Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAGAIMANA Set up chart of account sesuai dengan ketentuan baru  akun LO Tentukan proses yang akan dijalankan  sesuaikan sisdur Kemendagri Set up sistem.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAGAIMANA Set up chart of account sesuai dengan ketentuan baru  akun LO Tentukan proses yang akan dijalankan  sesuaikan sisdur Kemendagri Set up sistem."— Transcript presentasi:

1

2 BAGAIMANA Set up chart of account sesuai dengan ketentuan baru  akun LO Tentukan proses yang akan dijalankan  sesuaikan sisdur Kemendagri Set up sistem pencatatan  sederhanakan dengan sistem komputer sehingga tidak menimbulkan masalah di lapangan. Set up reporting format untuk LO, SAL dan LPE Open balance neraca CTA  Transfer akun Ekuitas dana ke Ekuitas Pastikan nilai dalam neraca sesuai definisi aset dan kewajiban. Pastikan semua aset dan utang Entitas telah dimasukkan dalam Neraca Set up chart of account sesuai dengan ketentuan baru  akun LO Tentukan proses yang akan dijalankan  sesuaikan sisdur Kemendagri Set up sistem pencatatan  sederhanakan dengan sistem komputer sehingga tidak menimbulkan masalah di lapangan. Set up reporting format untuk LO, SAL dan LPE Open balance neraca CTA  Transfer akun Ekuitas dana ke Ekuitas Pastikan nilai dalam neraca sesuai definisi aset dan kewajiban. Pastikan semua aset dan utang Entitas telah dimasukkan dalam Neraca

3 ALTERNATIF PROSES Transaksi anggaran dilaksanakan dan transaksi akuntansi dicatat melalui proses penyesuaian secara batch (bulanan, semesteran atau tahunan. Transaksi anggaran dan akuntansi dilakukan secara paralel, end user akan melakukan pencatatan baik di sikulus anggaran, maupun siklus akuntansinya. Transaksi anggaran dan akuntansi dilakukan secara paralel, end user akan melakukan pencataan anggaran, sistem secara otomatis membuat transaksi akuntansinya Transaksi anggaran dan akuntansi dilakukan secara paralel tetapi end user akan menghadapi transaksi akuntansi, sistem akan membuat secara otomatis transaksi anggaran jika transaksi tersebut berhubungan dengan kas

4 Open Balance Neraca Akrual  Saldo Ekuitas di CTA  ditutup  Ekuitas dana lancar (piutang, persediaan)  Ekuitas dana diinvestasikan pada aset tetap  Ekuitas dana diinvestasikan pada aset lainnya  Ekuitas dana diinvestasi pada cadangan  Ekuitas dana untuk pembayaran kewajiban  Saldo ekuitas dana dipindahkan ke Ekuitas  Pastikan nilai dalam neraca, aset, kewajiban memenuhi definisi aset dan kewajiban dan pastikan bahwa semua aset dan kewajiban Pemda telah disajikan dalam laporan keuangan.  Sebaiknya Penetapan Neraca Awal Akrual dibuat dalam dokumen legal sebagai bukti dan landasan hukum.  Saldo Ekuitas di CTA  ditutup  Ekuitas dana lancar (piutang, persediaan)  Ekuitas dana diinvestasikan pada aset tetap  Ekuitas dana diinvestasikan pada aset lainnya  Ekuitas dana diinvestasi pada cadangan  Ekuitas dana untuk pembayaran kewajiban  Saldo ekuitas dana dipindahkan ke Ekuitas  Pastikan nilai dalam neraca, aset, kewajiban memenuhi definisi aset dan kewajiban dan pastikan bahwa semua aset dan kewajiban Pemda telah disajikan dalam laporan keuangan.  Sebaiknya Penetapan Neraca Awal Akrual dibuat dalam dokumen legal sebagai bukti dan landasan hukum.

5 Perhatian  Aset yang belum didepresiasi  didepresasikan  Untuk menghindari aset nilainya lebih tinggi, namun tidak memiliki manfaat di masa mendatang.  Aset yang belum dimasukkan ke neraca  Setelah dinilai dengan nilai yang tepat  dimasukkan beserta bukti berita acara penyerahan atau bukti perolejannya  Piutang dan persediaan yang belum dimasukkan.  Aset yang bermasalah ??  Bolehkah dibersihkan dari neraca  jika sudah ada bukti hukum dan mengikuti prosedur manajemen BMD  Aset yang tidak jelas keberadaannya  Piuatang yang tidak dapat ditagih  Aset yang belum didepresiasi  didepresasikan  Untuk menghindari aset nilainya lebih tinggi, namun tidak memiliki manfaat di masa mendatang.  Aset yang belum dimasukkan ke neraca  Setelah dinilai dengan nilai yang tepat  dimasukkan beserta bukti berita acara penyerahan atau bukti perolejannya  Piutang dan persediaan yang belum dimasukkan.  Aset yang bermasalah ??  Bolehkah dibersihkan dari neraca  jika sudah ada bukti hukum dan mengikuti prosedur manajemen BMD  Aset yang tidak jelas keberadaannya  Piuatang yang tidak dapat ditagih

6 SKPD!!  Pendapatan SKPD yang tidak memiliki pendapatan ??  LO akan negatif jika tidak ada sumber pendapatan  SKPD pengelola pendapatan akan membukukan surplus tinggi sekali  Rekening perantara akan menjadi bagian dari ekuitas konsolidasi. Walaupun terjadi defisit tetapi nilai ekuitas tidak negatif. Nilai ini akan dieliminasi pada saat konsolidasi.  Pada tingkat Laporan entitas pelaporan tidak menimbulkan masalah tetapi di SKPD menimbulkan masalah karena LO negatif.  Dapat dibuat alternatif, dana yang ditransfer dari PPKD akan diakui sebagai pendapatan bagi SKPD, namun pada konsolidasi entitas pelaporan harus dieliminasi  Pendapatan SKPD yang tidak memiliki pendapatan ??  LO akan negatif jika tidak ada sumber pendapatan  SKPD pengelola pendapatan akan membukukan surplus tinggi sekali  Rekening perantara akan menjadi bagian dari ekuitas konsolidasi. Walaupun terjadi defisit tetapi nilai ekuitas tidak negatif. Nilai ini akan dieliminasi pada saat konsolidasi.  Pada tingkat Laporan entitas pelaporan tidak menimbulkan masalah tetapi di SKPD menimbulkan masalah karena LO negatif.  Dapat dibuat alternatif, dana yang ditransfer dari PPKD akan diakui sebagai pendapatan bagi SKPD, namun pada konsolidasi entitas pelaporan harus dieliminasi

7 Mekanisme Pencatatan - Alternatif  Transaksi anggaran akan dicatat dipasangkan dengan akun perantara misal Estimasi Perubahan SAL. Transaksi ini akan digunakan sebagai pasangan untuk mencatat:  Belanja  Pendapatan  Pembiayaan  Koreksi SAL  Transaksi ini secara paralel dicatat dalam akuntansi   Beban  Pendapatan LO  Penambahan / pengurangan aset  Penambahan / pengurangan kewajiban  Estimasi Perubahan SAL akan ditutup dalam SAL  diperoleh SAL  dilaporkan dalam Laporan SAL.  SAL direkonsiliasikan dengan kas  perbedaan terjadi karena utang PFK  Transaksi anggaran akan dicatat dipasangkan dengan akun perantara misal Estimasi Perubahan SAL. Transaksi ini akan digunakan sebagai pasangan untuk mencatat:  Belanja  Pendapatan  Pembiayaan  Koreksi SAL  Transaksi ini secara paralel dicatat dalam akuntansi   Beban  Pendapatan LO  Penambahan / pengurangan aset  Penambahan / pengurangan kewajiban  Estimasi Perubahan SAL akan ditutup dalam SAL  diperoleh SAL  dilaporkan dalam Laporan SAL.  SAL direkonsiliasikan dengan kas  perbedaan terjadi karena utang PFK

8 Mekanisme Penyesuaian  Dalam rangka pelaporan, PSAP Akrual dapat diterapkan dengan melakukan penyesuaian terhadap pencatatan dan Laporan Keuangan CTA yang saat ini dilakukan.  Jika mekamisme ini dilakukan, sebaiknya hanya dilakukan untuk sementara / masa transisi.  Proses ideal sebaiknya dilakukan dengan mengembangkan sistem akuntansi yang lengkap sehingga tercipta sistem akuntansi yang dapat diandalkan.  Untuk penyesuaian diperlukan beberapa informasi akrual sehingga setiap kenaikan dan penurunan aset dan kewajiban dapat direkonsiliasikan dengan LRA.  Dalam rangka pelaporan, PSAP Akrual dapat diterapkan dengan melakukan penyesuaian terhadap pencatatan dan Laporan Keuangan CTA yang saat ini dilakukan.  Jika mekamisme ini dilakukan, sebaiknya hanya dilakukan untuk sementara / masa transisi.  Proses ideal sebaiknya dilakukan dengan mengembangkan sistem akuntansi yang lengkap sehingga tercipta sistem akuntansi yang dapat diandalkan.  Untuk penyesuaian diperlukan beberapa informasi akrual sehingga setiap kenaikan dan penurunan aset dan kewajiban dapat direkonsiliasikan dengan LRA.

9 PENYESUAIAN CTA – AKRUAL 1  Untuk melakukan proses penyesuaian harus dipastikan bahwa neraca CTA sudah mencerminkan semua akrual yang telah ada di akhir tahun.  Aset tetap  depresiasi, aset rusak, aset belum dicatat  Persediaan  persediaan rusak, hilang, persediaan belum dicatat  Piutang  piutang tidak dapat ditagih, piutang yang belum dicatat  Hutang  utang yang belum dicatat  Reklasifikasi Ekuitas Dana  EKUITAS  Untuk melakukan proses penyesuaian harus dipastikan bahwa neraca CTA sudah mencerminkan semua akrual yang telah ada di akhir tahun.  Aset tetap  depresiasi, aset rusak, aset belum dicatat  Persediaan  persediaan rusak, hilang, persediaan belum dicatat  Piutang  piutang tidak dapat ditagih, piutang yang belum dicatat  Hutang  utang yang belum dicatat  Reklasifikasi Ekuitas Dana  EKUITAS

10 PENYESUAIAN CTA – AKRUAL 2  Data dalam Neraca dapat direkonsiliasikan dengan data dalam LRA contoh:  Kenaikan aset tetap  belanja modal + perolehan aset hibah – penjualan / pelepasan aset  Kenaikan investasi  penerimaan pembiayaan investasi – pengeluaran pembiayaan investasi -  Pastikan semua data untuk melakukan penyesuaian tersedia.  Pendapatan yang masih harus diterima  piutang  Pendapatan diterima dimuka yang telah menjadi pendapatan atau pendapatan diterima dimuka dari transaksi yang telah ada.  Biaya yang masih harus dibayar  piutang  Biaya dibayar dimuka yang telah menjadi beban atau biaya dibayar dimuka dari transaksi yang telah ada.  Beban depresiasi, penyisihan piutang  transaksi non kas  Penjualan aset, aset yang diterima dari hibah  Pendapatan investasi yang telah diakui secara akrual  Data dalam Neraca dapat direkonsiliasikan dengan data dalam LRA contoh:  Kenaikan aset tetap  belanja modal + perolehan aset hibah – penjualan / pelepasan aset  Kenaikan investasi  penerimaan pembiayaan investasi – pengeluaran pembiayaan investasi -  Pastikan semua data untuk melakukan penyesuaian tersedia.  Pendapatan yang masih harus diterima  piutang  Pendapatan diterima dimuka yang telah menjadi pendapatan atau pendapatan diterima dimuka dari transaksi yang telah ada.  Biaya yang masih harus dibayar  piutang  Biaya dibayar dimuka yang telah menjadi beban atau biaya dibayar dimuka dari transaksi yang telah ada.  Beban depresiasi, penyisihan piutang  transaksi non kas  Penjualan aset, aset yang diterima dari hibah  Pendapatan investasi yang telah diakui secara akrual

11 TRANSAKSI DALAM SAP AKRUAL TRANSAKSI AKRUAL Pendapatan masih harus diterima Pendapatan diterima dimuka Beban yang masih harus dibayar Beban dibayar dimuka Beban Penyusutan TRANSAKSI AKRUAL Pendapatan masih harus diterima Pendapatan diterima dimuka Beban yang masih harus dibayar Beban dibayar dimuka Beban Penyusutan TRANSAKSI KAS  PELAKSANAAN ANGGARAN

12 PENYESUAIAN CTA - AKRUALLRA Pendapatan-LO Sekaligus Pendapatan-LRA Pendapatan LRA dan Pendapatan LO Belanja Sekaligus Beban Belanja dan Beban Pend. Diterima Dimuka Piutang Pendapatan Pendapatan LO sudah diterima Kas- nya Belanja Dibayar Dimuka Utang atas Belanja (YMHD) Beban sudah dikeluarkan Kas-nya/ Dibayar LO LRA LO

13 TRANSAKSI KAS Transaksi Kas dicatat sebagai pendapatan LRA dan Belanja  LRA Beberapa transaksi kas sebenarnya juga mencerminkan akrual  sehingga sama dengan Pendapatan atau Beban dalam LO Pembayaran gaji pada periode anggaran atas seorang yang telah bekerja Pembayaran beban sewa selama satu periode anggaran Penerimaan pendapatan untuk periode tersebut  retribusi Beberapa transaksi kas tidak mencerminkan akrual Pembiayaan Belanja modal Pembayaran belanja untuk dimanfaatkan jangka panjang Penerimaan pendapatan untuk jasa di masa datang

14 TRANSAKSI AKRUAL Transaksi Akrual kadangkala tidak terkait dengan kas, karena kasnya belum diterima atau dibayarkan. Untuk transaksi ini, harus disediakan informasi pada tanggal pelaporan. Piutang (pendapatan yang masih harus diterima) Utang (Beban yang masih harus dibayar) Persediaan terpakai Depresiasi

15 PENDAPATAN MASIH HARUS DITERIMA Pendapatan masih harus diterima merupakan pendapatan yang sampai dengan tanggal pelaporan belum diterima oleh satker karena adanya tunggakan pungutan pendapatan dan transaksi lainnya yang menimbulkan hak tagih satker dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintah Contoh: –Pajak masih harus diterima  Pajak, Retribusi daerah. –Pendapatan bukan pajak masih harus diterima  Pendapatan sumber daya alam, pendapatan bunga, pendapatan sewa Bagian laba atas laba BUMN, PNBP lainnya.

16 PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITERIMA Pembayaran 1 Februari 20X3 Rp. 250 Jt. Pembayaran 1 Februari 20X3 Rp. 250 Jt. Diakui sebagai pendapatan pada tahun 20X2 dan dicatat sebagai “Pendapatan yang masih harus diterima = Aset” 16 Pendapatan tahun 20X2 Des. 20X2 Pembayaran atas piutang yang telah diakui pada 31 Des 20X2

17 PENDAPATAN MASIH HARUS DITERIMA Pada tanggal 31 Desember 20X2 terdapat SKP yang telah dikirimkan ke pengusaha restoran dan hotel namun belum diterima pelunasannya. Sebesar Pelunasan baru dilakukan pada 1 Februari 20X3 Pada 31 Desember 20X2, terdapat deposito Pemda tertanggal 1 Nopember 20X2 sebesar berbunga 6%, jangka waktu 3bulan, jatuh tempo 1 Februari 20X3 Pada tanggal 31 Desember 20X2 terdapat SKP yang telah dikirimkan ke pengusaha restoran dan hotel namun belum diterima pelunasannya. Sebesar Pelunasan baru dilakukan pada 1 Februari 20X3 Pada 31 Desember 20X2, terdapat deposito Pemda tertanggal 1 Nopember 20X2 sebesar berbunga 6%, jangka waktu 3bulan, jatuh tempo 1 Februari 20X3 Tangg al FinansialAnggaran 31 Des 20X2 Piutang Pendapatan Pendapatan Pajak – LO Tidak dicatat 31 Des 20X2 Piutang Bunga Pendapatan Bunga – LO Tidak dicatat 1 Feb 20X3 Kas Piutang Pendapatan Estimasi Perubahan SAL Pendapatan Pajak-LRA Feb 20X3 Kas Piutang Bunga Estimasi Perubahan SAL Pendapatan bunga- LRA

18 PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA Pendapatan Diterima Dimuka merupakan pendapatan yang telah diterima oleh pemerintah dan sudah disetor ke Kas Umum Daerah, namun wajib pajak dan/atau wajib setor belum menikmati barang/jasa/fasilitas dari pemerintah. Contoh: –Pajak / Retribusi Diterima Dimuka  Pajak / Retribusi yang diterima lebih dari satu periode. –Pendapatan bukan pajak masih harus diterima  Dividen BUMD sudah diputuskan/diumumkan namun uangnya belum dterima. –Penerimaan sewa yang diterima untuk jangka waktu lebih dari satu periode

19 PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA Pembayaran 1 Juli 20X2 Rp. 100 Jt. Pembayaran 1 Juli 20X2 Rp. 100 Jt. 18 bulan sebagai : -Kewajiban (Pendapatan Diterima Dimuka); -Pengurang Pendapatan Akrual 6 bulan sebagai “Pendapatan Akrual” Berakhir 30 Jun 20X4 19 Sewa selama 2 tahun berakhir 30 Juni 20X4 Des. 20X3 Des. 20X2 12 bulan pendapatan 20X3, 6bulan Pendapatan diterima dimuka, yang akan diakui pendapatan LO 20x4 25 Jt. 50 Jt. 25 Jt.

20 PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA Pada tanggal 1 Juli 20X2 Diterima pendapatan sewa atas gedung yang tidak dipakai dalam rangka pendayagunaan aset daerah dengan nilai sewa 100 juta untuk masa 2 tahun. TanggalFinansialAnggaran 1 Juli 20x2 Kas Pendapatan diterima dimuka – LO Estimasi Perubahan SAL Pendapatan – LRA DesPendapatan diterima dimuka - LO Pendapatan – LO Tidak dicatat

21 PENYESUAIAN PENDAPATAN LO CTA  AKRUAL  Pendapatan LO =  Pendapatan LRA tahun berjalan  -/- Piutang awal periode  +/+ Piutang akhir periode  +/+ Pendapatan diterima dimuka awal  -/- Pendapatan diterima dimuka akhir periode  Pendapatan LO = Pendapatan LRA + kenaikan piutang pendapatan – kenaikan pendapatan diterima dimuka  Pendapatan LO =  Pendapatan LRA tahun berjalan  -/- Piutang awal periode  +/+ Piutang akhir periode  +/+ Pendapatan diterima dimuka awal  -/- Pendapatan diterima dimuka akhir periode  Pendapatan LO = Pendapatan LRA + kenaikan piutang pendapatan – kenaikan pendapatan diterima dimuka 20X220X1Pendapatan LO Pendapatan Piutang kenaikan Pendapatan diterima dimuka (4.000)penurunan Pendapatan LRA + kenaikan piutang + penurunan pendapatan diterima dimuka

22 BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR Beban yang masih harus dibayar merupakan kewajiban yang timbul akibat hak atas barang/jasa yang telah diterima dan dinikmati dan/atau perjanjian komitmen telah dilakukan, namun sampai akhir periode pelaporan belum dilakukan pembayaran/pelunasan/realisasi atas hak/perjanjian/komitmen tersebut. Contoh: –Belanja Pegawai yang masih harus dibayar –Belanja Barang yang masih harus dibayar –Belanja lainnya yang masih harus dibayar

23 BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR Pembayaran 1 Februari 20X3 Rp. 150 Jt. Pembayaran 1 Februari 20X3 Rp. 150 Jt. Diakui sebagai beban pada tahun 20X2 dan dicatat sebagai “Beban yang masih harus dibayar = Kewajiban” 23 Beban tahun 20X2 Des. 20X2 Pembayaran atas utang yang telah diakui pada 31 Des 20X2

24 BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR Pada tanggal 31 Desember 20X2 terdapat tagihan atas kegiatan pemeliharaan rutin sebesar yang telah diselesaikan oleh seorang rekanan, namun belum dibayar. Karena kegiatan rutin ini disatukan dalam kontrak pemeliharaan setahun maka pembayaran baru dilakukan pada 1 Maret 20X3 TanggalFinansialAnggaran 31 Des 20X2 Beban barang/jasa Beban yang masih harus dibayar Tidak dicatat 1 Mar 20X3 Beban yang masih harus dibayar Kas Belanja barang/jasa Estimasi Perubahan SAL

25 BEBAN DIBAYAR DIMUKA Beban Dibayar Dimuka merupakan pengeluaran satuan kerja/pemerintah yang telah dibayarkan dari rekening Kas dan membebani pagu anggaran, namun barang/jasa/fasilitas dari pihak ketiga belum diterima/dinikmati satuan kerja/pemerintah. Persediaan dan aset tetap sebenarnya beban dibayar dimuka, namun karakteristiknya khusus Contoh: –Beban Pegawai dibayar dimuka –Beban Barang dibayar dimuka –Uang muka kegiatan

26 BEBAN DIBAYAR DIMUKA Pembayaran 1 Oktober 20X2 Rp. 40 Jt. Pembayaran 1 Oktober 20X2 Rp. 40 Jt. 9 bulan diakui sebagai beban tahun 20X3 3 bulan sebagai Beban sewa Berakhir 30 Sep 20X4 26 Sewa ruangan selama 1 tahun berakhir 30 September 20X3 Des. 20X2 10 Jt. 30 Jt. 9 bulan sebagai Aset (Beban dibayar dimuka)

27 BEBAN DIBAYAR DIMUKA Pada tanggal 1 Oktober 20X2 dibayar sewa ruangan untuk ruang kantor unit SKPD dengan nilai sewa 40 juta untuk masa 1tahun. TanggalFinansialAnggaran 1 Okt 20X2 Beban sewa dibayar dimuka Kas Belanja barang/jasa Estimasi Perubahan SAL Des 20X2 Beban sewa Beban sewa dibayar dimuka Tidak dicatat 31 Des 20X3 Beban sewa Beban sewa dibayar dimuka Tidak dicatat

28 BEBAN LO CTA  AKRUAL  Beban LO =  Belanja tahun berjalan  +/+ Beban dibayar dimuka awal periode  -/- Beban dibayar dimuka akhir periode  -/- Beban yang masih harus dibayar awal periode  +/+ Beban yang masih harus dibayar akhir periode  Beban LO = Beban LRA – penurunan beban dibayar dimuka + kenaikan biaya yang masih harus dibayar.  Beban LO =  Belanja tahun berjalan  +/+ Beban dibayar dimuka awal periode  -/- Beban dibayar dimuka akhir periode  -/- Beban yang masih harus dibayar awal periode  +/+ Beban yang masih harus dibayar akhir periode  Beban LO = Beban LRA – penurunan beban dibayar dimuka + kenaikan biaya yang masih harus dibayar. 20X220X1Beban Belanja pegawai Beban dibayar dimuka (10.000)Penurunan Beban yang masih harus dibayar Kenaikan Belanja LRA + penurunan beban dibayar dimuka – kenaikan beban yang masih harus dibayar

29 BIAYA PENYUSUTAN Penyusutan adalah alokasi biaya atas penggunaan aset tetap  penyesuaian nilai akibat pemanfaatan dari suatu aset. Metode penyusutan yang dapat digunakan: –Metode garis lurus –Metode saldo menurun ganda –Metode unit produksi Akumulasi Penyusutan disajikan sebagai pengurang aset di neraca. Beban penyusutan  identik dengan beban pemakaian aset tetap Beban penyusutan  beban LO tidak ada dalam LRA

30 REKONSILIASI DATA PENYUSUTAN Kenaikan akumulasi penyusutan = beban penyusutan jika dalam periode tersebut tidak terdapat penjualan / pelepasa aset. Rekonsiliasi data : akumulasi penyusutan awal periode +/+ beban penyusutan -/- akumulasi penyusutan aset yang dijual / dilepaskan = akumulasi penyusutan akhir periode Beban depresiasi = akumulasi penyusutan akhir periode – akumulai penyusutan awal periode + akumulasi penyusutan barang yang terjual

31 BIAYA PENYISIHAN PIUTANG Penyisihan piutang adalah penyisihan atas jumlah piutang yang kemungkinan tidak tertagih di masa depan. Aset merupakan manfaat masa depan yang akan mengalir ke entitas, sehingga jika piutang kemungkinan tidak dapat ditagih akan dilakukan penyisihan. Besarnya piutang ditetapkan dalam kebijakan akuntansi yang mengacu regulasi yang ada. Penyisihan piutang hanya membuat nilai aset agar menceriminkan nilai yang dapat direalisasi, namun entitas tetap berupaya untuk melakukan penagihan atas piutang yang telah disisihkan. Untuk proses penghapusan piutang, mengikuti regulasi yang berlaku.

32 PENYUSUTAN DAN PENYISIHAN Pada 31 Desember 20X2, berdasarkan kebijakan akuntansi yang ditetapkan jumlah penyusutan tahun 20X2 sebesar dan penyisihan piutang sebesar TanggalFinansialAnggaran 31 Des 20X2 Beban penyusutan Akumulasi penyusutan Tidak dicatat 31 Des 20X3 Beban penyisihan piutang Akumulasi penyisihan piutang Tidak dicatat

33 PERSEDIAAN Persediaan dalam perlakuan akuntansi sebenarnya hampir sama dengan beban dibayar dimuka. Perbedaannya dalam penentuan persediaan yang dibebankan dalam satu periode didasarkan pada perhitungan secara fisik. Beban persediaan (barang) dalam LO merupakan beban penggunaan persediaan. Beban persediaan = persediaan awal + belanja barang persediaan (LRA) – persediaan akhir

34 PERSEDIAAN Pada 31 Desember 20X1, entitas memiliki saldo persediaan sebesar Selama peride 20X2 persediaan yang dibeli (3 Juli) sebesar Pada akhir periode, persediaan yang masih tersisa sebesar Persediaan yang terpakai = = Pada 31 Desember 20X1, entitas memiliki saldo persediaan sebesar Selama peride 20X2 persediaan yang dibeli (3 Juli) sebesar Pada akhir periode, persediaan yang masih tersisa sebesar Persediaan yang terpakai = = TanggalFinansialAnggaran 3 Juli 20X2 Persediaan Kas Belanja barang Estimasi Perubahan SAL DesBeban persediaan Persediaan Tidak ada jurnal

35 SURPLUS/DEFISIT PENJUALAN ASET Penjualan aset dalam LRA akan dicatat sebesar nilai kas yang diterima dari penjualan tersebut. Dalam LO transaksi tersebut akan dicatat debit kas, akumulasi depresiasi, kredit aset yang dijual, selisihnya akan dicatat sebagai kredit surplus penjualan aset (keuntungan) atau debit defisit penjualan aset (kerugian) Untuk pelepasan aset, akan diakui defisit pelepasan aset sebesar selisih nilai aset dan akumulasi depresiasi.

36 PENJUALAN ASET Pada 2 Januari 20X2, entitas melakukan penjualan peralatan dengan harga Berdasarkan catatan yang ada, nilai perolehan aset sebesar dan akumulasi depresiasi sebesar TanggalFinansialAnggaran 2 Januari 20X2 Kas Akumulasi Depresiasi Peralatan Surplus penjualan aset - LO Estimasi Perubahan SAL Pendapatan lain

37 PENDAPATAN BUKAN KAS Pendapatan LO meliputi pendapatan yang diterima bukan dalam bentuk kas, misalnya Hibah dalam bentuk barang Hibah dalam bentuk jasa yang dapat diukur dengan andal. Pendapatan bukan kas, akan diakui sebagai pendapatan LO namun tidak diakui sebagai pendapatan LRA. Klasifikasi pendapatan mengikuti kententuan dalam kontrak pemberian barang/jasa dan bagan akun entitas. Untuk hibah dalam bentuk jasa, harus dipastikan bentuk dari jasa tersebut (terukur) dan manfaat yang dihasilkan dalam meningkatkan kinerja misal jasa perawatan gedung, jasa sewa gedung, jasa tenaga dokter.

38 PENDAPATAN BUKAN KAS Pada 3 Januari 20X2, entitas menerima hibah dari perusahaan swasta berupa 2 unit kendaraan untuk dinas pendidikan dengan nilai beserta service pemeliharaan kendaraan gratis selama 1 tahun dengan nilai jasa pemeliharaan sebesar TanggalFinansialAnggaran 3 Jan 20X2 Kendaraan Pendapatan hibah Tidak dicatat 3 Jan 20X2 Beban Pemeliharaan Pendapatan hibah

39 KESIMPULAN PENYESUAIAN CTA - AKRUAL  Beban LO  Belanja yang disesuaikan dengan akrual  beban yang masih harus dibayar dan beban dibayar dimuka  Beban yang belum dicatat  penyusutan, penyisihan, defisit penjualan / pelepasan aset  Pendapatan LO  Pendapatan LRA disesuaikan dengan akrual  pendapatan diterima dimuka dan pendapatan yang masih harus diterima  Pendapatan yang belum dicatat  hibah, surplus penjualan aset.  Beban LO  Belanja yang disesuaikan dengan akrual  beban yang masih harus dibayar dan beban dibayar dimuka  Beban yang belum dicatat  penyusutan, penyisihan, defisit penjualan / pelepasan aset  Pendapatan LO  Pendapatan LRA disesuaikan dengan akrual  pendapatan diterima dimuka dan pendapatan yang masih harus diterima  Pendapatan yang belum dicatat  hibah, surplus penjualan aset.

40 NERACA KOMPARATIF NERACA ASET20X0 KEWAJIBAN DAN EKUITAS20X020X1 Kas Pendapatan sewa diterima dimuka Piutang Pendapatan pajak diterima dimuka Persediaan Utang biaya gaji Biaya dibyr dimuka Utang jangka panjang Aset tetap Utang bunga - 20 Akumulasi dep (200) (300) Ekuitas Bangunan net Investasi non per Total Aset Total kewajiban dan ekutias

41 LAPORAN REALISASI ANGGARAN LRA20X1 Pendapatan transfer - LRA Pendapatan pajak - LRA Pendapatan sewa 500 Pendapatan investasi 200 Total Pendapatan Belanja Belanja gaji Belanja barang dan jasa Belanja bansos 400 Belanja hibah 300 Belanja bunga 100 Belanja modal Total belanja Pembiayaan Penggunaan SAL 400 Pembelian investasi (600) Penerimaan utang jangka panjang 300 Pembiayaan netto 100 Total kewajiban dan ekutias 580

42 LAPORAN OPERASIONAL LOLRALO Pendapatan transfer - LRA Pendapatan pajak - LRA Pendapatan sewa Pendapatan investasi Pendapatan hibah aset500 Total Pendapatan Beban Beban gaji Beban barang dan jasa2, Beban bansos400 Beban hibah300 Beban bunga Beban depresiasi100 Total belanja Total surplus LO 1.430

43 KESIMPULAN PENYESUAIAN CTA - AKRUAL  Pendapatan transfer LO = Pendapatan transfer LRA  tidak ada item akrual di Neraca   Pendaptan pajak LO = Pendapatan pajak LRA + peningkatan piutang pajak – peningkatan pajak dibayar dimuka = =3.100  Pendapatan sewa LO = Pendapatan sewa LRA – peningkatan pendapatan sewa diterima dimuka = 500 – 100 = 400  Pendapatan investasi LO = Pendapatan investasi LRA + kenaikan investasi – pembiayaan investasi = – 600 = 250.  Pendapatan hibah aset LO = Kenaikan nilai aset tetap – Belanja Modal + penjualan aset  Pendapatan transfer LO = Pendapatan transfer LRA  tidak ada item akrual di Neraca   Pendaptan pajak LO = Pendapatan pajak LRA + peningkatan piutang pajak – peningkatan pajak dibayar dimuka = =3.100  Pendapatan sewa LO = Pendapatan sewa LRA – peningkatan pendapatan sewa diterima dimuka = 500 – 100 = 400  Pendapatan investasi LO = Pendapatan investasi LRA + kenaikan investasi – pembiayaan investasi = – 600 = 250.  Pendapatan hibah aset LO = Kenaikan nilai aset tetap – Belanja Modal + penjualan aset

44 KESIMPULAN PENYESUAIAN CTA - AKRUAL  Beban gaji = Belanja gaji + kenaikan utang gaji = =  Beban barang dan jasa = belanja barang + penurunan persediaan + penurunan biaya dibayar dimuka = =  Beban bansos = Belanja bansos LRA  Beban hibah = Belanja hibah LRA  Beban bunga = belanja bunga + keniakan utang bunga = = 120  Beban depresiasi = akumulasi depresiasi akhir – akumulasi depresiasi awal + akumulasi depresiasi aset yang dijual = 300 – 200 = 100  Beban gaji = Belanja gaji + kenaikan utang gaji = =  Beban barang dan jasa = belanja barang + penurunan persediaan + penurunan biaya dibayar dimuka = =  Beban bansos = Belanja bansos LRA  Beban hibah = Belanja hibah LRA  Beban bunga = belanja bunga + keniakan utang bunga = = 120  Beban depresiasi = akumulasi depresiasi akhir – akumulasi depresiasi awal + akumulasi depresiasi aset yang dijual = 300 – 200 = 100

45 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Ekuitas 31 Desember 20X Surplus LO Ekuitas 31 Desember 20X15.530

46 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS 1Diterima pendaptan transfer sebesar 4.000juta 2Diterima pelunasan pajak yang telah diakui pada 20X0 sebesar Diterima pendapatan pajak sebesar Diterima pendapatan pajak sebesar 700, di mana 200 merupakan pendapatan pajak untuk tahun 20X2 5 Pendapatan pajak diterima dimuka pada awal peride 250, semuanya merupakan pendapatan pajak untuk tahun 20X1 6 Pemda telah mengirimkan SKP senilai 600, namun belum diterima pembayarannya. 7 Diterima pendapatan sewa sebear 500, dari jumlah tersebut 300 merupakan sewa untuk tahun 20X2. 8 Pendapatan sewa awal periode sebesar 250 semuanya merupakan pendapatan tahun 20X1. 9 Dibayar belanja gaji 3.000juta. Dari jumlah tersebut 100 merupakan gaji pada 20X0 yang telah diakui sebagai utag gaji. 10Gaji yang masih terutang sebesar Membeli persediaan sebesar Hasil perhitungan, persediaan yang tersisa di akhir periode sebesar Mengeluarkan biaya barang dan jasa sebesar dari jumlah tersebut 120 merupakan biaua dibayar dimuka. 15 Biaya dibayar dimuka sebesar 230 merupakan biaya sewa yang telah menjadid beban pada tahun 20X1. 16Mengeluarkan belanja bansos sebesar Mengeluarkan belanja hibah sebsar Membayaar bunga sebesar Biaya bunga yang terjadi namun belun dibayarkan sebesar SAL awal periode sebesar 300 semunya digunakan sebagai sumber dana untuk kegiatan tahun 20X1. 21Melakukan tembahan investasi di BUMD sebesar Menerima utang sebesar Beban depresiasi pada 20X1 sebesar 100

47 SIMULASI - 1 Jurnal Finansial 1 Maret Kas4.000 Pendapatan - LO4.000 Jurnal angggaran tetap dibuat dengan menggunakan basis kas 1 MaretEstimasi Perubahan SAL Pendapatan LRA Pemda menerima transfer dari pemerintah pusat sebesar pada tanggal 1 Maret 2012

48 SIMULASI - 2 Jurnal Finansial 10 Maret Beban pegawai Kas2.000 Jurnal angggaran tetap dibuat dengan menggunakan basis kas 10 MaretBelanja Pegawai2.000 Estimasi Perubahan SAL Pemda membayar belanja pegawai sebesar pada tanggal 10 Maret 2012

49 SIMULASI - 3 Jurnal Finansial 30 JuniKas240 Pendapatan sewa-LO 60 Pendapatan sewa diterima dimuka180 Atau dengan alternatif 30 JuniKas240 Pendapatan sewa-LO DesPendapatan sewa-LO180 Pendapatan sewa diterima dimuka180 Jurnal angggaran tetap dibuat dengan menggunakan basis kas 30 JuniEstimasi Perubahan SAL240 Pendapatan sewa 240 Diterima pendapatan sewa sebesar Rp 240 juta untuk sewa selama 2 tahun dimulai 1 Juli 2012 sampai dengan 30 Juni 2014.

50 SIMULASI - 4 Jurnal Laporan Keuangan 1 AgtBangunan1.000 Kas1.000 Jurnal angggaran tetap dibuat dengan menggunakan basis kas 1 AgtBelanja Modal1.000 Estimasi Perubahan SAL Pemda membayar belanja modal untuk membangun gedung DPR sebesar pada tanggal 1 Agt 2012

51 SIMULASI - 5 Jurnal Finansial 1 April Persediaan400 Kas400 Penyesuaian 31 DesBeban barang dan jasa300 Persediaan300 Jurnal angggaran tetap dibuat dengan menggunakan basis kas 1 April Belanja barang400 Estimasi Perubahan SAL 400 Pemda melakukan belanja barang sebesar Rp 400 juta pada 1 April. Pada tanggal 31 Desember 2012 barang tersebut masih tersisa sebesar 100 juta.

52 SIMULASI - 6 Jurnal Laporan Keuangan 1 OktInvestasi non permanen200 Kas200 Jurnal angggaran tetap dibuat dengan menggunakan basis kas 1 OktPengeluaran pembiayaan - penyertaan200 Estimasi Perubahan SAL 200 Pemda memberikan pinjaman kepada BUMD Rp 200 juta pada 1 Okt.

53 SIMULASI - 7 Jurnal Laporan Keuangan 1 NopBeban barang dan jasa360 Kas360 Jurnal angggaran dicatat sebagai belanja dan diklasifikasikan sebagai belanja barang. 1 NopBelanja Barang dan jasa360 Estimasi Perubahan SAL360 Pemda membayar pemeliharaan Rp 200, perjalanan dinas sebesar Rp 100 dan biaya jasa sebesar Rp 60 pada 1 Nop

54 SIMULASI - 8 Jurnal Laporan Keuangan 1 OktBeban Depresiasi50 Akumulasi Depresiasi50 Jurnal angggaran tidak ada karena tidak terkait dengan anggaran Beban Depresiasi selama tahun 2012 sebesar Rp 50

55 SIMULASI - 9 Jurnal Finansial 25 NopPiutang Pajak500 Pendapatan pajak -LO500 5 DesKas 500 Piutang Pajak 500 Jurnal angggaran 5 DesEstimasi Perubahan SAL 500 Pendapatan pajak - LRA 500 Pada 25 Nopember 2012, telah diterbitkan Surat Ketetapan pajak sebesar Rp 500, SKP tersebut dibayar 5 Desember

56 SIMULASI - 10 Jurnal Laporan Keuangan 25 DesPiutang Pajak200 Pendapatan pajak200 Jurnal angggaran belum dimasukkan dalam LRA karena kasnya belum diterima. Akan dimasukkan sebagai pendapatan LRA pada tahun 2013 saat pendapatan tersebut diterima. Pada 25 Desember 2012, terdapat pendapatan pajak yang belum dibayar namun telah diterbitkan Surat Ketetapan Pajaknya sebesar Rp 200.

57 SIMULASI - RINGKASAN Laporan LRA Pendapatan transfer4.000 Pendapatan pajak 500 Pendapatan sewa 240 Total pendapatan - LRA4.740 Beban Belanja Pegawai2.000 Belanja Barang dan Jasa 660 Beban Depresiasi 50 Total beban2.710 Surplus Operasional1.550

58 NERACA ASETKEWAJIBAN DAN EKUITAS Kas280Pendapatan diterima dimuka Piutang200 Persediaan100Ekuitas1.550 Bangunan1.000 Akumulasi dep(50 ) Bangunan net950 Investasi non per200 Total Aset1.730Total kewajiban dan ekutias1.730 SIMULASI - RINGKASAN

59 Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan transfer - LRA4.000 Pendapatan pajak - LRA 240 Total pendapatan - LRA4.240 Beban Belanja Pegawai2.000 Belanja Barang dan Jasa 760 Belanja Modal1.000 Total Belanja2.960 Surplus LRA 480 Pengeluaran pembiayaan inv non permanen 200 Saldo Anggaran Lebih / SILPA 280


Download ppt "BAGAIMANA Set up chart of account sesuai dengan ketentuan baru  akun LO Tentukan proses yang akan dijalankan  sesuaikan sisdur Kemendagri Set up sistem."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google