Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kode : PRC 201 SKS : 2 / teori Norberta Nastiti Utami.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kode : PRC 201 SKS : 2 / teori Norberta Nastiti Utami."— Transcript presentasi:

1

2 Kode : PRC 201 SKS : 2 / teori Norberta Nastiti Utami

3 Deskripsi mata kuliah Mata kuliah wajib tempuh ini berbobot 2 sks, memperkenalkan tentang pengertian linguistik, hakekat bahasa, fungsi bahasa, sejarah perkembangan linguistik, bidang cakupannya serta pengertian dasar tentang menganalisis bahasa yang di dalamnya memuat tentang Pragmatik, Semantik, Sintaksis, Morfologi, Leksikon dan Fonologi. Materi kuliah meliputi kajian tentang pengertian linguistik, beberapa konsep tentang bahasa, dikotomi dari Saussure, fungsi bahasa, tokoh-tokoh linguistik abad 20, aliran-aliran linguistik dan bidang cakupan serta berbagai kajian linguistik. Kegiatan pembelajaran berupa tatap muka, diskusi dan pemberian tugas. Evaluasi berupa ujian tulis dan kuis.

4 Kompetensi mata kuliah  Mata kuliah ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan umum mengenai linguistik, gambaran umum tentang bahasa, bentuk, makna serta fungsinya. Juga kajian yang berkaitan dengan terapannya dan kajian interdisiplin.

5 PENILAIAN  KOMPONEN BOBOT - kehadiran dan partisipasi 10 % - diskusi/ kuis/ tugas 20 % - ujian tengah semester 35 % - ujian akhir semester 35 % total 100 %

6 ISTILAH LINGUISTIK Kata ‘linguistik’ --- dari kata Latin lingua berarti ‘bahasa’. Kata yang serupa dg lingua dalam bhs. Prancis, yaitu langue dan langage, dan dalam bhs. Itali lingua. Sedangkan dlm bhs. Inggris, language (dari bhs. Prancis). Istilah linguistics dlm bhs. Inggris berkaitan dengan language. Dlm bhs. Prancis linguistique berkaitan dengan langage. Dlm bhs. Indonesia ‘linguistik’ adalah nama bidang ilmu yang berarti ‘ilmu bahasa’ atau ‘ilmu tentang bahasa.

7 Tujuan dan manfaat mempelajari linguistik. Linguistik dipelajari dengan pelbagai maksud dan tujuan. - Linguistik itu dipelajri demi ilmu itu sendiri -L-Linguistik dipelajari sebagai dasar bagi ilmu-ilmu lain seperti kesusastraan, filologi, pengajaran bahasa, penerjemahan dsb. Dengan mempelajari linguistik, orang lebih mudah memahami liku-liku bahasa yang merupakan materi dari ilmu-ilmu tersebut.

8 -M-Manfaat langsung diperoleh oleh mereka yang akan memperdalam ilmu yang berkaitan dengan bahasa. - untk memperdalam kesusastraan - untk memperdalam filologi – memahami teks-teks tulis. -B-Bagi mahasiswa yg mengikuti kuliah linguistik, akan mem peroleh manfaat bila tujuan akhirnya untuk belajar bahasa. -B-Bagi guru bahasa, dengan memahami sifat-sifat dan ciri- ciri bahasa pada umumnya maupun bahasa yang akan dipela jarinya, dapat melakukan pemilihan bahan dan penjenjangan pengajaran secara lebih baik dan lebih rapi.

9 Apa itu bahasa ?  Language is a system of arbitrary conventio nalized vocal, written, or gestural symbols that enable members of a given community to communicate intelligibly with one another (Brown, 2000: 5).  Bahasa adalah sistem tanda bunyi yang disepakati unt dipergunakan oleh para anggota kelompok masyarakat tertentu dalam bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri (Kushartanti, 2005: 3)

10 . Bahasa adalah sebuah sistem : - sistematis - sistemis. Bahasa adalah sistem tanda. Bahasa adlah sistem tanda bunyi. Bahasa digunakan berdasarkan kesepakatan. Bahasa bersifat produktif. Bahasa bersifat unik. Bahasa juga bersifat universal. Bahasa mempunyai variasi-variasi karena dipakai oleh kelompok manusia

11 Dikotomi pandangan Saussure Telaah Diakronis dan Sinkronis Langue dan parole Signifiant dan signifié Hubungan Sintagmatik dan hubungan Paradigmatik

12 Telaah Diakronis dan telaah Sinkronis - Telaah Diakronis, merupakan upaya untuk mempelajari bahasa dari waktu ke waktu. - Telaah Sinkronis, merupakan upaya mempelajari bahasa pada satu waktu tertentu. Sebelum Saussure bahasa selalu ditelaah secara historis atau diakronis saja. Dengan pandangan yang dikemu kakan oleh Saussure, suatu bahasa dapat dideskripsikan tanpa harus melihat sejarahnya.

13 Langue dan Parole - Langue adalah keseluruhan sistem tanda (signe) yang merupakan produk dan konvensi masyara- kat dan berfungsi sebagai alat komunikasi anta- ra para anggotanya, sifatnya abstrak. - Parole adalah pemakaian langue oleh tiap-tiap anggota masyarakat bahasa; sifatnya konkret karena parole tidak lain merupakan realitas fisis yang berbeda dari satu orang ke orang lain. - Objek linguistik tidak lain adalah langue, sedangkan untuk mengkaji langue dilakukan melalui parole.

14 Signifiant dan Signifié - Tanda bahasa menyatukan suatu konsep dengan citra bunyi. Citra bunyi adalah kesan psikologis yang timbul dalam pikiran kita. Citra bunyi inilah yang disebut dengan signifiant. - Signifié adalah kesan makna yang ada dalam pikiran kita. - Signifiant dan signifié berhubungan erat, tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Keduanya merupakan satu kesatuan psikologis yang berdwimuka.

15 Hubungan Sintagmatik dan Paradigmatik - Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur- unsur yg terdapat dlm suatu tuturan. Unsur-unsur ini tersusun secara berurutan sehingga bersifat linear. Hubungan sintagmatik ini terdapat dlm tataran fonologi, morfologi dan sintaksis. - Hubungan paradigmatik adalah hubungan di antara unsur-unsur yang terdapat dalan suatu tuturan dengan unsur-unsur yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan, hubungan in absentia. Hub. Paradigmatik dapat kita peroleh dg cara penyulihan atau substitusi atau komutasi, dan trdapat dalam tataran fonologi, morfologi dan sintaksis.

16 FUNGSI BAHASA - Pengertian fungsi → cara orang menggunakan bahasanya. Orang melakukan sesuatu dengan bahasa nya, dg cara bertutur, menulis, mendengarkan dan membaca. - Fugsi sosial → sebagai makhluk sosial senantiasa berhubungan dg orang lain → membutuhkan alat unt berinteraksi → bahasa sbagai alat penghubung antar manusia di dalam masyarakat - Fungsi kultural → sebagai sarana menyampaikan kebudayaan dari generasi ke generasi. Bahasa sebagai bagian dari budaya sekaligus sebagai alat menyimpan dan mewariskan ke generasi mendatang. Sarana mewariskan Ilmu Pengetahuan → guru mengajar, ilmuwan menyampaikan hasil pemikirannya (Suwito, 1983).

17 - Malinowski (antropolog) → bahasa berfungsi pragmatik atau praktis dan ritual atau magis, yang berkaitan dg keagamaan dalam satu budaya. - Karl Buhler → fungsi bahasa scr perseorangan, atas org I, org II, org III. Fungsi ekspresif, pema kaian bahasa mengarah pd diri sendiri; fungsi konatif, pemakaian yg mengarah pd lawan bica ra ; dan fungsi representasional yg mengarah pd kenyataan lain di luar pembicara dan lawan bicara (penggolongan ini bersumber pd pemikiran Plato dan terkait dg tatabahasa ).

18 - Roman Jakobson menambahkan 3 fungsi lain. Fungsi poetik yg mengarah pada pesannya; fungsi transaksional yg mengarah pd sasaran nya ; dan fungsi metalinguistik yg mengarah pada kodenya. - Halliday mengemukakan 7 fungsi bahasa. 1. Fungsi instrumental → bhs menghasilkan kondisi tertentu dan menyebabkan terjadinya peristiwa- peristiwa tertentu. Tindak komunikasi imperatif. Ex. - Cepat pergi ! - Sampaikan salam hormat saya kepada Beliau.

19 2. Fungsi regulasi → bahasa sbg pengawas, pengendali atau pengatur peristiwa / orang lain - Kalau kamu mencuri maka kamu pasti dihukum. - Kalau Anda tekun belajar maka Anda akan lulus dengan baik. 3. Fungsi pemerian/ representasi → bhs unt mem buat pertanyaan-pertanyaan atau menyampaikan fakta yg sebenarnya yg dilihat atau dialami. - Gula manis - Jalan ke Tawangmangu naik turun dan berkelok- kelok.

20 4. Fungsi interaksi → bhs unt menjamin dan memantapkan keberlangsungan komunikasi dan menjalin interaksi sosial. - Penyapa mestinya menyapa dg sapaan yg tepat dan hormat. - Penutur hrs mempertimbangkan mitra tutur dan adat istiadat serta budaya lokal. 5. Fungsi perorangan → memberi kesempatan kpd pembicara unt mengekspresikan perasaan, emosi serta reaksi-reaksi yg mendalam. - Dari bahasanya dpt diketahui apakah seseorang sdg marah, jengkel atau gembira.

21

22 6. Fungsi heuristik → penggunaan bhs unt memperoleh pengetahuan, dilakukan dengan mengajukan pertanyaan. Anak -anak bertanya dg ‘apa’, ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’. - Apa itu matahari ? - Mengapa ada matahari ? 7. Fungsi imajinatif → bhs sebagai pencipta sistem, gagasan, atau kisah yang imajinatif. Fungsi ini biasanya unk mengisahkan cerita, membacakan lelucon, atau menuliskan cerpen dst.

23 TEORI DAN ALIRAN LINGUISTIK Penggunaan istilah teori dan aliran linguistik, - teori linguistik, mengacu pada seperangkat hipotesis yang menggunakan landasan filosofis tertentu yang dipakai sebagai pegangan dalam mengkaji, membahas dan menganalisis fenomena bahasa. - aliran linguistik mengacu pada suatu paham atau teori yang diyakini kebenarannya oleh sekelompok ahli bahasa yang secara patuh dan bahkan ke taraf fanatik dalam pemikiran mereka.

24 NAMA TEORI NAMA ALIRAN - Teori tradisional - Aliran Tradisional - Aliran Stoa - Teori Struktural - aliran struktural (strukturalisme) - strukturalisme Amerika (Bloom fieldians) - Saussurians (aliran jenewa) - Firthians (aliran London) - aliran praha - Teori transformasi - aliran transformasi - Chomskians - aliran Mentalisme - Teori tradisional, struktural, - aliran tagmemik (aliran yang transformasi, relasional, bersifat eklektik atas dasar pilih case grammar an komponen tertentu dari teori tertentu

25 ALIRAN TRADISIONAL - Landasan pemikiran : pola pemikiran secara filosofis - Pelopor : Plato – Aristoteles - Tokoh : C.A. Mees, Van Ophuysen, St. Takdir Alisyahbana, dll. - Hakikat bahasa : mencampuradukkan antaraa bahasa (dlm arti yang sebe narnya ) dengan tulisan ( perwujudan bahasa dengan lambang grafis). - Kriteria kegramatikalan: didasarkan pada norma secara ketat dan taat asas. Setiap pelanggaran kaidah dianggap sebagai kesalahan berbahasa. - Level gramatikal : belum rapi terdiri atas huruf, kata dan kalimat. - Proses berbahasa : merupakan proses berpikir. - Cara memperoleh bahasa : dengan menghafal definisi kemudian dihafalkan contoh-contohnya. - Kedudukan kaidah : tata bahasa yang dipakai disebut tata bahasa preskrip tif (berdasarkan benar-salah) dan normatif ( berdasar norma yg berlaku). - Objek analisis: masalah tata bahasa didominasi masalah jenis kata dan uraian kalimat atas subjek – predikat.

26 ALIRAN STRUKTURAL - Landasan pemikiran : behavioristik → jiwa sesorang dan hakekat sesuatu hanya dapat dideteksi lewat tingkah laku dan perwujudan lahiriah yang tampak. - Pelopor : Ferdinand de Saussure - Tokoh : L. Bloomfield, Nida, E. Sapir, R. Jacobson dll - Hakekat bahasa : bahasa sebagai sistem tanda (sé dan sa) yang arbitrer dan konvensional, berupa ujaran, merupakan faktor kebiasaan (habit) dan merupakan deretan sintakmatik dan paradigmatik. - Kriteria kegramatikalan : berdasarkan keumuman, bentuk yang salah dan tdk sesuai dg kaidah tata bahasa dapat dinyatakan gramatikal asalkan sudah lazim. - Level gramatikal : ditegakkan secara rapi,terdiri atas morfem, kata, frase, klausa dan kalimat. - Proses berbahasa : merupakan suatu proses rangsang tanggap (stimlus- respon).

27 - Cara memperoleh bahasa : dilakukan dengan menggunakan metode drill and practice, bentuk latihan yang terus menerus dan berulang-ulang, sehingga membentuk suatu kebiasaan. - Metode pembelajaran bahasa : teori struktural melahirkan metode lang sung dengan pendekatan oral. Juga dengan metode drill and practice, latihan terus menerus dan berulang-ulang shg membentuk kebiasaan. - Objek Analisis : bertolak dari kata atau bidang morfologi tanpa menga baikan bidang sintaksis dan fonologi. - Kedudukan kaidah : kegramatikalan berdasarkan keumumman sehingga bentuk-bentuk ang secara kaidah sebenarnya betul akan tetapi belum umum, maka bentuk tersebut dinyatakan tidak gramatikal. - Bidang morfologi dan sintaksis dipisahkan secara tegas.

28 ALIRAN TRANSFORMASI - Landasan pemikiran : berlandaskan paham mentalistik, berbahasa merupakan proses kejiwaan / mental, erat kaitannya dengan psikolingguistik. - Pelopor : A. N. Chomsky - Hakikat bahasa: bahasa merupakan warisan keturunan (innate), bersifat kreatif, terdiri atas lapis dalam dan lapis permukaan dan terdiri atas unsur competent dan performance. - Kriteria kegramatikalan: kegramatikalan berdasarkan kaidah secara kreatif. Walaupun suatu bentuk bahasa belum umum asal pembentukannya sesuai dengan kaidah yg berlaku, tidak ada halangan untuk diakui sebagai bentuk yg gramatikal. - Level gramatikal : terdiri atas morfem, kata, frase dan kalimat, eksistensi klausa tidak diakui. - Proses berbahasa : merupakan proses kejiwaan di dlm diri peserta bicara, bukan sekedar proses fisik.

29 - cara memperoleh bahasa dilakukan secara alami dengan modal innate. Walaupun dilatih dengan metode drill and practice, siapapun tidak akan bisa berbicara jika tidak memiliki innate dan LAD (language aquisition device) - Metode pembelajaran dilakukan dengan mengembangkan kemampuan linguistik (linguistic competence) dan per formansi linguistik (linguistic performance). - Objek analisis: analisis bertolak dari kalimat. Kaum transformasi beranggapan bahwa kalimat merupakan tataran gramatikal tertinggi, dengan diagram pohon.

30 ALIRAN TAGMEMIK - Landasan Pemikiran : aliran ini bertolak dari wawasan kesemestaan bahasa: adanya kesamaan prinsip pada semua bahasa yang ada di dunia. - Hakekat bahasa: mengakui kebenaran berbagai aliran pada aspek- aspek tertentu dan mendudukkannya secara proporsional. Dari aliran tradisional --- analisis fungsi-fungsi kalimat aliran struktural --- analisis kategori-kategori gramatikal case grammar ---- analisis peran relasionalisme ---- hub antarbagian di dalam struktur - Kriteria kegramatikalan, memenuhi ciri slot, klas, peran dan kohesi. - Level gramatikal yang ada berupa morfem, kata, frase, klausa. Kalimat, alinea, monolog, dialog, percakapan dan wacana.

31 - Proses berbahasa merupakan proses komunikasi kontekstual. - Cara memperoleh bahasa dengan gabungan dari innate dimatangkan dengan latihan-latihan - Metode pembelajaran, aliran ini menggunakan dua pendekatan sekaligus, yaitu pendekatan komunikatif dan kontekstual - Objek analisis, analisis bertolak dari tataran wacana. Me nempatkan klausa sebagai struktur gramatik yang istimewa. - Kedudukan kaidah, menempatkan setiap struktur sesuai dengan kedudukannya dalam hierarkhi.

32 FONETIK DAN FONOLOGI  Bahasa lisan yang menjadi objek kajian utama linguistik merupakan rangkaian bunyi yang diujarkan oleh penutur. Mitra tutur mampu memahami bunyi bahasa yang diujarkan oleh penutur melalui pendengarannya.  Ujud fisik bahasa pada dasarnya adalah ciri-ciri fisik bahasa yang dilisankan atau diujarkan.  Baik fonetik maupun fonologi berkenaan dengan satuan terkecil bahasa, yaitu bunyi.  Fonetik berkenaan dg proses pembunyian, realisasi, dan penangkapan melalui indra pendengaran, tanpa memperhatikan fungsinya.  Fonologi berkenaan dg fungsi bunyi-bunyi bahasa sebagai satuan bahasa yang memiliki fungsi pembeda (distingtif). Fonologi merupakan studi bahasa yang berkenaan dengan sistem bahasa, organisasi bahasa, serta merupakan studi fungsi linguistis bahasa.

33  Aspek fisik bahasa mencakup tiga aspek. Pertama, bagaimana bunyi bahasa dihasilkan oleh alat bicara. Kedua, bagaimana ciri-ciri bunyi bahasa yang diujarkan. Ketiga, bagaimana bunyi bahasa itu dipahami melalui indra pendengaran.  Aspek pertama disebut aspek produksi bunyi bahasa. Aspek kedua disebut aspek akustis bunyi bahasa. Aspek ketiga disebut aspek persepsi bunyi bahasa.  Sesuai dengan aspek-aspek fisik yang terlibat dalam bahasa, fonetik dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu fonetik artikula- toris, fonetik akustik dan fonetik auditoris.  Fonetik artikulatoris, merupakan fonetik yang mempelajari masalah anatomis dan fisiologis berkenaan alat bicara untuk memproduksi bahasa.  Fonetik yang mempelajari masalah sifat atau ciri bahasa sebagai gelombang bunyi yang disalurkan melalui udara disebut fonetik akustik.  Fonetik yang mempelajari bagaimana alat pendengaran menang- kap bunyi bahasa disebut fonetik auditoris.

34 PRODUKSI BUNYI BAHASA  Bagaimana dan dari mana bunyi bahasa dihasilkan ? Unt menghasilkan bunyi bahas yg benar diperlukan, 1) alat bicara yang normal, 2) ketrampilan dan kemampuan organ alat bicara dalam produksi melakukan artikulasi, 3) kemampuan mengatur pernapasan unt mengalirkan udara ke rongga tenggorokan, mulut dan hidung. - Proses produksi bahasa dalam fonetik artikulatoris melibatkan empat proses, yaitu 1) ‘proses pembunyian’, 2) ‘proses aliran udara’, 3) ‘proses artikulasi’, 4) proses oronasal. ALAT BICARA → alat bicara merupakan perangkat anggota tubuh manusia yang berfungsi sebagai sumber bunyi. Sumber bunyi yang ada dalam tubuh manusia dapat dipilah menjadi 3 bagian, yaitu bagian rongga mulut disebut artikulator, bagian tenggorokan dan bagian rongga badan.

35  Artikulator atau alat ucap yang terdapat di dalam rongga mulut berfungsi sebagai pengatur artikulasi dan volume rongga mulut.  Pengaturan volume ruang diperlukan untuk menghasilkan bunyi yang diinginkan.  Artikulator dikelompokkan menjadi dua, yaitu artikulator aktif dan artikulator pasif.  Artikulator aktif adalah alat ucap yg secara aktif bergerak membentuk hambatan aliran udara. Yang termasuk di dalamnya yaitu bibir bawah dan lidah.  Artikulator pasif adalah alat ucap yang diam (tidak aktif bergerak), dan berfungsi sebagai daerah artikulasi, yaitu lokasi tempat artikulator aktif menghambat atau menutup aliran udara. Yang termasuk di dalamnya adalah bibir atas, gigi atas, gusi, langit-langit keras dan langit-langit lunak.  Pada pangkal tenggorok tdpt pita suara yang membentuk celah yang disebut glotis. Pita suara mengatur lebar sempitnya glotis dan menjadi salah satu sumber bunyi yg bergetar akibat aliran udara dari paru-paru menuju ke tenggorokan. Proses yg terjadi di pita suara disebut proses pembunyian (the phonation process)

36 MORFOLOGI - Pengertian - Beberapa istilah penting: morfem, kata, morf, alomorf, jenis morfem dan proses morfologis. - Jenis morfem - berdasarkan banyaknya alomorf - menurut kemungkinannya berdiri sbg kata - menurut jenis morfem yg menyusunnya - menurut hub formal bagian-bagian morfem - berdasarkan jumlah fonem yg memben tuknya - macam dan maknanya

37 Morfem dapat dikenal karena kemunculannya yang berulang  membuat buat membeku beku membusuk busuk membaik baik membesar besar membengkak bengkak Dari data tsb muncul kesimpulan bahwa / m ә m / merupakan satu morfem, karena muncul 6 kali dengan makna yg sama. Sebelum mempertimbangkan data lain, kita tidak dpt langsung berkesimpulan sprt di atas. Status morfemis bentuk / m ә m / dianggap sebagai morf.

38  / m ə / merawat  / m ə m / membawa  / m ə n / mencari  / m ə ñ / menganga  / m ə η / menyanyi Dari data di atas diperoleh bentuk / m ə /, / m ə m /, / m ə n /, / m ə ñ / dan / m ə η / yg berfungsi sama, bermakna sama dan berkemiripan bentuk. Dengan menghubungkan morf / m ə m / di atas dg keempat bentuk morf yang lain, barulah dapat disimpulkan bahwa kelima morf tersebut membentuk satu kesatuan, yakni morfem {m e}. Pada tahap ini status morf / m ə m / berubah menjadi alomorf / m ə m / dari morfem { m e}

39 Proses morfologis  Pengimbuhan atau afiksasi  Pengulangan atau reduplikasi  Penambahan atau perubahan intern  Pemajemukan atau komposisi  Proses yang mngubah bentuk kata - infleksi --- perubahan morfemis dg mempertahankan identitas leksikal dr kata yg bersangkutan. Ex. bhs. Inggris, friend dan friends, dlm bhs. Prancis ? - derivasi ---- perubahan morfemis yg menghasilkan kata dg identitas morfemis yg lain. Ex. dlm bhs.Inggris, to befriend (v) derivasi dr friend, dan bhs. Prancis ?

40 BEBERAPA KATEGORI MAKNA GRAMATIKAL 1. Jumlah : membedakan kategori tunggal dan jamak 2. Jenis : afiks pd kt benda atau sifat menunjukkan kategori maskulin atau feminin 3. Milik : beberapa bhs menggunakan afiks 4. Kala : wktu terjadinya suatu perbuatan – skarang, blm lama lampau, lampau, akan dtang – dinyatakan dg afiks (dlm bbrapa bhs.). 5. Aspek : bertalian dg macam perbuatan tanpa mempersoalkan tempatnya dlm waktu. Dikenal kategori makna kontinuatif, progresif (tngah berlagsung), inseptif (baru mulai), sesatif (sudah usai) dan repetitif (berulang-ulang). 6. Diatesis: menggambarkan pelaku dan perbuatan, dikenal diatesis aktif, pasif, refleksif, resiprok dan transitif. 7. Orang 8. Modus: suasana psikologis suatu perbuatan yg ditafsirkan pembicra. Modus indikatif (sikap objektif), optatif (harapan), interogatif, kondisional (persyaratan) dan imperatif.

41 SINTAKSIS * Pengertian Menelaah struktur satuan bhs yang lebih besar dr kata, mulai dr frasa hingga kalimat. Struktur = urutan kata. Sebagian besar makna suatu frasa bergantung pada urutan kata pembentuknya. Contoh dlm BI dan dlm BP ( un homme grand : un grand homme ). Namun terkadang perubahan urutan tdk berpengaruh pada makna, ( lihat contoh). * Gramatikal dan tidak gramatikal Setiap kalimat merupakan rangkaian kata, tetapi tidak semua rangkaian kata adalah kalimat. Rangkaian kata yang mengikuti kaidah sintaksis disebut gramatikal, yang tidak memenuhi kaidah sintaksis disebut tidak gramatikal. (lihat contoh) * Tafsir Ganda → ketaksaan struktural, yang timbul karena perbedaan struktur, berbeda dengan ketaksaan leksikal.

42


Download ppt "Kode : PRC 201 SKS : 2 / teori Norberta Nastiti Utami."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google