Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DEFINISI PERENCANAAN STRATEGIS Menurut Inpres No. 7 tahun 1999, “Perencanaan strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DEFINISI PERENCANAAN STRATEGIS Menurut Inpres No. 7 tahun 1999, “Perencanaan strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin."— Transcript presentasi:

1

2 DEFINISI PERENCANAAN STRATEGIS Menurut Inpres No. 7 tahun 1999, “Perencanaan strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul”

3 MANFAAT PERENCANAAN STRATEGIS Sebagai sarana untuk memfasilitasi terciptanya anggaran yang efektif; Sebagai sarana untuk memfokuskan manajer pada pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan; Sebagai sarana untuk memfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya yang optimal; Sebagai rerangka untuk pelaksanaan tindakan jangka pendek; Sebagai sarana bagi manajemen untuk memahami strategi organisasi; Sebagai alat untuk memperkecil rentang alternatif strategis.

4 Kebijakan Umum OrganisasiKebijakan RencanaStrategisRencanaStrategis PernyataanVISIPernyataanVISI PernyataanMISIPernyataanMISI TujuanStrategisTujuanStrategis ProgramProgram KegiatanKegiatan Nilai-NilaiNilai-Nilai AnalisisLingkunganAnalisisLingkungan Faktor Penentu Keberhasilan Keberhasilan Blue Print Organisasi Organisasi Indikato r outcome output RENSTRA K/L PenggalianAspirasiPenggalianAspirasi PENETAPAN KINERJA PENETAPAN KINERJA PENDEKATAN PENYUSUNAN RENSTRA BISNIS

5 Elemen Perencanaan Strategik  Perumusan Visi dan Misi  Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal  Perumusan Tujuan Strategik  Tujuan  Strategi  Kebijakan  Program, Kegiatan dan Indikator Kinerja

6 SISTEMATIKA PENYUSUNAN RENSTRA BISNIS BAB I PENDAHULUAN BAB IIGAMBARAN UMUM ORGANISASI BAB IIIKONDISI KINERJA TAHUN BERJALAN BAB IVANALISIS LINGKUNGAN BAB VRENCANA STRATEGIS BISNIS LIMA TAHUN BAB VIPENUTUP

7 PENDAHULUAN Berisikan antara lain :  Latar belakang penyusunan renstra bisnis  Landasan penyusunan  Berisikan peraturan dan pedoman yang melandasi penyusunan renstra seperti (UU No.1/2004, UU No.20/2003 SPN dst)  Sistematika penyajian

8 Berisikan antara lain:  Sejarah singkat organisasi  Visi dan Misi organisasi  Tugas dan Fungsi organisasi GAMBARAN UMUM ORGANISASI

9 Mengungkapkan capaian organisasi pada tahun-tahun sebelumnya, berisikan antara lain: Kinerja Layanan  Misalnya : jumlah kelulusan S1, jumlah pasien Kinerja Keuangan  Misalnya : realisasi PNBP, anggaran dan belanja Aspek SDM  Misalnya : perkembangan jumlah tenaga dosen, perkembangan kualifikasi SDM Aspek Sarana Prasarana  Misalnya : jumlah gedung perkuliahan, peralatan dan mesin KINERJA TAHUN BERJALAN

10  Kinerja Layanan, Keuangan, SDM dan Sarana dan Prasarana.  Untuk tahun terakhir capaian kinerja layanan dan keuangan dibandingkan antara target dengan realisasi.  Untuk setiap output layanan/kegiatan dicantumkan target dan realisasi output, anggaran dan realisasi anggaran.  Diungkapkan juga penyebabnya jika output tidak sesuai dengan target output, realisasi anggaran tidak sesuai dengan anggaran  Perlu dikembangkan pengukuran kinerja di organisasi KINERJA TAHUN BERJALAN (2)

11 Pengukuran kinerja merupakan proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi, misi dan strategi instansi pemerintah. PENGUKURAN KINERJA

12 Pada tahun 1992, Robert Kaplan dan David Norton memperkenalkan konsep Balance Scorecard sebagai salah satu cara untuk memotivasi dan mengukur kinerja suatu organisasi. Konsep ini menggunakan pendekatan secara sistematis untuk menguji hasil intern bersamaan dengan lingkungan ekstern. kerangka pengukuran kinerja berfokus pada 4 aspek, yaitu: Keuangan Pelanggan Proses Bisnis Internal Pertumbuhan dan Pembelajaran

13 ANALISA LINGKUNGAN Analisis lingkungan satker adalah untuk mengetahui keadaan atau posisi satker sehingga dapat dirumuskan strategi dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuan. Salah satu metode yang dilakukan adalah dengan analisis SWOT kekuatan, kelemahan, kesempatan dan tantangan (SWOT Analisis) Menetapkan posisi organisasi berdasarkan analsis dan strategi yang diambil ke depan

14 ANALISIS LINGKUNGAN (SWOT) Analisis lingkungan organisasi meliputi: 1.Lingkungan internal Untuk mengidentifikasi kekuatan unggulan (strenght) dan kelemahan (weaknesses) suatu organisasi 2.Lingkungan eksternal. Untuk mengidentifikasi peluang (opportunities) dan ancaman (threat) yang dihadapi oleh organisasi

15 Aspek-aspek Analisis meliputi: Aspek Sumber Daya Keuangan Aspek Sumber Daya Manusia Aspek Sarana dan Prasarana Aspek Informasi yang tersedia ANALISA LINGKUNGAN INTERNAL

16 Aspek-aspek analisis meliputi: Politik Ekonomi Sosial Kependudukan Peraturan perundang-undangan Task Environment (pesaing, pemasok, shareholder dan pelanggan) ANALISA LINGKUNGAN EKSTERNAL

17

18 FUNGSI ANALISA SWOT kekuatankelemahanpeluang ancaman Merumuskan strategi perusahaan dengan melihat keadaan yang ada baik dari internal maupun eksternal yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

19 IDENTIFIKASI POSISI Kelemahan Internal Berbagai Peluang Kekuatan Internal Berbagai Ancaman Mendukung minimizing strategy Mendukung strategi agresif Mendukung strategi defensif Mendukung strategi diversifikasi

20 Keterangan: 1.Berada dalam posisi yang menguntungkan (punya kekuatan dan peluang)  bisa kembangkan kebijaksanaan yang agresif. 2.Berada dalam posisi yang ada ancamannya, tapi masih memiliki kekuatan  minimalkan ancaman yang ada dengan kekuatan yang dimillikinya.

21 3.Berada dalam posisi yang berpeluang, namun ada kelemahan yang menghambatnya  harus fokus untuk menutupi kelemahan yang ada untuk memanfaatkan peluang yang ada. 4.Berada dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Keterangan:

22 KEKUATAN (STRENGTHS) No. Uraian BobotRatingNilai ab(a x b) 1. Tersedianya sarana dan prasarana yang representatif bagi proses pendidikan bagi proses pendidikan dan manajemen, seperti gedung perkuliahan berserta alat peraga mutakhir, laboratorium berserta peralatannya, perpustakaan berserta bahan pustaka yang lengkap, pusat kegiatan mahasiswa, asrama, jaringan komputer online, perkantoran, dan Masjid 0,1540,60 2. Pengalaman universitas yang cukup lama, serta dimilikinya kemampuan untuk mengembangkan program pendidikan baru. 0,1020,20 3. Tenaga dosen, tenaga administrasi, fungsional administrasi yang sebagian besar berstatus PNS yang mendapat jaminan dari Pemerintah RI. 0,1540,40 4. Jumlah mahasiswa sebanyak orang terdiri dari mahasiswa program S1, mahasiswa program S2, dan program S3. 0,1030,30 5. Memiliki distingsi fakultas dan prodi yang memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengambil double degree dalam disiplin ilmu-ilmu agama Islam dan ilmu-ilmu umum. 0,1030,30 6. Dikenalkannya Unversitas Islam sebagai ”Kampus Pembaru” dan ” Jendela Keunggulan Pendidikan Islam di Indonesia”. 0,1030,30 7.Rata-rata program studi S1 sudah terakreditasi.0,1540,60 8.Terdapat unit-unit usaha yang terus berkembang.0,1530,45 Total13,30

23 No. Uraian BobotRatingNilai ab(a x b) 1.Masih kurangnya lulusan yag memiliki jiwa kewirausahaan.0,1530,45 2.Masih adanya dosen dengan kualifikasi pendidikan S1.0,2030,60 3. Terbatasnya dana untuk membiayai operasional pendidikan, penelitian dan pemeliharaan sarana/prasarana pendidikan dan perkantoran. 0,2030,60 4.Kurangnya minat civitas akademika dalam kegiatan penelitian.0,1530,45 5.Belum memadainya tingkat kesejahteraan dosen dan pegawai.0,1520,30 6. Masih terbatasnya jumlah pengelola unit-unit usaha yang profesional. 0,1530,45 Total12,85 KELEMAHAN (WEAKNESSES)

24 No. Uraian BobotRatingNilai ab(a x b) 1. Besarnya animo masyarakat, terutama di kalangan umat Islam sebagai penduduk mayoritas, terhadap lembaga perguruan tinggi yang memiliki ciri khas, yakni lembaga yang dapat mengintegrasikan unsur-unsur pendidikan, IPTEK, dan IMTAQ. 0,1540,60 2. Adanya dukungan pemerintah yang mapan, baik secara operasional maupun keuangan. 0,1040,40 3. Adanya dukungan berbagai pihak dalam melakukan kerja sama, baik dalam maupun luar negeri. 0,1530,45 4. Tersedianya donor agency yang berminat untuk membantu pengembangan Unversitas Islam baik project assistance maupun technical assistance. 0,1540,60 5. Terbukanya peluang kerja bagi alumni Unversitas Islam pada berbagai sektor, seperti perbankan, IT, dan peradilan. 0,1530,45 6. Adanya PP. No.23/2005 tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum yang memungkinkan fleksibelitas pengelolaan keuangan. 0,2040,80 7. Meningkatnya peminat (calon mahasiswa) asing untuk belajar di Unversitas Islam. 0,1030,30 Total13,60 PELUANG (OPPORTUNITIES)

25 No. Uraian BobotRatingNilai ab(a x b) 1. Fenomena yang terjadi di era globalisasi pada saat ini dan masa mendatang akan berdampak terhadap tatanan kehidupan bangsa Indonesia, baik dalam bidang perekonomian, sosial maupun kebudayaan. 0,2030,60 2. Adanya fenomena yang kurang menguntungkan di tengah- tengah masyarakat seperti: angka pengangguran yang semakin meningkat setiap tahunya, berkurangnya pendapatan rata-rata penduduk karena krisis ekonomi yang berkepanjangan, dekadensi moral di kalangan remaja, dan masih kurangnya tenaga profesional yang mampu menggali sumber daya alam secara optimal. 0,1520,30 3. Peraturan PNBP yang tidak memberikan flesibelitas dalam pengelolaan keuangan. 0,2530,75 4. Semakin banyaknya pendirian perguruan tinggi, terutama swasta sehingga membuat ketatnya persaingan dalam menarik minat masyarakat. 0,2030,60 5. Terbatasnya kemampuan dana pemerintah dalam meningkatkan kualitas lembaga perguruan tinggi. 0,2030,60 Total12,85 ANCAMAN (THREATS)

26 Posisi strategi Unversitas Islam berdasarkan perhitungan yang dilakukan analisa SWOT, diperoleh nilai akhir dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman seperti tabel berikut : No.UraianNilai IFaktor Internal Kekuatan Kelemahan 3,30 2,85 IIFaktor Eksternal Peluang Ancaman 3,60 2,85

27 Dari uraian analisa SWOT diatas dapat disimpulkan bahwa kerangka strategi keseluruhan, strategi dasar yang dapat direncanakan adalah menggunakan kesempatan sebaik-baiknya, mencoba mengatisipasi dan menanggulangi ancaman, menggunakan kekuatan sebagai modal dasar operasi dan memanfaatkan semaksimal mungkin, serta mengusahakan untuk mengurangi atau menghilangkan kelemahan yang masih ada. Terlihat dari hasil perhitungan tersebut bahwa Unversitas Islam memiliki kekuatan yang lebih dominan dibanding kelemahannya dan peluang yang lebih besar dibanding ancamannya dengan nilai sebagai berikut: Kekuatan - Kelemahan=3,30 - 2,85=0,45 Peluang - Ancaman=3,60 - 2,85=0,75 KESIMPULAN ANALISA SWOT

28

29 Terdiri dari : 1.Visi; 2.Misi; 3.Tujuan; 4.Sasaran; 5.Kebijakan; 6.Program; 7.Kegiatan; 8.Proyeksi pendapatan dan biaya, arus kas serta aset, kewajiban dan ekuitas selama 5 tahun; 9.Matriks keterkaitan antara visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program, kegiatan dan output selama 5 tahunan (bisa menjadi lampiran). RENCANA STRATEGIS LIMA TAHUNAN

30 VISI Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan. Contoh : VISI Universitas Islam adalah “Menjadi Universitas Kelas Dunia”

31 MISI Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh instansi pemerintah, sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan.

32 Contoh Misi Universitas Islam Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang menghasilkan sarjana dengan keunggulan kompetitif dalam persaingan global; Menyelenggaraan pendidikan untuk mengembangkan dan mengintegrasikan aspek keislaman, keilmuan dan keindonesiaan; Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian yang bermanfaat bagi kepentingan keilmuan dan kemasyarakatan; Membangun Good University Governance dan manajemen yang profesional dalam mengelola sumber daya perguruan tinggi sehingga menghasilkan pelayanan prima kepada civitas akademika dan masyarakat; Membangun kepercayaan dan mengembangkan kerjasama dengan lembaga nasional, regional maupun internasional.

33 Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi. Tujuan adalah hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun; Tujuan BLU harus konsisten dengan tugas dan fungsinya, secara kolektif, tujuan BLU menggambarkan arah strategi BLU dan perbaikan-perbaikan yang ingin diciptakan sesuai tugas dan fungsi BLU; Tujuan adalah hasil akhir aktivitas perencanaan. Tujuan merumuskan apa yang akan diselesaikan dan kapan akan diselesaikan, dan sebaiknya diukur jika memungkinkan. Pencapaian tujuan merupakan hasil dari penyelesaian misi. TUJUAN

34 Meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan peranan lembaga dalam menangani masalah sosial dan kemasyaratan; Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan serta efisiensi dan efektifitas operasional keuangan; Meningkatkan kualitas proses pendidikan/pembelajaran serta kualitas pelayanan yang berkesinambungan; Meningkatkan produktivitas dan profesionalitas pegawai. Contoh Tujuan Universitas Islam

35 Sasaran adalah penjabaran dari tujuan, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh BLU dalam jangka waktu tahunan, semesteran, triwulan atau bulanan. Sasaran diusahakan dalam bentuk kuantitatif sehingga dapat diukur; Sasaran harus menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Sasaran memberikan fokus pada penyusunan kegiatan sehingga bersifat spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai. SASARAN

36 Tujuan : Meningkatkan kualitas lulusan UIN Sasaran 2 : Lulusan yang diterima di sektor swasta menjadi 75 % Sasaran 1 : Menyempurnakan kurikulum dan jumlah koleksi buku yang sesuai tuntutan perkembangan masyarakat Contoh Sasaran Universitas Islam

37 Kebijakan adalah pedoman pelaksanaan tindakan-tindakan tertentu. KEBIJAKAN

38 Tujuan : Meningkatkan kualitas lulusan UIN. Sasaran 1 : Meningkatkan kesempurnaan kurikulum dan jumlah koleksi buku yang sesuai tuntutan perkembangan masyarakat. Kebijakan : Melakukan evaluasi kurikulum secara berkelanjutan yang dilakukan setiap lima tahun sekali untuk mengembangkan kualitas kurikulum diseluruh fakultas yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan akademik. Contoh Kebijakan Universitas Islam

39 Indikator Sasaran Persentase Rencana Tingkat Capaian Meningkatnya jumlah kurikulum yang disempurnakan sesuai dengan perkembangan masyarakat 80%83%86%89%91% Meningkatnya jumlah daya serap kurikulum yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan akademik 80%83%86%89%91% Meningkatnya jumlah buku koleksi yang tersedia baik di perpustakaan fakultas maupun di perpusatakaan utama 18%20%22%24%26% Contoh Indikator Sasaran

40 Program strategis berisi kegiatan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun dengan mempertimbangkan kekuatan, potensi, peluang, dan kendala yang ada/atau mungkin timbul (analisis SWOT). PROGRAM

41 Contoh Program Universitas Islam Sasaran 1 : Meningkatkan kesempurnaan kurikulum dan jumlah koleksi buku yang sesuai tuntutan perkembangan masyarakat. Kebijakan : Melakukan evaluasi kurikulum secara berkelanjutan yang dilakukan setiap lima tahun sekali untuk mengembangkan kualitas kurikulum diseluruh fakultas yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan akademik. Program : 1.Program pengembangan kurikulum dan silabus; 2.Peningkatkan koleksi buku-buku baru.

42 Kegiatan adalah aktifitas yang merupakan penjabaran dari program BLU sebagai arah dari pencapaian tujuan, sasaran, dan kebijakan yang memberikan kontribusi bagi pencapaian visi dan misi BLU. KEGIATAN

43 Program : Program Peningkatan Fasiltas Sarana dan Prasarana Kegiatan : 1.Penambahan Gedung Pendidikan dan Laboratorium 2.Penyediaan Taman Kampus 3.Pengembangan Pusat Kegiatan Mahasiswa Program : Peningkatan Kinerja Pengelolaan Unit Usaha Kegiatan : 1.Pengembangan Sistem Pengelolaan Usaha 2.Peningkatan Mutu Layanan/Produk 3.Pendayagunaan Fasilitas Universitas Islam 4.Pelatihan/workshop untuk pengelola unit usaha Contoh Kegiatan Universitas Islam

44 Indikator Kegiatan

45 Perlu dibuat proyeksi pendapatan dan biaya, arus kas serta aset, kewajiban dan ekuitas selama 5 tahun. PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN

46 Uraian Dalam Rupiah Aset Lancar Aset Tetap Total Aset Kewajiban dan Ekuitas Kewajiban Lancar Kewajiban Jangka Panjang Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Total Kewajiban dan Ekuitas Contoh Proyeksi Neraca

47 Jenis Belanja Proyeksi Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang Bunga Subsidi Hibah Belanja Aset Tetap Belanja Aset Lainnya Jumlah Pendapatan Akademik Contoh Proyeksi Belanja

48 Jenis Pendapatan Proyeksi Pendapatan SPP Asrama Mahasiswa Wisuda Kuliah Kerja Nyata Praktikum Ujian Masuk Jumlah Pendapatan Akademik Contoh Proyeksi Pendapatan

49 MATRIKS KETERKAITAN VISI - MISI - TUJUAN - SASARAN - KEBIJAKAN - PROGRAM

50 MATRIKS PROGRAM - KEGIATAN - ANGGARAN

51


Download ppt "DEFINISI PERENCANAAN STRATEGIS Menurut Inpres No. 7 tahun 1999, “Perencanaan strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google