Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

By : Drh. Pambangun M 0812 335 5757 SM IV PKH UB, 2013.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "By : Drh. Pambangun M 0812 335 5757 SM IV PKH UB, 2013."— Transcript presentasi:

1 By : Drh. Pambangun M SM IV PKH UB, 2013

2

3

4

5

6 Obat yg bekerja Pada mulut, pharyng : Sialagago, anti sialagago,demulsansia, antiseptik Pada oesophagus : phenothiazin Pada lambung : Stomatika, Demulsansia, Adsorbensia, Adstrengensia, Carminativa, Antasida, Emetika, An Emetika Pada Usus : katartika, laksansia anti diare

7 OBAT YG BEKERJA PADA MULUT DAN PHARYNG Sialagago > 1. reflex sialagago 2. direct sialagago Reflex sialagago  stimuli bud of the tounge, meningkatkan volume dan kenceran saliva digunakan untuk pengobatan hypoptyalismus saliva meningkat > asam lambung meningkat,->stomatika/ gastric stimulant Contoh : calumba, quassia,nux vomica, gentian, cinchona, quassia simple bitters : orange,lemon peel non aromatic simple bitters : gentian, calumba, quassia Except carnivore  anjing/kucing

8 Direct sialagago  stimuli parasympathetics nervus system  sensory half of salivary reflex Contoh : carbamoylcholine, arecoline, pilocarpine, physostigmine (neuromuscular purgative / intestine) Appetite Suppressants  sympathomimetics amine, mengurangi nafsu makan: dexamphetamine, chlorphentermine>obesitas anjing

9 Anti sialagago Obat ini biasanya untuk menurunkan kelebihan saliva yang diakibatkan oleh anestesi inhalasi. Mereduksi sekresi glandula alimentarius dan gland.respiratorius pada waktu yang sama. contoh: atropine Kerja pada CNS (Central Nervous System) dgn dosis terapi tdk terlihat efek negatif pada cerebral.

10 Hati-hati, dosis Atropin harus tepat Sedikit diatas dosis normal, ada stimuli dan kadang konvulsi pada kortek cerebralis. Dosis ditambah menstimuli medulla, ditambah lagi berefek pada spinal cord. Overdosis yang berlebihan mengakibatkan medullary depression, coma dan kematian. Kerja pada PNS (Peripheral Nervous System) menyebabkan paralysis of the muscarinic part of the parasympathetic division of the autonomic nervous system.

11 demulsansia Obat ini berfungsi sebagai pelumas melindungi membranamukosa saluran pencernaan mulai dari mulut, pharyng, oesophagus dan gastrium dari iritasi substansi kimia atau bacteri. Berdasar perbedaan susunan kimia ada 5 golongan demulsansia: 1. gula/ sugars : sucrose  expectoran, lactose, madu, molasses > acetonemia, malt extract/ bir, starch/kanji, flour/tepung, linseed mucilages / biji rami. 2. gums / getah : acacia/ gum Arabic dan tragacanth. 3. protein hewan : albumin > good demulcent and nutritional supplement, emetica local pada anjing dan kucing, dan gelatin. 4. minyak sayur dan glycerol 5. Senyawa lain seperti liquorice powder/kayumanis, bentonite

12 Antiseptik Buccopharingeal Contoh : - Sodium perborat, phenol,hexitidin, dibromo dropamid, biasanya berbentuk cair berfungsi sebagai pencuci mulut dan mengontrol pertumbuhan bakteri  Untuk terapi pengobatan ginggivitis dan stomatitis contoh lain : povidon iodine 1%

13 OBAT YG BEKERJA PADA OESOPHAGUS Obat obatan parasympathomimetic (arecoline dan pilocarpine) selain menstimuli sekresi saliva, juga meningkatkan peristaltic oesophagus untuk membebaskan choke/sumbatan pada oesophagus. Pada sapi dan kuda, adanya benda asing (kentang,umbi umbian). Phenothiazine dirivat tranquilizer menyebabkan relaksasi oesophagus membebaskan choke.

14 Obat yg bekerja pada lambung Stomatika : meningkatkan aktivitas lambung dan sekresi lambung, melalui peningkatan ekskresi dan motilitas. Contoh : - muskarinik agen - antagonis dopamin  metoclopramid”(efekAntidopaminergik di CTZ/chemo Receptor Triger Zone) - garam alkali - histamin metoclopramid  peristaltik meningkat tanpa meningkatkan sekresi saliva ataupun asam lambung Utk terapi mual karena obat antikanker, pemberian bahan radiologi,cegah muntah pasca operasi

15  Kontra indikasi : analgetic narcotic  Perdarahan saluran cerna,perforasi Efek samping :  Mengantuk, lesu Interaksi Obat :  Tdk boleh bersama dgn Atropin atau obat anti cholinergic lain dan analgesic narcotic

16 Anti stomatika : menurunkan aktivitas dan sekresi lambung Contoh : - anti muskarinik - adrenergik drugs - spasmodik gastrium : morfin, kodein - antagonik reseptor H2  cimetidin, ranitidin

17 Pelapis Mukosa Lambung Demulsansia, merupakan senyawa dengan masa molekul besar dan larut air Contoh : - zat gula - gums - protein hewani - minyak tumbuhan - gliserol Mekanisme kerja > melapisi, meniadakan iritasi, melindungi membrana mukosa saluran pencernaan bagian atas

18 Adsorbensia Contoh : kaolin,hydrated aluminium silicate>adsorbsi internal dan eksternal bentonit hydrated colloidal aluminium silicate>adsorbsi norit, adsorben pektin, sbg adsorben dan demulsansia bekerja dengan jalan: melapisi dan mengabsorbsi toxin, bakteri untuk dikeluarkan dari G.I  terapi : diare,ulserasi,kolitis, keracunan

19 Adstringensia Contoh : - acidum tanikum - mineral adstrengensia Mekanisme : Melapisi dgn jalan presipitasi Terapi : - diare - luka bakar

20 Kasus diare Adstringensia presipitasi pada permukaan usus > lapisan pelindung > Menurunkan peristaltik > Menunda transmisi isi usus >>>>>>penyerapan air pada ingesta >>>>konstipasi

21 Karminativa Obat yang dapat meningkatkan pengeluaran gas dari lambung. Umumnya karminativa berupa minyak volatil yang dieliminasikan lewat paru-paru, ginjal dan kulit. Contoh :Terpentin,Pipermin, serbuk anisi Ginger,Camphor,menthol Mekanisme kerja : Iritasi pada mukosa G.I  merelaksasi spinter kardia  gas keluar Terapi : bloat, tympani dan kolik

22 terapi : timpani & bloat Kolik

23 Contoh karminativa yang beredar di pasaran : - anti bloat : dimetikon - bloat remedy : dimetikon + suspensi silikat - neometeoryl : trigliserida polioksietilen - therabloat : poloxalene -tympasol : formaldehid + as. kresol sulfonat dimetil polioksan

24 Antasida:Yaitu obat yang menetralisir dan mengikat as. lambung yang berlebihan. Umumnya bersifat basa, tetapi bukan suatu basa karena tidak berisi radikal OH Sifat farmakologi dibagi atas : Antasida sistemik : Antasida yang ion-ionnya dapat diserap usus halus sehingga mengubah keseimbangan asam basa dan elektrolit dalam tubuh dan dapat terjadi alkalosis Contoh : Na. Bikarbonat NaHCO 3 + HCl  Na Cl + H 2 O + CO 2 Daya larut tinggi. CO 2 yang terbentuk akan menimbulkan efek karminatif.

25 A ntasida non sistemik Antasida yang kationnya membentuk senyawa yang tidak larut dalam usus,dan tdk diabsorbsi sehingga tdk mempengaruhi keseimbangan asam basa dalam tubuh Contoh : -aluminium hidroksid -magnesium hidroksid -kalsium karbonat.  antasida yg kuat, murah Proses penetralan asam kalsium karbonat diubah menjadi kalsium klorida. CaCO 2 + HCl -  CaCl 2 + H 2 O + CO 2 Efek samping : hiperkalsemia

26 Alumunium hidroksida ( Al(0H) 3 ) Al(OH) HCl  Al Cl H2O Daya menetralkan as lambung lambat, efek kerja lama Bereaksi dengan fosfat -> Al fosfat, sukar di absorbsi Ion Al bereaksi dengan protein > adstringensia Al juga berefek dengan sebagai demulsansia dan adsorbensia Efek samping : osteomalasia Gangguan abs. vitamin + tetrasiklin

27 Magnesium Hidroksida Mg (OH) 2 + HCl--  Mg Cl 2 + H2O Kelarutannya lama >kerja netralisir as. Lambung lama Mg(OH) 2 menyebabkan pelunakan tinja/efek katartika karena Mg tidak terabsorbsi dan menahan air.>> efek samping diare Dikombinasi dengan al. hidroksida. Penggunaan Antasida Pd. Hewan lambung tunggal > ulserasi peptikum Pd. Ruminansia > acidosis

28 emetika  Emesis merupakan mekanisme perlindungan tubuh dan kejadian emesis menunjukkan bahwa hewan telah memakan bahan yang bersifat iritasi.  Proses emesis tidak biasa terjadi pada kuda, ruminansia dan tikus dan umumnya terjadi pada kucing dan anjing. Hal ini disebabkan pada anjing dan kucing pertumbuhan dan perkembangan pusat muntah di otak sangat baik dan juga tidak jelas batas gastrium cardia sphinxter secara anatomi.

29

30 Fisilogi emesis, dimulai dari rasa mual/nausea

31

32 Etiologi dari pusat muntah 1.Stimulasi pusat muntah dari proyeksi thalamus, korteks, hipothalamus, karena sensasi sakit, takut. 2.aktivitas yang tinggi dalam sistem retikuler 3.obat-obat atau toksin yang berefek pada kemoreseptor triger zone 4.kenaikan tekanan intra kranial 5.tumor pada pusat muntah 6.epilepsi 7.hiperkalsemia

33 Etiologi dari perifer 1. stimulasi saraf vagus pada pharing/laring 2. stimulasi cabang pulmo dari nervus vagus 3. cardia aritmia 4. hepatitis 5. iritasi GIT 6. faktor-faktor penyebab stasis 7. antikolinesterase 8. glaukoma

34 Obat yang menyebabkan muntah disebut emetika yang diklasifikasikan menjadi dua, yaitu : -emetika sentral -emetika lokal/reflek emetika sentral emetika - menstimulasi pusat muntah: - - apomorfin hidroklorid - zylazin/rompun - prostaglandin - glikosida jantung

35 lokal emetika: menginduksi muntah dengan jalan mengiritir epitel oesophagus, lambung dan pharing. contoh : - natrium klorida - natrium karbonat - Cu SO4 - antimon - kalium tartat - ipecacuanha : emetin cephalin

36 Antiemetika Yaitu obat yang menekan pusat muntah. Prinsip kerja antiemetika: - blokir reseptor dopaminergik - blokir pusat muntah - melindungi GIT dari iritasi Penggunaan antiemetika: - hewan yang ditransportasi - terapi gastritis yang kronis - kemoterapi kanker (obat-obat citotoxic) - gangguan vestibuler, radiasi dan uremia

37 Agen antiemetika a. Antiemetika yang berefek perifer - agen pelindung : garam bismuth, pektin dan kaolin - sedativa lambung lokal dan antasida : garam alkali, Na bikarbonat, Ca karbonat - antikolinergik : hyoscine, glycopirolat

38 b. Antiemetika yang berefek sentral mekanisme kerja belum jelas, >antihistamin memblokir stimulasi perifer(yang berasal dari perifer)pusat muntah. Per oral diabsorbsi dgn baik sal cerna, dimetabolisme oleh hati, metabolit di ekskresi dlm urine. - antidopaminergik, sebagai antagonis dopamin (obat yg memblokir reseptor dopamin) secara sentral menghambat stimulasi CTZ, mempunyai efek prokinetik.

39 - golongan antihistamin - (antihistamin antiemetik) : difenhidramin, siklizin hidroklorid, buklizin hidroklorid,dll contoh: metoclopramide, domperidone

40 C. Antiemetika broad spectrum Terutama untuk muntah yang disebabkan karena radiasi, anestesi, uremia Contoh : trimethobenzamid hidroklorid (tigan) > dpt menimbulkan gejala ekstrapiramidal seperti distonia akut >>> obat harus dihentikan

41 Farmakologi rumen Pengertian : Rumen merupakan suatu kantung besar untuk menyimpan makanan sementara dan tempat berlangsungnya proses fermentasi Microorganisme dalam rumen (protozoa,yeast,bacteria-  Streptococcus bovis ) Antara Mikroorganisme tsb dgn ruminansia terjad Simbiosis mutualisme Proses fermentasi terjadi pada lingkungan rumen yang anaerob

42

43

44

45 Inaktif sbg estrogen Contoh inaktivasi : 1. kloramfenikol reduksi menjadi amina. 2. glikosida digitalis dirusak isi rumen 3. Saponin mengalami degradasi 4. Oxalate dlm pakan dirusak enzym oxalase dlm cairan rumen 5. Phyto estrogenik iso flavin inaktiv sbg estrogen

46 Contoh aktivasi : 1. miserotoxin (nitro sugar) dimetabolisasi menjadi 3 nitro-1propanol senyawa toksik 2. cyanogenik glucosida akan membebaskan cyanida atas bantuan microbia glukosidase 3. garam-garam an organik mengalami reduksi Nitrat reduksi menjadi ammonia 4. tryptophan dan asam indol acetat dirubah menjadi 3 methyl indole merupakan metabolit yang toksik

47 e. Absorbsi obat Epirumino retikulum bersifat permeabel untuk obat larut lemak dan impermeabel terhadap ion transfer obat > secara difusi non ion

48 Faktor yang mempengaruhi abs. obat dari Ruminoretikulum :  jumlah vol. cairan ingesta  stasis rumen  aliran darah

49

50

51 Obat yg bekerja pada usus

52 1. katartika obat yang menyebabkan intensifikasi aktivitas usus sehingga menyebabkan isi usus keluar dari kolon ke rektum Prinsip : mempercepat gerakan peristaltik usus  defekasi Aplikasi : terapi konstipasi pengeluaran zat yang bersifat racun pengeluaran gas pada fermentasi pengobatan oedem dan cacingan

53 efek buruk : - mengganggu abs. bahan gizi -menghambat sintesa vit. Oleh bakteri -mengganggu abs. mineral kontra indikasi : - gastritis -hewan bunting

54 Prinsip kerja katartika :  Mempercepat peristaltik usus  defikasi  Dosis kecil sbg katartika, ditambah sbg laksansia, yg efek ringan sbg lenitiva, yg efek kuat sbg drastika

55  Macam –macam Katartika :  A. Lubricant laksansia :  Mekanisme kerja :  Mengemulsi feses, melapisi mukosa dan melicinkan sehingga mempermudah keluarnya feses

56  Keburukannya :  Konstipasi kronis  mengurangi iritasi  gerak feses lambat Pelapis mukosa usus  mengganggu absorbsi Protein, KH, Lemak dan Vitamin  Contoh : parafin liquidum,  Dioctyl sodium Sulfosuccinat (Dioctyl NaSS)

57 B. Bulk purgativa Memperbesar isi intestinum  distensi dinding usus  Kontraksi muskulus  Gerakan peristaltik meningkat 1.simple bulk purgativa - agar - metil selulose - laktulosa - karboksi metilselulosa (CM C)

58 2.saline bulk purgativa / osmotik purgativa - mencegah reabsorsi air - menarik air intestinum contoh : garam yang sukar diabsorbsi. Garam inggris Garam epsom / magnesium sulfat Garam glauber /sodium sulfat saline bulk purgative kurang nyata pada kuda

59 C. Iritant purgativa  Efek langsung / Direct Irritant Purgative Contoh : - kalomel/merkuri klorida - fenolftalin - castrol oil (olium ricini) - olium rini - minyak nabati  proses laksasi  saponifikasi

60  Glyserol  pelunak feses  Sabun yg mengandung Na dan K  iritasi Efek tidak langsung /  Indirect Irritant Purgative Contoh : - Aloes - Cascara Sagrada - Rheum

61 D. Neuromuscular Purgatives Obat ini berisi parasympathomimetic agents dan reversible cholinesterase inhibitors. Contoh : Arecoline Carbachol Physostigmine Salicylate / eserine salicylate

62 E. Enemata Contoh : Air hangat Air mengandung sabun Gliserine Sodium Dioctylsulphosuccinate

63 ANTI DIARE  Diare : proses fisiologis untuk mengeluarksn cairan dan zat zat yang tidak berguna  Diare merupakan mekanisme perlindungan tubuh dari gangguan penyakit

64  Etiologi diare :  Zat kimia  Keracunan makanan  Alergi  Infeksi : virus, bakteri, protozoa, jamur, cacing  Pengaruh syaraf

65 Mekanisme terjadinya diare : sekresi cairan dan elektrolit dari sel epithel usus ke dalam lumen usus. Peningkatan osmolaritas cairan usus karena intoleransi disakarida (laktosa) peningkatan motilitas usus halus Terapi diare : cairan elektrolit antidiare.

66 Berdasarkan mekanisme kerja dibedakan atas : obat pengubah konsistensi tinja. obat anti motilitas - anti sekretorik - anti mikrobia Obat pengubah konsistensi tinja adsorbensia : kaolin, pektin, attapulgite, norit (tabonal/zat arang aktif) prinsip : menyerap mengikat toksin adstringensia : tanalbumin, garam-garan bismuth, garam alumunium

67 Anti Motilitas golongan opium derivat petidin (difenoksilat, loperamid) antikolinergik Anti sekretorik indometasin, bismuth sub salisilat gol. Fenotiazin somatostatin

68 Anti mikrobia bakteri kolera : - sulfonamid shigella spp. : - sulfonamid - kotrimoksasol - kloramfenikol - ampisilin - tetrasiklin entamuba : - senyawa oksikinolin - senyawa nitro imidazol

69  Cacing : piperasin - albendazol - niclosamide -Fungi : ketokonazol - nystatin -

70  Selamat belajar  Semoga berhasil See the next slides>>>>>>>>>>>>>>>>>

71 Belajar menjawab >  Apa yang dimaksud dengan stomatika dan antistomatika ?  Jelaskan mekanisme terjadinya bloat dan bagaimana terapinya !  Jelaskan mekanisme emesis.  Jelaskan proses biokimiawi obat dalam rumen.  Bagaimana prinsip terapi diare?

72  Mekanisme kerja laksansia, adstrengensia, antiemetika/an emetika, dll.  Jelaskan obat yg bekerja pada mulut, pharyng dan oesophagus  Jelaskan obat yg bekerja pada intestinum


Download ppt "By : Drh. Pambangun M 0812 335 5757 SM IV PKH UB, 2013."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google