Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 KTD & HUKUM ISLAM TENTANG ABORSI Endang Surani,S.SiT, M.Kes.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 KTD & HUKUM ISLAM TENTANG ABORSI Endang Surani,S.SiT, M.Kes."— Transcript presentasi:

1 1 KTD & HUKUM ISLAM TENTANG ABORSI Endang Surani,S.SiT, M.Kes

2 2 KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN ERAT KAITANNYA DENGAN ABORSI ILEGAL

3 3 PENYEBAB: INDONESIA TIDAK PUNYA PERATURAN PERUNDANGAN DAN FATWA YANG MEMUNGKINKAN PEMBERIAN PELAYANAN ABORSI YANG AMAN AKIBATNYA: 1. PERMINTAAN ABORSI KEPADA ORANG YANG TAK KOMPETEN TINGGI SEKALI 2. KEMATIAN SIA-SIA IBU DENGAN KEHAMILAN YANG TAK DIINGINKAN TINGGI 3. BERKONTRIBUSI TERHADAP TINGGINYA ANGKA KEMATIAN IBU  INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERENDAH DI ASEAN

4 4 APA PENYEBAB TAK ADANYA PELAYANAN ABORSI YANG AMAN DI INDONESIA?

5 5  FATWA MUI TENTANG ABORSI (KEPUTUSAN MUNAS VI MUI TH. 2000: 1.MELAKUKAN ABORSI SESUDAH NAFKH AL RUH HUKUMNYA ADALAH HARAM KECUALI JIKA ADA ALASAN MEDIK SPT. MENYELAMATKAN NYAWA SIIBU 2. MELAKUKAN ABORSI SEJAK TERJADINYA PEMBUAHAN OVUM WALAUPUN SEBELUM NAFKH AL RUH, HUKUMNYA ADALAH HARAM, KECUALI ADA ALASAN MEDIK ATAU ALASAN LAIN YANG DIBENARKAN OLEH SYARIAH ISLAM

6 6  FATWA MUKTAMAR MAJLIS TARJIH MUHAMMADIYAH KE 21 TH YANG DIKUATKAN OLEH MUNAS TH. 2003: 1.BAHWA ABORTUS PROVOCATUS CRIMINALIS SEJAK TERJADINYA PEMBUAHAN HUKUMNYA HARAM 2. BAHWA ABORTUS PROVOCATUS MEDICINALIS DAPAT DIBENARKAN LANTARAN DARURAT YAITU ADANYA KEKHAWATIRAN ATAS KESELAMATAN ATAU KESEHATAN IBU WAKTU MENGANDUNG DAN MELAHIRKAN BERDASARKAN HASIL KONSULTASI DENGAN PARA AHLI YBS

7 7  UU NO. 23 TAHUN 1992 SAMPAI HARI INI TAK PUNYA PERATURAN PEMERINTAH, KHUSUS YANG MENJABARKAN PASAL 15 UU TSB. (DALAM KEADAAN DARURAT UNTUK MENYELAMATKAN NYAWA SIIBU DAN ATAU JANINNYA DAPAT DILAKUKAN TINDAKAN MEDIS TERTENTU)  KUHP PASAL 299, 345, 346, 347, 348, 349 DAN 350  YANG SEMUANYA MENGANCAM HUKUMAN PENJARA BERAT KEPADA PELAKUNYA DAN ATAU YANG MEMBANTUNYA AKIBATNYA: DOKTER DAN TENAGA KESEHATAN TERLATIH LAINNYA TAK BERDAYA DAN TAK BERSEDIA MEMBANTU

8 8 JIKA DOKTER DAN ATAU TENAGA KESEHATAN TERLATIH LAIN TAK BERSEDIA MEMBANTU PELAYANAN ABORSI YANG AMAN, MAKA PEREMPUAN DGN KEHAMILAN YANG DIKEHENDAKI MENCARI PELAYANAN DUKUN/ORANG TAK TERLATIH  DENGAN RESIKO KEMATIAN TINGGI APAKAH DOKTER DAN ATAU TENAGA KESEHATAN LAINNYA YANG TAK MAU MEMBANTU PADA HAL DIA MAMPU  BERDOSA ATAU TIDAK?

9 9 KENAPA PEREMPUAN TIDAK MENGINGINKAN KEHAMILANNYA? 1. GANGGUAN KESEHATAN FISIK BERAT 2. GANGGUAN KESEHATAN JIWA BERAT 3. JANIN DIDETEKSI PUNYA CACAD GENETIK YANG SETELAH LAHIR SULIT DISEMBUHKAN 4. HAMIL KARENA PERKOSAAN 5. HAMIL KARENA INCEST 6. KB GAGAL, PADAHAL PEMASANGAN KB TSB. DILAKUKAN OLEH PETUGAS KESEHATAN TERLATIH 7. ALASAN SOSIAL EKONOMI 8.ALASAN LAINNYA

10 10 1. GANGGUAN KESEHATAN FISIK BERAT  KANKER STADIUM LANJUT  TBC DENGAN CAVERNA  HIV/AIDS  DLL. 2.GANGGUAN KESEHATAN JIWA BERAT  SKIZOFREN  MENTAL RETARDATION  DLL

11 11 3. JANIN DIDETEKSI MENDERITA CACAD GENETIK YANG KALAU LAHIR TAK DAPAT DISEMBUHKAN  DEMPET KEPALA YANG SULIT DIPISAH  AN-ENCEPHALI  SPINA BIFIDA  DLL 4. HAMIL KARENA PERKOSAAN  AKAN MENDERITA GANGGUAN FISIK DAN JIWA BERAT SSEUMUR HIDUP 5. HAMIL KARENA INCEST  AIB YANG TAK AKAN TERTAHANKAN SEUMUR HIDUP 6. KB GAGAL

12 12 HAMIL KARENA KB GAGAL (WHO,1993) CARA KB PERKIRA AN GAGAL ( CARA SEMPURNA) % PERKIRA AN GAGAL (CARA TAK SEMPURNA) % JML PEMAKAI (000) JML. KEHAMI LAN (CARA SEMPURNA) (000) JML. KEHA MILAN (CARA TAK SEMPURNA (000) VASEKTOMITUBEKTOMISUNTIKSPIRALPILKONDOMDIAFRAGMA PANTANG BERKALA SENGGAMA TERPUTUS TOTAL

13 13 7. ALASAN SOSIAL EKONOMI  ANAK SUDAH 10 ORANG, SEDANG SUAMI DAN ISTERI TAK BEKERJA, SUDAH PAKAI KB TAPI GAGAL  MUDAH TERJADI GANGGUAN KEHAMILAN DAN PERSALINAN  RENTAN TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN SEPERTI ANEMIA, PROLPSUS UTERI DSB.  KEHAMILAN YANG TERLALU RAPAT, SEHINGGA SIISTERI TAK MAMPU MENDIDIK/MENGASUH ANAK- ANAKNYA DENGAN BAIK DAN DILATAR BELAKANGI OLEH EKONOMI YANG PAS-PASAN  TAK MAMPU MEMBEAYAI PENDIDIKAN ANAK YANG LAYAK 8. ALASAN LAINNYA

14 14 WALAUPUN ABORSI DILARANG, BAIK OLEH KUHP, UU MAUPUN FATWA MUI/MAJLIS TARJIH MUHAMMADIYAH, NAMUN ANGKA ABORSI TERMASUK TINGGI DI INDONESIA  LK. 2.5 JUTA/TAHUN

15 15 SIAPA YANG MELAKUKAN ABORSI DI INDONESIA? (YKP, 2003) (N=1446, 9 kota di Indonesia) KARAKTERISTIK PEREMPUAN:  USIA DIATAS 30 TAHUN: 58%  USIA ANTARA TAHUN: 39%  USIA DIBAWAH 20 TAHUN: < 3%  SUDAH MENIKAH: 87%  BELUM MENIKAH: 12%  IBU RUMAH TANGGA: 48%  BEKERJA: 43%  PELAJAR: 7%  LAINNYA: 2%

16 16 SIAPA YANG MELAKUKAN ABORSI DI INDONESIA? (YKP, 2003) (N=1446, 9 kota di Indonesia) SEBAB KEHAMILAN:  ANTARA % KARENA KB GAGAL ALASAN PENGHENTIAN KEHAMILAN:  PSIKOSOSIAL: 58%  KB GAGAL: 36%  INDIKASI KESEHATAN: 4%  KEKERASAN: 0.1%  LAINNYA: 2% UPAYA KLIEN UTK. MENGHENTIKAN KEHAMILAN:  RAMUAN TRADISIONAL/JAMU: 57%  PIL GINECOSID/CYTOTEX: 30%  PIJAT: 3%  LOMPAT-LOMPAT: 1%  LAINNYA: 12%

17 17 HUKUM ISLAM TENTANG ABORSI YANG MEMBINGUNGKAN 1.BERBAGAI NEGARA ISLAM MEMPUNYAI HUKUM TENTANG ABORSI YANG BERBEDA SATU DENGAN LAINNYA  MULAI DARI YANG MENGHARAMKAN TOTAL MULAI DARI SAAT KONSEPSI; ADA PULA YANG MEMBOLEHKAN SAMPAI DENGAN KEHAMILAN 120 HARI DENGAN BERBAGAI SYARAT TERTENTU 2. PANDANGAN ULAMA KLASIK DAN KONTEMPORER JUGA BERBEDA PENDAPAT SATU DENGAN LAINNYA  MULAI DARI YANG MENGHARAMKAN TOTAL MULAI SAAT KONSEPSI SAMPAI DENGAN YANG MEMBOLEHKAN SEBELUM NAFKH AL RUH 120 HARI PASCA KONSEPSI

18 18 KENAPA HUKUM/FATWA TENTANG ABORSI BERBEDA?

19 19 AYAT-AYAT AL QURAN TD. : AYAT MUHKAMAT (LK. 15%) DAN MUTASHAABBIHAT (LK. 85%)  QS. ALI ‘IMRAN (3): 7 AYAT-AYAT MUTASHAABBIHAT HANYA BISA DITAFSIRKAN DENGAN HADIS  PERAN NALAR BERPERAN BESAR DALAM MENARIK KESIMPULAN AKHIR HADIS NABI DALAM KUTUBBUS SITTAH: 1.BUKHARI DAN MUSLIM 2.BUKHARI 3.MUSLIM 4. NASA’I 5.TURMUZI 6.IBNU MAJAH 7.ABU DAUD

20 20 BERDASARKAN KEBENARAN ISNAD DAN MATAN:  HADIS SAHIH  ISNAD DAN MATAN SANGAT DIPERCAYA  HADIS HASAN  PUNYA SATU SAMBUNGAN ISNAD YANG LEMAH  HADIS DA’IF  PUNYA SEBAGIAN ISNAD DAN MATAN YANG LEMAH  HADIS MUBHAN  HADIS DENGAN SEORANG ISNAD YANG TAK DIKENAL  HADIS QUDSI  MERUPAKAN WAHYU TAPI KALIMATNYA DISUSUN SENDIRI OLEH NABI  HADIS MUDRAJ  HADIS YANG DITAMBAH KATA- KATANYA OLEH PERAWI  HADIS MURSAL  ISNADNYA TANPA SAHABAT TAPI HANYA TABI’IN KMD. LANSUNG NABI  HADIS MUTAWATIR  DITURUNKAN OLEH ORANG BANYAK DAN DIANGGAP BENAR  HADIS MAUDU’  HADIS PALSU

21 21 KARENA HADIS MEMPUNYAI BERAGAM PERINGKAT  MENIMBULKAN KESULITAN DALAM MENAFSIRKAN BERBAGAI AYAT AL QURAN AKIBATNYA: PARA MUFASSIR MERUJUK AYAT DAN HADIS YANG SAMA TAPI BISA KELUAR DENGAN KESIMPULAN YANG BERBEDA PARA MUFASSIR DALAM MAZHAB YANG SAMA DALAM SATU NEGARA BISA BERBEDA PENAFSIRANNYA PARA MUFASSIR DALAM SATU MAZHAB YANG SAMA DALAM NEGARA YANG BERBEDA BISA BERBEDA PENAFSIRANNYA, APALAGI DARI MAZHAB YANG BERBEDA

22 22 MERUMUSKAN HUKUM ISLAM PERJUANGAN ANTARA MENCARI DALIL YANG PALING BENAR DAN UPAYA MEWUJUDKAN MASLAHAH UMAT SERING PARA FUQAHA HANYA FOKUS MEMPERDEBATKAN DALIL-DALIL TAPI KURANG MEMPERTIMBANGKAN MASLAHAH UMAT PEREMPUAN DENGAN KEHAMILAN YANG TAK DIINGINKAN MERUPAKAN BAGIAN DARI MASLAHAH UMAT  PERATURAN PERUNDANGAN DAN HUKUM ISLAM TIDAK BERPIHAK PADA MEREKA

23 23 AKIBAT TERHADAP PEREMPUAN DGN. KEHAMILAN YANG TAK DIINGINKAN  TDK DILAYANI OLEH DOKTER DAN TENAGA KESEHATAN TERLATIH LAINNYA  TERPAKSA PERGI KEDUKUN/ORANG TDK KOMPETEN DGN. AKIBAT:  PERDARAHAN HEBAT  KEMATIAN  INFEKSI  KEMANDULAN  RUPTUR (SOBEKAN) ALAT GENITALIA  RUPTUR SISTEM SALURAN KENCING  RUPTUR SISTEM SALURAN MAKANAN  STIGMA PSIKOLOGIS YANG AKAN DIDERITA SEUMUR HIDUP

24 24 6 (ENAM) ISU KRUSIAL

25 25 1. MASALAH NYAWA (LIFE) DAN RUH SEMUA MAKHLUK HIDUP PASTI PUNYA NYAWA  SEMUA MAKHLUK YANG TERGOLONG FAUNA (ANIMAL KINGDOM), FLORA (PLANT KINGDOM) DAN PROTISTA (BACTERIA, VIRUS, FUNGUS) MANUSIA MERUPAKAN MAKHLUK HIDUP YANG PUNYA NYAWA TAPI JUGA PUNYA RUH MAKHLUK SATU SEL SEPERTI: GAMIT (OVUM DAN SPERMATOZOA) DAN ZIGOT PUNYA NYAWA TAPI TAK PUNYA RUH

26 26  MEMBUNUH MAKHLUK HIDUP BUKAN MANUSIA  PERBUATAN MENGHILANGKAN NYAWA  MEMBUNUH BINATANG  PERBUATAN MENGHILANGKAN NYAWA BINATANG  MEMBUNUH VIRUS/KUMAN/JAMUR  PERBUATAN MENGHILANGKAN NYAWA VIRUS/KUMAN/JAMUR  MEMBUNUH MANUSIA  TIDAK HANYA PERBUATAN MENGHILANGKAN NYAWA MANUSIA, TAPI JUGA MENGHILANGKAN RUH

27 27 2. MASALAH NAFKH AL RUH (ditiupkannya ruh) TERDAPAT PERBEDAAN BESAR ANTAR FUQOHA: 1. MULAI TERBENTUKNYA ZIGOT 2. SAMPAI 40 HARI KEHAMILAN 3.SAMPAI 80 HARI KEHAMILAN 4. SAMPAI 120 HARI KEHAMILAN MENGINGAT YANG DINAMAKAN MANUSIA ITU HARUS PUNYA NYAWA DAN RUH, MAKA PENETAPAN KAPAN DITIUPKANNYA RUH MENJADI SANGAT PENTING DLM. PENETAPAN LEGALITAS PENGAKHIRAN KEHAMILAN YANG TIDAK DIKEHENDAKI

28 28 3. MASALAH KETIDAKSAMAAN PROSES KEJADIAN MANUSIA DALAM AL QURAN DAN HADIS DENGAN IPTEK KEDOKTERAN Kejadian manusia pertama dari tanah (min tiin) as- Sajdah (32): 7-9, al Hajj(22): 5 Kejadian manusia selanjutnya dari air yang terpancar (min maa’in daafik) al Tariq (86): 5-7 dari mani yang dipancarkan (min many yamna) al Qiyamah (75): dari nutfah yang bercampur (min nutfatan amsyaj) al Insan (76): 2 dari nutfah yang disimpan dalam tempat yg kokoh (nutfatan fi qararin makiin), kmd. Kami jadikan ‘alaqah = segumpal darah (summa khalaqna nutfatan ‘alaqatan), kmd. ‘alaqah berubah menjadi mudhgah = segumpal daging (fakhalaqna ‘alaqatan mudhgatan) al Mu’minun (23): 12-14, al Hajj (22): 5

29 29 KEDOKTERAN MENGENAL 2 TAHAPAN KEHAMILAN: TAHAP EMBRIO: MINGGU I s/d MINGGU VIII TAHAP FOETUS: MINGGU 9 s/d ATERM MINGGU I : DIMULAI DGN. PERTEMUAN OVUM (makhluk hidup satu sel pembawa kromosom XX) DGN SPERMATOZOON (makhluk hidup satu sel pembawa kromosom XY)  TERBENTUK ZIGOT (makhluk hidup satu sel pembawa kromosom XX atau XY)  MEMBELAH MENJADI 2 SEL  4 SEL  8 SEL  16 SEL disebut sbg. MORULA  MIGRASI KEDALAM RONGGA RAHIM

30 30 EMBRIO MINGGU I

31 31 EMBRIO MG. I DARI OVULASI s/d BLASTOSIS

32 32 DARI OVULASI s/d IMPLANTASI

33 33 EMBRIO MINGGU I EMBRIO MG. I EMBRIO MG. II

34 34 EMBRIO MG.II

35 35 EMBRIO MG. II

36 36 EMBRIO MG. II -III EMBRIO MG. III

37 37 EMBRIO MG. IV

38 38 EMBRIO MG. V EMBRIO MINGGU V

39 39 EMBRIO MG. VI EMBRIO MG. VI

40 40 EMBRIO MG. VII

41 41 EMBRIO MG. VIII

42 42 EMBRIO MG. VIII

43 43 4. MASALAH PENGERTIAN ‘ALAQAH DAN MUDHGAH MENURUT TERJEMAHAN DEPARTEMEN AGAMA: ‘ALAQAH = SEGUMPAL DARAH Dalam bahasa Arab : kata ‘alaqah tidak hanya berarti segumpal darah, tapi juga berarti melengket atau tergantung Korelasi dengan embriologi  janin melakukan implantasi kedinding rahim  blastosis melengket ke endometrium Ok itu kata ‘alaqah lebih tepat diartikan sebagai blastosis  fase ini barulah Minggu ke 2 kehamilan (ini berbeda dgn persepsi yg banyak dianut selama ini bahwa ‘alaqah adalah 40 hari kedua pasca konsepsi)

44 44 DARI OVULASI s/d IMPLANTASI

45 45 Artinya : Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Q.S. al-Hajj : 5).

46 46 MENURUT TERJEMAHAN DEPARTEMEN AGAMA MUDHGAH= SEGUMPAL DAGING Kata daging dalam al Quran lebih banyak dipakai: lahm  contoh dalam al Baqarah (2): 173 Dalam embriologi tidak dikenal fase pembentukan segumpal daging Paling mungkin fase mudhgah tsb. adalah segumpal sel  fase pembentukan 3 lapis sel: ektoderm, mesoderm dan entoderm  itu berarti yang dimaksud dengan mudhgah adalah janin minggu ke 3 (bukannya 40 hari ketiga pasca kehamilan) KATA MUDHGAH LEBIH TEPAT DIARTIKAN SEBAGAI: SEGUMPAL SEL

47 47 EMBRIO MG. II -III EMBRIO MG. III

48 48 Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (Q.S.al-Mu'minun : 12-14).

49 49 5. MASALAH KAPAN TERBENTUKNYA MANUSIA BARU (KHALQAN AKHR) JANIN BARU DISEBUT SETARA DENGAN MANUSIA KALAU JANIN TELAH DITIUPKAN RUH KEDALAMNYA JUMHUR ULAMA: SESUDAH 120 HARI PASCA KONSEPSI  PASTI RUH TELAH DITIUPKAN NAMUN SEBAGIAN ULAMA MAZHAB MALIKI, SHAFII, HANAFI, HAMBALI DAN BERBAGAI PAKAR HUKUM ISLAM PUNYA RAGAM PENDAPAT LAIN  SEBAGIAN KECIL BERPENDAPAT MULAI TERJADINYA KONSEPSI, NAMUN CUKUP BANYAK YANG BERPENDAPAT: ADA YANG 40 HARI DAN ADA PULA YANG 80 HARI PASCA KONSEPSI

50 50 6. MASALAH SUBSTANSI YANG KONTRADIKTIF ANTARA SAHIH BUKHARI& MUSLIM DENGAN SAHIH MUSLIM

51 51 SAHIH BUKHARI & MUSLIM

52 52 Artinya : "Dari Abi Abd. Rahman Abdillah bin Mas'ud ra. berkata: Rasulullah SAW menceritakan kepada kami, sesungguhnya seseorang dari kamu kejadiannya dikumpulkan di dalam perut ibunya selama empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi alaqah seperti itu (misla zaliq) kemudian menjadi mudghah seperti itu (misla zaliq), kemudian Malaikat dikirimkan kepadanya. Lalu meniupkan ruh ke dalamnya dan diperintahkan untuk melakukan empat kalimat, yaitu mencatat rizkinya, amal perbuatannya, dia celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selainnya, sesungguhnya seseorang dari kamu akan melakukan amal penghuni surga, sehingga tidak ada antara dia dan dia (surga) melainkan satu zira' (hasta) maka yang menang apa yang tercatat, sehingga dia berbuat perbuatan penghuni neraka, kemudian dia masuk ke dalamnya (neraka). Dan sesungguhnya seseorang dari kamu akan berbuat perbuatan penghuni neraka, sehingga tidak ada antara dia dan dia (neraka) melainkan satu zira (hasta), maka yang menang apa yang tercatat, sehingga dia melakukan amal penghuni surga, kemudian dia masuk ke dalamnya (surga)". (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

53 53 Sahih Muslim:

54 54 Artinya : "Abu Al-Thahir bin Amr Sarh menceriterakan kepada saya, bahwa Abi Wahab memberi kabar kepada kami bahwa 'Amr bin Al-Harits memberi kabar kepada saya dari Abdullah Al-Zubair Al-Makky bahwa 'Amir bin Watsilah menceriterakan kepadanya, bahwa dia men-dengar Abdullah bin Mas'ud berkata : Yang celaka adalah yang celaka di dalam perut ibunya dan yang bahagia adalah yang memberi nasihat kepada orang lain. Kemudian seorang lelaki dari sahabat Rasul SAW yang bernama Khudzaifah bin Asid Al-Ghifari datang, kemudian menceriterakannya yang demikian dari perkataan Ibni Mas'ud maka Amir berkata: Bagaimanakah celakanya seseorang tanpa amal perbuatan ? Lelaki itu menjawab : Apakah anda heran tentang hal itu, sesungguhnya saya mendengar Rasulullah SAW berkata : Apabila Nuthfah telah melewati empat puluh dua hari, Allah mengutus Malaikat untuk membentuk rupanya, menjadikan pen-dengarannya, penglihatannya, kulitnya, daging dan tulangnya, kemudian Malaikat bertanya : Wahai Tuhanku: Apakah dijadikan laki-laki atau perempuan ? lalu Allah menentukan apa yang dikehendakinya, lalu Malaikat menulisnya : Malaikat bertanya lagi : Wahai Tuhanku : Ajalnya ? Maka Tuhanmu mengatakan apa yang dia kehendaki, lalu Malaikat manulisnya : Kemudian Malaikat bertanya lagi : Wahai Tuhanku: Rizkinya? Maka Allah memutuskan apa yang Dia kehendaki, lalu Malaikat menulisnya kemudian Malaikat itu keluar membawa lembaran catatan ditangannya, tidak ditambah dan tidak dikurangi". (H.R. Muslim).

55 55 SAHIH MUSLIM LEBIH RELEVAN DENGAN IPTEK KEDOKTERAN, SEHINGGA LEBIH LAYAK DIJADIKAN LANDASAN HUKUM YANG SANGAT KUAT, DIMANA PADA 42 HARI KEHAMILAN, TELAH TERBENTUK MUKA, TUNAS MATA, TUNAS TELINGA, TUNAS ANGGOTA ATAS DAN BAWAH SAHIH BUKHARI-MUSLIM SEBENARNYA SECARA SUBSTANSI TIDAK BERTENTANGAN DENGAN HADIS MUSLIM  KERICUHAN TERJADI WAKTU MENTERJEMAHKAN KATA: misla zaliq = 40 hari juga  pada hal mestinya : seperti itu juga  ini dapat terkait dengan waktu tapi bisa juga prosesnya misla zaliq ADALAH PROSES BUKAN WAKTU

56 56 KESIMPULAN 1.SECARA UMUM DAN KESELURUHAN, HUKUM ASAL ABORSI ADALAH HARAM. KECUALI ADA ALASAN-ALASAN TERTENTU YG DIBENARKAN OLEH SYARIAH. ABORSI YG DIBOLEHKAN DLM HUKUM ISLAM, MESKIPUN HUKUMNYA MAKRUH ADALAH ABORSI YG DILAKUKAN: a. Maksimal kehamilan mencapai 40 hari b. Perempuan yg hamil menderita sakit fisik berat spt. Kanker stadium lanjut, TBC dgn caverna dll. c. Perempuan yg hamil dan atau suaminya menderita sakit jiwa berat yg sulit disembuhkan spt. skizofren yg secara genetik dpt diturunkan kpd. janinnya

57 57 d. Janin yg dikandung secara medis terdeteksi menderita cacad genetik yg sulit disembuh- kan e. Perempuan yg hamil akibat perkosaan f. Perempuan yg hamil karena incest g. Dan alasan-alasan lain yg dibenarkan seca- ra syar’i 2.DALAM KEADAAN DIMANA KEHAMILAN MENGANCAM NYAWA SIIBU, MAKA HUKUM ABORSI MENJADI WAJIB DAN TIDAK TERIKAT DGN USIA KEHAMILAN 3.KEPUTUSAN DILAKUKANNYA ABORSI HARUS DITETAPKAN OLEH SEBUAH TIM YG TERDIRI ATAS: MINIMAL SEORANG DOKTER, SEORANG WAKIL KELUARGA DAN SEORANG ULAMA

58 58 4. PELAKSANAAN ABORSI HARUS DILAKUKAN OLEH DOKTER DAN ATAU TENAGA KESEHATAN TERLATIH UTK ABORSI TSB. YG PELAKSANAANNYA DILAKUKAN DIFASILITAS KESEHATAN YG DITETAPKAN DAN DITUNJUK OLEH PEMERINTAH 5. ABORSI YG DILAKUKAN TERHADAP KEHAMILAN YG DIAKIBATKAN OLEH ZINA HUKUMNYA HARAM

59 59 FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA NO. 4 TAHUN 2005 Menimbang: dst Mengingat: dst Qaidah fiqih: dst Memperhatikan: dst MEMUTUSKAN Menetapkan: FATWA TENTANG ABORSI Pertama: Ketentuan umum 1.Darurat adalah suatu keadaan dimana seseorang apabila tidak melakukan sesuatu yg diharamkan maka ia akan mati atau hampir mati 2.Hajat adalah sesuatu keadaan dimana seseorang apabila tidak melakukan sesuatu yang diharamkan maka ia akan mengalami kesulitan besar

60 60 Kedua: ketentuan hukum 1.Aborsi haram hukumnya sejak terjadinya implantasi blastosis pada dinding rahim ibu (nidasi) 2.Aborsi boleh dilakukan krn adanya uzur, baik yg bersifat darurat ataupun hajat. a. Keadaan darurat yg berkaitan dgn kehamilan yg membolehkan aborsi adalah: 1. Perempuan hamil menderita sakit fisik berat spt. Kanker stadium lanjut, TBC dgn caverna dan penyakit-penyakit fisik lainnya yg harus ditetapkan oleh Tim Dokter 2. Dlm keadaan dimana kehamilan mengancam nyawa siibu

61 61 2. b. Keadaan hajat yg berkaitan dgn kehamilan yang dpt membolehkan aborsi adalah: 1. Janin yg dikandung dideteksi menderita cacad genetik yg kalau lahir kelak sulit disembuhkan 2. Kehamilan akibat perkosaan yg ditetapkan oleh Tim yg berwenang yg didalamnya terda pat al. keluarga korban, dokter dan ulama c. Kebolehan aborsi sebagaimana dimaksud huruf b harus dilakukan sebelum janin berusia 40 hari 3. Aborsi haram hukumnya dilakukan pd kehamilan yg terjadi akibat zina Jakarta, 21 Mei 2005 MAJLIS ULAMA INDONESIA

62 62


Download ppt "1 KTD & HUKUM ISLAM TENTANG ABORSI Endang Surani,S.SiT, M.Kes."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google