Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

VERTEBRAL ARTERY COMPRESSION OF THE MEDULLA Sean I. Savitz, et al JAMA : 234– 241 Feb 2006.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "VERTEBRAL ARTERY COMPRESSION OF THE MEDULLA Sean I. Savitz, et al JAMA : 234– 241 Feb 2006."— Transcript presentasi:

1 VERTEBRAL ARTERY COMPRESSION OF THE MEDULLA Sean I. Savitz, et al JAMA : 234– 241 Feb 2006

2 ABSTRAKABSTRAK Dolichoectasia : pembuluh darah mengalami dilatasi, pembesaran, dan berkelok

3 Abstrak, cont…

4

5 Penelitian terdahulu banyak yang melaporkan ectasia arteri basilaris yang menekan pons → trigeminal neuralgia, spasme hemifascial, dan infark pons Penekanan medulla oleh arteri vertebralis yang mengalami dilatasi dan/atau berkelok kurang dimengerti dengan baik → peneliti melaporkan serial kasus pasien-pasien yang mengalami penekanan medulla oleh arteri vertebralis 5 PENDAHULUANPENDAHULUAN Dolichoectasia : pembuluh darah mengalami dilatasi, pembesaran, dan berkelok

6 6 METODE

7 Sembilan pasien terdiri dari :  Empat laki-laki & 5 wanita  Usia antara 32 – 79 tahun  Delapan kulit putih & 1 African American  Empat pasien mengalami gejala pertama saat usia 30’an tahun & 5 pasien mengalami gejala pertama saat usia > 60 tahun Karateristik klinis dari 9 pasien studi diringkas dalam Tabel 1 7 HASIL

8 Karateristik klinis dari 9 pasien studi 8 Hasil,cont…

9 Dari 9 pasien :  Tiga pasien: episode tunggal  Empat pasien: episode multipel berulang  Dua pasien : defisit permanen  Tiga pasien: kelemahan motorik tungkai (1 kontralateral & 2 ipsilateral kompresi)  Tiga pasien: vertigo & gait ataxia  Satu pasien: hoarseness, paralis plica vocalis, dan abnormal elevasi palatum ipsilateral kompresi  Satu pasien: tinnitus  Satu pasien: nyeri kepala (throbbing) 9 Clinical Phenotypes

10 10 Brain Imaging

11 11

12 12

13 13

14  Dari 9 pasien :  Tujuh pasien diterapi konservatif dengan analgesik, antiplatelet, dan antikoagulan → 3 pasien tidak mengalami kekambuhan  Dua pasien menjalani operasi dekompresi (pasien no. 7 & 9 di Tabel 2) → ◦ Pasien nomor 7: sedikit perbaikan tetapi terjadi komplikasi lesi saraf kranial & neuralgia oksipital ◦ Pasien nomor 9: perbaikan sementara (gejala kambuh lagi 4 bulan setelah operasi) 14 Terapi & Perjalanan Klinis

15 15 Laporan Kasus

16 16

17  Pasien 5  Laki-laki 63 tahun dengan HT & DM mengeluh rasa seperti ditusuk-tusuk di tungkai kiri. Satu jam kemudian dia merasakan lengan & tungkai kiri sulit digerakkan.  CT: Normal. ↓  Tiga minggu kemudian, lengan & tungkai semakin lemah. Tidak ada parese pada wajah. Kelemahan tersebut perlahan membaik selama 2 bulan berikutnya.  Pemeriksaan neurologis : Tidak ada parese nervi craniales. Kekuatan jari kiri menurun tetapi kekuatan lengan proksimal normal. Kekuatan tungkai kiri menurun. Refleks fisiologis meningkat. Refleks babinski (-/+).  MRI: Arteri vertebralis yang berliku-liku / berkelok-kelok menekan medulla anterolateral bagian basal dekat traktus piramidalis.  Terapi: Aspirin → perbaikan. 17 Laporan Kasus

18 18

19 19

20 ◦Kompresi medulla oleh arteri vertebralis belum banyak dibahas di literatur kedokteran ◦Terdapat 14 laporan kasus terdahulu sehingga jika dijumlahkan dengan sampel penelitian ini menjadi 19 pasien (Tabel 3) ◦Manifestasi klinis :  Umumnya menunjukkan gejala motorik & vestibuler (cerebellar)  Gejala bersifat sementara atau menetap 20 DISKUSIDISKUSI

21 Terdapat hubungan yang lemah antara gambaran radiologis dengan gejala klinisTerdapat hubungan yang lemah antara gambaran radiologis dengan gejala klinis Operasi → perbaikan sementara & menyebabkan komplikasiOperasi → perbaikan sementara & menyebabkan komplikasi 21 Diskusi,cont…Diskusi,cont…

22 Penekanan umumnya terjadi sepanjang permukaan anterolateral, konsisten dengan laporan terdahulu (Tabel 3) Medulla bagian lateral mengandung traktus kortikospinal → rusak → kelemahan kontralateral atau ipsilateral tergantung lokasi kompresi (apakah di rostral atau kaudal) Dua pasien hemiparesis Kelemahan ipsilateral (1 orang) Kelemahan kontralateral (1 orang) Jaras yang menginervasi ekstremitas bawah terletak pada traktus kortikospinal bagian lateral → cocok dengan menifestasi klinis pasien nomor 2, gambar 1. Traktus spinothalamikus & traktus spinocerebellar di dekatnya terlibat → hipoalgesia & hipothermesthesia 22 Gambaran Klinis & Radiologis

23 23

24 24

25 Penekanan bagian anterolateral dari saraf kranial bawah atau nukleus ambiguus dapat menjelaskan paralisis plica vocalis pada pasien nomor 7 dan gejala disfagia & disfonia pada laporan terdahulu. Gejala aura dapat disebabkan karena pendesakan nukleus cochlearis atau N.VIII yang keluar dari medulla. Penekanan bulbar diduga sebagai penyebab hipertensi refrakter & sleep-disordered breathing, tetapi tidak ada yang bermanifestasi pada sampel penelitian ini. 25 Gambaran Klinis & Radiologis

26 Pada beberapa pasien, manifestasi klinis tidak cocok dengan hasil radiografi. Contoh : 1. Pasien dengan ataksia & kelemahan ekstremitas sementara menunjukkan penekanan medulla yang berat (Gambar 3 & 5). 2. Pasien nausea & vertigo tidak menunjukkan penekanan medulla dorsolateral atau nukleus periventrikuler. 3. Tujuh pasien menunjukkan keterlibatan traktus kortikospinal di medulla ventral (MRI) tetapi hanya 2 pasien yang menunjukkan gejala piramidal → Peneliti menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara tanda & gejala dengan beratnya penekanan 26 Gambaran Klinis & Radiologis

27 Sirkulasi arteri intrakranial bagian posterior merupakan area yang sering mengalami dolichoectasia → menekan batang otak, saraf kranial, dan menyebabkan infark Pada penelitian ini ditemukan bahwa arteri vertebralis kadang-kadang berliku / berkelok, terangulasi, mengalami dilatasi, dan memanjang (Gambar 2B) Dolichoectasia bukan satu-satunya penyebab penekanan medulla oleh arteri vertebralis 27 Vessel Disease

28 Beberapa faktor diduga berkontribusi terhadap variasi anatomis : ► Orang tua: Hipertensi & diabetes → kerusakan dinding vaskuler yang progresif ► Orang muda: Predisposisi genetik Contoh: Dolichoectasia terdapat pada pasien muda dengan Sindrom Marfan, AIDS, penyakit sickle cell, dan Fabry Disease 28 Vessel Disease

29 Arteriopati vertebralis → gejala neurologis. Mekanisme : 1. Penekanan langsung - Pasien dengan gejala yang bersifat gradual & menetap - Penekanan dari eksternal → tanda-tanda lokal yang menyesatkan (false sign) → beberapa pasien, gejala klinis tidak cocok dengan lokasi penekanan - Penekanan yang bersifat gradual → adaptasi → ↓ risiko kerusakan pusat pernapasan & otonom di medulla 29 Mekanisme Kerusakan Otak

30 2. Cedera iskemik - Kompresi → penekanan arteri vertebralis cabang perforata → gangguan aliran darah → infark kecil / nyeri kepala seperti migren (pasien no.3) - TCD pasien dolichoectasia → pola aliran yang abnormal - Arteri yang mengalami dilatasi → ↓ aliran antegrade → (a) Insufisiensi aliran darah → TIA & gejala yang bersifat sementara (b) Formasi trombus pada segmen yang mengalami dilatasi → obstruksi cabang penetrans atau emboli dari fragmen clot ke pembuluh darah kecil 30 Mekanisme Kerusakan Otak

31 ▪ Pasien nomor 5 → angulasi arteri vertebralis kanan (Gambar 4B) → menekan medulla permukaan lateral (Gambar 4A) → MRI : hiperintens pada T2 di bagian medulla medial (Gambar 4C). Walaupun lesi tersebut menggambarkan suatu infark, riwayat progresifitas selama 3 minggu merupakan suatu hal yang tidak biasa untuk suatu developmental stroke. Lesi tersebut dapat merupakan : 1. “Slow stroke” yang tidak biasa (karena gangguan aliran darah di cabang arteri vertebralis). 2. Degenerasi wallerian. 31 Mekanisme Kerusakan Otak

32 ▪ Terapi terbaik untuk kasus penekanan bulbar : belum diketahui ▪ Penelitian terdahulu : Operasi (dekompresi mikrovaskuler) → perbaikan signifikan (walaupun hasil pemeriksaan neurologis preoperasi & postoperasi tidak dilaporkan secara detail) ▪ Penelitian ini : Dua pasien→ operasi → perbaikan sementara & mengalami komplikasi lesi saraf kranial Tujuh pasien → konservatif (antiplatelet, antikoagulan, dan analgesik) → tidak mengalami progresivitas atau gejala baru 32 Terapi & Keluaran

33 ▪ Salah satu keterbatasan dari laporan ini : Peneliti tidak bisa memastikan apakah gejala dari tiap pasien disebabkan karena hasil radiologis yang abnormal → Tiga pasien (no.3, 6, dan 9) mempunyai gejala yang dapat merupakan bagian dari migren → Akan berguna jika dibandingkan antara kelompok simptomatik dari penelitian ini dengan kelompok asimptomatik dari populasi 33 Keterbatasan Penelitian

34 Kompresi medulla oleh arteri vertebralis → manifestasi klinis yang luas (dari kejadian yang bersifat sementara s/d menetap, dari parese nervi craniales bawah s/d perubahan otonom & respirasi) Dekompresi mikrovaskuler tidak selalu menghilangkan gejala Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk : 1. Memperkirakan frekuensi sebenarnya dari kompresi vaskuler medulla 2. Perjalanan klinis 3. Terapi pilihan 34 KESIMPULAN

35 TERIMA KASIH


Download ppt "VERTEBRAL ARTERY COMPRESSION OF THE MEDULLA Sean I. Savitz, et al JAMA : 234– 241 Feb 2006."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google