITIF LEBAR 0.5 – 1.2 , PANJANG  penyebab BOTULISMUS CLOSTRIDIUM BOTULINUM

29 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS Sifat-sifat biakan dan biokimiawi ANAEROB, t 37 o C PADA MEDIA AGAR PADA MEDIA AGAR PADA AGAR DARAH  BETA HEMOLISIS PADA AGAR DARAH  BETA HEMOLISIS IN COOKED – MEAT MEDIUM  MENCERNA DAGING  MENJADI HITAM IN COOKED – MEAT MEDIUM  MENCERNA DAGING  MENJADI HITAM UNTUK TIPE A & B SEDANGKAN TIPE C, D DAN E TIDAK MENCERNA DAGING UNTUK TIPE A & B SEDANGKAN TIPE C, D DAN E TIDAK MENCERNA DAGING LITMUS MILK  ALKALIS LITMUS MILK  ALKALIS GELATIN  DICAIRKAN GELATIN  DICAIRKAN MEMBENTUK ASAM DAN GAS  MERAGIKAN GLUKOSA DAN MALTOSA MEMBENTUK ASAM DAN GAS  MERAGIKAN GLUKOSA DAN MALTOSA H 2 S POSITIF H 2 S POSITIF INDOL NEGATIF INDOL NEGATIF TIDAK MEREDUKSI NITRAT TIDAK MEREDUKSI NITRAT IRREGULAR, SMALL, TRANSLUCENT, GRAYISH – WHITE TO YELLOWISH, BROWN, GLISTERNING, AND HAVE A FIMBRIATE EDGE

30 prepared by : drh. Erni Rosilawati, MS resistensi spora TIDAK TERBUNUH DALAM AIR MENDIDIH SELAMA BEBERAPA JAM TIDAK TERBUNUH DALAM AIR MENDIDIH SELAMA BEBERAPA JAM TERBUNUH  TERBUNUH  5 JAM PADA 100 o C 5 JAM PADA 100 o C 2 JAM PADA 105 o C 2 JAM PADA 105 o C 1.5 JAM PADA 110 o C 40 MENIT PADA 115 o C 40 MENIT PADA 115 o C 10 MENIT PADA 120 o C 10 MENIT PADA 120 o C Struktur antigen, toksin dan patogenisitas AB A  LIMBERNECK PADA AYAM C  BOTULISM PADA ITIK LIAR D  LAMZIEKTE PADA SAPI E  KERACUNAN MAKANAN PADA KUDA DAN KELEDAI DAN KELEDAI toksin BOTULISM PADA MANUSIA makanan yang diawetkan/ kaleng

31 prepared & presented by : drh. Erni Rosilawati Sabar Iman, MS


Download ppt "Fakultas Kedokteran Hewan UNIVERSITAS AIRLANGGA Prepared by : Drh. Erni R. Sabar Iman, MS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google