Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Prof. dr. Fasli Jalal, PhD, SpGK Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Disampaikan pada : Seminar Nasional Pemberdayaan Keluarga di.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Prof. dr. Fasli Jalal, PhD, SpGK Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Disampaikan pada : Seminar Nasional Pemberdayaan Keluarga di."— Transcript presentasi:

1 Prof. dr. Fasli Jalal, PhD, SpGK Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Disampaikan pada : Seminar Nasional Pemberdayaan Keluarga di Era Desentralisasi Di Universitas Sebelas Maret Surakarta 26 Oktober 2013

2 Jumlah Penduduk Indonesia,

3 JT JUTA KELAHIRAN TERCEGAH 80 JUTA KELAHIRAN TERCEGAH 80 JUTA PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA (JUTA) KELAHIRAN TERCEGAH HAMPIR 100 JUTA KELAHIRAN TERCEGAH HAMPIR 100 JUTA 330 JUTA 237 JT 2010

4 Tren LPP PENDUDUK INDONESIA TERUS MENINGKAT 4

5 Dengan asumsi TFR 2,1 dicapai di tahun 2025  hingga tahun 2035 penduduk Indonesia masih terus bertambah; Penduduk tanpa pertumbuhan dicapai bila CDR mendekati CBR  tahun 2035 CBR: 13.9 dan CDR: 7,8; Perbedaan kondisi (parameter kependudukan) penduduk antar provinsi, berakibat Bonus Demografi tidak terjadi pada periode yang sama  beberapa provinsi sudah memasuki periode tersebut. PROYEKSI DITRENDUK Input TFR Births4,727,9704,572,8634,500,9654,463,2554,381,1834,243,281 Deaths1,412,8441,454,3841,609,6491,849,2752,089,3052,367,398 CBR per CDR per Total population237,641,326253,640,674268,538,537282,163,661294,292,009304,526,710 Sex ratio Dependency ratio Doubling time PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA

6 DEMOGRAPHIC BONUS Suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan oleh karena jumlah penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) sangat besar jumlahnya  proporsi penduduk usia muda sudah semakin kecil, sedangkan proporsi yang berusia lanjut belum begitu besar ANGKA BEBAN KETERGANTUNGAN (DEPENDENCY RATIO) RENDAH ANGKA BEBAN KETERGANTUNGAN (DEPENDENCY RATIO) RENDAH

7 Bonus Demografi Dikaitkan dengan munculnya suatu kesempatan, the window of opportunity yang dapat dimanfaatkan untuk menaikkan kesejahteraan masyarakat

8

9 Bonus Demografi Landasan Pertumbuhan Ekonomi---KKSBS  Suplai tenaga kerja yang besar meningkatkan pendapatan per kapita apabila mendapat kesempatan kerja yang produktif;  Peranan perempuan: jumlah anak sedikit memungkinkan perempuan memasuki pasar kerja, membantu peningkatan pendapatan;  Tabungan masyarakat yang besar dan diinvestasikan secara produktif;  Suplai tenaga kerja yang besar meningkatkan pendapatan per kapita apabila mendapat kesempatan kerja yang produktif;  Peranan perempuan: jumlah anak sedikit memungkinkan perempuan memasuki pasar kerja, membantu peningkatan pendapatan;  Tabungan masyarakat yang besar dan diinvestasikan secara produktif;

10 Untuk mencapai bonus demografi perlu upaya penurunan fertilitas yang berkelanjutan. Selain dapat menurunkan pertumbuhan penduduk, investasi yang dilakukan Indonesia dalam pencanangan “keluarga berencana” membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan bahkan di era krisis keuangan global. Pengendalian Penduduk = window of opportunity Pengendalian Penduduk = window of opportunity

11 Pemanfaatan window of opportunity tergantung komitmen dan respons kebijakan pemerintah Perluasan jangkauan pendidikan dan kualitasnya dan pembukaan kesempatan kerja produktif sangat diperlukan agar window of opportunity dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan program sosial dan ekonomi yang didukung kebijakan fiskal (tepat dan relevan), maka dipastikan Indonesia akan siap menghadapi dan menggunakan manfaat dari “windows of opportunity TRIPLE BURDEN LANSIA REMAJA BALITA & ANAK Dapat di tekan kembali ( ) Dapat di tekan kembali ( ) Ledakan Kelahiran ( )

12 KUALITAS PENDUDUK INDONESIA 12 1.MMR : 228/ kelahiran hidup 2.IMR : 34 per kelahiran hidup 3.60% penduduk hanya tamat SD atau lebih rendah 4.HDI peringkat ke 124 dari 187 Negara (thn 2011) dan urutan ke 6 dari 10 Negara ASEAN 5.Angka Harapan Hidup Indonesia: 68/72 Tahun 6.Angka kemiskinan: 31,02 juta jiwa (13,3% dari total penduduk Indonesia) *BPS Indikator kesejahteraan sosial lainnya 1.Indeks Pembangunan Gender: 66,38 % (thn 2008) 2.Indeks Pemberdayaan Gender: 62,27% (thn 2008) 8.Angka pengangguran: 7,14% dari angkatan kerja 116,5 juta (BPS, Agustus 2010) 1.MMR : 228/ kelahiran hidup 2.IMR : 34 per kelahiran hidup 3.60% penduduk hanya tamat SD atau lebih rendah 4.HDI peringkat ke 124 dari 187 Negara (thn 2011) dan urutan ke 6 dari 10 Negara ASEAN 5.Angka Harapan Hidup Indonesia: 68/72 Tahun 6.Angka kemiskinan: 31,02 juta jiwa (13,3% dari total penduduk Indonesia) *BPS Indikator kesejahteraan sosial lainnya 1.Indeks Pembangunan Gender: 66,38 % (thn 2008) 2.Indeks Pemberdayaan Gender: 62,27% (thn 2008) 8.Angka pengangguran: 7,14% dari angkatan kerja 116,5 juta (BPS, Agustus 2010)

13 Keluarga Berkualitas UU No. 52 TAHUN 2009 Bab I: Ketentuan Umum Pasal 1 (10) Keluarga Berkualitas adalah keluarga yang di- bentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, me miliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis, dan ber takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 13

14 KETAHANAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA Bab VII: Pembangunan Keluarga Pasal 47 (1-2) (1)Pemerintah dan pemerintah daerah menetapkan kebijakan Pembangunan Keluarga melalui pembinaan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga. (2)Kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk mendukung keluarga agar melaksanakan fungsi keluarga secara optimal. LANDASAN HUKUM UU No. 52 TAHUN

15 (1) Kebijakan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga: a.Peningkatan kualitas anak dengan pemberian akses informasi, pendidikan, penyuluhan, dan pelayanan tentang perawatan, pengasuhan dan perkembangan anak; b. Peningkatan kualitas remaja dengan pemberian akses informasi, pendidikan, konseling, dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga; 15 Pasal 48 (1)

16 c. Peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan berguna bagi keluarga dan masyarakat dengan pemberian kesempatan untuk berperan dalam kehidupan keluarga; d. Pemberdayaan keluarga rentan dengan memberikan perlindungan dan bantuan untuk mengembangkan diri agar setara dengan keluarga lainnya; e. Peningkatan kualitas lingkungan keluarga; 16 Pasal 48 (2)

17 f.Peningkatan akses dan peluang terhadap penerimaan informasi dan sumber daya ekonomi melalui usaha mikro keluarga; g. Pengembangan cara inovatif untuk memberikan bantuan yang lebih efektif bagi keluarga miskin; dan h. Penyelenggaraan upaya penghapusan kemiskinan terutama bagi perempuan yang berperan sebagai kepala keluarga. (2) diatur dengan peraturan menteri yang terkait sesuai dengan kewenangannya. 17 Pasal 48 (3)

18 LANDASAN OPERASIONAL PELAKSANAAN PEMBANGUNAN KETAHANAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DENGAN PENERAPAN 8 FUNGSI KELUARGA 18 KKB BKKBN Fungsi Agama Fungsi Sosial Budaya Fungsi Perlindungan Fungsi Ekonomi Fungsi Kesehatan Reproduksi Fungsi konservasi Lingkungan Fungsi Sosialisasi Pendidikan Cinta dan Kasih Sayang

19 19 BKR dan Pusat Informasi Konseling Remaja/Mahasiswa Pengembangan Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Menggunakan Pendekatan Siklus Hidup PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (BKB) PROGRAM PEMBINAAN KETAHANAN LANSIA Pelayanan Kontrasepsi

20 PROGRAM PEMBANGUNAN KETAHANAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PK3) Meningkatkan kesejahteraan dan membina ketahanan keluarga dengan memperhatikan kelompok usia penduduk berdasarkan siklus hidup yaitu dari janin hingga lanjut usia, melalui program: 1.Bina Keluarga Balita (BKB) 2. Bina Keluarga Remaja (BKR) 3. Bina Keluarga Lansia dan Rentan(BKLR) 4. Pemberdayaan Ekonomi Keluarga 20

21 21 Penguatan PERAN Keluarga dalam Program Pemberdayaan keluarga Sangat Penting o Keluarga adalah wahana utama dan pertama untuk: o Mengembangkan potensi keluarga o Mengembangkan sosial dan ekonomi keluarga o School of love atau penyemaian 8 Fungsi Keluarga o Keluarga merupakan sel suatu bangsa, jika sel-sel tersebut tidak kokoh maka kehidupan suatu bangsa menjadi rapuh

22 22 LINGKUNGAN PERTAMA DAN UTAMA DALAM PEMBINAAN TUMBUH KEMBANG ANAK TEMPAT BELAJAR BAGI ANAK DALAM MENGENAL DIRINYA SEBAGAI MAHLUK SOSIAL HANYA KELUARGA YANG BERKETAHANAN YANG AKAN MAMPU MENEPIS PENGARUH NEGATIF YANG DATANG DARI LUAR KELUARGA YANG BERKETAHANAN MENJADI LANDASAN DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA BAHAGIA SEJAHTERA MENGAPA KELUARGA ????

23

24 KONDISI SAAT INI (1) Tumbuh Kembang Balita dan Anak  Meningkatnya tindak kekerasan pada anak dan keluarga (2.413 kasus pada tahun 2010, 2508 kasus tahun 2011 ) (KPA)  Masih rendahnya pengetahuan orang tua tentang pengasuhan anak

25 KONDISI SAAT INI Remaja dan Problematikanya  SEX BEBAS  TAWURAN  ROKOK DAN MINUMAN KERAS  NARKOBA

26 KONDISI SAAT INI Remaja dan Problematikanya UMUR PERTAMA KALI BERHUBUNGAN SEKSUAL: BELUM MENIKAH LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TAHUN

27 KONDISI SAAT INI Remaja dan Problematikanya PERSENTASE PEREMPUAN USIA TAHUN MENURUT UMUR PERKAWINAN PERTAMA Riskesdas 2010 Permasalahan kesehatan pada perempuan berawal dari masih tingginya usia perkawinan pertama dibawah 20 tahun (4,8% pada usia tahun, 41,9% pada usia tahun).

28 Terburu Hasrat Menikah Muda, Rumah Tangga Pun Berujung Cerai Dok. Thinkstock Jakarta - Menikah muda jadi pilihan wanita yang kini berusia 30 tahun ini. Dia memang bercita-cita untuk melepas lajang di usia muda. Sayangnya pernikahan tersebut berujung cerai. Apa penyebabnya? Melita, sebut saja namanya demikian. Dia memilih untuk menikah ketika usianya baru 19 tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Saat itu, calon pasangannya pun berusia sama dan masih berstatus sebagai mahasiswa. dak jarang siswi SMP kawin lari dengan pria sebaya. Ironisnya setelah dikarunai satu anak, pasangan belia itu cerai. Perceraian itu menyisakan setumpuk masalah. Anak yang lahir biasanya mengikuti ibu, sehingga menjadi beban orang tua si ibu yang kehidupannya pas-pasan. Ini baru satu persoalan kecil yang muncul akibat pernikahan dini. Kondisi ini menimbulkan "kegalauan" bagi sebagian masyarakat dan pemerintah. Karena itu Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat mencoba menginiasi sebuah regulasi guna menekan kasus kawin di bawah umur yang banyak terjadi di Lombok. TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala KUA Kecamatan Pontianak Barat, Mastur SAg mengatakan angka perceraian di Kota Pontianak cukup tinggi. Sebab itu ia mengambil langkah- langkah untuk mengantisipasi agar tidak terjadi di wilayah kerjanya. Yaitu dengan cara melakukan bimbingan kepada tiap pasangan yang hendak menikah. "Bagi pasangan yang hendak menikah di sini. Sebelum menikah, mereka wajib mengikuti bimbingan dan pengarahan dari kita," kata Mastur kepada Tribunpontianak.co.id di ruang kerjanya, Selasa (30/4/2013). Tiap pasangan mengikuti penyuluhan, bimbingan oleh KUA Pontianak Barat sebanyak dua kali dalam satu pekan, yaitu Selasa dan Kamis. Kemudian diikuti tiap pasangan selama beberapa pekan. Penyuluhan dan bimbingan tersebut dilakukan secara berkesinambungan oleh konselor yang berkompeten di bidangnya. Survey membuktikan, 84 persen perceraian terjadi pada usia pernikahan dibawah 5 tahun, dan sebagian besar disebabkan oleh hal-hal sepele (Kementerian Agama RI). Beberapa penyebab kenapa pasangan bercerai adalah : perbedaan yang tak terjembatani, tak siap pindah dari dunia mimpi ke dunia kenyataan, harapan dan ekspektasi berlebihan, merasa terpaksa dan dipaksa, melihat jodoh sebagai kesamaan, kesetaraan diukur sebagai match-pairs (Bang Aad, Psikolog). Akibatnya, hidup diselimuti dengan kekecewaan dan ketidakpuasan, dibumbui konflik dan pertengkaran, seiring dengan komplain dan tuntutan “keinginan” diluar kemampuan suami, bercampur dendam pelampiasan terhadap anak melahirkan perselingkuhan dan perceraian dini. Dan yang memegang rekor dunia tercepat (mungkin untuk saat ini) dalam 4 hari adalah Bupati Garut si Aceng. Bukan permasalahan “kepepet” untuk cerai namun alasan “tak sopan” tentang keperawanan lah yang membangkitkan marah semua pihak. Selaput dara perempuan di negeri ini ternyata bisa mengubah cepat nasib perempuan dan laki-laki..? Nikah Dini Bisa Picu Perceraian Sabtu, 14 Januari :05 WIB | | Dilihat: 5968 Kali Pernikahan Dini Rawan Timbulkan Perceraian dan KDRT Tribun Jogja - Selasa, 9 April :56 WIB Nikah Dini Melonjak, Cerai Muda Marak Banyak yang Hamil Duluan BALIKPAPAN - Pernikahan dini menunjukkan tren meningkat di Balikpapan dan Samarinda. Ini tergambar dari data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di dua kota tersebut. Salah satu penyebab utamanya, karena si perempuan hamil duluan. Ada juga yang menikah muda karena tradisi. Nikah Dini: Rawan cerai dan KDRT

29 Age-specific rates and total fertility rate, the general fertility rate, and the crude birth rate for the three years preceding the survey, by residence, Indonesia Age group Residence Total UrbanRural TFR GFR CBR Notes: Age-specific fertility rates are per 1,000 women. Rates for age group may be slightly biased due to truncation. Rates are for the period 1-36 months prior to interview. TFR: Total fertility rate expressed per woman GFR: General fertility rate expressed per 1,000 women age CBR: Crude birth rate, expressed per 1,000 population

30 KONDISI SAAT INI Jumlah Lansia Meningkat Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1990, 2000 Proyeksi Penduduk Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1990, 2000 Proyeksi Penduduk

31 Variasi Penuaan dan Fertililitas (TFR) menurut Provinsi Faktor penentu penuaan penduduk adalah penurunan TFR. Perlu kebijakan yang berbeda bagi provinsi yang sudah ageing dan provinsi yang belum ageing karena TFR masih tinggi.

32 Meskipun Persentase Penuaan Rendah, Jumlah Absolut sudah Besar dan Perlu Diperhatikan Persentase lansia DIY tinggi 13%, tapi jumlah lansia hanya 448 ribu orang. Persentase lansia Jawa Barat lebih rendah 8% tapi jumlah lansia 3,08 juta. Implikasi sosial ekonomi perlu diperhatikan.

33 Indikator Lansia: Ageing Index Meningkat, Support Ratio Menurun  Banyaknya lansia per 100 anak  Jumlah usia kerja per satu lansia Kini ada 26 lansia per 100 anak, akan menjadi 74 per 100 anak thn Bagaimana memotivasi anak agar peduli lansia? Saat ini ada 13 pekerja mendukung satu lansia, tahun 2035 hanya 6 per 1 lansia. Jumlah pembayar pajak menurun, sementara itu yg minta bantuan sosial meningkat

34 Perempuan Lansia Umumnya Tidak Menikah Lagi Lebih separuh lansia perempuan menjanda (56.5%) Dengan siapa mereka tinggal? Siapa yang menanggung kehidupan sehari-hari? Apakah mereka sehat? Hampir semua laki-laki lansia berstatus menikah, ada yg merawat mereka?

35 KONDISI SAAT INI Tingginya Keluarga Pra KS dan KS I Jumlah Keluarga Pra KS dan KS I Sebesar 28,04 juta keluarga (43,35%) dari total jumlah keluarga sebesar 64,69 juta keluarga (hasil pendataan keluarga 2012)

36 BINA KELUARGA BALITA 36

37 BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK (BKB) 37 Wadah kegiatan yang beranggotakan keluarga yang mempunyai anak balita, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua dan anggota keluarga lainnya dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak dalam rangka meningkatkan kesertaan, pembinaan dan kemandirian ber-KB bagi PUS anggota kelompok BKB.

38 MENGAPA BKB PENTING 38 Golden Age Period (Masa Emas, Usia 0-6 thn, perkembangan otak mencapai 80%) Pembinaan yang kurang tepat terhadap balita akan menyebabkan : gangguan perkembangan emosi, sosial, mental, intelektual dan moral yang akan menentukan perilaku individu di kemudian hari PERLU PROGRAM BINA KELUARGA BALITA DAN ANAK (BKB)

39 Window Oportunity merupakan kebutuhan kini, esok dan generasi yang akan datang (penyiapan SDM) Program BKB sangat bermanfaat untuk meningkatkan peranan orang tua (ayah dan ibu) dan anggota keluarga lainnya dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak Hasil Penelitian BKKBN, UNICEF menemukan bahwa 39

40 BINA KELUARGA REMAJA 40

41 BINA KELUARGA REMAJA (BKR) (BKR) Kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok keluarga/orang tua untuk meningkatkan pengetahuan pemahaman dan sikap serta perilaku orangtua, sehingga dapat melakukan komunikasi dan hubungan harmonis antara keluarga dan remaja 41

42 PERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI REMAJA SEBAGAI PENDIDIK SEBAGAI PANUTAN SEBAGAI PENDAMPING Hubungan Harmonis Dengan Remaja SEBAGAI KONSELOR Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional SEBAGAI KOMUNIKATOR SEBAGAI TEMAN/SAHABAT 42

43 43 Program Bina Ketahana Keluarga Lansia dan Rentan Program Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan

44 BINA KELUARGA LANSIA (BKL) (BKL) Lansia potensial; Lansia tidak potensial. (UU No. 13 Tahun 1998): Wadah kegiatan keluarga yang mempunyai lansia, untuk mewujudkan lanjut usia yg sehat, mandiri, produktif dan bertaqwa, sehingga dapat diberdayakan dlm pembangunan dengan memperhatikan kearifan, pengetahuan, keahlian, dan pengalamannya sesuai usia dan kondisi fisiknya : 44

45 45 PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA melalui Kelompok UPPKS

46 PEMBERDAYAAN KELUARGA MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KEMANDIRIAN KELUARGA KHUSUSNYA KELUARGA MISKIN DALAM UPAYA MENINGKATKAN TARAF HIDUPNYA DENGAN MEMBERIKAN KEKUATAN, KEMAMPUAN, KETERAMPILAN DAN PENGETAHUAN

47 LATAR BELAKANG Program Pemberdayaan Ekonomi keluarga dimulai sejak tahun 1979 sebagai bagian dari proses pembelajaran usaha melalui wadah Kelompok UPPKA dan tahun 1994 menjadi UPPKS.Program Pemberdayaan Ekonomi keluarga dimulai sejak tahun 1979 sebagai bagian dari proses pembelajaran usaha melalui wadah Kelompok UPPKA dan tahun 1994 menjadi UPPKS. UPPKS terpadu dengan program KB Nasional yang dikenal sebagai program beyond family planning dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.UPPKS terpadu dengan program KB Nasional yang dikenal sebagai program beyond family planning dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

48 2. TUJUAN Meningkatkan kesejahteraan keluarga peserta KB terutama Keluarga Pra Sejahtera dan KS I anggota Kelompok UPPKS melalui proses pembelajaran usaha agar lebih kreatif, inovatif, maju, mandiri dan memiliki etos kerja yang tinggi dalam rangka meningkatkan kesertaan, pembinaan dan kemandirian ber KB.

49 KEPENGURUSAN KELOMPOK UPPKS Pembentukan pengurus pada prinsipnya diserahkan penuh kepada musyawarah kelompok. Pembentukan pengurus pada prinsipnya diserahkan penuh kepada musyawarah kelompok. Minimal : Ketua, Sekretaris dan Minimal : Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Bendahara. Dapat dilengkapi Seksi-seksi sesuai kebutuhan. Dapat dilengkapi Seksi-seksi sesuai kebutuhan.

50 KEANGGOTAAN KELP. UPPKS  Diutamakan peserta KB terutama kelg. PraS & KS I  Keluarga Pra S dan KS I yg. belum ber - KB  Keluarga KS II, KS III, KS III+ sbg fasilitator  Remaja yang aktif dalam kegiatan PIK-REM  Pria yang aktif dalam Paguyuban KB Pria  Keluarga yang aktif dalam kegiatan BKB, BKR, BKL  Peserta KB isteri prajurit TNI & POLRI yang tinggal di asrama.

51  Meningkatnya keluarga Pra S & KS I anggota kelompok UPPKS melakukan usaha ekonomi produktif  Meningkatnya kesejahteraan Keluarga Pra S & KS I anggota kelompok UPPKS.  Meningkatnya Peserta KB anggota Klp. UPPKS yang mandiri HASIL YANG DIHARAPKAN

52 AKSELERASI PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA 1.Mengembangkan model UPPKS dengan tribina dan PIK R/M di 2 provinsi 2.Menumbuhkembangkan Kelompok UPPKS 3.Melakukan sosialisasi Program PEK melalui kegiatan usaha ekonomi produktif 4.Memfasilitasi peningkatan kapasitas SDM dalam kewirausahaan. 5.Mengoptimalkan media sosial dalam memasarkan produk Kelompok UPPKS (website/internet, facebook dll) 6.Meningkatkan pembinaan anggota Kelompok UPPKS dalam kesertaan ber KB 52

53 7. Memberdayakan mitra kerja dalam memfasilitasi akses modal kelompok UPPKS  Perum Pegadaian,  Perbankan,  SWASTA/CSR,  PT TELKOM  PNPM Mandiri,  POSDAYA  PT. PNM, dll. 53

54 8. MENGEMBANGKAN PENDAMPINGAN KEPADA KELOMPOK UPPKS ASPEK :  ORGANISASI  MANAJEMEN USAHA (ADM)  PERMODALAN  USAHA PRODUKTIF (KEMASAN, KUALTS & KUANTS)  PENGENALAN ATTG  PEMASARAN, PENDAMPING : - Lembaga profesi, LSOM, Lembaga Perbankan, Perguruan Tinggi (UGM, UNDIP, UNIMED), - PLKB/PKB, IMP (PPKBD dan Sub PPKBD) dan mitra kerja lainnya.

55 9. Memfasilitasi pelatihan kelompok UPPKS (kualitas produk dan packaging ) dengan mitra kerja. KADIN APINDO DINAS KOPERASI DAN UKM DINAS PERTANIAN DINAS PERINDUSTRIAN DINAS TENAGA KERJA & TRANS. POSDAYA UNIMED DLL 55

56


Download ppt "Prof. dr. Fasli Jalal, PhD, SpGK Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Disampaikan pada : Seminar Nasional Pemberdayaan Keluarga di."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google