Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Bali – 9 September 2013 AKUNTANSI PDAM 1. BUMD UU 17 tahun 2003  –Perusahaan Daerah adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Bali – 9 September 2013 AKUNTANSI PDAM 1. BUMD UU 17 tahun 2003  –Perusahaan Daerah adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh."— Transcript presentasi:

1 Bali – 9 September 2013 AKUNTANSI PDAM 1

2 BUMD UU 17 tahun 2003  –Perusahaan Daerah adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah (Pasal 1) –Kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara/ perusahaan daerah termasuk Keuangan Negara (Pasal 2) –Penyertaan daerah pada Perusahaan Daerah harus mendapat persetujuan DPRD (Pasal 3) –Pinjaman / hibah Pemerintah Pusat dapat diteruspinjamkan kepada Perusahaan Daerah. (pasal 23) 2 PPL IAPI

3 BUMD UU 17 tahun 2003  Hubungan Keuangan Pemerintah dan BUMD –Pemerintah Daerah dapat memberikan pinjaman/hibah/ penyertaan modal kepada dan menerima pinjaman/hibah dari perusahaan daerah dengan terlebih dahulu ditetapkan dalam APBD. –Gubernur/bupati/walikota melakukan pembinaan dan pengawasan kepada perusahaan daerah. –Pemerintah Daerah dapat melakukan penjualan dan/atau privatisasi perusahaan daerah setelah mendapat persetujuan DPRD. Laporan keuangan Daerah  Laporan Realisasi APBD, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan, yang dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan daerah 3 PPL IAPI

4 BUMD 4 PPL IAPI UU 1 tahun 2004 –Gubernur/bupati/walikota selaku wakil pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan menyusun ikhtisar laporan keuangan perusahaan daerah.(pasal 56) –Penyertaan modal pemerintah pusat pada perusahaan negara/daerah/swasta ditetapkan dengan peraturan pemerintah. (pasal 41) –Ketentuan penyelesaian kerugian negara/daerah berlaku pula untuk pengelola perusahaan negara/daerah dan badan-badan lain yang menyelenggarakan pengelolaan keuangan negara, sepanjang tidak diatur dalam undang-undang tersendiri. (pasal 68

5 BUMD UU 32 tahun 2004 Pemerintahan Daerah –Pemerintah daerah dapat melakukan penyertaan modal pada suatu Badan Usaha Milik Pemerintah dan/atau milik swasta sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (Pasal 173) –Penyertaan modal dapat ditambah, dikurangi, dijual kepada pihak lain, dan/atau dapat dialihkan kepada badan usaha milik daerah. (Pasal 173) –Laporan keuangan Pemda sekurang-kurangnya meliputi laporan realisasi APBD, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan, yang dilampiri dengan laporan keuangan badan usaha milik daerah (Pasal 184) 5 PPL IAPI

6 Akuntansi PDAM PDAM adalah perusahaan daerah penyelenggara air minum Akuntansi dan Pelaporan PDAM mengikuti Pedoman Akuntansi yang dikeluarkan oleh Kementerian Otonomi Daerah nomor 8 tahun 2000 yang disusun berdasarkan SAK yang berlaku saat itu (PSAK). BPPSPAM  Badan Pendukung Pengembagnan Sistem Penyediaan Air Minum Pedoman Akuntansi Perusahaan Air Minum –Didasarkan pada SAK – ETAP –Komponen Kerangka Dasar Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Kebijakan akuntansi untuk masing-masing pos Proses Akuntansi Bagan Perkiraan Pelaporan 6 PPL IAPI

7 Membantu PDAM menyusun laporan keuangan untuk tujuan: –Pengambilan keputusan ekonomi –Menilai prosepek usaha –Memberikan informasi atas sumber daya ekonomi Menciptakan keseragaman dalam penerapan, penyajian dan pengungkapan sehingga meningkatkan daya banding. Menjadi acuan minimun dalam penyusunan laporan keuangan. Digunakan sebagai pedoman untuk PDAM yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan. Pedoman Akuntansi BPPSPAM 7 PPL IAPI

8 Tujuan laporan keuangan –Menyediakan informmasi posisi keuangan, kinerja dan laporan arus kas PDAM yang bermanfaat bagi pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi, dan –Menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas pemanfaatan sumber daya yang dipercayakan padanya. Karakteristik kualitatif –Dapat dipahami- Relevan –Materialitas- Keandalan –Substansi mengungguli bentuk- Pertimbangan yang sehat –Kelengkapan- Dapat dibandingkan –Keseimbangan biaya dan manfaat- Tepat waktu Kerangka Dasar Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keangan (KDP2LK) 8 PPL IAPI

9 Tanggung jawab atas Laporan keuangan –Direks PDAM  Direktur utama dan direktur keuangan tanda tangan pernyataan Konsep pengakuan jika –Kemungkinan besar manfaat ekonomi terkait dengan suatu pos akan mengalir ke dalam atau keluar dari perusahaan. –Pos tersebut dapat diukur dengan andal (diketahui atau diestimasi) Konsep pengukuran –Biaya historis –Nilai wajar Kerangka Dasar Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keangan (KDP2LK) 9 PPL IAPI

10 Prinsip pengakuan dan pengukuran berpengaruh luas (pervasif) –Pengakuan dan pengukuran aset, kewajiban, penghasilan dan beban didasarkan pada prinsip pervasif dalam SAK-ETAP –Jika SAK ETAP tidak mengatur secara spesifik, maka manajemen menggunakan SAK Umum dalam pengkuan dan pengukuran. Dasar akrual – pengakuan pada saat terjadinya transaksi Perubahan akuntansi –Perubahan estimasi diterapkan secara prospektif –Perubahan kebijakan akuntansi diterapkan secara retrospektif –Koreksi kesalahan periode sebelumnya diterapkan secara retrospektif Konsistensi penyajian  kebijakan yang sama untuk peristiwa dan kondisi yang sama. Kerangka Dasar Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keangan (KDP2LK) 10 PPL IAPI

11 Saling hapus  tidak diperkenankan kecuali diijinkan Periode pelaporan  secara tahunan berdasarkan tahun takwim Informasi komparatif: –Disajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya –Informasi komparatif naratif dan deskriptif laporan keuangan periode sebelumnya wajib diungkapkan kembali apabila relevan. Keterbatasan laporan keuangan –Menyajikan transaksi dan peristiwa masa lalu –Bersifat umum –Tidak terlepas dari penggunakaan pertimbagnan dan estimasi –Mempertimbangkan materialitas –Menekankan pada penyajian transaksi sesuai substansi ekonominya Kerangka Dasar Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keangan (KDP2LK) 11 PPL IAPI

12 Komponen laporan keuangan –Neraca Aset Kewajiban Ekuitas –Laporan laba rugi Penghasilan Beban Beban pajak Laba rugi neto –Laporan perubahan ekuitas –Laporan arus kas – meetode tidak langsung –Catatan atas laporan keuangan Pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai SAK-ETAP Ringkasan kebijakan akuntansi signifikan Informasi tambahan Pengungkapan lain Komponen laporan keuangan –Neraca Aset Kewajiban Ekuitas –Laporan laba rugi Penghasilan Beban Beban pajak Laba rugi neto –Laporan perubahan ekuitas –Laporan arus kas – meetode tidak langsung –Catatan atas laporan keuangan Pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai SAK-ETAP Ringkasan kebijakan akuntansi signifikan Informasi tambahan Pengungkapan lain Kerangka Dasar Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keangan (KDP2LK) 12 PPL IAPI

13 Neraca Neraca menggambarkan posisi keuangan yang terdiri dari aset, kewajiban dan ekuitas. –Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh PDAM akibat peristiwa masa lalu dan diharapkan akan diperoleh manfaat ekonomi di masa yagn akan datang. Manfaat ekonomi  sumbangan terhadap aliran kas / setara kas. –Kewajiban adalah utang masa kini PDAM akibat peristiwa masa lalu dan penyelesaiannya mengakibatkan keluarnya sumber daya yang dimiliki PDAM. Kewajiban hukum  kewajiban yang timbul karena kontrak atau peraturan perundang-undangan. Kewajiban konstruktif  kewajiban yang timbul dari tindakan PDAM masa lalu yang menimbulkan ekspektasi kuat dan sah kepada pihak lain bahwa PDAM akan menerima dan melaksanakan tanggung jawab tersebut. –Ekuitas adalah hak residual atas aset suatu perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Penyajian –Klasifikasi aset lancar dan aset tidak lancar –Klasifikasi kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang 13 PPL IAPI

14 Neraca Pos-pos neraca Aset LancarKewajiban Jangka Pendek –Kas dan setara kas, - Utang usaha, –Investasi jangka pendek, -Utang nonn usaha, –Piutang Usaha, -Beban yang Masih Harus Dibayar –Piutang non Usaha, -Pendapatan Diterima Dimuka –Persediaan-Utang Jangka Pendek. –Pembayaran dimuka Kewajiban Jangka Panjang Aset Tidak Lancar - Utang kepada Pemerintah –Aset Tetap - Utang Leasing –Investasi Jangka Panjang Ekuitas –Aset Tetap Leasing- Kekayaan Pemda Dipisahkan –Properti Investasi - Modal Hibah –Asit Tak Berwujud - Bantuan yang Belum Ditetapkan Statusnya –Aset Tetap dalam Penyelesaian- Laba Ditahan / (Akumulasi Kerugian) –Aset Lain-Lain- Laba (Rugi) Tahun Berjalan – 14 PPL IAPI

15 Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi adalah laporan yang menggambarkan penghasilan dan beban PDAM pada periode tertentu. PDAM menyajikan beban berdasarkan sifat. Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama periode pelaporan dalam bentuk arus masuk atau peningkatan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi modal –Pendapatan  penghasilan yang timbul dari aktivitas PDAM  pendapatan operasoian penjualan air, pendapatan operasional non air, pendapatan bunga dan lain-lain. –Keuntungan  pos yang memenuhi definisi penghasilan tetapi bukan pendapatan misal kenaikan nilai investasi, keuntungan penjualan aset tetap 15 PPL IAPI

16 Laporan Laba Rugi Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode pelaporan dalam bentuk arus kas keluar atau penurunan ast atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak terkait dengan distribusi kepada pemilik modal. –Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas  beban pembelian air baku, beban pemakaian bahan kimia, beban pemeliharaan, beban pegawai, beban penyusutan, beban bunga –Kerugian  memenuhi definisi beban tetapi tidak terkait dengan aktivitas operasional  kerugian penjualan aset tetap, kerugian penjualan investasi, kerugian penurunan nilai, kerugian penurunan nilai investasi, kerugian penurunan persediaan Beban pajak  pajak yang dibayarkan sesuai dengan ketentuan perpajakan berdasarkan laba yang diperoleh. Laba atau rugi neto  pendapatan dikurangi beban dan pajak. Tidak ada penyajian pos luar biasa 16 PPL IAPI

17 Laporan Perubahan Ekuitas Menyajikan: –Laba rugi periode berjalan –Pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas –Pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. –Jumlah investasi dan distribusi lain ke pemilik semalam periode tersebut Rekonsiliasi jumlah tercatat awal dan akhir periode dari komponen ekuitas. 17 PPL IAPI

18 Laporan Arus Kas Laporan arus kas bertujuan menyajikan informasi perubahan historis atas kas dan setara kas yang menunjukkan secara terpisah perubahan pada satu periode dari aktivitas: –Aktivitas operasi  penghasil utama pendapatan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. –Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas –Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan Aktivitas operasi hanya dapat disajikan secara tidak langsung. Dengan mengoreksi laba atau rugi neto dengan transaksi non kas, transaksi-transaki akrual dan pendapatan yang berasal dari kegiatan non operasi. Aktivitas pendaan dan investasi menggunakan metode langsung. PDAM mengungkapkan bersama pendapat manajemen jumlah kas dan setara kas yagn signifikan yagn dimiliki namun tidak dapat digunakan 18 PPL IAPI

19 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Disajikan secara sistematis dengan menggunakan cross reference: –Pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK ETAP. –Ringkasan kebijakan akuntansi signnifikan yang diterapkan –Informasi tambahan yang disajikan dalam neraca, laporan perubahan ekuitas, arus kas dengan urutan penyajian pos. –Pengungkapan lain seperti: kontijensi, komitmen kontraktual, kebijakan manajjemen risiko dan ketidakpastian kelangsungan usaha. Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Disajikan secara sistematis dengan menggunakan cross reference: –Pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK ETAP. –Ringkasan kebijakan akuntansi signnifikan yang diterapkan –Informasi tambahan yang disajikan dalam neraca, laporan perubahan ekuitas, arus kas dengan urutan penyajian pos. –Pengungkapan lain seperti: kontijensi, komitmen kontraktual, kebijakan manajjemen risiko dan ketidakpastian kelangsungan usaha. Catatan atas Laporan Keuangan 19 PPL IAPI

20 Kas merupakan aset terpenting dalam suatu entitas Berada dalam keadaan tersedia untuk digunakan  tidak dibatasi penggunaannya. Kas berbentuk uang tunai, uang dalam bank, kas ekuivalen Kas ekuivalen  surat berharga yang nilai nominalnya telah ditentukan, jangka waktu < 3 bulan. Kas yang dicadangkan untuk tujuan tertentu  tidak termasuk dalam kas Pengungkapan –Rincian kas dan kas di masing-masing bank (signifikan) –Currency Kas merupakan aset terpenting dalam suatu entitas Berada dalam keadaan tersedia untuk digunakan  tidak dibatasi penggunaannya. Kas berbentuk uang tunai, uang dalam bank, kas ekuivalen Kas ekuivalen  surat berharga yang nilai nominalnya telah ditentukan, jangka waktu < 3 bulan. Kas yang dicadangkan untuk tujuan tertentu  tidak termasuk dalam kas Pengungkapan –Rincian kas dan kas di masing-masing bank (signifikan) –Currency Akuntansi Kas 20 PPL IAPI

21 Kas entitas sebaiknya disimpan dalam Bank untuk memudahkan pengendalian. –Penerimaan.dilakukan melalui rekening bank –Pengeluaran dilakukan dengan menggunakan cek Untuk kebutuhan sehari-hari digunakan sistem kas kecil. Kas yang tidak digunakan dapat diinvestasikan sebelum digunakan untuk memperoleh hasil investasi yang lebih besar. Untuk dana yang berasal dari pemerintah, harus diperhatikan cara pertanggungjawabannya mengikuti regulasi keuangan negara. Kas entitas sebaiknya disimpan dalam Bank untuk memudahkan pengendalian. –Penerimaan.dilakukan melalui rekening bank –Pengeluaran dilakukan dengan menggunakan cek Untuk kebutuhan sehari-hari digunakan sistem kas kecil. Kas yang tidak digunakan dapat diinvestasikan sebelum digunakan untuk memperoleh hasil investasi yang lebih besar. Untuk dana yang berasal dari pemerintah, harus diperhatikan cara pertanggungjawabannya mengikuti regulasi keuangan negara. Akuntansi Kas 21 PPL IAPI

22 Piutang  hak tagih PDAM kepada pihak lain karena penyerahan barang ata jasa. Terdiri dari piutang usaha dan piutan non usaha Pengakuan : –Piutang usaha diaku isaat terbitnya daftar rekening ditabgih dan daftar piutang non air –Piutang non usaha diakui jika ada kemungkinan manfaat ekonomi mengalir dan nilainya dapat diukur dengan andal Pengukuran awal sebesar nilai tagihan atau nilai wajar yang dapat direlaisasi. Piutang  hak tagih PDAM kepada pihak lain karena penyerahan barang ata jasa. Terdiri dari piutang usaha dan piutan non usaha Pengakuan : –Piutang usaha diaku isaat terbitnya daftar rekening ditabgih dan daftar piutang non air –Piutang non usaha diakui jika ada kemungkinan manfaat ekonomi mengalir dan nilainya dapat diukur dengan andal Pengukuran awal sebesar nilai tagihan atau nilai wajar yang dapat direlaisasi. Akuntansi Piutang 22 PPL IAPI

23 Piutang  hak tagih PDAM kepada pihak lain karena penyerahan barang ata jasa. Terdiri dari piutang usaha dan piutan non usaha Pengakuan : –Piutang usaha diaku isaat terbitnya daftar rekening ditabgih dan daftar piutang non air –Piutang non usaha diakui jika ada kemungkinan manfaat ekonomi mengalir dan nilainya dapat diukur dengan andal Pengukuran awal sebesar nilai tagihan atau nilai wajar yang dapat direlaisasi. Piutang  hak tagih PDAM kepada pihak lain karena penyerahan barang ata jasa. Terdiri dari piutang usaha dan piutan non usaha Pengakuan : –Piutang usaha diaku isaat terbitnya daftar rekening ditabgih dan daftar piutang non air –Piutang non usaha diakui jika ada kemungkinan manfaat ekonomi mengalir dan nilainya dapat diukur dengan andal Pengukuran awal sebesar nilai tagihan atau nilai wajar yang dapat direlaisasi. Akuntansi Piutang 23 PPL IAPI

24 Pengakuan dan pencatatan Piutang diakui pada saat diterbitkan rekening air. Diterbitkan rekening air untuk pelanggan rumah tangga sebesar 300juta. Piutang rekening air300jt Pendapatan penjualan air300jt Untuk transaksi ini dapat dicatat di buku penbantu yang menjelaskan pendapatan masing-masing pelanggan Penerimaan pembayaran dari rekening air Dibayar pelanggan sebesar 290juta. Kas/Bank290jt Piutang rekening air 290jt Untuk transaksi ini dapat dicatat di buku penbantu yang menjelaskan pendapatan masing-masing pelangg Pengakuan dan pencatatan Piutang diakui pada saat diterbitkan rekening air. Diterbitkan rekening air untuk pelanggan rumah tangga sebesar 300juta. Piutang rekening air300jt Pendapatan penjualan air300jt Untuk transaksi ini dapat dicatat di buku penbantu yang menjelaskan pendapatan masing-masing pelanggan Penerimaan pembayaran dari rekening air Dibayar pelanggan sebesar 290juta. Kas/Bank290jt Piutang rekening air 290jt Untuk transaksi ini dapat dicatat di buku penbantu yang menjelaskan pendapatan masing-masing pelangg Akuntansi Piutang 24 PPL IAPI

25 Penyisihan kerugian piutang air Berdasarkan daftar piutang selama 3 tahun dan laporan pemutusan sambungan, hasil perhitungan tim penyisihan piutang, diketahui piutang yang disisihkan untuk tahun 2012 sebesar 10juta Beban Penyisihan Kerugian piutang air10jt Akumulasi Penyisinan Kerugian Piutang Air 10jt Pemulihan penyisihan piutang  penyisihan piutang tahun lalu lebih tinggi dan beberapa piutang yang diestimasi tidak melunasi ternyata melunasi Penyisihan kerugian piutang air Berdasarkan daftar piutang selama 3 tahun dan laporan pemutusan sambungan, hasil perhitungan tim penyisihan piutang, diketahui piutang yang disisihkan untuk tahun 2012 sebesar 10juta Beban Penyisihan Kerugian piutang air10jt Akumulasi Penyisinan Kerugian Piutang Air 10jt Pemulihan penyisihan piutang  penyisihan piutang tahun lalu lebih tinggi dan beberapa piutang yang diestimasi tidak melunasi ternyata melunasi Akuntansi Piutang 25 PPL IAPI

26 Persediaan  –Piutang usaha  dihitung berdasaran rata-rata piutang untuk tiap kelompok pelanggan (rumah tangga, instansi pemerintah, industri, sosial) –Piutang non usaha  dihitung berdasarkan kemampuan membayar debitur secara individual Pengungkapan –Kebijakan pengakuan, pengukuran dan metode penyisihan piutang –Ikhtisar penyisihan piutang: saldo awal, tambahan penyisihan, saldo akhir. –Tarif penyusutan kelompok pelanggan –Daftar piutang pelanggan dengan nilai signifikan. –Jumlah piutang berdasarkan umur. –Piutang yang dijaminkan Persediaan  –Piutang usaha  dihitung berdasaran rata-rata piutang untuk tiap kelompok pelanggan (rumah tangga, instansi pemerintah, industri, sosial) –Piutang non usaha  dihitung berdasarkan kemampuan membayar debitur secara individual Pengungkapan –Kebijakan pengakuan, pengukuran dan metode penyisihan piutang –Ikhtisar penyisihan piutang: saldo awal, tambahan penyisihan, saldo akhir. –Tarif penyusutan kelompok pelanggan –Daftar piutang pelanggan dengan nilai signifikan. –Jumlah piutang berdasarkan umur. –Piutang yang dijaminkan Akuntansi Persediaan 26 PPL IAPI

27 Persediaan adalah aset  –Untuk dijual dalam kegiatan usaha normal –Dalam proses produksi untuk kemudian dijual –Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa Pengukuran awal –Biaya perolehan  meliputi seluruh biaya pembelian dan biaya lain yang terjadi untuk membawa persediaan ko kondisi dan lokasi sekarang. Pengukuran pada tanggal pelaporan –Setiap pelaporan persediaan diukur dengan “nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (nilai jual dikurangi biaya untuk menjual) –Penyesuaian jika nilai realisasi bersih < dari nilai tercatat Persediaan adalah aset  –Untuk dijual dalam kegiatan usaha normal –Dalam proses produksi untuk kemudian dijual –Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa Pengukuran awal –Biaya perolehan  meliputi seluruh biaya pembelian dan biaya lain yang terjadi untuk membawa persediaan ko kondisi dan lokasi sekarang. Pengukuran pada tanggal pelaporan –Setiap pelaporan persediaan diukur dengan “nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (nilai jual dikurangi biaya untuk menjual) –Penyesuaian jika nilai realisasi bersih < dari nilai tercatat Akuntansi Persediaan 27 PPL IAPI

28 Penurunan nilai persediaan –Setiap akhir periode dilakukan pengujian penurunan nilai berdasarkan informasi internal atau eksternal perusahaan. –Penurunan nilai dapat terjadi karena rusak atau usang, –Kerugian penurunan nilai  nilai tercatat persediaan – nilai realisasi bersih (nilai jual – biaya untuk menjual). –Pemulihan penurunan nilai dapat dilakukan sebesar jumlah penurunan nilai yang telah dilakukan sebelumnya  keuntungan –Jumlah tercatat aset baru tidak boleh melebihi nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih. –Kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai diklasifikasikan sebagai pendapatan / beban lain-lain. Penurunan nilai persediaan –Setiap akhir periode dilakukan pengujian penurunan nilai berdasarkan informasi internal atau eksternal perusahaan. –Penurunan nilai dapat terjadi karena rusak atau usang, –Kerugian penurunan nilai  nilai tercatat persediaan – nilai realisasi bersih (nilai jual – biaya untuk menjual). –Pemulihan penurunan nilai dapat dilakukan sebesar jumlah penurunan nilai yang telah dilakukan sebelumnya  keuntungan –Jumlah tercatat aset baru tidak boleh melebihi nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih. –Kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai diklasifikasikan sebagai pendapatan / beban lain-lain. Akuntansi Persediaan 28 PPL IAPI

29 Metode Persediaan –Persediaan yang telah dijual dibebankan menjadi harga pokok penjualan. –Setiap persediaan yang terjual maka nilai persediaan (harga perolehan) akan dibebankan sebagai harga pokok penjualan. –Jika persediaan terdiri dari pembelian yang beragam harga maka dapat menggunakan asumsi aliran biaya: FIFO atau Rata-rata. –First in First Out  mengasumsikan barang yang pertama dibeli adalah barang yang pertama terjual / terpakai, sehingga persediaan akhir adalah barang yang dibeli terakhir. –Metode mencatat persediaan : Metode periodik Metode perpetual Metode Persediaan –Persediaan yang telah dijual dibebankan menjadi harga pokok penjualan. –Setiap persediaan yang terjual maka nilai persediaan (harga perolehan) akan dibebankan sebagai harga pokok penjualan. –Jika persediaan terdiri dari pembelian yang beragam harga maka dapat menggunakan asumsi aliran biaya: FIFO atau Rata-rata. –First in First Out  mengasumsikan barang yang pertama dibeli adalah barang yang pertama terjual / terpakai, sehingga persediaan akhir adalah barang yang dibeli terakhir. –Metode mencatat persediaan : Metode periodik Metode perpetual Akuntansi Persediaan 29 PPL IAPI

30 Aset tetap –Adalah aset yang berwujud yang: Dimiliki atau dikuasai untuk digunakan dalam proses produksi atau tujuan administratif Diharapkan digunakan lebih dari satu periode Pengakuan –Diakui sebagai aset jika memenuhi kriteria pengakuan Pengukuran awal –Nilai perolehan  Harga beli termasuk biaya hukum, broker, bea impor, dikurangi diskon, pajak yang tidak dapat dikreditkan. –Biaya perolehan adalah nilai wajar tanggal pengakuan. –Jika pembayaran dilakukan secara kredit  nilai tunai dari pembayaran (present value angsuran) Aset tetap –Adalah aset yang berwujud yang: Dimiliki atau dikuasai untuk digunakan dalam proses produksi atau tujuan administratif Diharapkan digunakan lebih dari satu periode Pengakuan –Diakui sebagai aset jika memenuhi kriteria pengakuan Pengukuran awal –Nilai perolehan  Harga beli termasuk biaya hukum, broker, bea impor, dikurangi diskon, pajak yang tidak dapat dikreditkan. –Biaya perolehan adalah nilai wajar tanggal pengakuan. –Jika pembayaran dilakukan secara kredit  nilai tunai dari pembayaran (present value angsuran) Akuntansi Aset Tetap 30 PPL IAPI

31 Pengukuran awal –Pertukaran  menggunakan nilai wajar saat pertukaran. –Jika pertukaran tidak memiliki substansi komersial dan aset yang diterima tidak dapat diukur secara andal  biaya perolehan menggunakan nilai tercatat aset yang diserahkan. Pengeluaran setalah pengakuan awal –Pengeluaran yang memenuhi definisi aset (memberi manfaat ekonomi dalam bentuk peningkatan kapasitas atau standar kerja)  dikapitalisasi (dengan memperhatikan batasan materialitas aset). Pengukuran setelah pengakuan awal –Biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulai penurunan nilai. –Aset dalam penyelesaian diklasifikasikan terpisah dan belum disusutkan sampai dengan aset tersebut beroperasi. Pengukuran awal –Pertukaran  menggunakan nilai wajar saat pertukaran. –Jika pertukaran tidak memiliki substansi komersial dan aset yang diterima tidak dapat diukur secara andal  biaya perolehan menggunakan nilai tercatat aset yang diserahkan. Pengeluaran setalah pengakuan awal –Pengeluaran yang memenuhi definisi aset (memberi manfaat ekonomi dalam bentuk peningkatan kapasitas atau standar kerja)  dikapitalisasi (dengan memperhatikan batasan materialitas aset). Pengukuran setelah pengakuan awal –Biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulai penurunan nilai. –Aset dalam penyelesaian diklasifikasikan terpisah dan belum disusutkan sampai dengan aset tersebut beroperasi. Akuntansi Aset Tetap 31 PPL IAPI

32 Peyusutan –Penyusutan dimulai saat aset digunakan dan berakhir saat aset dihentikan pengakuannya. –Beban penyusutan diakui dalam laporan laba rugi –Penyusutan  masa manfaat / tarif  ketentuan pajak ?? Tanah dan bangunan menggunakan garis lurus, masa manfaat 20 tahun untuk bangunan permanen dan 10 tahun untuk non permanen Metode garis atau saldo menurun Masa manfaat 4, 8, 16, 20 tahun tergantung asetnya. Penyusutan menurut pajak tidak menggunakan nilai sisa Peyusutan –Penyusutan dimulai saat aset digunakan dan berakhir saat aset dihentikan pengakuannya. –Beban penyusutan diakui dalam laporan laba rugi –Penyusutan  masa manfaat / tarif  ketentuan pajak ?? Tanah dan bangunan menggunakan garis lurus, masa manfaat 20 tahun untuk bangunan permanen dan 10 tahun untuk non permanen Metode garis atau saldo menurun Masa manfaat 4, 8, 16, 20 tahun tergantung asetnya. Penyusutan menurut pajak tidak menggunakan nilai sisa Akuntansi Aset Tetap 32 PPL IAPI

33 Penurunan nilai –Terjadi jika nilai tercatat aset lebih rendah dari nilai wajar aset dikurangi dengan biaya untuk menjual aset tersebut. –Kerugian penurunan nilai = aset tercatat – (nilai wajar – biaya penjualan aset) –Indikasi penurunan nilai  faktor internal dan eksternal –Nilai wajar  Harga perjanjian Harga penawaran kini Harga transaksi terkini Informasi terbaik yang tersedia Pemulihan kerugian penurunan nilai –Review dilakukan setiap periode pelaporan apakah ada indikasi penurunan nilai mengalami pemulihan. –Jika ada, akan diakui pemulihan penurunan nilai (keuntungan)  tidak boleh melebihi penurunan nilai yang telah dilakukan. –Kompensasi penurunan nilai / kehilangan dari pihak lain diakui sebagai piutang. Penurunan nilai –Terjadi jika nilai tercatat aset lebih rendah dari nilai wajar aset dikurangi dengan biaya untuk menjual aset tersebut. –Kerugian penurunan nilai = aset tercatat – (nilai wajar – biaya penjualan aset) –Indikasi penurunan nilai  faktor internal dan eksternal –Nilai wajar  Harga perjanjian Harga penawaran kini Harga transaksi terkini Informasi terbaik yang tersedia Pemulihan kerugian penurunan nilai –Review dilakukan setiap periode pelaporan apakah ada indikasi penurunan nilai mengalami pemulihan. –Jika ada, akan diakui pemulihan penurunan nilai (keuntungan)  tidak boleh melebihi penurunan nilai yang telah dilakukan. –Kompensasi penurunan nilai / kehilangan dari pihak lain diakui sebagai piutang. Akuntansi Aset Tetap 33 PPL IAPI

34 Klasifikasi sewa –Sewa pembiayaan  mengalihkan risiko dan manfaat ke pihak penyewa  perpindahan aset  membeli aset dengan pembayaran angsuran. –Sewa operasi  tidak ada pengalihan  tidak ada perpindahan aset  beban sewa Kriteria sewa pembiayaan –Mengalihan kepemilikan –Ada opsi ntuk membeli aset dengan harga yang lebih rendah dibandingkan nilai wajar pada tanggal opsi  memastikan opsi dapat dijalankan –Masa sewa mencakup sebagian besar umur ekonomis (>75%masa manfaat) –Nilai kini biaya sewa sama atau lebih besar dari 90% nilai wajar aset –Aset sewaan bersifat khusus dan hanya penyewa yang dapat menggunakannya. Klasifikasi dibuat di awal sewa dan tidak boleh dirubah kecuali ada kesepakatan baru. Klasifikasi sewa –Sewa pembiayaan  mengalihkan risiko dan manfaat ke pihak penyewa  perpindahan aset  membeli aset dengan pembayaran angsuran. –Sewa operasi  tidak ada pengalihan  tidak ada perpindahan aset  beban sewa Kriteria sewa pembiayaan –Mengalihan kepemilikan –Ada opsi ntuk membeli aset dengan harga yang lebih rendah dibandingkan nilai wajar pada tanggal opsi  memastikan opsi dapat dijalankan –Masa sewa mencakup sebagian besar umur ekonomis (>75%masa manfaat) –Nilai kini biaya sewa sama atau lebih besar dari 90% nilai wajar aset –Aset sewaan bersifat khusus dan hanya penyewa yang dapat menggunakannya. Klasifikasi dibuat di awal sewa dan tidak boleh dirubah kecuali ada kesepakatan baru. Akuntansi Sewa 34 PPL IAPI

35 Pencatatan dan penyajian –Pada saat pengakuan aset dicatat sebesar nilai tunai (nilai sekarang) pembayaran sewa ditambah nilai residu yang harus dibayar  dicatat sebagai aset dan utang. –Tingkat bunga yang digunakan adalah tingkat bunga yang dibebankan oleh pihak yang menyewakan. –Pembayaran dialokasikan sebagai pengurangan utang dan pembayaran bunga. –Aset sewa disusutkan –Jika sewa berakhir sebelum akhir sewa (pembatalan kerugian)  nilai aset tercatat dan utang tersisa  gain / loss periode berjalan –Kewajiban sewa disajikan terpisah dari kewajiban lain. –Untuk sewa-balik (sales and leased back) diperlakukan sebagai dua transaksi terpisah. Selisih harga pokok dan nilai aset = keuntungan dan kerugian ditangguhkan. Pencatatan dan penyajian –Pada saat pengakuan aset dicatat sebesar nilai tunai (nilai sekarang) pembayaran sewa ditambah nilai residu yang harus dibayar  dicatat sebagai aset dan utang. –Tingkat bunga yang digunakan adalah tingkat bunga yang dibebankan oleh pihak yang menyewakan. –Pembayaran dialokasikan sebagai pengurangan utang dan pembayaran bunga. –Aset sewa disusutkan –Jika sewa berakhir sebelum akhir sewa (pembatalan kerugian)  nilai aset tercatat dan utang tersisa  gain / loss periode berjalan –Kewajiban sewa disajikan terpisah dari kewajiban lain. –Untuk sewa-balik (sales and leased back) diperlakukan sebagai dua transaksi terpisah. Selisih harga pokok dan nilai aset = keuntungan dan kerugian ditangguhkan. Akuntansi Sewa 35 PPL IAPI

36 Pengungkapan –Jumlah pembayaran sewa yang harus dibayar selama masa sewa –Penyusutan aset sewa –Jaminan yang diberikan sehubungan transaksi sewa. –Keuntungan / kerugian yang ditangguhkan –Ikatan penting yang dipersyaratkan dalam pernjanjian sewa. Pengungkapan –Jumlah pembayaran sewa yang harus dibayar selama masa sewa –Penyusutan aset sewa –Jaminan yang diberikan sehubungan transaksi sewa. –Keuntungan / kerugian yang ditangguhkan –Ikatan penting yang dipersyaratkan dalam pernjanjian sewa. Akuntansi Sewa 36 PPL IAPI

37 Definisi Aset non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik. –Dapat dipisahkan –Mucul dari hak kontraktual atau hukum Pengakuan jika kemungkinan memperoleh manfaat ekonomis dan dapat diukur dengan andal. Pengukuran awal –Sebesar biaya perolehan awal –Untuk pertukaran aset menggunakan nilai wajar kecuali jika pertukaran tidak memiliki substansi komersial dan nilai andal tidak dapat diperleh. –Pengeluaran untuk pengembangan aset takberwujud dibebankan kecuali pengeluaran terebut memenuhi kriteria pengakuan. –Bukan aset takberwujud  merek, logo, publikasi, daftar konsumen yang dihasilkan secara internal Definisi Aset non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik. –Dapat dipisahkan –Mucul dari hak kontraktual atau hukum Pengakuan jika kemungkinan memperoleh manfaat ekonomis dan dapat diukur dengan andal. Pengukuran awal –Sebesar biaya perolehan awal –Untuk pertukaran aset menggunakan nilai wajar kecuali jika pertukaran tidak memiliki substansi komersial dan nilai andal tidak dapat diperleh. –Pengeluaran untuk pengembangan aset takberwujud dibebankan kecuali pengeluaran terebut memenuhi kriteria pengakuan. –Bukan aset takberwujud  merek, logo, publikasi, daftar konsumen yang dihasilkan secara internal Akuntansi Aset Takberwujud 37 PPL IAPI

38 Pengukuran setelah pengakuan awal –Biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. –Aset takberwujud dengan nilai terbatas  diamortisasi dengan metode garis lurus  masa manfaat tidak boleh melebihi hak kontraktual –Nilai risidu diasumsikan nol kecuali ada komitmen pihak lain membeli atb di akhir masa manfaat. –Telaah ulang masa manfaat dan metode dilakukan setiap perioe pelaporan Penurunan nilai  (sama dengan aset tetap) Penghentian dan pelepasan –Mengakui kerugian atau keuntungan dalam laba rugi akibat penghentian atau pelepasa aset takberwujud. Pengukuran setelah pengakuan awal –Biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. –Aset takberwujud dengan nilai terbatas  diamortisasi dengan metode garis lurus  masa manfaat tidak boleh melebihi hak kontraktual –Nilai risidu diasumsikan nol kecuali ada komitmen pihak lain membeli atb di akhir masa manfaat. –Telaah ulang masa manfaat dan metode dilakukan setiap perioe pelaporan Penurunan nilai  (sama dengan aset tetap) Penghentian dan pelepasan –Mengakui kerugian atau keuntungan dalam laba rugi akibat penghentian atau pelepasa aset takberwujud. Akuntansi Aset Takberwujud 38 PPL IAPI

39 Pengungkapan –Umur dan tarif amortisasi –Metode amortisasi –Jumlah tercatata bruto dan akumulasi amortisasi –Unsur laporan keuangan yagn memuat amortisasi –Rekonsiliasi jumlah tercatat aset awal dan akhir periode. –Penjelasan jumlah tercatat dan periode tersisa –Keberadaan dan jumlah aset yann dibatasi atau dijaminkan –Jumlah komitmen untuk memperoleh aset tak berwujud. –Jumlah pengeluaran riset dan pengembangan yang diakui sebagai beban. Pengungkapan –Umur dan tarif amortisasi –Metode amortisasi –Jumlah tercatata bruto dan akumulasi amortisasi –Unsur laporan keuangan yagn memuat amortisasi –Rekonsiliasi jumlah tercatat aset awal dan akhir periode. –Penjelasan jumlah tercatat dan periode tersisa –Keberadaan dan jumlah aset yann dibatasi atau dijaminkan –Jumlah komitmen untuk memperoleh aset tak berwujud. –Jumlah pengeluaran riset dan pengembangan yang diakui sebagai beban. Akuntansi Aset Takberwujud 39 PPL IAPI

40 Investasi –Jenis-jenis investasi investasi efek tertentu  saham, obligasi, deposito, surat berharga lainnya. properti investasi investasi pada perusahaan asosiasi Investasi pada anak perusahaan Investasi pada joint venture (pengendalian bersama) Klasifikasi : investasi jangka pendek dan jangka panjang Penyajian tergantung materialitasnya – dapat diagregasi atau disajikan untuk masing-masing jenin investasi Pengungkapan –Kebijakan akuntansi, rincian nilai investasi, informasi relevan terkait investasi Investasi –Jenis-jenis investasi investasi efek tertentu  saham, obligasi, deposito, surat berharga lainnya. properti investasi investasi pada perusahaan asosiasi Investasi pada anak perusahaan Investasi pada joint venture (pengendalian bersama) Klasifikasi : investasi jangka pendek dan jangka panjang Penyajian tergantung materialitasnya – dapat diagregasi atau disajikan untuk masing-masing jenin investasi Pengungkapan –Kebijakan akuntansi, rincian nilai investasi, informasi relevan terkait investasi Investasi 40 PPL IAPI

41 Bentuk investasi: –Surat utang, surat berharga komersial, obligasi, unit penyertaan investasi Klasifikasi –Dimiliki hingga jatuh tempo  investasi dipertahankan hingga jatuh temppo, bentuknya obligasi, deposito. –Diperdagangkan  untuk tujuan diperdagangkan dalam jangka pendek orientasi untuk memperoleh capital gain dan dividen. –Tersedia untuk dijual  investasi tidak termasuk dimiliki hingga jatuh tempo atau diperdagangkan. Dilakukan telaah ulang klasifikasi tersebut tiap tanggal pelaporan. Pengukuran pada pengakuan awal –Sebesar harga perolehan  harga beli ditambah biaya transaksi Bentuk investasi: –Surat utang, surat berharga komersial, obligasi, unit penyertaan investasi Klasifikasi –Dimiliki hingga jatuh tempo  investasi dipertahankan hingga jatuh temppo, bentuknya obligasi, deposito. –Diperdagangkan  untuk tujuan diperdagangkan dalam jangka pendek orientasi untuk memperoleh capital gain dan dividen. –Tersedia untuk dijual  investasi tidak termasuk dimiliki hingga jatuh tempo atau diperdagangkan. Dilakukan telaah ulang klasifikasi tersebut tiap tanggal pelaporan. Pengukuran pada pengakuan awal –Sebesar harga perolehan  harga beli ditambah biaya transaksi Akuntansi Investasi pada efek tertentu 41 PPL IAPI

42 Dimiliki hingga jatuh tempo –Pengakuan awal sebesar harga perolehan ditambah biaya transaksi –Bunga diakui pada saat terjadinya –Dilakukan amortisasi premium atau diskon atas perbedaan harga perolehan dan nilai saat investasi jatuh tempo. –Tidak ada pengakuan atas perubahan nilai wajar. Diperdagangkan (trading securities) –Pengakuan awal sebesar harga perolehan ditambah biaya transaksi –Bunga atau dividen diakui pada saat terjadinya –Investasi dinilai sebesar nilai wajar pada tanggal pelaporan –Perubahan nilai wajar diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada periode berjalan Dimiliki hingga jatuh tempo –Pengakuan awal sebesar harga perolehan ditambah biaya transaksi –Bunga diakui pada saat terjadinya –Dilakukan amortisasi premium atau diskon atas perbedaan harga perolehan dan nilai saat investasi jatuh tempo. –Tidak ada pengakuan atas perubahan nilai wajar. Diperdagangkan (trading securities) –Pengakuan awal sebesar harga perolehan ditambah biaya transaksi –Bunga atau dividen diakui pada saat terjadinya –Investasi dinilai sebesar nilai wajar pada tanggal pelaporan –Perubahan nilai wajar diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada periode berjalan Akuntansi Investasi pada efek tertentu 42 PPL IAPI

43 Tersedia untuk dijual –Pengakuan awal sebesar harga perolehan ditambah biaya transaksi –Bunga atau dividen diakui pada saat terjadinya –Investasi dinilai sebesar nilai wajar pada tanggal pelaporan –Perubahan nilai wajar diakui sebagai komponen ekuitas dan akan direklasifikasikan sebagai keuntungan atau kerugian saat investasi tersebut dijual Perubahan klasifikasi dapat dilakukan jika tujuan manajemen berubah. Penyajian –investasi diperdagangkan dan tersedia untuk dijual sebagai investasi jangka pendek –Investasi dipegang hingga jatuh tempo  investasi jangka panjang. –Surat berharga lain  mengikuti tanggal jatuh tempo jika < 1 tahun investasi jangka pendek. Tersedia untuk dijual –Pengakuan awal sebesar harga perolehan ditambah biaya transaksi –Bunga atau dividen diakui pada saat terjadinya –Investasi dinilai sebesar nilai wajar pada tanggal pelaporan –Perubahan nilai wajar diakui sebagai komponen ekuitas dan akan direklasifikasikan sebagai keuntungan atau kerugian saat investasi tersebut dijual Perubahan klasifikasi dapat dilakukan jika tujuan manajemen berubah. Penyajian –investasi diperdagangkan dan tersedia untuk dijual sebagai investasi jangka pendek –Investasi dipegang hingga jatuh tempo  investasi jangka panjang. –Surat berharga lain  mengikuti tanggal jatuh tempo jika < 1 tahun investasi jangka pendek. Akuntansi Investasi pada efek tertentu 43 PPL IAPI

44 Pengungkapan –Nilai masing-masing jenis klasifikasi –Rekonsiliasi untuk masing-masing klafifikasi, saldo awal, penambahan, pengurangan, perubahan nilai wajar. –Kebijakan akuntansi untuk penentuan biaya perolehan, pengakuan laba rugi investasi –Perubahan nilai wajar aset yang telah direalisasi dalam laporan laba rugi dan yang belum direalisasi dalam laporan laba rugi. –Informasi mengenai transfer klasifikasi jika terjadi dalam periode tersebut. –Informasi mengenai investasi yang mengalami penurunan nilai Pengungkapan –Nilai masing-masing jenis klasifikasi –Rekonsiliasi untuk masing-masing klafifikasi, saldo awal, penambahan, pengurangan, perubahan nilai wajar. –Kebijakan akuntansi untuk penentuan biaya perolehan, pengakuan laba rugi investasi –Perubahan nilai wajar aset yang telah direalisasi dalam laporan laba rugi dan yang belum direalisasi dalam laporan laba rugi. –Informasi mengenai transfer klasifikasi jika terjadi dalam periode tersebut. –Informasi mengenai investasi yang mengalami penurunan nilai Akuntansi Investasi pada efek tertentu 44 PPL IAPI

45 Akuntansi Investasi pada Efek Tertentu Perubahan Nilai Wajar Laba rugi belum direalisasi Laba rugi telah direalisasi Efek diperdagangkanLaba rugi Efek tersedia untuk dijualKomponen ekuitasLaba rugi Efek dimiliki hingga jatuh tempo- Laba rugi 45 PPL IAPI

46 Investasi penyertaan pada perusahaan lain –Jika antara 20-50%  investasi pada perusahaan asosiasi –Perusahaan memiliki pengaruh signifikan pada investee Investasi penyertaan pada perusahaan lain –Pengakuan awal sebesar harga perolehan –Pencatatan dengan menggunakan metode biaya Dividen yang diterima diakui sebagai pendapatan –Nilai investasi tidak berubah, kecuali terjadi penurunan nilai (jika nilai tercatat berada di atas nilai wajar investasi setelah dikurangi biaya untuk menjual) Investasi penyertaan pada perusahaan lain –Jika antara 20-50%  investasi pada perusahaan asosiasi –Perusahaan memiliki pengaruh signifikan pada investee Investasi penyertaan pada perusahaan lain –Pengakuan awal sebesar harga perolehan –Pencatatan dengan menggunakan metode biaya Dividen yang diterima diakui sebagai pendapatan –Nilai investasi tidak berubah, kecuali terjadi penurunan nilai (jika nilai tercatat berada di atas nilai wajar investasi setelah dikurangi biaya untuk menjual) Akuntansi Investasi Saham Perusahaan Lain 46 PPL IAPI

47 Investasi penyertaan pada perusahaan lain –Jika antara 20-50%  investasi pada perusahaan asosiasi –Perusahaan memiliki pengaruh signifikan pada investee Investasi penyertaan pada perusahaan lain –Pengakuan awal sebesar harga perolehan –Pencatatan dengan menggunakan metode biaya Dividen yang diterima diakui sebagai pendapatan –Nilai investasi tidak berubah, kecuali terjadi penurunan nilai (jika nilai tercatat berada di atas nilai wajar investasi setelah dikurangi biaya untuk menjual) Investasi penyertaan pada perusahaan lain –Jika antara 20-50%  investasi pada perusahaan asosiasi –Perusahaan memiliki pengaruh signifikan pada investee Investasi penyertaan pada perusahaan lain –Pengakuan awal sebesar harga perolehan –Pencatatan dengan menggunakan metode biaya Dividen yang diterima diakui sebagai pendapatan –Nilai investasi tidak berubah, kecuali terjadi penurunan nilai (jika nilai tercatat berada di atas nilai wajar investasi setelah dikurangi biaya untuk menjual) Akuntansi Investasi Anak Perusahaan 47 PPL IAPI

48 Definisi Joint Venture –Joint venture adalah perjanjian kontraktual di mana dua pihak atau lebih menjalankan aktivitas ekonommi yang menjadi subyek pengendalian. –Bentuk joint venture : pengendalian bersama operasi, aset dan entitas Pengendalian bersama operasi –Pemanfaatan sumber daya dari masing-masing pihak untuk menjalankan aktivitas –Masing-masing pihak melaporkan aset yang yang menjadi haknya. –Diperlukan pengungkapan keberdaan pernjanjian pengendalian bersama operasi. –Tidak ada pencatatan invesasi atau pendapatan secara terpisah, karena tidak dapat diidentifikasi secara terpisah dari operasi perusahaan secara keseluruhan. Definisi Joint Venture –Joint venture adalah perjanjian kontraktual di mana dua pihak atau lebih menjalankan aktivitas ekonommi yang menjadi subyek pengendalian. –Bentuk joint venture : pengendalian bersama operasi, aset dan entitas Pengendalian bersama operasi –Pemanfaatan sumber daya dari masing-masing pihak untuk menjalankan aktivitas –Masing-masing pihak melaporkan aset yang yang menjadi haknya. –Diperlukan pengungkapan keberdaan pernjanjian pengendalian bersama operasi. –Tidak ada pencatatan invesasi atau pendapatan secara terpisah, karena tidak dapat diidentifikasi secara terpisah dari operasi perusahaan secara keseluruhan. Akuntansi Investasi pada Joint Venture 48 PPL IAPI

49 Pengendalian bersama aset –Kepemilikan bersama satu aset atau lebih untuk menghasilkan suatu pendapatan. –Masing-masing pihak mencatat aset, kewajiban, pendapatan dan beban yang menjadi haknya dalam pengendalian bersama. –Pengungkapan atas kontrak pengendalian bersama aset. Pengendalian bersama entitas –Pengendalian atas pendirian suatu entitas. –Pendapatan diakui sebesar haknya atas laba entitas joint venture –Investasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas –Pengungkapan kontrak pengendalian bersama entitas Pengendalian bersama aset –Kepemilikan bersama satu aset atau lebih untuk menghasilkan suatu pendapatan. –Masing-masing pihak mencatat aset, kewajiban, pendapatan dan beban yang menjadi haknya dalam pengendalian bersama. –Pengungkapan atas kontrak pengendalian bersama aset. Pengendalian bersama entitas –Pengendalian atas pendirian suatu entitas. –Pendapatan diakui sebesar haknya atas laba entitas joint venture –Investasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas –Pengungkapan kontrak pengendalian bersama entitas Akuntansi Investasi pada Joint Venture 49 PPL IAPI

50 Properti investasi –Tanah dan/atau bangunan yang dikuasai untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai dan tidak digunakan untuk proses produksi atau dijual dalam kegiatan utama perusahaan. Pengukuran awal –Sebesar harga perolehan  harga beli dan biaya lain yang dapat diatribusikan langsung pada properti ttersebut. –Mengikuti pengakuan dalam aset tetap Pengukuran setelah pengakuan –Diukur dengan menggunakan nilai perolehan dikurangi akumulai penyusutan dan penurunan nilai. Pengungkapan dan persyaratan lain mengikuti aset tetap Reklasifikasi –Dilakukan jika tidak lagi memenuhi sebagai properti investasi. Properti investasi –Tanah dan/atau bangunan yang dikuasai untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai dan tidak digunakan untuk proses produksi atau dijual dalam kegiatan utama perusahaan. Pengukuran awal –Sebesar harga perolehan  harga beli dan biaya lain yang dapat diatribusikan langsung pada properti ttersebut. –Mengikuti pengakuan dalam aset tetap Pengukuran setelah pengakuan –Diukur dengan menggunakan nilai perolehan dikurangi akumulai penyusutan dan penurunan nilai. Pengungkapan dan persyaratan lain mengikuti aset tetap Reklasifikasi –Dilakukan jika tidak lagi memenuhi sebagai properti investasi. Akuntansi Properti Investasi 50 PPL IAPI

51 Definisi –Aset yang tidak dapat digolongkan dalam kelompok aset yang ada atau tidak material disajikan tersendiri. –Misal : kas dibatasi penggunaannya, piutang jangka panjang. Pengakuan –Saat terjadinya sebesar biaya perolehan Penyajian –Secara gabungan kecuali jika masing-masing komponennya material Pengungkapan –Rincian aset lain-lain –Kebijakan akuntansi –Informasi yang relevan terkait aset lain-lain Definisi –Aset yang tidak dapat digolongkan dalam kelompok aset yang ada atau tidak material disajikan tersendiri. –Misal : kas dibatasi penggunaannya, piutang jangka panjang. Pengakuan –Saat terjadinya sebesar biaya perolehan Penyajian –Secara gabungan kecuali jika masing-masing komponennya material Pengungkapan –Rincian aset lain-lain –Kebijakan akuntansi –Informasi yang relevan terkait aset lain-lain Akuntansi Aset Lain-Lain 51 PPL IAPI

52 Definisi –Pemberian dari pemerintah –Diakui jika terdapat keyakinan yang memadai bahwa entitas akan mengakui kondisi yang melekat pada hibah tersebut Penyajian –Hibah akan diakui sebagai tambahan modal atau penghasilan tergantung substansi Perda terkait dengan pemberian hibah. (bersifat reciprocal, jika di pemda pembiayaan / penambahan penyertaan – dicatat sebagai tambahan modal) Pengukuran –Menggunakan nilai wajar dari hibah yang diterima. –Jika diberikan dalam bentuk aset  hibah ditangguhkan dan dialokasikan sepanjang masa manfaat aset tersebut. Definisi –Pemberian dari pemerintah –Diakui jika terdapat keyakinan yang memadai bahwa entitas akan mengakui kondisi yang melekat pada hibah tersebut Penyajian –Hibah akan diakui sebagai tambahan modal atau penghasilan tergantung substansi Perda terkait dengan pemberian hibah. (bersifat reciprocal, jika di pemda pembiayaan / penambahan penyertaan – dicatat sebagai tambahan modal) Pengukuran –Menggunakan nilai wajar dari hibah yang diterima. –Jika diberikan dalam bentuk aset  hibah ditangguhkan dan dialokasikan sepanjang masa manfaat aset tersebut. Akuntansi Hibah Pemerintah 52 PPL IAPI

53 Definisi –Kewajiban yang akan dibayar dalam jangka waktu kurang dari 12 bulan. Pengakuan –Jika kemungkinan entitas melakukan pengeluaran sumber daya ekonomi dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan pada tanggal pelaporan Pengukuran awal –Sebesar kas atau setara kas yang diterima sebagai penukar kewajiban. Pengungkapan –Jumlah kewajiban tercatat –Informasi yang relevan terkait dengan kewajiban tersebut –Kewajiban dalam bentuk utang bank – tingkat bunga, bank, jauh tempo Definisi –Kewajiban yang akan dibayar dalam jangka waktu kurang dari 12 bulan. Pengakuan –Jika kemungkinan entitas melakukan pengeluaran sumber daya ekonomi dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan pada tanggal pelaporan Pengukuran awal –Sebesar kas atau setara kas yang diterima sebagai penukar kewajiban. Pengungkapan –Jumlah kewajiban tercatat –Informasi yang relevan terkait dengan kewajiban tersebut –Kewajiban dalam bentuk utang bank – tingkat bunga, bank, jauh tempo Akuntansi Kewajiban Jangka Pendek 53 PPL IAPI

54 Definisi –Kewajiban yang akan dibayar dalam jangka waktu lebih dari 12 bulan. Pengakuan –Jika kemungkinan entitas melakukan pengeluaran sumber daya ekonomi dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan pada tanggal pelaporan Pengukuran awal –Sebesar kas atau setara kas yang diterima sebagai penukar kewajiban yang disebutkan dalam kontrak kewajiban jangka panjang. Pengungkapan –Jumlah kewajiban tercatat –Jumlah penambahan dan pengurangan kewajiban –Perubahan nilai kini akibat amortisasi diskon/premium –Informasi relevan atas kewajiban: tingkat suku bunga, jatuh tempo, pihak yang mengeluarkan, jaminan yang digunakan, kolateral lain. Definisi –Kewajiban yang akan dibayar dalam jangka waktu lebih dari 12 bulan. Pengakuan –Jika kemungkinan entitas melakukan pengeluaran sumber daya ekonomi dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan pada tanggal pelaporan Pengukuran awal –Sebesar kas atau setara kas yang diterima sebagai penukar kewajiban yang disebutkan dalam kontrak kewajiban jangka panjang. Pengungkapan –Jumlah kewajiban tercatat –Jumlah penambahan dan pengurangan kewajiban –Perubahan nilai kini akibat amortisasi diskon/premium –Informasi relevan atas kewajiban: tingkat suku bunga, jatuh tempo, pihak yang mengeluarkan, jaminan yang digunakan, kolateral lain. Akuntansi Kewajiban Jangka Panjang 54 PPL IAPI

55 Imbalan kerja  seluruh imbalan yang diberikan atas jasa yang diberikan oleh pegawai termasuk direksi dan dewan pengawas. –Bentuk  imbalan jangka pendek, imbalan jangka panjang, imbalan pasca kerja, pesangon pemutusan kerja / jasa pengabdian. Pengakuan –Saat karyawan tersebut memberikan jasanya akan diakui sebagai beban imbalan kerja. –Jika terdapat imbalan kerja yang belum dibayarkan  kewajiban imbalan kerja. –Beban imbalan kerja dapat dialokasikan pada nilai perolehan aset tetap, nilai persediaan, harga pokok produksi atau beban operasi Imbalan jangka pendek –Imbalan yang diberikan selama periode akuntansi  gajin, tunjangan, uang lembur, uang jasa, uang penggantian kesehatan. Imbalan kerja  seluruh imbalan yang diberikan atas jasa yang diberikan oleh pegawai termasuk direksi dan dewan pengawas. –Bentuk  imbalan jangka pendek, imbalan jangka panjang, imbalan pasca kerja, pesangon pemutusan kerja / jasa pengabdian. Pengakuan –Saat karyawan tersebut memberikan jasanya akan diakui sebagai beban imbalan kerja. –Jika terdapat imbalan kerja yang belum dibayarkan  kewajiban imbalan kerja. –Beban imbalan kerja dapat dialokasikan pada nilai perolehan aset tetap, nilai persediaan, harga pokok produksi atau beban operasi Imbalan jangka pendek –Imbalan yang diberikan selama periode akuntansi  gajin, tunjangan, uang lembur, uang jasa, uang penggantian kesehatan. Akuntansi Kewajiban Imbalan Kerja 55 PPL IAPI

56 Imbalan jasa produksi atau bonus –Diakui sebesar ekspektasi jasa produksi yang akan diberikan jika : ada kewajiban hukum/konstruktif untuk melakukan pembayaran dan nilainya dapat diukur dengan andal. –Didasarkan pada bentuk formal aturan pembagian jasa produksi, praktik masa lalu yang menimbulkan kewajiban konstruktif. Uang Jasa Pengabdian Direksi / Pengawas –Diberikan kepda direksi atau pengawas di akhir masa jabatan. –Diberikan untuk pengawas / direksi yang telah menjabat > 1 tahun –Pengukuran dengan menggunakan ketentuan perusahaan / Perda / UU Ketenagakerjaan Uang Pesangon pemutusan hubungan kerja –Timbul ketika entitas memberhentikan pekerja sebelum pensiun normal –Diakui sebagai beban dalam laba rugi saat terjadinya –Estimasi terbaik besarnya pembayaran yang dibutuhkan. Imbalan jasa produksi atau bonus –Diakui sebesar ekspektasi jasa produksi yang akan diberikan jika : ada kewajiban hukum/konstruktif untuk melakukan pembayaran dan nilainya dapat diukur dengan andal. –Didasarkan pada bentuk formal aturan pembagian jasa produksi, praktik masa lalu yang menimbulkan kewajiban konstruktif. Uang Jasa Pengabdian Direksi / Pengawas –Diberikan kepda direksi atau pengawas di akhir masa jabatan. –Diberikan untuk pengawas / direksi yang telah menjabat > 1 tahun –Pengukuran dengan menggunakan ketentuan perusahaan / Perda / UU Ketenagakerjaan Uang Pesangon pemutusan hubungan kerja –Timbul ketika entitas memberhentikan pekerja sebelum pensiun normal –Diakui sebagai beban dalam laba rugi saat terjadinya –Estimasi terbaik besarnya pembayaran yang dibutuhkan. Akuntansi Kewajiban Imbalan Kerja 56 PPL IAPI

57 Imbalan pasca kerja –Imbalan yang diberikan pada saat karyawan tidak lagi bekerja –Pengakuan beban dilakukan pada saat SL;’ –VBNM,./  imbalan kepada karyawan yang pembayarannya ditangguhkan saat tidak bekerja. Program iuran pasti –Jumlah iuran yang diberikan entitas sudah ditentukan. –Jumlah yang akan diterima pekerja tergantuk hasil investasi dari dana pensiun – pekerja menanggung risiko –Iuran akan diakui sebagai beban pada periode berjalan, kewajiban akan timbul jika entitas belum membayar iuran dan biaya dibayar dimuka diakui jika iuran yang dibayarkan melebih satu periode. –Pengungkapan  kebijakan akuntansi, penjelasan bentuk imbalan paska kerja. Imbalan pasca kerja –Imbalan yang diberikan pada saat karyawan tidak lagi bekerja –Pengakuan beban dilakukan pada saat SL;’ –VBNM,./  imbalan kepada karyawan yang pembayarannya ditangguhkan saat tidak bekerja. Program iuran pasti –Jumlah iuran yang diberikan entitas sudah ditentukan. –Jumlah yang akan diterima pekerja tergantuk hasil investasi dari dana pensiun – pekerja menanggung risiko –Iuran akan diakui sebagai beban pada periode berjalan, kewajiban akan timbul jika entitas belum membayar iuran dan biaya dibayar dimuka diakui jika iuran yang dibayarkan melebih satu periode. –Pengungkapan  kebijakan akuntansi, penjelasan bentuk imbalan paska kerja. Akuntansi Kewajiban Imbalan Kerja 57 PPL IAPI

58 Program manfaat pasti –Jumlah imbalan yang diberikan pada pekerja sudah dipastikan –Risiko aktuaria akan ditanggung oleh entitas –Kewajiban diakui entitas sebesar selisih antara estimasi kewajiban pembayaran manfaat pasti dikurangi aset program. –Pengungkapan: Informasi program manfaat pasti: ketentuan manfaat, asumsi aktuaria yang digunakan, dana pensiun, aktuaris yang digunakan Nilai kewajiban manfaat pasti, aset program dan rekonsiliasi nilai awal dan nilai akhir. Beban manfaat pensiun beserta komponennya. Program manfaat pasti –Jumlah imbalan yang diberikan pada pekerja sudah dipastikan –Risiko aktuaria akan ditanggung oleh entitas –Kewajiban diakui entitas sebesar selisih antara estimasi kewajiban pembayaran manfaat pasti dikurangi aset program. –Pengungkapan: Informasi program manfaat pasti: ketentuan manfaat, asumsi aktuaria yang digunakan, dana pensiun, aktuaris yang digunakan Nilai kewajiban manfaat pasti, aset program dan rekonsiliasi nilai awal dan nilai akhir. Beban manfaat pensiun beserta komponennya. Akuntansi Kewajiban Imbalan Kerja 58 PPL IAPI

59 Kewajiban diestimasi –Kewajiban yang mungkin terjadi di masa depan –Kewajiban yang kemungkinan terjadinya lebih mungkin terjadi daripada tidak –Nilainya dapat diukur dengan andal –Kewajiban hukum atau konstruktif –Diukur sebesar nilai estimasi terbaik atas penyelesaian kewajiban kini pada tanggal pelaporan –Disajikan di neraca sebagai kewajiban dan laba rugi sebagai beban/kerugian terkait kewajiban tersebut. –Contoh : garansi; tuntutan ganti rugi; reklamasi lahan; kewajiban lingkungan –Pengungkapan : rekonsiliasi nilai kewajiban, uraian singkat, indikasi ketidakpastian –Nilainya harus direview apakah masih tepat disajikan sebagai kewajiban estimasi. Kewajiban diestimasi –Kewajiban yang mungkin terjadi di masa depan –Kewajiban yang kemungkinan terjadinya lebih mungkin terjadi daripada tidak –Nilainya dapat diukur dengan andal –Kewajiban hukum atau konstruktif –Diukur sebesar nilai estimasi terbaik atas penyelesaian kewajiban kini pada tanggal pelaporan –Disajikan di neraca sebagai kewajiban dan laba rugi sebagai beban/kerugian terkait kewajiban tersebut. –Contoh : garansi; tuntutan ganti rugi; reklamasi lahan; kewajiban lingkungan –Pengungkapan : rekonsiliasi nilai kewajiban, uraian singkat, indikasi ketidakpastian –Nilainya harus direview apakah masih tepat disajikan sebagai kewajiban estimasi. Akuntansi Kewajiban Diestimasi 59 PPL IAPI

60 Terkait dengan kewajiban yang jumlahnya tidak pasti di masa mendatang: –Kemungkinan kecil terjadi < 50% –Nilainya tidak dapat diukur dengan andal Tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi hanya diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan Dilakukan review apakah kewajiban kontijensi akan berubah: –Menjadi kewajiban diestimasi jika berubah menjadi kemungkinan besar terjadi atau nilainya dapat diukur dengan andal. –Tidak perlu diungkapkan karena menjadi remote Pengungkapan –Informasi relevan terkait dengan kontijensi; informasi ringkas, ketidakpastian; nilai estimasi kerugian yang ditimbulkan Terkait dengan kewajiban yang jumlahnya tidak pasti di masa mendatang: –Kemungkinan kecil terjadi < 50% –Nilainya tidak dapat diukur dengan andal Tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi hanya diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan Dilakukan review apakah kewajiban kontijensi akan berubah: –Menjadi kewajiban diestimasi jika berubah menjadi kemungkinan besar terjadi atau nilainya dapat diukur dengan andal. –Tidak perlu diungkapkan karena menjadi remote Pengungkapan –Informasi relevan terkait dengan kontijensi; informasi ringkas, ketidakpastian; nilai estimasi kerugian yang ditimbulkan Akuntansi Kewajiban Kontijensi 60 PPL IAPI

61 Pos yang menampung kewajiban yang tidak dapat digolongkan pada satu pos kewajiban yang ada. Diakui jika terdapat kemungkinan pengeluaran sumber daya dan nilainya dapat diukur dengan andal. Penyajian secara gabungan, kecuali jika nilainya material disajikan tersendiri Pengungkapan –Rincian kewajiban lain Pos yang menampung kewajiban yang tidak dapat digolongkan pada satu pos kewajiban yang ada. Diakui jika terdapat kemungkinan pengeluaran sumber daya dan nilainya dapat diukur dengan andal. Penyajian secara gabungan, kecuali jika nilainya material disajikan tersendiri Pengungkapan –Rincian kewajiban lain Akuntansi Kewajiban Lain 61PPL IAPI

62 Ekuitas : hak residual atas aset entitas setelah dikurangi dengan kewajiban. Klasifikasi –Modal –Penyertaan pemerintah –Saldo laba Modal –Modal dasar  nilai nominal modal entitas sesuai dengan Peraturan terkait dengan modal –Diakui sebesar uang atau nilai wajar aset yang diterima –Pengungkapan  rincian setoran modal, peraturan yang mendasari penyetoran modal Ekuitas : hak residual atas aset entitas setelah dikurangi dengan kewajiban. Klasifikasi –Modal –Penyertaan pemerintah –Saldo laba Modal –Modal dasar  nilai nominal modal entitas sesuai dengan Peraturan terkait dengan modal –Diakui sebesar uang atau nilai wajar aset yang diterima –Pengungkapan  rincian setoran modal, peraturan yang mendasari penyetoran modal Akuntansi Ekuitas 62PPL IAPI

63 Penyertaan pemerintah –Setoran kas atau non kas oleh pemerintah yang harus dicatat sebagai Penyertaan Pemerintah menurut Perda. –Diakui sebesar uang yang diterima utang yang dikonversi atau nilai wajar aset yagn diterima –Pengungkapan Rincian dana Proses yang telah dilakukan sampai dengan tanggal pelaporan Penyertaan pemerintah –Setoran kas atau non kas oleh pemerintah yang harus dicatat sebagai Penyertaan Pemerintah menurut Perda. –Diakui sebesar uang yang diterima utang yang dikonversi atau nilai wajar aset yagn diterima –Pengungkapan Rincian dana Proses yang telah dilakukan sampai dengan tanggal pelaporan Akuntansi Ekuitas 63PPL IAPI

64 Saldo laba (laba ditahan) –Akumulasi hasil uusaha setelah dikurangi pembagian laba, koreksi laba rugi periode sebelumnya –Klasifikasi: Cadangan tujuan  laba neto setelah pajak yang telah ditetapkan tujuan penggunaannya. Cadangan umum Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya  laba tahun berjalan, laba periode lalu yang belum ditentukan penggunaannya. –Perlakuan akuntansi Tidak boleh dibebani dengan pos yang seharusnya dimasukkan dalam laba rugi  jasa produksi Pembagian laba  pengurang saldo laba Saldo laba (laba ditahan) –Akumulasi hasil uusaha setelah dikurangi pembagian laba, koreksi laba rugi periode sebelumnya –Klasifikasi: Cadangan tujuan  laba neto setelah pajak yang telah ditetapkan tujuan penggunaannya. Cadangan umum Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya  laba tahun berjalan, laba periode lalu yang belum ditentukan penggunaannya. –Perlakuan akuntansi Tidak boleh dibebani dengan pos yang seharusnya dimasukkan dalam laba rugi  jasa produksi Pembagian laba  pengurang saldo laba Akuntansi Ekuitas 64 PPL IAPI

65 Penyajian –Disajikan tersendiri dala bentuk cadangan tujuan, cadangan umum dan saldo laba yang belum ditentukan tujuannya. Pengungkapan saldo laba –Apropirasi dan pemisahan saldo laba dan penjelasan termasuk tujuan apropriaasi –Peraturan, perikatan, pemmbatasan dan jumlah pembatasan –Koreksi masa lalu yang mempengaruhi saldo laba –Jumlah pembagian laba –Pengungkapan deklarasi dividen setelah tanggal neraca sebelum penyelesaian laporan keuangan. –Jumlah perubahan saldo laba yang berasal dari reklasifikasi Penyajian –Disajikan tersendiri dala bentuk cadangan tujuan, cadangan umum dan saldo laba yang belum ditentukan tujuannya. Pengungkapan saldo laba –Apropirasi dan pemisahan saldo laba dan penjelasan termasuk tujuan apropriaasi –Peraturan, perikatan, pemmbatasan dan jumlah pembatasan –Koreksi masa lalu yang mempengaruhi saldo laba –Jumlah pembagian laba –Pengungkapan deklarasi dividen setelah tanggal neraca sebelum penyelesaian laporan keuangan. –Jumlah perubahan saldo laba yang berasal dari reklasifikasi Akuntansi Ekuitas 65 PPL IAPI

66 Pendapatan : –Pendapatan operasional  Pendapatan penjualan air Pendapatan non air: sambungan baru, pemeriksaan lab, penggantian kerusakan, penyambungan kembali –Pendapatan non operasional  dividen, sewa, keuntungan penjualan aset tetap, pendapatan investasi Pengakuan pendapatan –Pendapatan penjualan air  diakui saat terbitnya daftar Rekening ditagih –Pendapatan penjualan non air  saat terbitnya Daftar Piutang Tagihan Non Air –Pendapatan non operasional  timbul hak untuk memperoleh pendapatan dan nilainya dapat diukur dengan andal Pendapatan : –Pendapatan operasional  Pendapatan penjualan air Pendapatan non air: sambungan baru, pemeriksaan lab, penggantian kerusakan, penyambungan kembali –Pendapatan non operasional  dividen, sewa, keuntungan penjualan aset tetap, pendapatan investasi Pengakuan pendapatan –Pendapatan penjualan air  diakui saat terbitnya daftar Rekening ditagih –Pendapatan penjualan non air  saat terbitnya Daftar Piutang Tagihan Non Air –Pendapatan non operasional  timbul hak untuk memperoleh pendapatan dan nilainya dapat diukur dengan andal Akuntansi Pendapatan PDAM 66 PPL IAPI

67 Pengukuran pendapatan –Pendapatan penjualan air  nilai tagihan  pemakaian dilakukan dengan tarif –Pendapatan penjualan non air  nilai yang ditagihkkan –Pendapatan non operasional  timbulnya hak Pengungkapan –Kebijakan akuntansi sebagai dasar pengakuan –Jumlah setiap kategori pendapatan yagn diakui –Jenis pendapatan signifikan Pengukuran pendapatan –Pendapatan penjualan air  nilai tagihan  pemakaian dilakukan dengan tarif –Pendapatan penjualan non air  nilai yang ditagihkkan –Pendapatan non operasional  timbulnya hak Pengungkapan –Kebijakan akuntansi sebagai dasar pengakuan –Jumlah setiap kategori pendapatan yagn diakui –Jenis pendapatan signifikan Akuntansi Pendapatan PDAM 67 PPL IAPI

68 Pengukuran pendapatan –Pendapatan penjualan air  nilai tagihan  pemakaian dilakukan dengan tarif –Pendapatan penjualan non air  nilai yang ditagihkkan –Pendapatan non operasional  timbulnya hak Pengungkapan –Kebijakan akuntansi sebagai dasar pengakuan –Jumlah setiap kategori pendapatan yagn diakui –Jenis pendapatan signifikan Pengukuran pendapatan –Pendapatan penjualan air  nilai tagihan  pemakaian dilakukan dengan tarif –Pendapatan penjualan non air  nilai yang ditagihkkan –Pendapatan non operasional  timbulnya hak Pengungkapan –Kebijakan akuntansi sebagai dasar pengakuan –Jumlah setiap kategori pendapatan yagn diakui –Jenis pendapatan signifikan Akuntansi Pendapatan PDAM 68 PPL IAPI

69 Beban operasional –Beban yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan utama. –Diakui jika terdapat penurunan manfaat ekonomi di masa depan dan dapat diukur dengan andal –Disajikan sebagai pos terpisah Beban non operasional –Dikeluarkan untuk bukan kegiatan utama –Disajikan terpisah dari beban operasional Pengungkapan –Rincian beban operasional dan non operasional menurut sifatnya –Informasi relevan Beban operasional –Beban yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan utama. –Diakui jika terdapat penurunan manfaat ekonomi di masa depan dan dapat diukur dengan andal –Disajikan sebagai pos terpisah Beban non operasional –Dikeluarkan untuk bukan kegiatan utama –Disajikan terpisah dari beban operasional Pengungkapan –Rincian beban operasional dan non operasional menurut sifatnya –Informasi relevan Akuntansi Beban PDAM 69 PPL IAPI

70 Pelaporan Laporan harian –Laporan harian kas  ikhtisar penerimaan dan pengeluaran kas –Daftar harian penerimaan kas dan bank –Daftar harian pengeluaran kas dan bank Laporan bulanan –Laporan keuangan  neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas –Laporan rekening  rekening air, penagihan bulanan, laporan efektivitas penagihan –Laporan logistik  pembelian, mutasi persediaan –Laporan sambungan pelanggan  Laporan posisi sambungan pelanggan, pemutusan dan penyambungan kembali, penanganan pengaduan pelanggan –Laporan kegiatan meter –Laporan Produksi dan Distribusi –Laporan Personalia –Laporan Ringkasa Kegiatan Utama 70 PPL IAPI

71 Pelaporan Laporan tahunan –Laporan keuangan Neraca komparatif Laporan laba rugi Laporan arus kas Laporan perubahan ekuitas Catatan atas laporan keuangan –Laporan kinerja Laporan bulanan –Aspek keuangan –Aspek operasional –Aspek administasi Perencanaan pengendalian 71 PPL IAPI

72 Biaya Pinjaman Biaya pinjaman adalah bunga dan biaya lainnya yang timbul dari kewajiban keuangan suatu entitas Termasuk: –Bunga cerukan bank dan pinjaman jangka pendek dan panjang –Amortisasi diskonto atau premium pinjaman –Amortisasi biaya tambahan pinjaman –Beban pembiayaan sewa pembiayaan –Perbedaan nilai tukar dari pinjaman mata uang asing yang dianggap sebagai penyesuaian terhadap biaya bunga. Entitas harus mengakui seluruh biaya pinjaman sebagai beban pada laporan laba rugi di periode terjadinya 72 PPL IAPI

73 Pajak Penghasilan Diakui berdasarkan kewajiban pajak periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar. Jika terdapat kelebihan bayar maka diakui sebagai aset. Pajak tangguhan tidak diatur. Kewajiban pajak entitas: –Membayar pajak atas penghasilan yang diterima  melalui pembayaran angsuran pajak dan dipotong pihak lain –Memotong pajak atas penghasilan pihak lain  pembayaran gaji, sewa, jasa –Utang pajak dan pajak dibayar dimuka disajikan dalam laporan kuangan dan pengungkapan atas rincian pajak –Pengungkapan diperlukan jika ada SKP 73 PPL IAPI

74 Mata Uang Pencatatan dan Pelaporan Menggunakan mata uang rupiah. Entitas dapat menggunakan mata uang lain sepanjang memenuhi sebagai mata uang fungsional. Mata uang pencatatan harus sama dengan mata uang pelaporan. Mata uang fungsional: indikator arus kas, indikator harga jual, indikator biaya. Penentuan saldo awal untuk pencatatan akuntansi dilakukan dengan mengukur seolah-olah mata uang fungsional telah digunakan sejak terjadinya transaksi. 74 PPL IAPI

75 Transaksi dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat pada pengakuan awal dengan menggunakan kurs tunai pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, entitas harus melaporkan: –pos moneter dengan kurs tanggal neraca –pos moneter yang diukur dengan biaya perolehan historis dengan kurs pada tanggal transaksi –pos non moneter yang diukur pada nilai wajar dengan kurs pada tanggal nilai wajar. Keuntungan atau kerugian diakui pada beban tahun berjalan dan keuntungan atau kerugian yang terkait langsung dengan transaksi ekuitas dibebankan ke ekuitas. 75 PPL IAPI

76 Peristiwa setelah Tanggal Laporan Dua jenis peristiwa setelah tanggal neraca –Peristiwa setelah tanggal laporan yang memerlukan penyesuaian –Peristiwa yang tidak memerlukan penyesuaian. Dividen yang diumumkan setelah tanggal laporan tidak boleh diakui sebagai kewajiban pada akhir perode laporan. 76 PPL IAPI

77 Pihak Hubungan Istimewa Pengungkapan hubungan termasuk hubungan entitas induk dengan anak. Pengungkapan kompensasi personel manajemen kunci Pengungkapan transaksi pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Entitas tidak boleh menyatakan bahwa transaksi tersebut dilakukan setara dengan pihak yang faham dan berkeingingan untuk melakukan transaksi kecuali syarat tersebut dapat dibenarkan. 77PPL IAPI

78 Sistem Akuntansi Pencatatan transaksi dilakukan berdasarkan bukti. Pencatatan transaksi dilakukan baik dalam jurnal khusus maupun jurnal umum: –Daftar voucher yang harus dibayar –Jurnal rekening air dan non air –Jurnal penerimaan kas/bank –Jumal pembayaran kas/bank –Jurnal pemakaian bahan instalasi dan kimia –Jurnal umum Transaksi yang telah dicatat dalam jurnal khusus setiap bulan diposting ke dalam buku besar. Neraca lajur bulanan dibuat untuk digunakan menyusun laporan keuangan bulanan. Buku pembantu diselenggarakan untuk mencatat rincian perkiraan buku besar tertentu: bank, piutang, pelanggan, utang, persediaan. 78

79 Proses Akuntansi Proses akuntansi dapat dilaksanakan sebagai berikut: –Transaksi dicatat dalam dokumen  bukti transaksi  menjadi dasar untuk melakukan pencatatan. –Bukti dicatat dalam buku jurnal setiap terjadi transaksi. Untuk beberapa transaksi tertentu dicatat dalam Buku Pembantu. –Jurnal kumulatif dalam buku harian diposting dalam buku besar. –Dari Buku besar dibuat Neraca Lajur untuk kemudian dibuat Laporan Keuangan bulanan. Proses tersebut dapat dijalankan dengan sistem berbasis komputer sehingga pembuatan dokumen dan transaksi menjadi proses yang terintegrasi. Setiap dokumen yang dikeluarkan akan menjadi bukti transaksi sekaligus dapat langsung dilakukan proses pencatatan. Kebutuhan komputerisasi sistem dipengaruhi kebutuhan entitas. 79

80 PPL IAPI80


Download ppt "Bali – 9 September 2013 AKUNTANSI PDAM 1. BUMD UU 17 tahun 2003  –Perusahaan Daerah adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google