Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODOLOGI PENELITIAN Prof. Dr. Muhamad Zainuddin, Apt MZ-S-2-2006.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODOLOGI PENELITIAN Prof. Dr. Muhamad Zainuddin, Apt MZ-S-2-2006."— Transcript presentasi:

1

2 METODOLOGI PENELITIAN Prof. Dr. Muhamad Zainuddin, Apt MZ-S

3 METODOLOGI PENELITIAN I.ARTI DAN PERANAN PENELITIAN II.LANGKAH-LANGKAH POKOK PENELITIAN III.PERMASALAHAN PENELITIAN IV.STUDI KEPUSTAKAN, KERANGKA TEORI DAN HIPOTESIS V.VARIABEL DAN DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL VI.RANCANGAN PENELITIAN VII.RANCANGAN PENELITIAN EXPOST FACTO VIII.RANCANGAN PENELITIAN EKSPERIMENTAL IX.INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA X.TELNIK SAMPLING DAN UKURAN SAMPEL XI.PERANAN STATISTIK DALAM PENELITIAN MZ-S

4 BAB I ARTI DAN PERANAN PENELITIAN MZ-S

5 Pengetahuan dan Pengetahuan Ilmiah Man is currious animal Keingintahuan (curiosity) menghasilkan pengetahuan (knowledge) dan pengetahuan ilmiah / ilmu (science) Apa perbedaan antara pengetahuan dan ilmu? MZ-S

6 PENGETAHUAN (KNOWLEDGE)  Definisi pengetahuan : Hasil usaha indera menangkap suatu realitas kedalam pikiran, hingga tidak ada keraguan lagi tentang realitas tersebut Realita : benda, peristiwa, sifat, dll Cukup sampai pada tataran mempercayai tanpa ragu tentang suatu realita  Contoh pengetahuan :  Gabus mengapung di atas air MZ-S

7 ILMU (SCIENCE)  Ilmu menghendaki penjelasan lebih lanjut tentang suatu pengetahuan  Contoh ilmu :  Gabus mengapung di atas air, karena mempunyai berat jenis lebih kecil dari air. Berat jenis gabus lebih kecil dari air karena kerapatan masa gabus lebih kecil daripada air. Kerapatan masa gabus lebih kecil karena stuktur masa gabus lebih longgar daripada aiar, ……dst,dst MZ-S

8 PENGETAHUAN vs SAINS Hanya sampai pada kepercayaan akan suatu realita Menghendaki penjelasan lebih lanjut atas suatu realita Sekelompok pengetahuan dirangkai dengan penambahan pernyataan-2 lain shg terbentuk suatu informasi tentang hubungan sebab- akibat antar pengetahuan MZ-S

9 Ilmu / pengetahuan ilmiah / sains Informasi walaupun luas, baru, berguna tapi isolated bukan informasi ilmiah Ilmu a posteriori : rangakaian pengetahuan yg diperoleh dari pengamatan inderawi dan eksperimen Ilmu a priori : rangakaian pengetahuan yg diperoleh tidak dari pengamatan inderawi dan eksperimen tapi bersumber dari akal sendiri Ilmu a priori maupun a posteriori sama-2 mencari hukum, prinsip, rumusan dalam mengendalikan seluruh detil dan partikular pengetahuan MZ-S

10 SCIENCE : STATIC & DYNAMIC VIEW STATIC : BUILDING BLOCK OF CONCEPTS, PROPOSITIONS, THEORIES, HYPOTHESIS DYNAMIC : PROCESS, SCIENCE AS WHEEL MZ-S

11 STATIC VIEW : THE BUILDING BLOCKS OF SCIENCE HIPOTESIS Y = f(B,Q) KONSEP(A) KONSEP(B) PROPOSISI PROPOSISI KONSEP(Y) KONSEP(P) KONSEP(Q) FAKTA EMPIRIS

12 DYNAMIC VIEW : SCIENCE AS WHEEL (SCIENTIFIC METHOD) MZ-S THEORIES GENERALIZA- TIONS HIPOTHESIS EMPIRICAL WORLD DEDUCTIF INDUCTIF

13 SCIENTIFIC METHOD (METODE ILMIAH) Prinsip : problem solving method Mekanisme : stimulus – logika – respons Ciri : sistematis, berdasarkan logika dan didukung fakta empiris Jika dioperasionalkan untuk mencari pengetahuan ilmiah baru : penelitian / riset MZ-S

14 PENELITIAN ILMIAH/RISET Proses yg terstruktur dan terorganisasi secara sistematis untuk menghasilkan ilmu baru Proses eksperimentasai dan observasi untuk memperoleh fakta serta argumentasi atas postulat yg telah ada untuk menjelaskan hubungan antar fakta dan fakta dg body of knoledge yang ad Kumpulan prosedur dan teknik yg digunakan untuk mencari / mendapatkan pengetahuan ilmiah baru MZ-S

15 Desain / Tahapan Penelitian

16 Sumbangan Penelitian kepada IP-TEK Penelitian menghasilkan : konsep, proposisi atau teori baru Konsep, proposisi dan teori adalah penyusun sains Jadi penelitian akan dapat mengembangkan sains Aplikasi sains dalam kehidupan disebut teknologi Jadi penelitian secara tidak langsung akan dapat mengembangkan teknologi MZ-S

17 PENDEKATAN RASIONAL-EMPIRIS DEDUKTIF KUANTITATIF PROBLEM-TEORI- HIPOTESIS-EMPIRIS ANALISIS KUANTITATIF EMPIRIS-RASIONAL INDUKTIF KUALITATIF PROBLEM-EMPIRIS- TEORI-HIPOTESIS ANALISIS KUALITATIF MZ-S

18 LOGIKA DEDUKTIF UMUM >>>> SPESIFIK PREMISE MAYOR PREMIS MINOR KESIMPULAN  PREMISE HARUS BENAR  PROSEDURAL HARUS BENAR MZ-S

19 CONTOH : DEDUKTIF SEMUA MANUSIA AKAN MATI JIKA : TOMMY ADALAH MANUSIA MAKA : TOMMY AKAN MATI SEMUA MONOSAKARIDA RASA MANIS JIKA : GLUKOSA TERMASUK MONOSAKARIDA MAKA : GLUKOSA RASANYA MANIS MZ-S

20 LOGIKA INDUKTIF SPESIFIK >>>> UMUM GENERALISASI HARUS BENAR BABI ADA MULUTNYA, SAPI ADA MULUTNYA, KUDA ADA MULUTNYA BABI, SAPI, KUDA ADALAH BINATANG BINATANG ADA MULUTNYA MZ-S

21 CONTOH : INDUKTIF KEDELAI MENGANDUNG PROTEIN KECIPIR MENGANDUNG PROTEIN KACANG MENGANDUNG PROTEIN  KEDELAI, KECIPIR, KACANG ADALAH POLONG  POLONG MENGANDUNG PROTEIN MZ-S

22 BAB III PERMASALAHAN PENELITIAN MZ-S

23 Pengertian : Permasalahan Gap antara apa yg seharusnya (Das Sollen) dan apa yg ada dalam kenyataan (Das Sein) Teori tidak cocok dg kenyataan Realisasi tidak mencapai sasaran Situasi berjalan kurang dari apa yang seharusnya Fenomena yg tidak sepenuhnya difahami MZ-S

24 Bekal identifikasi masalah Kritis, skeptis, selalu alergi dengan pernyataan tanpa bukti dan inkosisten Scientific mind & prepared mind MZ-S

25 SUMBER PROBLEMATIK PENELITIAN  PENGALAMAN PRAKTISI  HASIL PENGAMATAN  ISSUE YG SEDANG IN  REKOMENDASI FORUM ILMIAH  SARAN PENELITIAN TERDAHULU  KEBUTUHAN INSTANSI  INTUISI PENELITI, DLL MZ-S

26 KRITERIA RESEARCH PROBLEM YG BAIK Mempunyai nilai penelitian : urgent, usefull & original Layak : waktu, dana, tenaga dan data Sesuai : kualifikasi & kemampuan peneliti Tidak bertentangan dg norma/ hukum yang berlaku dalam masyarakat MZ-S

27 Contoh : MASALAH/PROBLEM PENGALENGAN BUAH ADVOCAD SEHARUSNYA MENGHASILKAN PRODUK YG WARNA DAN NILAI GIZI SESUAI ASALNYA TETAPI DLM KENYATAAN DLM PROSES & PENYIMPANAN TERJADI PERUBAHAN WARNA DAN NILAI GIZI AKIBAT REAKSI PENCOKLATAN (BROWNING) PROBLEMATIK/TOPIK : BROWNING MZ-S

28 RUMUSAN MASALAH SEDERET QUESTIONS YG RELEVAN DG PROBLEM QUESTIONS : CAUSAL, EFECTUAL ATAU SOLUSI  Faktor apa yg menyebabkan terjadinya browning?  Bagaimana pengaruh browning terhadap nilai gizi dan kadar vitamin c?  Bahan kimia apa yg dapat digunakan untuk mencegah browning? MZ-S

29 BAB IV STUDI KEPUSTAKAAN, TEORI & HIPOTESIS Six hours in library save six months in field / laboratory Tujuan : menunjukkan jalan pemecahan masalah Kegunaan : mendapat landasan teori, informasi penelitian sejenis / relevan, mendapat metode, teknik dan pendekatan, sumber data sekunder, mengetahui historis dan perspektif, memperkaya ide, mengetahui peneliti lain Macam : acuan umum dan acuan khusus MZ-S

30 TEORI DAN HIPOTESIS The Traditional Image of Science MZ-S RESEARCH PROBLEM HYPOTHESIS THEORITICAL UNDERSTANDING

31 KERANGKA TEORI & HIPOTESIS MZ-S BROWNING REACTION O2 POLIFENOL >>> QUINON PPO REAKSI OKSIDASI ENZIMATIK ANTIOKSIDAN DAPAT MENCEGAH REKSI OKSIDASI ENZIMATIK NaBISULFIT ADALAH BAHAN ANTIOKSDANT HIPOTESIS : Na BISULFIT DAPAT MENCEGAH REAKSI BROWNING

32 HIPOTESIS HIPO : LEMAH, TESIS : PERNYATAAN PERNYATAAN BERISI DUGAAN / JAWABAN SEMENTARA ATAS PERMASALAHAN YANG PALING MUNGKIN BERDASARKAN TEORI (YANG RELEVANT & RECENT) CIRI-CIRI :  DEKLARATIF (PERNYATAAN)  PROPOSISI (KOMPARASI/KORELASI)  TENTATIF (TERGANTUNG BUKTI EMPIRIS)  TESTABLE (OBSERVABLE & MEASURABLE) MZ-S

33 Pengujian Hipotesis Menguji konsistensi dengan logika : deduktif, induktif atau logika Canon Mill Menguji kesesuaiannya dengan fakta empiris Canon Mill, metode : kesamaan, perbedaan, kesamaan-perbedaan, pertinggal dan variasi beriring MZ-S

34 DASAR PERUMUSAN HIPOTESIS SATU TEORI LENGKAP GABUNGAN SEBAGIAN PROPOSISI/KONSEP DARI BEBERAPA TEORI GENERALISASI FAKTA EMPIRIS IMAJINASI / AKAL SEHAT/ DUGAAN LIAR PENELITI MZ-S

35 KEGUNAAN HIPOTESIS : SEBAGAI PEDOMAN MENYUSUN / MEMILIH PENDEKATAN / DESAIN RISET MENENTUKAN / MEMILIH DATA YG AKAN DIGUNAKAN MENENTUKAN / MEMILIH METODE ANALISIS DATA YG AKAN DIPAKAI MZ-S

36 HUBUNGAN ANTARA FAKTA EMPIRIS DAN TEORI MZ-S INDUKTIF KONSTRUKSI REKONSTRUKSI REORIENTASI REDIFINISI MEMODIFIKASI MENOLAK MERINGKAS MENGISI GAP MEMPERSEMPIT MERAMALKAN DEDUKTIF

37 MZ-S HUBUNGAN FAKTA EMPIRIS DAN TEORI FAKTA EMPIRIS TEORI KONSTRUKSI REKONSTRUKSI REORIENTASI REDIFINISI MEMODIFIKASI MENOLAK MERINGKAS MENGISI GAP MEMPERSEMPIT MERAMALKAN DEDUKTIF

38 BAB V VARIABEL & DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL :  SEGALA SESUATU YG MENUNJUKKAN ADANYA VARIASI  OPERASIONALISASI DARI KONSEP = SHG DPT DIAMATI DAN DIUKUR  KONSEP >> VARIABEL >> DIMENSI >> INDIKATOR MZ-S

39 KLASIFIKASI VARIABEL SIFAT : AKTIF & PASIF (ATRIBUTIF) SKALA : NOMINAL, ORDINAL, INTERVAL DAN RASIO FUNGSI / KEDUDUKAN / STATUS :  INPUT : Bebas, Moderator, Random, Kendali  PROSES : Penghubung / Intervening  OUTPUT : Tergantung / Kriteria MZ-S

40 KONSEP >> DIMENSI >> VARIABEL KONSEPDIMENSIVARIABEL/ INDIKATOR NILAI GIZIN.P.U N.P.R P.E.R Jumlah gram protein yg terkonsumsi tiap 100 gram pakan % protein dalam pakan yang dapat dicerna ………..

41 KONSEP >> DIMENSI >> VARIABEL MZ-S KONSEPDIMENSI VARIABEL/ INDIKATOR STATUS GIZIBMI PROTEIN SERUM HEMATOKRIT Perbandingan berat badan dan tinggi badan, baik jika bmi ….., jelek jika bmi …… Kadar albumin dalam serum, baik jika…., jelek jika …. Kadar hb dalam darah, baik jika hb……, jelek jika hb…….

42 MZ-S KONSEPDIMENSIVARIABEL / INDIKATOR STATUS SOSIAL EKONOMI  PENDIDIKAN  PEKERJAAN  KEKAYAAN  izasah terakhir : SD, SMP, SMA, S- 1, S-2, S-3  PN, PS,WR,TB  jumlah deposito DEFINISI OERASIONAL Konsep Variabel

43 BAB VI RANCANGAN PENELITIAN MACAM : TRADE OFF DALAM HAL 1.LINGKUP PENELITIAN 2.TEMPAT PENELITIAN 3.CARA PENGUMPULAN DATA 4.ADA / TIDAK ADA PERLAKUAN 5.WAKTU PENGUMPULAN DATA 6.TUJUAN PENELITIAN 7.SUMBER DATA MZ-S

44 LINGKUP PENELITIAN KASUS  OBYEK SATU KASUS TERTENTU  MENDALAM  KESIMPULAN BERLAKU UNTUK KASUS YG DITELITI INFERENSIAL  OBYEK POPULASI KASUS  MELUAS  KESIMPULAN DIGENERALISASI UNTUK POPULASI MZ-S

45 TEMPAT PENELITIAN LAPANGAN  DI LAPANGAN  KONDISI APA ADANYA  TANPA PENGENDALIAN KONDISI LABORATORIUM  DI LABORATORIUM  KONDISI BUATAN  ADA PENGENDALIAN KONDISI / SIMULASI MZ-S

46 WAKTU PENGUMPULAN DATA LONGITUDINAL  POPULASI YG SAMA DIAMATI DLM PERIODE TERTENTU /TIME SERIES  SATU POPULASI YG BERAGAM DIAMATI DALAM WAKTU YG SAMA  PROSPEKTIF ATAU RETROSPEKTIF CROSSECTIONAL  BEBERAPA POPULASI DIAMATI PADA SATU WAKTU YG SAMA  COCOK UNTUK DESKRIPTIF  TIDAK COCOK UNTUK ANALITIS / EKSPLANATIF / CAUSALITAS MZ-S

47 CARA PENGUMPULAN DATA OBSERVASIONAL  PENGAMATAN ATAS : PERILAKU / KINERJA OBYEK  PARTISIPATIF / NON PARTISIPATIF SURVEY  DILAKUKAN DG KOMUNIKASI VIA : KUESIONER / WAWANCARA BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG MZ-S

48 ADA / TIDAK ADA PERLAKUAN EKSPERIMENTAL  PENELITI MEMBERIKAN PERLAKUAN / INTERVENSI KPD OBYEK  PENELITI DPT MENGATUR / MENGENDALIKAN VARIABEL  DPT SECARA TEGAS MENYATAKAN HUB. SEBAB - AKIBAT EXPOST FACTO  PENELITI TDK MEMBERIKAN INTERVENSI KPD OBYEK  PENELITI TDK DPT MENGATUR VARIABEL  PENELITI MENGAMATI KEJADIAN YG SUDAH ADA  SULIT MENYATAKAN HUB. SEBAB AKIBAT MZ-S

49 TUJUAN PENELITIAN DESKRIPTIF  HASILNYA JAWABAN DARI : W,W,W,W & HOW MUCH  TIDAK ANALISIS HUBUNGAN ANTAR VARIABEL  TIDAK ADA VAR. BEBAS & VAR.TGT  STATISTIK : DESKRIPTIF ANALITIS / EKSPLANATIF  HASILNYA JAWABAN DARI : WHY / HOW  ADA ANALISIS HUB. / KOMPARASI ANTAR VAR. BEBAS DAN VAR.TGT  STATISTIK INDUKTIF / INFERENSIAL MZ-S

50 SUMBER DATA PENELITIAN PRIMER  DIKUMPULKAN / DIHITUNG / DIOLAH SENDIRI  DATA BELUM ADA  KUALITAS DATA TERJAMIN & UP TO DATE  SESUAI TUJUAN / KEPERLUAN PENELITIAN PENELITIAN SEKUNDER  DIKUMPULKAN / DIOLAH OLEH FIHAK LAIN  DATA TELAH ADA  KUALITAS DATA PERLU RECEK  SERING TIDAK SESUAI DG TUJUAN / KEPERLUAN : KARENA WAKTU, SATUAN DAN SETTING YG TIDAK SESUAI MZ-S

51 BAB VII EXPOST FACTO CAUSAL COMPARATIF STRATEGI PEMBUKTIAN HUBUNGAN  CAUSA > EFEK  EXPOSURE > OUTCOME  PIL KB >> HIPERTENSI  MSG >> GANGGUAN FUNGSI HATI  MEROKOK >> KANKER PARU, DSB MZ-S

52 TROHOC CAUSA EFEK COHORT TROHOC PIL KB HIPERTENSI COHORT

53 COHORT MZ-S CALON AKSEPTOR KB PIL KB NON-PIL KB HIPERTENSI(a) NON- HIPERTENSI(b) HIPERTENSI(c) NON- HIPERTENSI(d) PRESENT FUTURE

54 ANALISIS DATA COHORT MZ-S HIPERTENSI NON HIPERTENSI PIL KB ab NON-PIL KB cd a+cb+d RR = RELATIVE RISK ATAU UJI CHI-SQUARE

55 TROHOC MZ-S AKSEPTOR KB HIPERTENSI NON- HIPERTENSI PIL KB(a) NON-PIL KB(b) PIL KB (c) NON-PIL KB(d) PRESENT PAST

56 ANALISIS DATA TROHOC MZ-S HIPERTENSI NON HIPERTENSI PIL KB ab NON-PIL KB cd a+cb+d OR = ODD RATIO ATAU UJI CHI-SQUARE

57 BAB VIII RANCANGAN EKSPERIMENTAL CIRI-CIRI PRINSIP DASAR KEGUNAAN REPLIKASI, RANDOMISASI, KONTROL VALIDITAS INTERNAL & EKSTERNAL MACAM RANC-EKSPERIMEN MZ-S

58 CIRI-CIRI PENELITIAN EKSPERIMENTAL PENELITI MEMBERIKAN PERLAKUAN /INTERVENSI KEPADA OBYEK PENELITIAN KEMUDIAN MENELITI EFEK DARI PERLAKUAN / ITERVENSI TERSEBUT FENOMENA YANG DITELITI ADA SETELAH ADA PERLAKUAN DAPAT DILAKUKAN PENGENDALIAN VARIABEL DAPAT MENGUJI HUBUNGAN CAUSALITAS

59 PRINSIP DASAR MENGUJI CAUSALITAS DALAM SISTEM TERTUTUP DUA KELOMPOK IDENTIK : MENDAPAT PERLAKUAN DAN TIDAK MENDAPAT PERLAKUKAN ATAU PERLAKUAN PEMBANDING PERLAKUAN SEBAGAI VARIABEL BEBAS DAPAT SINGLE MAUPUN MULTIFACTOR MZ-S

60 PRINSIP UMUM GENERAL POPULASI POPULASI TARGET KRITERIA INKLUSI KRITERIA EKSKLUSI R O1 P O2 P O2 K O1 K P + P--

61 KEGUNAAN / TUJUAN GETTING MORE INFORMATOION FOR OUR MONEY UJI BAN GAJAH TUNGGAL : ADA DUA FAKTOR, YAITU : BAN DAN DRIVER MENGHILANGKAN CONFOUDING FACTOR/ NON EXPERIMET VARIABLE MZ-S

62 UNSUR UTAMA MINIMAL ADA DUA KELOMPOK : KELOMPOK PERLAKUAN DAN KONTROL/PEMBANDING ADA REPLIKASI DAN RANDOMISASI KONTROL : EFEK MUTLAK (KONTROL NEGATIF) PEMBANDING : EFEK RELATIF (KONTROL POSITIF)

63 REPLIKASI PERLAKUAN : PROSEDURATAU KONDISI YG EFEKNYA AKAN DIUKUR UNTUK DIBANDINGKAN DG PERLAKUAN YG LAIN PERLAKUAN : MACAM BAHAN, MACAM INTERVENSI, KADAR OBAT, VARIASI KONDISI,ETC. UNIT ANALISIS VS UNIT EKSPERIMEN REPLIKASI : BANYAKNYA UNIT EKSPERIMEN YG MENDAPAT PERLAKUAN SAMA FUNGSI : ESTIMASI EXP.ERROR, PRESISI>, GENERALISASI > MZ-S

64 EXPERIMENTAL ERROR KESALAHAN PENGUKURAN, PERBEDAAN UNIT EKSP., KESALAHAN MELAKUKAN PROSEDUR, FAKTOR LUAR KESALAHAN SISTEMATIK DAN KESALAHAN RANDOM DIKURANGI DG : UNIT EKSP. HOMOGEN, MENCEGAH FAKTOR LUAR, RANCOB YG EFISIEN MZ-S

65 RANDOMISASI PROBABILITAS YG SAMA UNTUK MENDAPAT PERLAKUAN ATAU KONTROL/PEMBANDING MENJAGA VALIDITAS EKSTERNAL FAIR, GOOD, EXCELENCE RANDOMIZATION BANYAK KENDALA : INCOMPLETELY: MATCHING

66 KONTROL / PEMBANDING KONTROL : EFEK NOL, MENENTUKAN EFEK MUTLAK DARI PERLAKUAN PEMBANDING : EFEK TIDAK NOL, MENENTUKAN EFEK RELATIF DARI PERLAKUAN SAMA DALAM HAL MULTIPARAMETER DAN FORCE & DYNAMIC ANATARA KEL.T DAN K/P MZ-S

67 VALIDITAS HASIL EKSPERIMENT VALIDITAS INTERNAL : JAWAB ATAS PERTANYAAN APAKAH PERLAKUAN BENAR MEMBERIKAN EFEK JAMINAN VAL.INT. : KONTROL &REPLIKASI VALIDITAS EKSTERNAL : JAWAB ATAS PERTANYAAN : APAKAH HASIL EKSP. DAPAT DIGENERALISASI KE POPULASI JAMINAN VAL. EKST. : RANDOMISASI

68 MACAM RANCANGAN EKSPERIMENTAL PRA-EKS QUASI-EKSP.(EKSP.SEMU) TRUE-EKSP. (EKSP. SESUNGGUHNYA) TERGANTUNG PEMENUHAN THDP : REPLIKASI, RANDOMISASI, KONTROL/PEMBANDING

69 PRE-EKSPERIMENTAL TIDAK LENGKAP The one shot case Study The one group Pretest-posttest Study The Static Group comparison PENYEBAB TANDINGAN History effect Maturation effect Testing effect Istrumentation effect Statistical effect

70 TRUE EXPERIMENTAL SUDAH MEMENUHI 3 PRINSIP :R,R,K/P MACAM : The pretest-postest Control Group Comparison The posttest-Only Control Group comparison The Solomom Four-Group comparison Factorial Design Same Subyect Design Cross-Over Design

71 CLINICAL TRIALS EKSPERIMENTAL DG OBYEK MANUSIA (PENDERITA /SUKARELAWAN SEHAT) ETIK (INFORMED CONCEN) OBYEKTIVITAS HASIL : BLIND (SINGLE, DOUBLE, TRIPLE BLIND) RANDOMISASI : FAIR, GOOD, EXCELENT EXCELENT : PERMUTED BLOCK MZ-S

72 QUASI-EXPERIMENTAL TIDAK PENUH TAPI SUDAH MENDEKATI MACAM : The Non random Control Group Pretest- postest The Time Series Experiment Equivalent Time Sample Design MZ-S

73 KLASIFIKASI PRA – EKSPERIMENTAL : belum memenuhi unsur-unsur true-experimental QUASI – EKSPERIMENTAL : tidak sepenuhnya (semu) unsur-unsur true-experimental TRUE – EKSPERIMENTAL : telah memenuhi unsur-unsur true-experimental (ada unsur randomisasai, replikasi dan kontrol / pembanding)

74 BAB X SAMPLING DAN SAMPLE SIZE SENSUS DILAKUKAN TERHADAP SELURUH OBYEK YG DITELITI LAMA, MAHAL FENOMENA YG DITELITI DAPAT KADALUWARSA SAMPLING DILAKUKAN THDP SEBAGIAN SAJA DARI OBYEK CEPAT, MURAH, HASIL DPT DIPERTANGGUNG JAWABKAN SECARA ILMIAH MZ-S

75 POPULASI-SAMPEL, SAMPLING- GENERALISASI MZ-S POPULASI SAMPEL SAMPLING GENERALISASI

76 SAMPEL DAPAT REPRESENTATIF TERGANTUNG : TEKNIK SAMPLING : IDEAL RANDOM SAMPLIG UKURAN /BANYAKNYA SAMPEL : MAKIN BANYAK MAKIN REP. KRITERIA DARI UNIT SAMPEL : MAKIN TEGAS MAKIN REP. VARIASI ANTAR UNIT SAMPEL : MAKIN HOMOGEN MAKIN REP. MZ-S

77 GENERALISASI VALID, JIKA : TARGET POPULATION = SAMPLED POPULATION POPULASI KPD SIAPA KESIMPULAN DIBERLAKUKAN = POPULASI DARIMANA SAMPEL DIAMBIL JIKA TIDAK, KESIMPULAN AKAN BIAS MZ-S

78 UNIT POPULASI DAPAT : INDIVIDU : KONSUMEN, PELANGGAN, NASBAH, DSB. PERUSAHAAN, UNIT USAHA, GROUP INDIVIDU : KELUARGA KASUS : PHK, DHF, AI !! SEGALA SESUATU YG DPT MENJADI SUMBER DATA MZ-S

79 TEKNIK SAMPLING RANDOM SAMPLING  AZAS : PROBABILITAS UNIT POPULASI TERPILIH SAMA  TUJUAN : UNTUK GENERALISASI  MACAM : SIMPLE R.S STRATIFIED R.S. CLUSTER R.S. MULTISTAGE R.S. NON RANDOM SAMPLING  AZAS : PROBABILITAS TIDAK SAMA  TUJUAN : TIDAK UNTUK GENERALISASI  MACAM : SNOW BALL ACCIDENTAL PURPOSIVE / JUDGMENT MZ-S

80 SIMPLE RANDOM SAMPLING POPULASI HOMOGEN PER KITERIA ADA LIST / DAFTAR DARI SELURUH UNIT POPULASI DAPAT DISAMPLING DG : TEKNIK LOTERE ATAU DG BILANGAN RANDOM KELEMAHAN : DPT MENYEBAR / MENGUMPUL MZ-S

81 SIMPLE RANDOM SAMPLING MZ-S * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * POPULASI HOMOGEN ADA DAFTAR Lotere / Random Number

82 STRATIFIED RANDOM SAMPLING POPULASI HETROGEN TERDIRI DARI ATAS KELOMPOK / LAPIS YG HOMOGEN ADA LIST / DAFTAR DARI SELURUH UNIT POPULASI BERIKUT STRATA SETELAH DISTRATIFIKASI DISAMPLING DG LOTERE / RANDOM NUMBER MZ-S

83 STRATIFIED RANDOM SAMPLING MZ-S * # * # * * # * # * * # # * * # * # * * * # * * # * * # * # * * * * ## *** ##**** # # # # # #* * * * * * * * * * * * # # # STRATIFIKASI LOTERE/ RANDOM NUMBER POPULASI HETEROGEN TDD ATAS STRATA YG HOMOGEN DAN ADA KERANGKA SAMPEL YANG MEMUAT DATA STRATA

84 CLUSTER / AREA RANDOM SAMPLING POPULASI HETEROGEN TERDIRI ATAS KELOMPOK / AREA YG MASING- MASING HETEROGEN DILAKUKAN RANDOMISASI 2 TAHAP I > RANDOMISASI CLUSTER / AREA, II > RANDOMISASI ATAS UNIT POPULASI DARI CLUSTER YG TERPILIH MZ-S

85 CLUSTER RANDOM SAMPLING MZ-S ** # *# * #* * *# # ** # *# * * *# *# # *# * *# # *# * ** # *# # *#* **# * * * # # POPULASI HETEROGEN TDD ATAS CLUSTER YG HETEROGEN LOTERE CLUSTER LOTERE UNIT POPULASI

86 MULTISTAGE RANDOM SAMPLING POPULASI HETEROGEN TERDIRI ATAS CLUSTERS DAN STRATA DILAKUKAN RANDOMISASI CLUSTER DILAKUKAN STRATIFIKASI ATAS CLUSTER TERPILIH DILAKUKAN RANDOMISASI UNIT POP. DARI MASING- MASING STRATA SAMPEL : REPRESENTASI DARI CLUSTER DAN STRATA MZ-S

87 MULTISTAGE RANDOM SAMPLING MZ-S ** # *# * #* * *# # ** # *# * * *# *# # *# * *# # *# * ** # *# # *#* **# * * * # # POPULASI HETEROGEN TDD ATAS CLUSTER YG HETEROGEN LOTERE CLUSTER LOTERE UNIT POPULASI *******###### STRATIFIKASI

88 JUMLAH SAMPEL HANYA ESTIMASI TGT PADA : BATAS TOLERANSI KESALAHAN DAN DERAJAT KEPERCAYAAN YG DIGUNAKAN DAPAT DIPEROLEH DARI TABEL ATAU DIHITUNG DG RUMUS RUMUS / TABEL YG DIPAKAI DITENTUKAN OLEH : SKALA VAR.TERGANTUNG (NOMINAL / RASIO) DAN SIFAT POPULASINYA (FINIT / INFINIT) MZ-S

89 Sample size (n) : proporsi (Alfa=5%,p estimasi = 50%, q = 50%,d=1-5%) N1%2%3%5% infinit MZ-S

90 Sample size (n) : mean Alfa1%2,5%5%10% Beta0,1-0,5 D = d/s = MZ-S

91 BAB IX TENIK PENGUMPULAN DATA  KONSEP PENGUKURAN  TEKNIK  KOMUNIKASI  KUESIONER / ANGKET  INTERVIU / WAWANCARA  OBSERVASI / PENGAMATAN MZ-S

92 Measurement (Pengukuran ) Selecting observable empirical events (variabel yang akan diukur) Using numbers or symbols to represent aspects of the events (angka/simbul sebagai wakil variabel) Applying a mapping rule to connect the observation to the symbol (gunakan aturan main untuk menghubungkan variabel dengan angka/simbul) MZ-S Slide 8 - 1

93 MZ-S Observable Empirical Events (variabel) Numbers Or Symbols To Represent Aspects Of The Events Mapping Rule To Connect The Observation To The Symbol Knowledge Motivation Behaviour Background 1.bad 2.good 3.very good

94 Avoid false empirical deduction Multivariate / Multi-indicator MZ-S X Y x3 x2 x1 y2 y1

95 What is Measured? Apa yang diukur? Objects: Things of ordinary experience (concrete) Some things not concrete Properties: Characteristics of objects MZ-S Slide 8 - 2

96 TEKNIK VS JENIS DATA KOMUNIKASI  PENGETHUAN  SIKAP  MOTIVASI  PERSEPSI  LATAR BELAKANG OBSERVASI  KETRAMPILAN  KONDISI  LINGKUNGAN  SUASANA MZ-S

97 KUESIONER  TERTUTUP  RESPONDEN MEMILIH JAWABAN YG TELAH DISEDIAKAN  MUDAH MENGOLAH, HARAPAN KEMBALI >  ASAL-ASALAN MENGISI  KOMBINASI TERTUTUP & TERBUKA  TERBUKA RESONDEN MENGISI/MENULIS SENDIRI JAWABAN SULIT MENGOLAH, HARAPAN KEMBALI < DIPEROLEH JAWABAN YG SMART & TAK TERDUGA MZ-S

98 WAWANCARA  TERSTRUKTUR  ADA PEDOMAN  DATA JELAS & LENGKAP & SERAGAM  SEPERTI HAKIM VS TERDAKWA  TIDAK TERSTRUKTUR  TIDA ADA PEDOMAN FREE-TALK  DATA TIDAK JELAS / VARIATIF  DEMOKRATIS  JAWABAN SMART & TAK TERDUGA MZ-S

99 BAGAIMANA PERSEPSI SDR TENTANG KUALITAS PRODUK ABC? 1.SANGAT ISTIMEWA! 2.CUKUP BAIK 3.SUSAH MENGATAKAN 4.PERLU PERBAIKAN 5.LUMAYAN BAIK 6.BIKIN MUAL 7.BAIK TIDAK, JELEK JUGA TIDAK 8.LUMAYAN 9.BAIK SEKALI 10.CUKUP MENGESANKAN 11.DARIPADA YG LAIN LEBIH BAIK 12.BISA JADI SAKIT 13.CUKUP BAIK 14.TIDAK PUNYA PENDAPAT MZ-S

100 SKORING : KUALITATIF >> KUANTITATIF SANGAT BAIK : 5 BAIK : 4 RAGU-RAGU : 3 JELEK : 2 SANGAT JELEK : 1 RESPONDEN SKOR 1 ….. 2 ….. 3 …. 4 ….. 5 ….. 6 ….. 7 …… MZ-S

101 SYARAT INSTRUMENT  VALID / SAHIH / TEPAT / JITU  VALID KUALITATIF : dapat mengukur apa yg akan diukur  VALID KUANTITATIF : dapat mengukur adanya variasi / perbedaan pada obyek  RELIEBEL / MANTAP / DPT DIANDALKAN  Kapan saja, dimana saja, oleh siapa saja digunakan hasilny ajeg / konstant MZ-S


Download ppt "METODOLOGI PENELITIAN Prof. Dr. Muhamad Zainuddin, Apt MZ-S-2-2006."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google