Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kelompok 5 “Kebijakan Fiskal dalam Menghadapi Krisis”

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kelompok 5 “Kebijakan Fiskal dalam Menghadapi Krisis”"— Transcript presentasi:

1 Kelompok 5 “Kebijakan Fiskal dalam Menghadapi Krisis”

2 Sisilia Abdurrohman( ) Diana Setianingrum( ) Ischa Mabruris S( ) Endah Puji Lestari( ) Ayu Kartika( ) Ariska Tri Viky Andani( )

3 Kewajiban Penjaminan Hilangnya Kepercayaan Pasar dsb. Permasalahan pada perekonomian Indonesia Upaya Penyehatan Perbankan Nasional akibat Krisis Moneter yang terjadi pada tahun 1998 Kelemahan dalam “Governance”

4 1.Penutupan bank-bank yang sangat tidak sehat (dengan tingkat kecukupan modal kurang dari negative 25%). 2.Melakukan penambahan modal (rekapitaliasi perbankan) dengan tingkat kecukupan modalnya sampai dengan negative 25% agar menjadi positif 4% 3.Penerbitan obligasi pemerintah (surat hutang pemerintah) yang berjumlah 650 triliun diterbitkan untuk mengganti kewajiban yang ditutup, menambah modal bank sebagai pembayaran tagihan Bank Indonesia sehubungan dengan adanya BLBI.

5 1.Banyaknya kebijakan fiskal yang cukup signifikan. 2.Persyaratan CAR minimum adalah positif 8% namun dikompromikan sampai CAR negative 25%. 3.Beban Pemerintah yang semakin besar 4.Kelemahan dalam governance, baik disektor publik maupun disektor bisnis.

6 (1) terjadinya perubahan format hubungan keuangan antara pusat dan daerah dan perubuhan hubungan antara pemerintah dan Bank Indonesia; (2) kebijakan untuk mengamankan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat dan langkah-langkah mengamankan pelaksaan APBN. Selain hal tersebut, terdapat beberapa langkah kebijakan yang sangat signifikan yakni mencakup (1) penyehatan perbankan dengan cara menutup bank ataupun menambahkan modal bank, dan (2) penerbitan obligasi.

7 Pada masa itu hampir semua bank sekala besar dan skala menengah memiliki CAR negative, bank-bank tersebut merupakan bank yang mencakup pangsa pasar sekitar 80% dari seluruh dana masyarakat di perbankan Indonesia. Sehingga, jika terjadi penutupan bank akan menimbulkan kepanikan dan kekacauan.

8 Beban tersebut timbul sebagai konsekuensi dari kebijakan pemerintah yang menjamin semua kewajiban bank (Keppres 26/1998 dan SK Menteri Keuangan Nomor 26 tahun 1998, tanggal 26 Januari 1998). ). Yaitu apabila sebuah bank mengalami kebangkrutan sehingga harus ditutup maka kewajiban bank kepada kreditur, penabung dan deposan dijamin oleh Pemerintah.

9 Kebijakan penjaminan yang disusul dengan penyehatan perbankan dan penerbitan obligasi, sudah menutup akumulasi kerugian ekonomi sampai dengan tahun 1997 atau Namun dsari tahun 1998 sampai saat ini masih berlangsung akumulasi kerugian baru, yang juga tersembunyi dalam sisi aktiva unit-unit ekonomi Indonesia yang terjadi dikarenakan masih terjadinya praktik-praktik kecurangan dalam governance.

10


Download ppt "Kelompok 5 “Kebijakan Fiskal dalam Menghadapi Krisis”"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google