Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Jenny  S = f (iklim, organisme, bahan induk, topografi dan waktu) USDA  S = organisme iklim bahan induk topografi waktu organisme Manusia, hewan, tumbuhan,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Jenny  S = f (iklim, organisme, bahan induk, topografi dan waktu) USDA  S = organisme iklim bahan induk topografi waktu organisme Manusia, hewan, tumbuhan,"— Transcript presentasi:

1 Jenny  S = f (iklim, organisme, bahan induk, topografi dan waktu) USDA  S = organisme iklim bahan induk topografi waktu organisme Manusia, hewan, tumbuhan, mikroorganisme Bakteri, fungi Aktinomycetes Algae, protozoa, metazoa Fisik, metabolit, Aktivitas biokimia fisika tanah Kimia biologi

2 Chemical Physical Biological

3 What’s in soil? * 45 % mineral 25 % water 25 % air % bahan organik

4

5

6 Transformation of organic materials Release nutrients Enhance nutrient uptake Almost every chemical transformation taking place in soil involves active contributions from soil microorganisms Play an active role in soil fertility (carbon and nitrogen) Soil Microorganisms....

7 Without microorganisms nutrients stay in cover crops and compost Soils would lose their porosity and water holding capacity, soil erosion would increase. Soil Microorganisms....

8

9

10 Bakteria : jasad hidup mikroskopik dengan ciri-ciri antara lain : monoseluler, prokaryotik, berdinding sel yang mengandung peptidoglikan, dan membran sel mengandung karbohidrat rantai lurus yang terikat pada gliserol dengan ikatan ester, asam amino pertama yang disintesis pada sintesis protein formil metionin, dan sensitif thd antibiotik.

11 BAKTERI Sel prokaryotik yang khas, uniseluler dan tidak mengandung struktur yang terbatasi membran di dalam sitoplasnya Digambarkan dengan bentuk seperti bola (kokus), silindris/ batang (basilus) atau spiral Berukuran mikroskopis (mikrometer) Reproduksi dengan pembelahan biner sederhana Hidup dan tumbuh di berbagai tempat pada suhu 0 0 C – 90 0 C dan sebagian dapat tumbuh pada suhu ekstrim Memiliki peran penting pada lingkungan

12

13

14 ☺ Karakteristik umum : Prokaryote yg mirip fungi Dulu  kelompok fungi  morfologi isolate biakan murni Tumbuh sbg miselium & berspora Perbedaan dng fungi : tanpa inti sel & Ø hifa 0,5 – 1,0 μm Organotrof : saprofit, parasit, simbion ☺ Lingkungan hidup & kelimpahannya dalam tanah : 10 – 50 % populasi total mikrobia tanah (10 5 – 10 8 propagul) aerob tidak toleran kekeringan, atau tanah yg basah (aerasi buruk) pertumbuhan optimum : 28 – 37 0 C, < 5 0 C sangat kecil bbrp tumbuh pada 55 – 65 0 C toleran lingkungan alkalin, tidak toleran lingkungan masam competitor buruk thd subrat yg mudah terdegradasi pendegrasi selulosa & khitin

15

16

17 The Fungi Fungi (Latin fungus), mykes (Greek) = jamur  mold, mildew, rust, smuts, yeast, mushroom, puffball Unicell - multicelluler Microscopic - giant

18 The Fungi Eukaryotic Aerobic or facultatively anaerobic Chemoheterotrophic Most are decomposers Mycology is the study of fungi

19 The fungal thallus consists of hyphae; a mass of hyphae is a mycelium. Molds (kapang = jamur benang) Figure 12.2

20 Unicellular fungi Fission yeasts divide symmetrically Budding yeasts divide asymmetrically Yeasts (khamir) Figure 12.3

21 Mycology: The Study of Fungi Table 12.2

22

23

24

25 A L G A E Definisi umum algae : (Mikro)organisme eukariotik, fotosintetik, aerobic yang paling sederhana. Ciri-ciri umum : Ciri umum : tubuh sederhana berupa thallus, yaitu tubuh tumbuhan yang tidak dapat dibedakan antara akar, batang dan daun morfologi : sel tunggal : bentuk batang, bulat atau spiral multi selluler : lembaran, filamen atau tubuler Fisiologi : umumnya aerobik, fotosintetik. Beberapa heterotrof. Pigmen fotosintetik : khlorofil (hijau), fikoxantin (coklat), fikobilin (biru) atau fikoeritrin (merah)

26 A L G A E ……… Umumnya termasuk protista tingkat tinggi (eukaryotik) kecuali cyanobacter yang termasuk prokaryotik penting sbg jasad pioneer, sumber pakan ikan, bahan pangan, kosmetika, obat, dll. beberapa bersifat toksik (neurotxin) Ciri-ciri umum : Habitat : lingkungan berair atau lembab dan cukup sinar matahari seperti perairan, tanah, batuan, tubuh tumbuhan dan hewan

27 A L G A E ……… Ciri-ciri umum : Struktur sel : dinding sel : selulosa dan polisakarida lain (pektin, mannan). Sering dilindungi matrik gelatin yang fleksibel Sitoplasma : mengandung organel RE, vakuola, plastida, granula, mitokondria, dll Inti sel : eukaryotik, seringkali mempunayi anak inti Mitokondria : mengandung sistem transpor elektron pada fosforilasi oksidatif Flagella : alat gerak dalam air. Flagella bisa tunggal, 2-4 sama panjang atau tidak sama panjang. Letak bisa di depan (anterior) atau di belakang (posterior)

28 A L G A E ……… Ciri-ciri umum : Reproduksi : Aseksual : pembelahan biner, fragmentasi thallus, spora (non motil = aplanospora; motil = zoospora; akinet = sel dorman pada BGA) Seksual : membentuk zigot (ukuran dan bentuk sama = isogami, bentuk sama, ukuran beda = an isogami, bentuk dan ukuran beda = oogami) Sifat kelamin algae : bisa hermafrodit (berumah satu = monoesi=berkelamin dua) atau uniseksual (berumah dua = diesi = berkelamin tunggal) Pertumbuhan algae : tumbuh semua bagian (Ulva) atau bagian tertentu (apikal, interkalar, basal)

29 A L G A E ……… Ciri-ciri umum : Klasifikasi : pigmen: komposisi kimia Cadangan makanan : kimiawinya Flagella : jumlah, letak dan morfologinya Dinding sel : kimiawi & kenampakan fisik Organisasi sel : sel tunggal, koloni dan susunannya Siklus hidup & reproduksi : haploid, diploid, haploid – diploid, membelah, fragmentasi

30 Oxygenic photosynthesis Gliding motility Fix nitrogen Cyanobacteria

31 The Algae Eukaryotic Unicellular, filamentous, or multicellular (thallic) Most are photoautotrophs

32 Figure 12.11a Algal habitats

33 Cyanobacteria Figure 11.12a-c

34 Green algae Cellulose cell walls Unicellular or multicellular Chlorophyll a and b Store glucose polymer Gave rise to plants Chlorophyta Figure 12.12a

35 Figure 12.12b Siklus hidup alga hijau uniseluler

36 Brown algae (kelp) Cellulose + alginic acid cell walls Multicellular Chlorophyll a and c, xanthophylls Store carbohydrates Harvested for algin Phaeophyta Figure 12.11b

37 Red algae Cellulose cell walls Most multicellular Chlorophyll a and d, phycobiliproteins Store glucose polymer Harvested for agar and carrageenan Rhodophyta Figure 12.11c

38 Diatoms Pectin and silica cell walls Unicellular Chlorophyll a and c, carotene, xanthophylls Store oil Fossilized diatoms formed oil Produce domoic acid Bacillariophyta Figure 12.13

39 Dinoflagellates Cellulose in plasma membrane Unicellular Chlorophyll a and c, carotene, xanthins Store starch Some are symbionts in marine animals Neurotoxins cause paralytic shellfish poisoning Dinoflagellata Figure 12.14

40 Mutualistic combination of an alga (or cyanobacterium) & fungus Alga produces and secretes carbohydrates, fungus provides holdfast Lichens

41 Figure 12.10

42 Divisio algae dan beberaa sifatnya Divisi Nama umum Pigmen fotosintesis Susunan dd sel Habitat Chlorophycophy ta Ganggang hijau Chlorofil a,b; karoten α, β, γ, xantofil Selulosa, glicosida, xylan, mannan, kapur, atau tdk berdinding sel Air tawar, payau, asin; tanah Charophycophyt a Stone worts Clorofil a,; karoten α, β, γ, xantofil Selulosa, glicopyranosida, pengapuran Air tawar, payau Euglenophycoph yta Euglenoid Klorofil a,b; karoten β, Xantofil Tidak berdinding selAir tawar, payau, asin; tanah Phaeophycophyt a Alga coklat Klorofil a,c; karoten β, Xantofil; fukoxantin Selulosa, asam alginat, fucoidan (sulfated mucopolysaccharide) Air tawar, payau, asin Chrysophycophy ta Alga keemasan, kuning-hijau, diatome Klorofil a,c; karoten α, β, γ, Xantofil; fukoxantin Selulosa, silika, CaCO3, musilagenous sebstances, chitin atau tdk ber dd sel Air tawar, payau, asin; tanah Pyrrhophycophyt a Dinoflagella Klorofil a,c; karoten β, Xantofil Selulosa, mucigel atau tdk ber dd sel Air tawar, payau, asin Cryptophycophy ta Cryptomonod Klorofil a,c; karoten α, β, ε; Xantofil (croco, allo, monado Xantin) Tdk ber dd selAir tawar, payau, asin Rhodophycophyt a Alga merahKlorofila, d; R & C phycocyanin; allo phycocyanin; R & phycoeritrin, xantofil; karoten α, β Selulosa, xylan, galaktan, kalsifikasi Air tawar, payau, asin Cyanophycophyt a Algae hijau- biru Klorofil a, phycocyanin,xantofil, karoten β Polisakarida, peptidaAir tawar, tanah

43 KELOMPOK ALGAE YANG BANYAK DIJUMPAI DI DALAM TANAH KELOMPOK BENTUK TALLUS KOMPONEN SEL REPRODUKSI ASEKSUAL REPRODUKSI SEKSUAL PIGMEN FOTO SINTAT GENERA Chlorophyco phyta (alga hijau) Unisel, kolonial, filamen selulosaZoospora, pembel sel, fragmentasi filamen Fusi gamet Klorofil a,b; karoten α, β, γ, Xantofil; pati Chlamydomo nas, Chlorella, Pleurococcus, Ulotrix,Zygne ma Chrysophyco phyta (Bacillarioph yceae)(diatom e) Unisel, kolonial, filamen Pektin, SiO2 Pembelahan sel Fusi gamet Klorofil a, c; karoten β, Xantofil; Minya k, chrysol aminari n Achnantes, Navicula, Pinnularia Chrysophyco phyta (Xanthophyce ae) (algae hijau-kuning) Unisel, filamen Pektin, (beberapa) SiO2 Zoospora, pembel sel, fragmentasi filamen Fusi gamet Klorofil a, e; karoten β, Xantofil; Minya k, chrysol aminari n Botrydiopsis, Heterococcus, Voucheria Cyanophycop hyta (Cyanobacteri a) (Algae hijau-biru) Unisel, kolonial, filamen Polisakarida, peptida Spora dng dd tebal, pembel sel, fragmentasi filamen Tidak ada Klorofil a; karoten β, Xantofil; phycocyani n pati Anabaena, Chroococcus, Nostoc

44 Protozoa Diplomonads (Giardia) Microsporidia (Encephalitozoon) Trichomonads (Trichomonas) Tripanosomes Euglenoids Slime molds Ciliates Dino flagellates Animals Plant Red alga Fungi Green algae Oomycetes Diatomae Brown algae Flagellates Pohon filogenetik Eukaryot berdasar perbandingan sekuen 18S r-RNA

45 Protozoa GroupCommon Name Typical representative HabitatsCommon deseases MastigophoraFlagellatesTripanosomes, Giardia, Leishmania, Trichomonas Fresh water, parasites of animals African sleeping sick, giardiasis, Leishmaniasis EuglenoidsPhototropfic flagellates EuglenaFresh water, some marine None known SarcodinaAmebasAmoeba, Entamoeba Fresh water, marine, parasites of animals Amebic dysentry (amebiasis) CiliophoraCiliatesBalantidium, Paramaecium Fresh water, marine, parasites of animals dysentry ApicomplexaSporozoansPlasmodium, Toxoplasma parasites of animals, insects Malaria, toxoplasmosis

46 Major differences amongs eucaryotes

47 Eukaryotic Unicellular Chemoheterotrophs Vegetative form is a trophozoite Asexual reproduction by fission, budding, or schizogony Sexual reproduction by conjugation Some produce cysts Protozoa Figure 12.16

48 No mitochondria Multiple flagella Giardia lamblia Trichomonas vaginalis (no cyst stage) Archaezoa Figure 12.17b-d

49 No mitochondria Nonmotile Intracellular parasites Nosema Microspora

50 Move by pseudopods Entamoeba Acanthamoeb a Rhizopoda (amoebas) No jpeg for Figure Figure 12.18a

51 Nonmotile Intracellular parasites Complex life cycles Plasmodium Babesia Cryptosporidium Cyclospora Apicomplexa

52 Plasmodium Figure Infected mosquito bites human; sporozoites migrate through bloodstream to liver of human Sporozoites undergo schizogony in liver cell; merozoites are produced Merozoites released into bloodsteam from liver may infect new red blood cells Merozoites are released when red blood cell ruptures; some merozoites infect new red blood cells, and some develop into male and female gametocytes Asexual reproduction Intermediate host Merozoite develops into ring stage in red blood cell Ring stage Merozoites Another mosquito bites infected humnan and ingests gametocytes 7 5 Ring stage grows and divides, producing merozoites Definitive host In mosquito’s digestive tract, gametocytes unite to form zygote 8 Male gametocyte Female gametocyte Zygote Sexual reproduction Resulting sporozoites migrate to salivary glands of mosquito 9 Sporozoites in salivary gland

53 Cryptosporidium Figure 25.19

54 Move by cilia Complex cells Balantidium coli is the only human parasite Ciliophora (ciliates) Figure 12.20

55 Move by flagella Photoautotrophs – Euglenoids Chemoheterotrophs – Naegleria Flagellated and amoeboid forms, meningoencephalitis – Trypanosoma Undulating membrane, transmitted by vectors – Leishmania Flagellated form in sand fly vector, ovoid form in vertebrate host Euglenozoa

56 Figure 12.21

57

58 Peran mikrobia dalam Kimia tanah Pelapukan mineral batuan Peruraian bahan organik Alih rupa hara detoksifikasi senyawa racun

59 Agensi Pelapukan mineral batuan/mineral Jenny  S = f (iklim, organisme, bahan induk, topografi dan waktu) USDA  S = organisme iklim bahan induk topografi waktu

60 Peruraian dan sintesis bahan organik tanah  mempengaruhi sifat kimia, fisika dan biologi tanah yang lain Biota tanah sebagai dekomposer

61 CO 2 Detritus (Plant Debris) FungiEarthworms Bacteria Soil Humus Organic Matter Biomass Humin (insoluble) Humic Acid (insoluble in acid) Fulvic Acid (soluble) degradation (nonliving, nontissue decay products) (identifiable dead tissue) (living organisms)

62 Recycling of chemical elements Recycling of chemical elements Biogeochemical Cycles Alih rupa hara Pada dasarnya mikrobia berperan pada daur semua unsur hara melalui proses peruraian bahan organik Secara khusus mikrobia berperan pada daur dan ketersediaan C, P, N dan S.

63 The Carbon Cycle Figure 27.3

64 The Nitrogen Cycle Figure 27.4

65 The Phosphorous Cycle

66 The Sulfur Cycle Figure 27.7

67 Peran Biota tanah dalam alih rupa hara Nitrogen Peran Biota tanah dalam alih rupa hara Nitrogen

68 Formation of a Root Nodule Figure 27.5

69 N-Fixation: Frankia Frankia Nodules on Alder - actinomycetes - associates with desert shrubs (e.g., Ceanothus) and various tree species (e.g., alder)

70 Mycorrhizae - Associations occur in root interior between cells - Develop on deciduous trees, annual and herbaceous plants Endomycorrhizae

71

72 Bakteri Pelarut Fosfat hasil isolasi dari rhizosfir jagung

73 Alih rupa unsur – unsur hara mikro mangan besi tembaga

74 Natural organic matter is easily degraded by microbes Natural organic matter is easily degraded by microbes Xenobiotics are resistant to degradation Xenobiotics are resistant to degradation Detoksifikasi senyawa racun

75 NHC2H5 N NN NHC3H7 Cl OCH2COOH Cl NHCNH O Cl SO2NHCNH N N N CH3 OCH3 O Klas Contoh Struktur Mikroorganisme HERBISIDA TriazineAtrazine Rhodococcus Fenoxyalkanoic2,4 D Alcaligenes eutrophus Fenil ureaLinuron Bacillus sphaericus Sulfonil urea Klorsulfuron Streptomyces

76 Klas Contoh Struktur Mikroorganisme TriazineArthrobacter INSEKTISIDA Glifosat OH-C-CH2-NH-CH2-P -OH O O OH NO2P O OH organofosfatParathionFlavobacterium sp. O OC-NH-CH3 O Arthrobacter O BR2C=CH CN O N-Methilkarbamat Karbofuran pyrethroid Deltametrin Pseudomonas fluorescences

77 - CH - CCl3 Organoklorin DDT Aerobacter aerogenes Trichoderma viride Algae CH2-NH-C3H7 O -N O N FUNGISIDA DicarboximideIprodione Pseudomonas putida

78 Biofertilizer N FixerP solubilizing microbes S solubilizing microbes Vermilizer Plant Growth Promoting Rhizobacter ia (PGPR) Simbiotik N Fixer Non Simbiotik N Fixer Bakteria Aktinomycet Blue green Algae Kel Bakteria (Azotobacter, Azospirillum, Bacillus, dll. Kel BGA (Anabaena, Anabaenopsis, Tolypothrix, Nostoc Fankia Anabaena azollae Kel Rhizobium Simbiotik - Mikorisa Non SimbiotikBakteria Fungi Bakteria Fungi

79 Biota tanah sebagai pestisida hayati Agensia Hayati penyakit tamanan : - Bacillus thuringiensis, Metarhizium sp. dll. - aktinomycetes – untuk penyakit scabies pada kentang, nematoda akar - Boverin, (jamur) Trichoderma, (rusia) - Verticillium leconii merk Vertalac & Mycotal (Inggris) - Hirsutella thompsonii merek Mycar (USA)

80

81 AGREGASI PARTIKEL TANAH - CH - O - C - Tujuan : mempelajari pembentukan agregat tanah oleh mikrobia membandingkan agregasi tanah oleh jamur dan bakteri pada beberapa jenis tanah

82 AGREGASI PARTIKEL TANAH Genesa dari struktur tanah dapat diterangkan dengan berbagai hipotesis, salah satunya adalah peranan mikroorganisme dalam proses ini. Berbagai mikroorganisme tanah berperan besar dalam proses granulasi tanah. Mekanisme dari peranan mikroorganisme tanah dalam proses granulasi dapat dijelaskan sebagai berikut: Efek pengikatan partikel tanah oleh sel atau filamen dari sejumlah mikroorganisme Produksi senyawa hasil metabolisme mikroorganisme tanah Hasil aktivitas dekomposisi bahan organik di dalam tanah Secara umum, bakteri, fungi dan streptomises, akan menghasilkan tipe agregat yang berbeda satu dengan yang lain.

83 AGREGASI PARTIKEL TANAH: o Agregat tanah yang dibentuk oleh jamur memiliki morfologi yang tidak teratur (irregular), tahan terhadap pemecahan dan memiliki diameter partikel 4-6 mm. o Agregat yang dibentuk oleh bakteri umumnya kecil, kompak dan angular, partikel berukuran relatif kecil (0,5 mm) dengan tepi dan permukaan yang halus, serta cenderung mudah pecah. o Agregat yang dibentuk Streptomises lebih mudah dipecah, tidak beraturan, kompak, dengan diameter 2-3 mm. o Menguji kekuatan agregasi dengan cara mengambil 1-2 g tanah dari masing-masing perlakuan, kemudian ditambahkan aquades sebanyak ml dengan pipet secara perlahan-lahan (jangan digojok). Amati perbedaan tingkat kekeruhan.

84

85 500 m The Rhizosphere and Soil Microorganism Root hairs Root Exudates Soil Microorganisms

86

87

88


Download ppt "Jenny  S = f (iklim, organisme, bahan induk, topografi dan waktu) USDA  S = organisme iklim bahan induk topografi waktu organisme Manusia, hewan, tumbuhan,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google