Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Teknik Jaringan Akses Teknik Instalasi Kabel Duct.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Teknik Jaringan Akses Teknik Instalasi Kabel Duct."— Transcript presentasi:

1

2 Teknik Jaringan Akses Teknik Instalasi Kabel Duct

3 Persiapan Kerja 1)Pemilihan pipa duct yang akan dipakai.Pemilihan pipa duct yang akan dipakai. 2)Kabel yang akan dipasang.Kabel yang akan dipasang. 3)Penempatan haspel kabel.Penempatan haspel kabel. 4)Penempatan winch truck.Penempatan winch truck.

4 ad1. Pemilihan Pipa Duct yang di Pakai Untuk menempatkan kabel dalam duct terlebih dahulu harus dicari / dipilih pipa duct yang cocok dengan pertimbangan sebagai berikut : a). Jalan kabel pada rak di STO dan terutama dimana akan ditempatkan sambungan atau pothead. b). Pipa duct yang akan dipakai harus dalam satu jalan sepanjang route duct tersebut. c). Juga dalam manhole harus satu jalan, sehingga tidak akan mempersulit penarikan kabel. d). Perlu diperhatikan bila timbul percabangan, maka disisi mana dari pipa duct yang terpilih harus ditandai untuk diketahui oleh regu penarik. Back

5 ad2.Kabel yang Akan di Pasang Sepanjang itu memungkinkan,kabel-kabel kapasitas besar harus dimintai dengan kepanjangan tertentu sesuai dengan panjang duct antara manhole.Biasanya ditambah 3 meter untuk sambungan. Tujuannya untuk mengurangi pemakaian kabel yang tidak berguna, selain itu juga dalam penyimpanan didalam gudang dapat mudah diambil. Untuk jelasnya lihat daftar alokasdi haspel kabel.

6 ad3.Penempatan haspel kabel. Haspel kabel dinaikkan diatas dongkrak kemudian ditarik dengan kendaraan atau mobil sampai pada lokasi yang ditentukan.Kemudian haspel ditempatkan diatas manhole.

7 ad4.Penempatan winch truck. Penempatan winch truck harus dicari agar sedapat mungkin penarikan dilaksanakan satu arah dan tali penarik dapat masuk lurus kedalam pipa duct. Sesudah winch truck ditempatkan, maka keempat roda harus diganjal,bagian belakang truk di dongkrak sehingga mempunyai kekuatan tahan yang besar. Ada 2 (dua ) jenis manhole yang cara penarikan kabelnya berbeda atau berlainan,yaitu : a.Manhole dengan lubang pemasuk (manhole bertelinga ). Dipasang penuntun kabel (cable guide ) berupa pipa plastik dari winch truck / trailer ke arah telinga manhole. Penempatan dan jumlah penuntun kabel yang dipergunakan tidak sama pada tiap manhole. Tujuan dipasangnya penuntun kabel adalah untuk memperlancar jalannya kabel dan memperringankan penarikan, serta mengubah arah tarikan dari satu kelain arah tanpa adanya tikungan yang tajam. b. Manhole tanpa lubang pemasuk. 1). Untuk manhole jenis ini bila tidak digunakan pipa plastik,maka dipergunakan alat bantu penarik lain. 2). Bila dipergunakan pipa plastik penuntun kabel, maka pipa tersebut harus muncul paling sedukit 30 cm dari manhole.

8 Pelaksanaan Kerja 1.Rodding duct.Rodding duct. 2.Cleaning duct.Cleaning duct. 3.Cheakking.Cheakking. 4.Penarikan dan meletakkan kabel duct.Penarikan dan meletakkan kabel duct.

9 ad1.Rooding Duct a.Dengan tali nyilon. Tali nyilon diletakkan ditempat manhole yang lebih tinggi dan mesin pengisap (reduktor ) pada manhole yang lebih rendah. Kemudian mesin dihidupkan dan pengisap dimasukkan kedalam manhole atau pipa duct serta jangan sampai bocor dan asap mesin jangan sampai masuk ke manhole. Ujung tali dimasukkan kedalam pipa yang dihisap dan ujung satunya disambungkan dengan tali / kawat penarik. b.Dengan stick. Apabila mesin tidak dapat berhasil menyedot tali nyilon, maka kita rodding duct mempergunakan tongkat / stick dari PVC. Tempatkan sejumlah stick di manhole M, Sehingga cukup untuk jarak route duct sampai dengan manhole M2. Kemudian secara berurutan menyambung stick sampai stick yang terakhir disertai mendorong serta memutar stick kearah putaran ke kanan.Setelah stick terakhir tersambung dan ternyata stick yang pertama mencapai manhole M2 maka pekerjaan selanjutnya mengikatkan tali penarik di manhole M1 pada stick terakhir tersebut. Kemudian di manhole M2 stick yang pertama di tarik sambil di putar secara berurutan begitu pula stick berikutnya dilepas. Akhirnya seluruh stick tersebut ditumpuk kembali di manhole M2, Dengan demikian tambang penarik akan terpasang di dalam pipa yang di rodding Back

10 ad.2 Cleaning. Untuk melakukan pekerjaan cleaning diperlukan sikat pembersih dari baja.Sikat ini terbuat dari pipa yang bersikat pembersih setiap jarak / spasi 15 cm, dengan masing-masing ujungnya terpasang mata kait,yang fungsinya untuk membersihkan kotoran di dalam pipa duct yang dilaluinya dari bekas pemasangan pipa duct tersebut.

11 ad3.Cheaking. Alat yang digunakan untuk melakukan chesking adalah mandril.Mandril terbuat dari logam, dengan diameter sedikit lebih kecil dari diameter pipa duct (10 cm ) dan panjangnya kurang lebih 87,5 cm. Fungsinya untuk mengetes keadaan pipa duct apakah dalam keadaan baik atau tidak, Kemungkinan dalam pemasangan pipa duct ada pipa yang terjepit. Ujung akhir tali penarik di manhole M1 secara berurutan disambung dengan sikat pembersih kemudian mandril, serta pada ujung mandril satunya di sambung lagi dengan tali penarik, sehingga didalam pipa tetap masih ada tali penarik. Kemudian ujung tali penarik di manhole M2 ditarik sedemikian rupa sehingga akhirnya sikat pembersih dan mandril tadi dapat keluar dari pipa. Bila mandril dapat berhasil dan kotoran dapat keluar berarti pekerjaan cleaning dan checking berhasil dan selesai. Agar dapat bersih dengan sempurna, sikat pembersih dan mandril dapat di pasang kembali, tetapi arahnya dibalik yaitu dari manhole M2 kembali ke manhole M1.

12 ad.3Penarikan dan meletakkan kabel duct. a.Penarikan kabel duct. 1). Kawat penarik yang terpasang didalam pipa duct diganti dengan tali penarik kabel, yang biasanya terbuat dari kawat serabut dari baja yang terdiri dari berbagai ukuran. Contohnya : Warriflex 6 x 25 steeluk diameter 0,5 inchi, kekuatan kerja dapat menarik kurang lebih 2,6 sampai 3 ton tanpa putus. 2). Pada ujung kabel dipasang kabel grip sebagai pemegang kabel, sehingga kabel tidak akan mengalami kerusakan. Kabel grip ini terbuat dari rajut baja yang berbagai macam ukurannya tergantung juga pada besar kecilnya kabel. Pada umumnya kabel yang mempunyai diameter lebih besar dari 45 mm, telah diperlengkapi dengan cincin penarik ( pulling eye ), jadi disini tidak perlu menggunakan kabel grip. 3). Cable grip disambungkan pada tali penarik kabel yang telah Terpasang pada pipa duct tadi, Serta dipasang alat swivel atau anti pulir.

13 4). Tenaga penarik. Tenaga penarik di ujung manhole yang lain tergantung dari jarak rute duct, kapasitas kabel yang dipasang, dimana dapat berupa : a). Tenaga manusia seluruhnya. Ukuran kapasitas kabel kecil, jarak manhole pendek. b). Tenaga manusia dan alat Bantu mekanik. Tirfor atau tackle untuk kabel ukuran sedang. c). Peralatan Winch truck. 5). Bila penempatan haspel dan penempatan tenaga penarik sudah selesai, maka penarikan kabel duct dapat dilaksanakan. Perlu diperhatikan untuk mempermudah jalannya kabel didalam pipa duct di manhole harus ada petugas yang selalu mengawasi jalannya kabel dan memberi pelumas pada kabelnya untuk membantu lancarnya kabel. Bila ada, pergunakan alat walky talky untuk hubungan dari manhole satu ke manhole kedua, jadi bila terjadi kemacetan pada haspel bisa diberitahukan dengan cepat supaya menghentikan penarikan. Pekerjaan penarikan kabel duct harus dilaksanakan denga hati-hati untuk mencegah rusaknya alat ataupun terjadi kecelakaan terhadap pekerjaan atau masyarakat lain Next

14 b.Meletakkan kabel Duct di Manhole Meletakkan kabel duct yang baru dipasang di dalam pipa duct sebaiknya dibiarkan dahulu minimal 1 hari setelah penarikan.Untuk mencegah posisi kabel berubah karena pengaruh kemungkinan mengerutnya kabel, akin\bat daripada pekerjaaan di waktu penarikan. Baru kemudian dapat dilakukan pekerjaaan penyambungan dan terminasi. Meletakkan kabel Duct di dalam Manhole sebaiknya di sebelah kanan atau kiri dari arah rute duct di dinding Manhole, sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu waktu pekerjaan penarikan atau pencabutan kabel lewat Manhole tersebut. Sekalipun kabel duct hanya melalui Manhole tanpa ada sambungan kabel posisinya tetap seperti tersebut di atas.  Catatan : Lubang-lubang pipa duct di dalam Manhole yang belum dipasang kabel duct atau masih kosong harus ditutup dengan stopper.  Waktu maksimal pelaksanaan adalah 8 jam pelajaran ( 8 * 45 menit) Back

15

16

17 BENTUK MANHOLE  # Persegi panjang   # Bentuk T   # Bentuk L

18 PENAMBAHAN MANHOLE  Penambahan manhole disebabkan oleh:  1.Halangan setempat dari kondisi lapangan yang sangat sukar  2.Pertemuan dan percabangan route duct  3.Adanya ketentuan penempatan loading coil dan repeater  Adapun hal-hal yang penting dalam mendisain manhole adalah sebagai berikut:  1.Tipe dan ukuran dari kabel yang hendak dipasang  2.Radius jengkungan dari kabel yang akan dipasang  3.Sistem penyambungan yang akan dipakai  4.Jalan masuk dan ruangan yang cukup bagi petugas yang bekerja berikut  peralatannya

19 PROSEDUR BEKERJA DALAM MANHOLE Menggunakan tangga untuk naik dan turun dalam manhole ( bagi manhole yang tidak terdapat tangga permanennya ). Peralatan dam material ditempatkan dilokasi yang aman. Seorang petugas atau pengawas berada di luar atau atas manhole untuk mengawasi jalannya pekerjaan. Peralatan dan material dimasukan dalam kantong pada saat akan digunakan dalam manhole dengan bantuan tali untuk memasukannya. Jika terasa pusing dan dada terasa sesak segera keluar dari manhole.

20 KESELAMATAN KERJA DALAM MANHOLE  Dalam pelaksanaan peraktek Rodding,Checking dan Cleaning ini perlu diperhatikan bahwa:  Fentilasi dan pemeriksaan udara di manhole dengan tujuan : 1.Untuk mengetahui macam-macam gas dan kadar oksigen dalam manhole yang rendah sehingga tidak boleh melakukan pekerjaan sebelum diperiksa dan dicatat kadar gas dalam manhole.  Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses fentilasi:  1. Gunakan kipas fentilasi untuk proses fentilasi (blower).  2. Pada saat pipa kipas fentilasi masuk dalam manholekadar oksigen.dileher manhole akan rendah (tidak boleh memasukan kepala dalam manhole).  3. Kipas fentilasi dihidupkan pada saat pipa fentilasi sudah masuk dalam manhole.  4. Bagian ujung pipa fentilasi kurang lebih 30 cm dari dasar manhole.  5. Pelaksanaan proses fentilasi minimal 5X volume dalam manhole. 

21 PEMELIHARAAN DUCT  Masalah yang sering ditemui dalamsistem duct adalah kabel duct tidak dapat ditarik karena duct block (pipa PVC) tersumbat. Duct Block terjadi kerena:  -Pipa PVC pecah/patah pada saat pengecoran  -Penyambungan pipa tidak sesuai spesifikasi instalasi yang benar  -Kualitas pipa tidak sesuai dengan spesifikasi material  -Semen/batu bekas penyecoran masuk ke dalam pipa,sehingga menyimbat  pipa  -Pengecoran dilakukan dengan cara menuang campuran beton sekaligus  pada pipa PVC  -Campuran beton tidak sesuai dengan komposisi yang telah ditentukan  dalam spesifikasi (1:3:5),mengakibatkan duct beton tidak efektif ber-  fungsi sebagai pelindung pipa PVC pada saat mengalami beban berat.  -Pipa duct tersumbat oleh tanah/lumpur akibat ujung pipa duct di manhole  tidak dipasang stopper (penutup ujung pipa duct yang belum dipakai)

22  Pembersihan  1. Metode Bacward Jet Nozzle  Metode ini digunakan pada pipa-pipa yang bersih (tidak terjadi penyumbatan)Pelaksanaan dilakukan dari manhole level rendah ke manhole level yang lebih tinggi.

23 PEMBERSIHAN  1. Metode Forward Jet Nozzle  Metode ini digunakan pada pipa duct yang tersumbat (baik oleh kotoran maupun bekas cor-coran).Pekerjaan dimulai dari manhole yang mampunyai level tinggi ke manhole level rendah

24 PROSES PENGELUARAN AIR KOTOR  Dengan cara memasukan pass through kedalam pipa duct yang digunakan untuk mengeluarkan air kotor dansisa kotoran dalam pipa duct dengan cara manarikan sikat kekanan dan kekiri secara bergantian dari M 1 ke M 2 atau sebaliknya

25 RODDING  ÿ Dengan tali nylon  Tali nylon diletakan ditempat lebih tinggi dan mesin penghisap (reductor) pada manhole yang lebih rendah. Kemudian masin dihidupkan dan penghisap dimasukan kedalam manhole/pipa duct serta jangan sampai bocor dan asap mesin jangan sampai masuk ke manhole.Ujung tali dimasukan kedalam pipa yang dihisap dan ujung satunya disambungkan dengan tali/kawat penarik.

26 Dengan stik  Apabila mesin tidak dapat berhasil menarik tali nylon,maka kita roding duct mempergunakan tongkat/stik dari PVC.Tempatkan sejumah stik di manhole M 1 sehingga cukup jarak untuk route duct sampai dengan manhole M 2.Kemudian secara berurutan menyambung stik sampai stick yang terakhir disertai mendorong serta memutar stick kearah putaran kekanan.Setelah stick terakhir bersambung dan ternyata stick yang pertama mencapai manhole M 2 stick yang pertama mengikatkan tali penarik di manhole M 1 pada stick terakhir tadi kemudian di manhole M 2 stick yang pertama ditarik sambil diputar,secara berurutan begitu pula stick berikutnya dilepas.Akhirnya seluruh stick tersebut ditumpuk kembali di manhole M 2,dengan demikian tambang penarik akan terpasang didalam pipa yang dirodding. 

27 Dengan stik

28 CLEANING DAN CHECKING Alat-alat yang digunakan dalam cecking dan cleaning antara lain:  Sikat pembersih baja Terbuat dari pipa yang besikat pembersih setiap jarak/ spasi 15cm, dengan masing-masing ujungnya terpasang.Mata kait,yang fungsinya untuk membersihkan kotoran didalam pipa duct yang dilaluinya dari bekas pemasangan pipa duct tersebut..

29 KESIMPULAN  Dalam pelaksanaan pekerjaan dalam saluran pipa duct yakni menyenai pemeliharaan saluran ini perlu dilakukan secara rutin dan intensif untuk menanggulangi terjadinya gangguan yang dapat menyebabkan terhambatnya saluran telekomunikasi.Penanggulangan masalah- masalah dalam saluran ini/ khususnya pada manhole tidak dapat hanya dilakukan oleh seorang diri dan harus dilengkapi dengan peralatan yang cukup spesifik dan lengkap.Dalam pelaksanaan pekerjaan ini bukan hanya dituntut untuk menyiapkan fisik saja akan tetapi SDM dan pengetahuan serta ketelitian yang juga mandukung dari proses kinerja ini

30 CLENING DAN CHEKING  Mandril Mandril terbuat dari logam dengan diameter sedikit lebih kecil dari diameter pipa duct (10cm) dan panjangnya kurang lebih 87,5cm yang fungsinya untuk mengetes keadaan pipa duct apakah dalam keadaan baik atau tidak, kemungkinan dalam pemasangan pipa duct ada pipa yang terjepit.Ujung akhir tali penarik di manhole M 1 secara berurutan disambung dengan sikat pembersih,kemudian mandril serta pada ujung mandril satunya disambung lagi dengan tali penarik,sehingga didalam pipa tetap masih ada tali penarik. Kemudian ujung tali penarik diujung M 2 ditari sedemikian rupa sehingga akhirnya sikat pembersih dan mandril tadi dapat keluar dari pipa.Bila mandril dapat berhasil dan kotoran dapat keluar berarti pekerjaan cleaning dan cecking berhasil dan selesai. Agar dapat bersih dengan sempurna,sikat pembersih dan mandril dapat dipasang kembali,tetapi arahnya dibalik dari manhole M 2 kembali ke manhole M 1


Download ppt "Teknik Jaringan Akses Teknik Instalasi Kabel Duct."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google