Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Prof. Dr. Ir. Hj. Winarni Monoarfa, MS PERMASALAHAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR Oleh :

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Prof. Dr. Ir. Hj. Winarni Monoarfa, MS PERMASALAHAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR Oleh :"— Transcript presentasi:

1 Prof. Dr. Ir. Hj. Winarni Monoarfa, MS PERMASALAHAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR Oleh :

2 HABITAT PERAIRAN Sifat Air :  Panas spesifik, panas penguapan & panas fusi yang tinggi  Kelarutan Air tertinggi pada 4 0 C  Larutan yang baik bagi Senyawa Kimia  Viskositas yang tinggi plankton  Kemampuan menyerap cahaya tinggi  Gravitasi  Rantai makanan panjang

3 PERAIRAN TAWAR Sistem Terbuka Sistem Tertutup KolamMenggenangMengalir Alami Buatan Dangkal Dalam Rawa Danau Darat Tektonik Pasang Surut (Pasut) Vulkanik Waduk Lapangan Irigasi Serbaguna Sungai Permanen Intermiten Episodik SKEMA BERBAGAI BENTUK PERAIRAN TAWAR

4

5 Komponen Ekosistem Perairan Garam Hara Produser Konsumer Bakteri perombak Konsumer Bahan Organik Produser Hara Bahan Organik Nekton Bentos Zooplankton Foto Sintesis Bakteri dekomposer Fitoflankton

6

7 Natural fish stocks Recreation Aquaculture Receiving waters For pollutants Water quality Productivity Turbidity Temperature Biological Oxygen Demand Phatogens Complementary Antagonistic competitive Complementary antagonistic Complementary antagonistic Demands on Coastal Waters

8 600 feet Continental shelf Siklus hidup ikan seblah   Spawning Adult      Embryo 13 inc Newly-hatched Larva 38 inc Postlarva 69 inc Mis-postlarva 88 inc Late postlarva 100 inc Young halibut 1.38 inc

9 Telur LarvaJuvenil Dewasa Recruitment Stock R (Recruits) G (Growth) M (Natural Mortality) F (Fishing Mortality) MSY R + G = M + F PMSY Pmax MSY Surplus produksi/Hasil Stock Size / Fishing Effort

10 Dampak pembangunan pada Ekosistem Perairan Dampak pembangunan pada Ekosistem Perairan Langsung pada perairan Penangkapan ikan Budidaya ikan Pelayaran Pertambangan Pariwisata bahari Langsung pada perairan Penangkapan ikan Budidaya ikan Pelayaran Pertambangan Pariwisata bahari Tidak langsung Pertanian Peternakan Industri dll Tidak langsung Pertanian Peternakan Industri dll Tipe-tipe Dampak yang Timbul : Pencemaran Siklus hidup terganggu Kerusakan habitat Over fishing (exploitasi)

11 Dampak Aktivitas Pertanian Pembukaan Lahan Pemupukan Pestisida Kekeruhan Fotosintesa Populasi Eutrofikasi Blooming ErosiSedimentasi O2O2 Respirasi Seny.beracun Populasi Racun Konsumen Akumulasi Bahan Aktif

12 HUTAN Erosi oleh hujan JUMLAH TOTAL EROSI Erosi permukaan Erosi lembah (lahan miring) Pencucian massa & selokan Sedimen tak terlarut masuk ke Sungai Lumpur berkonsentrasi (salinitas) rendah di Teluk Sedimen tak terlarut masuk ke Teluk Lapisan sedimen pada karang Karang mati / pasir Penutupan karang hidup Karang mati / pasir / lumpur Penutupan karang hidup Aktivitas bakteri Karang mati Lapisan Tanah baru Lapisan Dasar sungai Produksi Sedimen lautan Pinggir sungai Laut terbuka Ikan terumbu karang Biomassa & keaneka ragaman Ikan pelagis Contoh : Tuna (larva & juvenil) Ikan terumbu karang Ikan pelagis Transportasi Re-erosi Erosi Deposisi Resuspensi transportasi Percampuran (arus & gelombang) Pengangkutan Deposisi sedimen pd terumbu karang Suspensi Resuspensi Dampak thd terumbu karang Terumbu karang Ketergantungan karang Langsung Tak langsung makanan Langsung Tak langsung Ketergantungan karang Reduksi penutupan Induksi keanekaragaman Deposisi sedimen Proses Terjadinya Erosi Tanah Di Hutan Sampai Ke Laut

13 Runoff and land-based Discharges (44%) Offshore oil and gas Production (1%) Dumping (10%) Maritim Transportation (12%) Atmosphere (33%)

14 Impact of agriculture, forestry and fisheries activities on coastal areas Area of impact/ Subsector Use or activityEnvironment al or social change Impact of social/ Economic concern Estuary, harbour and inshore water quality impacts AgricultureDiversion of rivers for irrigation -Decreased fish yields AgricultureHigh use of pesticides-Decreased fish yields AgricultureHigh use fertilizer-Decreased fish yields AgricultureExcessive cropping or grazing on watersheds -Decreased fish yields, silting of naviga-tion channels, increased flood hazard, and decreased tourism attraction Mangrove and other coastal wetland impacts Agriculture coastal aquaculture Reclamation of mangrove for rice paddy Destruction of mangrove, filling and canalization Reduced fish yields, reduced filtration capability, increased risk of shore erosion, increased risk from flooding, increased risk of storm damage ForestryMangrove harvesting for building materials, fuelwood, woodchips Harvesting at a level greater than the sustainable yield Decreased timber yield in successive harvests, decreased fish yields, reduction or loss of rare or endangered species, reduction in non-timber forest products used or traded by forest dwellers AgricultureDraining of salt marsh and coastal wetlands (in temperate countries) for grazing and cropping Lowering of land surface and accelerated rise in sea level Increased frequency and extend of flooding, increased beach erosion, increased salinity in coastal soils and in upstream “wedges”, increased need for “hard” coastal defences Coral reef and atoll impacts FisheriesFishing with dynamite, muro-ami fishing Coral reef destruction Decreased fish yield, decreased tourism are recreational value

15 Logam Berat Racun Lendir insang + logam (Pb,Cu,Zn) Gumpalan lendir pd insang Populasi Respirasi Populasi

16 Analisis Dampak Kualitas Air 1. Objektif 2. Parameter yg ditera harus representatif (Parameter kunci) 3. Metoda yg praktis,tetapi memenuhi kebutuhan dan akurasi data Masalah khas Tergantung pd pemanfaatan perairan Tergantung jenis proyek

17 Komponen LingkunganSatuan Metode Pengukuran Alat I. Fisik 1. Temperatur oCoC PemuaianTermometer 2. KekeruhanNTUTurbidimetrikTurbidimeter 3. Padatan Terlarutmg/lTDS metrikTDS meter 4. Padatan Tersuspensimg/l TurbidimetrikNeflometer/ Timbangan 5. WarnaPt-Co KolorimetrikKolorimeter 6. Hantaran Listrik  mhos/cm KonduktometrikKonduktimeter II. Kimia 1. pH-PotensiometrikpH meter 2. Alkalinitasmek/lTitrasiAlat Titrasi 3. Salinitaso/ooPenguk. langsungRefraktometer 4. CO 2 terlarutmg/lTitrasiAlat Titrasi 5. NH 3 mg/lSpektrofotometrikSpektrofotometer 6. Besi (Fe)mg/lSpektrofotometrikSpektrofotometer 7. Kalsium (Ca)mg/lTitrasiAlat Titrasi 8. Magneium (Mg)mg/lTitrasiAlat Titrasi 9. Timbal (Pb)mg/lSpektrofotometrikSpektrofotometer 10.Klorida (Cl)mg/lTitrasiAlat Titrasi 11. NO 2 mg/lSpektrofotometrikSpektrofotometer 12. NO 3 mg/lSpektrofotometrikSpektrofotometer 13. P-totalmg/lSpektrofotometrikSpektrofotometer 14. DOmg/l Modifikasi Winkler Alat Titrasi 15. BOD 5 mg/l Modifikasi Winkler Alat Titrasi 16. CODmg/lTitrimetriAlat Titrasi III. Mikrobiologi 1. ColiformColoni/l00 mlMembran Membran & inkubator 2. Fecal ColiformColoni/l00 mlMembranMembran & inkubator Metode Pengukuran Kualitas Air

18 Kadar Maksimum beberapa parameter kualitas air yang diperkenankan untuk kepentingan air minum

19

20 Komposisi Limbah Cair Kegiatan Domestik

21

22 Lanjutan daftar kriteria kualitas air gol A

23 Lanjutan daftar kriteria kualitas air Gol B

24

25 Lanjutan daftar kriteria kualitas air gol C

26

27 Baku Mutu Limbah cair bagi Kegiatan Industri (Kep.51/MENLH/10/1995)

28 Lanjutan Baku Mutu Limbah cair bagi Kegiatan Industri

29


Download ppt "Prof. Dr. Ir. Hj. Winarni Monoarfa, MS PERMASALAHAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR Oleh :"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google