Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH : PEMUPUKAN N RAMAH LINGKUNGAN bahan kajian MK. Manajemen Kesuburan Tanah (smno.jursn tnhfpub.2013).

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH : PEMUPUKAN N RAMAH LINGKUNGAN bahan kajian MK. Manajemen Kesuburan Tanah (smno.jursn tnhfpub.2013)."— Transcript presentasi:

1

2 PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH : PEMUPUKAN N RAMAH LINGKUNGAN bahan kajian MK. Manajemen Kesuburan Tanah (smno.jursn tnhfpub.2013).

3 NITROGEN DALAM TANAH Nitrogen (N) adalah unsur yang paling melimpah di atmosfer dan biasanya N ini juga paling membatasi pertumbuhan tanaman. Siklus nitrogen dalam tanah mencakup berbagai proses dan bentuk. Beberapa proses yang diperlukan untuk mengubah N menjadi bentuk yang tersedia bagi tanaman. Beberapa proses dapat menyebabkan kehilangan N-tanah, seperti pencucian dan penguapan. Nitrogen ditambahkan ke dalam tanah secara alami dari fiksasi N2 oleh bakteri tanah dan bintil akar legume, melalui curah hujan. N tambahan biasanya dipasok ke tanaman dengan pupuk, pupuk kandang, atau bahan organik lainnya. N-nitrat tanah merupakan indikator yang sangat baik dari siklus N dalam tanah, apakah ada residu nitrogen yg digunakan oleh tanaman sebelumnya dan apakah diperlukan tambahan nitrogen. Sumber: soils.usda.gov/sqi/assessment/.../nitrogen_guide.p...‎

4 NITROGEN DALAM TANAH Faktor-faktor inherent seperti drainase tanah, tekstur tanah, kemiringan lereng berpengaruh pada transpor N dan transformasi N, yang membatasi ketersediaan N untuk tanaman atau menimbulkan kerugian. Curah hujan dan temperatur, kondisi lokasi seperti kelembaban, aerasi tanah, dan kadar garam ( konduktivitas listrik / EC ), mempengaruhi tingkat mineralisasi N dari dekomposisi bahan organik tanah, dan kehilangan nitrogen melalui pencucian, limpasan permukaan, atau denitrifikasi. Dekomposisi bahan organik melepaskan N lebih cepat pada kondisi iklim lembab hangat dan lebih lambat di iklim dingin dan kering. Pelepasan N ini juga lebih cepat dalam tanah yang aerasinya baik, dan jauh lebih lambat pada tanah yang jenuh air. Sumber: soils.usda.gov/sqi/assessment/.../nitrogen_guide.p...‎

5 NITROGEN DALAM TANAH Dosis pupuk N harus didasarkan pada jumlah yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan hasil tanaman berdasarkan pada pertimbangan ekonomi dan lingkungan agronomi. Dalam merencanakan aplikasi N-pupuk atau dosis pupuk, N- kredit harus diperhitungkan; demikian juga hasil uji tanah untuk residu N-nitrat, mineralisasi bahan organik tanah, kredit N dari legume, amandemen organik, pupuk kandang, N-nitrat dalam air irigasi, dekomposisi residu organik dan sumber alamiah N. Sumber: soils.usda.gov/sqi/assessment/.../nitrogen_guide.p...‎

6 NITROGEN DALAM TANAH Waktu pemupukan N untuk menyediakan jumlah N yang cukup ketika tanaman tumbuh aktif dan menggunakan N secara cepat. Kehilangan pupuk N dapat dikurangi dengan menunda aplikasi hingga tanaman telah muncul (side dressing). Aplikasi pupuk N secara bertahap (split application), di mana sejumlah N diberikan sebelum munculnya tanaman dan sebagian lainnya diberikan setelah munculnya tanaman, dapat meningkatkan efisiensi penggunaan N oleh tanaman. Sumber: soils.usda.gov/sqi/assessment/.../nitrogen_guide.p

7 NITROGEN DALAM TANAH Sumber Pupuk N sangat penting untuk meningkatkan recovery N oleh tanaman, menghindari kehilangan penguapan N dan dicocokkan dengan metode penempatan pupuk untuk mengurangi kehilangan N dan memaksimalkan recovery oleh tanaman. Amonia anhidrat biasanya adalah sumber N yang mahal, tetapi bahan ini harus ditangani dengan aman, dan harus disuntikkan / dibenamkan pada kondisi kelembaban tanah yang ideal. Urea dan bahan yang mengandung urea harus dibenamkan ke tanah untuk mengurangi kehilangan penguapan amonia. Aplikasi Urea di permukaan tanah, tidak boleh dilakukan dalam kondisi tanah basah karena potensi tinggi untuk penguapan N. Pupuk kandang atau bahan organik dapat menjadi N-pupuk yang efektif. Namun demikian harus hati-hati, sehingga dapat dilakukan aplikasi pupuk kandang secara merata, dan mempertimbangkan tingkat mineralisasi N nya. Sumber: soils.usda.gov/sqi/assessment/.../nitrogen_guide.p

8 NITROGEN DALAM TANAH Penempatan N-pupuk dapat dilakukan dengan beberapa metode. Metode penempatan pupuk yang lazim dilakukan adalah: aplikasi side-dressing setelah munculnya tanaman, dibenamkan ke dalam tanah, aplikasi disebar merata untuk mendistribusikan N secara merata, dan melalui sistem irigasi sprinkler. Setiap metode penempatan pupuk memiliki kelebihan, dan harus disesuaikan dengan jenis pupuk yang akan digunakan. Sumber: soils.usda.gov/sqi/assessment/.../nitrogen_guide.p

9 NITROGEN DALAM TANAH Kunci untuk mengelola N dengan cara yang paling efisien : 1.Terapkan dosis rekomendasi berdasarkan hasil yang realistis 2.Waktu aplikasi N sebelum kebutuhan tanaman mencapai puncak 3.Pilih pupuk amonium yang memungkinkan lebih besar recovery N oleh tanaman 4.Inject N jika mungkin untuk menghindari penguapan amonia 5.Gunakan N-inhibitor kalau N diaplikasikan di luar musim tanam 6.Kredit dari semua sumber N 7.Pengairan secara bijaksana 8.Memantau kebutuhan nitrogen tanaman 9.Uuji tanah secara reguler untuk nitrat (termasuk sampel yang dalam), dan kadar garam tanah (EC). Sumber: soils.usda.gov/sqi/assessment/.../nitrogen_guide.p

10 Best Management Practices for Nitrogen Fertilizer in Missouri Sumber: Produsen tanaman di Missouri menggunakan berbagai praktek untuk memasok nitrogen bagi tanamannya. Waktu, biaya, dan metode aplikasi, serta sumber nitrogen dan penggunaan bahan aditif, sangat bervariasi di seluruh daerah dan sering antar daerah. Dalam kondisi cuaca tertentu, nitrogen dapat hilang dari tanah antara aplikasi dan serapan tanaman. Manajemen nitrogen berhasil memberikan cukup nitrogen pada tanaman untuk mengoptimalkan hasil dan profitabilitasnya, serta meminimalkan kehilangan N ke air dan udara. Dalam kontekmpemupukan N, keberhasilan ekonomi dan keberhasilan lingkungan saling tumpang tindih. Semua orang ingin pupuk nitrogen berakhir pada tanaman. Dengan demikian, praktik pengelolaan yang terbaik (BMP) merupakan parktek yang layak ekonomi, layak produksi dan ramah lingkungan.

11 Best Management Practices for Nitrogen Fertilizer in Missouri Sumber: Serapan nitrogen maksimum terjadi dalam periode pertumbuhan maksimum (jagung kira-kira antara tahap pertumbuhan vegetatif dan sebelum berbunga). Risiko kerugian N rendah selama periode ini. Sumber: Iowa State University Extension.

12 Best Management Practices for Nitrogen Fertilizer in Missouri Sumber: Waktu aplikasi pupuk nitrogen. BMP untuk waktu aplikasi pupuk nitrogen (N) adalah untuk menerapkan pupuk sedekat mungkin dengan periode serapan tanaman yang cepat. Mengelola N dengan cara ini akan meminimalkan kehilangan dari N dari lahan dan akan memastikan cukupnya ketersediaan N bagi tanaman selama periode kritis pertumbuhannya. Akan tetapi semua manfaat ini harus seimbang dengan risiko yang terkait dengan sempitnya waktu untuk aplikasi N, dan dengan operasi lapangan lainnya yang memerlukan waktu yg bersamaan, sehingga aplikasi N akan paling efisien.

13 Best Management Practices for Nitrogen Fertilizer in Missouri Sumber: Aplikasi N dekat dengan periode pertumbuhan maksimum Produsen tanaman di Missouri telah, dalam banyak kasus, secara substansial mengubah waktu aplikasi N, mengaplikasikan pupuk N mendekati periode pertumbuhan tanaman maksimum. Perubahan ini dipicu oleh adanya kehilangan hasil akibat dari aplikasi awal pupuk N. Misalnya, gandum dan serealia lainnya dipupuk terutama sebelum tanam musim gugur. Aplikasi N-topdressing musim semi sekarang banyak dilakukan karena kerugian aplikasi pupuk N di musim gugur cukup besar. Aplikasi dini (Januari atau Februari) N-topdress kadang-kadang dapat mengakibatkan kehilangan sejumlah N sebelum masa serapan utama pada bulan April dan Mei. Risiko ini terutama tinggi jika N diterapkan pada tanah beku atau kering.


Download ppt "PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH : PEMUPUKAN N RAMAH LINGKUNGAN bahan kajian MK. Manajemen Kesuburan Tanah (smno.jursn tnhfpub.2013)."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google