Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PROSES REHABILITASI BERKELANJUTAN DALAM UPAYA P4GN

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PROSES REHABILITASI BERKELANJUTAN DALAM UPAYA P4GN"— Transcript presentasi:

1 PROSES REHABILITASI BERKELANJUTAN DALAM UPAYA P4GN
MATERI PAPARAN DI PROVINSI JAWA BARAT TGL 10 OKTOBER 2013 Drs. SUYONO, MM, MBA DIREKTUR PASCAREHABILITASI

2 LATAR BELAKANG Penelitian BNN dan Puslitkes UI (2008), prevalensi penyalahguna narkoba diproyeksikan meningkat tiap tahun : = 1,99 % = 2,32 % = 2,56 % = 2,80 % Penelitian BNN dan Puslitkes UI (2011), prevalensi penyalahguna narkoba tahun 2011 = 2,2 % 15 ribu orang meninggal/ tahun : 78 % usia 19 – 21 tahun (data dari Kampung Bali Care, Jakarta 2009)

3 DASAR UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 54, 55, 103, 127  Penyalahguna yang terbukti sebagai pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial PP No. 25 tahun 2011 tentang Wajib Lapor Pecandu Narkotika  pecandu yang sudah cukup umur atau keluarganya, dan/atau orang tua atau wali pecandu yang belum cukup umur wajib melaporkan diri kepada institusi penerima wajib lapor untuk menjalani rehabilitasi medis dan sosial Inpres No.12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional P4GN  fokus bidang rehabilitasi yaitu pembangunan kapasitas lembaga rehabilitasi medis dan sosial secara prioritas berdasarkan kerawanan daerah penyalahgunaan narkoba Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 2 Tahun 2011 tentang Penanganan Tersangka Atau Terdakwa Penyalahguna, Korban Penyalahgunaan, Dan Pecandu Narkotika

4 SITUASI PECANDU NARKOTIKA DI INDONESIA
HASIL SURVEY BNN – UI (2008) Estimasi penyalahguna narkotika 1,99 % populasi (3,6 juta) Jumlah Pecandu Narkotika yang harus direhabilitasi berdasarkan estimasi pecandu teratur pakai sekitar 27 % (lebih kurang 700 ribu) FASILITAS REHABILITASI Pemerintah : 114 (101 Aktif & 13 Tidak), Kapasitas 2134. Non Pemerintah / Masyarakat : 255 (141 Aktif & 114 Tidak), Kapasitas 4046 . LAPASSUSTIK Kapasitas 6000 dalam 16 Lapassustik, realitas tahun 2010 menampung lebih dari

5 Kondisi Lembaga Perawatan/Rehabilitasi Tahun 2010
NO JENIS FASILITAS REHABILITASI FASILITAS KAPASITAS PENGELOLA KETERANGAN 1. OSC 123 16 250 2.178 7.812 2.419 RSJ/RSKO/UPT T&R BNN Lapas Komponen Masyarakat 12.409/tahun 2. ORC 65 2.600 Puskesmas Komp Masyarakat UPTD/RSUD @ 40 klien/tahun 3. CBU 26 1.040 Komponen Masyarakat (LSM,Ponpes,tempat ibadah) 4. Aftercare 42 Lokasi 1.050 Komponen masyarakat (LSM) Pemerintah (RSJ,Bapas,Mensos) @ 25 eks pecandu/tahun 5. PTRM 33 Faskes 1.650 Pemerintah (Puskesmas/RSUD) @ 50 pecandu/tahun JUMLAH 18.749

6 Perbandingan Jumlah Penyalahguna, Fasilitas, dan Kapasitas
Rehabilitasi Per Provinsi Tahun 2010.

7 Perbandingan Jumlah Penyalahguna, Fasilitas, dan Kapasitas
Rehabilitasi Per Provinsi Tahun 2010.

8 SITUASI DI MASYARAKAT Fasilitas Pengobatan & Perawatan bagi pecandu terbatas (RSU, RSJ, Puskesmas, Panti Rehabilitasi & Rutan / Lapas), PENGOBATAN TIDAK MERATA TERUTAMA BAGI YANG TIDAK MAMPU Penularan Penyakit Fisik Meningkat (HIV/AIDS, HEPATITIS, TBC & KEBUTAAN MATA) Penyakit Psikis / Mental / Jiwa Meningkat (CEMAS, DEPRESI & GANGGUAN JIWA BERAT), masyarakat resah, pergaulan seks bebas, hidup tidak nyaman & tidak aman Penolakan karena malu / stigma terhadap pecandu dan mantan pecandu yang masih kuat

9 KEBUTUHAN REHABILITASI
Aspek ekonomi didapatkan kerugian biaya ekonomi : Rp.32,4 trilyun / 2008 & Rp.57,0 trilyun / 2013. Untuk pecandu dibutuhkan fasilitas rehabilitasi ???? Saat ini tercatat ada : 369 fasilitas rehabilitasi yg terdiri dari 3 (tiga) konsep dalam kegiatan operasionalnya yaitu : One Stop Center (OSC), Out Reach Center (ORC) & Community Base Unit (CBU)

10 PROYEKSI BIAYA KERUGIAN EKONOMI
APBN : 989,4 T ,1 T 10 10

11 JARINGAN SINDIKAT NARKOBA
DEMAND REDUCTION 1,99 % KOMUNIKASI/ KAMPANYE TERUS MENERUS DIPERBANYAK FASILITAS YG MAMPU MENAMPUNG 2. DIPERBANYAK LAHGUN YG DIREHABILITASI KEMBANGKAN PROGRAM YG MAMPU PULIHKAN AFTER CARE AGAR TDK RELAPSE III. REHABILITASI JANGKAU SERAHKAN OLH KEL DATANG SENDIRI (JUMLAHNYA HARUS TERUS MENINGKAT UNTUK KURANGI PERMINTAAN) JARINGAN SINDIKAT NARKOBA MASY SEHAT LAHGUN NARKOBA MASY IMUN IV. PEMBERANTASAN PENGERAHAN LINGK DIK PENGERAHAN LINGK KERJA PENGERAHAN DI MASY YG RESIKO TINGGI & RENTAN 4. PENGERAHAN DI LING KEL II. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETAKAN JAR INTERDIKSI OPS TERPADU/ MANDIRI 4. WAS PREKUSOR DEMAND REDUCTION 98,01 % TOLAK NARKOBA SUPPLY REDUCTION MASY MILIKI PENGETAHUAN MASY PAHAM MASY SADAR MASY UBAH SIKAP TOLAK NARKOBA I PENCEGAHAN

12 Berdasarkan permasalahan tersebut di atas serta sebagai wujud nyata komitmen bersama :
UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dan PP nomor 25 tahun 2011 tentang Wajib Lapor bagi Pecandu Narkotika serta sebagai anggota PBB dimana UNODC dan WHO pada CND ke – 52 tahun 2010 di Vienna Austria menyatakan bahwa : Adiksi Narkoba adalah penyakit yang keberadaannya menyebabkan masalah kesehatan masyarakat.

13 Undang – Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika sangat tegas hukumannya.
Bisa sampai hukuman mati bagi pengedar sesuai yang tercantum pada ayat (2) masing - masing di Pasal 113, 114, 116, 118, 119 dan 121, namun sangat humanis karena di Pasal 54 Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial, tidak dikriminalkan dengan masuk ke penjara seperti sebelumnya.

14 Hal lain yang juga perlu mendapat perhatian yang serius adalah populasi pengidap HIV/AIDS
Berhubungan dengan penggunaan narkoba dengan jarum suntik, dan belakangan ini banyak juga melalui hubungan pergaulan seks bebas di masyarakat yang dipicu oleh maraknya penyalahgunaan narkoba jenis Amphetamine Type Stimulant (ATS) seperti Shabu & Ekstasi yang jumlah peredaran gelapnya meningkat, terbukti dari meningkatnya jumlah penyalahgunanya dan barang bukti yang berhasil ditangkap.

15 Other abuses: Physical, spiritual,
Other crimes/ addictions Internet Shopping Roots of Addictions: Loneliness, fear, shame, grief, anger, hereditary Soil of Addictions: Other abuses: Physical, spiritual, emotional, sexual. Modified from members.fortunecity.com/. ../addictiontree.gif 15

16 "Ketergantungan narkoba, disebabkan gangguan pada otak
yang menimbulkan perubahan perilaku, pikiran & perasaan. Drug Addiction: A Complex Illness Drug addiction is a complex illness. The path to drug addiction begins with the act of taking drugs. Over time, a person’s ability to choose not to take drugs is compromised. This in large part is a result of the effects of prolonged drug use on brain functioning, and thus on behavior. Addiction, therefore, is characterized by compulsive, drug craving, seeking, and use that persists even in the face of negative consequences. 16

17

18 “Setting ideas free…” (High/Euphoria)

19 Haematoma IRID research training

20 Examples of cellulitis
IRID research training

21 Septic arithritis contentdisplay/document/condition/arthritis/clinicalArticle/septic_arthritis.htm Septic%20arthritis/Septic%20arthritis.htm IRID research training

22 Osteomyelitis IRID research training

23 Endocarditis IRID research training

24 EFEK PENGGUNAAN OPIOID JANGKA PANJANG
Overdosis Fatal Kerusakan Vena Penyakit Infeksi Risiko tinggi untuk HIV/AIDS dan Hepatitis Infeksi pada selaput dan katup jantung Komplikasi paru-paru Masalah Pernafasan Abses Penyakit Hati Berat badan lahir rendah dan keterlambatan perkembangan Keguguran spontan Radang Kulit dan jaringan

25 EFEK JANGKA PANJANG PENGGUNAAN KANABIS
Peningkatan aktivasi dari respon stress sistem Kerusakan otak, perubahan dopamin level Peningkatan risiko kanker, khususnya paru-paru, kepala dan leher Penyakit-penyakit pernafasan (batuk, berdahak) and infeksi paru Disfungsi sistem kekebalan (infeksi bakteri dan tumor) Membahayakan janin selama kehamilan

26 EFEK JANGKA PANJANG ALKOHOL
Penurunan jumlah sel yang meyebabkan anemia, pengobatan luka yang lama Kerusakan otak, kehilangan daya ingat, kehilangan kesadaran, penurunan penglihatan, bicara cedal, dan peneuruan kemampuan motorik Luka-luka di mulut Peningkatan risiko kanker, khususnya ; hati, esofagus, tenggorokan, laring Peningkatan risiko hipertensi, kekakuan arteri, dan penyakit jantung Liver cirrhosis, jaundice, and diabetes Sistem imunologi tidak berfungsi Radang ginjal Penurunan tonus otot Luka pada lambung, perdarahan, dan radang lambung Luka-luka pada usus kecil Kekurangan Thiamine (B1) dan vitamin B lainnya Pengecilan testis dan ovarium Membahayakan untuk janin saat kehamilan

27 EFEK JANGKA PANJANG PENGGUNAAN STIMULAN
Stroke, kejang, sakit kepala Depresi, kecemasan, iritabel, marah, gelisah, sulit tidur Kehilangan daya ingat, bingung, masalah dalam perhatian Paranoia, halusinasi pendengaran, reaksi panik Ide bunuh diri Infeksi sinus hidung Kehilangan kemampuam indera pencium, perdarahan hidung, pilek kronik, keserakan Mulut kering, bibir kering dan pecah-pecah Kerusakan Gigi (akibat menggertakan gigi saat intoksikasi) Masalah menelan Sakit dada, batuk, kegagalan pernafasan Gangguan irama jantung dan serangan jantung Komplikasi pada pencernaan (Nyeri abdominal dan mual), Malnutrisi, penurunan berat badan, tidak ingin makan Kehilangan gairah seks Lemah , kelelahan, tremor, berkeringat, kulit berminyak,wajah pucat

28 PENGGUNA STIMULAN (METAMFETAMIN)
“Meth Mouth”

29 BEBERAPA PENYAKIT FISIK AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA :
HEPATITIS HIV / AIDS PENYAKIT PARU PENYAKIT MATA

30 PENYAKIT PSIKIS / MENTAL / JIWA
CEMAS BERLEBIHAN DEPRESI MEMBAHAYAKAN LINGKUNGAN / Homicide MEMBAHAYAKAN DIRI SENDIRI / Percobaan bunuh diri tentamen suicide PENYAKIT JIWA BERAT / Psikotik

31 Jamur di mulut

32 TBC Paru

33 Indikator ASEAN Drug Free Tahun 2015
Kapasitas Rehabilitasi meningkat 10% per tahun Pecandu yang masuk rehabilitasi meningkat 10% pertahun Pecandu yang menyelesaikan program meningkat 10% per tahun Kecanduan/relaps menurun 10% per tahun Petugas rehabilitasi harus memiliki sertifikasi Partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi meningkat Lapas/Rutan harus ada program treatment dan rehabilitasi Indikator ASEAN Drug Free Tahun 2015

34 SKEMA PROSES REHABILITASI BERKELANJUTAN

35 SKEMA LAYANAN PASCA REHABILITASI

36 SKEMA RUMAH SINGGAH

37 RENCANA AKSI WUJUD KOMITMEN BERSAMA
MENUJU “INDONESIA BEBAS NARKOBA 2015” 37 37

38 Jl. MT. Haryono No. 11 Cawang Jakarta Timur
06/04/2017 SEKIAN & TERIMA KASIH Jl. MT. Haryono No. 11 Cawang Jakarta Timur Telepon : (62-21) , Faksimili : (62-21) , , Call Center : SMS : 38


Download ppt "PROSES REHABILITASI BERKELANJUTAN DALAM UPAYA P4GN"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google