Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W31 The Motivation to Work Teknik Industri Universitas Sebelas Maret Taufiq Rochman.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W31 The Motivation to Work Teknik Industri Universitas Sebelas Maret Taufiq Rochman."— Transcript presentasi:

1 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W31 The Motivation to Work Teknik Industri Universitas Sebelas Maret Taufiq Rochman

2 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W32 What is Work Motivation Motivasi berkaitan dengan arousal, direction and persistence of behavior (Berry L.M,1998). Suatu proses dimana kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang mengarah mencapai tujuan tertentu (Munandar, A.S.,2001). The process by which behavior is energized and directed (Wexley & yukl,1977). Motif merupakan suatu dorongan (driving force) yang menggerakan manusia untuk beraktivitas dan mempunyai tujuan.

3 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W33 Motivasi kerja Situasi masalah Situasi pilihan tujuan Rintangan Macam alternatif Usaha mengatasi Manusia Kemampuan memilih Aspek positif/negatif?

4 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W34 Motivasi kerja Kebutuhan (needs) dipandang sebagai pembangkit, penguat dan penggerak perilaku. Proses dan besarnya upaya sesorang untuk mengatasi rintangan agar dapat mencapai tujuan menggambarkan besarnya motivasi. Proses motivasi diarahkan untuk mencapai tujuan (goal directed). Memilih alternatif keputusan atau tindakan merupakan awal dari motivasi. “keputusan atau tindakan manakah yang paling bermanfaat bagi saya ?” Motivasi atau dorongan mempunyai ciri majemuk, dapat berubah, berbeda untuk tiap individu, dan kadang- kadang tidak disadari.

5 Klasifikasi motif Primary motives  Tidak dipelajari (unlearned), Physiological based.  Physiological, biological, unlearned, primary.  Contoh :haus, lapar, mengantuk General motives  Tidak dipelajari (unlearned) tetapi tidak mendasarkan pada keb. Fisiologis.  Contoh : keingintahuan, manipulasi, activity dan kasih sayang/cinta. Secondary motives  Muncul karena dipelajari  Berdasar pada konsep belajar (learning)  Contoh : nuclear war, greenhouse effect.

6 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W36 Motivation Related to Performance Performance adalah hasil dari interaksi antara motivasi kerja, kemampuan (abilities) dan peluang (opportunities). Performance = f(motivasi kerja x kamampuan x peluang). Komponen performansi berdasarkan Heider’s analysis of action. Penggabungan ungkapan “I can “ and “I will try” untuk mendapatkan performansi.

7 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W37 The component of performance (Heider’s analysis of action) Personal power Or ability Environmental freedom Motivation or intention to act Display of exertion can try performance Performance outcome

8 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W38 The effects of performance outcomes on ability and motivation Abilitymotivation Performance Performance outcomes : Feedback Information (effectiveness of performances Response to outcomes (satisfaction/dissatisfaction) Change in ability (new learning) Change in motivation (repeat or discontinue Performance)

9 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W39 Need Theories of Motivation Maslow’s need-Hierarchy Theory Maslow berpendapat bahwa kondisi manusia berada dalam kondisi memenuhi kebutuhan secara berkesinambungan. Jika satu kebutuhan terpenuhi langsung kebutuhan tersebut diganti oleh kebutuhan lain. Maslow mengajukan 5 kebutuhan individu secara terstruktur seperti piramid, meliputi : physiological needs, safety needs, loves needs, esteem needs and self-actualization needs.

10 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W310 Maslow’s Need Hierarchy Theory Kebutuhan fisiologis Kebutuhan rasa aman Kebutuhan sosial Kebutuhan harga diri Aktualisasi diri

11 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W311 Herzberg’s two-factor Theory Dikenal dengan teori hygiene-motivasi Terdapat faktor-faktor yang menimbulkan kepuasan kerja (motivator) dan faktor-faktor yang menimbulkan ketidakpuasan kerja (hygiene). Faktor yang menimbulkan kepuasan kerja (faktor intrinsik dari pekerjaan) meliputi :  Tanggung jawab (reponsibility)  Kemajuan (advancement)  Tantangan pekerjaan  Pencapaian (achievement)  Pengakuan (recognition)

12 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W312 Lanjutan. Faktor yang menimbulkan ketidakpuasan kerja (faktor ekstrinsik dari pekerjaan ) meliputi :  Administrasi dan kebijakan perusahaan  Pengawasan (Supervision)  Gaji (pay)  Hubungan antar pribadi (relationship with others)  Physical working conditions

13 Teori ERG (Aldefer) Tiga kelompok kebutuhan berdasar teori ERG terdiri atas :  Eksistensi mempedulikan pemberian persyaratan eksistansi materi dasar (faali dan keamanan)  Keterhubungan Hasrat untuk memelihara hubungan antar pribadi yang penting (sosial dan komponen ekstrinsik dari penghargaan)  Pertumbuhan Hasrat intrinsik untuk perkembangan pribadi (komponen intrinsik dari penghargaan dan aktualisasi-diri)

14 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W314 Achievement motivation (McClelland) Achievement theory need for achievementneed for powerneed for affiliation

15 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W315 Cognitive Theories of Motivation Teori Harapan (Expectancy Theory) Teori Keadilan (Equity theory) Teori Penetapan Tujuan (Goal-setting theory) Teori Pengukuhan (Reinforcement Theory)

16 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W316 Teori harapan Terori ini mempunyai empat asumsi (porter- Lawler,1968):  Orang mempunyai pilihan dari hasil keluaran yang mempunyai harkat (Valence = V)  Upaya seseorang (Effort = E) akan mengarah ke performansi (performance = P) yang diungkapkan sebagai harapan E-P.  Hasil keluaran (outcomes = O) akan diperoleh setelah mencapai performansi (P) yang diungkapkan sebagai harapan P-O.  Tindakan dan upaya seseorang ditentukan oleh harapan (E-P & P-O) dan pilihan pada saat itu. Besar kecilnya motivasi seseorang dapat dihitung dengan rumus : Indeks motivasi = Jml {(E-P) x Jml[(P-O)(V)]}

17 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W317 lanjutan Faktor yag menentukan E-P ialah harga diri, pengalaman lampau yang serupa, situasi sekarang, informasi dan persepsi dari orang lain. Besar kecilnya harapan P-O dipengaruhi oleh faktor pengalaman yang lalu dalam situasi serupa, ketertarikan dari hasil keluaran, kepercayaan dalam kendali internal, harapan E-P, situasi aktual dan persepsi orang. Valence (harkat), mencerminkan perasaan terhadap hasil keluaran. Hasil keluaran positif, hasil keluaran lebih diinginkan Hasil keluaran negatif, tidak ingin mencapainya Netral, jika tidak mempedulikan terhadap hasil keluaran.

18 Equity theory Inequity occurs when a person perceives that the ratio of his or her outcomes to inputs and the ratio of a relevant other’s outcomes to inputs are unequel.  Person’s outcomes/person’s inputs < other’s outcomes/other’s inputs.  Person’s outcomes/person’s inputs > other’s outcomes/other’s inputs Equity occurs when  Person’s outcomes/person’s input = other’s outcomes/other’s inputs

19 8/24/2014Materi Kuliah Perilaku Organisasi W-319 Goal Setting Theory Teori penetapan tujuan (goal setting theory) Tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh seseorang, tujuan merupakan obyek dari suatu tindakan. Contoh :  Berusaha memproduksi 4 unit pada lini produksi.  Mengurangi biaya langsung sebesar $3000  Mengurangi kemangkiran dalam departemen finishing sebesar 15%.

20 Goal setting

21

22 8/24/2014Materi Kuliah Perilaku Organisasi W-322 Penetapan tujuan yang diterapkan dalam organisasi orang Riwayat perubahan Tugas dan teknologi Misi, rencana, Strategi perusahaan Pertisipasi lewat Interaksi yang meningkat komunikasi Pelatihan formal & pengembangan Penetapan Rencana kegiatan Penetapan kriteria Bagi penilaian efektivitas Terperinci Kesukaran Intensitas comitmen Frekuensi Pertukaran Gagasan modifikasi Pembahasan Analisis Pengembangan pengambilan Motivasi yang ditingkatkan Diagnosis kesiapan penetapan tujuan Persiapan penetapan tujuan Langkah-langkah

23 8/24/2014Materi Kuliah Perilaku Organisasi W-323 Langkah-langkah dalam penerapan teori goal setting Diagnosa kesiapan Menentukan apakah orang, organisasi dan teknologi sudah cocok dengan penetapan tujuan Persiapan bagi penetapan tujuan Mempersiapkan karyawan lewat bertambahnya interaksi interpersonal, komunikasi, pelatihan dan rencana kegiatan goal setting Penetapan tujuan Menekankan sifat-sifat dalam tujuan yang harus dimengerti oleh manajer dan bawahan Pemeriksaan lanjutan Melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengadakan penyesuaian terhadap tujuan yang ditetapkan Pemeriksaan akhir Melaksanakan pemeriksaan terakhir untuk mengecek tujuan yang telah ditetapkan, dimodifikasi dan dicapai.

24 8/24/2014Materi Kuliah Perilaku Organisasi W-324 Kelemahan penetapan tujuan Rumit dan sukar untuk dilaksanakan Bermanfaat pada pekerjaan sederhana (administrasi, pengetikan,teknik) Mendorong orang bermain sandiwara Menjadi obsesi yang mengganggu pikiran orang Merupakan alat pengendali untuk memonitor hasil karya.

25 Lanjutan

26 8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W326 Referensi 1.Berry, Lilly M., (1998), Psychology at Work, An Introduction to Industrial and Organizational Psychology, Mc Graw-Hill, USA. 2.Fred Luthan, 1998, Organization behavior, Eighth Edition, McGraw-Hill, USA 3.Munandar, Ashar Sunyoto, (2001), Psikologi Industri dan Organisasi, penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.


Download ppt "8/24/2014Mata Kuliah Psikologi Industri - W31 The Motivation to Work Teknik Industri Universitas Sebelas Maret Taufiq Rochman."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google