Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Sama seperti kegiatan seorang pelukis.  Melibatkan seluruh kemampuan dirinya (indera, perasaan, imajinasi)  Tidak hanya melukiskan sebuah objek material.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Sama seperti kegiatan seorang pelukis.  Melibatkan seluruh kemampuan dirinya (indera, perasaan, imajinasi)  Tidak hanya melukiskan sebuah objek material."— Transcript presentasi:

1

2  Sama seperti kegiatan seorang pelukis.  Melibatkan seluruh kemampuan dirinya (indera, perasaan, imajinasi)  Tidak hanya melukiskan sebuah objek material pengamatan, tapi juga untuk melukiskan perasaan, seperti bahagia, takut, sepi, sedih.

3  bertujuan memperluas pengetahuan dan pengalaman pembaca dengan jalan melukiskan hakikat objek yang sebenarnya.  penulis tidak boleh mencampuradukkan keadaan yang sebenarnya dengan interpretasinya sendiri (?)

4  pendekatan realistis  pendekatan impresionis

5  penulis dituntut untuk memotret hal/benda seobjektif mungkin sesuai dengan keadaan yang dilihatnya.  Ia bersikap seperti kamera yang mampu membuat detail-detail, rincian-rincian secara orisinil, tidak dibuat-buat, dan harus dirasakan oleh pambaca sebagai sesuatu yang wajar.

6  Contoh: Mobil itu menyimpang dari arahnya dan masuk ke tanggul sedalam 15 meter dengan air sedalam 2 meter. Orang-orang yang melihat kecelakaan itu segera mencoba memberikan bantuan kepada kedua wanita di dalamnya. Salah seorang dariwanita itu berhasil naik di mobil. Orang-orang bisa menyelamatkan wanita yang sudah ada di atas mobil, tapi mereka tidak bisa menjangkau wanita lain. Seorang polisi datang beberapa saat kemudian dan menyelam untuk menyelamatkan wanita kedua. Ia terpaksa balik lagi untuk menyelamatkan jiwanya sendiri karena terancam arus yang keras (Dikutip dari buku intern Wartawan Tempo )

7  berusaha menggambarkan sesuatu secara subjektif.  agar setiap penulis bebas dalam memberi pandangan atau interpretasi terhadap bagian- bagian yang dilihat, dirasakan, atau dinikmatinya.  biasa digunakan dalam bentuk tulisan narasi yang menggambarkan sebuah keadaan dengan objek-objek di sekitarnya. Tujuannya, agar pembaca bisa ikut merasakan apa yang dirasakan oleh penulisnya.

8  Contoh: Di ruang makan bangunan beraksitektur tua itu masih terdapat 43 kalender dan lebih dari lima jam dinding. Seluruhnya dipajang tanpa mengindahkan kaidah-kaidah interior. Di dinding barat dipajang gambar Karto Wijoyo (alm) berpakaian jawa dengan pikulan soto. Gambar pendiri “dinasti” Soto Kadipiro ini pun dipepet poster-poster kalender. Widadi Dirjo Utomo, pewaris pertama Soto kadipiro, rupanya punya strategi dagang menarik. Bagi dia yang terpenting bersosialisasi secara intim dengan pelanggan (“Menghirup Harum Soto Kadipiro”, Kompas, 29 Oktober 2006).

9  Bertanya menurut pedoman pancaindera:  Apa yang dilihat oleh mata? warna? ukuran? bangun? bahan-bahan? letak? gerak? dsb.  Apa yang didengar oleh telinga? suara? bunyi? nada? lagu? dsb.  Apa yang dirasakan oleh kulit? lembut tidaknya? lunak tidaknya? panas tidaknya? segar tidaknya? nyaman tidaknya? dsb.  Apa yang dicium, dibau, atau diserap oleh hidung? harum tidaknya? sedap tidaknya? dsb.  Apa yang dirasakan (seolah-olah) oleh lidah? lezat tidaknya? pedas tidaknya? dsb.  Bertanya dengan bertumpu pada Apa :  Apa batasnya (definisi)  Apa yang menyerupai (perbandingan)  Apa ibaratnya (analogi)  Apa yang menyebabkan (hubungan)  Apa yang dikatakan orang (kesaksian)  Bertanya tentang benda:  Apa ciri-cirinya (bangun, ukuran, warna dsb.)?  Bagaimana susunannya ?  Apa yang menyerupainya?  Apa perbedaannya dengan barang lain itu?  Siapa/apa yang menghasilkannya?  Untuk apa penggunannya?


Download ppt " Sama seperti kegiatan seorang pelukis.  Melibatkan seluruh kemampuan dirinya (indera, perasaan, imajinasi)  Tidak hanya melukiskan sebuah objek material."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google