Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASSALAMMU’ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABARAKATUH. MUSLIMAH YANG BERDAYA ADALAH POTENSI BANGSA DAN SAHABAT LINGKUNGAN Oleh: Prof DR Ir Zoer’aini Djamal Irwan,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASSALAMMU’ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABARAKATUH. MUSLIMAH YANG BERDAYA ADALAH POTENSI BANGSA DAN SAHABAT LINGKUNGAN Oleh: Prof DR Ir Zoer’aini Djamal Irwan,"— Transcript presentasi:

1 ASSALAMMU’ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABARAKATUH

2 MUSLIMAH YANG BERDAYA ADALAH POTENSI BANGSA DAN SAHABAT LINGKUNGAN Oleh: Prof DR Ir Zoer’aini Djamal Irwan, MS Ketua Koordinasi MPPICMI Ketua Presidium FCMP Prof Arsitektur Lansekap Universitas Trisakti Jakarta Disampaikan pada Panel Diskusi pra Muktamat ICMI V 22 Okt 2010

3 SIAPA ITU PEREMPUAN 1.Makhluk yang misterius, punya nilai seni untuk memahaminya, semakin dipami semakin misterius 2.Surga terletak dibawah telapak kaki ibu 3.Pendidik pertama dan utama di rumah tangga 4.Tiang negara, hebat perempuan hebatlah negara 5.Pasangan atau mitra harmonis laki-laki, bukan saingan 6.Makhluk yang lemah lembut, tetapi bukan lemah, 7.Makluk yang tabah, dan terlatih 8.Terdiri dari bayi – balita, pra remaja, remaja, dewasa, lansia, 9.Dalam beberapa kesempatan masih termarjinalkan 10.Merupakan potensi dan aset bangsa bila berdaya, menjadi beban bangsa bila diperdaya

4 BAGAIMANA PEREMPUAN INDONESIA 1.Eksploitasi Semakin Berlanjut 2.Kekerasan: Di Rt, Kantor, Masyarakat; 3.Media Turut Menyuburkan Seperti: Iklan; TV; 4.Tkw : Uang Dikirim Ke Kampung, Suami Ferfoya-foya sering kawin lagi; 5.Sering terkena: Busung Lapar 6.Trifikking: Berbagai Caranya ---  Mengarah “Peternakan Manusia” 7.Punya Beban Berat, Jam Kerja Lebih Panjang, Tetap Disalahkan Artinya Kewajiban Lebih Berat, Haknya Dibatasi 8.Rendahnya Kualitas, Kurang Percaya Diri, 9.Juara2 Kelas Pada Umumnya Perempuan (60-80%)

5 MAU KEMANA PEREMPUAN INDONESIA 1.SUDAH MENDAPAT KESEMPATAN LUAS 2.CENDERUNG MENIRU BARAT, FEMINISME, MENUNTUT PERSAMAAN HAK, KADANG- KADANG PENGEN MENYAINGI LAKI-LAKI 3.SERING KURANG MENGHAYATI TENTANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MENURUT AJARAN AGAMA 4.MASIH BANYAK DALAM BENTUK GAGASAN 5.BELUM JELAS ARAHNYA

6 SEPERTI APA YANG IDEAL 1. Meningkatkan Pendidikan bersinergi antara IPTEK & IMTAQ: Cerdas, Kreatif, Produktif  Kualitas, Kesehatan, percaya diri, bersaing 2. Melakukan kegiatanan Budaya: Sesuai Dengan Budaya Bangsa, UUD 45/ Pancasilais 3. Gerakan Asi Eklusif, Perhatian Akan Anak Usia Dini, Pra Remaja Dan Remaja 4. Persiapan Lansia: Kesehatan, Penampilan, Cari Kegiatan Untuk Hari Tua

7 BAGAIMANA DI JEPANG 1.PP di Jepang arahnya sudah jelas 2.Perempuan mendapat kesempatan sekolah stinggi-tingginya begitu juga bekerja 3.Perempuan yang bekerja kalau menikah siap berhenti, sudah hamil harus berhenti bekerja 4.Ibu mengurus anak, suami dan rumah tangga tanpa pembantu rumah tangga 5.Bila anaknya lahir, sudah besar, mulai sekolah, ibu mengantar kesekolah, saat anak disekolah ibu boleh bekerja kembali “paruh waktu” 6.Pelestarian Budaya tetap berjalan yang dominan oleh ibu, nenek, baru bapak dan kakek, guru TV dst…

8 8.Anak, wanita hamil, orang tua mendapat perhatian 9. Dimana-mana tersedia fasilitas, termasuk tempat menyusui anak 10. Ibu berperanan utama, dalam proses pembudayaan berjalan dengan dukungan pemerintah dan masayarakat 11. Siaran TV, masih terpuji, biasanya isinya tentang pendidikan, informasi, khas Jepang makanan, pakaian, tradisi…. 12. Ibu melahirkan dan bayi mendapat perhatian penuh dari pemerintah 13. Pemerintah mempunyai perhatian penuh terhadap lansia, ada tunjangan pensiun untuk semua lansia

9 REKOMENDASI INTERN ICMI 1.Setiap anggota ICMI, baik laki-laki maupun perempuan perlu mempelajari konsep Wawasan Gender. Devisi DP2WICMI perlu mempersiapkan bahan-bahannya untuk di Orwil masing- masing 2.Setiap anggota ICMI, baik laki-laki maupun perempuan perlu menghadiri acara-acara yang dilaksanakan oleh Devisi DP2WICMI. 3.Pemberdayaan terhadap perempuan perlu senantiasa dilakukan oleh ICMI di semua jajaran 4.Wawasan kemitra sejajaran antara perempuan dan laki-laki perlu mendapat tanggapan positif bagi setiap anggota ICMI. 5.Perlu difikirkan, untuk mempercepat penerapan konsep wawasan gender ditubuh ICMI dengan integrasi penuh peran wanita dan laki-laki, apakah masih relevan adanya Departemen/ Divisi Pengemcbangan Peranan Wanita dalam kepengurusan ICMI. Cipayung, 24 Desember 1997 RAPAT KERJA NASIONAL DEPARTEMEN PENGEMBANGAN PERANAN WANITA ICMI, CIPAYUNG DESEMBER 1997

10 REALISASI KONSEP KESETARAAN GENDER DALAM PROGRAM ICMI 1.Setiap individu memiliki konsep gender yang berbeda. Untuk itu diperlukan suatu persamaan wawasan tentang konsep gender di setiap individu, terutama kaum wanita. Namun pada kenyataannya diperlukan proses dan waktu untuk menyamakan visi dan persepsi tentang gender tersebut de- ngan adanya pola kemitraan wanita dan pria. 2.Sosial budaya suatu tatanan masyarakat sangat mempengaruhi pola relasi wanita dan pria. Seringkali yang terjadi di masyarakat, agama dijadikan faktor yang menghambat pengembangan konsep gender tersebut, sedangkan yang dimaksud sesungguhnya adalah faktor budaya, seperti: pembagian kerja antara pria dan wanita di Pulau Bali, ataupun di Sulawesi Selatan yang terkesan kurang manusiawi.

11 3.Dalam Agama Islam fungsi dan tugas wanita-pria sudah tergambar jelas dalam Al Quran dan Hadits. Bahkan Nabi Muhammad pernah memberikan contoh kepada kita dengan menjahit sendiri pakaian dan sepatunya yang rusak saat istrinya sibuk.Sehingga ini menggambarkan bahwa di dalam rumah tangga pembagian tugas seperti: memasak, mencuci, dll. dapat dilakukan kesepakatan (didiskusikan). 4.Pola kemitraan wanita dan pria bukanlah berarti persoalan saling menyaingi atau saling mendomminasi. Justru memiliki makna yang dalam untuk saling mengisi, saling membantu, saling menghargai dan saling menyayangi, sehhingga tercapai keharmonisan dan keseimbangan dalam rumah tangga. 5.Wanita khususnya di Indonesia dianggap masih sedikit yang berpartisipasi dalam pembangunan. Salah satu penyebabnya adalah faktor budaya, wawasan, dan rasa percaya diri yang masih rendah sehingga ruang gerak si wanita itu sendiri menjadi semakin sempit.

12 6.Peran ganda mengahadapi abad 21 akan semakin meningkat menjadi multiperan, tidak hanya bagi wanita tetapi juga bagi pria. Hal ini harus tercermin dari lingkungan Keluarga sebagai inti masyarakat yang menjadi sorotan utama dalam pembentukan generasi yang berkualitas. ICMI melalui Departemen Peningkatan Peranan Wanitanya menawarkan program-program unggulan untuk menghadapi kondisi diatas, yaitu: Wisma Sakinah, Alisa Khadijah dan Taman Asuh Anak Terpadu (TAAT), Ciwos 7.Wanita hendaknya berpartisipasi aktif dalam mengisi pembangunan. Terutama dalam meningkatkan kualitas, baik dalam kemampuan, keterampilan dan pengetahuan. Disamping itu, wanita juga harus pandai meningkatkan komunikasi dalam keluarga, baik terhadap suami, anak- anak, dan anggota keluarga lainnya. Dengan kata lain wanita hendaknya dapat ditingkatkan pemberdayaannya, bukan diperdayakan.

13 8.Gender yang diharapkan dari ICMI adalah Gender yang sifatnya Islami. Kurang dari 10 % pengurus ICMI yang wanita dari jumlah pengurus ICMI yang ada di pusat, sangat diharapkan pengamalannya di dalam kehidupan bermasyarakat dalam memegang nilai-nilai yang islami, berdasarkan kesanggupannya. 8.Bila membicarakan Gender, disamping menyinggung tentang pria-wanita, (bukan hanya tentang tugas wanita yang khusus yaitu: menstruasi, mengandung, melahirkan, dan menyusui), tetapi lebih dititik beratkan pada kualitas dan potensi apa yang dimiliki oleh wanita dan pria. Sehingga pada akhirnya, wanita dapat berkompetisi secara sehat (berfastabiqul khairat) dengan pria secara Islami (sesuai dengan ajaran Islam). HASIL DISKUSI PARA TOKOH GENDER ICMI DENGAN PARA UTUSAN ORWIL SEWAKTU RAPAT KERJA NASIONAL ICMI PENYELENGGARA DEPARTEMEN PENGEMBANGAN PERANAN WANITA ICMI, CIPAYUNG DESEMBER 1997 Perumus: Zoer’aini Djamal Irwan, Aida Vitayala, Anniswati Kamluddin, S.N. Rofiqo, Sri Sapartini dan Sari Mulyani

14 MASALAH-MASALAH YANG DIHADAPI OLEH: P E R E M P U A N 1.Semakin banyak masalah 2.Banyak yang kurang berpendidikan 3.Masih kurang mendapat perhatian 4.Terus dieksploitasi 5.Sering dianggap komoditi atau obyek 6.Semakin banyak diperjual belikan 7.Mempunyai beban lebih berat 8.Mainstream untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan 9.12 isue pemberdayaan perempuan 10.Sering dikalahkan dalam pengadilan 11.Harus dijaga dan diperhatikan 12.Perempuan tiang negara 13.Mempunyai Menteri Negara 14.Deklarasi Johannesburg a.l perbaikan kualitas hidup perempuan 15.Perempuan banyak mengalami tindak kekerasan atau penganiayaan

15 L I N G K U N G A N 1.Semakin banyak masalah 2.Banyak yang belum diketahui 3.Masih kurang mendapat perhatian 4.Terus dieksploitasi 5.Memang komoditi, selalu menjadi objek 6.Memang di perjual belikan, dicuri 7.Mempunyai banyak tekanan 8.Mainstream untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan 9.12 isue Pengelolaan 10.Lingkungan Sering dikalahkan dalam pengadilan 11.Harus dijaga dan diperhatikan 12.Lingkungan sumber kekuatan. 13.Mempunyai Menteri Negara 14.Deklarasi Johannesburg a.l perbaikan kualitas hlingkungan hidup 15.Sering terjadi eksploitasi lingkungan yng berlebihan

16 NASIB PEREMPUAN DAN LINGKUNGAN SERUPA 1. Semakin banyak masalah 2. Banyak yang belum diketahui 3. Masih kurang mendapat perhatian 4. Terus dieksploitasi 5. Komoditi, selalu menjadi objek 6. Memang di perjual belikan, dicuri 7. Mempunyai banyak tekanan 8. Mainstream untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan isue Pengelolaan Lingkungan 10. Sering dikalahkan dalam pengadilan 11. Harus dijaga dan diperhatikan 12. Lingkungan sumber kekuatan. 13. Mempunyai Menteri Negara 14. Deklarasi Johannesburg a.l perbaikan kualitas hlingkungan hidup 15. Selalu di eksploitasi secara berlebihan 1.Semakin banyak masalah 2.Banyak yang kurang berpendidikan 3.Masih kurang mendapat perhatian 4.Terus dieksploitasi 5.Sering dianggap komoditi atau obyek 6.Semakin banyak diperjual belikan 7.Mempunyai beban lebih berat 8.Mainstream untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan 9.12 isue pemberdayaan perempuan 10.Sering dikalahkan dalam pengadilan 11.Harus dijaga dan diperhatikan 12.Perempuan tiang negaraMempunyai 13.Menteri Negara 14.Deklarasi Johannesburg a.l perbaikan kualitas hidup perempuan 15.Perempuan banyak mengalami tindak kekerasan atau penganiayaan

17 PENINGKATAN KEBERDAYAAN PEREMPUAN 1.Melalui pemberdayaan perempuan, diharapkan perempuan dapat terbebas dari kebodohan, kurang percaya diri maupun dari terperdaya dan termarjinalkan. Untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender, kemitraan yang harmonis perempuan dan laki-laki dalam kehidupan sehari-hari, kantor pemerintah perlu mendukung dengan merubah strategi sesuai dengan kemajuan teknologi, kemajuan komunikasi dan informasi yang canggih sekali, secara gigih, kerja keras, cerdas dan ikhlas. Begitu pula meningkatkan keberdayaan perempuan harus sesuai dengan ajaran agama jangan dilaksanakan secara sekuler. 2.Pemberdayaan perempuan dilakukan baik secara individu maupun secara berorganisasi. seperti sekarang ini sudah muncul organisasi perempuan yang profesional. Pemberdayaan organisasi menjadi organisasi perempuan yang profesional adalah cara kerjanya, manajemennya yang terbuka, modern, cerdas, kerja keras dan ikhlas.

18 3.Sebagai sumberdaya manusia perempuan sudah banyak yang berkiprah bekerja di luar rumah disamping sebagai ibu rumah tangga. Menghadapi situasi bangsa Indonesia saat ini yang dilanda krisis moral dan krisis etika, banyak perempuan yang dipermasalahkan karena bekerja di luar rumah sebagian orang menganggap bahwa perempuan itu sudah meninggalkan urusan rumah tangga. 4.Melihat kondisi perempuan Indonesia saat ini, maka pemberdayaan perempuan wajib dilaksanakan oleh semua pihak. Pemberdayaan ini dimaksudkan adalah untuk meningkatkan keberdayaan perempuan. Pada dasarnya perempuan sudah berdaya, apalagi di desa-desa. namun keberdayaan perempuan itu perlu ditata, diarahkan dan dikembangkan serta disesuaikan dengan harkat dan martabat bangsa Indonesia serta kemajuan bangsa dan tuntutan djaman dan agama.

19 5.Sering terjadi salah pengertian akan istilah jender. Jender bukanlah berarti perempuan akan tetapi menyangkut hubungan sosial keduanya baik laki- laki maupun perempuan. Jender adalah perbedaan konsep tentang kepatutan bagi perempuan dan laki-laki dalam segala hal yang lebih banyak dipengaruhi oleh adat, tradisi, waktu dan lingkungan tempat mereka tinggal bahkan tingkat pendidikanpun juga dapat mempengaruhinya. 6.Setiap manusia adalah kalifah di muka bumi, diberi hak untuk memanfaatkan apa yang ada di langit dan di bumi secara individu maupun organisasi, tetapi tidak boleh merusaknya dan harus menjaga serta memeliharanya.

20 7.Karena itu, setiap insan manusia harus menyadari bahwa masalah lingkungan hidup adalah masalah seluruh umat manusia. Manusia sebagai khalifah Tuhan di muka bumi ini, diperbolehkan memanfaatkan apa yang ada di langit dan di bumi, namun tidak boleh menjadi orang yang serakah, dan mereka harus memeliharanya, melestarikannya sehingga tidak terjadi kerusakan lingkungan. Oleh karena itu secara logika karena penduduk Indonesia pada saat ini lebih dari 230 juta, lingkungan dapat terpelihara dengan baik. Apalagi perempuan sebagai sahabat lingkungan dengan jumlah yang lebih dari separuhnya. Oleh karena itu setiap insan Indonesia perlu ditingkatkan keberdayaannya dalam mengelola dan memanfaatkan lingkungan. Itulah alasan kuat agar setiap orang wajib memahami ekosistem. 8.Perempuan adalah insan yang paling dekat dengan lingkungan. Karena perem puan pada umumnya punya waktu lebih banyak dari laki-laki di rumah, terutama perempuan yang memilih hanya sebagai ibu rumah tangga. Walau perempuan juga mempunyai profesi lain, mengharuskan bekerja ke luar rumah, umumnya seselesai tugas di kantor selalu berusaha untuk pulang segera ke rumah. Sehingga perempuan paling banyak tahu tentang lingkungan, tepat sekali jika perempuan menjadi manajer pengelolaan lingkungan. Sangat bijaksana pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan lingkungan terus dikembangkan, dalam rangka memelihara dan meningkatkan kualitas lingkungan.

21 9.Berbagai studi menunjukkan bahwa perempuan yang pertama dan yang paling merasakan dampak masalah lingkungan. Demikian pula, perempuan adalah manajer yang paling baik dalam menangani masalah lingkungan yang merupakan kunci pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, perempuan akan membawa persepektif yang unik dan sangat berharga dalam pengelolaan lingkungan. Partisipasi perempuan dalam pengelolaan lingkungan sangat menentukan. Artinya demikian dekatnya perempuan dengan lingkungan akan membuat lingkungan menjadi terpelihara. Sehingga menjadi sehat, bersih, hijau, bebas sampah, indah, dan rapih dan teratur. 10.Perempuan sudah terbiasa memelihara lingkungan teruta ma di halaman rumah maupun lingkungan sekitarnya, menjaga kebersihan dengan menyapu dan membuang sam pah di tempatnya, mengelola sampah, menanami halaman dan melakukan penghijauan dengan tanaman yang produk tif, serta pengaturan tata ruang sehingga membuat suasana menjadi teratur dan indah. Secara umum lebih banyak dilakukan oleh perempuan, di lingkungan umum dilakukan bersama-sama oleh perempuan dan laki–laki.

22 11.Indikator keberhasilan perempuan dalam pengelolaan lingkungan adalah tingkat kesehatan warga, tingkat kebersihan, lingkungan yang hijau, bebas sampah, lingkungan yang tidak bau, lingkungan yang segar, kondisi sanitasi yang baik, air bersih layak minum serta kerapihan tata ruang. Indikator yang dapat dikem bangkan adalah penghijauan seperti penanaman tanaman di sekitar rumah, pe ngelolaan sampah menjadi bernilai ekonomi, terpenuhi air bersih dengan mem buat sumur resapan, memperbaiki saluran air (sanitasi), kerjabakti secara rutin, penyuluhan, peningkatan kesadaran masyarakat serta program nyata lainnya. 12.Hasil penelitian dari 6 provinsi di wilayah Indonesia untuk mengembangkan indikator keberhasilan perempuan dalam pengelolaan lingkungan menunjukkan bahwa perempuan sadar lingkungan dan ingin bergabung dengan organisasi lingkungan yang terkoodinir dan komunikatif seperti Gerakan Perempuan Peduli Lingkungan (GPPL), perlu melakukan penyuluhan, kerja bakti, minggu bersih, mengolah sampah menjadi bernilai ekonomi.

23 13.Perempuan tepat sebagai pengelola lingkungan terutama di tingkat wilayah terkecil seperti tingkat RT dan RW. Dalam menerapkan peranan perempuan sebagai pengelola lingkungan perlu dikembangkan berbagai organisasi seperti LSM, yayasan, dan organisasi pemerintah untuk membentuk jaringan kerja agar tercipta kerjasama yang harmonis. Seperti GPPL hasil kerjasama Meneg PP, meneg LH, Dep, berbagai institusi, dan masyarakat pada tahun Implementasi pengelolaan lingkungan harus disertai dengan penegakan hukum secara konsekwen dengan mentaati semua peraturan beserta sangsi hukum yang sudah ada. 15.Pemberdayaan perempuan di Jepang tetap memelihara tradisi atau budayanya, perempuan tetap berperanan utama dalam melaksanakan pekerjaan rumah tangga. Pada umumnya perempuan sudah menikah, bila sudah punya anak, sementara waktu mereka berhenti bekerja, guna mengurus rumah tangga

24 Saran dan Rekomendasi 1.Agar perempuan Indonesia yang bekerja di luar rumah, kemudian menikah namun bila sudah mempunyai anak-anak, seyogianya mereka diberi kesempatan oleh perusahaan-perusahaan bila ingin bekerja separoh waktu. 2.Agar pemerintah dapat merencanakan pengelolaan sampah secara terpadu dengan masyarakat dan pengusaha. 3.Jepang sebagai negara yang tidak memiliki sumberdaya, dapat menjadi negara maju, oleh karena itu perlu dipelajari dan ditiru oleh bangsa kita paling tidak dalam hal: 4.Pemberdayaan sumberdaya manusia khususnya perempuan dan

25 5.Disiplin masyarakat maupun disiplin pejabat pemerintah 6.Perlu gerakan Kesehatan masyarakat, kebersihan lingkungan, sumber air yang tidak tercemar 7.Misalnya ada sumber air dan septik tank kolektif 8.Sosialiasi Pengolahan sampah yang terpadu menjadi sumber daya: kompos, penghijauan lingkungan tidak bau dan sanitasi terpelihara, mencegah banjir 9.Perlu Forum komuniasi atau organisai Perempuan dan lingkungan seperti Gerakan Perempuan Peduli Lingkungan ( GPPL ) dengan tindakan nyata yang dimulai dari yang sederhana sampai dengan yang sangat penting, termasuk penguasaan teknologi tepat guna, advokasi misalnya kepada penegak hukum tentang pelaksanaan sansi bagi para pelanggar lingkungan.

26 WASSALAMMU’ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABARAKATUH TERIMA KASIH


Download ppt "ASSALAMMU’ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABARAKATUH. MUSLIMAH YANG BERDAYA ADALAH POTENSI BANGSA DAN SAHABAT LINGKUNGAN Oleh: Prof DR Ir Zoer’aini Djamal Irwan,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google