Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

S I L A (MORALITAS) DHARMACLASS EKAYANA BUDDHIS CENTRE 18 JANUARI 2009 K. Wijaya-Mukti.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "S I L A (MORALITAS) DHARMACLASS EKAYANA BUDDHIS CENTRE 18 JANUARI 2009 K. Wijaya-Mukti."— Transcript presentasi:

1

2 S I L A (MORALITAS) DHARMACLASS EKAYANA BUDDHIS CENTRE 18 JANUARI 2009 K. Wijaya-Mukti

3 JALAN MULIA BERUNSUR DELAPAN KEBENARAN MULIA TENTANG JALAN MENUJU LENYAPNYA DUKA (S. V, 9)  Penghidupan Benar Perbuatan Benar Ucapan Benar S I L A Pemikiran Benar Pandangan Benar Daya Upaya Benar Perhatian Benar Semadi Benar SEMADI KEBIJAKSANAAN

4 TIGA KELOMPOK SATU JALAN Sebagaimana fajar menyingsing adalah pertanda dari terbitnya matahari, memiliki sila pertanda dari timbulnya Jalan Mulia Berunsur Delapan (S. V, 28) Sebagaimana fajar menyingsing adalah pertanda dari terbitnya matahari, memiliki sila pertanda dari timbulnya Jalan Mulia Berunsur Delapan (S. V, 28) Tanpa sila yang baik, semadi tidak akan berkembang. Tanpa semadi mustahil untuk menyempurnakan kebijaksanaan. Sebaliknya tidak ada sila tanpa semadi dan kebijaksanaan (A. III, 14) Tanpa sila yang baik, semadi tidak akan berkembang. Tanpa semadi mustahil untuk menyempurnakan kebijaksanaan. Sebaliknya tidak ada sila tanpa semadi dan kebijaksanaan (A. III, 14) Kelompok sila terdiri dari ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar (M. I, 301) Kelompok sila terdiri dari ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar (M. I, 301)

5 UCAPAN BENAR Bukan dusta Bukan dusta Bukan fitnah Bukan fitnah Bukan kata-kata kasar Bukan kata-kata kasar Bukan omong kosong yang tidak bermanfaat Bukan omong kosong yang tidak bermanfaat Ucapan tidak terbatas pada kata-kata, melainkan juga bahasa tubuh dan tulisan Dusta: kehendak salah dengan maksud untuk menipu, yang dilakukan melalui pintu tubuh atau ucapan, memunculkan usaha tubuh atau ucapan yang menipu pihak lain (KhpA. 26)

6 5 petunjuk Sariputra (A. III, 195) Berbicara pada waktu yang tepat, bukan pada waktu yang tidak tepat Berbicara pada waktu yang tepat, bukan pada waktu yang tidak tepat Berbicara tentang fakta, tidak tentang yang bukan fakta Berbicara tentang fakta, tidak tentang yang bukan fakta Berbicara lemah lembut, tidak kasar Berbicara lemah lembut, tidak kasar Berbicara menyangkut tujuan, tidak tanpa tujuan Berbicara menyangkut tujuan, tidak tanpa tujuan Berbicara dengan pikiran yang diliputi cinta kasih, bukan niat buruk Berbicara dengan pikiran yang diliputi cinta kasih, bukan niat buruk Sebagaimana yang disampaikan oleh Buddha kepada Pangeran Abhaya: hal-hal yang benar, berdasar, membawa manfaat atau bertujuan baik, pada waktu yang sesuai, kalau perlu tidak menjadi soal apakah itu menyenangkan atau tidak (M.I, 395)

7 DUSTA MEMENUHI 4 FAKTOR Ada pernyataan yang tidak benar Ada pernyataan yang tidak benar Ada niat untuk menutupi kebenaran Ada niat untuk menutupi kebenaran Ada usaha untuk menyatakan yang tidak benar/menyesatkan Ada usaha untuk menyatakan yang tidak benar/menyesatkan Ada yang menangkap pernyataan itu (meskipun tidak memercayainya) Ada yang menangkap pernyataan itu (meskipun tidak memercayainya)

8 PERBUATAN BENAR Menghindari pembunuhan Menghindari pembunuhan tersirat juga menyakiti, melukai, menganiaya, merusak Menghindari pencurian Menghindari pencurian atau mengambil apa yang tidak diberikan, memiliki/memakai apa yang bukan haknya/yang terlarang/tercela Menghindari zina Menghindari zina termasuk berbuat cabul & perilaku seksual yang menyimpang

9 Ada makhluk hidup Ada makhluk hidup Ada kesadaran/tahu bahwa makhluk itu hidup Ada kesadaran/tahu bahwa makhluk itu hidup Ada niat untuk membunuh Ada niat untuk membunuh Ada usaha untuk membunuh Ada usaha untuk membunuh Ada yang mati karena usaha itu Ada yang mati karena usaha itu Pembunuhan tidak harus terjadi secara langsung Bisa dengan berbagai bentuk ucapan & perintah PEMBUNUHAN MEMENUHI 5 FAKTOR

10 PENCURIAN MEMENUHI 5 FAKTOR Ada barang milik orang lain Ada barang milik orang lain Ada kesadaran/tahu bahwa barang itu milik orang lain Ada kesadaran/tahu bahwa barang itu milik orang lain Ada niat untuk mencurinya Ada niat untuk mencurinya Ada usaha untuk mengambilnya Ada usaha untuk mengambilnya Berhasil mengambil barang itu Berhasil mengambil barang itu Si pemilik tidak harus tahu kalau barangnya hilang. Pegawai bisa mencuri waktu, majikan bisa mencuri hak karyawan, termasuk menghindari pajak.

11 ZINA MEMENUHI 4 FAKTOR Orang yang tidak patut untuk disetubuhi Orang yang tidak patut untuk disetubuhi Ada niat menyetubuhi Ada niat menyetubuhi Ada usaha untuk menyetubuhi Ada usaha untuk menyetubuhi Berhasil menyetubuhi Berhasil menyetubuhi Dirinci 20 jenis pasangan yang tidak sah, dikelompokkan jadi 3 kategori: masih di bawah perlindungan seseorang, dilarang adat/hukum, di luar ikatan perkawinan.

12 PENGHIDUPAN BENAR Tidak merugikan/mencelakakan/mengandung unsur kekerasan/membuat pihak mana pun menderita Tidak merugikan/mencelakakan/mengandung unsur kekerasan/membuat pihak mana pun menderita Tidak hidup sebagai benalu Tidak hidup sebagai benalu Bagai lebah mengumpulkan madu, tdk merusak & merugikan siapapun (D. III, 188) Bagai lebah mengumpulkan madu, tdk merusak & merugikan siapapun (D. III, 188) Jalan Tengah, kesejahteraan spiritual bukan lawan dari kesejahteraan materiil Jalan Tengah, kesejahteraan spiritual bukan lawan dari kesejahteraan materiil Kearifan mengatasi nafsu serakah & iri hati Kearifan mengatasi nafsu serakah & iri hati Menghadapi keterbatasan sumber daya, menjauhi pertikaian dengan menggunakan sumber daya sesedikit mungkin & sehemat mungkin Menghadapi keterbatasan sumber daya, menjauhi pertikaian dengan menggunakan sumber daya sesedikit mungkin & sehemat mungkin

13 JENIS PEKERJAAN YG SALAH 5 jenis dagangan yg dihindari: senjata, makhluk hidup, daging, minuman keras, racun (A. III, 207) 5 jenis dagangan yg dihindari: senjata, makhluk hidup, daging, minuman keras, racun (A. III, 207) 5 perbuatan yg salah: menipu, membual/ menjilat, memeras dengan menyindir atau memfitnah, menggelapkan/menyulap/korupsi, mengambil keuntungan berlebihan (M. III, 75) 5 perbuatan yg salah: menipu, membual/ menjilat, memeras dengan menyindir atau memfitnah, menggelapkan/menyulap/korupsi, mengambil keuntungan berlebihan (M. III, 75) Hal lain yg menimbulkan bahaya: judi & pelesiran, berbisnis dengan orang jahat (D. III,183) Hal lain yg menimbulkan bahaya: judi & pelesiran, berbisnis dengan orang jahat (D. III,183) Penyalahgunaan praktik penyembuhan, mengusir setan, menolak bala, penujuman (D. I, 8-12) Penyalahgunaan praktik penyembuhan, mengusir setan, menolak bala, penujuman (D. I, 8-12)

14 SILA NORMATIF Pengertian luas: etika, pengertian sempit: moral. Juga: adab, akhlak, kebajikan, perbuatan baik Pengertian luas: etika, pengertian sempit: moral. Juga: adab, akhlak, kebajikan, perbuatan baik Ada 2 aspek: penolakan terhadap perbuatan yg buruk (varitta-sila), & merealisasi perbuatan yg baik (caritta-sila) Ada 2 aspek: penolakan terhadap perbuatan yg buruk (varitta-sila), & merealisasi perbuatan yg baik (caritta-sila) Contoh: “Menghindari pembunuhan, membuang pentungan & pedang, malu melakukan kekerasan; dengan penuh cinta kasih hidup mengasihi & menyayangi semua makhluk” (D. I, 4) Contoh: “Menghindari pembunuhan, membuang pentungan & pedang, malu melakukan kekerasan; dengan penuh cinta kasih hidup mengasihi & menyayangi semua makhluk” (D. I, 4)

15 TERKAIT SIKAP BATIN “Tidak berbuat jahat, kembangkan perbuatan yang baik, sucikan pikiran” (Dhp. 183) “Tidak berbuat jahat, kembangkan perbuatan yang baik, sucikan pikiran” (Dhp. 183) Pikiran, sikap batin atau kehendak melakukan yang baik & menghindari yang buruk, mengendalikan diri, tidak melanggar hukum/peraturan yang berlaku, tidak berpotensi menimbulkan rasa bersalah/penyesalan & penderitaan Pikiran, sikap batin atau kehendak melakukan yang baik & menghindari yang buruk, mengendalikan diri, tidak melanggar hukum/peraturan yang berlaku, tidak berpotensi menimbulkan rasa bersalah/penyesalan & penderitaan Sebab yg menimbulkan sila: tahu malu (hiri) & takut akan akibat perbuatan yg salah (ottappa) Sebab yg menimbulkan sila: tahu malu (hiri) & takut akan akibat perbuatan yg salah (ottappa)

16 PERATURAN Pakati-sila: universal, Pakati-sila: universal, Pannati-sila: khusus (bagi umat monastik) Sebagai peraturan sila disebut winaya Sebagai peraturan sila disebut winaya Agariya-vinaya: peraturan bagi umat perumah- tangga, terdiri dari Lima Sila dan Delapan Sila serta petunjuk-petunjuk dalam sejumlah Sutta, di antaranya Sigalowada-sutta, Manggala-sutta, Wyagghapajja-sutta, Parabhawa-sutta, Wasala- sutta. Agariya-vinaya: peraturan bagi umat perumah- tangga, terdiri dari Lima Sila dan Delapan Sila serta petunjuk-petunjuk dalam sejumlah Sutta, di antaranya Sigalowada-sutta, Manggala-sutta, Wyagghapajja-sutta, Parabhawa-sutta, Wasala- sutta. Anagariya-vinaya): peraturan bagi umat monastik - biksu/biksuni, disebut Patimokkha, terdiri dari 227 pasal atau lebih. Samanera/samaneri hanya menjalani Sepuluh Sila. Anagariya-vinaya): peraturan bagi umat monastik - biksu/biksuni, disebut Patimokkha, terdiri dari 227 pasal atau lebih. Samanera/samaneri hanya menjalani Sepuluh Sila.

17 FORMULASI SILA (1) 10 perilaku yang baik (M. I, ) 10 perilaku yang baik (M. I, ) 3 kebaikan jasmaniah: tidak membunuh/ mencuri/ berzina 3 kebaikan jasmaniah: tidak membunuh/ mencuri/ berzina 4 kebaikan ucapan: tidak berdusta/ memfitnah/ berkata kasar/ membicarakan hal yang tak bermanfaat 4 kebaikan ucapan: tidak berdusta/ memfitnah/ berkata kasar/ membicarakan hal yang tak bermanfaat 3 kebaikan pikiran: tidak tamak/ berniat jahat/ berpandangan salah 3 kebaikan pikiran: tidak tamak/ berniat jahat/ berpandangan salah Tuntunan moral Tuntunan moral Panca-sila: pantang membunuh/ mencuri/ berzina/ berkata tidak benar/ mengonsumsi zat yang memabukkan Panca-sila: pantang membunuh/ mencuri/ berzina/ berkata tidak benar/ mengonsumsi zat yang memabukkan Bodhisattwa-sila: +vegetaris Bodhisattwa-sila: +vegetaris

18 FORMULASI SILA (2) Tuntunan latihan Tuntunan latihan Attha-sila: pantang membunuh/ mencuri/ hubungan kelamin/ berkata tidak benar/ mengonsumsi zat yang memabukkan/ makan di luar waktunya/ tarian-nyanyian-musik-tontonan & perhiasan-wangi-wangian-kosmetika/ menggunakan tempat tidur & tempat duduk yang tinggi/mewah Attha-sila: pantang membunuh/ mencuri/ hubungan kelamin/ berkata tidak benar/ mengonsumsi zat yang memabukkan/ makan di luar waktunya/ tarian-nyanyian-musik-tontonan & perhiasan-wangi-wangian-kosmetika/ menggunakan tempat tidur & tempat duduk yang tinggi/mewah Dasa-sila: + pantang menerima emas & perak Dasa-sila: + pantang menerima emas & perak

19 TERIMA KASIH Brahmajala-sutta (D. I, 4-12) Brahmajala-sutta (D. I, 4-12) Cula-sila: ±Dasa-sila, pantang penyuapan, pemalsuan, korupsi, penodongan, pembudakan Cula-sila: ±Dasa-sila, pantang penyuapan, pemalsuan, korupsi, penodongan, pembudakan Majjhima-sila: pantang merusak tumbuhan, menimbun, judi, dll Majjhima-sila: pantang merusak tumbuhan, menimbun, judi, dll Maha-sila: pantang mencari nafkah dari meramal, praktik klenik, baca mantra, dll Maha-sila: pantang mencari nafkah dari meramal, praktik klenik, baca mantra, dll Panca-dharma Panca-dharma cinta-kasih & welas asih, penghidupan benar, pengendalian diri & kepuasan, kejujuran, kesadaran


Download ppt "S I L A (MORALITAS) DHARMACLASS EKAYANA BUDDHIS CENTRE 18 JANUARI 2009 K. Wijaya-Mukti."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google