Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PATOLOGI SISTEM PENCERNAAN (TRACTUS DIGESTIVUS) By: Sarah Suzanna,dr. Farida Gustini, drg.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PATOLOGI SISTEM PENCERNAAN (TRACTUS DIGESTIVUS) By: Sarah Suzanna,dr. Farida Gustini, drg."— Transcript presentasi:

1 PATOLOGI SISTEM PENCERNAAN (TRACTUS DIGESTIVUS) By: Sarah Suzanna,dr. Farida Gustini, drg

2  Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh.  Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.

3

4 OrganExplanation AnusThe distal opening of the digestive tract (root an/o) AppendixAn appendage; usually means the narrow tube attached to the cecum, the vermiform (wormlike) appendix BileThe fluid secreted by the liver that aids in the digestion and absorption of fats (roots chol/e, bili) CecumA blind pouch at the beginning of the large intestine (root cec/o) ColonThe major portion of the large intestine; extends from the cecum to the rectum and is formed by ascending, transverse, and descending portions (root col/o, colon/o) Common bile duct The duct that carries bile into the duodenum; formed by the union of the cystic duct and the common hepatic duct (root choledoch/o) DuodenumThe first portion of the small intestine (root duoden/o) EsophagusThe muscular tube that carries food from the pharynx to the stomach. The opening of the esophagus into the stomach is controlled by the lower esophageal sphincter (LES) (root esphag/o).

5 OrganExplanation FecesThe waste material eliminated from the intestine (adjective, fecal); stool GallbladderA sac on the undersurface of the liver that stores bile (root cholecyst/o) Hepatic Portal SystemA special pathway of the circulation that brings blood directly from the abdominal organs to the liver for processing (also called simply the portal system). The vessel that enters the liver is the hepatic portal vein (portal vein). IleumThe terminal portion of the small intestine (root ile/o) IntestineThe portion of the digestive tract between the stomach and the anus. It consists of the small intestine and large intestine. It functions in digestion, absorption, and elimination of waste (root enter/o). JejunumThe middle portion of the small intestine (root jejun/o) LiverThe large gland in the upper right part of the abdomen. In addition to many other functions, it secretes bile for digestion of fats (root hepat/o).

6 OrganExplanation MasticationChewing PancreasA large, elongated gland behind the stomach. It produces hormones that regulate sugar metabolism and also produces digestive enzymes (root pancreat/o). PalateThe roof of the mouth; the partition between the mouth and nasal cavity; consists of an anterior portion formed by bone, the hard palate, and a posterior portion formed of tissue, the soft palate (root palat/o) PeristalsisWavelike contractions of the walls of an organ PylorusThe distal opening of the stomach into the duodenum. The opening is controlled by a ring of muscle, the pyloric sphincter (root pylor/o). RectumThe distal portion of the large intestine. It stores and eliminates undigested waste (root rect/o, proct/o). SalivaThe clear secretion released into the mouth that moistens food and contains an enzyme that digests starch. It is produced by three pairs of glands: the parotid, submandibular, and sublingual glands. (root sial/o). Stomach A muscular saclike organ below the diaphragm that stores food and secretes juices that digest proteins (root gastr/o) Villi Tiny projections in the lining of the small intestine that absorb digested foods into the circulation (singular, villus)

7

8

9 Mulut  jalan masuk untuk sistem pencernaan. Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah oleh gigi belakang (molar, geraham), menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna. Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim), yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung. Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis.

10 1. Gangguan perkembangan dan pertumbuhan gigi a. Kelainan jumlah gigi (supernumerary teeth, anodontia) b. Kelainan bentuk gigi (geminasi, fusi, dilaserasi) c. Kelainan warna gigi (dental fluorosis, diskolorisasi eksterna) d. Kelainan struktur gigi (aplasia dan hipoplasia sementum) e. Kelainan erupsi gigi (impaksi, embedded gigi) f. Kelainan ukuran gigi (makrodontia) 2. Karies gigi 3. Penyakit jaringan keras gigi (atrisi, abrasi, kalkulus) 4. Penyakit pulpa dan jaringan periapikal gigi (pulpitis, gangren pulpa, periodontitis apikalis, periapikal abscess, kista radikular) 5. Penyakit gusi dan jaringan periodontal : Ginggivitis, periodontitis, abses periodontal, resesi gusi, pembesaran gusi, trauma gusi

11 6. Anomali dentof asial : anomali ukuran rahang, hubungan sendi dan rahang, anomali lengkung rahang, posisi gigi, TMJ disorders, maloklusi 7. Kista rongga mulut 8. Tumor rongga mulut 9. Penyakit pada kelenjar ludah : sialodenitis, abses, mucocele,gangguan sekresi saliva 10. Penyakit pada bibir dan mukosa mulut : stomatitis, selulitis, abses submandibular, cheilitis, mengigit lidah dan pipi, leukoplakia, hiperplasia denture 11. Penyakit pada lidah : glossitis, geographic tongue, hipertropi/atrofi tongue papillae, etc

12

13

14

15

16

17  merupakan salah satu organ silindris berongga panjang sekitar 25 cm dan diameter 2 cm, terbentang dari hipofaring sampai cardia lambung, kira- kira 2-3 cm di bawah diafragma  Dindingnya terdiri dr 4 lapisan : mukosa, submukosa, muskularis, serosa  Peranan esofagus  menghantarkan makanan dan minuman dari faring ke lambung

18 1. Achalasia (Akalasia) : keadaan yang ditandai dengan peristaltik yang lemah dan tidak teratur, atau aperistaltis korpus esofagus. Kegagalan sfingter esofagus bawah untuk berelaksi secara sempurna sewaktu menelan. Akibatnya, makanan dan cairan tertimbun dalam esofagus bagian bawah dan kemudian dikosongkan dengan lambat bila tekanan hidrostatik meningkat. Korpus esofagus kehilangan tonusnya dan dapat sangat melebar 2. Esofagitis : Suatu keadaan dimana mukosa esofagus mengalami peradangan, dapat terjadi secara akut maupun kronik

19 3. Karsinoma Esofagus Merupakan pertumbuhan baru yang ganas terdiri dari sel-sel epitel yang cenderung menginfiltrasi jaringan sekitar esofagus dan menimbulkan metastafe pada saluran esofagus 4. Gastroesofagus Refluks (GERD) Merupakan aliran balik isi lambung atau duodenum ke dalam esofagus adalah normal, baik pada orang dewasa dan anak-anak, refluks berlebihan dapat terjadi karena sfingter esofagus tidak kompeten, stenosis, pilorik atau gangguan motilitas kekambuhan refluks tampak meningkat sesuai penambahan usia.

20  Terdiri dari 4 bagian : kardia, fundus, antrum,pilorus  Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (sfinter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfinter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan.  Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim.

21  Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting : * Lendir Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung. Setiap kelainan pada lapisan lendir ini, bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung. * Asam klorida (HCl) Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin guna memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri. * Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein)

22 1. Gastritis (Acuta dan Chronica) 2. Ulcus Pepticum (Ulcus Ventriculi dan Duodeni) : Sore that develops in the mucous membrane of the stomach (more frequent in women) or duodenum (accounting for 80% of ulcers and more frequent in men) when its ability to resist acid in gastric juice is reduced. It causes burning ache and hungerlike pain. Ulcers can bleed, perforate the abdominal wall, or block the gastrointestinal tract.stomachduodenum 3. Carcinoma Gaster 4. Dyspepsia : adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada, yang sering dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh atau rasa sakit atau rasa terbakar di perut. 5. Achlorhydria

23  Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak.  Terdiri atas Duodenum (usus 12 jari), Jejunum (usus kosong), Ileum (usus penyerapan)

24 1. Usus dua belas jari (Duodenum)  adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz.  merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan. Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari.  Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa di cerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum akan megirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.

25 2. Usus Kosong (jejenum)  adalah bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium.  Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili), yang memperluas permukaan dari usus. Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas jari, yakni berkurangnya kelenjar Brunner. Secara hitologis pula dapat dibedakan dengan usus penyerapan, yakni sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri. Sedikit sulit untuk membedakan usus kosong dan usus penyerapan secara makroskopis.  Jejunum diturunkan dari kata sifat jejune yang berarti “lapar” dalam bahasa Inggris modern. Arti aslinya berasal dari bahasa Latin, jejunus, yang berarti “kosong”. 3. Usus Penyerapan (illeum)  Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan manusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.

26 1. Ulkus Duodeni 2. Perforasi Ulcus Pepticum 3. Intususepsi 4. Vascular disease (Infark Arteri Mesenterica) 5. Paralytic ileus and Obstructive ileus 6. Diverticulosis

27  Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses.  Usus besar terdiri dari :  * Kolon asendens (kanan) * Kolon transversum * Kolon desendens (kiri) * Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum)  Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi.  Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri didalam usus besar. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan terjadilah diare.

28 1. Karsinoma Kolon 2. Colitis ulcerativa 3. Crohn’s disease 4. Inflammatory bowel syndrome and Inflammatory bowel disease 5. Intususepsi

29  Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, “buta”) dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar.

30 1. Appendicitis (Acuta and Chronica) 2. Hyperplasia appendix 3. Peritonitis 4. Adenocarcinoma Caecum 5. Intisusepsi

31  adalah organ tambahan pada usus buntu. Infeksi pada organ ini disebut apendisitis atau radang umbai cacing. Apendisitis yang parah dapat menyebabkan apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau peritonitis (infeksi rongga abdomen).  Dalam anatomi manusia, umbai cacing atau dalam bahasa Inggris, vermiform appendix (atau hanya appendix) adalah hujung buntu tabung yang menyambung dengan caecum.  Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Dalam orang dewasa, Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi dari 2 sampai 20 cm. Walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda – bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.  Banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna dan organ vestigial (sisihan), sebagian yang lain percaya bahwa apendiks mempunyai fungsi dalam sistem limfatik.  Operasi membuang umbai cacing dikenal sebagai appendektomi.

32  Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari).  Pankraes terdiri dari 2 jaringan dasar yaitu : * Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan * Pulau pankreas, menghasilkan hormon  Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam darah. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.

33 1. Pancreatitis 2. Carcinoma Pancreas

34  Hati merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan.  Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta. Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah.  Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.

35 1. Hepatitis (A,B,C,D,E,G) acuta and chronica 2. Liver abscess 3. Hepatocellular carcinoma 4. Perlemakan hati/Fatty Liver 5. Fibrosis 6. Cirrhosis 7. Gagal hati 8. Penyakit hati karena alkohol 9. Penyakit hati karena toxic

36  Empedu memiliki 2 fungsi penting :  membantu pencernaan dan penyerapan lemak  berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama haemoglobin (Hb) yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol

37 1. Cholelithiasis, Choledocholithiasis 2. Cholangitis 3. Cholecystitis 4. Adenocarcinoma, Cholangiocarcinoma 5. Atresia Bilier 6. Acute acalculous cholecystitis

38  Rektum (Bahasa Latin: regere, “meluruskan, mengatur”) adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus.  Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar (BAB).  Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.

39  Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda BAB.  Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari usus. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar – BAB), yang merupakan fungsi utama

40 1. Gangguan fungsional intestinal : konstipasi, megacolon 2. Megacolon congenital (Hirschprung disease) 3. Irritable Bowel Syndrome and Irritable Bowel Disease 4. Haemorrhoid interna and eksterna 5. Fissura ani 6. Fistula ani 7. Carcinoma Sigmoid Colon 8. Carcinoma Recti

41 1. Inguinal 2. Femoral 3. Umbilical 4. Ventral 5. Diaphragmatic 6. Abdominal

42 TermDefinitions AnastomosisSurgical joining of two ducts, vessels, or bowel segments to allow flow from one to another AntidiarrheasControl loose stools; relieve diarrhea AntiemeticsControl nausea and vomiting AntispasmodicsDecrease gastrointestinal spasms AppendicitisInflammation of the appendix, usually due to obstruction or infection AscitesAccumulation of serous fluid in the abdomen Barium enemaRadiographic examination of the rectum and colon following enema administration of barium sulfate (contrast medium) into the rectum; also called lower GI series CachexiaGeneral lack of nutrition and wasting occuring in the course of a chronic disease or emotional disturbance

43 TermDefinitions CholecystographyRadiographic images taken of the gallbaldder after administration of a contrast material containing iodine, usually in the form of a tablet CirrhosisChronic, irreversible, degenerative disease of the liver ColostomyCreation of an opening of some portion of the colon through the abdomnial wall to its outside surface in order to divert fecal flow to a collection pouch Computed Tomography Imaging technique achieved by rotation an x- ray emitter around the area to be scanned and measuring the intensity of trasmitted rays from different angles; formerly called compurterized axial tomography DysenteryInflammation of the intestine, especially the colon, possibly caused by ingesting water or food containing chemical irritants, bacteria, protozoa, or parasites, that results in bloody diarrhea DyspepsiaEpigastric discomfort felt after eating; also called indegestion DysphagiaInability or difficulty in swallowing; also called aphagia

44 TermDefinitions Esophagogastroduo denoscopy An examination of the lining of the esophagus, stomach, and upper duodenum with a small camera (flexible endoscope) which is inserted down the throat. FlatusGas in the GI tract; expelling of air from a body orifice, especially the anus GERDBackflow of gastric contents into the esophagus due to a malfunction of the sphincter muscle at the inferior portion of the esophagus HalitosisOffensive or "bad" breath HematemesisVomiting of blood Irritable Bowel Syndrome Symptom complex marked by abdominal pain and altered bowel function (typically constipation, diarrhea, or alternating constipation and diarrhea) for which no organic cause can be determined; also called spastic colon MelenaPassage of dark-colored, tarry stools, due to the presence of blood altered by intestinal juices PeristalsisProgressive, wavelike movement that occurs involuntarily in hollow tubes of the body, especially the GI tract

45 TermDefinition RegurgitationBackward flowing, as in the return of solids or fluids to the mouth from the stomach or the backward flow of blood through a defective heart valve SteatorrheaPassage of fat in large amounts in the feces due to failure to digest and absorb it Ultrasonograph y Image produced by using high-frequency sound waves and displaying the reflected "echoes" on a monitor (A computer analyzes the reflected echos and converts them into an image on a video monitor.) AnorexiaLoss of appetite. Anorexia nervosa is a psychologically induced refusal or inability to eat (adjective, anorectic, anorexic). BulimiaExcessive, insatiable appetite. A disorder characterized by overeating followed by induced vomiting, diarrhea, or fasting. CheilosisCracking at the corners of the mouth, often caused by B vitamin deficiency (root cheil/o means “lip”)

46 TermDefinition celiac diseaseA disease characterized by the inability to absorb foods containing gluten ConstipationInfrequency or difficulty in defecation and the passage of hard, dry feces irritable bowel syndrome (IBS) A chronic stress-related disease characterized by diarrhea, constipation, and pain associated with rhythmic contractions of the intestine. Mucous colitis; spastic colon. MegacolonAn extremely dilated colon. Usually congenital but may occur in acute ulcerative colitis. ObstipationExtreme constipation Billroth operations Gastrectomy with anastomosis of the stomach to the duodenum (Billroth I) or to the jejunum (Billroth II) (Fig ) nasogastric (NG) tube Tube that is passed through the nose into the stomach (Fig ). May be used for emptying the stomach, administering medication, giving liquids, or sampling stomach contents

47 TERIMA KASIH


Download ppt "PATOLOGI SISTEM PENCERNAAN (TRACTUS DIGESTIVUS) By: Sarah Suzanna,dr. Farida Gustini, drg."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google