Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NEMATODOSIS. ASCARIASIS PADA BABI Penyebab : Ascaris suum Habitat dan hospes : usus halus babi (hospes utama), sapi, kambing, domba, anjing dan manusia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NEMATODOSIS. ASCARIASIS PADA BABI Penyebab : Ascaris suum Habitat dan hospes : usus halus babi (hospes utama), sapi, kambing, domba, anjing dan manusia."— Transcript presentasi:

1 NEMATODOSIS

2 ASCARIASIS PADA BABI Penyebab : Ascaris suum Habitat dan hospes : usus halus babi (hospes utama), sapi, kambing, domba, anjing dan manusia Cara Penularan : 1. Per oral (tertelan telur infektif) 2. Pre natal (melalui plesenta ⇨ v. umbilicalis fetus) 3. Puting susu yg terkontaminasi telur infektif

3 Patogenesis dan PA/ : - Larva : migrasi larva ⇨ kerusakan jaringan organ-2 - Pada hati : Akut : Akut : 1. perdarahan sekitar v. intralobularis ⇨ infiltrasi eosinofil ⇨ absorbsi dan regenerasi eosinofil ⇨ absorbsi dan regenerasi 2. Perlekatan sel-sel hati : lobus-2 saling melekat dg. fibroblast berlebihan dg. fibroblast berlebihan Kronis : Kronis : 1. Hepatitis interstitial focal chronis 2. bila sembuh ⇨ fibrosis (bintik-2 putih) ⇨ Milk spot Liver Liver

4 Pada paru-paru : 1. Lesi jaringan akibat toksin 2. Perdarahan kecil di alveoli dan bronkhioli ⇨ penghancuran epitel alveoli, oedema, dan infiltrasi penghancuran epitel alveoli, oedema, dan infiltrasi eosinofil di sekitar paru-paru eosinofil di sekitar paru-paru 3. Infeksi berat ⇨ penyumbatan bronchioli - Cacing dewasa ⇒ pada usus halus : 1. Cacing dws. memakan isi usus dan merusak mukosa usus usus 2. Infeksi berat ⇨ obstruksi lumen usus ⇨ peristaltik usus terganggu & perforasi usus ⇨ peritonitis terganggu & perforasi usus ⇨ peritonitis 3. Migrasi ke lambung ⇨ muntah 4. Migrasi ke sal. empedu ⇨ ikhterus

5 Gejala Klinis : - Infeksi berat pada anak babi : 1. pneumonia ⇨ batuk + eksudat 2. mati mendadak Gejala umum lain : 1. Ekor dan telinga terkulai 2. Nafsu makan menurun 3. Kesulitan bernafas 4. Menggosokkan badan ke ddg. kandang 5. Kekurusan 6. Diare 7. Hewan sangat lemah ⇨ mati - Infeksi sedang ⇨ batuk dan pertumbuhan terhambat

6 - Infeksi berat pada anak babi stl. disapih : 1. Pneumonia berat ⇨ batuk + eksudat 2. Cc. dewasa dpt. menyebabkan kematian 3. Kadang-2 kejang ⇨ lumpuh 4. Penyumbatan sal empedu ⇨ ggg. pencernaan 5. Sering disertai infeksi sekunder : pneumonia lobair dan influensa babi lobair dan influensa babi - Infeksi berat pada babi muda : 1. Sesak nafas 2. mati krn. gagal fungsi hati 3. Cc. dws migrasi ke lambung ⇨ muntah, kurus, perut buncit dan udema 4. Ikhterus dan anemia

7 Diagnosis : 1. Gejala klinis 2. Pemeriksaan feses 3. Bedah pasca mati Pengendalian Penyakit : 1. Menjaga kebersihan kandang induk menyusui 2. Memandikan induk babi sbl partus 3. Pemberian anthelmintik pada hwn sakit, t.u sebelum dikawinkan dan pertengahan kebuntingan dikawinkan dan pertengahan kebuntingan 4. Perbaikan manajemen peternakan 5. Pengobatan hewan sakit dengan : Piperazin : 120 mg/kg BB po ⇨ drug of choice Phenotiazin : 400 mg/kg BB po Thiabendazole : 0.1 – 0,4 % jumlah pakan Avermectin : 1 ml/50 kg BB, im / sc

8 ASCARIASIS PADA ANJING PENYEBAB : Toxocara canis HABITAT CACING DEWASA : Usus halus CARA PENULARAN : - Per oral (tertelannya telur infektif ) - Prenatal infection (melalui plasenta) - Trans mammary infection = Lactogenic infection - Paratenic host → telur infektif tertelan i.s paratenic (tikus, mencit) → L3 dalam otot → dimakan hospes → L3 akan mjd. cacing dewasa dlm waktu 3 minggu tanpa migrasi lagi

9

10 PATOGENITAS & GEJALA KLINIS : Anak anjing lebih peka & menderita daripada dewasa Gejala klinis yang sering :  Diare, muntah  Material muntahan → msk paru-paru → aspiksia  Anak anjing : pertumbuhan terhambat, buncit, muntah & diare bahkan konstipasi, mati : 2-3 mg DIAGNOSIS : Gejala klinis → pemeriksaan feses → telur Albumin sheet

11 albumin sheet PENGENDALIAN PENYAKIT : - Hindari induk & anak dari sumber penyakit - Pemberian pakan bergizi - Pembuangan tinja tempat ttt, bila perlu dibakar - Sanitasi kandang - Pengobatan dg Piperazin pd anak umur 2,3,4 & 8 minggu & obati induk pd 3 atau 4 mg post partus

12 - Anjing yg tdk. tahu sejarahnya (baru beli) : 3 – 6 bln : obati 2 x, jarak 1 minggu > 6 bl : obati 1 x Anthelmintika : Piperazine adipate : 100 mg/kg BB/po Mebendazole 10 mg/kg BB/2 dd/ selama 2 hari

13 ASCARIASIS PADA BANGSA SAPI PENYEBAB : Toxocara vitulorum CARA PENULARAN : ~ Melalui air susu pd 3 minggu pertama laktasi ~ Melalui air susu pd 3 minggu pertama laktasi → Milk born transmission → Milk born transmission ~ Per oral (telur infektif termakan) ~ Per oral (telur infektif termakan) ~ Prenatal infection ~ Prenatal infection PATOGENESIS : Nyata terlihat pd anak sapi post natal infection & yg dilahirkan dari induk yg terinfeksi (prenatal infection) Nyata terlihat pd anak sapi post natal infection & yg dilahirkan dari induk yg terinfeksi (prenatal infection)

14 GEJALA KLINIS :  Diare, kekurusan  Nafas bau asam butirat, nafsu makan turun turun  Kelemahan & bisa tjd anemia DIAGNOSIS :  Pemeriksaan feses dari anak sapi (3-6 bl) (3-6 bl)  Pemeriksaan susu induk menyusui (3 mg pertama)  Bedah pasca mati pd anak sapi

15 PENGENDALIAN : 1. Sapi bunting harus bebas cacing, Tx/ antelmintik sbl kawin → pertengahan bunting → post partus 1. Sapi bunting harus bebas cacing, Tx/ antelmintik sbl kawin → pertengahan bunting → post partus 2. Anak sapi umur 2 minggu yg positif terinfeksi → obati 2. Anak sapi umur 2 minggu yg positif terinfeksi → obati Pengobatan dan pencegahan : Piperazin (drug of choice) : 220 mg/kg BB/po Fenbendazole (Panacur) : 7.5 mg/kg BB Infeksi larva T.vitulorum dlm status dorman Mekanisme : 1. In aktivasi sistem endokrin parasit → m’hambat pelepasan produk cairan penetas pd periode ekdisis 2. Blocking transkripsi DNA perangkat gen template utk perkembangan berikutnya

16 STATUS DORMAN → terhenti pd 8–14 hr prepartus ↓ Aktivasi penembusan jar. fibrosa oleh enzim larva untuk melunakkan jaringan → L3 FENOMENA ENZIM Akibat aktivitas hormon prolaktin → perlu Ca >> → imunosupresif Akibat aktivitas hormon prolaktin → perlu Ca >> → imunosupresif Hormon prostaglandin → imunosupresif thd. respon imun → induk peka thd. infeksi

17 Aspek Kesmavet  zoonosis

18 ASCARIASIS PADA BANGSA KUDA PENYEBAB : Parascaris equorum = Ascaris megalocephala HABITAT & INDUK SEMANG : Usus halus kuda, zebra & sapi PENULARAN : Termakannya telur infektif PATOGENESIS,GEJALA KLINIS & PA/ :  Terutama pd anak Kd berumur kurang 6 bulan

19  Infeksi berat → enteritis kataralis → GK/ : diare  Infeksi berat → enteritis kataralis → GK/ : diare berbau busuk & feses pucat. berbau busuk & feses pucat.  GK/ lainnya : Kelemahan, kekurusan → BB turun.  GK/ lainnya : Kelemahan, kekurusan → BB turun. infeksi berat : kolik hebat, takhikardi, nafas cepat, infeksi berat : kolik hebat, takhikardi, nafas cepat, demam tinggi & kematian bbrp. hr. pasca infeksi demam tinggi & kematian bbrp. hr. pasca infeksi  Cacing aktif → migrasi ke sal. empedu → obstruksi  Cacing aktif → migrasi ke sal. empedu → obstruksi PA/: ruptur ileum & peritoneum mengandung cairan PA/: ruptur ileum & peritoneum mengandung cairan usus & cacing usus & cacing DIAGNOSIS : Selain Gejala klinis, pemeriksaan tinja → telur

20 albumin sheet albumin sheet PENGENDALIAN : - Kebersihan kandang dijaga & pengobatan anak kuda umur 1 bl & seterusnya tiap 4 – 6 bl kuda umur 1 bl & seterusnya tiap 4 – 6 bl dengan piperazin 100 mg/kg BB dengan piperazin 100 mg/kg BB - Pakan diletakkan pada palungan - Tempat pembuangan tinja → fermentasi → utk. pupuk → telur mati pupuk → telur mati

21 ASCARIDIASIS PADA AYAM Penyebab  Ascaridia galli = A. lineata = A. perspicillum Spesies lain: A. columbae menyerang burung merpati A. dissimilis menyerang kalkun A. compar menyerang burung piaraan A. numidae menyerang ayam hutan A. razia menyerang burung merpati domestik

22 Habitat penyebab : Usus halus Cara penularan  telur infektif (mengandung L2) tertelan IS Patogenesis - Penetrasi larva ke mukosa usus  enteritis hemorhagis dan kerusakan dinding usus. dan kerusakan dinding usus. - Ayam muda lebih peka daripada ayam tua. - Pada ayam muda  anemia, diare, nafsu makan menurun dan haus berlebihan. menurun dan haus berlebihan. - Jumlah cacing dewasa yang banyak  mengakibatkan obstruksi  perforasi usus  mati. obstruksi  perforasi usus  mati. Daya Tahan  b’gantung umur, jenis kelamin, genetika & gizi ternak

23 Geiala Klinis ▹ Enteritis hemorhagis, anemia, nafsu makan  ▹ Enteritis hemorhagis, anemia, nafsu makan  ▹ Bulu rontok, kusam, sayap terkulai, ▹ Bulu rontok, kusam, sayap terkulai, ▹ Lemah dan emasiasi, ▹ Lemah dan emasiasi, ▹ Penurunan produksi telur sampai terhenti, ▹ Penurunan produksi telur sampai terhenti, ▹ Pada broiler  pertumbuhan terhambat  kurus. ▹ Pada broiler  pertumbuhan terhambat  kurus.Diagnosis - Pemeriksaan feses untuk menemukan telur cacing (tidak bisa pada ayam umur 0-8 minggu). bisa pada ayam umur 0-8 minggu). - Bedah bangkai  menemukan cacing.

24 Pencegahan : ↬ Pemeliharaan ayam muda dan dewasa dipisah. ↬ Pemeliharaan ayam muda dan dewasa dipisah. ↬ Litter dan peralatan kandang dijaga kebersihannya. ↬ Litter dan peralatan kandang dijaga kebersihannya. ↬ Lantai kandang jangan dari tanah. ↬ Lantai kandang jangan dari tanah. ↬ Pengobatan periodik, 1 x/bulan ↬ Pengobatan periodik, 1 x/bulan ↬ Pemberian pakan yang baik (kandungan vit A, B12, ↬ Pemberian pakan yang baik (kandungan vit A, B12, mineral dan protein yang cukup) mineral dan protein yang cukup)Pengobatan ☂ Piperazin adipat 300 ‑ 400 mg/kg pakan ☂ Piperazin adipat 300 ‑ 400 mg/kg pakan ☂ Piperazin sitrat 400 mg/liter air untuk 24 jam. ☂ Piperazin sitrat 400 mg/liter air untuk 24 jam. ☂ Phenotiazin 2200 mg/kg pakan. ☂ Phenotiazin 2200 mg/kg pakan. ☂ Hygromycin-B 8 gram/ton pakan diberikan selama 8 ☂ Hygromycin-B 8 gram/ton pakan diberikan selama 8 minggu efektif untuk kontrol. minggu efektif untuk kontrol.

25 HETERAKIOSIS Penyebab : H. gallinarum

26 Beberapa Spesies : 1. Heterakis gallinarum (Syn. = H. papillosa, H. vesicularis, H. gallinae) pada ayam, kalkun, itik, H. vesicularis, H. gallinae) pada ayam, kalkun, itik, angsa, dan burung angsa, dan burung 2. H. brevispiculum pada ayam ras/kampung, ayam mutiara mutiara 3. H. isolonche pada ayam pegar, burung puyuh 4. H. dispar pada bebek, angsa 5. H. beramporia, H. indica pada ayam 6. H. spumosa pada Tikus

27 Pathogenesis dan Gejala Klinis ↬ Pada infeksi yang berat ⇨ mukosa sekum menebal dan hemorhagis. hemorhagis. ↬ Infeksi oleh H. isolonche, ⇨ akibatnya lebih buruk d.p. infeksi H. gallinarum, lesi pada sekum lebih jelas terlihat infeksi H. gallinarum, lesi pada sekum lebih jelas terlihat dengan terbentuknya nodul yang menjadi penyebab dengan terbentuknya nodul yang menjadi penyebab diare, kekurusan dan akhirnya kematian. diare, kekurusan dan akhirnya kematian. ↬ Berbagai stadium H. isolonche dapat dijumpai pada ↬ Berbagai stadium H. isolonche dapat dijumpai pada lesi-lesi di sekum. lesi-lesi di sekum. ↬ Kepentingan ekonomis infeksi H. gallinarum : perannya ↬ Kepentingan ekonomis infeksi H. gallinarum : perannya sbg. karier pada penularan Histomonas meleagridis sbg. karier pada penularan Histomonas meleagridis yang menyebabkan “blackhead’/enterohepatitis yang menyebabkan “blackhead’/enterohepatitis ↬ Protozoa tersebut tetap hidup di dalam telur ↬ Protozoa tersebut tetap hidup di dalam telur H. gallinarum dalam jangka waktu yang panjang bahkan H. gallinarum dalam jangka waktu yang panjang bahkan ditengarai sepanjang telur tersebut masih viable (hidup). ditengarai sepanjang telur tersebut masih viable (hidup).

28 Diagnosis - Pemeriksaan feses untuk menemukan telur. Heterakis sp. A. galli Heterakis sp. A. galli - Perlu dicermati : telur H. gallinarum sangat mirip dg. telur A. galli (telur Heterakis sp. lebih kecil dan sedikit telur A. galli (telur Heterakis sp. lebih kecil dan sedikit lebih terang sel-selnya, serta paralel side ). lebih terang sel-selnya, serta paralel side ).

29 Pengendalian - Dilakukan pengawasan yang ketat terhadap sanitasi kandang, dan halaman sekitar kandang. halaman sekitar kandang. - Diupayakan lantai kandang tidak dari tanah, untuk menghindari keberadaan cacing tanah ( transport host ). keberadaan cacing tanah ( transport host ). Pengobatan dapat dilakukan dengan : ∝ Phenothiazin, 1 gram/ekor atau 1 bagian phenothiazin dalam 60 bagian pakan diberikan 6 jam setelah dipuasakan semalam. bagian pakan diberikan 6 jam setelah dipuasakan semalam. ∝ Piperazin kurang efektif untuk Heterakis sp., namun bila piperazin dicampur dengan phenothiazin (1 : 7) efektif untuk mengeliminasi dicampur dengan phenothiazin (1 : 7) efektif untuk mengeliminasi Heterakis sp dan A. galli hingga 90 % atau bahkan lebih. Heterakis sp dan A. galli hingga 90 % atau bahkan lebih. ∝ Mebendazole, 2 gram dalam 28 kg pakan. ∝ Mebendazole, 2 gram dalam 28 kg pakan. ∝ Tetramisole, kadar 10 % dalam air minum ∝ Tetramisole, kadar 10 % dalam air minum


Download ppt "NEMATODOSIS. ASCARIASIS PADA BABI Penyebab : Ascaris suum Habitat dan hospes : usus halus babi (hospes utama), sapi, kambing, domba, anjing dan manusia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google