Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Anton A. Tirtoadji 41406138 " PERAN WARNA PADA INTERIOR RUANG RAWAT INAP DALAM MENUNJANG PENYEMBUHAN PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT HUSADA UTAMA SURABAYA."

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Anton A. Tirtoadji 41406138 " PERAN WARNA PADA INTERIOR RUANG RAWAT INAP DALAM MENUNJANG PENYEMBUHAN PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT HUSADA UTAMA SURABAYA.""— Transcript presentasi:

1 Anton A. Tirtoadji " PERAN WARNA PADA INTERIOR RUANG RAWAT INAP DALAM MENUNJANG PENYEMBUHAN PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT HUSADA UTAMA SURABAYA."

2 Hampir setiap orang pernah dirawat di rumah sakit dan menjalani proses penyembuhan di ruang rawat inap pasien. Keadaan lingkungan dan kondisi ruang rawat merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kenyamanan pasien saat menjalani perawatan. RS Husada Utama menjadi objek penelitian khususnya pada bagian ruang rawat inap khusus anak, karena kondisi pasien anak pada saat letih, sakit dan kurang sehat memberikan reaksi ketakutan yang lebih besar dibandingkan dengan kondisi normal ( Elizabeth B. Hurlock (1978:27). Latar Belakang Permasalahan

3 Desain interior pada ruang rawat inap anak menjadi salah satu faktor pendukung yang penting dalam hal menunjang kenyamanan pasien. Dalam hal ini, penelitian diarahkan pada pengaplikasian warna di ruang rawat inap. Oleh sebab itu memerlukan penelitian mengenai peran warna guna memberikan rasa nyaman bagi penggunanya dan menunjang penyembuhan pasien anak.

4  Bagaimana penerapan warna pada interior ruang rawat inap pasien khusus anak di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya.  Warna-warna apa saja yang dapat menciptakan suasana ruang rawat inap pasien anak lebih nyaman dan sesuai dengan karakter anak.  Bagaimana peran warna dalam menunjang penyembuhan pasien anak. Perumusan Masalah

5 Batasan Masalah Penenelitian ini dibatasi pada ruang rawat inap pasien khusus anak di lantai 7 RS Husada Utama

6  Mengetahui keadaan interior ruang rawat inap pasien anak, khususnya penerapan warna pada elemen pembentuk ruang, dan perabot, apakah sudah sesuai dengan karakter dan sifat anak serta kajian literaturnya.  Mencari peran warna yang dapat memberikan efek positif bagi proses penyembuhan pasien anak di ruang rawat inap khusus anak.  Mengetahui efek psikologis warna yang ditimbulkan pada pasien anak. Tujuan Penelitian

7 Manfaat Penelitian  Menambah wawasan tentang pengaruh warna untuk menunjang kesembuhan bagi pasien khusus anak.  Memberikan masukan atau pemikiran dan bahan pembanding untuk penelitian yang relevan atau sebagai landasan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut.

8 Metodologi Penelitian  Sifat penelitian : deskriptif  Metode pengumpulan data : Studi literatur Observasi langsung ke obyek penelitian Metode analisis data Kuesioner

9 TINJAUAN PUSTAKA

10  WARNA pengertian warna: John F. Pile: W arna sebagai suatu karakteristik cahaya atau dari permukaan aau objek yang tampak jelas oleh penglihatan manusia dan dibedakan dari beragam nama warna seprti merah atau biru. Feisner: Warna diartikan secara psikologis berarti sensasi sinar yang diterima oleh otak melalui mata, sehingga kita dapat melihat perbedaan warna antara benda yang satu dengan benda yang lainnya.

11 fungsi warna: Fungsi Estetis: Secara umum warna memiliki kekuatan untuk membangkitkan memberi rasa keindahan. Hal ini membuat terciptanya keharmonisan warna. Fungsi Psikologis: Warna dapat memberikan pengaruh tertentu terhadap perangai, dan kondisi jiwa kita. pengaruh warna: Buku Colour: How to Use Colour in Art and Design: Warna memberikan informasi baik secara visual maupun psikologis. Di dalam budaya yang berbeda, warna dapat memiliki pengertian yang berbeda pula.

12 Kajian psikologis warna: Sedangkan menurut IES (Illuminatting Engineering Society) Lighting Handbook seperti yang di kutip oleh Halse, mengatakan bahwa warna disadari sebagai kejadian mental yang ditimbulkan oleh cahaya mengenai bagian belakang mata melewati media ocular Efek psikologis warna: Menurut Albert O. Halse (1968: 45-46) menyebutkan bahwa dari hasil pengamatan dapat terlihat warna memiliki efek emosional yang sangat kuat pada manusia, antara lain: Wara biru memilki efek menurunkan gairah dan kemudian membantu seseorang untuk berkonsentrasi. Warna biru juga mendinginkan dan meringankan sakit.

13 Warna hijau memiliki efek menyejukkan dan meringankan sakit Warna jingga dapat menstimulasi efek. Warna kuning sebagai perwujudan warna matahari memiliki efek gembira, memberi semangat dan menarik perhatian. Warna merah menggairahkan dan menstimulasi otak, sedangkan medium red memiliki efek pada kesehatan dan vitalitas.

14 Warna abu-abu berkesan dingin dan seperti coklat dapat memuramkan asalakan digabungkan/ dikombinasikan dengan minimal satu warna hangat. Warna putih, di satu sisi menyenangkan apabila di kombinasikan dengan warna merah, kuning, dan jingga. Warna ungu berefek mengurangi sakit dan menyejukkan. Warna coklat bersifat menenangkan dan menghangatkan, tetapi harus dikombinaskan dengan jingga, kuning, atau emas karena dapat menghilangkan semangat apabila digunakan tanpa menggabungkan warna-warna tersebut.

15 Efek psikologi warna pada manusia : Efek psikologis golongan warna panas, seperti merah, jingga dan kuning memberi pengaruh psikologis panas, menggembirakan, menggairahkan dan merangsang. Golongan warna dingin seperti hijau dan biru memberi pengaruh psikologis menenangkan, damai, sedangkan warna ungu membawa pengaruh menyedihkan. Untuk warna putih memberi pengaruh bersih, terang dan terbuka. Warna hitam memberikan pengaruh berat, formal dan tidak menyenangkan (Mayang Sari, 2003: ).

16 Efek psikologi warna pada ruang : Sedangkan menurut Faber Birren menyebutkan mengenai warna dan pengaruhnya pada persepsi ruang kita antara lain: 1. Pada pintu masuk seharusnya dicat dengan warna komplementer. 2. Warna mengubah bentuk arsitektural seperti dapat meluas, memendek, melebar, memanjang, dan memberikan kesan merendahkan atau meninggikan plafon. 3. Warna terang tampak ringan dalam berat dengan merubah ‘berat’ menjadi ’ringan’, seperti merah, biru, ungu, jingga, hijau dan kuning.

17  Rumah Sakit: Pengertian Rumah Sakit: Menurut Keputusan Dirjen Pelayanan Kesehatan Departemen Kesehatan RI Sedangkan menurut Keputusan Dirjen Pelayanan Kesehatan Departemen Kesehatan RI No. 895/Yankes/PPI/81 menyebutkan bahwa rumah sakit adalah tempat menyelenggarakan pelayanan medis, pelayanan rawat tinggal secara preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif melalui kegiatan rawat jalan dan rawat tinggal.

18 Fungsi Rumah Sakit: Menurut Buku Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan Didalam Pasal 10 Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 dirumuskan bahwa untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan (Arkola, 1992: 5).

19 Penerapan Warna Pada Desain Interior : (Mayang Sari, 2003: ) Penerapan warna dalam ruang interior dapat membuat perbedaan besar dalam mempengaruhi karakter ruang, suatu dapat dirasakan secara psikologis, dan kemudian reaksi akan warna itu. Hue tertentu yang cocok pada lantai dapat menimbulkan reaksi berbeda sepenuhnya ketika diterapkan pada plafon.

20 Penerapan Warna Pada Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Dinding: Pada desain rumah sakit disebutkan bahwa dinding hendaknya memakai warna yang lembut, karena mempunyai efek memantulkan sebanyak 40%, dengan kata lain tidak terlalu cocok seperti warna krem, biru muda, turquoise, peach, off white/ putih kombinasi, hijau emerald/ hijau muda, kuning pastel dan merah muda (Birren, 1982: 84-85). Selain itu penggunaan warna lembut dan terang akan membuat ruangan berkesan lebih besar (Eckstut, 1992: 34).

21 Lantai: Penggunaan warna pada lantai tidak boleh terlalu gelap karena memiliki efek memantulkan sebesar 60% (Birren, 1982: 84). Warna yang direkomendasikan pada kajian literatur kali ini, antara lain: Coral/ krem, peach, Aqua, Turquoise muda, dan sebagainya (Birren, 1982: 85).

22 Plafon: Penerapan warna pada plafon sebaiknya menggunakan warna terang. Warna tersebut harus lebih terang pada warna yang digunakan pada dinding sedangkan list/ border menggunakan warna yang lebih gelap daripada plafon maupun dinding agar ruangan berkesan lebih tinggi dan sejuk (room redux). Tidak diperkenankan menggunakan warna gelap seperti hitam, coklat tua, biru tua, dan sebagainya karena akan memberikan efek mempersempit atau memperpendek ruangan, selain itu secara psikologis akan memberikan efek menekan sehingga membuat orang stress dan depresi.

23 Warna-warna yang sesuai untuk plafon rumah sakit adalah warna putih dengan kombinasinya, kuning muda, krem, serta warna-warna terang namun lembut (Birren, 1998: 84).  Pintu dan Jendela Warna terang dapat menyerap panas dari sinar matahari, yang tentunya berdampak mengurangi hawa panas dari dalam ruangan yang disebabkan oleh cahaya matahari tersebut. Warna-warna yang dapat diterapkan antara lain: putih, kuning muda, dan warna pastel lainnya (Malkin, 1982: 265).

24 Sifat dan Karakter Anak: Elisabeth B. Hurlock Intelegensi Seks Kebangsaan RAS Kultur (budaya Faktor yang Mempengaruhi Rasa Takut Anak Jenis kelamin Status sosial dan ekonomi Kondisi fisik Kepribadian

25 Teori Penunjang Kesembuhan Bagi Manusia: Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan manusia adalah sebagai berikut: Faktor lingkungan: 40% Faktor medis: 10% Faktor genetis: 20% Faktor lain: 30% Sebuah desain interior rumah sakit merupakan sebuah lingkungan binaan yang untuk beberapa waktu ditinggali oleh pengguna/ pasien, dengan pendekatan desain interior yang baik maka seharusnya seorang pasien/ pengguna akan lebih mudah melakukan adaptasi dengan lingkungannya dalam hal ini suasana interior ruang rawat inap, sehingga kemudahan beradaptasi tersebut prose penyembuhan dapat berjalan lebih optimal.

26 DATA LAPANGAN

27 Rumah Sakit Husada Utama Surabaya

28 Profile RS Husada Utama Surabaya Husada Utama Hospital in Surabaya is located on Prof. Dr. Moestopo St. no which stands splendidly on m2 area with 16 floors and m2 parking area. The hospital is owned by PT. Cipta Karya Husada Utama which was established in At present, 99% of the shares are owned by PT Indonusa Prima, which engages in wide healthcare related businesses; such as hospitals, pharmaceuticals, health equipments, medicines, etc.

29 Visi RS Husada Utama Rumah sakit Husada Utama sebagai pusat layanan kesehatan unggulan bagi pasien dan keluarga melalui pelayanan yang professional dan bermutu. Misi RS Husada Utama Memberikan pelayanan kesehatan bermutu secara efektif dan manusiawi dalam suasana yang ramah bagi pasien dan keluarganya. Menciptakan iklim kerja yang kondusif berdasarkan kemanusiaan, kesejawatan, disiplin dan tanggung jawab. Mencapai standart profesi yang terbaik dalam pelayanan kesehatan melalui pendidikan dan penelitian inovatif. Menciptakan suasana ilmiah dalam rumah sakit

30 Motto RS Husada Setia Melayani dengan Kasih Sayang.

31 DATA FISIK RUMAH SAKIT

32 Lobby Bahan : Marmer Warna : Abu-abu Tekstur : halus Ukuran marmer : 220 X 110 Tiang pada lobby dibungkus material aluminium agar terlihat mewah dan bersih.

33 dinding Ruangan ini memiliki tinggi 10 meter, dindingnya dilapisi dengan Aluminium dan dicat putih. pintu: Pintu masuk lobby setinggu 2,5 meter dang menggunakan kaca. Pada pintu masuk lobby terdapat sensor yang dapat membuka secara otomatis apanila ada pengunjung yang akan memasuki atau keluar area lobby.

34 Lorong lantai 7 khusus pasien anak Warna pada dinding sudah sesuai dengan literatur. Warna pada plafon tidak terlalu terang sehingga efek pemantulan dari sinar lampu tidak menyilaukan. Dinding pada lorong ini masi sangat kaku dan dingin, warnanya standart dan monoton. Permainan warna masi sangat kurang di area ini. Meja perawat menggunakan warna coklat muda yang memberikan kesan hangat. Tetapi karakter anak kurang ditonjolkan pada warna meja perawat. Sebaiknya menggunkan hiasan hewan, kartun dan warna yang beragam sesuai dengan komposisi. Lantai pada area ini sudah memadai dan memiliki pola yang jelas.

35 Lantai pada lorong menggunakan marmer. Ukuran: 220x 110 Warna: coklat muda Dinding Dinding pada lorong menggunakan material cat warna putih dan wallpapper biru. Terdapat list kayu di sepanjang lorong yang diguakan sebagai alat bantu untuk berpegangan bagi pasien.

36 Plafon : Plafon menggunakan material gypsum board Warna: di cat warna putih dang menggunkan list sebagai variasi Terdapat AC di plafon

37 Penerapan Warna dan Elemen Estetis Ruang SUITE Keterangan gambar: Dinding : Wallpaper motif hewan dan wallpaper biru polos Scarlet Letter B7-7. Lantai: Keramik 40x40 cm dan 20x20 cm untuk list. Jenis keramik Corian Dusk dan Corian Sandstone. Plafon: Gypsum board finishing cat putih Platinum D44-2 Ruang Tidur kamar Suite.

38 Keterangan gambar:  Lemari: menggunakan multiplek finishing pelitur warna coklat muda dan menonjolkan serat kayu.  Meja makan: Finishing cat duco warna coklat tua.  Gorden: warna hijau Green Parfait B6-6.  Meja dan kursi tamu : warna coklat tua fin pelitur Bungalow Brown D9-7.  TV: Ruang SUITE meiliki 2 TV berukuran 32” untuk pasien dan 24” untuk TV tamu. Ruang Makan dan Ruang Tunggu kamar Suite.

39 Penerapan Warna dan Elemen Estetis R. VVIP Keterangan gambar: Dinding : Wallpaper putih dan cat merah Scarlet Letter B7-7. Lantai: Keramik 40x40 cm dan 20x20 cm untuk list. Jenis keramik Corian Dusk dan Corian Sandstone. Plafon: Gypsum board finishing cat putih Platinum D44-2

40 Keterangan gambar:  Lemari: menggunakan multiplek finishing pelitur warna coklat muda dan menonjolkan serat kayu.  Ranjang: bahan besi aluminium fin cat putih. Gorden: warna merah muda Rasberry Parfait B6-6. Meja dan kursi tamu: warna coklat tua fin pelitur Bungalow Brown D9-7.

41 Penerapan Warna Pada Perabot Dan Elemen Estetis Ruang Kelas VIP Keterangan gambar: Dinding : Wallpaper putih bermotif bunga-bunga (Blue flowers) Lantai: Keramik 40x40 cm dan 20x20 cm untuk list. Jenis keramik Corian Dusk dan Corian Sandstone. Plafon: Gypsum boar d finishing cat putih Platinum D44-2

42 Ruang Kelas VIP berjumlah 5 kamar, dan diperuntukkan dari usia 0-13 tahun. ELEMEN INTERIORNYA, antara lain: Warna: Dinding menggunakan wall papper putih bermotif bunga-bunga biru dan kombinasi biru, Lantai berwarna putih, kombinasi krem dan abu-abu, Langit-langit di cat putih.

43 Penerapan Warna Pada Perabot Dan Elemen Estetis Ruang Kelas 1 Keterangan gambar: Dinding : Wallpaper putih bermotif bunga-bunga (Blue flowers) Lantai: Keramik 40x40 cm dan 20x20 cm untuk list. Jenis keramik Corian Dusk dan Corian Sandstone. Plafon: Gypsum boar d finishing cat putih Platinum D44-2

44 Penerapan Warna Pada Perabot Dan Elemen Estetis Ruang Kelas 2 Keterangan gambar: Lemari: menggunakan multiplek finishing pelitur warna coklat muda dan menonjolkan serat kayu. Ranjang: bahan besi aluminium fin cat putih. Gorden: warna pink Adobe Clay B15-7 Meja dan kursi tamu: warna Biru Cameron’s Eyes B44-6.

45 Penerapan Warna Pada Perabot Dan Elemen Estetis Ruang Kelas 3 Keterangan gambar: Lemari: menggunakan multiplek finishing pelitur warna coklat muda dan menonjolkan serat kayu. Ranjang: bahan besi aluminium fin cat putih. Gorden: warna coklat muda Adobe Clay B15-7 Kamar untuk 6 orang pasien.

46 Ruang lobby dengan permainan untuk anak. ELEMEN INTERIORNYA, antara lain: Warna : Dinding warna putih kombinasi biru. Lantai warna krem dengan list hitam. Ukuran 40x40 cm. Material : Dinding cat dinding, Lantai keramik 40x40 cm. Pencahayaan : Downlight, TL, Pencahayaan Alami Penghawaan: Air conditioner Furniture : 1 set permainan anak.

47 Data Responden Tentang Pertanyaan Kuisioner Peran Warna Pada Interior Ruang Rawat Inap Dalam Menunjang Penyembuhan Pasien Anak di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya 1. Jenis kelamin kuisioner Wanita: 21 orang Pria: 4 orang 2. Umur pasien anak Umur 0-2 tahun: 9 orang Umur 2-5 tahun: 15 0rang >5 tahun: 1 orang

48 3. Kategori penyakit anak Ringan: 9 orang Berat: 14 orang Belum pasti: 2 orang 4. Bagaimana reaksi pasien anak sewaktu dirawat di Rumah Sakit Husada Utama? Takut: 7 orang Sering Menangis: 3 orang Biasa: 4 orang Kerasan: 7 orang Bosan: 4 orang 5. Sudah berapa lama pasien anak di rawat? < 7 hari: 13 orang 7-30 hari: 10 orang > 30 hari: 2 orang

49 6. Menurut pendapat anda bagaiman desain interior ruang rawatnya? Bagus: 18 orang Biasa: 7 orang Jelek: 0 orang 7. Menurut anda apakah anak anda menyukai warna dari ruangan ini? Senang: 14 orang  Biasa: 7 orang  Tidak senang: 4 orang 8. Menurut pendapat anda apakah warna menunjang psoses penyembuhan pasien anak? Ya: 20 orang Tidak: 4 orang Tidak menunjang: 1 orang

50 9. Menurut anda warna apakah yang cocok untuk menunjang penyembuhan pasien anak? Warna pastel/soft (biru muda, merah muda, coklat muda, hijau muda): 14 orang Warna terang (merah, biru laut, kuning, ungu, oranye): 10 orang Warna gelap (hitam, coklat tua, biru tua, abu-abu) : 1 orang 10. Berapa jam pasien dapat beristirahat setiap harinya di ruang rawat inap anak? 3-5 jam/hari: 10 orang 5-8 jam/hari: 10 orang >8 jam/hari: 5 orang

51 ANALISIS DATA

52 Hasil survei yang telah dilakukan di RS Husada Utama terhadap pasien anak yang sedang menjalani rawat inap, menghasilkan laporan sebagai berikut: Kecenderungan Pasien Anak

53 Tanggapan Responden Tentang Apakah Warna Menunjang Kesembuhan Dari Kuisioner yang dibagikan oleh penulis sebagian besar responden (80%) menilai bahwa warna sebagai bagian dari elemen interior dapat menunjang proses penyembuhan pasien yang dalam studi kasus kali ini adalah pasien anak.

54 Tanggapan Responden Tentang Warna Yang Sesuai Untuk Anak Yang Sedang Sakit Jadi bukannya tidak mungkin bila seorang pengamat memberikan penilaian yang cukup baik terhadap sebuah warna sementara orang lain mengatakan warna tersebut buruk, karena berasal dari latar belakang yang berbeda (Kaplan, et al., 1993: 97-99).

55 Melihat desain interior ruang rawat inap RS Husada Utama ini sebenarnya sudah cukup nyaman, namun dari hasil pengamatan survey penulis saat berada di lapangan dan dari hasil survey, masih ada beberapa hal yang kurang, misalnya: Ornament-ornamen dalam kamar masih kurang memadai, karena di dalam kamar anak harus ada sesuatu yang menarik perhatian anak sehingga proses adaptasi lebih mudah bagi anak-anak tersebut yang sedang menjalani proses penyembuhan. Pemakaian warna gorden yang terlalu mencolok seperti warna merah sebenarnya kurang dianjurkan karena dapat menambah factor stress anak dan membuat ruangan yang tidak terlalu besar terasa “sesak”. Selain itu dilihat dari suasana diluar ruang rawat inap seperti lorong-lorongnya, tidak menunjukkan adanya cirri khas anak, warna yang cenderung monoton membuat suasana kurang menarik bagi pasien anak.

56 TERIMA KASIH


Download ppt "Anton A. Tirtoadji 41406138 " PERAN WARNA PADA INTERIOR RUANG RAWAT INAP DALAM MENUNJANG PENYEMBUHAN PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT HUSADA UTAMA SURABAYA.""

Presentasi serupa


Iklan oleh Google