Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MANAJEMEN SDM Pengukuran Kerja Dalam terminologi SDM, pengukuran pekerjaan bukan suatu hal yang aneh, terutama ketika pihak manajemen perusahaan akan menggaji.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MANAJEMEN SDM Pengukuran Kerja Dalam terminologi SDM, pengukuran pekerjaan bukan suatu hal yang aneh, terutama ketika pihak manajemen perusahaan akan menggaji."— Transcript presentasi:

1 MANAJEMEN SDM Pengukuran Kerja Dalam terminologi SDM, pengukuran pekerjaan bukan suatu hal yang aneh, terutama ketika pihak manajemen perusahaan akan menggaji seseorang. Apa ukuran menentukan gaji 100? Untuk itu dicari dasar paling tepat untuk memberikan kompensasi kepada seseorang yaitu bobot pekerjaan. Salah satu metode yaitu penggunaan point system dalam Evaluasi dan Pengukuran Pekerjaan Ada 6 langkah untuk melaksanakan point sistem 1.Tentukan faktor-faktor bobot pekerjaan 2. Menentukan derajat faktor-faktor penentu 3.Alokasi angka ke dalam masing-masing subfaktor penentu bobot pekerjaan 4.Alokasikan angka ke dalam masing-masing tingkatan 5.Kembangkan pegangan manual untuk memberikan tingkatan tertentu 6.Aplikasikan sistem poin

2 NoFaktor kritis MinumumRendahMenengahTinggi 1Tanggung jawab a.Keamanan yang lain b.Peralatan dan bahan baku c.Membantu trainee d.Kualitas produk Keahlian a.Pengalaman b.Pendidikan dan latihan Usaha a.Fisik b.Mental Kondisi kerja a.Tidak menyenangkan b.Bahaya resiko Tingkatan Tabel 1. Matrik poin system Sumber: Wartner dan Davis (1996) dalam Maarif dan Tanjung 2003

3 NoFaktor kritis MinumumRendahMenengahTinggi 1Tanggung jawab a.Keamanan yang lain b.Peralatan dan bahan baku c.Membantu trainee d.Kualitas produk Keahlian a.Pengalaman b.Pendidikan dan latihan Usaha a.Fisik b.Mental Kondisi kerja a.Tidak menyenangkan b.Bahaya resiko Tingkatan Tabel 2. Matrik poin system untuk Manajer Operasi Bobot pekerjaan Manajer Produksi= =865 Jika pekerjaan lain memiliki total bobot yang lebih besar berarti bobot pekerjaannya lebih besar

4 1.Kisi Manajerial Salah satu kerangka kerja untuk mempelajari kepemimpinan adalah konsep kisi manajerial (Managerial grid) dari Robert Blake dan Jane Mouton. Kedua ahli manajemen mengembangkan kisi berpetak 9x9 yang mengklasifikasikan dua dimensi penting dari keefektifan pemimpin: (1)perhatian pada manusia dan kekerabatan dan (2) perhatian pada produksi atau keluaran. 9 5,5 Middle of the road ,9 Team approach Perhatian kepada produksi RendahTingg i perhatianperhatian kepadakepada manusiamanusia Rendah 1,9 Country club 9,1 Task manajemen 9,9 1,1 improverished Kisi Manajemen yang dikembangka n oleh Robert Blake dan jane Mouton

5 Keterangan IMPROVERISHED: manajer serabutan pemimpin yang tidak memperhatikan karyawan dan produksi. COUNTRY CLUB:Terlalu memperhatikan pada karyawan tetapi tidak memperhatikan pada produksi. TASK MANAGEMEN: Sangat memperhatikan pada kerja walaupun harus mengorbankan pada rasa atau persahabatan. MIDDLE OF THE ROAD: pencari jalan tengah, tetapi perhatian yang diberikan tidak sepenuhnya. TEAM APPROACH: Mencurahkan perhatian pada penyelesaian tugas dengan sepnuhnya tetapi tidak mengorbankan karyawan.

6 2. Teori Kontijensi Fiedler Teori yang dikembangkan yaitu sangat tergantung pada situasi. Pada saat pekerja tledor dan tidak disiplin, maka pendekatan dengan banyak pengarahan dan berorientasi pada tugas cenderung meruapakan yang paling produktif tetapi untuk sementara waktu, tetapi dalam jangka panjang untuk memperbaiki kelemahan maka selenjutnya pendekatan kepemimpinan berdasarkan kekerabatan lebih dikedepankan. 3.Teori X dan Teori Y Douglaas MC Gregor mengemukakan teori ganda mengenai perilaku manusia dalam bisnis dan hal ini mempunyai implikasi penting bagi gaya manajemen dan metode pemotivasian. Mendasarkan pada sifat ganda manusia, yang dikenal sebagi Teori X dan Y Teori X, didasarkan pada asumsi:

7 Teori X 1Kebanyakan karyawan pada dasarnya tidak suka bekerja dan akan menghindarinya jika mungkin. 2Manusia hanya mau bekerja jika mereka dipaksa, diancam atau paling tidak diawasi dalam semua kegiatannnya. 3Sesungguhnya, hampir semua orang lebih suka diawasi secara ketat sebab mereka tidak meyukai tanggung jawab dan tidak berambisi 4Hampir semua orang pada dasarnya hanya memikirkan dirinya sendiri dan egois 5Keterjaminan sangat penting bagi hampir semua karyawan dan mereka merasa terancam oleh perubahan 6Hampir semua kryawan tidak mempunyai keyakinan diri, mempercayai segala hal dan tidak begitu cerdas. Teori X telah gagal menyadap potensi sumberdaya manusia yang terpendam pada diri para karyawan.

8 Teori Y 1Karyawan baik mengunakan otot maupun pikiran sama sifatnya bermain atau istirahat. 2Manusia mampu dan mau mengendalikan dan memotivasi dirinya sndiri untuk mencapai tujuan yang merupakan komitmen pribadinya. 3Tingkat keterikatan (komitmen) tergantuing pada imbalan yang akan diterima jika tujuan tersebut tercapai 4Manusia pada dasarnya menyukai tanggung jawab dan mau mencarinya. 5Manusia pada hakekatnya kreatif dan mempunyai banyak cadangan kemampuan yang masih terpendam. Istilah Teori X dan Y tidak dimaksudkan gaya yang satu lebih unggul dibanding yang lain. 4.Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBO) Merupakan sistem manjemen di mana atasan dan bawahan secara bersama-sama (1)menentukan sasaran atau tujuan yang disepakati kedua belah pihak dan selaras dengan sasaran dan tujuan perusahaan. (2)menentukan cara pengukuran prestasi kerja pada masing-masing idang dari tanggung jawab utamanya. Perhatian dipusatkan pada hasil akhir, bukan pada proses pencapaiannya

9 MOTIVASI 1. Hirarki Kebutuhan Maslow Motivasi merupakan rangsangan yang menghasilkan tindakan dan pelaksanaanya merupakan fungsi utama dari manajemen Kelangsungan Hidup Keterjaminan Persahabatan Kedudukan Perwujudan diri

10 2.Faktor Motivator dan Higienik Dikembangkan oleh Frederick Herzberg yang menyatakan bahwa dua jenis faktor yang berbeda bisa menjelaskan faktor motivasi pekerja. Yang satu faktor higienik (pemulih) dan yang lainnya disebut motivator. Faktor Higienik merupakan syarat yang diperlukan untuk mempertahankan karyawan dalam keadaan sehat jasmani, sosial dan mental. Faktor ini tidak membuat pekerja senang, tetapi bila faktor ini berkurang akan membuat suasana keruh. Karena itulah dinamakan faktor penyembuh Ketidak puasan Higienik Tidak ada Ketidak pausan Ini merupakan faktor yang tidak memotivasi karyawan Motivator, ini merupakan faktor yang memotivasi karyawan untuk mencurahkan daya dan upaya untuk meningkatkan produktivitas kerja Ketidak puasanKepuasan motivator

11 ANALISIS TRANSSAKSIONAL Konsep ini dikembangkan oleh Dr Berne. Konsep ini telah diterapkan secara luas dalam manajemen Model O-D-A Analisis transaksional membagi perilaku manusia ke dalam 3 kelas sifat ego, yaitu orang tua, dewasa, anak. Bersifat menghakimi Bersifat memerintah Bersifat meremehkan Gambaran ego yang menonjol dari orang tua Keras kepala Simpatik Tenang P A C Kritis P A C Logis Rasional Faktual Gambaran ego dewasa yang menonjol Gambaran ego yang menonjol dari anak A A C Keras kepala Terpaku pada diri sendiri Berjiwa pembrontak Ingin tahu Menuruti dorongan hati Emosional

12 ANALISIS TRANSAKSIONAL transaksi adalah sesutu yang terjadi antara dua orang, baik itu berupa kata- kata atau perbuatan. Transaksi dibagi menjadi Transaksi yang saling melengkapi, seseorang menyampaikan pesan dan kemudian penerima pesan menyikapi dengan respons yang wajar dan masuk akal. Ke manakah alat penyemprot itu akan ditaruh Transaksi yang saling melengkapi dewasa-dewasa P A C P A C Ke gudang No 2 ya Traktor itu juga

13 Transaksi silang (bentrokan), seseorang menyampaikan pesan dan kemudian penerima pesan menyikapi dengan respons yang tidak baik. Apakah anda telah menyelesaikan pekerjaan Transaksi silang dewasa-dewasa, orang tua-anak P A C P A C Memangnya kenapa Anda tidak percaya lagi pada saya Pokoknya, saya telah menyuruh Anda. Saya harap anda pergi Saya heran mengenai jadwal kemarin

14 Transaksi terselubung, terdiri dari dua perangkat sekaligus. (1)pesan yang lugas, (2)pesan terselubung tetapi jelas bagi pihak lain. Saya pikir, sayalah yang tidak mampu menjelaskannya (mengejek) Transaksi terselubung P A C P A C Tolol-kalau saja punya otak, itu tidak akan keluar dari mulutmu


Download ppt "MANAJEMEN SDM Pengukuran Kerja Dalam terminologi SDM, pengukuran pekerjaan bukan suatu hal yang aneh, terutama ketika pihak manajemen perusahaan akan menggaji."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google