Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGGUNAAN MEDIA BANGUN RUANG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 2 BRAJA INDAH LAMPUNG TIMUR OLEH Wayan Tantre.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGGUNAAN MEDIA BANGUN RUANG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 2 BRAJA INDAH LAMPUNG TIMUR OLEH Wayan Tantre."— Transcript presentasi:

1

2 PENGGUNAAN MEDIA BANGUN RUANG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 2 BRAJA INDAH LAMPUNG TIMUR OLEH Wayan Tantre NPM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2010

3 Lembar pengesahan Pengesahan Penguji Surat pernyataan Kata pengantar Analisis situasi Rancangan Penelitian Pelaksanaan Siklus 1 Pelaksanaan Siklus 2 Simpulan dan rekomendasi

4 Pengesahan Dosen Pembimbing, Penguji, Dr. Darsono, M.Pd. Drs. Muncarno, M.Pd. Dosen Pembimbing, Penguji, Dr. Darsono, M.Pd. Drs. Muncarno, M.Pd. NIP NIP Lembar pengesahan Pengesahan Penguji Surat pernyataan Kata pengantar Analisis situasi Rancangan Penelitian Pelaksanaan Siklus 1 Pelaksanaan Siklus 2 Simpulan dan rekomendasi PENGGUNAAN MEDIA BANGUN RUANG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 2 BRAJA INDAH LAMPUNG TIMUR OLEH Wayan Tantre NPM Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN Mengesahkan Bandar Lampung,…………………………..2010

5 OLEH Wayan Tantre NPM Telah diujikan pada, OLEH Wayan Tantre NPM Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN Telah diujikan pada, PENGGUNAAN MEDIA BANGUN RUANG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 2 BRAJA INDAH LAMPUNG TIMUR Lembar pengesahan Pengesahan Penguji Surat pernyataan Kata pengantar Analisis situasi Rancangan Penelitian Pelaksanaan Siklus 1 Pelaksanaan Siklus 2 Simpulan dan rekomendasi Dosen Pembimbing, Penguji, Dr. Darsono, M.Pd. Drs. Muncarno, M.Pd. Dosen Pembimbing, Penguji, Dr. Darsono, M.Pd. Drs. Muncarno, M.Pd. NIP NIP

6 Surat Pernyataan Lembar pengesahan Pengesahan Penguji Surat pernyataan Kata pengantar Analisis situasi Rancangan Penelitian Pelaksanaan Siklus 1 Pelaksanaan Siklus 2 Simpulan dan rekomendasi Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Mahasiswa: Wayan Tantre Nama Mahasiswa: Wayan Tantre NPM : NPM : Jurusan : Ilmu Pendidikan Jurusan : Ilmu Pendidikan Program studi: S 1 PGSD PJJ Berbasis ICT Program studi: S 1 PGSD PJJ Berbasis ICT Fakultas: Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Fakultas: Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa hasil portofolio berupa e-TA yang berjudul ” Penggunaan Media Bangun Ruang Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 2 Braja Indah Lampung Timur ” tersebut adalah benar-benar disusun sendiri. Demikian pernyataan ini saya buat untuk dapat digunakan seperlunya dan apabila di kemudian hari ternyata pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia dituntut berdasarkan Undang-undang dan Peraturan yang berlaku. Bandar Lampung, 2010 Bandar Lampung, 2010 Yang membuat pernyataan, Yang membuat pernyataan, WAYAN TANTRE WAYAN TANTRE NPM NPM

7 Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan karunia–Nya kepada penulis untuk dapat menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SDN 2 Braja Indah, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur dengan baik. Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan karunia–Nya kepada penulis untuk dapat menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SDN 2 Braja Indah, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur dengan baik. Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan media bangun ruang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran Matematika Kelas V SDN 2 Braja Indah, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan PTK dan penyusunan Eletronik Tugas Akhir ini dapat terlaksana dengan lancar karena adanya bantuan dari berbagai pihak Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan media bangun ruang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran Matematika Kelas V SDN 2 Braja Indah, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan PTK dan penyusunan Eletronik Tugas Akhir ini dapat terlaksana dengan lancar karena adanya bantuan dari berbagai pihak Laporan e-TA ini disusun sebagai pertanggungjawaban penulis yang telah melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas di SDN 2 Braja Indah, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur. Penulis menyadari bahwa e-TA ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca agar penulisan laporan ini menjadi lebih baik. Akhirnya penulis berharap semoga e-TA ini bermanfaat. Bandar Lampung, Juli 2010 Penulis Kata Pengantar Kata Pengantar Lembar pengesahan Pengesahan Penguji Surat pernyataan Kata pengantar Analisis situasi Rancangan Penelitian Pelaksanaan Siklus 1 Pelaksanaan Siklus 2 Simpulan dan rekomendasi

8 Analisis Situasi Metode Penelitian Pelaksanaan Siklus 1 Pelaksanaan Siklus 2 Simpulan dan Rekomendasi Analisis Situasi Metode Penelitian Pelaksanaan Siklus 1 Analisis Situasi Metode Penelitian Pelaksanaan Siklus 2 Pelaksanaan Siklus 1 Analisis Situasi Metode Penelitian Simpulan dan Rekomendasi Pelaksanaan Siklus 2 Pelaksanaan Siklus 1 Analisis Situasi Metode Penelitian Simpulan dan Rekomendasi Pelaksanaan Siklus 2 Pelaksanaan Siklus 1 Metode Penelitian

9 Analisis Situasi Analisis Situasi Dalam pembelajaran matematika di tingkat SD, diharapkan terjadi reinvention (penemuan kembali), yaitu menemukan suatu cara penyelesaian secara informal dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan pengamatan dan diskusi dengan guru kelas V SDN 2 Braja Indah, Lampung Timur kondisi pembelajaran pada mata pelajaran matematika masih diwarnai pendekatan yang menitik beratkan pada model belajar yang monoton dan bersifat sentralistik sehingga sangat membosankan, kurang menarik perhatian, kurang mampu merangsang siswa untuk telibat aktif dalam proses pembelajaran. Suasana pembelajaran yang demikian cenderung melemahkan motivasi anak, keberanian anak, kreatif anak, sehingga mengakibatkan lemahnya perkembangan potensi diri siswa terutama ada hasil/nilai setiap mata pelajaran yang dicapai terutama di bidang matematika. Lembar pengesahan Pengesahan Penguji Surat pernyataan Kata pengantar Analisis situasi Rancangan Penelitian Pelaksanaan Siklus 1 Pelaksanaan Siklus 2 Simpulan dan rekomendasi

10 Sehubungan dengan permasalahan di atas maka perlu adanya suatu media bangun ruang yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa serta mampu memotivasi siswa untuk kreatif, kritis, mandiri, dalam mengungkapkan gagasan dan pengetahuannya dalam pemecahan masalah khususnya yang berhubungan dengan mata pelajaran matematika. Menurut Clara Ika Sari Budhayanti, dkk, bangun ruang yaitu bangun yang memiliki tiga dimensi yaitu panjang, lebar dan tinggi. Menurut M. Djauhar Siddiq, dkk, (2008), kata “Media“ berasal dari “Medium” yang berarti perantara atau pengantar dalam menyampaikan pesan komunikasi. Berdasarkan pendapat tersebut perlu kiranya diadakan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika di SDN 2 Braja Indah Lampung Timur. Sehubungan dengan permasalahan di atas maka perlu adanya suatu media bangun ruang yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa serta mampu memotivasi siswa untuk kreatif, kritis, mandiri, dalam mengungkapkan gagasan dan pengetahuannya dalam pemecahan masalah khususnya yang berhubungan dengan mata pelajaran matematika. Menurut Clara Ika Sari Budhayanti, dkk, bangun ruang yaitu bangun yang memiliki tiga dimensi yaitu panjang, lebar dan tinggi. Menurut M. Djauhar Siddiq, dkk, (2008), kata “Media“ berasal dari “Medium” yang berarti perantara atau pengantar dalam menyampaikan pesan komunikasi. Berdasarkan pendapat tersebut perlu kiranya diadakan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika di SDN 2 Braja Indah Lampung Timur.

11 Rancangan Penelitian 1. Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti, dan guru kelas V SDN 2 Braja Indah, Lampung Timur. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Braja Indah lampung Timur Tahun Pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 21anak siswa terdiri dari laki laki 9 siswa, dan perempuan 12 siswa. 2. Pelaksanaan Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2009/2010. a. Teknik Pengumpulan Data Pada tahap ini pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan mengumpulkan data berdasarkan nstrument penilaian, yang kemudian data – data tersebut diberi tanda berdasarkan jenis dan sumbernya. b. Alat Pengumpul Data : lembar panduan observasi, Pedoman wawancara Kuisioner dan tes hasil belajar c. Teknik Analisis Data Proses penelitian akan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif akan digunakan untuk menganalisis data yang menunjukkan dinamika proses dengan memberikan pemaknaan secara kontekstual dan mendalam sesuai dengan permasalahan penelitian, yaitu data tentang kinerja guru, aktivitas belajar siswa, pola interaksi pembelajaran, pendapat siswa tentang penggunaan media bangun ruang. Sedangkan analisis kuantitatif akan digunakan untuk mendiskripsikan berbagai dinamika kemajuan kualitas hasil belajar siswa dalam hubungannya dengan penguasaan materi dan keterampilan penggunaan media yang diajarkan guru

12 Rancangan Tindakan (Siklus 1) 1. Perencanaan, yang meliputi : 1.1. Menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran ( RPP ) dengan pokok bahasan 1.1. Menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran ( RPP ) dengan pokok bahasan sifat-sifat bangun ruang kubus dan balok. sifat-sifat bangun ruang kubus dan balok Membuat skenario pembelajaran Membuat skenario pembelajaran Menyiapkan media yang digunakan dalam pembelajaran Menyiapkan media yang digunakan dalam pembelajaran. 2. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan pembelajaran meliputi beberapa iahapan antara lain : Tahap Penyajian Pelaksanaan pembelajaran meliputi beberapa iahapan antara lain : Tahap Penyajian Materi, dalam penyajian materi guru membagikan rangkuman materi pembelajaran Materi, dalam penyajian materi guru membagikan rangkuman materi pembelajaran tentang sifat-sifat kubus dan balok. Tahap Kegiatan Kelompok, guru membagi tentang sifat-sifat kubus dan balok. Tahap Kegiatan Kelompok, guru membagi kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa dan dipilih 1 orang sebagai ketua kelompok. kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa dan dipilih 1 orang sebagai ketua kelompok. Guru menyajikan informasi tentang aturan dalam menjawab tugas-tugas kelompok, Guru menyajikan informasi tentang aturan dalam menjawab tugas-tugas kelompok, seperti : sifat-sifat bangun kubus dan balok. Kemudian siswa mengerjakan tugas seperti : sifat-sifat bangun kubus dan balok. Kemudian siswa mengerjakan tugas secara berkelompok. Melakukan tes formatif secara individual, guru mengoreksi dan secara berkelompok. Melakukan tes formatif secara individual, guru mengoreksi dan mendokumentasikan hasil evaluasi. mendokumentasikan hasil evaluasi. 3. Tahap Observasi Pada tahap ini peneliti bekerjasama dengan teman sejawat untuk melakukan Pada tahap ini peneliti bekerjasama dengan teman sejawat untuk melakukan observasi terhadap aktivitas siswa dan proses pembelajaran. observasi terhadap aktivitas siswa dan proses pembelajaran. 4. Tahap Refleksi Pada tahap refleksi bertujuan untuk menemukan kelemahan-kelemahan atau Pada tahap refleksi bertujuan untuk menemukan kelemahan-kelemahan atau kejanggalan dari proses pembelajaran, sehingga kekurangan dan kejanggalan kejanggalan dari proses pembelajaran, sehingga kekurangan dan kejanggalan tersebut dapat diperbaiki pada siklus ke II. tersebut dapat diperbaiki pada siklus ke II.

13 Siklus dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Mei 2010, pelaksanaan pembelajaran berlangsung selama 2 x 35 menit atau 1 x pertemuan. Sebelum kegiatan pembelajran berlangsung peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian guna memperlancar jalannya penelitan. Perangkat pembelajaran yang disiapkan di antaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Instrumen penelitian dan alat peraga. Sedangkan instrumen penelitian yang dipersiapkan antara lain lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi aktivitas siswa, lembar kuesioner dan catatan lapangan. Siklus dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Mei 2010, pelaksanaan pembelajaran berlangsung selama 2 x 35 menit atau 1 x pertemuan. Sebelum kegiatan pembelajran berlangsung peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian guna memperlancar jalannya penelitan. Perangkat pembelajaran yang disiapkan di antaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Instrumen penelitian dan alat peraga. Sedangkan instrumen penelitian yang dipersiapkan antara lain lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi aktivitas siswa, lembar kuesioner dan catatan lapangan. Pelaksanaan kegitan siklus I dilakukan sebanyak satu kali pertemuan dengan pokok bahasan ”Sifat-sifat Bangun Kubus dan Balok”. Setelah membuka pembelajaran dilanjutkan dengan doa, kemudian peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran, untuk memotivasi siswa melakukan tanya jawab tentang bangun ruang. Pelaksanaan kegitan siklus I dilakukan sebanyak satu kali pertemuan dengan pokok bahasan ”Sifat-sifat Bangun Kubus dan Balok”. Setelah membuka pembelajaran dilanjutkan dengan doa, kemudian peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran, untuk memotivasi siswa melakukan tanya jawab tentang bangun ruang. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini peneliti menggunakan model bangun ruang kubus dan balok dengan tujuan siswa dapat menguasai tentang konsep sifat-sifat bangun ruang.. Siswa dibentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa dengan ketentuan setiap kelompoknya terdiri dari siswa berprestasi rendah, sedang dan tinggi. Setelah mendengarkan penjelasan guru tentang prosedur kerja kelompok, siswa secara kelompok membuat rangka bangun ruang untuk memahami sifat-sifat bangun kubus dan balok dengan menggunakan lidi dan plastisin sebagai perekat.. Hasil kerja yang dilakukan siswa dimasukkan ke dalam LKS dan selanjutnya dibahas sebagai kesimpulan. Selanjutnya siswa mengerjakan post-tes secara individu untuk mengetahui hasil belajar setelah melakukan pembelajaran tentang bangun ruang. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini peneliti menggunakan model bangun ruang kubus dan balok dengan tujuan siswa dapat menguasai tentang konsep sifat-sifat bangun ruang.. Siswa dibentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa dengan ketentuan setiap kelompoknya terdiri dari siswa berprestasi rendah, sedang dan tinggi. Setelah mendengarkan penjelasan guru tentang prosedur kerja kelompok, siswa secara kelompok membuat rangka bangun ruang untuk memahami sifat-sifat bangun kubus dan balok dengan menggunakan lidi dan plastisin sebagai perekat.. Hasil kerja yang dilakukan siswa dimasukkan ke dalam LKS dan selanjutnya dibahas sebagai kesimpulan. Selanjutnya siswa mengerjakan post-tes secara individu untuk mengetahui hasil belajar setelah melakukan pembelajaran tentang bangun ruang. Hasil Penelitian (Siklus 1) Hasil Penelitian (Siklus 1)

14 Tabel Hasil Evaluasi pada Siklus I NilaiJumlah SiswaJumlah SkorRata-rata% 629,294,8828,57 5,25 – 6,00 739,975,7133,33 6,01 – 6,50 319,296,4314,29 6,51 – 7, ,01 – 7,50 214,287,149,52 7,51 – 8,00 17,86 4,76 8,01 – 8, ,51 – 9,00 18,57 4,76 9,01 – 9,50 19,29 4,76 9,51 – 10, Total21128,596,12100 Dari hasil evaluasi yang dapat dilihat dari tabel dan diagram tersebut di atas ternyata dalam pelaksanaan siklus I baru mencapai 6,12, secara klasikal hasil tindakan siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini disebabkan siswa belum begitu jelas dengan prosedur pembelajaran yang akan dilaksanakan dan siswa masih bingung karena siswa belum terbiasa belajar secara kelompok.

15 Vidio Pelaksanaan Siklus I

16

17 Refleksi Siklus I Setelah pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan, peneliti bersama teman sejawat melakukan refleksi untuk mengevaluasi aktivitas dan hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus I. Refleksi didasarkan pada nilai tes dan hasil observasi aktivitas guru dan siswa. Dari hasil refleksi diketahui bahwa pada siklus I penggunaan model bangun ruang telah menampakkan hasil yang cukup baik. Namun dalam kegiatan pembelajaran masih banyak hambatan yang dialami oleh guru dan siswa di antaranya: 1) Penjelasan kepada anak perlu diulang-ulang agar lebih jelas dan mudah diterima anak; 2) Agar guru mengusahakan untuk memancing anak agar lebih berani dan kreatif untuk bertanya yang lebih luas lagi; Setelah pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan, peneliti bersama teman sejawat melakukan refleksi untuk mengevaluasi aktivitas dan hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus I. Refleksi didasarkan pada nilai tes dan hasil observasi aktivitas guru dan siswa. Dari hasil refleksi diketahui bahwa pada siklus I penggunaan model bangun ruang telah menampakkan hasil yang cukup baik. Namun dalam kegiatan pembelajaran masih banyak hambatan yang dialami oleh guru dan siswa di antaranya: 1) Penjelasan kepada anak perlu diulang-ulang agar lebih jelas dan mudah diterima anak; 2) Agar guru mengusahakan untuk memancing anak agar lebih berani dan kreatif untuk bertanya yang lebih luas lagi;

18 Siklus II dilaksanakan pada hari Sabtu,12 Juni 2010, pelaksanaan pembelajaran berlangsung selama 2 x 35 menit atau 1 x pertemuan. Sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian guna memperlancar jalannya penelitian. Perangkat pembelajaran yang disiapkan di antaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Instrumen penelitian dan alat peraga. Sedangkan instrumen penelitian yang dipersiapkan antara lain lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi aktivitas siswa, lembar kuesioner dan catatan lapangan. Siklus II dilaksanakan pada hari Sabtu,12 Juni 2010, pelaksanaan pembelajaran berlangsung selama 2 x 35 menit atau 1 x pertemuan. Sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian guna memperlancar jalannya penelitian. Perangkat pembelajaran yang disiapkan di antaranya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Instrumen penelitian dan alat peraga. Sedangkan instrumen penelitian yang dipersiapkan antara lain lembar observasi kegiatan guru, lembar observasi aktivitas siswa, lembar kuesioner dan catatan lapangan. Pelaksanaan kegitan siklus I dilakukan sebanyak satu kali pertemuan dengan pokok bahasan ”Sifat-sifat Bangun Tabung dan Kerucut”. Setelah membuka pembelajaran dilanjutkan dengan doa, kemudian peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran, untuk memotivasi siswa melakukan tanya jawab tentang bangun ruang yang telah dipelajari sebelumnya. Pelaksanaan kegitan siklus I dilakukan sebanyak satu kali pertemuan dengan pokok bahasan ”Sifat-sifat Bangun Tabung dan Kerucut”. Setelah membuka pembelajaran dilanjutkan dengan doa, kemudian peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran, untuk memotivasi siswa melakukan tanya jawab tentang bangun ruang yang telah dipelajari sebelumnya. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini peneliti menggunakan model bangun ruang dengan tujuan siswa dapat menguasai tentang konsep sifat-sifat bangun ruang.. Siswa dibentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa dengan ketentuan setiap kelompoknya terdiri dari siswa berprestasi rendah, sedang dan tinggi. Setelah mendengarkan penjelasan guru tentang prosedur kerja kelompok, setiap kelompok membuat jaring-jaring bangun ruang. Hasil kerja yang dilakukan siswa dipajang di papan tulis dan selanjutnya dibahas sebagai kesimpulan. Selanjutnya siswa mengerjakan post-tes secara individu untuk mengetahui hasil belajar setelah melakukan pembelajaran tentang bangun ruang. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini peneliti menggunakan model bangun ruang dengan tujuan siswa dapat menguasai tentang konsep sifat-sifat bangun ruang.. Siswa dibentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa dengan ketentuan setiap kelompoknya terdiri dari siswa berprestasi rendah, sedang dan tinggi. Setelah mendengarkan penjelasan guru tentang prosedur kerja kelompok, setiap kelompok membuat jaring-jaring bangun ruang. Hasil kerja yang dilakukan siswa dipajang di papan tulis dan selanjutnya dibahas sebagai kesimpulan. Selanjutnya siswa mengerjakan post-tes secara individu untuk mengetahui hasil belajar setelah melakukan pembelajaran tentang bangun ruang. Hasil Penelitian (Siklus 2) Hasil Penelitian (Siklus 2)

19 Tabel Hasil Belajar Siswa Siklus II Nilai Jumlah SiswaJumlah SkorRata-rata% 313,324,4414,29 5,25 – 6, ,0023,81 6,01 – 6, ,51 – 7.,00 319,986,6614,29 7,01 – 7,50 429,327,3319,05 7,51 – 8,00 324, ,29 8,01 – 8, ,51 – 9,00 18,66 4,76 9,01 – 9,50 218,669,339,52 9,51 – 10, Total21143,946,85100 Dari hasil Post tes pada tindakan siklus II dapat diketahui peningkatan rata-rata yang mencapai 6,85 dari 21 siswa yang mengikuti tes akhir. Dengan hasil yang dicapai pada siklus II terlihat peningkatan rata-rata 14,28 %, dari 71,43. % siswa yang tuntas pada siklus I menjadi 85,71.% siswa yang tuntas pada siklus II.

20 Vidio Pelaksanaan Siklus II

21

22 Refleksi Siklus II Setelah pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan, peneliti bersama teman sejawat melakukan refleksi untuk mengevaluasi aktivitas dan hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus II. Refleksi didasarkan pada nilai tes dan hasil observasi aktivitas guru dan siswa. Dari hasil refleksi diketahui bahwa pada siklus II penggunaan model bangun ruang dalam pembelajaran bangun ruang telah menampakkan hasil yang cukup baik. Namun dalam kegiatan pembelajaran masih banyak hambatan yang dialami oleh guru dan siswa di antaranya: 1) Pada saat anak mengerjakan tugas perlu diberi penjelasan dan ujian bagi anak yang aktif mengerjakan tugas; 2) Setelah selesai mengerjakan guru perlu memberi penegesan tentang materi yang telah disampaikan agar anak lebih mudah mengingat. Setelah pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan, peneliti bersama teman sejawat melakukan refleksi untuk mengevaluasi aktivitas dan hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus II. Refleksi didasarkan pada nilai tes dan hasil observasi aktivitas guru dan siswa. Dari hasil refleksi diketahui bahwa pada siklus II penggunaan model bangun ruang dalam pembelajaran bangun ruang telah menampakkan hasil yang cukup baik. Namun dalam kegiatan pembelajaran masih banyak hambatan yang dialami oleh guru dan siswa di antaranya: 1) Pada saat anak mengerjakan tugas perlu diberi penjelasan dan ujian bagi anak yang aktif mengerjakan tugas; 2) Setelah selesai mengerjakan guru perlu memberi penegesan tentang materi yang telah disampaikan agar anak lebih mudah mengingat.

23 Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1. Dengan menggunakan media bangun ruang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa 2. Dengan menggunakan media bangun ruang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar tentang pokok bahasan bangun ruang di kelas V SD. 3. Melalui kerjasama antara peneliti dengan teman sejawat dalam penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan tindakan kelas dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkat serta suasana belajar yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkat serta meningkatkan profesionalisme guru. meningkatkan profesionalisme guru.Rekomendasi: 1. Media bangun ruang merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari matematika.kelas V khususnya pokok bahasan bangun ruang. siswa dalam mempelajari matematika.kelas V khususnya pokok bahasan bangun ruang. 2. Media bangun ruang dapat meningkatkan aktivitas dalam mempelajari matematika khusunya materi bangun ruang. 3. Guru hendaknya dapat mengembangkan dan menciptakan media pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar. yang dapat meningkatkan hasil belajar. Simpulan dan Rekomendasi

24


Download ppt "PENGGUNAAN MEDIA BANGUN RUANG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 2 BRAJA INDAH LAMPUNG TIMUR OLEH Wayan Tantre."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google