Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dr. Arifudin Idrus Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Stolberg, Germany, 2005 PORPHYRY.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dr. Arifudin Idrus Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Stolberg, Germany, 2005 PORPHYRY."— Transcript presentasi:

1 Dr. Arifudin Idrus Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Stolberg, Germany, 2005 PORPHYRY Cu-Au DEPOSITS

2 Definisi/batasan Porfiri (tembaga) adalah endapan mineral mengandung sebaran tembaga, yang terdapat pada batuan beku plutonik (monzonit kuarsa, granodiorit dan tonalit).Porfiri (tembaga) adalah endapan mineral mengandung sebaran tembaga, yang terdapat pada batuan beku plutonik (monzonit kuarsa, granodiorit dan tonalit). Endapan epitermal terbentuk pada kedalaman dangkal (~1 km) dan dalam kisaran suhu 50 – 250°C.Endapan epitermal terbentuk pada kedalaman dangkal (~1 km) dan dalam kisaran suhu 50 – 250°C. “epithermal” (lebih dangkal/dingin)“epithermal” (lebih dangkal/dingin) “porphyry” (endapan lebih dalam/panas)“porphyry” (endapan lebih dalam/panas)

3 Mengapa endapan porfiri (dan epithermal) menarik? Harga emas & tembaga relatif tinggiHarga emas & tembaga relatif tinggi Perkembangan teknik pemisahan logamPerkembangan teknik pemisahan logam Banyak endapan epitermal dan porfiri ditemukan pada daerah tektonik plate-marginBanyak endapan epitermal dan porfiri ditemukan pada daerah tektonik plate-margin Perkembangan dalam konsep-konsep geologi untuk memprediksi daerah target eksplorasiPerkembangan dalam konsep-konsep geologi untuk memprediksi daerah target eksplorasi Perkembangan teknik geofisika, misalnya magnetik, IP, dll.Perkembangan teknik geofisika, misalnya magnetik, IP, dll.

4 Porfiri Porfiri tembagaPorfiri tembaga Porfiri molibdenPorfiri molibden Porfiri emasPorfiri emas Porfiri timahPorfiri timah

5 Sistem hidrotermal Sumber panasSumber panas –Tubuh intrusi (dike atau pluton) Batuan pembawa (host rock)Batuan pembawa (host rock) –Volkanik atau sedimen/metamorf Jenis fluidaJenis fluida –Larutan magmatik & air meteorik Gradien temperaturGradien temperatur –Tergantung kedalaman UkuranUkuran

6 Tipe alterasi Porfiri tembagaPorfiri tembaga –Propilitik –Argilik –Filik/serisitisasi –Potasik Porfiri timahPorfiri timah –Propilitik –Argilik –Filik/serisitisasi –Turmalinisasi Oksidasi Reduksi

7 Mineralogi alterasi ProfilitikProfilitik –Qtz-K-feld stabil, plag-mafic min teralterasi m'jadi ab plag, chl, ep, carb, mont, trem, act ArgilikArgilik –Qtz, kao, chl, sedikit mont FilikFilik –Qtz, ser yang disertai dengan py PotasikPotasik –Qtz, K-feld, bio, interm plag (ol-and) dan anh Tingkat hidrolisis

8 Mineralisasi Porfiri tembagaPorfiri tembaga kalkopirit, pirit, kalkosit, bornit, molibdenit, galena, magnetit, emas, tembaga kalkopirit, pirit, kalkosit, bornit, molibdenit, galena, magnetit, emas, tembaga Porfiri timahPorfiri timah arsenopirit, frankeit, pirotit, sfalerit, kal- kopirit, galena, stanit, fluorit arsenopirit, frankeit, pirotit, sfalerit, kal- kopirit, galena, stanit, fluorit tetrahedrit-tenantit, seelit tetrahedrit-tenantit, seelit

9 CLASSIC MODEL OF PORPHYRY DEPOSITS

10 Quartz-Monzonite model Three major models: 1.Quartz-monzonite 2.Diorite 3.Breccia

11 Sistem hidrotermal

12 Pasific Rim Au-Cu mineralisation models

13 Southeast Pasific rim Au-Cu mineralisation

14 Three major episodes of gold deposit formation are recognized in Southeast Asia, including Early Miocene, Middle to Late Miocene and Plio-Pliestocene. These epochs may reflect plate tectonic collisions and reorganization, with the youngest episode related to collisions in Taiwan (5 Ma) and the Banda arc (4 to 3 Ma). Uplift and erosion of pre-Pliocene deposits may also contribute to the relative abundance of young deposits.

15 The grade-tonnage plot for Southeast Asian gold deposits shows two major clusters of data: 1) porphyry deposits, which are low-grade and high-tonnage and 2) low-and intermediate-sulfidation deposits, which are medium- to high-grade and low- to medium- tonnage. Both deposit styles include deposits that contain > 100 t Au.

16 The copper deposits indicate a similar relationship between copper content and time of deposit formation to that shown by gold deposits, which reflects the close spatial and temporal relationships between copper and gold in Southeast Asia. Note the nearly logarithmic increase in copper content with time.

17 Ocean-ocean  Island Arc (IA) Ocean-continent  Continental Arc or Active Continental Margin (ACM) Principal subduction zones associated with orogenic volcanism and plutonism. Triangles are on the overriding plate. PBS = Papuan-Bismarck-Solomon-New Hebrides arc. After Wilson (1989) Igneous Petrogenesis, Allen Unwin/Kluwer.

18 Continental margin

19 Structure of an Island Arc Schematic cross section through a typical island arc after Gill (1981), Orogenic Andesites and Plate Tectonics. Springer-Verlag. HFU= heat flow unit (4.2 x joules/cm 2 /sec) Island Arc

20 Pemadatan magma hydrous Granodiorit porfir hipotetik D 1 = dyke S 1 menunjukkan batas saturasi H 2 O

21 Pemadatan magma hydrous Granodiorit porfir hipotetis Tahap kedua pendinginan lelehan jenuh H 2 O, yang disebut sebagai “second boiling” (resurgent boiling) BP 2 dan D 2 adalah pipa breksi dan dyke

22 Pemadatan magma hydrous Granodiorit porfir hipotetis Second boiling. BP 2 dan D 2 adalah pipa breksi dan dyke. Aktivitas magmatik pada pembentuk-an sistem porfiri Cu-Mo.


Download ppt "Dr. Arifudin Idrus Laboratorium Bahan Galian Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Stolberg, Germany, 2005 PORPHYRY."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google