Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

LOGO E-Prescription Sebagai Pendukung Pelayanan Publik di Swedia Nastia Rini dan Nina Meilisa Kelompok 13.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "LOGO E-Prescription Sebagai Pendukung Pelayanan Publik di Swedia Nastia Rini dan Nina Meilisa Kelompok 13."— Transcript presentasi:

1 LOGO E-Prescription Sebagai Pendukung Pelayanan Publik di Swedia Nastia Rini dan Nina Meilisa Kelompok 13

2 Pendahuluan Latar Belakang: Peran Penting E- Government Peringkat E- Government Dunia (Swedia peringkat ke-3) Salah satu e- government Swedia yaitu E-Health Peran penting E- Health Penerapan E-Health salah satunya E- Prescription Peran penting E-Prescription

3 Peringkat E-Government The Waseda University Institute of e-Government, Historical trends of ranking for

4 Pendahuluan Pokok Permasalahan: Bagaimana gambaran secara umum e-prescriptions yang dimiliki oleh Pemerintah Swedia dalam rangka mendukung pelayanan publik kepada masyarakat? Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana gambaran secara umum e-prescriptions yang dimiliki oleh Pemerintah Swedia dalam rangka mendukung pelayanan publik kepada masyarakat.

5 Kerangka Teori Text Penggunaan teknologi dalam pemerintahan, khususnya berbasis aplikasi web internet untuk meningkatkan akses dan penyampaian pelayanan pemerintah kepada masyarakat, mitra bisnis, karyawan, dan entitas pemerintah lainnya (Yong, 2003: 11) E-Government Tujuan akhir dari e- government adalah untuk terus meningkatkan interaksi dari pemerintah, swasta dan warga negara, sehingga mendorong kemajuan politik, ekonomi, dan sosial masyarakat (Yong, 2003:14).

6 Kerangka Teori Text WHO mendefinisikan e-health sebagai “the use of information and communication technologies (ICT) for health. E-Health Aplikasi atau solusi eHealth meliputi produk, sistem dan pelayanan yang menjadi lebih sederhana dengan aplikasi berbasis internet.

7 Kerangka Teori Text Tugas utama dalam administrasi negara yang dilakukan oleh aparatur negara. Pelayanan yang diberikan pemerintah harus mengutamakan pelayanan tehadap warga negaranya (Osborn dan Gaebler, 1999). Pelayanan Publik Lovelock (1992), prinsip yang harus diperhatikan bagi pelayan publik, agar kualitas layanan dapat dicapai : Tangible, Realiable. Responsiveness, Assurance, Empathy

8 Gambaran E-Health di Swedia 1.Salah satu agenda utama program reformasi Pemerintah Swedia meningkatkan pelayanan bagi masyarakat di bidang kesehatan. 2.Dikeluarkan Pemerintah Swedia tahun 2006 dengan melibatkan Dewan Negara Swedia, Pemerintah Pusat dan Daerah, serta pihak pihak swasta yang berkepentingan. 3.Aplikasi untuk mendukung program tersebut diantaranya Electronic Health Records (EHR), e-Prescriptions (Resep Elektronik) dan National Patient Summary (NPO). 6 (enam) hal yang harus selalu diperhatikan dalam penerapan program e-health: a)Penerapan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku; b)Menyusun struktur informasi umum; c)Menciptakan infrastruktur teknis umum; d)Memfasilitasi dan mendukung sistem TIK; e)Memfasilitasi akses informasi di seluruh organisasi; f)Membuat informasi dan layanan yang mudah diakses oleh warga.

9 Gambaran E-Health di Swedia

10 E-Prescription di Swedia 1.Pandangan epSOS (European Patients Smart Open Services), e- Prescription/ Electronic Prescription sebagai proses transfer elektronik resep oleh penyedia layanan kesehatan untuk pengambilan obat oleh pasien. 2.E-Prescription nasional telah menjadi rutinitas umum di Swedia dari sebelum tahun a)Dimulai tahun 1981 sebuah partai kerja nasional, bekerjasama dengan rumah sakit daerah di Swedia. b)Pada akhir 1990-an pengembangan e-Prescription di Swedia telah meningkat pesat sejak strategi baru yang diprioritaskan, yaitu implementasi dan penyebaran jaringan serat-optik yang terpisah dari Internet untuk tujuan e-Health. c)Sejak tahun 2003 jaringan telah didasarkan pada VLAN teknologi dengan tinggi dan secara teknis terpisah dari Internet. d)Tahun 2009, SIL (Database Informasi untuk Farmasi Swedia) dioperasikan dengan skala besar di daerah yang sebelumnya NEF: Nationellt e-recept format (format e-resep nasional) juga telah dilaksanakan.

11 E-Prescription di Swedia

12 1.E-Prescroption bersifat efisien dukungan sistem dan prosedur yang efektif dalam kegiatan membuat resep, memproduksi hingga mendistribusikan. Memberikan manfaat bagi masyarakat dan juga karyawan dalam sektor kesehatan di Swedia, 2.Secara tidak langsung meningkatkan kualitas medis dan manajemen keuangan dalam pengelolaan resep. Resep elektronik ini berisi rincian dari semua resep yang dikeluarkan oleh layanan medis dan apotek di Swedia. 3.Tujuannya untuk memastikan penggunaan obat yang lebih baik melalui perbaikan data pendukung diagnosa untuk pasien, resep dan apoteker. 4.Memungkinkan pasien untuk memiliki akses ke resep yang valid pada setiap apotek dengan dengan penyajian identifikasi yang valid. Pasien juga dapat menyimpan resep mereka dalam repository online nasional, dengan tidak memerlukan resep yang ditulis diatas kertas dan pengenalan layanan baru, seperti obat resep mail order. 5.Data disimpan selama 15 bulan. Data ini berisi informasi: nama pasien, nomor jaminan sosial, tanggal koleksi obat, nama obat-obatan dan penjelasannya, serta penjelasan mengenai dosis obat.

13 Implementasi E-Prescription

14 Kelebihan E-Prescription 1.Proses pembuatan dan pendistribusian resep menjadi lebih mudah bagi semua pihak yang berkaitan dan memungkinkan mendapat reaksi positif dari pengguna obat berupa komentar bagi pihak farmasi. 2.Data lebih bersifat komprehensif untuk setiap proses pembuatan resep. 3.Proses dapat diketahui oleh para pengguna yaitu dokter, pasien dan pihak farmasi. 4.Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pembuatan resep yang disempurnakan. 5.Resep medis dapat mengalami perubahan dari sistem yang bersifat tradisional secara manual menuju sistem elektronik secara efisien.

15 Kelebihan E-Prescription 6.Resep elektronik bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Swedia, menjamin keselamatan pasien, meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam segi biaya. menunjukkan bahwa e-resep dapat meningkatkan keselamatan, kualitas, efisiensi dan efektivitas biaya 7.Sebanyak 92% dokter di Swedia merasakan bahwa resep elektronik ini dapat menghemat waktu dibandingkan dengan resep tradisional yang dikerjakan secara manual. Baik dokter dan apoteker memperkirakan bahwa mereka bisa menghemat 30 menit sehari dengan menggunakan e-resep. 8.Menghilangkan resiko kehilangan resep dan mengantri terlalu lama. 9.Menghemat biaya produksi yang dikeluarkan oleh pihak farmasi karena tidak mengeluarkan biaya cetak dan hanya melalui situs web. 10.Resep elektronik memungkinkan untuk berbagi informasi dengan mitra kesehatan lainnya.

16 Manfaat E-Prescription Dalam rangka mencari informasi mengenai manfaat yang dirasakan oleh masyarakat terhadap pelaksanaan resep elektronik ini, Pemerintah Swedia telah melakukan penelitian pada interval waktu yang berbeda yaitu pada Januari - Juni 2003, Januari–Juni 2004 dan Januari-Juni Hasil menunjukkan sekitar 70% telah merasakan manfaat dari resep elektronik.

17 Kekurangan E-Prescription 1.Standar instruksi yang berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain. 2.Membutuhkan jaringan yang kuat dan perangkat internet agar bisa mengakses informasi. 3.Terjadi kesulitan akses pada jam-jam hari libur karena sebagian besar masyarakat menggunakan layanan kesehatan pada saat bukan jam kerja atau di hari libur. 4.Bergantung pada teknologi semata. 5.Kadang-kadang membutuhkan waktu yang lama untuk dapat mengakses informasi, hal ini disebabkan karena lemahnya jaringan infrastruktur teknologi dan internet yang tersedia. 6.Membutuhkan kemampuan yang tinggi dalam penggunaan teknologi.

18 E-Prescription & Pelayanan Publik Berdasarkan prinsip Pelayanan Publik, Lovelock, 1992: 1.Tangible, E-Prescription terjangkau bagi masyarakat Swedia. Sebelum pelaksanaan, Pemerintah Swedia melakukan survey dan sosialisasi kepada masyarakat pada tingkat Kecamatan Swedia sehingga menunjukkan hasil yaitu lebih dari 70% masyarakat mengerti dan memahami mengenai resep elektronik ini. Hal ini juga terbukti dengan jumlah lebih dari 2 juta resep elektronik telah dikirim di Swedia. Sekitar 95% dari pelanggan/pasien di Swedia telah mencoba resep elektronik dengan mudah dan tetap menggunakannya sampai saat ini (www.webbhotell.sll.se, 2005).www.webbhotell.sll.se 2.Realiable, Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2005 menggunakan kategori positif, kurang positif, negatif dan tidak tahu. Dari segi perawat, sebanyak 88% sangat positif ke layanan resep elektronik sebelum pelaksanaan dan 93% setelah pelaksanaannya. Dari staf Apoteker, sebanyak 96% bereaksi positif. Petugas farmasi yang menanggapi kurang positif sebesar 52%.

19 E-Prescription & Pelayanan Publik 3.Responsiveness, 88% perawat di Swedia memberikan respon positif terhadap pelaksanaan resep elektronik sebelum pelaksanaan resmi, sedangkan reaksi positif pada saat telah dilaksanakan secara resmi yaitu sebesar 93%. Hal serupa juga mendapat reaksi positif dari apoteker sebesar 96% baik sebelum dan sesudah implementasi (www.webbhotell.sll.se, 2005). 4.Assurance, meliputi pengetahuan, perilaku dan kemampuan pegawai yang berperan sebagai pelaksana pelayanan. Resep elektronik ini memberikan tiga manfaat utama yang sangat dirasakan oleh masyarakat. Ketiga poin utama tersebut adalah hemat waktu, fleksibilitas dan keamanan. 5.Emphaty, Masyarakat yang telah merasakan pelayanan resep elektronik mendapat kemudahan atas mendapatkan obat, dan ingin tetap menggunakan aplikasi ini.

20 E-Rescription di Indonesia Layanan Resep elektronik di Indonesia telah dimulai sejak September 2011 pada seluruh Puskesmas di Indonesia. E-Prescription atau resep elektronik merupakan transmisi elektronik resep obat dari komputer pembuat obat ke komputer bagian farmasi. Ini merupakan komponen dari SIKDA (Sistem Informasi Kesehatan Tingkat Kabupaten) elektronik (Puskesmas dan rumah sakit). Dengan SIKDA elektronik, semua data administrasi dari seluruh Puskesmas tidak lagi ditulis secara manual tetapi sudah terkomputerisasi dan terhubung dengan satu jaringan wireless atau internet yang terpusat di kabupaten atau dinas kesehatan setempat. SIKDA mencakup berbagai pelayanan elektronik, tidak hanya resep elektronik (e-prescription), tetapi ada juga e-archive, e-radiologi, e- laboratorium dan lain-lain. SIKDA memiliki manfaat: waktu tunggu pasien berkurang, mengurangi medical error, pelayanan kesehatan lebih efektif dan efisien, mengurangi beban administrasi petugas kesehatan sehingga lebih banyak waktu untuk pasien, pembuat keputusan mempunyai informasi yang tepat dan cepat.

21 E-Rescription di Indonesia Sampai pada September 2011, baru ada 40% kabupaten di Indonesia yang sudah memiliki SIKDA elektronik, dan pada tahun 2012 diharapkan semua unit pelayanan baik Puskesmas dan RS, pemerintah maupun swasta sudah terjalin dengan SIKDA (www.detikhealth.com, 2011).www.detikhealth.com Namun penerapan di Indonesia masih sedikit tersendat oleh beberapa kendala. Kendala yang sering terjadi adalah pemadaman listrik, keterbatasan dana untuk menambah komputer serta keterbatasan SDM yang mampu mengoperasikan komputer dan internet, serta masalah kapasitas listrik yang kecil sehingga tidak mampu mendukung proyek komputerisasi dan proses kerja Puskesmas secara keseluruhan. Resep elektronik di Indonesia ini dilengkapi sejumlah fitur pendukung antara lain, fitur pembuatan kartu pasien, pencarian pasien, rekam medis, pembuatan resep (baik racikan maupun nonracikan), kalkulator dan tes interaksi obat.

22 Penutup Kesimpulan: Pelaksanaan eprescriptions di Swedia berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat (pasien) dan petugas pelaksana di layanan kesehatan. Hal ini terbukti dari data bahwa sebanyak 95% dari pasien / pelanggan telah memanfaatkan layanan dan ingin menggunakannya lagi. Keuntungan yang dirasakan pelanggan yang terbesar dengan e-resep adalah fleksibilitas (80%), hemat waktu (54%) dan keamanan (26%). Faktor keberhasilan lainnya ditekankan meliputi kehandalan, keamanan dalam sistem dan komitmen dari layanan kesehatan

23 Penutup Saran: 1.Pemerintah Indonesia dapat berupaya untuk terus meningkatkan kualitas penerapan resep elektronik dengan mengintegrasikan antar pihak yang terkait dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat baik pemerintah pusat maupun di tingkat daerah. 2.Adanya rencana strategis pengembangan E-Government yang menjadi acuan bagi pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang berbasis elektronik. 3.Pemerintah bisa meningkatkan kapasitas infrastruktur jaringan komputerisasi dan internet untuk menunjang pelaksanaan resep elektronik 4.Pemerintah bisa menyediakan portal yang mengintegrasikan secara nasional mengenai aplikasi resep elektronik agar dapat menyebarkan standard dan informasi secara merata ke seluruh Indonesia.

24 LOGO


Download ppt "LOGO E-Prescription Sebagai Pendukung Pelayanan Publik di Swedia Nastia Rini dan Nina Meilisa Kelompok 13."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google