Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

CHAPTER 10: THE NEW PUBLIC SERVICES IN ACTION 1.Elok Rizki Pamula(115030100111074) 2.Rifki Nur Aulia S.(115030101111042) 3.Aisyah Nurrul J.(115030101111106)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "CHAPTER 10: THE NEW PUBLIC SERVICES IN ACTION 1.Elok Rizki Pamula(115030100111074) 2.Rifki Nur Aulia S.(115030101111042) 3.Aisyah Nurrul J.(115030101111106)"— Transcript presentasi:

1 CHAPTER 10: THE NEW PUBLIC SERVICES IN ACTION 1.Elok Rizki Pamula( ) 2.Rifki Nur Aulia S.( ) 3.Aisyah Nurrul J.( ) 4.Titin Yuliana( ) Manajemen Pelayanan Publik - C

2 Chapter 10 : The NPS in Action Dalam BAB 10 ini lebih dibahas mengenai contoh-contoh pelaksanaan NPS dalam pemerintah demokratis seperti di Amerika dan negara-negara lain. Perlu diingat bahwa kasus-kasus ini hanya menunjukkan sebagian kecil dari semua usaha yang telah dilakukan untuk melibatkan warga negara (citizen) dan menghidupkan kembali nilai-nilai demokratis dalam pelayanan publik. Seperti yang telah diamati oleh Nancy Roberts “Partisispasi warga negara secara langsung bukan lagi sebuah hipotesis. Hal ini benar-benar nyata dan administrator publik merupakan pusatnya”. Listening to the City Iowa’s Citizen-Initiated Performance Assessment National Park Service Civic Engagement Initiative New Public Service di Greenville Pelibatan Sipil Seluruh Dunia Masa Depan NPS

3 Chapter 10 : The NPS in Action “Listening to the City” – Rebuilding NYC Akibat adanya serangan 11 September World Trade Center (WTC) di New York, banyak strategi digunakan untuk mendapatkan partisipasi masyarakat dan kelompok kepentingan demi masa depan situs WTC. Salah satu project yang inovatif adalah “Listening to the City” Dimana semua orang dengan latar belakang yang berbeda berkumpul menjadi satu untuk membicarakan tentang apa yang harus mereka lakukan terhadap situs WTC. Ini merupakan forum perencanaan perkotaan terbesar. Semua orang memiliki kesempatan untuk didengar dan mendengar. Beberapa partisipan mengatakan bahwa alasan mereka bergabung dalam forum adalah karena rasa tanggung jawab bersama dan keinginan untuk menjamin bahwa proses pembangunan kembali dipandu oleh suara yang banyak dan beragam.

4 Chapter 10 : The NPS in Action “Iowa’s Citizen-Initiated Performance Assessment “ “Pengukuran kinerja adalah salah satu area governance dimana berbagai contoh pelibatan warga negara dapat ditemukan. Pelibatan warga negara dalam desain sistem pengukuran kinerja dapat meningkatkan signifikansi politik dan kredibilitas pengukuran, serta meningkatkan kegunaan dan relevansi informasi dari warga.” (Bacova dan Maney 2004) “Prakarsa Warga dalam Penilaian Kinerja” (CIPA) merupakan proyek 3 tahun 9 kota di Iowa yang melibatkan warga dalam desain dan implementasi pengukuran kinerja. CIPA melihat pengukuran kinerja dari perspektif warga, meningkatkan kolaborasi warga dan pelayan publik dan untuk menekankan penyebaran informasi publik kepada warga dengan cara yang berguna dan mudah diakses.

5 Chapter 10 : The NPS in Action “National Park Service Civic Engagement Initiative“ Inisiatif pelibatan warga muncul karena keinginan dewan penasehat NPS (National Park Service) untuk memikirkan kembali tujuan dan peran taman nasional tidak hanya sebagai tujuan rekreasi, namun sebagai batu loncatan untuk perjalanan individu demi memperkaya pengetahuan dan budaya. Mereka berkomitmen untuk merangkul keterlibatan sipil sebagai dasar dan kerangka pokok untuk menciptakan program dan rencana pengembangan. Tujuannya adalah melampaui syarat minimal untuk keterlibatan publik untuk melembagakan sebuah filosofi keterlibatan sipil yang menyimpan aspek lebih besar dari “pelayanan publik dan kepercayaan publik dalam pikiran”. Yang harus mereka lakukan adalah mereka harus secara aktif menyambut publik dan mendengarkan apa yang ingin mereka katakan.

6 Chapter 10 : The NPS in Action “New Public Service di Greenville, Wisconsin” Greenville merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan yang cepat, namun pertumbuhan itu tidak lepas dari adanya isu-isu. Yang membedakan Greenville dengan yang lain adalah Dewan Kota berusaha untuk menciptakan lingkungan dimana partisipasi warga menjadi inti dari pembuatan kebijakan. Para dewan berkeinginan untuk mengambil resiko dan berinvestasi pada program yang tidak cepat mendapat keuntungan tapi dapat menunjukkan hasil : mempercayakan uang dan kebebasan kepada warga untuk mencoba menciptakan nilai dalam komunitas mereka; menciptakan kesempatan pendidikan bagi warga agar keputusan dapat dibuat dengan informasi dan praktek terbaik; dan untuk mendengarkan dan memasukkan saran kedalam kebijakan dan peraturan baru. Disatu sisi mungkin Dewan Kota terlihat ‘lemah’, namun mereka tetap mendukung kesukarelaan warga, yang mana ini merupakan keputusan yang memiliki keuntungan luar biasa bagi komunitas/masyarakat.

7 Chapter 10 : The NPS in Action “Pelibatan Sipil Seluruh Dunia (di Swedia)” Menurut Lena Langlet, di Swedia hal-hal yang harus dipenuhi warga agar dapat berpartisipasi dalam pemerintahan lokal adalah memiliki pengetahuan dan infromasi yang akurat mengenai apa yang diharapkan warga. Beberapa kotamadya sedang bekerja untuk membuat layanan yang lebih transparan dengan membangun jaminan pelayanan khusus karena mereka ingin agar pengguna atau warga dapat menyampaikan pikiran dan keluhan mereka mengenai pelayanan kota dan untuk bekerjasama dengan pemerintah lokal untuk menjaga level yang tepat mengenai kualitas layanan. Pemerintah lokal di Swedia juga melibatkan pemuda dalam proses demokratis dan kehidupan masyarakat. Di Stockholm dibentuk Dewan pemuda kotamadya (Municipal Youth Council) yang terdiri dari pelajar usia tahun yang diminta untuk mempertimbangkan mengenai masalah pendidikan dan hiburan pemuda. Dewan Pemuda ini dianggap sangat sukses karena telah berhasil menyediakan praktek dengan cara demokratis bagi pelajar dan memberikan kesempatan bagi pemuda untuk memahami dan bertemu satu sama lain.

8 Chapter 10 : The NPS in Action Laporan mengenai NPS di Italia ini berasal dari Manuella Cocci, dia menyatakan bahwa pada tahun 2000, karena pengalaman mereka dengan protes warga sebelumnya, Departemen Lingkungan Provinsi Turin membangun proyek “jangan menolak untuk membuat pilihan” untuk mendorong keterlibatan warga secara langsung dalam proses pembuatan kebijakan mengenai lokasi sebuah tempat pembakaran dan pembuangan sampah. Langkah pertama adalah dengan kampanye informasi mengenai fakta dan resiko yang berhubungan dengan fasilitas. Usaha ini dilakukan untuk memastikan bahwa materi ini mewaikili beragam pandangan dan opini. Kemudian dibentuk komisi-komisi yang terdiri dari berbagai pihak. Semua alternatif di perdebatkan dan semuanya memiliki hak untuk memberikan solusi. Pertanyaan mengenai efisiensi dan aspek sosial juga dipertimbangkan. “Pelibatan Sipil Seluruh Dunia (di Italia-1)”

9 Chapter 10 : The NPS in Action “Pelibatan Sipil Seluruh Dunia (di Italia-2)” Pendekatan berbeda dalam pelibatan warga dilakukan di kota Bolzano, di kota ini terjadi banyak konflik yang berhubungan dengan keberadaan kelompok suku yang berbeda. Bolzano menginisiasikan sebuah proyek untuk mengadakan penelitian wilayah antropologi. Tim peneliti terdiri dari praktisi dan administrator publik serta warga dalam menentukan peta konflik berdasarkan lokasi. Pemerintah lokal menyadari bahwa meskipun kepentingan dan keterlibatan warga menurun selama bertahun-tahun, anggota komunitas lokal berkeinginan untuk menjelaskan kepentingan dan kebutuhan mereka. Jadi masalahnya bukan untuk menarik perhatian warga namun tantangannya adalah untuk bernegosiasi dan membangun hubungan yang sinergis dalam lingkungan. Rencana Strategis Bolzano telah meningkatkan interaksi warga dan administrator publik berdasarkan budaya partisipasi dan sebuah demokrasi mendengarkan aktif.

10 Chapter 10 : The NPS in Action “Pelibatan Sipil Seluruh Dunia (di Italia-3)” Grottammare merupakan “an old Italian experience of citizen engagement”. Meskipun pada 1990-an kebanyakan pemerintah lokal di eropa tergolong reformasi NPM, Grottammare membedakan dirinya dengan melibatkan warga dalam membangun solusi untuk setiap masalah yang mereka hadapi. Daripada mencari model dan ide sektor publik, kota ini melalui pergerakan politik “Solidarity and Participation” menemukan metode baru untuk mendengarkan warga dan membuat asosiasi dan komite lingkungan sebagai sarana untuk memupuk komunikasi dan pasrtisipasi. Hasilnya adalah kota ini mampu membuat kebijakan publik yang didukung oleh kepentinan dan tanggung jawab bersama.

11 Chapter 10 : The NPS in Action “Masa Depan NPS” NPS menghendaki agar kita memikirkan kembali mengenai proses, sruktur dan aturan organisasi untuk membuka akses dan partisipasi bagi mereka yang kita layani disemua tahap proses governance. Masa depan NPS akan ditentukan oleh kita semua, setiap dari kita dapat membuat perbedaan di komunitas, organisasi dan di dunia kita. Pertanyaan yang kita hadapi sangat simple dan kompleks, yang meliputi : Bagaimana kita akan memperlakukan tetangga kita? apakah kita akan bertanggung jawab atas peran kita dalam pemerintahan demokratis? Apakah kita mau mendengar dan mencoba memahami pandangan yang berbeda? Apakah kita mau mengabaikan kepentingan pribadi demi kepentingan orang lain? apakah kita mau mengubah pemikiran kita? NPS akan terus direalisasikan di kesempatan kecil dan di aktivitas besar, di percapakan dan pernyataan publik, di aturan formal dan perilaku informal. Bab ini bertujuan agar kita mau mencoba meningkatkan pelibatan dan pelayanan kepada warga dalam kepentingan publik.

12 Chapter 10 : The NPS in Action THANK YOU!THANK YOU! =]


Download ppt "CHAPTER 10: THE NEW PUBLIC SERVICES IN ACTION 1.Elok Rizki Pamula(115030100111074) 2.Rifki Nur Aulia S.(115030101111042) 3.Aisyah Nurrul J.(115030101111106)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google